Lucy : Penyihir Roh Bintang
Chapter 4
Disc © Hiro Mashima
Rated : T
Genre : Drama, romance(?), Fantasy
Pair : NaLu, StingLu, RouLu,
Warning : OOC, typo(s), Miss typo(s), EYD tak beraturan.
'Byuuurrr'
Lucy menyiram Sting, Rogue, Lector, dan froch dengan air dingin 1 ember.
"Kalian. Ini sudah siang, Mau tidur sampai kapan? Selamanya?!" teriak Lucy dan berkacak pinggang. Jika dilihat Lucy sifatnya seperti seorang istri yang membangunkan suami dan anaknya.
"Lucy. Apa-apaan ini?!" teriak Sting kesal.
"Ho. Kalian tidak sadar matahari sudah tinggi?! Kalian sudah janji mau mengajakku jalan-jalan karna hari ini Turnamen libur." jawab Lucy.
"Are? Souka? Haha Gomen. Gomen. Oii Kalian bangun, Kalian mau disiram lagi?!" ujar Sting. Dia mengguncang-guncang tubuh Rogue yang masih tertidur meski sudah disiram.
1 jam Kemudian
"Yosh. Ayo pergi, Aku tak sabar..." ujar Lucy girang, Dia kemudian menarik lengan Sting dan Rogue. Kini posisi Lucy ditengah kedua naga kembar itu sambil bergandegan tangan. Senyum gembira tak lepas dari bibir Lucy membuat Sting dan Rogue menatap Lucy dengan pandangan lembut dan tersenyum kecil.
"Huah Sugoi. aku ingin cake strawberry. Tunggu disini yaa.." ujar Lucy menunjuk sebuah toko. Dia berlari ke arah toko itu.
'Bruukk'
Saat Lucy akan masuk ke toko itu ternyata dari dalam toko juga ada orang yang akan keluar dan Mereka akhirnya jatuh terduduk akibat tabrakan. Cake yang dibawa orang yang ditabrak Lucy jatuh tak berbentuk.
"Su-sumimasen. Daijoubu? Ara? Cakenya hancur. Aku akan ganti." ujar Lucy menyesal. Dia mengulurkan tangannya bermaksud membantu orang itu berdiri.
"Ah tak apa. Tak usah diganti Aku bisa membelinya lagi." ujar orang itu. yang ternyata seorang wanita bermabut scaret -Erza Scaret-
"Biar Aku menggatinya." ujar Lucy ngotot.
"Tak ap... Lucy?" ujar Erza saat Dia menoleh ke arah Lucy.
"Ha'i? Dare?" tanya Lucy tak mengenali Teman 1 timnya dulu di Fairy tail.
"Ternyata benar ini bukan mimpi. Kau benar-benar Lucy Kami." ujar Erza krmudian memeluk gadis berambut pirang itu.
"Go-gomen tapi Aku tak mengenalmu." ujar Lucy melepaskan pelukan sang Titania.
"Souka. Kau pasti kehilangan ingatan saat penyerangan Achnologia." gumam Erza sendu.
"A-ach-Achnologia? Akkhhh..." teriak Lucy memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit. Sting dan Rogue yang tak jauh dari sana langsung berlari saat mendengar teriakan Lucy.
"Lucy..." panggil Rogue dengan Nada khawatirdan memeluk Lucy yang hilang kesadaran.
"Kau?! Apa yang Kau lakukan pada Lucy Kami Fairy tail?!" teriak Sting melihat kearah Erza yang memasang wajah tak mengerti.
"Ayo Sting Kita pergi. Lucy sepertinya harus beristirahat." ujar Rogue kemudian menggendong Lucy ala bridal style.
"Dan untukmu dan juga anggota Fairy tail yang lain. Jangan pernah mengganggu Lucy Kami. Lucy yang Kalian cari tidak ada dan tidak akan pernah ada." lanjut Rogue dan berjalan pergi dari situ dan diikukti Sting.
Setelah kepergian Lucy. Erza yang tadinya sangat antusias akan strawberry cake, memilih pulang ke penginapan.
