Tittle : We're Alyaws Together, right? l part 3 l Finally I'm Conscious.
Guest Star : Yoon Bora -Sistar-
Minseok P.O.V
"Kim Minseok" terdengar suara Bora sonsaengnim dari depan, aku pun segera mendongakan wajahku kedepan.
"Ne sonsaengnim?" jawabku kaku, rasanya aku menjadi sangat asing ditempat ini, dan jujur aku mulai tak nyaman.
"Saya memberikan kamu izin untuk tidak mengerjakan-nya jika kamu merasa tertekan dengan tugas yang saya berikan." ucap Bora sonsaengnim sambil memandangku sendu.
Deg!
Aku ingin sekali mengembil izin itu, tapi aku merasa tidak adil untuk yang lain-nya, lagi pula bohong kalau aku tidak memiliki memori lama tentang appa dan eomma, sebenarnya aku hanya punya satu memori tentang appa dan eomma, yah, walaupun itu adalah ingatanku saat aku masih kecil.
"Gwaenchana, saya akan berusaha mengerjakan tugas itu" jawabku sedatar mungkin, sebenarnya aku sendiri tidak yakin dengan jawaban yang baru saja aku lontarkan barusan. Sementara Bora songsaenim hanya tersenyum.
"Baiklah sampai disini dulu pertemuan kita hari ini dan selamat libur natal jangan lupa tugas kalian dikumpul selepas liburan!" ucap Borasonsaengnim sambil tersenyum kepadaku, lalu berbalik dan keluar dari kelas ini.
Aku hanya tersenyum muram, ntah kenapa hatiku berkata kalau tugas ini pasti akan menguras emosiku dan membuatku tertekan.
Skip pulang sekolah.
Aku membereskan buku-buku dengan santai seperti biasa, aku selalu merapikannya sambil merenungi mata pelajaran yang ku pelajari hari ini, aku mengingat rumus-rumus kimia yang tadi diberi oleh Jong Dae sonsaengnim, mengingat tugas fisika yang tadi diberikan Ahn sonsaengnim dan aku mengingat tugas yang diberikan oleh Bora sonsaengnim saat pelajaran tadi.
"Tugas kalian cukup mudah saat ini, kalian cukup membuat cerita pengalaman yang paling berkesan dengan keluarga kalian.!"
Deg
Jantungku berpacu dengan sangat cepat, seketika itu juga rasanya aku merasa kalau aku benar-benar sendirian didunia ini.
"Minseok-ah, apa kau pulang denganku hari ini?" ucap Chanyeol sambil menepuk pundakku.
Lamunan ku pun mendadak terhenti saat aku mendapatkan goncangan kecil di bahuku. "Emh..."
"Tapi hari ini aku membawa motor" lanjut Chanyeol sambil tersenyum kecut. Aku terdiam, aku memang biasa pulang dengan Chanyeol jika mobilku sedang rusak dan Siwon dan Minho hyung tidak bisa menjemputku.
Tapi hari ini aku sangat ingin pulang sendiri, ntah kenapa aku ingin sendirian hari ini. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara menolak tolakan Chanyeol, aish.. jinjja, aku memang tidak pandai menolak.
"Emh,"
"Kajja, nanti aku terlalu sore sampai dirumah," belum sempat aku menjawab ajakannya Chanyeol langsung memotong ucapanku sambil menarik tanganku, aku hanya menurut dengan pasrah, aku memang tidak tegas.
Saat Chanyeol menarik tanganku, tiba-tiba aku merasa tangan kananku ada yang menarik, sekejap langkahku dan langkah Chanyeol terhenti, aku langsung menatap kebelakang, mencari tau siapa kira-kira yang menarik tanganku.
Sehun
Aku menatap Sehun diam, aku tak mengerti kenapa tiba-tiba Sehun menarik tanganku, setahuku Sehun jauh lebih suka jika aku pulang dengan Chanyeol atau Baekhyun ketimbang dengan Kai, jadi Sehun biasanya akan memukul kepala Kai jika Kai merengek-rengek minta aku pulang dengannya.
"Waeyo Sehun-ah?" Tanya Chanyeol memecah keheningan yang tiba-tiba terjadi.
"Chanyeol, hari ini Xiumin akan pulang denganku" ucap Sehun datar tanpa ekspresi seperti biasa. Aku hanya diam dan menatap Sehun tidak mengerti.
Author P.O.V
"Mwo!? Minseok tidak bilang padaku jika hari ini dia akan pulang denganmu Sehun?" tanya Chanyeol sambil memandang Sehun dengan satu alis terangkat keatas.
"Lagi pul... Ya! Oh Se Hoon! Aku belum selesai bicara!" teriak Chanyeol sambil memandang Sehun dan Minseok yang sudah berjalan lumayan jauh didepannya.
"Huh! Namja menyebalkan!" runtuk Chanyeol sambil mengercutkan bibirnya, sebenarnya Baekhyun ingin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Chanyeol yang sangat imut itu, tapi ntah kenapa Baekhyun ingin menjaga image-nya.
"Sudahlah, mungkin Sehun dan Minseok memang sudah ada janji, lagi pula Sehun kan teman kita sejak junior high school. Mana mungkin dia akan melakukan sesuatu yang buruk pada Minseok." ucap Kai kalem yang langsung disambut anggukan oleh Baekhyun sambil berjalan mendahului mereka berdua.
