[Remake] 'Story'
Story belong to Samuel903 (Remake from Wattpad)
Remake by Olivia Oh
.
Main cast :
Oh Sehun as Jung Sehun
Kim Jongin as Jung (Kim) Jongin
.
Other cast :
Jung Yunho as Jung Yunho
Kwon Yuri as Jung Yuri
Kim Heechul as Kim Heechul
Jung Sooyeon as Kim (Jung) Sooyeon
EXO Member
.
Rate : T (Semi M)
Length : Chapter
.
Warning! : YAOI, Boys Love, Typo(s), Crack Pairing
Don't Like, Don't Read!
.
A/N : Cerita ini seluruhnya milik Samuel903 (Wattpad), Oliv hanya me-remake dengan Pairing dan nama tokoh yang berbeda tanpa mengubah alur cerita (Oliv sudah mendapat izin dari penulis aslinya). Cerita asli bisa dilihat di www wattpad com/story/98365482-story (ganti spasi dengan titik) dengan pairing JaeYong. Perubahan nama marga digunakan untuk jalannya cerita.
.
HUNKAI STORY
.
.
Chapter 4
.
.
'Cinta'
.
.
Heechul kembali menunjukkan tulisan tangannya pada Jongin sambil menunjuk pada anak remajanya itu. Jongin menatap Heechul mengedipkan mata tanda ia mengerti.
Kim Jongin
Itu kegiatan yang selalu Heechul lakukan disetiap waktu luang mereka. Ya, Jongin mengingat dengan baik tulisan tangan itu. Ia tak mengerti tapi mengingat. Dan Heechul berusaha untuk memberikan apa yang ia bisa berikan kepada anaknya.
Tersenyum bangga, Heechul menatap Jongin yang membawa beberapa makanan yang Jongin telah siapkan untuk mereka. Sarapan pagi yang enak.
Dia anak yang pandai dalam urusan dapur. Heechul tau itu walau tak bisa merasakan apapun pada setiap hidangan yang ia santap selama ini.
Jangan tanya bagaimana makanan itu dapat dimasak. Mereka murni menggunakan alam. Batu atau kayu bahkan cahaya matahari untuk api dan kacamata milik Heechul yang sangat berguna untuk proses penghidupan api.
Heechul masih setia pada alat tulisnya. Menulis sesuatu yang akan selamanya Jongin hafal.
Kim Heechul Appa
Dan kembali Jongin mengedipkan matanya membalas tulisan tangan Heechul. Selanjutnya Jongin menatap polos pada Heechul. Tatapan yang mengandung arti untuk segera makan dan meletakkan semua barang-barang yang tak berhubungan dengan sarapan mereka pada tempatnya.
Heechul mengerti tatapan itu dan segera melaksanakan perintah anaknya.
Bagi Jongin kehidupan mereka mungkin sudah sangat baik. Tapi bagi Heechul kehidupan yang Jongin jalani adalah ketidak adilan.
Ia telah membuat sosok sempurna Jongin tenggelam dalam kubangan lumpur. Ia yang telah membuat Jongin tak mengeluarkan suaranya. Dan setiap hari pikiran itu membuat hati Heechul gelisah.
Sangat wajar bila orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Jongin anaknya dan Heechul ingin anaknya sehebat anak-anak diluar sana. Ia yakin Jongin sangat luar biasa jika ia tak bersama dengannya.
Cinta itu tumbuh dihati Heechul, cintanya sebagai seorang ayah membuat Heechul ingin membunuh dirinya sendiri karna membuat anaknya menjalani kehidupan seperti ini. Tatapan mata Jongin membuatnya selalu merasa bersalah. Kebisuan Jongin selalu berhasil membuatnya menangis dalam diam.
Bagaimanapun juga Kim Heechul adalah seorang namja yang berhati baik dan penuh kasih sayang, itulah alasan Jung Sooyeon bertekuk lutut pada pria yang tak sepadan dengan keluarga Jung itu.
