Hahaha… akhirnya setelah sekian lama… chapter terakhir dalam Dissidia… hwahahahahahahhaha!!!!!! Sorry 4 the long updet!! Flashdisk-ku kena virus dari laptop sialan kakakku!! Jadinya mesti diclean en di(sensor)!! Oh iya semua, kakakku juga bikin fanfic, nicknya Gun n RoseS. Kalo sempet baca fanfic dia juga ya!!
Disclaimer:SEMUA YANG ADA DISINI BUKAN PUNYA AKU!!!!
Chapter 4:
Dissidia Disaster
By:Vanilla Amano
"Perang besar tak bisa dielakkan… sekalipun mereka kawan kalian, kalian harus kuat melawan mereka mereka…" kata-kata Cosmos terngiang-ngiang di telinga 3 orang pengembara dimensi ruang dan waktu itu.
"Aku tidak bisa melupakan kata-kata nona itu…" kata Kakei pelan.
"Sama-sama," Sakuraba dan Riku unjuk jari.
"Maksudku... melawan Akaba dan Hiruma itu... mereka kan teman kita. Pas MvP aja kita maen bareng-bareng." kata Sakuraba lesu.
"Ga sama-sama," Kakei dan Riku menggeleng yakin.
"Lah?! Kalian bukannya ga mau lawan Aka sama Hiru!?"
"Emang, tapi alesannya ga kaya kamu," kata Riku.
"Terus kenapa?" Sakuraba tambah bingung.
"Ikhlas banget aku kalo bisa mukul Akaba yang suka maen gitar kalo lagi nonton di bioskop sampe di kick out, sangat amat teramat ikhlas mukulin Hiruma yang menyimpan rahasia terdalamku tentang rahasia rinneganku..." gumam Kakei ga jelas yang kedengerannya horooooorr... banget. Sakuraba sama Riku merinding dengan cepat. "Tapi aku ga bisa lawan mereka."
"Emang napa?" tanya Sakuraba yang masih ga ngerti.
"Ya iyalah!!" seru Riku berapi-api. "Emang kamu bisa ngelawan laba-laba sakit mata berisik yang maen gitar kemana-mana en shinigami ½ buaya yang bukannya bawa death note tapi note book sama shot gun!!?"
"Yaah..." Sakuraba berpikir 7 keliling.
***
"Rencana gila itu... kau serius?" Akaba memastikan sekali lagi pada Hiruma.
"Sekali lagi, iritasi ringan sialan, aku serius." angguk Hiruma sebal karena Akaba terus-menerus bertanya.
"Aku kan mau mastiin aja. En tolong jangan panggil aku 'iritasi ringan'."
"Tapi kan mata lo merah."
"Ini emang turunan dari sananya, bukan gara-gara iritasi."
"Udah ah, bodo. Sepele banget—"
"Oi, kalian! Tuan Chaos menyuruh kita kumpul ditempat biasa! Katanya ada yang mau disampein!" seru Jecht yang tiba-tiba muncul.
"Yeaa~" sahut Hiruma dan Akaba berbarengan. Setelah Jecht menghilang dari pandangan mereka, Hiruma berbalik dengan tampang buaya ganas pada Akaba.
"Denger ya, iritasi ringan sialan! Kalo misalnya rencana ini bocor kekuping mereka, lo yang bakal jadi tersangka utama gue sebagai pembeber rahasia! Dan lo tau? Lo ga bakal bisa menikmati hari esok lagi!!" ancam Hiruma.
"Ia, ia..." angguk Akaba sebal. "Lagian bisa apa sih lo ma gue? Paling nyebar-nyebarin aib-aib gue ke masyarakat umum doang kan? Itu ga bakal bisa ngebuat gue ga bisa menikmati hari esok lagi tau."
Hiruma diam. "Boleh juga ide lo tentang nyebarin aib-aib lo itu," dia manggut-manggut. Akaba bingung. "Tapi yang gue maksud bukan itu!! Yang gue maksud adalah... pembunuhan berantai makhluk-makhluk gaib itu oon! Kalo rencana ini ketauan maka mereka bakal ngebunuh kita!! Hwaahhahahahahaha!!!" seru Hiruma berapi-api.
"Uuh... Hiru... koq lo girang banget sih mau dibunuh?" tanya Akaba bingung.
"Soalnya kalo gue mati, cita-cita gue jadi Shinigami bakal terkabul!!! Hwahahahahahahahaha!!!!!"
"..................." Akaba cengo sendiri. "udahlah... denger kan tadi? Kita disuru ngumpul ditempat biasa ama si Chaos... buruan ah... lo kaya si Sephi aja..." dia menarik Hiruma yang masih ketawa-ketawa kegirangan dari sana.
"Akhirnya dateng juga 2 pengembara..." sambut Emperor, tapi pas dia liat Hiruma yang masih ketawa-ketawa sendiri dia langsung bengong. "tuh anak kenapa??"
"Oh biasa. penyakit bulanannya kambuh. Dia kan ga boleh makan manis soalnya ada diabetesnya, tapi tadi dia makan rumput manis pas kita lagi observe. Jadinya buat cuci darah dia mesti ketawa sampe lemes." Jawab Akaba yang ngibul banget.
"Hah? Perasaan ketawa sama diabetes ga ada hubungannya deh," komentar X Death bingung.
"Di dunia kita, cara nyembuhin diabetes tuh mesti ketawa sampe mati dulu baru sembuh. Pasti sembuh total. Kalo ketawa sampe lemes tuh Cuma nyembuhin sementara doang." Akaba ngibul lagi.
"Ya iyalah kalo ketawa sampe mati kita sembuh! Secara kita mati geeethhoooo...!!" kata Golbeza prihatin.
".............." Chaos menatap bawahannya dengan tatapan BT. "Bisa kita mulai pertemuannya??" tanyanya bosan.
"Bisa dong, big boss!!" sahut semuanya ceria.
