Kanazaki Hana, seorang gadis manis idola sekolah yang sangat menyukai Murasakibara hanya karena kejadian simple (Murasakibara menghabiskan kue buatannya yang gagal), namun apa Murasakibara berbalik menyukainya juga?

.

.

.

KISEKI NO SEDAI NO KOI MONOGATARI

Disclaimer: Kuroko no Basuke – Fujimaki, Tadatoshi

Pairing: Murasakibara Atsushi x OC (Kanazaki Hana)

Warning : Agak OOC

.

.

.

Chapter 4: The Sweet's Power

"Aku menyukaimu Kanazaki-san! Jadilah kekasihku!" Kata seorang pemuda gadis manis bersurai hijau muda didepannya.

"Aku menghargai perasaanmu, tapi maaf ada orang lain yang kusukai." Tolak gadis itu lembut dengan senyum yang sangat menawan. Setelah mengucapkan kalimat itu sang gadispun pergi meninggalkan si pemuda yang saat ini dilanda penyakit bernama patah hati.

.

.

.

"EEH?! KAU MENOLAK KUJO-SAN, HANA?!" Teriak seorang gadis berambut coklat.

"Ukh... Biasa saja dong, Aya!" Kata Hana sambil menutup telinganya.

"Ta-tapi... Kujo-san itu ketua klub kendo, belum lagi dia berasal dari keluarga kaya, wajahnya juga tampan, kenapa kau menolaknya?!" Kata Aya lagi sambil mengguncang-guncang bahu Hana.

"Hentikan ini Aya! Kau membuatku pusing!" Perintah Hana disertai deathglarenya.

"Aaa... Maaf maaf... tapi dengan ini berarti dalam setengah tahun kau sudah lima kali menolak laki-laki." Kata Aya sambil menaruh telunjuk jarinya didagunya.

"Eh? Kau menghitungnya? Rajin sekali..." Kata Hana cuek.

"Tapi Aya benar, kenapa kau menolak semuanya? Maksudku, orang-orang yang menyatakan perasaannya padamu itu bisa dibilang orang-orang yang populer dan bahkan memiliki kedudukan khusus disini..." Tanya gadis bersurai hitam yang sejak tadi diam.

"Jawabannya mudah, aku tidak tertarik." Jawab Hana pendek sehingga membuat kedua temannya (Aya dan Mizuho) cengong. "Lagipula..." Kata Hana lagi. "Mereka hanya menyukai penampilan luarku saja... Hhh... Laki-laki seperti itu benar-benar simple... Tidak menarik." Lanjutnya.

"Dan kau bilang ada orang yang kau suka, siapa dia?" Tanya Aya.

"Ah... Itu hanya alasan saja agar mudah menolak mereka... Saat ini tidak ada orang yang kusuka." Jawab Hana.

"Hhh... Sasuga Hana..." Kata Aya akhirnya sambil menghela nafas. Yah, menurutnya wajar saja jika banyak yang menyukai Hana. Dia cantik, pintar, dan memiliki tubuh yang bagus, sifatnya yang ramah dan mudah bergaul (walaupun terkadang dia sangat manja) bisa membuat dia dekat dengan siapa saja. Benar-benar cocok disebut idola sekolah.

"Ah iya... Hari ini pelajaran PKKnya membuat strawberry shortcake ya?" Kata Mizuho. Sehingga membuat Hana terdiam.

"Yap! Ini akan menyenangkan! Kue kesukaanku!" Kata Aya semangat.

"Strawberry shortcake ya..." Kata Hana lemas, dalam sekejap aura hitam menyelimutinya.

"Eh? Kau kenapa Hana?" Kata Mizuho bingung.

"Psst! Mizuho! Kau lupa ya! Hana itu..." Bisik Aya sambil menyikut pelan Mizuho.

"Ah!" Mizuhopun menutup mulutnya lalu berusaha menyemangati Hana.

"Ma-maa... Hana... Kau pasti bisa ko'! Ganbattene..." Namun Hana tidak merespon dan justru semakin terpuruk. Dan kedua temannya sekarang hanya bisa menatap Hana simpati sekaligus sweatdrop.

.

.

.

"Baiklah semuanya! Sekarang bawa strawberry shortcake buatan kalian kedepan untuk dinilai... Berdasarkan absen ya!" Perintah guru PKK mereka, Matsuko-sensei. Para muridpun mulai satu persatu menuju meja guru.

"Fujioka-san... Cake-mu enak sekali, dekorasinya juga bagus dan rapih..." Puji Matsuko-sensei pada murid bernama Fujioka, yang dipuji hanya tersenyum sambil mengucapkan 'terimakasih'. "Eto... Selanjutnya... Kanazaki-san!" Panggil Matsuko-sensei pada Hana.

'Ukh...' Batin Hana. Diapun menuju Matsuko-sensei sambil membawa cake buatannya.

"Kanazaki-san... Ini... Cake?" Tanya Matsuko-sensei ragu. Cake buatan Hana bisa dibilang betul-betul hancur, creamnya belepotan sehingga tidak jelas bentuknya. Dengan ragu Matsuko-sensei mencicipinya sedikit menggunakan garpu kecil khusus untuk cake.

"Hmm... Sebenarnya rasanya lumayan. Tapi penampilannya benar-benar buruk. Dalam pastry, penampilan itu penting Kanazaki-san... Kau harus banyak berlatih!" Kata Matsuko-sensei.

"Ukh... Baik sensei..." Jawab Hana pasrah. Dia mendengar beberapa teman-temannya berbisik-bisik sambil tertawa kecil dibelakangnya sehingga membuat Hana semakin malu, diapun menatap kue gagal ditangannya dengan pandangan sebal.

Yah... Mungkin saja Hana itu pintar, manis, bla bla bla... Tapi dalam hal pastry, kemampuannya benar-benar dibawah rata-rata.

.

.

.

Saat ini Hana sendirian di koridor yang sepi sambil masih menatap kue gagal ditangannya.

"Ck... Buang saja ah!" Kata Hana sebal, diapun berniat membuang cake itu ke tempat sampah terdekat, namun sebuah tangan besar menghentikannya.

"Eh~? Kenapa mau dibuang~? Sayang loh... Kau tidak boleh membuang-buang makanan..." Kata sosok tinggi besar bersurai ungu.

"Ha-habisnya..." Belum sempat Hana menyelesaikan kata-katanya sosok itu sudah mengambil cake ditangannya.

"Daripada dibuang lebih baik untukku saja..." Katanya sambil mulai memakan cake tersebut, sementara Hana mematung melihatnya.

"Tapi itu kue gagal..." Kata Hana pelan.

"Ng? Ini enak ko'..." Jawab si surai ungu pendek sambil tetap melanjutkan makannya. Mendengar itu pipi Hanapun memerah. Beberapa menit kemudian cake itupun habis tak bersisa.

"Ah... Gochisousamadeshita..." Kata Murasakibara sambil membersihkan krim yang menempel diujung bibirnya menggunakan ibu jarinya lalu menjilatnya dan beranjak pergi dari hadapan Hana.

