Character : Masashi Kishimoto

Story : Kiyoko Arai (dengan beberapa penambahan dan perubahan)

.

Chapter 4 "Notice Me" - ONESHOOT (05.02.2016)

Ino Y. - Sasuke U.

[Warning! OOC / Typo]

Mind to read and review?


Notice Me !

.

.

.

.

.

"Aku suka kamu, Sasuke-kun !" ucap Ino mantap namun dengan wajah memerah karena malu.

"Aku tidak menyukai gadis yang jelek," jawab Sasuke enteng. "Sudah, kan? Aku pergi." lanjutnya meninggalkan Ino yang masih belum bisa menguasai keadaan yang ia alami.

"NANI ?!" teriak Ino ketika sadar. "Padahal Sasuke adalah orang yang dekat denganku. Dia datang dari Iwagakure saat aku kelas 2 SD, dia setahun lebih tua dariku. Susah payah kunyatakan perasaanku tapi luluh lantah!" batinnya kesal menatap punggung Sasuke yang kian menjauh. "Aku menyukainya sejak dulu, tetapi dia bilang aku ini jelek?! KURANG AJAR!" lanjutnya sambil menangis. "Lihat saja, aku akan jadi cantik luar biasa dan membuatmu bertekuk lutut!"

Dengan marah dan sedih, Ino kembali ke kelasnya yaitu 2-B dan langsung menduduki bangkunya dengan kasar. Karin, Sakura, Hinata dan Tenten yang sedang mengobrol pun menatap heran sahabat pirangnya itu. Wajah Ino memerah dengan bekas jejak air mata dikedua pipinya. Ino tidak menyadari bahwa keempat sahabatnya memperhatikan dirinya, dengan segera Ino mengambil smartphone dari tasnya lalu mencari alamat web tentang ramalan online dan cara untuk menjadi wanita yang cantik.

"Tolong aku! Beritahu aku cara untuk menjadi cantik. Pokoknya jelaskan padaku apa yang harus kulakukan supaya menjadi cantik!" Ino mengetikan sesuatu di box chat ramalan online tersebut.

"Ino-pig beringas sekali, ya." ucap Sakura.

"Sepertinya dia mau balas dendam pada temannya." sahut Karin.

"E-eh? Kenapa me-memangnya, Karin-chan ?" tanya Hinata.

"Saat aku keluar dari toilet aku mendengar Ino menyatakan cinta pada pemuda Uchiha itu tapi cintanya ditolak." jawab Karin berbisik.

"Sasuke senpai ? Dia 'kan terkenal di Konoha High School ini. Pemuda ganteng serba bisa, pintar di sekolah, juga jago olahraga dan Ketua OSIS lagi. Hmm..." ucap Tenten.

"Ino itu seleranya terlalu tinggi. Dia suka dengan banyak pemuda menawan seperti Sasori senpai, Gaara dan Sai." ucap Karin.

"Maaf ya~ Aku memang menyukai pemuda tampan nan menawan." ucap Ino tiba-tiba sambil memegang bahu Karin dan Sakura.

"Astaga pig !" seru Sakura kaget.

"Gawat!" desis Tenten..

"Huh! Kalian mana bisa mengerti perasaanku! Kalian tidak tahu bagaimana sakitnya hatiku yang rapuh ini..."

"Haaah~ Iya deh..." desis Sakura.

"Dibilang jelek oleh orang yang kalian sukai... Apa kalian bisa bayangkan perasaanku ini?" tanya Ino sedih. "Hiks...Hiks..."

"I-ino-chan ?" ucap Hinata berusaha menenangkan Ino. Sakura, Karin dan Tenten memandang iba Ino yang sedang menangis.

"Hei Ino, sudahlah. Jangan menangis, ya?" pinta Karin.

.

(Pulang Sekolah)

Ino, Sakura, dan Karin berjanji untuk pualng bersama, sementara Hinata dan Tenten sudah dijemput 'paksa' oleh Neji senpai yang tak lain dan tak bukan adalah sepupu Hinata dan kekasih Tenten. Saat mereka bertiga melewati ruang OSIS sambil mengobrol tiba-tiba telinga dan hati Ino terbakar lagi.

"Hei, jelek!" panggil Sasuke yang sedang berdiri di depan pintu OSIS. "Besok ada rapat anggota OSIS. Jangan lupa!" lanjutnya.

"NANIII ?!" seru Ino.

"Sudahlah, Ino." pinta Sakura menahan lengan kanan Ino.

"Ayo, kita cepat pulang saja~" tambah Karin menyeret lengan kiri Ino agar menjauh dari ruang OSIS serta Sasuke.