Refleks Chanyeol langsung berjalan berbarengan dengan Kai langsung mengejar Baekhyun dan meninggalkan kelas yang sekarang sudah benar-benar kosong.
.
Minseok dan Sehun jalan beriringan menuju halaman sekolah, Minseok masih tak mengerti mengapa Sehun menariknya secara tiba-tiba tadi, tapi kalau boleh jujur Minseok merasa tertolong.
Setidaknya dia nanti akan berpisah di belokan kedua di jalan pulang, karena dari situ jalan pulang kerumah-nya dan Sehun sudah berbeda, lagi pula sekarang Sehun tidak membawa kendaraan.
"Aku tau kau thedang tidak ingin pulang dengan Yotheob saat ini, makanya aku menarikmu dari Chanyeol" ucap Sehun membuka percakapan mereka tanpa memandang kearah Minseok sedikit pun.
"Bagai..." ucapan Minseok terhenti sambil menatap Sehun takjub, sebenarnya dari semua temannya menurut Minseok, Sehun-lah yang paling pengertian.
"Thederhana thaja, bukankah kau thudah menjadi Chingu-ku thejak junior high thchool?" ucap Sehun sambil tersenyum tipis kepada Minseok.
"Iya, juga ya, wajar jika kau tau apa yang aku rasakan" ucap Minseok dengan senyuman menerawang kedepan.
"Tapi kenapa yang lain kadang tidak peka seperti-mu ya Sehun?" gerutu Minseok pelan sambil mengehembuskan nafas kesal.
"Hahahaha... ya begitu lah Xiuminnie, nothing perfect perthon in the world" ucap Sehun sambil terkekeh kecil.
"Begitulah keadaan chingu-mu, dan yang haruth kau lakukan adalah menerima kekurangan mereka tanpa mengeluh" lanjut Sehun sambil tersenyum tipis kepada Minseok.
Minseok hanya diam tanpa menjawab ucapan Sehun, ntah kenapa rasanya sekarang Sehun lebih dewasa dari pada kemarin.
"Baiklah, digerbang nanti kita berpithah ya, aku ada thedikit urusan diluar thana, maaf aku tidak bitha menemanimu berjalan-jalan thore ini" kata Sehun sambil meng-acak-acak rambut coklat Minseok.
"Ya! Oh Se Hoon, aku ini namja! Bukan yeoja, jadi berhenti perlakukan aku seperti yeoja!" ucap Minseok ketus sambil menyingkirkan tangan Sehun dari kepalanya dan merapihkan sedikut rambutnya yang acak-acakan.
"Hahahahaha... habith wajahmu yeppo, theperti yeoja thaja, bahkan kau lebih yeppo dari yeoja pada umumnya" jawab Sehun dengan nada yang menyebalkan.
"Tsk! Dasar cadel menyebalkan.!" cibir Minseok jengkel. Sementara Sehun masih tertawa lepas disampingnya.
Ya, Sehun memang lebih rileks jika disamping teman-temannya, didepan anak-anak Sehun terkenal dingin, kasar dan ringan tangan,
Memang Sehun itu ringan tangan dan kasar, tapi dia adalah namja yang baik, saat dia sedang bersama Minseok, Baekhyun, Chanyeol dan Kai dia berubah jadi namja yang sering berbicara.
Mereka pun berjalan ber-iringan menuju gerbang sekolah, gerbang sudah tidak begitu ramai lagi, karena sudah banyak yang pulang dari tadi, tapi masih ada juga anak yang menunggu chingu mereka atau menunggu jemputan mereka digerbang sekolah..
Tiiiinn...
Tiiiinn...
Tiiiinn...
Sehun dan Minseok langsung melihat kearah sumber suara, tenyata Kai, Chanyeol dan Baekhyun yang mengklakson kepada mereka berdua.
"Aku duluan ya!" teriak Chanyeol dari balik helm nya dan langsung melesatkan motor sport hitamnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan mobil Kai dan Baekhyun di belakang-nya.
Baekhyun membuka kaca mobil dan melambai kepada Sehun dan Minseok lalu melempar senyum manis kepada kedua namja tersebut, sementara Minseok balas memberi senyum kepada Baekhyun dan Sehun pun melambai tanpa berbicara sepatah kata-pun.
"Minseok, Sehun aku duluan ya, kalian berhati-hatilah di jalan..." ucap Baekhyun pada mereka berdua. Minseok dan Sehun hanya menundukkan kepala mereka dan tersenyum,
"Kau juga berhati-hati lah Baekhyun, jangan ngebut-ngebut" ucap Sehun datar seperti biasa, dan Baekhyun pun hanya meng-angguk-anggukan kepalanya. Lalu menutup kaca mobilnya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kalian yakin mau berjalan saja? Tidak mau pulang denganku?" tanya Kai dari balik kaca mobil sportnya yang sudah terbuka setengah.
"Gomawo Kai-ah, tapi aku dan Xiuminnie jalan thaja. Kau pulang thaja lebih dahulu" tolak Sehun tenang dan datar.