"Erza.." sapa Jellal yang menyamar menjadi Mystogan.
"Jellal, Sedang apa Kau disini? Bukankah Kau seharusnya mencari sumber sihir Zeref yang selalu Kau rasakan?" tanya Erza sedikit kaget.
"Hari ini Kami bermaksud untuk memulihkan diri. Sudah kuduga akan sulit mencari penyihir hebat seperti Zeref. Namun semalam Aku merasakan 2 kekuatan sihir hebat dari arah berlawanan. Sihir yang pertama kurasakan itu sangat hangat dan murni, namun sihir yang kedua Aku sangat yakin itu sihir milik Zeref. Entah kedua sihir itu berhubungan atau tidak yang pasti itu kebetulan yang mencurigakan. Apa Kau tahu sesuatu Erza?" ujar Jellal menjelaskan. diakhiri pertanyaan saat melihat Erza yang terlihat tengah berfikir.
"Tidak. Memang benar semalam juga Aku merasakan ledakan sihir yang kuat, namun itu tak lama." jawab Erza, namun wajahnya masih tak tenang akibat tadi bertemu Lucy.
"Erza. Sepertinya Kau memilik masalah. Kau bisa bercerita padaku." tawar Jellal merasa khawatir.
"Kau benar. Tadi Aku bertemu Lucy. Namun Dia tak mengingatku. Aku tahu Dia kini tengah kehilangan ingatannya. Namun begitu mudahnyakah Dia melupakan Nakamanya setelah apa yang dilalui bersama?" ujar Erza bercerita.
"Lucy? Oh. Penyihir roh itu. Erza Aku ingin meminta pertolongan padamu. Jika Kau bertemu kembali dengan Penyihir roh itu lagi, tolong tempelkan ini dibaju atau dimanapun. yang pasti harus ditubuhnya. Saat pertama bertemu dengan gadis itu. Aku merasakan sihir yang aneh. Bukan sihir seorang penyihir roh melainkan sesuatu yang besar." Jellal memberikan selembar kertas putih kecil berbentuk bintang pada Erza.
"Untuk apa ini?" tanya Erza tak mengerti.
"Hanya berjaga-jaga. Itu semacam radar. Kita akan mengetahui lokasi orang yang memiliki kertas itu." jawab Jellal.
"Tunggu Jellal. Mungkinkah sesuatu yang besar yang ada pada diri Lucy itu Sesuatu yang disebut sihir cahaya?" tanya Erza. Menghenyikan Jellal yang bermaksud untuk pergi.
"Mungkin. Aku belum yakin. Tunggu Kau tahu darimana?" tanya Jellal tertarik.
"Saat Turnamen. Master Mavis berbicara tentang Lucy, Dia berkata Lucy adalah penyihir Cahaya, Sang pengendali Cahaya atau semacamnya. dan juga hal yang mengerikan yang akan terjadi Jika Penyihir cahaya jatuh pada Zeref." jelas Erza tak terlalu yakin.
"Ah. Itu. Ya, Itu. Yang harus Kami cegah, Kita harus mencari Gadis itu. Sihir cahaya dapat berubah menjadi kegelapan dalam waktu tertentu. dengan kata lain Kita harus mencegah Lucy untuk tidak menggunakan sihir cahaya. Nyawanyapun bisa terancam." ujar Jellal menjelaskan.
"Sebahaya itukah? Kita harus bertemu Master dan meminta pendapatnya." Erza menarik lengan Jellal dan berjalan demgan tergesa-gesa ke arah penginapan.
"Kau ingin bergabung dengan Guild kami bukan? Ayo ikut."
"Natsu lihat. sekarang Aku sudah resmi menjadi anggota Fairy tail."
"Tak punya sopan santun. ini rumahku."
"Erza adalah wanita yang menakutkan."
"Kupikir sihir Gray lebih indah."
"Natsu Kau mencuri Misi S class."
"Kita ini nakama bukan? Kita akan selalu bersama"
"Dia Lissana."
"Gomen Luce. Aku harus menjalankan Misi dengan Lissana."