"Kayanya semenjak 2 orang itu dateng anak-anak buah gue jadi bego semua deh..." pikir Chaos prihatin. "Ah udahlah! Karena kalian semua udah observe en udah tau keadaan dunia ini, jadi kita akan menyerang Cosmos sekarang dan menguasai dunia ini sepenuhnya. Impian kita semua akan terkabul! Huahahahahhahaha!!!" serunya berwibawa.
"Tapi impianku pengen ngancurin dunia," Kuja menghancurkan mood Chaos.
"Kalo aku Cuma mau ketemu sama anakku biar dia bisa ngebunuh Sin," Jecht ikut-ikutan ngancurin suasana.
"Takut mati ah, males, big boss," celetuk Kefka oon.
"………………………………" Chaos diem. Dia menarik nafas dalam-dalam dan… "BURUAN SANA PERGI!!!!!!!!!!!!!!"
"Iya Big Bos!!"
"Waaaww!! Moron!!"
"Ampoen DJ!!!"
"Ih geli ih geli ih geli!!!"
***
Cecille menatap kearah dimana biasanya para antagonis muncul tiba-tiba dengan mata memicing. "Hmm..." gumamnya. Dia berjalan pergi dari sana menuju ketempat teman-temannya lagi berkumpul. "Semua, sebentar lagi ada penyerangan." Lapornya.
"Ia kita tau," kata Warrior of Light. "Ayo semua, kita siap-siap. Kelihatannya ini akan jadi battle terakhir kita." ajaknya dengan gayanya yang berwibawa.
"Battle terakhir??" semua langsung pada berbisik-bisik dengan ekspresi beda-beda. Ada yang kelihatannya sebel kalo ini battle terakhir, ada yang seneng. Inilah yang pro battle terakhir...
"Artinya kalo kita menang di battle ini, aku bakal ketemu Rinoa lagi??" bisik Squall girang.
"Ahh~akhirnya aku bisa kembali ke Garnet lagi..." kata Zidane sambil membayangkan yang tidak-tidak.
Inilah yang kontra battle terakhir...
"Apa!? Kalo gitu berarti aku bakal ilang lagi dong dari dunia!" seru Tidus kesal.
"Ketemu lagi sama Tifa en menghadapi kenyataan bahwa Aerith udah mokad!!? Ga, ga banget!!" raung Cloud marah.
Para pengembara menatap mereka 1 persatu dengan ekspresi sedih. "Ada yang pro ada yang kontra... gimana nih? Bisa-bisa kalo kaya gini kita ga menang..." kata Riku.
"Yah... satu-satunya jalan sih bikin mereka semua pro... tapi kalo misalnya ini final battle, berarti kita juga bakal balik kedunia kita ya?" tanya Kakei.
"Aku ga yakin soal itu, kawan. Mereka emang asalnya dari dunia FF... kita kan berasal dari dunia yang 100% berbeda... mungkin kita bakal tetap terperangkap disini... atau malah kita bakal mencar kedunia FF yang lain?" sahut Sakuraba.
"Idiih... ga mau ya, emoh." Geleng Kakei dan Riku emoh.
"Tapi cewe-cewe di FF kan cantik semua. Bohay-bohay en sekseh gila, euy~!" promosi Sakuraba. "........ tapi kayanya kalian berdua sama sekali ga tertarik sama hal itu ya? Soalnya yang kalian suka kan Mizu sama Sena..."
"Lo juga sama Takami," protes Kakei dan Riku berbarengan.
"Ah, iya nih. Gara-gara temen lo tuh kita jadi terjebak dalam situasi kaya begini! Udah ga tau jalan pulang gimana(malah kemungkinan besar ga bisa balik), temen kita ada yang berubah jadi antagonis, en kita jadi ga bisa ketemu sama orang-orang yang special buat kita!" kata Kakei panjang lebar.
"Tau tuh si Takami. Kalo misalkan kita bisa balik dengan selamat, aku bakal protes sama dia en membunuhnya biar puas." sahut Riku setuju.
"Aku juga mau. Wong aku ini normal en Cuma temenan biasa sama Takami. Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin emang Takami yang bikin mesinnya, tapi kan yang ngancurin mesin itu Shin?"
"........................."
Tiba-tiba...
"Kakei, Riku, Sakuraba! Siap-siap sana! Mereka udah deket!" seru Tina mendadak sampai-sampai 3 orang yang lagi serius mikir itu kena serangan jantung. "Ga ada waktu buat pura-pura mati! Cepetan ambil senjata kalian!"
"Senjata?? Kita ga punya senjata!"
"Udah kita sediain, dogol!!! Ambil sono dibelakang!!!!!!" raung semuanya kesal rame-rame. 3 orang itu ngibrit kebelakang.
"Tapi kalo dipikir-pikir, mereka baik ya sampe nyediain kita senjata gratis," puji Sakuraba.
"Ya, aku setuju. Terlampau baik malah~!" sahut Riku, tapi kemudian mereka melihat senjata seperti apa yang mereka sediakan. Trisula yang panjangnya keterlaluan, tombak yang gedenya sungguh terlalu, en greaves yang udah karatan en berat mampus. "Ok, aku tarik ucapanku yang tadi."
"Ini gimana makenya!!?"
Sementara mereka terbingung-bingung sama senjata mereka, para antagonis...
"Hahaha... kelihatannya mereka masih belum menyadari kedatangan kita..." kata Golbeza sok tahu.
"Tau darimana lo??" Emperor mendelik padanya. "Mungkin aja mereka menunggu saat yang tepat untuk menyerang kita..." katanya dramatis.
"Fuh... kau terlalu dramatis..." kata Akaba cool.
"Soal penyerangan tiba-tiba, maksudnya mereka melakukan taktik perang gerilya gitu??" tanya Kuja.
"Ga tau ah. Berisik banget. Ga tau ya kalo aku lagi mikirin taktik buat ngalahin mereka!!?" kata Ultimecia sebal.
"Taktik??"
"Ya. Dan aku sudah menemukan 1…" Ultimecia tersenyum misterius. Semua menatapnya penasaran. "Aku menyebut taktik ini… penghancuran image lagu terkenal…" bisiknya mistis.