"Kalian tidak punya rencana bersenang-senang tanpa aku kan?" tanya Kai menyelidiki.
"Tidak, aku dan Xiuminnie tidak punya rencana apapun thore ini" jawab Sehun kalem dan datar, sementara Minseok hanya diam disisi Sehun,
"Baguslah..." ucap Kai sambil meng-angguk-angguk mengerti dan melambaikan tangan kepada mereka dan langsung melesat pergi meninggalkan mereka berdua dan beberapa siswa lain yang masih menunggu di gerbang.
"Aku rasa hari ini aku berhutang banyak padamu Sehun..." ucap Minseok pelan sambil tersenyum lemah. Dia sudah sangat banyak dibantu hari ini oleh Sehun.
.
.
Minseok dan Sehun sudah berpisah sekarang, Minseok berjalan seorang diri di trotoar pinggir jalan sambil bersenandung kecil, dia berjalan sambil mendengar lagu dari iPod merah-nya dan berjalan santai dan sesekali nampak membenarkan letak syalnya yang agak miring, sudah lama sekali dia tidak jalan sore-sore begini.
Bughhh...
"Aw..." ringis Minseok saat dia merasakan sesuatu yang kasar dan sangat keras mengenai keningnya dan bahkan dia sampai terjatuh, dan rasanya sakit sakali, seketika itu juga kepala Minseok terasa berputar-putar.
"Kyaaaa... gwanchanayo hyungie?" terdengar suara seorang anak laki-laki dari arah belakang Minseok,
"Ne Nde, gwanchana" jawab Minseok sekena-nya dia tidak memperhatikan siapa yang meminta maaf kepadanya tapi dia sibuk mengelus-ngelus keningnya yang memar.
"Hiks.. mianhae hyungie~" lanjutnya lagi dan tiba-tiba ada yang memegang lengannya kiri Minseok dengan gemetaran.
Kegiatan Minseok terhenti seketika saat itu juga, dia pun langsung memandang siapa yang memegang lengan kirinya,
Lalu nampaklah seorang anak kecil sedang memandangnya dengan mata berkaca-kaca. Sepertinya merasa sangat bersalah.
"Hyungie~ mian, yuchan ga cengaja, maaf ya hyungie~" ucap anak itu terbata-bata, Minseok menatap anak itu diam, rasanya anak ini wajahnya mirip dengan seseorang yang sangat dia kenal, tapi dia tidak ingat siapa itu.
"Nan gwanchana Yuchan, hyungie ga apa-apa kok" jawab Minseok sambil terseyum dan membelai kepala Yuchan lembut lalu Minseok pun menyeka air mata yuchan yang baru saja terjatuh dari bola mata hitam nan imutnya.
"Ige, lain kali yuchan hati-hati ya kalau bermain fresbee." ucap seseorang dari arah belakang, spontan Minseok dan yuchan pun segera menghadap kebelakang.
Minseok P.O.V
"Minho-hyung?" gumamku tak yakin, bagaimana mungkin Minho hyung bisa ada disini? Lagi pula namja yang sedang berdiri sambil memegang bola itu memakai masker dan aku tak begitu yakin itu Minho-hyung atau bukan, karena kepalaku sedang berputar-putar sekarang dan pandangan-ku tidak fokus.
'Ah~ pantas saja sakit sekali, fresbee ternyata' batinku saat aku melihat fresbee yang dibawa oleh namja itu. aku pun kembali menundukan kepalaku dan juga kembali mengelus-ngelus keningku yang memar.
"Gomawo hyung," ucap Yuchan sambil mengambil fresbee itu dari tangan namja itu, aku mendongakan kepalaku keatas memastikan siapa namja ini.
Memalukan sekali bukan kalau ternyata orang yang kupikir hyung-ku ternyata adalah orang lain.
"Cheonma" jawab namja itu singkat dan aku mendongak-kan kepalaku keatas setelah aku rasa mataku sudah mulai fokus kembali.
Ah... tenyata dia memang minho hyung aku pun mulai binggung, bagaimana mungkin minho hyung ada disini?
"Hyungie~ jeongmal mianhae" ucap yuchan sekali lagi kepadaku, aish! aku kan sudah memaafkannya, aku rasa, rasa bersalahnya terlalu besar untuk anak seumurannya.
"Nde, yunchan, hyung maafin, lain kali hati hati ya yuchan" kataku mencoba bersabar.
"Ne! Gomawo hyung" ucap Yuchan girang sambil nyengir dan langsung berlari meninggalkan aku dan Minho hyung. Akhirnya dia pergi juga..
"Mau sampai kapan duduk ditanah seperti itu?" tiba-tiba Minho hyung menekan kepalaku sampai tertunduk dan mengacak-acak rambut coklat.
Dia memperlakukanku sama saat aku kecil dulu, tiap kali aku terjatuh pasti Minho Hyung melakukan ini kepadaku dan setelah itu Siwon hyung pasti akan menggendongku di punggungnya.
"Hyung, aku sudah besar, berhenti melakukan itu kepadaku!" ucap ku setengah mendengus huh! Dasar hyung menyebalkan
Lantas aku pun langsung berdiri dan mebersihkan celana seragamku yang kotor, untung saja besok libur Natal, kalau tidak, mungkin malam ini aku harus kerumah Baekhyun untuk meminjam baju cadangannya atau mungkin mengobrak-abrik lemari pakaianku untuk mencari satu stel seragam ini lagi.