'Pa-pangeranku... Akhirnya...' Batin Hana sambil menatap punggung Murasakibara yang semakin menjauh dengan tatapan lovey dovey(?) dan pipi yang memerah karena terpesona. Segera dia mencari informasi mengenai si surai ungu tersebut, dan diapun akhirnya tahu kalau 'pangeran'nya itu bernama Murasakibara Atsushi, center sekaligus ace di tim basket sekolahnya, dia juga mantan anggota kiseki no sedai dari SMP Teiko yang sangat terkenal itu.

.

.

.

Seharian ini Hana terus tersenyum-senyum sendiri, bahkan dia tiba-tiba berteriak pelan 'kyaaa' sambil memegangi kedua pipinya yang memerah atau menggeleng-gelengkan kepalanya, selama jam pelajaranpun Hana sama sekali tidak terlihat konsentrasi, sehingga membuat teman-temannya bingung sekaligus takut.

'Hana menggila...' Bisik teman-teman sekelasnya.

"Ng... Hana?" Panggil Aya sweatdrop sambil menghampiri Hana ke bangkunya saat jam pelajaran usai, dibelakangnya terdapat Mizuho yang memandang Hana khawatir.

"Ng~? Apa Aya-chan, Mizuho-chan~?" Kata Hana sambil tetap tersenyum. 'Ctarr!' Rasanya seperti ada petir di siang bolong bagi Aya dan Mizuho, karena tidak biasanya Hana memanggil mereka dengan suffix 'chan'.

"Ka-kau tidak apa-apa kan Hana? Tidak sedang demam kan?" Kata Mizuho khawatir, sementara Aya memegang dahi Hana.

"Ng... Kalian kenapa sih... Aku tidak apa-apa ko'!" Jawab Hana sambil (masih)tetap tersenyum.

'Kau yang kenapaaa!' Batin Aya dan Mizuho.

"Dan lagi... Kalian tahu?" Kata Hana misterius diiringi cengirannya.

"A-apa?" Kata Mizuho dan Aya kompak.

"AKU JATUH CINTA! AKHIRNYA PANGERAN IMPIANKU MUNCUL! KYAAA!" Teriak Hana sambil memegangi kedua pipinya yang memerah.

Hening...

Hening...

Hening...

"APAAA?!" Kali ini bukan hanya Aya dan Mizuho saja yang berteriak kaget, tapi teman-teman sekelasnya juga. Para siswa saat ini sedang patah hati sambil mengutuk siapapun laki-laki beruntung yang bisa menarik perhatian Hana itu, sementara para siswi sekarang asik bergosip kira-kira siapa pria itu.

"Eh?! Serius?! Dengan siapa?!" Kata Aya kaget sambil menggebrak meja Hana.

"Murasakibara Atsushi." Jawab Hana singkat disertai senyumnya, tidak lupa dengan aura lovey doveynya.

Krik... Krik... Krik...

"Ha-Hana?" Kata Aya sambil memandang Hana dengan serius.

"Ng?"

"Murasakibara itu... Yang dari klub basket kan?" Kata Aya memastikan.

"Un!"

"Yang bertubuh paling tinggi itu kan?" Kali ini Mizuho yang bertanya.

"Un!"

"Yang berambut ungu kan?" Kata Aya lagi.

"Un!"

"Yang kemana-mana selalu membawa snack kan?" Kata Mizuho lagi.

"Un!"

"Yang selalu bersama Himuro-san kan?"

"Un-eh... Mungkin... Tapi Himuro itu siapa ya?" Tanya Hana yang tidak digubris oleh kedua temannya.

Hening lagi.

"Eh?! Bagaimana bisa?!" Kata kedua temannya kaget.

"Bagaimana apanya? Dia itu tinggi, dan manis! Wajar kan jika aku suka!" Jawab Hana.

"Ha-hah?! Ya... Mungkin benar sih... Tapi bukannya dia itu agak... err... Aneh?" Kata Ayako.

"Tapi dia jago main basket kan? Lagipula aku suka karakternya yang unik itu... Aah~" Kata Hana sambil membayangkan Murasakibara, hingga pipinya memerah lagi dan berteriak 'kyaaa' 'kyaaa' 'kyaaa' sehingga membuat kedua temannya sweatdrop plus jawdrop.

'Sasuga Hana...' Batin Mizuho dan Aya.

"Ah! Hari ini klub basket ada latihan! Aku akan ke gym! Jaa ne minna!" Kata Hana sambil beranjak pergi dari kelasnya tidak lupa dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

"U-un... Jaa ne..." Balas kedua temannya masih dengan sweatdrop.

.

.

.

Gymnasium sore ini ramai dengan suara decitan kaki dan suara bola basket yang sedang di drible oleh para pemain basket andalan Yosen, ditambah lagi jeritan fangirling para siswi yang menonton latihan tim sore itu, sebetulnya mereka sama sekali tidak tertarik pada basket, tapi pada salah satu pemain di tim tersebut.

"Kyaaa! Himuro-kun keren~!" Jerit para siswi tersebut saat melihat Himuro mendrible bola dan memasukannya kedalam ring basket. Hana yang melihat itu hanya melirik sekilas kearah para siswi tersebut dengan sebal.

'Mereka berisik! Aku tidak bisa menonton Murasaki-kun dengan tenang!' Batin Hana, lalu ia mengalihkan pandangannya lagi kearah pemain Yosen yang berbadan paling tinggi tersebut.

'Aaah... Murasaki-kun keren~' Batinnya lagi disertai aura pink dan mata yang 'bling-bling'. Sejam kemudian latihanpun selesai, para 'fans' Himuropun langsung berdatangan menghampirinya, entah hanya untuk mencari perhatian, menawarkan handuk atau minuman, dan lain-lain.

"Ck... Sasuga Himuro..." Bisik kapten tim Yosen sambil pundung dipojokkan karena dia tidak pernah mendapat perhatian dari para gadis-gadis tersebut, namun tiba-tiba matanya menangkap sebuah pemandangan, dia melihat seorang gadis manis berambut hijau muda sepinggang dan beriris mata keemasan yang sedang berjalan memasuki gymnasium sambil menatap ke berbagai arah seperti sedang mencari seseorang, sang kaptenpun menghampirinya.

"Apa kau mencari Himuro? Dia ada disana." Tunjuk sang kapten Okamura Kenichi, pada sosok yang saat ini sedang dikerubungi para gadis. Hanapun melihat kearah yang ditunjuk Okamura, dan pandangan matanyapun berubah menjadi berbinar-binar, diapun berlari kearah sana dan memeluk sosok tersebut. Tidak, Hana tidak memeluk Himuro, tapi sosok yang ada dibelakang Himuro, yang tidak lain adalah Murasakibara Atsushi.

"MURASAKI-KUN~!" Kata Hana manja sambil tetap memeluk Murasakibara. Melihat itu semua yang ada disitu kecuali Murasakibara (yang saat ini hanya menatap Hana dengan pandangan ngantuknya seperti biasa) shock.

"Tu-tu-tu-tunggu sebentar onna!" Teriak Okamura, sehingga membuat Hana mengalihkan pandangannya pada Okamura.