***
"Mereka belum muncul… jadi bagaimana kita akan melancarkan serangan?" tanya Buzz.
"Sabar aja kali bu. Bahkan walo kita pake taktik perang gerilya, kita juga mesti tau lokasi keberadaan musuh." Kata Firion sebal karena Buzz nanya terus daritadi.
"Ngomong-ngomong, kapan 3 orang asing yang akan membantu kita itu menyusul kita?" tanya Cloud.
"Ga tau en ga peduli. Sekarang mereka lagi pusing mikirin cara ngehandle senjata mereka kali. Haha!" Onion Knight tertawa, semua juga jadi ikut tertawa.
"Teganya kalian ngasih kita senjata ga mutu yang kaya gini…" tiba-tiba suara Kakei yang mistis terdengar dari belakang mereka semua. Para protagonist menoleh dan mendapati 3 orang pengembara yang sudah memakai senjata mereka dengan susah payah dan bertampang horror.
"Eh, kalian udah siap?" Tina berusaha mencairkan suasana hati mereka yang buruk dengan senyum termanis yang dimilikinya. "Mungkin bentar lagi musuh dateng. Jadi ayo kalian juga sembunyi kaya kita."
Riku menatapnya sinis. "Senyum Sena lebih imut." Katanya singkat.
"Mizumachi lebih manis." Kakei ikut-ikutan.
Sakuraba terdiam. "Shin (sedikit)lebih baik." Katanya kemudian. Tina terpaku ditempat.
"Ah! Kelihatannya mereka datang!!" seru Zidane yang masih serius mengawasi suasana. Otomatis, mereka semua mengikuti arah pandangannya. Memang, terlihat 12 sosok yang berparas jahat tidak jauh didepan mereka.
"Kita serang sekarang?" tanya Squall pada Warrior of Light yang kayanya paling bijaksana dan maha adil(??).
"Jangan. Kita harus tunggu dulu. Kan kita pake taktik perang geril—"
"Semuanya seraaaaaaaaannnggg!!!!!" tiba-tiba Cloud udah ngasih komando duluan.
"Uwooooohh!!!" semua jadi ikut-ikutan keluar dari tempat persembunyian. Warrior of Light dan Squall bengong. Squall meliriknya Prihatin.
"Jadi, taktik perang gerilya gagal?"
"Hmm?" Kuja lagi ngobrol sama Jecth ketika tiba-tiba terdengar suara rebut-ribut disebelah kanannya. Semua juga ikut nengok karena penasaran. Terlihat 11 orang gila yang ngacung-ngacungi senjata kearah mereka. "Semua! Para jagoan datang! Posisi siaga semua!!"
"Baiklah semua! Kita akan berperang!" seru Cecille dengan semangat '45. "Kami beri kesempatan kalian maju duluan!" suruhnya.
"Kenapa mereka maju duluan oon!!?"
"Yaudah si, biar keren."
Akaba menoleh kepada Ultimecia. "Tante, jadi melaksanakan taktik?" tanyanya.
"Jangan panggil aku tante kalo kamu belom mau mati. Ya iyalah kita jadi." Angguk Ultimecia.
"Jadi aku, X Death sama Golbeza mesti keluar nih?" tanya Garland sambil cemberut.
"Patuhi ajalah kalo mau taktik ini berhasil…"
Jadi, Garland, X Death dan Golbeza menarik diri darisana. Tidus bingung. "Kenapa mereka ber3 mundur?" tanyanya.
"Soalnya kalo ada mereka taktik ini ga bakal sukses." Jawab Cloud of Darkness. "Ayo semua! Siap pada posisi masing-masing!!" serunya.
"I count till three!!" Hiruma memberi mereka semua komando. Semua langsung bersiap pada posisi mereka masing-masing.
"O'ow…" kata Sakuraba. "Kalo Hiruma yang ngasih komando artinya ini ga baik dan kemungkinan besar taktik ini bakal berhasil…"
"One, two, three! Music on!!" tiba-tiba, sebuah untaian nada yang manis terdengar entah darimana. Para antagonis(minus 3 yang berbaju zirah) bergaya seperti boneka manekin yang biasanya ada di etalase toko-toko baju dan aksesoris.
Video klip mode on…(mulai darisini Cuma nama-nama sama liriknya aja)
(Ultimecia)
Uh huh(semua mata protagonist tertuju padanya)
Listen boys
My first love story(antagonis melepaskan posisi manekin mereka dan merenggangkan badan)
(Hiruma)
My angel(tepuk tangan 3 kali)(mulut para protagonist nganga gara-gara kaget, terutama para pengembara) and my girls(jarinya gemulai sekali)
My sunshine
Uh! Uh! Lets go!(jump cutely)
(Jecth)
You're so so handsome(Tidus pingsan karena shock)
My eyes my eyes are blinded
I can't breath becoz I'm trembling(acting pretty acting cute)
(All)
Gee gee gee gee baby baby baby(start dancing like SNSD Gee song)
Gee gee gee gee baby baby baby(semua langsung mau muntah)
(Ultimecia)
Oh I feel so emberassed(semua antagonis mengelilinginya pasang tampang penasaran)
I can't look at you
I feel shy because I've fallen in love(memberi pandangan berarti pada Squall yang langsung dumbfounded)
(All)
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
(Emperor)
What should I do?(Firion jawdropped keterlaluan banget)
(Kuja)
(What should I do?)("Kakak gue!!?" batin Zidane shock)
(Emperor)
About my trembling heart
(Kuja)
(My trembling heart)
My heart keep thumping
So I couldn't asleep at night(pasang pose mau bobo sambil berdiri)
(Hiruma)
(mendobrak masuk menyingkirkan Kuja)I guess I guess I'm a fool(pengembara langsung cengo ga nyangka setan bisa acting cute kaya gitu)(Kakei yang paling pinter ngambil fotonya dia)
A fool that knows you, only you(acting so cute)
Pabu!((All)pointing at himself and other protagonist)
Yes, as I look at you
(All, reff)
So bright, so bright
My eyes are blinded
No no no no no(shining like an angel but nightmare for the protagonist)
So surprised, surprised, surprised
I'm shock
Oh oh oh oh oh(look so bright)
So tingly, tingly
My body is trembling
Gee gee gee gee gee(everybody Gee!!?)