"Pokoknya aku bakal jadi cantik! Apapun yang terjadi, apapun yang harus aku lakukan aku akan jadi cantik!" seruku dalam hati.

Mereka pun melanjutkan perjalanan lagi menuju stasiun untuk pulang. Tepat di depan pintu stasiun, Ino melihat ada salah satu kios bertuliskan 'Kios Ramalan'. Ino mulai tertarik dengan hal berbau ramalan, tanpa pikir panjang Ino berhenti di depan pintu kios ramalan tersebut.

"Mau apa?" tanya Sakura.

"Aku ingin masuk ke kios ini. Kalian duluan saja."

"Kau benar-benar mempercayai ramalan setelah Sasuke senpai menolakmu?" tanya Karin.

"Aisshhh~~ Sudah sana kalian duluan saja." ucap Ino sebal. "Aku akan menunjukkan pada kalian jika ramalan ini benar!"

"Haaah~ Baiklah. Terserah padamu saja. Aku dan Sakura akan pulang duluan." ucap Karin menarik tangan Sakura.

"Sampai jumpa pig." Sakura dan Karin pun meninggalkan Ino di depan stasiun. Dengan ragu, Ino membuka pintu kios ramalan tersebut dan memasukinya.

"Ada apa? Apa yang bisa kubantu?" tanya peramal itu duduk di pojok ruangan.

"Eumm... Aku ingin tahu... Bagaimana caranya agar aku bisa menjadi cantik..." ucap Ino duduk dihadapan peramal tersebut dengan suara yang pelan.

"Aku sudah menduganya. Kau menyukai pemuda dan pemuda itu menolakmu, kan?" tanya peramal itu tersenyum.

"Ah? I-iya... Itu be-benar..."jawab Ino lemas.

"Gantungkan tali berwarna biru di ponselmu." ungkap peramal itu memberikan gantungan tali pada Ino.

"A-arigatou. Akan aku pasang di ponselku." ucap Ino antusias.

"Kore~ Bawalah 2 saputangan berwarna ungu ini kemanapun kamu pergi." lajut sang peramal. "Kemudian pakailah wewangian ini dan bawalah kemanapun juga." ucap peramal itu dengan tegas.

"Baik... Baik!"

"Yang terpenting kau harus selalu ceria agar inner beauty-mu keluar. Kau harus selalu tersenyum dan jangan memasang wajah jutek dan marah pada lawan jenismu terutama pada pemuda yang kau sukai. Paham?" tanya sang peramal.

"Paham! Wajah ceria!" ucap Ino sambil melakukan gummy smile. "Arigatou ! Akan aku praktekkan sebaik mungkin."

Setelah menerima semua barang yang diberikan peramal tersebut dan memasukannya ke dalam tas, Ino langsung membayar peramal tersebut. Ino pun keluar dari kios ramalan dengan wajah sumringah dan dia optimis akan memenangkan hati Sasuke! Ino dengan segera masuk stasiun dan menunggu keretanya tiba.

.

(Keesokkan harinya - Di Sekolah)

"Ohayou, Sasuke-kun !" sapa Ino sambil tersenyum manis. Sasuke sempat tertegun namun ia bisa dengan sangat handal mengendalikan ekspresi wajahnya. Sasuke menutupinya dengan menatap Ino tajam.

"Hn."

"Kau mau ke ruang OSIS, kan? Kebetulan sekali~ Bagimana kalau kita ke sana bersama-sama?" tawar Ino bersemangat.

"Aku tidak mau jalan bersama gadis jelek sepertimu." ujar Sasuke dingin.

"Kau masih bilang aku jelek?!" batin Ino emosi. "Kita lihat saja, jika aku sudah cantik, kau pasti akan sangat terkejut!" lanjut Ino melihat Sasuke sudah menghilang dari hadapannya. SIAL!

Ino pun memutuskan untuk berjalan ke kelasnya terlebih dahulu untuk mengambil ponselnya yang biasa ia simpan di kantong tas sekolahnya. Ino ingin membuka email-nya, apakah ada balasan dari ramalan online yang tempo hari ia kunjungi.

"Hei, Ino-pig~ Kau tidak pergi ke ruang OSIS?" tanya Sakura melihat Ino mengotak-atik ponsel yang gadis pirang itu ambil dari dalam tas ungu kesayangannya.

"Ini dia balasannya!" seru Ino senang. "Aku harus melakukan diet pada waktu bulan purnama, lalu menakai lotion sebelum tidur dan kompres mata dengan aroma terapi berbau chamomile selama 10 menit sambil rileks." baca Ino sambil tersenyum licik.