"Apa kau tidak salah orang?" Tanya Okumura.

"Tidak." Jawab Hana pendek.

"Ini Himuro," Kata Okumura sambil menarik Himuro. "Dan itu Murasakibara!" Tunjuk Okumura pada Murasakibara.

"Aku tahu. Lalu?" Kata Hana cuek.

"Kau tidak kemari untuk melihat Himuro?" Kali ini Fukui yang bertanya.

"Tidak. Aku kemari untuk melihat Murasaki-kun." Jawab Hana lagi.

"Ke-kenapa?" Tanya Okumura.

"Kenapa? Tentu saja karena aku menyukai Murasaki-kun!" Kata Hana dengan PD-nya sambil bergelayut manja pada lengan Murasakibara.

"HAAAH?!" Kata semua orang disitu kaget. Sementara Murasakibara hanya memberikan Hana tatapan bosannya seperti biasa.

"...Kau siapa?" Kata Murasakibara akhirnya.

"Eeeh? Jahat! Kau lupa waktu itu kau yang memakan habis kue buatanku? Aku Kanazaki Hana!" Kata Hana cemberut.

"Ng... Iya ya?" Kata Murasakibara polos.

"Mou~ Murasaki-kun hidoii!" Rajuk Hana sambil memukul-mukul bagian depan Murasakibara.

"Gomen-shi..." Kata Murasakibara akhirnya. Melihat pemandangan itu semua yang ada disitu hanya bisa sweatdrop dan jawdrop.

'Murasakibara... Mati saja kauuu!' Batin Okumura sambil menangis dipojokan meratapi nasibnya, bagaimana bisa gadis manis dan bertubuh seksi itu menyukai juniornya yang luar biasa pemalas.

"Mou... Sudahlah... Bagaimana jika sebagai permintaan maafmu itu kita pacaran?" Ajak Hana.

"Haaah?!" Teriak semuanya minus Murasakibara.

"Eeh? Pacaran itu apa? Enak tidak?" Tanya Murasakibara dengan polosanya.

"Un! Cukup kau selalu disisiku dan menyukaiku! Dan aku akan memberimu makanan enak setiap hari!" Ucap Hana bohong. Ah... Rupanya dalam waktu singkat Hana sudah tahu apa yang paling disukai Murasakibara. Mendengar kata 'makanan enak setiap hari' Murasakibarapun langsung meng'iya'kannya.

"Baiklah. Kita pacaran." Kata Murasakibara tegas.

"APAAA?!" Teriak semuanya lagi minus Hana yang saat ini sangat senang karena berhasil mendapatkan status 'pacar Murasakibara'.

"Ah senangnya~! Arigatou Murasaki-kun~!" Kata Hana senang sambil memeluk Murasakibara lagi mengabaikan semua orang yang saat ini memandang mereka berdua aneh.

"Oy... Apa ini tidak apa-apa, Himuro?" Bisik Fukui pelan pada Himuro.

"Dia... Gadis yang cantik... Dan berbahaya... Haha..." Kata Himuro sweatdrop sambil memandang kedua orang yang baru saja 'jadian' itu. "Tapi... Kurasa dia gadis yang baik dan bisa menjaga Atsushi, jadi kurasa tidak masalah..." Lanjut himuro lagi dengan senyum lembut.

.

.

.

Setelah kejadian itu setiap hari Hana terus 'menempel' pada Murasakibara. Seperti hari ini setelah Murasakibara selesai latihan basket, Hanapun menghampirinya.

"Murasaki-kun~! Ini ada kue untukmu~" Kata Hana sambil menyerahkan sepotong kue pada murasakibara. "Aaa~" Kata Hana berniat menyuapi Murasakibara. Murasakibara yang melihat itupun langsung menundukan badannya untuk menyesuaikan tingginya dengan Hana dan melahap kue tersebut langsung dari tangan Hana.

"Kyaaa~" Pekik Hana pelan sambil memegangi kedua pipinya yang merona, sementara Murasakibara menatapnya bingung. Tanpa mereka sadari semua anggota tim Yosen memperhatikan mereka.

'Sialan kau Muraskibara! Matiii!' Rutuk Okumura sambil menangis kesal.

'Seperti peliharaan dengan majikannya...' Batin Fukui.

'Pfft... manisnya...' Batin Himuro sambil tertawa kecil.

'...' Batin Wei Liu.

"Enak?" Tanya Hana.

"Umm." Jawab Murasakibara singkat. "Terimakasih Hanachin..." Lanjutnya.

"Syukurlah... Ah, ini masih ada banyak loh!" Kata Hana sambil menunjuk box kue yang ada didekatnya.

"Apa ini buatan Hanachin?" Tanya Murasakibara.

"Bukan, tadi saat kau sedang latihan, aku keluar sebentar untuk membelinya..." Kata Hana.

"Eh? Kukira buatan Hanachin..." Kata Murasakibara sambil mengambil kue yang ada didalam box.

"Aku tidak bisa bikin kue..." Kata Hana cemberut.

"Tapi kue yang waktu itu?"

"Itu kue gagal! Jangan mengingatkanku tentang itu lagi!"

"Tapi enak ko'..." Mendengar itu pipi Hana memerah lagi.

"Su-sudahlah... Lebih baik kau segera mengganti bajumu... Kue ini untukmu, jangan lupa membaginya dengan teman setimmu, aku pulang duluan ya..." Kata Hana, "Jaa nee, Murasaki-kun..." Dan diapun beranjak pergi darisitu. Murasakibarapun hanya menjawab 'Jaa nee...' dan pergi menuju ruang ganti, tidak lupa membawa box kue yang diberi oleh Hana tadi.

"Ng? Murasakibara, itu..." Tanya Fukui sambil menunjuk box kue yang dibawa oleh Murasakibara saat masuk ke ruang ganti.

"Ah? Ini dari Hanachin... Katanya aku harus membaginya pada kalian..." Jawab Murasakibara, lalu ia menaruhnya di bangku panjang yang ada disitu.

"Hee... Baiknya..." Kata Himuro. "Oh iya, lebih baik sekarang kau segera mengganti bajumu Atsushi, jangan biarkan Hana-san menunggumu." Sarannya.

"Eh? Tapi Hanachin sudah pulang..." Kata Murasakibara.

"Hah? Memangnya dia tidak menunggumu untuk mengantarnya?" Tanya Himuro kaget.

"Ng? Tidak. Selama ini dia pulang sendiri ko'..." Jawab Murasakibara santai.

"Apa?! Kenapa kau tidak mengantarnya?!" Kali ini Okumura yang bertanya.

"Eh? Memangnya kenapa?" Kata Murasakibara bingung.

"Dia pacarmu kan?!" Kata Okumura lagi.

"Iya... Lalu?"

"Ya kau seharusnya mengantarnya pulang! Apalagi sudah gelap, memangnya kau tidak khawatir terjadi sesuatu padanya?!" Okumura mulai kesal pada juniornya itu.

"Tapi Hanachin tidak pernah memintaku mengantarnya..."