Oh glittering eyes(everybody peace oh yeah)
Oh sweet aroma(oh yeah yeah yeah)
(everybody hip thrust)
(Emperor)
Oh so so pretty(smile so brightly but so scary for the protagonis)
Your heart is so pretty
I was captured from first glance,
Caught so closely(close the hand so sudden)
(All)
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
(Cloud of Darkness)
I can't touch it because it so hot(grab a hat)
I'm engulfed by love's fire completely(wear the hat and smile cutely at Onion Knight who raise his eyebrows unbelieve)
(All)
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
(Jecth)
What should I do?(mendadak udah make syal bulu domba, membuat Tidus yang baru bangun pingsan lagi)
(Sephiroth)
(What should I do?)(Cloud scream frustately)
(Jecth)
Because I'm so shy
(Sephiroth)
(Because I'm so shy)(so cute so pretty)
(Jecth)
(Don't know don't know don't know)(hit Sephiroth cutely, Tidus passed out again)(Cloud feel somewhat jealous)
(Sephiroth)
I don't know why, but everyday I look for only you(everybody carress their thigh until hips)
(Akaba)
My close friend tell me(menyingkirkan Sephiroth, para pengembara bengong lagi)(lagi-lagi Kakei ngambil fotonya)
That I'm really a helpless fool
Pabu!((All)pointing at himself and the protagonist)
But as I look at you
(All, reff)
(Kefka)
I can't even say anything(look so shy and adorable, Tina can't believe her eyes)
I'm too emberassed(stood side by side with KujaEmperor
(Akaba)
Do I not have any courage?
What would be the right thing to do?(look to the sky cutely)
My hearts is anxious as I'm looking at you(everybody look at their own enemies cutely and brightly)
(All, reff, Hiruma become a backing here)
(All, reff, Akaba become a backing here)
(End the song with adorable pose)
Video klip mode off…
"GYAAAAAAAAA!!!!!" para protagonist menjerit frustasi. "Musuh gue kenapa jadi kaya gini!!? Jadi ga tega gue mukulinnya!!!!" batin mereka.
"Semua tenang!!" Warrior of Light menenangkan mereka semua satu-satu dengan cara nampar-namparin mereka pake pedangnya. "Jangan termakan jebakan mereka! Ini tidak nyata! Mereka melakukan ini Cuma untuk membuat konsentrasi kita hilang saja!" katanya.
"Ga koq. Siapa bilang? Kita ngelakuin ini semua karena kita suka." Celetuk Hiruma yang udah balik keasalnya lagi. Semua protagonist sweatdropped.
"Tenang semuanya!! Kita juga punya senjata rahasia koq!!" seru Zidane mendadak. "Aku, Tina, Riku, Buzz dan Squall sudah menduga ini akan terjadi! Kami sudah menyiapkan penangkalnya!!"
"Apa?! Jangan-jangan rencana itu!" pekik Squall ketakutan. "Kau serius mau melakukannya!!?"
"Aah~rencana itu~" Riku manggut-manggut sendiri. Kakei dan Sakuraba bertatap-tatapan penasaran.
"Biar kuambilkan equipmentnya!" Tina buru-buru berlari entah kemana dengan semangat.
"All, backstage!" seru Buzz semangat sambil menyeret Squall biar ikut sama mereka. Mereka berlima menghilang entah kemana, membuat orang-orang yang ada disitu menunggu.
2 menit kemudian… "Maaf menunggu!!" suara Zidane yang ceria membuat mereka semua menoleh kearahnya yang baru muncul. Mereka berlima memakai kostum binatang yang imut banget! Riku dengan kostum singa merah, Zidane kostum kambing putih, Tina kelinci pink, Buzz rusa coklat-hitam, dan Squall… macan tutul yang warnanya sama kaya macan tutul??
"Aah~kawai!!" seru Ultimecia dan Cloud of Darkness gemas.
Squall blushing. "Aku benar-benar ga mau melakukan ini…" gumamnya pelan.
Riku berdiri ditengah dengan yang lain mengelilinginya. "Ayo semua! Music, on!!" serunya ceria. Sebuah untaian nada yang menggemaskan lagi-lagi terdengar.
Video klip mode on…(sama kaya sebelumnya)
(All, reff)
During my childhood(everybody dance so cutely and smile so brightly, even Squall yang tadinya ga mau ikutan)
I dreamt about a beautiful dream
About riding a balloon
And flying away~(everybody turn 360 degrees)
If a red balloon(dancing like DBSK Balloon song)
Flies in the sky
My heart remember
Beautiful memories(Riku jongkok ditengah-tengah)
(Buzz)
My dream as a child(ubah formasi lagi)
Was to ride a red balloon(pointing at X Death)
And fly high on to the sky(jump jump)
(Tina)
I forgot that small dream(look the most beautifull)
And lived till now
'cause I grow up too much
(Zidane)
But when I miserable(dance so cute so pretty so aah~~)
I want to run around
And play like a child(finish the cute dance, Kuja disappointed)
(Riku)
Filling a balloon full of my small dreams(Hiruma take some photo of him for his blacklist)(dance adorablely)
(All, reff)
(Riku)
I can't understand(semua memberi dia jalan kedepan) why tears come out(pretended to cry)
When I look at the sky
(Squall)
I wonder why you forget that tiny childhood(look so cheerful for a Squall that everybody didn't believe their eyes)
When you become an adult
(Tina and Buzz)
(this move is so dumb but also so cute)At times, I too wants to(every body jump) fly high into the sky
(Zidane and Squall)
With my forgotten dreams and memories
(Zidane, reff)
(lalalalala)
(Tina)
Though time passes
(lalalalala)
(Squall)
Though I forgot
(lalalalala)
(Riku)
Oh~will it be possible to contain it in a red balloon(end it with a soft and long tone)
(All, reff, Tina and Riku become a backing)(the dance is a little different)
(End the song by waving their hands to the audience)
Video klip mode off…
"AAAAAAHH!!! KAWAI DESU NEE!!!!!!" jerit semuanya gemas, kecuali Hiruma yang lagi ngeliatin foto-foto yang berhasil dia ambil.