"Apa kau yakin dengan ramalan itu?" tanya Karin.

"Apa kau yakin itu berhasil?" tambah Tenten.

"Pasti! Aku yakin!" jawab Ino tegas. "Sudah, ya. Aku akan ke ruang OSIS." lanjutnya sambil pergi menuju ruang OSIS meninggalkan teman-temannya yang hanya bisa menghela napas.

Seperti kata peramal yang ia temui di stasiun, Ino saat ini sudah memasang gantungan tali di ponselnya dan tidak lupa mengantongi dua sapu tangan di kantong blazer-nya serta sudah menyemprotkan parfum yang direkomendasikan sang peramal padanya. Entah mengapa, kepercayaan diri Ino mulai bangkit dan tak lupa ia selalu memasang senyum mautnya.

Di dalam ruang OSIS sendiri, Sasuke sedang dikelilingi oleh anggota OSIS yang bergender perempuan yang dengan sengaja mendaftar menjadi anggota OSIS hanya demi dekat dengan idolanya. Sasuke sendiri bersikap acuh dan tetap memasang wajah dingin andalannya.

"Senpai, aku membuatkan onigiri untukmu~" ucap gadis berambut hitam lurus panjang.

"Aku membuatkanmu sushi dengan isian tomat yang banyak~" ucap gadis lain.

"Senpai~ Lihatlah ini~ Aku membuatkanmu puding tomat yang lezat untukmu~" ucap gadis lainnya lagi.

Sasuke sudah mulai gerah dengan gadis-gadis penjilat seperti ini. Saat ia ingin berdiri, tiba-tiba pintu ruang OSIS itu terbuka lebar dan menampilkan sosok gadis pirang bermata aquamarine yang tersenyum.

"Minna-san, gomen ne aku telat." ucap Ino masuk sambil tersenyum.

"Akhir-akhir ini Yamanaka-san makin manis, ya~~" ucap Lee.

"Hai ! Dia tersenyum terus~ Sangat manis!" sahut Naruto. Sasuke yang mendengarnya hanya memasang muka sebal dan menatap tajam Ino yang tidak menyadari keberadaannya.

"Yamanaka-san, tolong bantu aku menyusun bahan untuk rapat OSIS ini, ya?" pinta Kiba.

"Boleh, yang mana?" tanya Ino mendekati Kiba.

"Kore. Eh?" ucap Kiba mulai mengendus-endus.

"A-ada apa?" tanya Ino sambil mengambil kertas-kertas yang isinya bahan untuk rapat OSIS kali ini dari tangan Kiba.

"Yamanaka-san wangi sekali, ya~"

"Hontou ni ?" tanya Ino tersenyum. "Ini parfum kesukaanku, namanya Lovely Garden." terang Ino.

"Suka?" sahut seseorang. Ino sangat menyadari suara berat nan dingin itu milik siapa. Kemudian Ino menolehkan wajahnya untuk menatap Sasuke yang sedang duduk dikelilingi gadis-gadis anggota OSIS.

"Sasuke?" desis Ino.

"Suka apa? Jelek ya jelek saja! Tidak usah sok pakai parfum apapun." ungkap Sasuke bernada tidak suka yang membuat aura di ruang OSIS itu menjadi hening dan dingin. "Melakukan diet dan berusaha mempercantik diri pun tidak ada artinya. Kau itu jelek ya jelek saja." lanjut Sasuke. Tanpa sadar Ino meremas kertas yang ia pegang sedari tadi.

"Hanya itu yang ingin kau katakan?" tanya Ino dengan wajah tertunduk dan suara agak bergetar.

BRRRUUKKK! Ino melemparkan seluruh kertas yang dia pegang dengan sekuat tenaga ke arah Sasuke. Ia tak peduli lagi bahwa kertas itu adalah bahan-bahan untuk rapat OSIS.

"Meski setampan apapun tampangmu tidak ada artinya jika sifatmu JELEK!" teriak Ino menangis. Sasuke yang mendengar Ino berteriak menjadi terkejut sambil membelalakan matanya. "AKU MEMBENCIMU, SASUKE!" teriak Ino berlari meninggalkan ruang OSIS.

"INO!" teriak Sasuke berusaha mengejar Ino.

"Dia jahat sekali! Memang tak ada gunanya ramalan itu jika berhadapan dengan orang sejahat dia!" batin Ino terus berlari menjauh dari ruang OSIS dan menjauh dari Sasuke si kejam itu. "Padahal dulu kami berteman baik... Kenapa dia bisa tumbuh jadi pemuda yang jahat, kejam dan dingin seperti itu?! Kenapa dia membenciku?!" lanjutnya sambil mengusap kasar air matanya yang turun tidak terkontrol.