"Ngomong-ngomong sedang apa hyung disini? Memangnya tidak ada jadwal hari ini?" ucapku membuka pembicaraan.
"Ah, itu, sebenarnya ada, ada penawaran pemotret-an tapi untuk hari ini tapi hyung tolak" jawab Minho hyung dengan tampang watados.
Mwo? Menolak pemotrat-an? Tidak salah? Memangnnya artis boleh menolak pemotretan seperti itu?
"Memangnya nya boleh menolak pemotret-an seperti itu hyung?" tanyaku dengan sebelah alis terangkat,
"Tidak" jawabnya kalem
"Jadi?"
"Tidak jadi apa-apa"
"Aish! Jinjja!"
"Sudahlah! Kajja"
"Huh? Kemana?"
"Tentu saja pulang babo!?"
"Ya! Jangan panggil aku babo hyung jelek!"
"Kau juga memanggilku jelek!? Jelas-jelas aku tampan begini!"
"Terserah hyung saja lah"
Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung pergi dari tempat hyung berdiri. Aku berjalan pelan aku merasakan kepalaku sedikit berputar-putar.
"Ya! Kau mau kemana? Kajja, waktuku tidak banyak!" teriak Minho hyung sambil menarik tanganku dan menyeretku ke mobilnya, aish! Jinjja, hyung yang menyebalkan! Kepalaku makin sakit karenanya.
Sampai di mobil dia tidak memakai seftbelt-nya tapi langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Aku menyenderkan punggungku ke-jok mobil dan mulai me-rilekskan tubuhku, tapi ada satu yang ganjil, tadi rasanya aku memandang toko ice cream yang berarah berlawanan dengan apatermenku dan hyung,
Aku pun kembali duduk dengan keadaan tegak, aku mendongakan kepalaku kebelakang menatap toko ice cream yang sudah terlewat tadi untuk meyakinkan diriku sendiri.
"Hyung, sebenarnya kita ini mau kemana?" tanyaku sambil tetap menatap toko ice cream yang mulai menghilang disudut mataku.
"Ke toko bunga" jawab Minho hyung singkat dan pelan tanpa mengalihkan padangannya dari jalanan. Aku melihatnya, aku merasa ada sorot kesedihan dimata Minho hyung.
Aku memilih diam sepanjang perjalanan, ntah kenapa rasanya aku takut mengajak hyung bicara, sorot matanya mengatakan kalau dia sedang tidak ingin bicara.
Sampai akhirnya aku sampai di toko bunga, Minho hyung memarkirkan mobilnya dan mulai memakai peralatannya, sementara aku hanya memandangnya, kadang-kadang aku berfikir, menjadi idol tidaklah enak sama sekali.
Merepotkan! Itu menurutku jika sedang melihat Siwon hyung atau Minho hyung sedang mempersiapkan penyamarannya.
"Sudahkah?" tanyaku sedikit binggung, minho hyung hanya memakai topi kupluk dari sweeter tipis berwarna hitam, dengan kacamata hitam, biasanya dia pasti memakai masker dan hodie.
"Nde, Kajja, kita tidak memiliki banyak waktu" ucapnya singkat, dengan sigap Minho hyung turun dari mobil, aku pun segera turun dan menutup pintu mobil hyung, dan berjalan mengejarnya.
Kriiiing...
Bunyi lonceng yang dipasang didepan pintu toko bunga berbunyi, aku dan hyung sudah masuk kedalam toko bunga itu.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" ujar nonna penjaga toko ini ramah, aku memandang ruangannya sekeliling yang penuh dengan bunga dan sinar matahari senja tanpa memperhatikan pertanyaan penjaga toko itu.
"Nde, aku mau masing-masing dua rangkai bunga Lily putih dan Tulip putih." jawab Minho hyung singkat
"Baiklah tunggu sebentar ya tuan" jawab nonna penjaga toko sambil tersenyum dan langsung berjalan kearah belakang counter kasir.
"Hyung, bunga-bunga itu untuk siapa sih?" tanyaku penasaran, karena baik aku, Siwon dan Minho hyung bukanlah pencinta bunga seperti itu, lagi pula yang di minta hyung itu bunga rangkai-an, bukan tanaman yang bisa ditaman di pot.
"Untuk seseorang Minseok-ah," jawab Minho hyung singkat tanpa memandangku, aish menyebalkan sekali.
"Lalu kenapa kau memesan dua rangkai masing-masing?" lanjutku bertanya, jujur aku binggung sekali untuk apa Minho hyung membeli bunga sebanyak itu.
"Untuk kau dan aku bawa masing-masing satu pasang, dan bunga-bunga itu akan diberikan masing-masing sepasang kepada dua orang" jawab Minho hyung panjang lebar,
Baiklah aku mengerti, tapi siapa orang yang maksud Minho hyung? Maksudku Ini terlalu sore untuk datang berkunjung kerumah seseorang, dan terlalu siang untuk jamuan makan malam.
"Untu..."