"Ya seharusnya kau berinisiatif untuk mengantarnya Atsushi..." Kata Himuro menghela nafasnya lelah karena teman setimnya ini benar-benar tidak peka.

"Hee... Memangnya harus begitu? Mendokusai..." Kata Murasakibara malas. Mendengar itu teman setimnyapun hanya bisa menghela nafas.

'Sebetulnya apa sih yang membuat gadis semanis itu menyukainya?' Batin semuanya.

"Atsushi, jika kau seperti itu terus Hana-san akan meninggalkanmu loh..." Kata Himuro.

"Tidak mungkin, Hanachin selalu mengatakan kalau dia menyukaiku ko'... Jadi dia tidak akan meninggalkanku." Kata Murasakibara yakin.

"Hmm, begitu..." Kata Himuro. "Kalau begitu bagaimana jika aku mengambilnya darimu?" Lanjut Himuro disertai smirk. Mendengar itu Murasakibara mendelikan matanya pada Himuro.

"Tidak boleh. Sekalipun itu Murochin, aku tidak mengizinkannya." Kata Murasakibara dengan nada dingin. Dia mungkin tidak mengerti mengenai perasaan cinta atau suka atau apalah itu namanya pada gadis itu, tapi dia tidak suka jika gadis itu diambil darinya.

"Hee? Kenapa memangnya?" Tanya Himuro jahil berusaha memancing Murasakibara. Mendengar pertanyaan itu Murasakibara terdiam sesaat.

"Karena itu artinya jatah makanan manisku akan berkurang." Entah kenapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya.

"Hhh... Kau memang tidak berubah Atsushi..." Kata Himuro menyerah.

.

.

.

"Mu-Ra-Sa-Ki-Kun~" Panggil Hana tidak lupa dengan senyum manis di wajahnya sambil berlari kecil menghampiri Murasakibara yang baru saja selesai latihan basket.

"Ada apa Hanachin?" Tanya Murasakibara.

"Aku ada kue lagi untukmu~" Kata Hana sambil menyerahkan kotak kue ditangannya.

"Arigatou Hanachin..." Kata Murasakibara dengan nada seperti biasa, tapi jika diperhatikan baik-baik matanya sekarang berbinar karena senang. Hanapun tersenyum melihat Murasakibara.

"Ah iya, maaf aku tidak bisa lama-lama sekarang, aku pulang ya..." Kata Hana, diapun bergegas untuk pulang, namun sebelah tangannya ditahan Murasakibara.

"Hanachin tunggu aku ya, aku akan mengantarmu..." Kata Murasakibara.

"E-eh? Ba-baiklah..." Jawab Hana gugup dengan wajah memerah. Mendengar jawaban Hana, Murasakibarapun lalu segera mengganti bajunya dan kembali menghampiri Hana yang telah menunggunya.

"Ayo..." Ajak Murasakibara.

"Un!" Kata Hana senang lalu diapun menggenggam tangan besar Murasakibara.

"Ng... Murasaki-kun?" Panggil Hana. Sementara yang dipanggil hanya melirikan matanya karena saat ini dia tengah sibuk dengan kue dan cemilan yang berada digenggamannya.

"Kenapa kau tiba-tiba mengantarku?" Tanya Hana.

"Karena kata Murochin dan yang lain, ini tugasku sebagai pacar..." Jawab Murasakibara sekenanya, lalu ia kembali memakan snack yang ada ditangannya. Mendengar itu Hana hanya menghela nafasnya.

"Ahaha... Begitu ya... Tugas..." Kata Hana agak kecewa.

'Seharusnya aku sudah tahu Murasaki-kun memang seperti itu... Tapi yasudahlah, nice Himuro-san dan kawan-kawan!' Batin Hana, dan dia berterima kasih pada para anggota tim Yosen yang telah membuat Murasakibara sedikit sadar(?). Tanpa disadari mereka sudah sampai didepan apartemen tempat Hana tinggal.

"Terimakasih Murasaki-kun! Aku senang sekali kau mau mengantarku!" Kata Hana riang sambil memberi Murasakibara pelukan ringan.

"Un... Tidak masalah Hanachin..." Jawab Murasakibara. "Sampai nanti." Lanjutnya, namun tiba-tiba Hana menahan lengan Murasakibara.

"Ada apa lagi Hanachin?"

"Nee, besok kau libur kan? Ayo kencan! Kita belum pernah kencan kan?" Ajak Hana manja.

"Eeh? Tidak mau ah... Merepotkan..." Jawab Murasakibara malas. Mendengar itu Hanapun menggembungkan pipinya kesal. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dipikirannya.

"Yaah... Padahal aku ingin mengajakmu ke toko kue dan manisan yang baru buka... Tapi yasudahlah kalau kau tidak mau..." Kata Hana berpura-pura merajuk. Mendengar kata 'kue' dan 'manisan' Murasakibarpun langsung berminat.

"Baiklah, ayo kita pergi Hanachin." Kata Murasakibara.

'Yes! Berhasil' Sorak Hana riang dalam hati.

"Baiklah! Kalau begitu kita besok kita bertemu didepan Yotsuba mall jam 11 ya!" Kata Hana.

"Oke..." Jawab Murasakibara, tiba-tiba Hana menarik tangan Murasakibara yang sedang lengah sehingga membuat Murasakibara agak merendahkan tubuhnya sedikit dan Hanapun mencium pipinya lalu kembali memeluknya.

"Terimakasih, aku sayang Murasaki-kun!" Kata Hana riang, lalu ia melepaskan pelukannya, "Sampai besok Murasaki-kun!" Lanjutnya sambil berlari kecil memasuki gedung apartemennya, tidak lupa melambaikan tangannya pada Murasakibara yang saat ini masih cengong sambil memegang pipinya yang baru saja dicium oleh Hana.

.

.

.

Esok harinya, seperti yang dijanjikan oleh mereka berdua, Hana menunggu didepan Yotsuba Mall, saat ini dia menggunakan tanktop hitam dengan bolero putih tanpa lengan dan hotpants jeans berwarna biru muda, rambut hijau muda panjangnya yang biasanya tergerai ia cepol tinggi, dan dia menggunakan sepatu boots coklat sebagai alas kaki jenjangnya, dia juga mengenakan make-up tipis. Yah, begitu-begitu dia mantan model, jadi sense of fashionnya tidak terlalu buruk. Semua orang (terutama pria) banyak sekali yang memperhatikannya.

'Fufu... Murasaki-kun pasti akan terpesona!' Batinnya percaya diri. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya datang, tidak lupa dengan berbagai macam snack yang berada ditangannya, dan sosok itu menatap kearahnya tanpa berkedip.

'Yes! Tuh kan, dia terpesona!' Kata Hana bersorak bahagia dalam hatinya, dan dia semakin salah tingkah saat Murasakibara berjalan kearahnya dengan tatapan 'lapar'.

'Kyaaa! Kyaaa! Kyaaa!'Jerit Hana dalam hati. Semakin dekat, dekat, dekat, "Murasa-" namun Murasakibara melewatinya begitu saja.