BRAAK! Ino berhenti berlari karena sepasang tangan menahannya di tembok. Tangan itu adalah tangan Sasuke, dia berusaha mencegah Ino untuk berlari lagi.

"Ma-mau apa?" tanya Ino panik karena dikurung oleh tangan kekar Sasuke. Ia hanya bisa berdiri bersandar tembok di belakangnya.

"Tetaplah jelek seperti biasa." ucap Sasuke masih berusaha menetralkan nafasnnya karena berlari mengejar Ino

"Lagi-lagi mencari masalah denganku!" seru Ino kesal.

"Dengarkan aku dulu!" seru Sasuke membuat Ino diam. "Aku ingin kau tampak jelek di depan semua laki-laki..." sebelum Ino memotong ucapan Sasuke, Sasuke kemudian meneruskannya dengan cepat "...kecuali aku." lanjut Sasuke menatap ke dalam aquamarine Ino.

"Eh?"

"Bulan depan aku akan kembali ke Iwagakure untuk melanjutkan kuliahku di sana. Maka dari itu, jika kamu menjadi cantik... aku tidak bisa tenang kuliah di sana." ucap Sasuke malu.

"Kalau alasannya begitu, artinya kamu payah!" ucap Ino membuat Sasuke menatapnya dengan tajam. "Aku sama sekali tidak khawatir denganmu yang mempunyai banyak fangirls." lanjut Ino melipat tangannya di dada.

"Itu beda karena ketampananku sudah terlihat sejak lahir." jawab Sasuke sombong.

"NANI ?! Dasar sombong!"

"Lagipula... Aku tidak sembarangan memberikan hatiku pada gadis lain. Aku ini tidak gampang tergoda dengan bentuk fisik!"

"Cih~ Bukannya kamu bilang bahwa kamu tidak suka aku karena aku jelek? HAH! Tidak melihat bentuk fisik apanya?!" ucap Ino menggembungkan pipinya tanda sebal.

"Cerewet! Harusnya pria yang lebih dahulu mengungkapkan perasaannya pada seorang gadis yang ia suka!" balas Sasuke.

"A-apa maksudmu?"

"Dasar bodoh! Aku mempunyai harga diri yang tinggi. Jadi aku tidak mau jika kamu duluan yang bilang suka padaku. Itu tidak gentle sama sekali." terang Sasuke.

"Jadi maks-" ucap Ino terpotong.

"Jadi maksudku adalah... Aku menyukaimu, gadis jelek! Aku menyukai Yamanaka Ino yang apa adanya!"

Belum sempat Ino mencerna kata-kata Sasuke yang beruntut itu, Sasuke malah membuat otak Ino kembali kosong. Pemuda bermata onyx itu memegang bahu Ino lalu membungkukkan tubuhnya yang lebih tinggi untuk mendekati wajah Ino. Ciuman hangat yang Sasuke lakukan adalah sebagai tanda bahwa saat ini mereka telah jadian. Ciuman yang dilakukan Sasuke membantu Ino memahami apa maksud yang ingin disampaikan Sasuke. Ino pun tersenyum dalam ciuman tersembut sambil memejamkan kedua matanya.

"Ternyata ramalan itu benar-benar hebat~ Bahkan bisa menembus hati orang sedingin ini." batin Ino sambil menikmati ciumannya dengan Sasuke.

.

.

.


おまけ

.

.

.

(Sebulan Kemudian)

"WOWW! Sasori senpai sangat imut ya memakai baju wisuda ini. Hidan senpai juga, ah~" ucap Ino bahagia. "Deidara senpai dan Nagato senpai keren sekali~~~!" lanjut Ino sambil melihat buku kelulusan yang diberikan Sasuke untuknya sebagai kenang-kenangan.

"Susah-susah jadian dengan Sasuke senpai, eh begitu Sasuke senpai kembali ke Iwagakure untuk kuliah, si Ino-pig balik lagi seperti semula. Huh~" ucap Sakura dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

"Yang seperti ini nih bilang kalau mau menyusul Sasuke senpai kuliah di Iwagakure?" tanya Karin dalam hati sambil memijat pelipisnya.

"Hihihi... Sasori senpai ganteng dan imut sekali~ Kyaaa~~" seru Ino menciumi buku kelulusan itu dengan wajah sumringah.

.

.

.

.

.

END - おわり


Ongoing :

Chapter 5 "I, My, Me, Mine"

Ino Y. - Gaara