"Mianhae lama tuan, ini pesanan anda" ucapan ku terpotong karena tiba-tiba nonna penjaga toko tadi datang dengan membawa satu keranjang yang cukup besar yang aku yakin berisi bunga-bunga yang dipesan oleh hyung.
"Ne, gamsahamida, berapa semua totalnya agashii?" ujar Minho hyung setelah menerima keranjang itu dan meletakannya dilantai disamping kakinya.
"Semua totalnya jadi 15 ribu won tuan" ucap nonna penjaga toko setelah sedikit menghitung dikomputer kecil dimeja kasir, hyung pun langsung menyerahkan beberapa lembar uang dan menerima kembaliannya dan sebuah struc pembelian.
Lalu nonna itu menundukan kepalanya dan spontan aku dan hyung juga menundukan kepala kami dan segera berjalan keluar toko tersebut.
Aku langsung menyambar keranjang bunga ditangan hyung dan berjalan menuju bagasi mobil dibelakang, sementara aku berjalan kebelakang, hyung sendiri langsung masuk kemobil dan memencet tombol membuka bagasi.
Dengan cepat dan hati-hati aku memasukan keranjang berisi bunga-bunga ke bagasi mobil lalu segera menutup bagasi dan berjalan menuju pintu disamping kemudi.
Ketika aku masuk kedalam mobil aku sudah melihat hyung dengan baju normalnya. Kemeja hitamnya tanpa kacamata dan sweeter tadi.
Baru saja aku menutup pintuku tiba-tiba kunci pintu sudah terpasang otomatis dan mobil langsung berjalan, duduk dengan benar saja aku belum!
"Hyung, sebenarnya kita mau kemana?" tanyaku kepada Minho hyung, aku menunggu jawaban Minho hyung, tapi sepertinya aku tidak mendapat jawaban yang aku inginkan. Karena Minho hyung diam saja dari tadi.
Akhirnya aku pun terdiam, satu hal yang aku tau, ternyata tempat yang hyung tuju itu cukup jauh, karena aku melihat matahari sudah nulai condong kebarat tapi mobil hyung belum menunjukan tanda-tanda akan berhenti.
Lama-lama aku merasa mengantuk juga, aku merasa bosan dan lelah, biasanya jam segini aku sedang di-apaterman baru selesai mandi dan bersiap untuk membuat makan malam.
Sesekali aku menguap sambil mengerjap-ngerjapkan mataku dan akhirnya mataku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, tapi sekali lagi aku mencoba menahan kantuk yang aku rasakan,
Aish, jinjja, aku sudah tidak kuat lagi, "Hyung apa masih jauh.? Aku lelah sekali" tanyaku sambil menguap cukup lebar aku rasa.
Lagi-lagi hyung diam nampak tak memperhatikanku. "Aish, aku mengantuk sekali" ucapku dengan suara yang cukup pelan, akhirnya aku benar-benar menyerah dan jatuh tertidur
Minho P.O.V
"Aish, aku mengantuk sekali" sayup sayup aku mendengar suara pelan, aku pun memperlambat laju mobil yang kukendarai.
"Nde, tidurlah" ucapku tanpa menatap wajah anak itu. Aku pun segera memarkirkan mobilku dipinggir jalan dan mengambil selimut yang biasa di pakai Taemin jika sedang naik mobilku. Dengan hati-hati aku menyelimuti Minseok yang sedang tertidur.
"Aku tau kau pasti lelah sekarang, kau pasti lelah dengan berpura-pura tidak apa-apa, kau pasti lelah dengan menganggap semua akan baik-baik saja" lanjutku sambil mengelus lembut rambut coklat namja ini,
"Minseokkie, hyung harap kau bisa kembali jadi Minseokkie hyung yang dulu, yang selalu bersikap manja dan selalu ingin tau"
"Kau tau. Hyung merindukan kau yang dulu..." ucapku pelan sambil memandang kedepan dan membayangkan betawa rewel dan manjanya dulu namja disisinya ini.
Aku mulai melajukan kembali mobilku dengan kecepatan yang sedang. Lalu aku melirik arloji di pergelangan tanganku.
16:38
Aish! Aku harus cepat, kita harus sampai sebelum gelap. Dan aku mulai menambah kecepatan mobilku untung sekarang jalanan masih sepi, karena belum jam pulang kantor, jadi aku bisa lebih cepat sampai di pemakaman.
Beberapa menit kemudian aku memandang sebuah gerbang berwarna hijau, aku meliriknya tulisan di gerbang itu.
Pemakaman Umum Seoul
"Haaaah..." aku menarik nafas panjang dan membuangnya dengan berat, dan kembali menginjak pedal gas dimobil ku dan melajukanya menuju dua buah pusara tempat sepasang suami-istri dimakam-kan.
Author P.O.V
Tak lama sampai dipemakaman, Minho memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, dia terdiam sesaat di jok tempatnya duduk, sementara Minseok masih tidur di sampingnya.
Minho mengedarkan pandang-annya kearah makam di sisi kanam mobilnya, "Salah satu dari makam-makam ini, adalah makam Kim ajjhumma dan ajjhussi" ujarnya sambil tersenyum miris.
Minho langsung memandang namja yang sedang tertidur di sisinya, dia memandang betapa manis dan imutnya anak yang sudah dianggapnya seperti dongsaengnya sendiri.