"Mereka sangat imut sampai aku malah makin ingin mengawetkan mereka dan menaruhnya dikoleksi boneka hidup punyaku…" kata Sephiroth yang entah kenapa kedengeran serem banget.
"Jadi si Buzz minta gue beliin dia balon merah gitu?" tanya X Death bingung.
"Iya kali. Mana gue merhatiin! Ahh~my Zidane is so adorable…" kata Kuja terpesona.
"Ahh… foto-foto ini bagus banget…" komentar Hiruma puas.
"Oh ya!!? Mana-mana!!?" semua berebutan pengen ngeliatin foto-foto yang diambil Hiruma barusan. Ga jadi perang nih ceritanya??
"Tapi ngomong-ngomong… rencana si Hiruma gimana nih jadinya?" pikir Akaba bingung. "Kalo gini sih… bisa-bisa ga jadi…"
Tapi tiba-tiba, suara Chaos yang menggelegar terdengar marah dibelakang mereka… "WOI!! ANAK BUAH GA GUNA!!! KENAPA MALAH TEMENAN SAMA MUSUH KALIAN!! YOU'RE SUPPOSED TO KILL THEM!!!!!"
Garland terlonjak kaget. "Ampun big bos! Kita keasyikan maen! Jadinya lupa!!" ucapnya menyesal, para antagonis yang lain ikut-ikutan menyesal.
"GA ADA AMPUN BUAT KALIAN!! HIH! DASAR OON!!"
"What are you? Pabu!" kata Hiruma dan Akaba berbarengan.
"APAAAA!!!?"
"Ampun!!! Music on!!" sebuah intro lagu yang sudah sangat dikenal oleh kalangan orang yang suka minta maaf dan E. tiba-tiba terdengar. Chaos terdiam mendengar lagu ini kemudian…
(All antagonis)
"Sorry sorry sorry sorry!!"(they're singing Sorry Sorry SuJu now!!?)
"Apa!!? Mereka nyanyi lagi!!?" seru Cecille ga percaya. "Mana dancenya sok sekseh gitu lagi! Mereka pikir ini masih lebaran?! Tau-tau minta maap kaya gitu!!"
"Mana semuanya ikut dance lagi!! Idiih! Baju zirahnya berisik tau!!" kata Tidus sambil nutup kupingnya keberisikan.
"Kalian ini…" Sakuraba menatap mereka berdua Prihatin.
"KALIAN……!!!!" mendadak Chaos kembali berteriak marah. Semua tokoh langsung pada diem. Chaos menatap mereka semua dengan pandangan gimana gitu… "Itu lagu kesukaan big bos!! Sorry Sorry! Rasanya pengen gue bilang Sorry ke Cosmos tapi ga mungkin!! Ah~kyaa!!" katanya ceria en kecentilan. Semua dumbfounded.
"Big boss… suka lagu ini en mau dia nyanyiin ke Cosmos??" Emperor menunjuk Chaos(yang malah ikut ngedance sama mereka sekarang) dengan pandangan ga percaya. "Mereka bisa jadi damai dong??"
"Aha~percaya aku, kawan. Ga mungkin mereka damai~ada juga makin berantem. Kenapa? Soalnya bisa-bisa Cosmos jadi gila ngedenger big boss nyanyi en dance kaya gini~" kata kefka santai. Emperor manggut-manggut mengerti. "Udahlah~kita dance aja lagi~!"
Cloud, merasa sebel karena Sephiroth nyuekin dia gara-gara sibuk ngedance, akhirnya habis kesabaran juga. "Woooiiii!! Lo pada ngedance mulu!!" serunya kesal. Semua langsung pada nengok kedia. "Jangan dance mulu dong! Kita kan sebel gara-gara dicuekin!!! Kasih kita kesempatan keq!!"
"Eeh… jangan abis kesabaran gitu dong, Cloud." Kata Kakei, belom pernah liat Cloud marahnya kaya gini.
"Gimana ga abis kesabaran!!? Gue kan juga pengen jadi pusat perhatian!! Tapi mereka mulu yang jadi pusat perhatian!!" jadi Cloud ngambek Cuma gara-gara hal sepele kaya gini?? Akhirnya para antagonis memutuskan untuk melanjutkan dance mereka lagi.
Sakuraba Prihatin sama keadaan mental para tokoh yang ga stabil. "Yaudah, bang Cloud mau nyanyi apa?" tanyanya. Cloud menatapnya dengan pandangan bernafsu.
"Mirotic…" jawabnya mistis. Para protagonist sweatdropped. "Aku bakal pilih member sendiri…" lalu Cloud berjalan menyusuri deretan para protagonist. "Squall, masuk." Dia menunjuk Squall.
"What? Me? Gue masih cape tadi abis jijingkrakan dance balloon!" Squall protes.
"Ga ada protes!!" tapi Cloud menatapnya horror jadinya dia mengurungkan niatnya untuk protes lebih lanjut. "Tidus, you're in." Tidus Cuma bisa menggangguk pasrah. Cloud kembali menyeleksi. "Kakei, lo masuk juga." Dia menunjuk Kakei.
"…………………" merupakan tanggapan Kakei.
"Hmm…" Cloud kembali melihat-lihat. "Aha~Sakuraba masuk. Ok, it set!" katanya. Saking kagetnya Sakuraba ga bisa protes atau ngomong apa-apa. Jadi, mereka berlima mulai menyusun formasi.