"Aku lemah. Aku hanya dapat berlindung dipunggung Natsu, Gray, dan Erza."
"Kami-sama. Aku ingin melupakan Mereka"
"Lucy. Hei. Lucy. Kau tak apa. bangun, Kau menangis saat tidur. Apa ada yang sakit?" Rogue yang sedaritadi menemani Lucy saat tidur terpaksa membangunkannya larna khawatir.
"Ro-rogue..." panggil Lucy.
'Bruk' Lucy menerjang Rogue. Membenamkan kepalanya di dada bidang milik lelaki berambut hitam itu.
"Hiks.. Kau tak akan meninggalkanku kan? Kau tidak akan membiarkanku sendirikan? Iyakan? hiks..." Lucy menangis. Dia telah mengingat Masa lalunya. Masa-masa saat di Fairy tail. Masa-masa membahagiakan sekaligus menyakitkan jika diingat.
"Kau kenapa Lucy?" tanya Rogue semakin khawatir.
"Jawab saja."
"Ya. Aku tak akan meninggalkanmu. Kami selalu ada untukmu." jawab Rogue lantang.
"Arigatou." ujar Lucy tulus.
"Jadi. Apa Kau mau menceriakan alasanmu menangis?" Rogue menatap Lucy yang kini sudah mulai tenang.
"Aku.. Aku meningatnya. Ingatanku sudah pulih. Ta-tapi Aku tak ingin mengingatnya. Rogue apa yang harus kulakukan?" tanya Lucy meminta pendapat.
"Keputusan semua ada ditanganmu. Apapun yang Kau lakukan Kami selalu mendukungmu, Kami ada untuk melindungimu. Nah sekarang Kau istirahat kembali. Wajahmu masih pucat." Rogue mengutarakan pendatanya. Dia kemduian membaringkan Lucy dan menyelimutinya.
"Oyasumi." ujar Rogue sebelum akhirnya keluar dari kamar yang ditempati Lucy.
"Bagaimana?" tanya Sting yang sedaritadi menunggu diluar.
"Seperti yang Kau dengar. Lucy sudah mengingat tentang masa lalunya. Tapi Jangan cemas seperti itu. Dia tak akan meninggalkan Kita. Dia bahkan tak ingin menginat kembali kenangan di Fairy tail." jawab Rogue menenangkan. Karna dilihatnya wajah Sting yang khawatir.
"Cih. orang-orang Fairy tail itu membuatku muak. Mereka berbicara tentang Nakama. tapi lihat apa yang Mereka perbuat hingga Lucy menangis. dasar orang-orang kotor." ujar Sting kesal.
"Yang terpenting Kita harus menjauhkan Lucy dari orang-orang itu. Mereka pasti mencoba merebut Lucy." Rogue menenangkan Sting.
"Kau benar. Apapun taruhannya Aku akan selalu melindungi Lucy."
"Kau benar."
Mereka mengakhiri percakapan. tanpa tahu Lucy mendengarkan semua percakapan Mereka. "Arigatou. Sting. Rogue." gumam Lucy, sebelum akhirnya terlelap.
"Jadi. besar kemungkinan Penyihir kegelapan Zeref mengincar Lucy?" tanya Makarov memastikan setelah mendengar cerita dari Erza dan juga Jellal.
"Ha'i. Tak salah lagi." jawab Erza yakin.
"Lalu Kita harus mencegahnya? Karna Lucy bagian dari Keluarga Kita dan juga untuk kepentingan halayak banyak?" tanya lagi Makarov.
"Ya..." kini giliran Jellal yang menjawab.
"Apa Kalian sudah tahu konsekuensinya jika gagal? Yang Kita pertaruhkan disini Dunia. Dunia akan jatuh kedalam kegelapan. Apa Kalian bisa menghentikan Zeref yang sudah melegenda?" tanya Makarov memastiakan.
Makarov memperhatikan satu persatu anggota Fairy tail. namun raut wajah Mereka tak ada satupun yang gentar malah sebaliknya Mereka memiliki tekad yang kuat.