Di-benaknya Minho langsung meng-ingat alasan mengapa ia mati-matian menolak pemotret-an hari ini.
Minho P.O.V
#Flashback
"Minho, hari ini dearberry ingin kau menjadi model iklan terbarunya, hari ini SHINee kan sedang free, jadi menurutku tak masalah jika kau menerima tawaran iklan ini kan? Hanya pemotretan kok, bukan syuting." tiba-tiba ada suara dari belakang kursiku, aku pun menoleh kebelakang dan melihat hyung menager berjalan kearah ku.
"Emh... memang jam berapa pemotrat-an itu dimulai?" tanyaku kepada menager hyung.
"Sekitar pukul 16:00, mungkin akan selesai pukul 19:00" jawab menager hyung sambil mengotak-atik Tab di tangannya.
Akupun langsung melirik arloji yang kugunakan di lengan kanan-ku 15:40 berarti 20 menit lagi pemortretan-nya akan dimulai.
Dan aku sedang tidak lelah ataupun badmood, jadi aku pikir tak ada salahnya menerima tawaran mendadak Dearberry ini.
"Ba..."
Drttt... Drrrttt... Drrrrtttt...
Ucapanku tadi terhenti karena aku merasakan iPhone-ku bergetar disaku celanaku.
"Chankkaman," ucapku singkat dan segera menjawab panggilan diiPhone-ku dan berjalan menjauh dari hyung manager.
"Yeoboseyo?" ucapku memulai percakapan
"Yeoboseyo,Yoon Bora imnida, apa benar ini Choi Minho wali dari Kim Minseok?"
"Nde, benar, maaf anda siapa ya?"
"Ah, mian, saya Yoon Bora, Wali kelas Kim Minseok"
"Ah, sonsaengnim, ada apa ya, sampai menelpon?"
"Emh, bagaimana ya memulainya.."
Dia terdiam sesaat. Aish jinjja, bagaimana sih Bora sonsaengnim ini, masa dia tidak bisa merangakai kalimat untuk berbicara dengan wali murid
"Tadi saya memberikan tugas simple past dikelas, tugas mengarang bebas tentang pengalaman bersama keluarga"
Aku terdiam mendengarkan ucapan sonsaengnim tadi, seketika aku mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Dan tadi saya sempat melihat Kim Minseok menangis, ah, maksud saya dia tanpa sengaja menitikan airmatanya"
aku tertegun mengengar penuturan sonsaengnim barusan, Minseok menangis? Ada apa dengannya? Apa dia masih mengingat-ingat tetang Junsu ajjhuma dan Yoochun Ajjushi?
"Yeoboseyo?" lanjut Bora sonsaengnim, dan itu menyadarkanku dari pikiranku.
"Ah, nde, mianhae sonsaengnim," ucapku sambil memijit-mijit pelan keningku.
"Ya, saya hanya ingin anda menemani-nya saat ini, ntah kenapa saya merasa ini pasti saat yang berat untuknya."
"Iya, saya mengerti, terima kasih untuk pemberitahuan-nya"
"Nde, terima kasih untuk pengertian anda annyeong.."
"Nado, annyeong..."
Hubungan line telphone pun terputus, aku mengehela nafas kasar, aku jadi binggung apa yang akan aku lakukan.
"Siapa yang menelpon mu tadi Minho?" tanya manager kepadaku
"Sonsaengnim Minseok di sekolah, mian hyung aku tidak bisa menerima tawaran dari Dearberry, sampaikan permintaan maafku kepada pihak mereka." jawabku sambil memasukan iPhone-ku kesaku celanaku dan mengambil kunci mobil dari mejaku.
Tanpa berkata apa-pun aku langsung pergi mengingalkan ruangan ini, sayup sayup aku mendengar suara manager hyung memanggil namaku.
Tapi aku tidak peduli, aku harus jemput Minseok sekarang. Aku pun berjalan dengan cepat kearah lapangan parkir gedung SM entertainment dan langsung memacu mobilku secepat mungkin.
#End of Flashback
Author P.O.V
"Ngggg~" tiba-tiba Minseok mengeliat dan menyadarkan Minho dari lamunan-nya. Akhirnya Minho pun mengehela nafas dan mengehembuskan-nya secara berlahan.
"Allright, it's the time Minho." ucap Minho pelan namun yakin, Minho mengatakan ini hanya untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Haaaah..." Minho menarik nafas panjang dan membuangnya dengan berat, "Fighting!" ucapnya pelan sambil meninju udara didepannya.
"Minseok-ah, Minseok-ah ireonayo.." ujar Minho sambil menepuk-nepuk pelan pipi gempal Minseok.
"Nggggg~" Minseok hanya mengeliat pelan sambil meregangkan tangannya keatas, dan membuka sedikit matanya.
Tak lama ia pun membuka matanya dan menatap Minho aneh, dan mulai menyadari dimana dia sekarang.
'pemakaman?'
"Hyung, apa yang kita lakukan disini?" Tanya Minseok sambil melihat sekelilingnya, seketika wajah Minseok jadi pucat pasi dan keringat dingin pun mengalir dengan deras dipelipisnya.