"Maiubou..." Kata Murasakibara saat melihat poster maiubou rasa baru, rupanya Hana tidak sadar kalau dia berdiri didepan poster tersebut. –Ctik- muncul perempatan didahi Hana, dia merasa kesal campur malu sekarang.

'Jadi Maiubou lebih menarik dibanding aku?!', 'Aku kalah dari maiubou?!' Kata-kata itu terus terulang dalam batin Hana. Diapun langsung berjalan cepat menuju Murasakibara dan memukul punggung Murasakibara sekuat tenaga.

"Ittai! Kenapa tiba-tiba Hanachin memukulku?!" Protes Murasakibara, namun dia agak kaget saat melihat Hana menggembungkan kedua pipinya dan ujung mata keemasannya berair.

"MOU! MURASAKI-KUN BAKA!" Bentak Hana kesal dan diapun pergi meninggalkan Murasakibara.

"Eh? Tunggu, Hanachin!" Kata Murasakibara bingung, dan memutuskan untuk mengejar Hana.

.

.

.

"Hanachin..." Panggil Murasakibara, namun Hana tidak menyahut dan hanya menggembungkan pipinya kesal sambil melihat kearah lain.

"Hanachin..." Panggil Murasakibara lagi, namun masih belum ada jawaban. Murasakibarapun menghela nafasnya dan mengambil salah satu maiubo ditangannya dan membukanya.

"Hanachin... Jangan marah ya? Ini kuberi maiubo..." Kata Murasakibara sambil menyodorkan maiubo yang sudah dibuka kearah Hana. Hanapun melirik kearah Murasakibara. "Hanachin~ aaa~" Kata Murasakibara dan dia mengarahkan maiubo kemulut Hana. Entah kenapa Hana menurutinya dan membuka mulutnya, lalu memakan maiubo yang disodorkan Murasakibara.

"...Enak..." Kata Hana pelan.

"Iya kan? Hanachin jangan marah lagi ya?" Kata Murasakibara dengan pandangan polos. Melihat pandangan Murasakibara yang seperti itu entah kenapa rasa kesalnya menghilang seketika, diapun menganggukan kepalanya.

"Sudahlah... Ayo kita ke toko kue itu... Aku sudah janji mengajakmu kesana kan?" Kata Hana, dan Murasakibarapun mengangguk mengikuti Hana.

"Oh iya Hanachin..." mendengar namanya dipanggil, Hanapun melihat kearah Murasakibara. "Apa kau tidak kedinginan dengan penampilan begitu?" Ah... Rupanya Murasakibara memperhatikannya.

.

.

.

"Umm kuenya enak sekali~" Kata Hana setelah selesai memakan sepotong cheese cake. Sekarang dia dan Murasakibara berada di toko kue dan makanan manis yang baru saja dibuka itu.

"Aku mau tambah ah..." Kata Murasakibara.

"Eh? Lagi? Itu sudah potongan kesepuluh yang kau makan Murasaki-kun! Belum lagi parfait coklat ukuran big... Kau bisa diabetes loh..." Kata Hana mencoba menasehati Murasakibara.

"Eeh~ Tapi aku suka..." Bantah Murasakibara. "Pelayan... Aku pesan chocolate cake 2 potong dan banana split 1~" Kata Murasakibara pada pelayan yang ada disitu.

"Mou... Dasar kau ini... Ini yang terakhir ya, setelah itu kita main..." Hana memilih menyerah, dia memang sudah tahu pacarnya hanya tertarik pada makanan manis, dan basket (walaupun Muraskibara selalu membantah saat ada yang mengatakan dia menyukai basket), meski begitu entah kenapa dia selalu menyukainya yang seperti itu. Setelah puas menghabiskan makan di toko itu mereka berduapun berniat untuk jalan-jalan mengelilingi mall tersebut. Namun baru setengah jam mereka berjalan Murasakibara sudah mengeluh.

"Aah... Aku lelah Hanachin... Kau jalan-jalan sendiri saja, aku akan menunggumu disini..." Kata Murasakibara malas dan diapun mendudukan dirinya disalah satu bangku.

"Mou... Jangan begitu Murasaki-kun... Baiklah kita istirahat sebentar. Kau haus tidak? Biar aku belikan minum ya... Kau ingin minuman apa?"

"Un... Apa sajalah..." Jawab Murasakibara.

"Baiklah... Tunggu sebentar ya..." Hanapun pergi darisitu untuk mencari mesin penjual otomatis yang letaknya lumayan jauh dari tempat Murasakibara. Setelah menemukan mesin yang dicarinya diapun mulai memilih minuman untuk dirinya sendiri dan Murasakibara.

"Hmm, aku teh oolong sajalah... Untuk Murasaki-kun..." Hanapun agak kebingungan memilih minuman apa yang disukai Murasakibara, diapun memandang mesin didepannya dengan pandangan sendu.

'Setelah dipikir-pikir aku tidak tahu apa-apa selain 'Murasaki-kun menyukai basket dan makanan manis'... Dan dia juga tidak tahu apapun tentangku...' Batin Hana. Entah kenapa dia agak sakit juga menyadari kenyataan ini, bahkan sampai sekarang dia sendiri tidak tahu apa Murasakibara menyukainya atau tidak, perlahan air matanya mulai menetes.

"Eh? Kenapa aku malah menangis? Aku harusnya senang karena hari ini kencan dengan Murasaki-kun... Aku harusnya senang karena aku bersama dengan orang yang kusukai..." Kata Hana sambil berusaha menghapus air matanya. "Walaupun aku tidak tahu apa dia senang bersamaku, walaupun aku tidak tahu apa persaannya sama denganku..." Air matanya sekarang semakin deras. "Mou... Kumohon berhentilah keluar..."

"Eh? Kenapa kau menangis? Bertengkar dengan pacarmu nona?" Kata sebuah suara yang tidak dikenalnya. Hanapun menoleh kebelakang dan melihat dua orang pemuda yang kelihatannya bukan pemuda baik-baik.

"Sudahlah lebih baik kau main saja dengan kami, lupakan saja laki-laki bodoh yang membuat gadis manis sepertimu menangis..." Rayu pemuda satunya sambil merangkul Hana dan menariknya untuk mendekat pada tubuhnya.

"Maaf, tolong singkirkan tanganmu, pacarku menunggu." Kata Hana dingin dan berusaha melepaskan diri dari kedua orang itu, namun bukannya lepas justru pemuda itu semakin mengeratkan rangkulannya pada Hana, bahkan pemuda yang satunya ikut-ikutan mengapit Hana.

"Lepaskan!" Bentak Hana.

"Hee... Jangan galak begi-" Belum sempat pemuda itu menyelesaikan ucapannya, dia merasa tubuhnya terangkat.

"Hanachin, kenal mereka?" Kata Murasakibara sambil mengangkat tubuh pemuda itu seperti mengangkat kucing. Hanapun menggeleng cepat, sementara pemuda yang satunya langsung menjauh dari Hana.

"Hoi! Lepaskan aku brengsek!" Kata pemuda yang berada ditangan Murasakibara.