"Jii-chan. Lucy adalah Keluarga Kita. Nakama Kita. Bahkan Jika seluruh Dunia hancur Aku akan tetap melindunginya." ujar Natsu dengan semangat berapi-api.
Makarov tersenyum. "Baiklah. Kita akan melindungi Lucy dan membawa Dia pulang ke Fairy tail. Tapi jangan lupa Lucy kini bersama dengan 2 naga kembar Sabertooth dan sepertinya juga Lucy sangat dekat dengan Mereka. Apapun yang terjadi jangan bunuh Mereka. Kita tak tahu apa yang akan Lucy lakukan jika melihat Mereka mati. dan jangan menghancurkan Kota. Mengerti?!" ujar Makarov memberi izin.
"Ha'i..." jawab Mereka serempak, kemudian bubar.
"Arigatou Erza. Kau membantuku." ujar Jellal
"Ini bukan hanya untukmu. tapi untuk nakama Kami. Lucy." koreksi Erza.
"Kau benar. Kalau begitu Aku harus memberi tahu Melody dan juga Ultear." pamit Jellal.
Erza hanya mengangguk. kemudian bergabung kembali dengan anggota fairy tail yang tengah membicarakan strategi.
"Mou Sting, Rogue, Ayo antar Aku ke Toko itu." pinta Lucy. Namun tak ditanggapi keduanya, karna terlalu lelah setelah berjalan-jalan dari toko satu ke toko lainnya. hanya untuk menyenangkan hati Lucy.
"Froch. Ikut denganku. Nanti kuberi Kau ikan, Kebetulan di kedai sebelahnya ada penjual ikan." ujar Lucy yang akhirnya membawa salah satu exceed.
"Eto Aku ingin craps 1." Lucy menunjuk salah satu menu yang ada di kedai itu.
"Ha'i. Tunggu sebentar yaa Nona." ujar pedagang itu ramah.
"Froch. Kau tunggu disini Aku akan membelikan ikan untukmu. ingat jangan kemana-mana sebelum Aku kembali." perintah Lucy. Froch hanya mengangguk pertanda mengerti.
'Bruuk'
"Ittai. Sumimasen, Aku tak sengaja." Lucy meminta maaf pada pejalan kaki yang Dia senggol.
"Ya tak apa. Akupun salah." ujar pejalan kaki misterius itu. Lucy krmudian melanjutkan perjaanannya ke toko sebelah untuk membeli ikan.
'Akhirnya Kita bertemu. Wahai Pengendali Cahaya.' batin lelaki pejalan kaki misterius itu tersenyum. dan menghilamg dikerumunan.
Jellal yang tak jauh darisana Merasakan sihir mirip Zeref langsung berlari mencari. Namun tak menemukan apapun. Lalu matanya tertuju pada seorang gadis yang tengah memberikan ikan pada exceed.
"Nah ini ikannya Froch." ujar Lucy memberikan 1 ikan mentah segar dan diterima dengan senang hati oleh Froch.
"Arigatou Lucy." ujarnya berterimakasih.
"Ya. Sekarang Kita kembali ke tempat Naga pemalas itu. Arigatou Oji-san." ujar Lucy pamit pada penjual craps.
'Grep'
Namun baru beberapa langkah Dia berjalan tiba-tiba tangannya di gengam oleh seseorang dan ditarik ke tempat yang lebih sepi. Froch yang melihat itu panik dan langsung terang untuk menemui Sting dan Rogue.
"Lepaskan. Kau siapa?!" teriak Lucy. ia menarik tangannya paksa.
"My-mystogan?!" ujar Lucy kaget. Namun Doa kemudian menutup mulutnya, Dia ingat bahwa Mystogan seharusnya ada di Edolas lalu siapa lelaki yang ada dihadapannya itu?!
"So. Kau sudah ingat tentang masa lalumu Lucy? Yokatta. Namun sayang Aku bukan Mystogan. Kita pernah bertemu saat Misi mengalahkan Orocian Seins." ujar Jellal membuka penyamarannya.