"Bukankah kau bilang kita mau menemui seseorang?" tanya Minseok lagi dengan suara parau. Dia sangat membenci tempat ini, disini lah tempat dimana ia tidak bisa bersama orang tuanya lagi.
Mendengar suara Minseok yang menjadi parau Minho pun hanya tersenyum pahit. "Mianhae Minseok-ah, hyung memeng akan menemui seseorang, tapi orang tersebut sudah tiada." akhirnya Minho menjawab pertanyaan Minseok, sementara Minseok sudah berdiri kaku di jok-nya.
'Apa maksud Minho hyung itu eomma dan appa?' batin Minseok sambil menahan gejolak di dalam dadanya ia ingin sekali lari dari sini.
"Hyung tau tentang tugas mengarang bebas yang diberikan oleh Bora sonsaengnim..." ucapan Minho terhenti, dia nampak sedang menimbang-nimbang sesuatu.
Sontak hal itu membuat Minseok semakin pucat. Dia bertanya-tanya dari mana Minho hyung tau hal itu.
"Kau tidak perlu tau aku tau dari mana soal tugas bahasa inggris-mu ini" jawab Minho seakan-akan dia bisa membaca pikiran Minseok.
"Jadi..." ucap Minseok pelan.
"Hyung akan membantumu mengerjakan tugas itu!" ucap Minho yakin, dan seketika itu Minseok tertegun mendengarnya.
"Bukankah hyung dan Siwon hyung sudah menjadi keluarga-mu sejak kau Senior High School, bahkan Sehun, Chanyeol dan Kai sudah sejak JHS?" lanjut Minho sambil tersenyum manis.
Minseok terdiam mendengarnya, dia merasa sangat bodoh sekarang, Minho benar, kenapa dia selalu merasa kesepihan selama ini, kenapa dia selalu merasa sebatang kara selama ini, bukankah sudah ada Kai, Sehun, Baekhyun, bahkan Minho dan Siwon, yang selalu menyayanginya, selalu ada untuknya.
Sekarang matanya berkaca-kaca rasanya ingin sekali menangis sekarang, tapi mati-matian dia menahannya, dia ingin berteriak dengan kencang, betapa bodohnya dia selama ini, dia tidak menyadari keberadaan keluarganya yang baru.
"Kim Minseok Pabbo!" umpat Minseok pelan sambil mengangkat kepalanya kearah langit-langit mobil dan menutup matanya dengan pergelangan tangannya.
Dan Minho yakin dia melihat beberapa tetes airmata jatuh dari mata yang tertutup itu, lantas Minho pun tersenyum dan mengambil beberapa lembar tissue dari dashbor dengan lembut ia mengangkat tangan Minseok yang menutupi matanya dan segera menghapus airmata itu dan membersihkan sisa-sisa jejaknya dipipi mulus Minseok.
Tangis Minseok semakin keras karena perlakukan Minho padanya, dia sangat bodoh karena dia egois, dia tidak peka dan benar-benar kekanakan, melihat Minseok yang masih terus menangis Minho pun segera memeluk dongsaeng-nya yang manis ini, dan membiarkan airmatanya membasahi kemejanya.
Sudah cukup lama Minseok menagis, dan Minho hanya mengelus-ngelus pucuk kepala namja manis itu, dan sekarang tangis Minseok sudah reda, tapi Minho masih terus mengelus-ngelus pucuk kepalanya.
"Minseok." panggil Minho pelan setelah Minseok tenang,
"Hmmm.. " Minseok hanya bergumam karena lelah menangis sedari tadi.
"Hyung ingin kau melupakan masa lalu,"
"..." Minseok langsung mengangkat kepalanya dan memandang Minho dengan tatapan kecewa.
"Bukan melupakan appa dan eomma-mu, tapi masa kelam-mu saat mereka meninggal"
"..."
"Sudah waktunya kau Move Minseok. Sudah waktunya kau memandang kedua hyungmu ini sebagai keluarga-mu."
"..."
"Dan sudah waktunya kau ucapkan selamat tinggal pada bayangan appa dan eomma-mu yang selalu menghantui-mu.!" ucap Minho tegas.
Minseok terdiam beberapa saat, dia mengerti apa yang dimaksud oleh hyungnya ini. Dia paham betul tentang memandang kedua hyungnya sebagai keluarga.
"Arrachi hyung, aku mengerti." jawab Minseok akhirnya, dia tau, sudah waktunya dia melepas bayangan eomma dan appanya dari hatinya.
Minseok tersenyum lemah pada Minho dan mengangguk berlahan. Minho pun tersenyum melihat reaksi Minseok.
"Kajja, waktu kita tidak lah banyak.." ucap Minho akhirnya.
Minho kembali memakai pakaian ribetnya sementara Minseok keluar dari mobil dan mengambil keranjang berisi bunga-bunga tadi dari dalam bagasi.
Setelahnya mereka pun berjalan ber-iringan menuju makam yang kedua orangtua Minseok.
"Annyeonghaseo Kim ajjhumma, Kim ajjusshi" ucap Minho sambil menunduk-kan kepalanya sesampainya didepan dua buah pusara yang bersampingan.
"Annyeonghaseo eomma, appa." ucap Minseok datar dan mengikuti Minho menunduk-kan kepalanya kearah makam kedua orang tuanya.