"Hm? Bagaimana Hanachin?" Tanya Murasakibara meminta persetujuan dari Hana.

"Lakukan saja sesukamu Murasaki-kun~" Jawab Hana sambil tersenyum manis, padahal dalam hatinya dia tertawa iblis. Wajah kedua pemuda itupun memucat seketika.

"Roger..." Murasakibara pun menurunkan (baca: melepaskan) pemuda yang ada ditangannya sehingga tubuh pemuda itu mencium lantai.

"Ittai! Kau-!" Rutuk pemuda itu, lalu temannya membantunya berdiri.

"Ng? Kan kau yang bilang agar aku melepaskanmu..." Jawab Murasakibara santai, lalu ia menarik Hana agar berdiri dibelakangnya.

"SIALAN! RASAKAN INI!" Marah pemuda tersebut sambil melayangkan tinjunya kearah Murasakibara yang bisa dengan mudah Murasakibara hindari, Murasakibarapun menahan tangannya dan mendorong pemuda itu hingga menabrak mesin penjual otomatis. Tidak terima temannya diperlakukan seperti itu, pemuda yang satunya mencoba ikut menyerang Murasakibara, namun kali ini Murasakibara menghentikannya dengan mencengkram wajah si pemuda dengan tangan besarnya.

"Lenyaplah dari pandanganku. Aku benci melihat sampah lemah seperti kalian berlagak sok kuat, jika tidak, akan kuhancurkan kalian." Kata Murasakibara dengan nada dingin dan pandangan membunuh, lalu ia melepaskan cengkramannya pada pemuda itu. Melihat itu, dua pemuda tersebutpun lari ketakutan.

"Hanachin tidak terluka kan?" Tanya Murasakibara sambil mengamati Hana. Hanapun menggeleng.

"Ti-tidak... Terimakasih, Murasaki-kun..." Ucapnya kemudian.

"Bagus, ayo pergi..." Ajak Murasakibara sambil menggenggam tangan Hana. Diperlakukan seperti itu pipi Hana benar-benar memerah sekarang. 'Ini pertama kalinya Murasaki-kun duluan yang menggenggam tanganku.' Batin Hana.

"Ng... Kenapa Murasaki-kun tiba-tiba muncul disitu?" Tanya Hana, Murasakibarapun melirik kearah Hana.

"Soalnya Hanachin lama, jadi aku menyusul..." Jawab Murasakibara. Hanapun tersenyum kecil dan memeluk Murasakibara erat.

"Terima kasih Murasaki-kun... Aku sangat menyayangimu..." Kata Hana lembut, dan Murasakibarapun membalas pelukannya sambil menempelkan kepalanya dikepala Hana dan menikmati wangi shampoo Hana.

"Aku juga sayang Hanachin..." Bisik Murasakibara pelan. Mendengar itu mata Hana membelalak karena ini pertama kalinya dia mendengar Murasakibara membalas ucapan sayangnya.

'Sepertinya untuk sekarang, begini juga tidak apa-apa...' Batin Hana. Tiba-tiba Murasakibara melepaskan pelukannya sehingga membuat Hana agak kaget.

"Hanachin... Aku lapar lagi..." Kata Murasakibara.

"Eeh?! Tapi tadi kau sudah makan banyak!" Protes Hana.

"Soalnya rambut Hanachin wangi strawberry, jadi aku lapar lagi..." Alasan Murasakibara yang bisa dibilang tidak masuk akal. Bukannya marah Hana malah merona sekarang.

'Be-be-be-berarti tadi dia me-me-me-menci-ci-cium kepalaku?!' Batin Hana gagap.

"Hanachin?" Panggil Murasakibara yang bingung karena Hana tiba-tiba terdiam dengan wajah yang sangat merah.

"Hanachin demam?" Kata Murasakibara dengan polosnya dan sekarang dia malah menempelkan keningnya ke kening Hana.

"Kyaaa!" Jerit Hana kaget dan langsung mendorong wajah Murasakibara agar menjauh darinya. Okelah, biasanya memang Hana yang nyosor(?) duluan, tapi jika tiba-tiba diperlakukan seperti tadi dia juga kaget.

"Ittai... Hanachin hidoishi..." Gerutu Murasakibara sambil memegangi pipinya.

"Aaa... Maaf Murasaki-kun, maaf! Habisnya kau tiba-tiba seperti itu sih..." Kata Hana sambil memegang pipi Murasakibara. "Ukh... Baiklah, sebagai permintaan maafku, aku akan membelikanmu maiubo, oke?"

"Oke!" Kata Murasakibara setelah mendengar kata maiubo. Hanapun tersenyum dan langsung menarik Murasakibara ke mini market terdekat.

.

.

.

Beberapa hari setelah kencan mereka berdua, mereka kembali ke kegiatan biasa, Hana menunggui Murasakibara hingga latihan basketnya selesai, dan Murasakibara mengantar Hana pulang, namun seperti biasa juga, tidak ada kemajuan dalam hubungan mereka setelah kejadian itu. Tapi kali ini ada yang berbeda, Hana tersenyum-senyum sendiri, karena minggu depan dia akan berulang tahun, dan tentu saja tahun ini istimewa karena dia berencana merayakannya dengan 'Murasaki-kun'nya. Dia bahkan rela untuk belajar membuat kue pada Mizuho agar bisa dimakan bersama Murasakibara nanti. Well, mungkin ini terbalik, Hana yang berulang tahun, seharusnya Murasakibara yang menyiapkan kue untuknya, namun Hana mengerti betul sifat Murasakibara, 'Mana mungkin kan dia menyiapkan kue untukku?' Itulah yang ada dipikiran Hana.

Sekarang seperti biasa, Hana sedang menunggu Murasakibara selesai latihan basket untuk pulang bersama, dan senyumnya langsung mengembang begitu melihat orang yang ditunggunya datang.

"Murasaki-kun!" Panggil Hana riang, Murasakibarapun langsung menghampirinya.

"Hanachin... Ayo pulang..." Ajak Murasakibara. Ditengah jalan dia dan Hana membicarakan kue dan latihan basket (walaupun lebih banyak Hana yang berbicara sih, Murasakibara hanya menanggapi sekedarnya karena dia sibuk dengan snack yang ada ditangannya...).

"Ngomong-ngomong Murasaki-kun, minggu depan hari Jum'at kita kencan ya sepulang latihan tambahan!" Ajak Hana sambil bergelayut manja di lengan Murasakibara.

"Aku tidak bisa." Tolak Murasakibara.

"Eeh? Kenapa? Akan ada kue nanti!" Kata Hana berusaha merayu agar Murasakibara mau. Mendengar kata 'kue' Murasakibarapun terdiam sesaat, namun sayang dia menolak lagi.

"...Tidak. Pokoknya tidak bisa."

"Kenapa? Setidaknya beritahu alasannya!" Kata Hana kesal, diapun melepasakan pegangannya dari Murasakibara dan berdiri dihadapan Murasakibara sambil menatapnya kesal.

"Maiubo rasa spesial akan dijual hari itu, dan stoknya terbatas, aku harus membelinya..." Murasakibarapun mengatakan alasannya, dan itu benar-benar membuat Hana kesal.