Setelah selesai dengan sarapan mereka, Jongin merasa aneh dengan Heechul yang tak berhenti menatapnya. Wajah sedih yang ketara. Membuat Jongin mendekati satu-satunya orang yang ia kenal itu. Memeluknya dari samping. Dan sukses membuat hati Heechul serasa diguyur air es.
'Aku tak ingin dia seperti ini. Dia lebih dari ini.'
.
.
Yuri tersedak ketika menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Membuat semua mata menatapnya khawatir. "Mom." panggil salah satu dari sebelas anaknya. Dengan cekatan ia segera menghampiri Yuri yang hanya terpisah dua kursi darinya. "Mom? Kau baik-baik saja?" tanyanya. Ini hal baru, Yuri tersedak saat makan?
"Umm..tak apa Minseok-ah." Yuri tak tau mengapa, tapi hatinya serasa sangat damai dan itu membuatnya terkejut tanpa alasan jelas hingga ia tersedak.
Yunho berdesir ketika melihat senyuman dibibir istrinya. Setelah sekian tahun. Begitupun Minseok yang melangkah mundur. Mereka yang melihat senyuman tipis itu merasa sangat terpukul.
Kenapa hanya hari ini ibunya menunjukkan itu?
Minseok sedikit sangsi dengan pemandangan baru yang ibunya berikan, dengan kaku ia kembali ke tempat duduknya. "Suho? Kurasa Mom sedang tidak baik-baik saja." ucapnya pelan dan disahut oleh deheman Yunho.
Melanggar aturan dimeja makan, pelanggaran kedua Minseok selain bolos dari sekolah.
Suho tersenyum geli ketika melihat bibir Minseok yang maju beberapa centi. Dari sebelas saudaranya, Minseok adalah yang tertua karna dia yang pertama kali diangkat anak oleh Keluarga Jung, dan Tao adalah yang terkecil. Benar-benar yang termuda karena ia berusia 13 tahun. Hum, juga karena akhirnya diantara mereka ada seorang adik, namun cara yang tidak seharusnya membuat mereka memandang sebelah mata pada dua adik mereka yang baru. Kyungsoo dan Tao. Pengganti dari dua saudara mereka yang telah pergi, dua anak dari mereka sebelumnya telah tiada karna Kepala dari keluarga Jung tidak menerima setitik cacat dari mereka. Alasan yang tak sesuai namun sangat logis bila dipandang dari sisi Mr. Jung.
"Daddy?"
Oh! Suara si muda.
Tatapan semua mata dimeja makan langsung tertuju pada sosok anak yang duduk paling dekat dengan Sang Kepala.
"Daddy?" panggilanya kedua kali karna Yunho tak menjawab panggilan anak itu.
"Sayang, mari kita kekamarmu." sahutan lain yang terdengar. Dan dengan kelembutan sosok wanita satu-satunya itu membawa Tao besertanya.
"Mom? Dua hari lalu aku mendaftar kelas menari. Dan hari ini aku akan audisi, aku sangat senang untuk ini! Mom tau? Sangat sulit untuk bisa masuk dikelas itu, kura-."
"Mom?" Tao merasakan tekanan erat ditangannya. Yuri berhenti melangkah dan memaksakan sedikit senyumannya pada Tao. "Kau tidak bisa mengikuti kelas itu Sayang."
Tao sendiri hanya mengangguk dengan berat. Bagaimanapun ia tau aturan di Rumah ini. Dan keberanian besar baginya untuk memanggil ayahnya tadi dimeja makan. Untuk nasehat atau peringatan dari Yuri. Ya..anak 13 tahun itu mengerti.
Dengan menahan degub jantungnya yang menggila, Tao melepaskan genggaman tangan Yuri padanya. "Mom, aku akan mengambil tas sekolahku." ucapnya dengan suara sedikit tercekat.
Yuri menghela nafasnya memandang punggung kecil anak bungsunya.