Lalu mereka meletakan kedua bunga itu secara bergantian di kedua makam itu. Dan mulai berdoa, Minho berharap setelah melakukan hal ini, Minseok bisa menjadi Minseok yang dulu.
Setelah selesai berdoa, mereka pun mulai beranjak untuk pulang, dan wajah Minseok pun terlihat lebih lega.
"Eomma, appa, doakan Minnie disini ya, mianhaeyo eomma, appa selama ini Minnie egois karena hanya memikirkan diri Minnie saja, sampai-sampai Minnie tidak pernah berkunjung kesini lagi." ucap Minseok dengan nada sedih wajahnya terlihat mendung dan matanya sudah berkaca-kaca.
"Mianhae eomma, appa, selama ini Minnie kekanakan dan tidak peka, tapi sekarang Minnie mau berubah eomma, appa. Minnie harap eomma dan appa mau mendoakan Minnie" ujar Minseok lebih ceria. Dia sudah mulai kembali menjadi dia yang dulu.
Dan Minho tersenyum melihat dongsaeng manisnya sudah kembali berbicara dengan nada ceria seperti dulu.
"Hyung yakin Kim ajjhumma dan Kim ajjhussi pasti selalu mendoakan dan memperhatikanmu dari surga" jawab Minho lembut sambil tersenyum manis, dan menepuk bahu Minseok.
"Kajja, nanti terlalu malam kita sampai di apatermen" Lanjut Minho sambil menarik tangan Minseok.
"Umh.." jawab Minseok sambil menganguk-kan kepalanya semangat
"Eomma, appa aku dan Minho hyung pulang dulu nde, annyeong eomma appa"
"Annyeong Ajjhuma, Ajjushi"
Lalu mereka pun berjalan ber-iringan menuju mobil Minho yang terparkir tak jauh dari makam itu.
Saat mereka sudah sampai dimobil Minho segera menjalankan mobilnya menjauhi pemakaman itu, dan segera menuju rumah mereka. Rumah keluarga kecilnya walau tanpa sosok appa dan eomma dikeluarga itu, hanya ada dia, Siwon hyungnya dan Minseok adik kecilnya.
- TBC
Minho : Akhirnya selesai juga.. hah..
Luhan : MINHO HYUNG APA YANG KAU LAKUKAN PADA NAE BAOZI!? *tandukRusaKeluar*
Minho : Berhentilah teriak Lu, itu hanya tuntutan skrip! *angkat skrip didepan muka lulu*
Luhan : Baozi! kenapa kau mau saja dipeluk oleh minho hyung eoh!? huks, bahkan dicerita ini aku belum memelukmu baozi! hueeee~
Minseok : Itu hanya tuntuan skrip Lu, *pukpuk lulu*
Minho : tapi Minseok enak sekali dipeluk eoh, lembut dan empuk~ kekekeke~ *tawa iblis
Luhan : WHAT THE F*CK! ASDFGHJKL-
Minho dan Luhan : *AduMulut* *MainTendang* *gulingGulinganDiLantai*
Tao : TUH KAN TAO BELOM KELUAR JUGA! HUEEEEEEEE~ TAO BENCI JEJE! *cekek author*
Author : Le.. Lepashhh.. gue ba.. bakarhh nih semua pa.. pandaaahh loo
Tao : Hueeeeeee~ gege, dia mau bakar semua panda Tao geee~
Sehun : Thabar ne Tao-ie bntar lagi Tao-ie juga keluar kok, thabar nde..
Minseok : Lulu, Minho hyung berhentilah bertengkar, ayo kita baca skrip buat chapter berikutnya...
Minho : Baiklah~ skrip berikutnya adalaaahhh..
Luhan : VACATION! Yeyyy aku sebentar lagi keluarrrrr~ yuhuuuu
Kai : waaahh chapter berikutnya banyak dong guest starnya? asyiikkk~
Kris : iya sebentar lagi aku dan tao keluar ya? humm.. yasudahlah, kajja kita kekedai ice cream saja baby, gege traktir ne baby *pergI*
Chanyeol : aku tidak sabar! aku sudah tidak sabaaaarrrr~
Kai : Aku jugaaaa~
Baekhyun : Kalian berisik sekali!
Minseok : Kalau begitu sampai jumpa di chapter berikutnya chingudeul~
Sehun : Ya ya ya, jangan lupa review ne, ato engga Thehunnie ngambek nih ga mau baca thkrip lagi *buing buing*
Kai : Hun, yang benar skrip,
Sehun : Thkrip, aku sudah mengatakannya dengan benar
Luhan : Skrip, gunakan S hun, katakan S
Sehun : Thkrip, eth... eth..
Luhan : yang benar S bukan eth.
Sehun : HUEEEEEE~ XIUMINNIE HYUNG THEHUNNIE DIBULLY THAMA LULU HYUNG DAN KKAMJONG! HUEEEEEE~
Minseok : Kau! *tandukKeluar
Luhan dan Kai : Huaaaaa~ ampuunn baoziiii *lari*
Minho : Hah, sehunnie memang sangat ooc kalau di fic dengan di behine the scenes, okay sampai jumpa di chapter depan semuaaaa~ annyeonggg!
-Mind to review.?