"Maiubo?! Karena itu kau menolak ajakanku?! Antara aku dan maiubo mana yang lebih penting?!"

"Ng... Dua-duanya?" Kata Murasakibara bingung.

'Aku disamakan dengan Maiubo?!' Teriak Hana dalam hati.

"Aku tidak mau disamakan dengan maiubo, atau snackmu yang lain! Sebetulnya Murasaki-kun menyukaiku tidak sih?!"

"Eh? Tentu saja suka... Soalnya Hanachin baik..."

"Bukan suka yang seperti itu! Suka sebagai laki-laki pada perempuan!" Mendengar itu Murasakibara terdiam.

"... Aku tidak tahu itu suka yang bagaimana... Lagipula itu tidak penting kan? Selama-" Belum sempat Murasakibara menyelesaikan ucapannya Hana sudah memotongnya.

"Tidak penting? Mungkin bagi Murasaki-kun itu tidak penting, tapi bagiku itu penting!" Kata Hana marah, air matanya mulai menetes.

"Ha-Hanachin..?" Kata Murasakibara bingung karena melihat perempuan didepannya menangis, diapun berusaha menyentuh Hana, namun Hana menepis tangannya.

"Mungkin memang aku yang salah karena sejak awal memaksakan hubungan kita... Pada akhirnya hanya aku yang menyukaimu, sementara kau tidak..." Kata Hana dengan suara bergetar karena menahan tangisnya, Murasakibara hanya terdiam melihat gadis didepannya tiba-tiba berkata seperti itu.

"Ah sudahlah... Aku tahu Murasaki-kun tidak akan mengerti..." Kata Hana pelan dengan senyum getir, dia lelah dengan perasaannya sendiri. "Kau tidak perlu mengantarku, sampai sini saja..." Lanjutnya, Hanapun pergi meninggalkan Murasakibara yang hanya terdiam menatap punggungnya yang semakin menjauh sambil berusaha memikirkan kata-kata Hana. Apanya yang salah? Murasakibara menyukai perempuan itu, harusnya tidak ada masalah. 'Suka' seperti apa yang Hana maksud? Bagi Murasakibara semua rasa suka itu sama, jadi kenapa Hana berkata Murasakibara tidak menyukainya?

.

.

.

"Atsushi kemana Hana-san? Sudah beberapa hari aku tidak melihatnya, biasanya dia sering bersamamu..." Tanya Himuro bingung saat dia dan Murasakibara akan makan siang. Semenjak kejadian itu Hana tidak pernah lagi datang ke tempat latihan ataupun menemui Murasakibara dikelas saat istirahat.

"... Entahlah... Mungkin dia masih marah..." Jawab Murasakibara lemas.

"Eh? Kalian bertengkar?" Tanya Himuro kaget, dia tidak pernah berpikir Murasakibara dan Hana akan bertengkar karena melihat sifat Hana yang selalu mengalah dan mengerti Murasakibara.

"Un... Aku berusaha memikirkan kata-katanya, tapi tetap tidak mengerti..." Kata Murasakibara.

"Memang dia bilang apa?"

"Dia mengatakan tentang perasaan suka laki-laki pada perempuan... Aku tidak mengerti... Selama itu rasa suka, semuanya itu sama dan tidak penting kan?" Tanya Murasakibara.

"Tentu saja beda Atsushi, rasa 'suka' pada seorang perempuan dan rasa 'suka' pada snackmu atau rasa 'suka' pada teman itu jelas berbeda... Perasaan suka laki-laki terhadap perempuan itu berarti kau menginginkannya untuk terus bersamamu, dan kau tidak rela jika dia bersama laki-laki selain dirimu..." Jelas Himuro.

"Aku tetap tidak mengerti..." Kata Murasakibara, Himuropun menghela nafasnya.

"Bayangkan saja begini, misalnya Hana-san melakukan hal yang biasa dia lakukan padamu ke laki-laki lain dihadapanmu, misalnya denganku, atau siapapun... Bagaimana perasaanmu?" Kata Himuro berusaha memberikan contoh yang mudah. Murasakibarapun membayangkan jika Hana tersenyum, memeluk, menyuapi, ataupun mencium laki-laki disampingnya ini. Entah kenapa perutnya terasa panas sekarang.

"... Kesal." Kata Murasakibara pendek sambil memakan maiubonya.

"Kalau begitu, berarti kau memang menyukainya sebagai laki-laki terhadap perempuan." Kata Himuro menyimpulkan.

"Tapi kenapa dia sampai semarah itu saat aku menolak untuk kencan dengannya karena ingin membeli maiubo?" Tanya Murasakibara lagi.

"Kalau itu sih wajar saja... Semua perempuan akan marah jika pacarnya seperti itu... Sebaiknya kau minta maaf padanya sekarang... Hana-san benar-benar menyukaimu loh..." Saran Himuro. Murasakibarapun mengangguk, dia (ditemani Himuro)pun pergi kekelas Hana untuk meminta maaf. Namun sayangnya nihil, Hana tidak ada.

"Hana? Entahlah dia kemana... Sudah beberapa hari ini dia diam saja, ditanya 'apa ada masalah', dia hanya bilang 'tidak apa-apa'..." Jawab Aya saat ditanya mengenai Hana.

"Un... Dia juga tiba-tiba berhenti berlatih membuat kue dan saat ditanya alasannya dia menolak untuk menjawab..." Kali ini Mizuho yang menjawab.

"Kue?" Tanya Murasakibara dan Himuro.

"Iya kue... besok dia akan ulang tahun, dan dia bilang akan mencoba membuat kuenya sendiri agar bisa dimakan bersamamu Murasakibara-kun... Ah! Aku kelepasan!" Kata Mizuho panik, sementara Murasakibara kaget.

"Eh? Hanachin besok ulang tahun? Kenapa dia tidak bilang?" Tanya Murasakibara.

"Dia ingin mengejutkanmu, dia juga bilang ingin membuatmu memakan kue buatannya yang berhasil..." Jelas Mizuho. Mendengar itu entah kenapa Murasakibara merasa bersalah.

"Jadi begitu... Aku mengerti..." Kata Murasakibara, diapun pergi dari hadapan Aya, dan Mizuho, Himuropun mengejarnya setelah mengucapkan terimakasih pada mereka berdua.

"Hanachin bodoh..." Bisik Murasakibara sambil tersenyum kecil.

.

.

.

Esok harinya, tepatnya ulang tahun Hana, Hana merasa lemas dan sama sekali tidak merasa senang, padahal 'fans' dan teman-temannya memberi banyak hadiah dan ucapan selamat, dan hari ini dia tidak melihat si surai ungu dimana-mana. Sebetulnya walaupun Murasakibara tidak menyadarinya, beberapa hari ini dia tetap memperhatikan Murasakibara dari jauh. Hana merasa bersalah, lagipula Murasakibara tidak salah sepenuhnya, Murasakibara sendiri tidak tahu kalau Hana hari ini berulang tahun, dan Hana sudah tahu sifat Murasakibara itu seperti apa, harusnya dia harus menerima keadaan apapun Murasakibara, karena dialah yang seenaknya memutuskan untuk berpacaran dengan Murasakibara tanpa memikirkan perasaannya.

