Disclaimer:Bleach selalu milik Tite Kubo sensei,Aya cuman minjem karakternya doang ._.v
Mohon maaf kalau banyak typo atau kesalahan lainnya,Aya author baru soalnya ^^
15 Hendrik Widyawati:Iyaaa,biar jelas masa lalu Rukia itu gimana dan biar alur ceritanya lebih dimengerti ^^
Ikma chan:Arigato Ikma Chan,Aya akan berusaha supaya bisa lebih baik lagi ^^
Chappy 4
Rukia POV
Jam 1 siang dan aku masih duduk di ujung kasurku memandang seluruh keadaan kamarku,Buku berserakan,baju bajuku tercecer ke seluruh penjuru kamarku,banyak pecahan botol parfum yang terbuat dari kaca dan aroma parfumnya menyebar ke seluruh kamar,wallpaper kamarku yang berwarna putih dengan gradasi bunga lavender bahkan hancur kusobek,gorden kamar yang biasa sudah terbuka rapih sejak pagi masih duduk di kasurku yang terdapat noda darah,darah siapa?darahku tentunya.
FLASHBACK
Setelah aku sadar dari tidur panjangku,aku melihat jam dan ternyata masih pagi,baru jam masuk ke dalam kamarku dan kami larut dalam keheningan,tak ada satupun yang ,tak mampu.
"nampaknya tak ada yang kakak ingin bicarakan"aku bicara tanpa memandang kakakku sedikitpun,aku tau itu tidak sopan dan cara bicaraku pun tidak sepatutnya diucapkan oleh seorang nona muda Keluarga Kuchiki pada kakaknya sendiri
"aku pulang lebih awal karena mendengar kabarmu kemarin"kakak berucap datar dan memandang lurus keluar jendela
"karena mendengar kabarku kemarin?lalu,kakak kemana saat mendengar kabarku yang kemarin kemarin?ah,aku tau..kakak pasti sibuk"aku bicara semakin pelan,rasanya suaraku hampir habis
"maaf"
"hanya itu?hanya 'maaf' dan tiba tiba kakak membawaku pergi ke London tanpa bicara dulu padaku?tanpa menanyakan apa keinginanku?"
"apa keinginanmu?"sekarang kakak baru bertanya
"aku mau keluar dari semua ini,karena itu..setelah kita pergi,aku mohon jangan kembali ke tempat ini setidaknya untu beberapa waktu"aku bicara semakin datar,aku sedikit aneh karena tak pernah terfikir akan bicara seperti ini
"baik,lakukan apapun yang kau mau untuk hari kita berangkat"kakak berdiri dan mulai berjalan keluar kamarku
"asal kau tau Rukia,aku melakukan semua ini untukmu"suara kakak sangat pelan nyaris tak terdengar tapi karena keadaan kamarku sangat sunyi,kata kata itu terdengar di telingaku.
Mendengar kata kata itu muncul rasa bingung dalam fikiranku mulai berkelabat
'jadi siapa yang egois kak?aku atau kakak?'rasanya aku ingin berteriak sekencang mungkin dan terjun dari tempat paling aku..tidak bisa
Aku berdiri,mencabut selang infus yang masih menempel di punggung tangan kananku,berjalan menuju rak buku,melempar semua buku yang ada disitu,aku membuka lemariku dan menghamburkan seluruh baju ku sampai kamarku seperti lautan baju,aku menuju meja riasku,banyak botol parfum dan alat rias disitu aku memandangnya lalu tanganku bergerak melempar semuanya sampai botol kaca parfumku pecah dan pecahannya tak tak terlihat aku menginjak pecahan kaca itu tanpa terasa perih di telapak kakiku aku melihat noda darah bercampur bau parfum aku naik ke atas kasurku dengan dengan darah masih menetes,duduk diam disana berjam jam tanpa membersihkan lukaku,atau pun kamarku,keadaanku benar benar kusam,wajahku berantakkan.