Para antagonis masih sibuk dance ketika suara Tidus yang kaya ga iklhas gitu terdengar dibelakang mereka. "Yo! Hadirin sekalian! Gentian dong dancenya! Kita juga mau nih~!" jadi mereka menghentikan dance mereka dan menonton. Para dancer udah memakai baju-baju Mirotic yang ah~so hot itu loh…
Video klip mode on…
Can you hear me?(berkerumun)
(Squall)
At
the start, you were sweetly, naturally attracted to me(jump and
strated to dance like DBSK Mirotic)(Ultimecia blushing because it's
the truth)
You stepped up to me and told me it would forever be
like that
(Sakuraba)
All the possibilities, opened up Oh~(gerakan tangannya sangat seksi)
(Tidus)
What
is love? What! It's now meant by the Red Ocean
I'm breakin' my
rules again, you know it's getting boring(Jecth frozen because he
can't believe that his boy can be so sexy like this)
(Kakei)
Even if you're hurt a bit, it's okay Oh~(all the girl scream "Aah~~!")
(All,
reff)
You want me, You've fallen for me, You're crazy over me(they
were so sekseh!!)
You can't escape I got you- Under my
skin("weteep!!?" semua orang tua yang ada disana membatin)
You
want me, You've fallen for me, You're crazy over me
You're my
slave, I got you under my skin(everyone stop with sexy pose)
(Sakuraba)
The
piercing stare that burrows into your head(everyone show their
muscles, make the girls moaned)
It's not me, my still chrome heart
(Tidus)
It's
the road you chose Oh~
(Kakei)
Running
through your veins, flowing through you are millions of my
crystal("Yang dia maksud tuh Mizumachi?" tanya Hiruma. "Ga
tau." Tanggap Akaba)
Finally it has started, the end of my
metamorphosis
(Cloud)
Isn't this also love? Oh~(sexy move that could make Aerith and Tifa crazy)
(All, reff)
(Cloud)
Together
with one time's kiss~ The day is fresh- a strong pull(bertopang dagu
sambil bergerak kiri kanan dengan seksi)
(Kakei)
The
second kiss, your heart felt hot and about to explode(dia
satu-satunya yang tegak dengan keren, yang lain nunduk dengan keren)
(Cloud)
Yeah~
I got you! You know you got it!(high five with Kakei)
(Sakuraba)
Yeah~
woah!
(All)
Come on! Come on!(All the girls seems gonna passed out) I got you- Under my skin
(All,
Squall become a backing here)
In your dreams I control you with my
magic spells(they was MORONIC!!)
You're once again yearning .. I
got you- Under my skin
(All, Squall, Tidus, Cloud and Sakuraba switchly become a backing here)
My
devils ride, there's no more room for breathing, if that happens(they
were sexy too much)
How will it be to enjoy it now I got you-
Under my skin
(All, reff, Sakuraba become a backing here)
(All, reff, Squall become a backing here)
(they end it with a passionate bow)
Video klip mode off…
"AAAAAAAAAAAAAAAHHHH!!!!! THEY WERE SEXY TOO MUCH, I CAN'T HOLD IT ANYMORE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" jerit Cosmos histeris yang tau-tau muncul ga tau darimana.
"Waaa!!! Kaget!!!!" semuanya terpekik kaget terutama mereka yang masih pose. Pose seksinya ancur deh…
"Lah? Nona kapan datengnya??" tanya Warrior of Light.
"Pas mereka mulai dance sekseh ini~" jawab Cosmos, tampang mesum. "Aku juga mau liat Warrior of Light joged…" katanya tiba-tiba sambil melihat Warrior of Light dengan pandangan memohon.
"Dengan sekuat tenaga aku menolak." Warrior of Light menolak dengan cepat. "Bahkan walau Nona yang minta."
"Bener juga… kita suru aja Warrior of Light jogged!!" seru Garland semangat.
"Hah!!?"
"Iya! Joged!! Joged!!!" semua bersorak gembira, memaksa Warrior of Light ngedance.
"Ga mau!!!!!! Harga diriku sebagai ksatria cahaya bakal ilang kalo aku dance!!!!!"
Video klip mode on…(Warrior of Light solo song)
"This song…" mulainya. "It's Xiah Junsuu solo Japan song… the title is Rainy night…" lalu dia mulai bernyanyi.
Rain
in my heart,
The tears won't stop, tonight
In the end, you left
me behind, like something temporarily forgotten...
I miss you(the
mean is so deep, everyone is so absorb now)
* This world
without you trembles in the dark
It'd be nice if this was all just
a dream
Though I want to see you, oh my girl
The reason I can't
meet you
Is because I don't want to hear your goodbye(everyone
lost in their own thought)
Baby I still love you(the tone is so soft)
Don't cry anymore,
You're always being a
crybaby
And even that part of you is so sweet(the girls started to
cry)
Now someone else, not me,
Is wiping away your tears
But
I love you, you're unforgettable
Alive only in my memories,
This
feeling is forever
Your scent from that day we embraced will never
leave my body
Baby I still love you(Tidus can't hold it anymore,
so he hug Jecht because he's so sad remembering apart from Yuna)
I
can't take it off, this cross on my chest with your name engraved on
it
Baby you're my love(Cloud cry so loudly because he remember of
Aerith)
* Repeat
Even now, I love you
(Baby I still
love you)
You're unforgettable
I'm just living in
memories
This feeling will last forever
Even if ceaseless rain
falls on my heart alone,(the tear is slowly going out)
Eternally
drenching it
I can't say "goodbye" cause I love
you(everyone cry out)
(End the song with a very soft voice and the cry)
Video klip mode off…
"Huwaaaaaaaaa!! Waaaaaaaaa!! Kenapa kau menyanyikan lagu yang begitu sedih!!!???" Sephiroth meraung-raung sedih sambil nangis keras-keras.
"Tau! Aku kan inget Aerith!!" Cloud ikut-ikutan.
"Hiks… hiks… kalo aku boleh tau, kamu nyanyi buat siapa sih??" tanya Buzz sambil menghapus air matanya.
