Lalala.. mood saia rada hancur.. Tapi aku gak bole gebukin laptop.. ~_~ Ini adalah saat yang di tunggu-tunggu.. Apa yang terjadi pada mereka?? Dan apakah sodara-sodara sekalian tau? Sebenernya aku mau tamatin di chapter ini, tapi saia kejatohan ide kecil untuk anda semua.. Jadi siap-siap telan cliffhanger yah? =D *grin evily*

Enjoy it..~

Summary: Apa jadinya kalau Earl of Millenium melirik Sebastian dan memanfaatkannya? Akhirnya Earl Ciel Phantomhive harus bergabung dengan exorcist Black Order untuk menyelesaikan semuanya. DGMxkuroshitsuji .. R&R please!

Disclaimer: i don't own-man or kuroshitsuji.. Kalo aku punya DGM, aku pgn buat omake DGM video yang ceritanya mereka ngadain konser resemble musik.. Etho.. kenapa aku gak buat story tentang itu aja yah?

Mohon maap, penyakit curhat-colongan-disclaimer-ku kumat lagi.. kalo kalian ngerasa itu gak penting, lupakan saja.. m.(V.V).m


I'm Sorry Komui

Seminggu telah berlalu..

"Komui!", Reever kembali membanting pintu ruagan pria berbaret putih itu.

"Baik! Hubungi yang lain!"

Komui berlari ke ruangan science department. Tak lama setelah itu Allen, Kanda, Lavi, dan Ciel menyusul Komui. Mereka semua sampai di ruangan itu setelah mendengar tawa mengerikan yang khas..

Earl of Millenium sekali lagi menghubungi HQ..

"Ohayou(?)*.. jadi bagaimana?", Earl nyengir sambil ngelus kucing yang lain dan tak bukan adalah Lulubell..

"Silahkan lakukan pertukarannya malam ini..", kata Komui tegas.

"Hohoho.. bagus.. setelah ini saya akan mengirimkan koordinat tempat pertukaran. Kami tunggu tengah malam. Jangan lupa bawa Allen-kun yah..", Earl melirik ke arah Allen. Membuatnya merinding."Janne..~"

"Hubungi Miranda. Beritahu dia kita akan menjalankan misinya malam ini.", kata Komui, mereka semua mengangguk.

†+++++++†

"Hati-hati..", itu kata-kata terakhir yang mereka dengar sebelum masuk ke Noah Ark. Ciel, Allen, Kanda, Lavi, dan Miranda keluar dari gate dan sampai di koordinat yang Earl of Millenium berikan. Mereka sudah sampai di tempat pertukaran..

Tempat itu berada di samping danau dengan padang rumput yang luas. Di kelilingi pohon pinus, pohon-pohon itu bergoyang karena angin. Bersamaan dengan angin yang menghapuskan kabut malam, terlihat bayangan.. perlahan bayangan itu mendekat.. tak aneh jika bayangan itu milik Road Camelot dan.. Tyki Mikk? Mana Sebastian?!

"Sebastian!!", Ciel terlihat panik. Ah.. tentu saja bayangan Sebastian tak terlihat. Karena dia dibopong Tyki di pundak. Sebastian.. tak sanggup bergerak, tubuhnya babak belur, penuh luka.. Namun nampaknya dia masih sadar..

"Hy, Malam semua..Maap yah, kayaknya Road rada kelewatan waktu main sama Sebastian..", Tyki nyengir sambil menghisap rokoknya.

"Tyki.. kamu kan yang buat dia hampir mati kehabisan darah.. Aku loh yang nolongin dia.. sambil main dokter-dokteran sih..", Road tertawa kecil.

"Yang bener aja! Ini kelewatan! Earl tak perna menyebutkan kalau Sebastian akan disiksa!! Gak adil!", teriakan Allen membuat Tyki tambah nyengir.

"Hm? Kita gak siksa dia kok.. Cuma main aja.. Ato kamu mau main-main dulu sama kita biar adil, shounen..?", Tyki menepuk punggung Sebatian.

"Ah iya! Kita buat adil aja! Aku mau banget main ma Allen dari dulu.. That would be nice..", Road menjilat bibir bawahnya. Setiap kata yang di ucapkan Noah-noah itu membuat suasana tampak menyeramkan. Membuat mereka tegang..

"Sudah cukup, lakukan pertukarannya.", Kanda masih tampak tenang.

"Oi.. Sebastian.. kamu uda mau bebas nih.. Bisa kan jalan sendiri??", Tyki menggoyang-goyangkan Sebastian.

"Hm..", anehnya, Sebastian masih bisa memperlihatkan senyum khasnya, membuat Tyki menyeringai, mainan yang menarik..

Allen mengangguk, dia mulai berjalan ke arah Tyki.. Sebastian yang babak belur mencoba berjalan dengan benar ke arah Ciel. Sebentar lagi mereka berpapasan..

5..

4..

3..

2..

1..

"Miranda!!"

"Innocence activated! Time Record.. Time's Out … !!"

Berjalan.. semua berjalan dengan baik.. Tyki dan Road terperangkap di dalam Time's Out milik Miranda, mereka tak bisa keluar.. Kanda mengangkat Sebastian dan Allen langsung membuat gate.. Mereka berlari ke arah gate itu..

Berjalan.. seharusnya berjalan baik..