"Jellal?!" Lucy semakin Kaget. Dia panik ingin melarikan diri. namun pasti itu sia-sia bukan?!
"Tenang Lucy Aku tak akan menyakitimu. Aku hanya ingin berbicara denganmu." Jellal mencoba menenagkan.
Lucy mengangguk setuju. "Jadi apa yang ingin Kau bicarakan denganku?" tanya Lucy.
"Kau tahu penyihir kegelapan Zeref?" tanya Jellal. Lucy mengangguk.
"Kemungkinan besar Dia tengah mengincarmu. Dan demi kepentingan halayak banyak dan juga masa depan Dunia Aku ingin Kau ikut denganku. Aku akan melindungimu dari Zeref. Setidaknya Aku bisa mengulur waktu agar Zeref tak menemukanmu." ujar Jellal langsung pada inti permasalahan.
"Untuk apa?" tanya Lucy
"Ha'i?" Jellal menherutkan dahinya tanda tak mengerti.
"Untuk alasan apa Aku menuruti kata-katamu. Aku sudah cukup bahagia bersama Sting dan tak peduli apapun atau tentang Zeref. Aku tak peduli denan masa depan dunia. Aku tak peduli dengan halayak banyak. Memangnya saat Aku dalam pemderitaaan Mereka peduli padaku?!" ujar Lucy.
Jellal tertegung mendengar jawaban dari gadis Heartfillia itu. Tak terlintas dibenaknya jika jawaban itu yang diberikannya.
"Jika tak ada hal yang perlu dibicarakan lagi. Aku akan pulang." ujar Lucy melangkahkan kaki bermaksud untuk pergi.
"Ingatamu sudah pulih. Itu berarti Kau ingat masa-masa di Fairy tail. Tidakkah Kau ingin berkumpul bersama Mereka? Mereka menunggumu. dan jika Kau jatuh ketangan Zeref. Mereka juga dalam bahaya. Apakah Kau ingin melihat teman-temanmu menderita?" tanya Jellal.
Lucy menghentikan langkahnya. "Tak ada hubungannya denganku." jawab Lucy dingin dan berjalan menjauh.
-Vermouth-
Disisi lain, Froch terbang ke arah penginaan dengan cepat, "Rogue. Lucy. Lucy ditarik paksa oleh sesorang. Hah... hah..." ujar Froch drngan nafs terengah-engah.
"Dimana Dia sekarang. Tunjukan jalannya Froch." ujar Sting yang mendengar ucapan Froch.
"Ayo Rogue, Jangan-jangan ini ulah Fairy tail. Cih, Mereka itu..." Sting langsung beranjak pergi tak lupa mengajak rekannya.
"Tunggu Aku ikut Sting-kun." teriak Lector terbang menghampiri Sting.
-Vermouth-
Lucy berjalan sambil menundukan kepalanya. Tak terasa Dia sampai dipinggir Sungai dengan air yang jernih. Merasa lelah Dia duduk di pinggiran itu. Kata-kata Jellal masih terngiang di telinganya.
"Aku tahu Aku ini egois. Aku hanya ingin bahagia. Apa salah? Jika benar apa yang dikatakan Jellal mungkin jika Aku mati semua hal buruk tidak akan terjadi." gumam Lucy, tangannya menggenggam pisau yang entah darimana.
Dari arah sebelah kiri terlihat Sting, Rogue dan 2 exceed berlari kearah tempat Lucy berada, Sedangkan dari arah sebelah Kanan Natsu, Gray, Wendy, Ezra, Happy dan Carla juga berlari kearah tempat Lucy.
"Carla. Benarkah dalam ramalanmu tempatnya disini?" tanya Wendy.
"Entahlah. Namun dalam bayangan dikepalaku Aku melihat gadis mirip Lucy menggengam pisau dan mencoba bunuh diri." jawab Carla ragu.
"Yang penting Kita cek dulu." ujar Gray.
'Luce' batin Natsu khawatir.
Disisi lain, Sting dkk juga mengkhawatirkan keadaan Lucy, "Dimana Dia Froch?" tanya Rogue.