Semua protagonist dan antagonis, tidak sadar ternyata saling menghibur 1 sama lain. Warrior of Light menghapus air matanya. "Aku menyanyikan lagu ini…" katanya. "Untuk Nona Cosmos…"
"Hah? Apa—srooot! Pa—apa??" tanya Cosmos kaget yang lagi sibuk meres ingus. "Kenapa buat aku? Kita ga berpisah."
"Mungkin sekarang belum…" Warrior of Light membuang mike ditangannya. "Tapi sebentar lagi!!" kemudian dia menerjang Garland. Semua teringat kalau mereka kesini mau perang jadi kemudian mencari lawan masing-masing dan mulai pukul-pukulan.
"Apa!? Koq mereka malah pukul-pukulan!!?" tanya Riku kebingungan.
"Kalo lo lupa atau gimana, tujuan mereka kesini kan emang buat perang…" kata kakei Prihatin sambil memperhatikan sekelilingnya. "Mana nih Hiruma sama Akaba?"
"Koq kamu nyariin mereka?" tanya Sakuraba.
"La iyalah. Lawan yang sepadan buat kita kan Cuma mereka."
"…………………" Sakuraba dan Riku sweatdropped.
Sementara itu, keadaan Akaba dan Hiruma…
"Hiruma, rencana lo gimana?" tanya Akaba akhirnya. Lagi sibuk tunning gitar ditengah perang.
"Jadilah… walau awal-awalnya rada ga keprediksi sama gue sih…" angguk Hiruma santai, maen laptop ditengah perang. Lagi upload foto ke facebook, photobucket, google en yahoo. Ga lupa video yang daritadi dia rekam tentang dance-dance gila itu dia upload ke facebook sama youtube. Aib semua orang terbuka deh(termasuk aibnya sendiri).
"Kapan mau dilaksanain?"
"Sekarang juga boleh," Hiruma menutup laptopnya. Dia menatap sekelilingnya. "Gimana mata merah sialan? Target ketemu?" tanyanya.
"Jangan panggil gue mata merah…" Akaba celingukan, udah ga tunning gitar lagi. Dia menangkap sosok Kakei, Riku dan Sakuraba yang lagi cengo ditengah medan perang. "Aha, target ditemukan."
Hiruma nyengir puas. "Good~" katanya.
"Hah!? Apaan itu!? Ada yang melesat kearah kita arah jam 9!!" seru Riku terkejut. Kakei dan Sakuraba menoleh. Tiba-tiba ada yang menyambar pinggang mereka bertiga.
"Weqs!!?"
"Jangan ribut! Kita bakal kabur darisini!! Kita bakal kembali kedunia kita!" seru Hiruma, yang membopong Riku dan Sakuraba.
"Apa!? Gimana caranya!? Dan yang lebih penting, kalian ga bukannya berpihak sama penjahat itu ya!?!" tanya Sakuraba kebingungan.
"Kita Cuma pura-pura! Salah 1 cara bertahan hidup didunia asing adalah, pilih temen yang tepat!"
"Cara kita kembali adalah dengan menamatkan game ini! Mereka balik kedunia mereka masing-masing begitu juga kita!" balas Akaba yang membawa Kakei.
"Nah, namatinnya gimana?" tanya Kakei datar. Akaba terdiam.
"Yah… rencana Hiruma sekarang adalah namatin game ini…" katanya ragu-ragu. "Yaitu dengan cara mengalahkan salah 1 pihak yang seharusnya kalah…"
"Pihak yang harusnya kalah yang mana?" tanya Riku mulai was was.
"Kekeke… Cuma ada 1 kemungkinan!" Hiruma mengeluarkan seringai buaya itu lagi. "Kalian turun napa sih!!? Berat tau!!" serunya kesal. Jadi Sakuraba, Riku dan Kakei yang keenakan digendong langsung turun dengan buru-buru.
"Okay… jadi sekarang kita mau kemana?" Sakuraba bertanya ketika mereka sudah berlari kembali kearah pusat rencana Hiruma.
"Kekeke… sekarang kita kearah orang yang mau kita kalahin~" jawab Hiruma bangga. Dia melihat targetnya didepan sana. "YAITU MEMBUNUH CEWE SIALAN YANG MEMBUAT KITA TERPERANGKAP DISINI!!!!!" kemudian dia mengeluarkan semua pistol dan bazooka yang dimilikinya dan mengarahkannya ke Cosmos yang berdiri tidak jauh darisana.
"KYAAA!!!!!" jerit Cosmos kaget. Buru-buru Kakei dan Akaba menahan Hiruma.
"Maap mba! Salah orang!! Maklum nih orang matanya udah kereyepan gara-gara kerjanya online depan laptop mulu!!" Kakei nyengir salting kearah Cosmos yang masih shock sambil memegang tangan kiri Hiruma yang megang ribuan handgun, magnum dan shotgun sementara Akaba menahan tangan kanan Hiruma yang megang 3 bazooka dan 1 rocket launcher.
Mereka menyeret Hiruma pergi darisana. "Lo gimana sih??! Ga ngerti nih saking jeniusnya lo jadi bego banget apa gimana! Tapi udah jelas-jelas dimana-mana kalo yang jahat dikalahin baru tamat gamenya!! Fuuh…" kata Akaba kesal. "Lagian lo bilang di rencana lo itu kita bakal ngalahin bos para penjahat! Artinya lo salah nyerang en ga ngerti ucapan lo sendiri apa gimana!!?"
"Hiruma… saraf otakmu terputus ya gara-gara kelamaan liat cewe-cewe cantik en sekseh disini lebih dari Anezaki?" tanya Sakuraba.
Hiruma melepaskan diri dari kedua orang yang masih memeganginya. "Menurut gue, cewe-cewe itu ga menarik! Soalnya mereka udah tante-tante!" katanya. "Lagian gue bener koq! Nyerang bos para penjahat!!"
"Bener darimana!!? Yang lo serang itu Cosmos!! Bosnya para jagoan!!" Riku menunjuk Cosmos histeris.