"...Tetap saja menyakitkan..." Kata Hana lelah. 'Tapi sepertinya aku juga harus minta maaf pada Murasaki-kun...' Lanjutnya dalam hati. Tiba-tiba HP-nya bergetar dan menunjukan bahwa adapanggilan masuk dari orang yang sangat dia kenal.

"Moshi-moshi... Murasaki-kun?" Kata Hana ragu saat menerima panggilan itu.

"Moshi-moshi Hanachin? Malam ini bisa kita bertemu?" Kata suara diseberang sana.

"Sekarang kau dimana?" Bukannya menjawab pertanyaan Murasakibara, dia malah balik bertanya.

"Aku sedang mengantri untuk membeli maiubo rasa baru... Aku-" Belum sempat Murasakibara menyelesaikan kalimatnya, Hana kesal dan memotongnya(lagi).

"Murasaki-kun baka! Menikah saja dengan maiubomu itu sana!" Teriak Hana kesal dan langsungmemutuskan panggilan.

"Eeh? Kenapa~?" Kata sosok bersurai ungu bingung yang saat ini sedang mengantri untuk membayar maiubo rasa baru disalah satu pusat perbelanjaan.

"Hanaaa!" Panggil Aya dan Mizuho.

"Ada apa?" Tanya Hana malas.

"Ayo kita ke karaoke untuk merayakan ulang tahunmu! Daripada kau muram begini..." Ajak Aya, mendengar itu Hanapun tersenyum, diapun langsung menyetujuinya.

Dilain tempat...

"Atsushi... Kau sedang apa?" Tanya Himuro bingung saat melihat Murasakibara sedang menyusun maiubo-maiubo yang baru saja dibelinya sehingga membentuk sebuah persegi disebuah piring berwarna hijau.

"Membuat kue maiubo..." Jawab Murasakibara.

"Hah?"

"Hanachin ulang tahun kan? Makanya aku akan memberikan ini sebagai hadiah..." Mendengar jawaban Murasakibara, Himuropun tersenyum.

"Begitukah? Ganbatte na Atsushi..." Kata Himuro menyemangati Murasakibara.

Malam harinya...

"Ngh... Tidak kusangka karaoke bersama Aya dan Mizuho sampai selarut ini..." Kata Hana sambil buru-buru pulang menuju apartemennya. Namun ada sebuah pemandangan ganjil, dia melihat sosok tinggi besar yang sangat dikenalnya didepan gerbang apartemennya.

"Murasaki-kun? Eh... Murasaki-kun?!" Kata Hana kaget saat memastikan sosok itu adalah Murasakibara, diapun berlari menghampirinya.

"Murasaki-kun?! Kau sedang apa disini?! Kau bisa sakit!" Kata Hana khawatir.

"Aku menunggu Hanachin... Soalnya sejak tadi aku berusaha menelepon Hanachin tapi nomornya tidak aktif..." Jawab Murasakibara. Ah... Hana baru ingat kalau batre HP-nya habis.

"Ta-tapi tidak perlu sampai menungguku kan? Kenapa tidak besok saja?"

"Tidak bisa... Harus sekarang..."

"Eh?"

"Otanjoubi omedetou, Hanachin..." Ucap Murasakibara sambil menyerahkan piring yang terdapat maiubo yang sudah disusun sehingga seperti kue persegi. Melihat itu Hana langsung memeluk Murasakibara.

"Ah! Hanachin, maiubonya bisa jatuh!" Kata Murasakibara mengingatkan.

"Terimakasih Murasaki-kun..." Bisik Hana, namun cukup terdengar oleh Murasakibara, Murasakibara hanya tersenyum kecil. Setelah itu merekapun masuk kekamar apartemen Hana.

"Hanachin tinggal sendiri?" Tanya Murasakibara saat melihat tidak ada siapa-siapa di apartemennya.

"Begitulah... Orang tuaku ada tugas diluar negri, jadi sementara aku tinggal sendiri." Jawab Hana sambil memberikan Murasakibara secangkir teh hangat dan duduk disebelahnya.

"Murasaki-kun, aku minta maaf soal yang waktu itu dan tadi siang..." Kata Hana menyesal.

"Tidak apa ko'... Yang penting Hanachin jangan seperti itu lagi ya..." Kata Murasakibara sambil menepuk kepala Hana.

"Ah... Mengenai rasa suka yang Hanachin bilang..." Hanapun tertegun mendengarnya.

"Sudahlah, jangan membahas itu lagi... Aku sudah-" Namun kali ini Murasakibara yang memotong perkataan Hana.

"Hanachin, aku tidak mengerti suka seperti apa yang Hanachin inginkan... Tapi satu hal yang pasti, bersama Hanachin seperti ini saja sudah cukup bagiku..." Kata Murasakibara sambil menatap mata Hana. Mendengar itu Hanapun tersipu.

"Aku juga... Maaf, aku janji tidak akan menuntut yang macam-macam lagi... Begini saja sudah cukup..." Kata Hana, lalu ia memeluk Murasakibara lagi dan membisikan 'Aku sangat-sangat menyukai Murasaki-kun...' ditelinga Murasakibara, dan Murasakibara pun membalas pelukannya dan membisikan 'Aku juga sangat menyayangi Hanachin...', tidak lama merekapun melepaskan pelukannya.

"Ah! Ayo makan bersama! Maiubo cake!" Ajak Hana sambil tersenyum, diapun mengambil sebuah maiubo dan memberikannya pada Murasakibara, "Hora, aaa..." Murasakibarapun memakan maiubo tersebut.

"Hanachin juga... Aaa..." Kali ini giliran Murasakibara yang menyuapi Hana, dan merekapun tertawa bersama.

'Cinta tidak akan menuntut apapun, jika dia selalu ada disampingmu dan mendampingimu, itu sudah cukup...'

END

OMAKE

"Murasaki-kun... Aku sangat senang kau membuatkan ini untukku... Tapi..."

"Hm?"

"Kenapa kau menghabiskannya lebih banyak dariku?!" Kata Hana sambil menunjuk piring berisi maiubo yang sekarang hanya tinggal seperempatnya. Wajar bila Hana protes, Hana baru memakan dua buah, sementara Murasakibara hampir setengahnya.

"Habis ini enak..." Jawab Murasakibara.

"Mou... Murasaki-kun baka!" Kata Hana kesal sambil mencubit pipi Murasakibara.

Author's note:

Oke, ini chapter terpanjang yang pernah saya bikin... "=_= *ngos-ngosan*

Fic ini didedikasikan-halah- untuk temanku dan otoutoku yang hari ini ultah dan dia fansnya Mukkun... wkwkwk xD

Buat temenku n fans Mukkun, sori Mukkunnya OOC sangad disini haha... *bingung soalnya*

Well, segini aja cuap-cuap saya yang luar biasa gapenting ini, makasih buat semua yang udah baca... Ditunggu reviewnya... :D