"Setelah melewati sungai ini. Kita berbelok. Mungkin." Jawab Froch tak yakin.
"Jadi Kau lupa jalannya?" tanya Sting.
"Gomenasai." ujar Froch nerada bersalah.
"Sudahlah Kita bisa mencium bau Lucy bukan." ujar Rogue menengahi.
Beberapa langkah dari tempat Lucy. Kedua kubu itu bertemu. Aura permusuhan terlihat terpencar dari Mereka. Namun itu tak berapa lama karna Mereka langsung mrlirik Lucy yang sudah mengacungkan pisau kearah dadanya.
"Lucy/Luce/Lucy-san." teriak Mereka kompak.
Merasa ada yang memanggil Lucy berbalik. Matanya membulat sempura karna kaget.
"Apa yang coba Kau lakukan?! Kau ingin meninggalkan Kami?!" teriak Sting, Lucy menggeleng cepat.
"Luce, Kami datang menjemputmu," ujar Natsu mencoba berbicara sehalus mungkin. Lucy menggeleng.
Kedua tim itu perlahan mendekati, Lucy mundur dan semakin mundur, sayangnya Dia tidak bisa mundur lagi tepat dibelakangnya sungai yang cukup dalam.
"Ja-jangan mendekat." teriak Lucy mengacungkan pisaunya kearah Mereka.
"Lucy. Tenanglah, Kita akan pulang, hidup seperti dulu lagi." ujar Rogue mengulurkan tangannya.
"Luce. Aku tahu Kau membenciku, tapi Aku ingin Kau memberiku kesempatan." ujar Natsu mencoba mendekat.
"MENJAUH!" teriak Lucy, tanpa disadari Dia mengeluarkan sihir hitam pekat dan menuju kearah dua tim itu, membuat Mereka terdorong sampai menghancurkan beberapa bangunan yang ada disana.
Lucy kaget. "Sa-salahku. Ku-kumohon jangan mendekat lagi. Hiks…" gumam Lucy saat melihat Sting, Rogue, Natsu berjalan mendekat lagi meski terluka akibat sihir milik Lucy.
"Tak apa. Ini bukan salahmu, Ayo pulang Lucy." ujar Sting pelan.
"Tidak. Rumahmu Fairy tail. Minna menunggu kepulanganmu." ujar Natsu.
"A-aku…"
Ragu. Kini Lucy ragu untuk memilih.
"Kau bebas memilih Lucy." ujar Rogue memaksa untuk tersenyum karna dihatinya Dia tak ingin Lucy pergi.
"A-aku…"
BLLAAAARRR
Kedua tim itu langsung mundur karna serangan dadakan. Kawah besar terlihat jelas bekas serangan tadi. "Sang Pengendali Cahaya Lucy Heartfillia. Kau akan ikut bersamaku." ujar sosok bertudung yang kini tengah menggendong lucy bridal style sesaat setelah membuat gadis itu pingsan.
"Siapa Kau?!" teriak Natsu menyiapkan sihirnya.
"Aku tak perlu memperkenalkan diri pada Kalian para Manusia yang lebih rendah dari serangga." jawab sosok bertudung.
"Mungkinkah Kau Zeref?!" teriak Erza.
"Jangan samakan Aku dengan Zeref-sama. Dasar cecunguk rendahan."
"Siapa Kau orang asing. Kembalikan Lucy." teriak Sting.
"Baiklah. Sebagai hadiah perpisahan. Aku adalah Master dari guild Tartaros. Hades." ujar sosok itu membuka tudungnya serta memperkenalkan diri.
"Yami guild." ujar Gray kaget.
"Terlalu lama Aku berbicara dengan cecunguk. Aku ambil gadis ini. Selamat tinggal." ujar Hades menghilang dari sana.
"Luce/Lucy/Lucy-san." teriak Mereka memanggil Lucy.
END
A/N : Huahaha gimana-gimana? Gaje bukan. Dengan Ending yang masih gantung. Bakal ada sekuelnya kok. Tapi entah kapan. Arigatou buat yang mau baca fict ini ^_^
-Vermouth out-