Tekanan yang suaminya berikan pada semua anak angkatnya, kadang terlihat kejam namun wanita itu tau bila Yunho mengalami hal yang jauh lebih kejam dari ini. Di usia seperti anak-anaknya itu, Yunho dan Sooyeon mulai tekun pada bisnis keluarga, tekanan dan masa bermain yang hilang. Jadi ini tak seberapa bagi sebelas anak angkatnya itu. Setidaknya mereka bisa bersekolah, berbaur dengan dunia luar. Tidak hanya duduk dibawah tekanan guru privat dan makan dengan sayuran yang tak bergaram.
.
.
.
Jongin menyisir rambut panjangnya, membuat Heechul sedikit gemas karena anaknya itu selalu terlihat sangat lambat. 'Dia bukan gadis kecil tapi kenapa gerakannya sangat tidak bersemangat?' pikir pria paruh baya itu prihatin.
'Aku terlalu memanjakannya.' Heechul memijat keningnya. Ini juga karna dia yang tak bisa untuk menegur si anak. Dengan gerakan tegas Heechul merebut sisir yang Jongin gunakan dan dengan cepat pula Heechul mengikat rambut panjang sepinggang anaknya itu.
'Anak remaja sepertimu seharusnya bermain basket, berkumpul dengan teman-temanmu! Bukan berdiam diri disini! Memasak, menyiram bunga, menggambar, bahkan kau bersih-bersih setiap menit! Hanya berburu yang membuatmu terlihat seperti seorang pria!' oh! Betapa itu yang ingin Heechul omelkan sejak melihat bagaimana lambatnya anaknya jika mulai menyisir rambut.
Jongin hanya menikmati setiap tatapan yang Heechul layangkan padanya. Ia tau ada yang berbeda pada tatapan itu, seperti saat Jongin tak sengaja menunpahkan ember yang berisi ikan buruan mereka didanau.
Heechul menghela nafas kesal, lagipula apa yang bisa dia lakukan. Dengan menepuk lembut pipi anak yang hanya setinggai dadanya itu, Heechul menyunggingkan senyum yang sedikit aneh dihadapan Jongin.
Jongin merasakan sesuatu yang janggal dalam hatinya, tatapan dan senyuman yang asing dimata Jongin.
'Aku ingin kau memanggilku Appa.'
.
.
.
Dimalam ini hatiku terasa kacau untuk yang kesekian kalinya, tapi aku tak mampu untuk menahannya lagi.
Sooyeon, cintaku terlalu besar untuk anak ini. Kebersamaan kami yang jauh lebih lama dibandingkan denganmu membuatku berpaling.
Aku ingin dia menjadi seorang yang sepertiku. Ia harus pintar sepertiku, dia harus sepertiku karna dia anakku. Sooyeon, maafkan untuk kelemahan hatiku.
Aku menyayanginya.. sangat menyayanginya.
Kami akan pergi dan untuk ini.. aku akan meninggalkanmu disini.
Rasa sakit ini akan selalu ada, tapi untuk anak itu aku akan kembali.
Keponakan kita, dia anakku.
Maafkan aku.
Kim
Heechul memantapkan hatinya. Ia akan membawa Jongin. Ia akan membuat anaknya itu tau tentang dunia. Ia tak harus berburu, ia tak boleh hanya diam dan melakukan pekerjaan wanita.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Jeng jeng jeng.. yeahh Jongin mau di bawa kemana tuh sama Chullie, kkk..
Oh ya, itu aku sengaja bikin Tao sama Dio yang jadi maknaenya, kan disini Sehun ceritanya dingin-dingin ganteng gitu, jadi nggak cocok jadi maknae, apa lagi dia tokoh utamanya, kkkk~ bayangin aja Sehun umurnya sepantaran lah sama ChanBaek, nggak paling tua, nggak juga paling muda, berlaku juga untuk Jongin, okay?
.
Ini kok responnya semakin hari semakin menurun? Apa karena terlalu lama update'kah? Atau terlalu pendek? Kalo ingin kritik atau saran bisa langsung bilang di kotak review, atau jga bsa pm aja langsung, selama itu baik knapa enggak? Hehe..
Last, mohon tinggalkan jejak ya, biar makin cepet updatenya, kkkk~
[22 April 2017]