"Tyki.. mereka mau lari tuh.."

"Fufufu.. Earl bisa hukum kita", setelah mendengar kata-kata Tyki, Road langsung menggunakan abilitynya, sebuah lilin yang berujung tajam menembus Time'Out Miranda dan melesat menuju Ciel.

Miranda yang merasa barriernya di tembus langsung panik."Semua!! Awas..!!!"

Ciel sadar kalau lilin itu tertuju padanya.. Melesat tanpa ampun, tanpa ada yang menahan.. Sudah ada di depan matanya.. Jadi ini akhir dari keluarga Phantomhive..?

"Ciel awas !!"

†+++++++†

Dia membuka matanya.. Kepalanya terasa sakit. Dia mencoba bergerak, namun nampaknya dia tertimpa sesuatu.. Tangannya mencoba mengusap wajahnya, eng..? Basah? Ini.. darah!! Ciel mencoba bangun dan matanya terbuka lebar..

Ini bukan darahku.. Ini darah Allen..

Ternyata saat dia akan tertusuk, Allen kembali dari dalam gate dan melindungi Ciel. Lilin itu menusuk pundak Allen dan membuat mereka terdorong masuk ke gate.

"Allen! Allen!", Ciel mencoba menggoyang-goyangkan pria berambut putih itu.

"Ciel! Allen kenapa?!", tiba-tiba Lavi muncul dari belakang Ciel.

"Tadi.. Noah itu menyerangku.. dan Allen..", berat untuk Ciel mengatakan kata-kata itu.. "Menyelamatkanku", jarang ada orang yang mau melakukan hal itu dengan tulus untuk Ciel.. Bahkan dia yang telah berkali-kali menyelamatkannya tak mungkin tulus..

"Che, sial, agak diluar rencana.. Tapi kita sudah ada di dalam ark, sebaiknya kita cepat-cepat kembali ke HQ. Kanda, Miranda, ayo..", mereka semua mengangguk. Lavi membantu Allen berdiri, dan yang lain mengikuti mereka dari belakang.

Mereka sudah sampai di pintu menuju HQ dan membuka pintu itu. Begitu pintu di buka, nampak Komui terlihat begitu cemas.

"Ah.. Kalian suda-..", kata-kata Komui terpotong setelah melihat sesuatu yang aneh. Saat Lavi, Allen, Ciel, dkk akan melangkahkan kakinya keluar dari gate menuju ruangan HQ, tiba-tiba mereka tertelan cahaya hitam dan lenyap begitu saja.

Selama beberapa detik, mereka semua yang ada di sana terdiam..

"Hei! Apa yang terjadi?!!", Komui langsung memerintahkan para ilmuwan untuk mencari posisi mereka. Namun aneh.. Mereka tidak ada dimana-mana! Tidak didalam Ark, tidak didalam HQ, dan tidak ada dimana-mana di dunia ini..!

"Lelucon apa ini..", Komui mengepalkan tangannya sambil memandangi komputer.

"Kakak.. apa kamu gak berpikir ini adalah kekuatan Noah of Dream-nya Road?", kata Lenalee khawatir.

"A-apa..?"

†+++++++†

Suatu tempat di dalam Noah Ark..

"Fuh,, udah lama gak kesini", Tyki Mikk menarik isapan panjang dari rokoknya.

"Hu uh.. tapi kita di sini juga gak bisa ngapa-ngapain..", Road menjilat lolipopnya.

"Aku gak bisa bayangin ekspresi Earl kalo tau jadinya kaya gini, marah besar?"

"Ahh.. gak juga.. katanya kita boleh main-main dikit kan?"

"Hm.. jadi, kamu apain mereka Road?"

"Nee.. Tyki.. kamu khawatir ama mereka? Tenang aja.. mereka uda kutarik ke dream-ku. Sekarang kita bisa main sepuasnya..", Road menyeringai.

"Fu fu.. kayaknya kita bakal pulang telat.."

Dua orang Noah itu terus melangkah maju sampai mereka lenyap di balik cahaya hitam..


*aku beri tanda "(?)", cz biasanya yang ngomong ohayou kan fourthteen.. Pantang dong si Earl pake kata-kata musuhnya.. lol

Krik krik.. Chapter ini pendek banget yah? Sesuai dengan mood ku.. ~_~ Ahh gak juga sih, memang aku ramalin chapter ini bakal pendek. Cz biar bisa cliffhanger.. *grin evily* jangan gebukin saia ..

Ngomong-ngomong, Dream disini maksudnya Allen dkk di masukin ke dimensi buatannya Road. Kaya yang waktu Allen ma Lenalee pertama kali ketemu Miranda terus mereka di culik Road. Di sana keliatan kaya kotak-kotak kado kan? Tapi di story ku bakal berbeda..

Road: "Nee.. Tyki.. kebanyakan rokok gak baik loh.."

Tyki: "Nee.. Road.. kebanyakan ngemut lolipop gak baik loh.."

Road: "Aku serius Tyki!!"

Tyki: "Hng.. ia ia.. Huff, Iya juga ya. Kalo aku bukan Noah pasti aku uda mati kena kanker paru-paru" (A/N: dikutip langsung dari Tyki)

Ciel, Allen, Kanda, Lavi, Sebastian, dan Miranda: Woi!! Kita serombongan di bawa kemana?!!

Find out what's next!