"Eh, dengerin gue en pikirin dengan logika. Yang bikin mereka kejebak disini tuh siapa? Tuh cewe! Demi menjaga kedamaian Narration dia ngesummon jagoan-jagoan dari tiap game FF! Chaos Cuma ngerasa terancam gara-gara dia punya tentara yang kuat jadi dia ikut-ikutan nyummon para penjahat! Coba kalo Cosmos coba melindungi Narration dengan kekuatannya sendiri, pasti saat ini mereka lagi berbahagia didunia masing-masing!" jelas Hiruma Panjang lebar.
"Dipikir-pikir… bener juga sih…" Kakei manggut-manggut setuju. Akaba juga ikutan.
"Tapi ini kan gara-gara Chaos! Kalo dia ga muncul pasti Cosmos ga bakal nyummon para jagoan! Chaos terlalu kuat buat dikalahin dia sendiri!" Sakuraba masih membela Cosmos.
"Nah~itu lagi! Coba Cosmos ga segitu lemahnya en mencoba melawan Chaos dengan kekuatan sendiri dengan pantang menyerah! Kalo kalah, ya latian ulang en tantang dia lagi! Susah banget sih! Itulah orang yang ga mau berjuang dengan kekuatan sendiri!! Kaya kita nih, lawan Shinryuuji aja menang padahal mereka dijulukin Dewa Kanto!!" lagi-lagi Hiruma menjelaskan dengan logika.
"Iya ya…" Sakuraba mulai teracuni juga.
"Sebenernya kalian berdua salah," celetuk Riku tiba-tiba. "Yang salah tuh Square Enixnya. Kenapa menciptakan tokoh lemah kaya gitu? Coba mereka bikin game yang tokohnya kuat, pasti kita ga kejebak disini!" katanya.
"Lah kalo tokohnya udah kuat darisananya en ga lemah gamenya ga jadi dibuat atuh, ujang!" kata Sakuraba sebal. "Udahlah! Emang udah diclaim darisananya kalo yang jahat tuh si Chaos! Jadi kita ikutin story linenya aja, ok!?" dia beralih kembali pada Hiruma.
Hiruma mengerucutkan bibirnya sebal. "Yaudah." Kemudian dengan cepat dia membidik Chaos dengan rocket launchernya dan kena telak.
CIUUUUUNNNGGG…(bunyi peluru rocket launcher meluncur kearah Chaos)
DUAAAAAAAAAAAAAAARRR!!!!!!!!!!(pelurunya mengenai sasaran dengan sukses)
Semua yang ada disitu langsung bengong dan ga bisa ngomong apa-apa. Mereka perlahan-lahan menoleh kearah Hiruma. Bahkan para pengembara juga ga bisa ngomong apa-apa dan Cuma menatap Hiruma dengan ga percaya. Tiba-tiba sebuah terowongan dimensi ruang dan waktu terbuka dibelakang mereka.
"Ahaaa! Ini dia tumpangan kita!!" seru Hiruma girang sambil menyambar Riku dan Sakuraba lagi. Akaba yang melihat tindakannya ikut-ikutan menyambar Kakei yang cengo ditempat.
"Adios semuanya!! Sampe ketemu lagi di game kalian selanjutnya!!!"
"Kita bakal maenin game kalian dari awal sampe tamat, ok ok!!?"
"Thanks atas kebaikan kalian mau nerima kita disini! See you next time aja yah!!"
"Sayonara en gud bai!! Ai jast wanne sei teng kyu geto loh!!"
"Makasih ya semuanya!! I'll miss you all pastinya!!!"
Kemudian mereka menghilang tertelan terowongan itu. Terowongan itu juga langsung tertutup begitu kepala Kakei yang paling terakhir masuk menghilang. Para tokoh masih cengo.
"Err… yang barusan tuh apa?" Tidus memecah keheningan.
"Jadi ceritanya tamat nih??" mereka semua bertatapan dengan pandangan berbeda-beda.
***
Diterowongan…
"Ahh~! Akhirnya kita balik kedunia kita!" kata Riku lega. "Aku ga sabar pengen megang bola lagi…" dia berangan-angan.
"Siapa bilang?" ujar Hiruma. Semua menatapnya dengan pandangan ga percaya. "Kemungkinan kita langsung balik kedunia kita Cuma 0,2 %. Sisanya kemungkinan besar kita bakal nyasar kedunia laen lagi dan harus mencari terowongan yang tepat buat balik kedunia kita." Jelasnya sabar.
"What!? Jadi bakal ada pertarungan en penjelajahan kaya tadi lagi!!? Aish…" Sakuraba menundukkan kepalanya cape.
"Yaudahlah… lumayan buat nambah pengalaman kita… ga rugi juga kan? Kita jadi penjelajah game pertama di Eyeshield 21." Hibur Kakei tanpa semangat.
"Tsk. Kalau begini kapan aku bisa maen piano lagi?" Akaba menggigit jarinya kesal. Dia melihat cahaya didepannya. "Fuuh… kelihatannya terowongan ini sudah berakhir. Aku melihat cahaya didepan sana."
***
Omake:
"…………………" Vanilla menatap layar PSPnya tanpa ekspresi. "Cc, cc! sini deh!" dia memanggil kakaknya yang berada disitu.
"Apaan?" tanya Gun n RoseS sebal soalnya digangguin pas dia lagi nyiramin kebon mawar penuh nyamuk miliknya.
"Emangnya cerita FF Dissidia kaya gini yah? Koq gajebo banget sih?"
"Hah? Emang kaya gimana? Coba sini gue liat!" Vanilla memberikan PSP padanya. Gun n RoseS menatap PSP itu dengan seksama. "Uuh… kayanya ada yang salah sama memorinya. Coba lo maenin ulang."
Finally… finally… FINALLY DISSIDIA FF TAMAD!!! AKU BAKAL LANJUT KE CHAPTER SELANJUTNYA DIMANA MEREKA TIBA DIDUNIA BARU!!! Chapter ini agak lebih Panjang dari biasanya. Thanks for read it! Review n feedback saia terima dengan senang hati!!^^