FLASHBACK OFF
"nona muda!tolong buka pintunya nona,nona belum sarapan dan sekarang nona harus makan siang"salah satu maidku memanggilku,haah sudah 5 jam aku mengurung dikamar sejak kakakku keluar dari kamarku
"Jangan ada yang masuk!"aku berteriak karena pintu kamarku tidak kukunci
Para maidku terdiam,aku jadi merasa tidak enak pada membuka pintu kamarku dan melihat maidku tetap berdiri dengan kereta makanan di sampingnya
"maaf aku berteriak,aku akan turun sekarang"maidku melihat keaadaanku yang seperti orang gila dengan darah di kakiku otomatis langsung panik
"nona terluka?Seseorang tolong bawa nona muda ke ruang perawatan!"salahsatu maidku memanggil yang lain dan mengantarku ke ruang perawatan
Saat alkohol menyentuh kakiku rasa perih tak terasa di kakiku,perasaanku rasanya hampa,fikiranku melayang dan akhirnya aku memutuskan menelpon seseorang
"Halo?"terdengar suara diseberang sana
"dengan siapa ini?"tanyanya,aku tak bisa bicara,aku hanya tak mengenaliku karena aku menggunakan nomor lain
"kalau begitu akan kumatikan"
"jangan!"ujarku
"pendek?"tanyanya
"Ichigo…bisakah kita bertemu?"aku memberanikan diri mengajaknya bertemu
"untuk apa?aku malas..akan kututup"
"aku mohon!aku berjanji ini yang terakhir,setelah itu…aku tak akan menggangumu lagi"suaraku bergetar menahan tangis
"terserah"
"taman di dekat rumahmu,10 menit lagi aku tunggu"
Dia tak menjawab apapun dan langsung mematikan sambungannya,aku beranjak keluar ruang perawatan
"tolong antar aku ke taman dekat rumah Kurosaki"aku berjalan pincang dengan kaki dibalut perban keluar,dan tak lama mobil sedan hitam menghampiriku,aku masuk dan menuju taman
Rukia POV end
Sepasang mata beriris kelabu melihat keluar jendela saat sesosok gadis berambut hitam memasuki mobil sedan di depan rumahnya
"Hisana,apa yang harus kulakukan?Rukia…dia menyukai bocah itu"Byakuya menatap kepergian mobil itu lalu berpaling
-Taman-
"nona,kita sudah sampai"perkataan supir yang menyetir mobil membuyarkan lamunan Rukia,dia melihat keluar jendela dan menyadari dia sudah sampai di taman
"hn,baiklah..terima kasih,paman langsung kembali ke mansion saja,saya bisa pulang sendiri"Rukia tersenyum asli mungkin berusaha menutupi perasaannya
"tapi kaki nona masih sakit,biar saya tunggu disini ya nona"
"aku tidak apa apa paman,aku takut akan lama…paman pulang saja"Rukia keluar dari mobil dan berjalan menuju taman,hari sudah siang,sudah hampir sore tepatnya
Rukia melihat jam tangannya
"aku tepat waktu,sudah jam setengah 3 ya?"Rukia melihat sekelilingnya,ada beberapa anak anak bermain di kotak pasir,di memilih duduk di ayunan sambil menunggu Ichigo
Rukia menunduk,hatinya berkecamuk mengingat dia akan menemui Ichigo mungkin untuk yang terakhir.
"Apa yang mau kau bicarakan?"Rukia mendongakan kepalanya dan dilihat orang yang ditunggu sudah datang,Rukia tersenyum kecil
"duduklah dulu"Tawar Rukia,Ichigo duduk diayunan disebelah Rukia
"langsung saja bisa?"Ichigo bertanya dengan datar
"hhh,baiklah..Maaf"Ucap Rukia lembut
"kau sadar kalau kau salah,menyebalkan dan mengganggu?"
"iya,karena itu aku mohon.."Rukia melihat ke langit
"bangunlah lebih pagi,supaya kau bisa sarapan dan tidak terlambat"Ichigo terdiam,apa maksudnya?
"makanlah makanan yang sehat,jangan jajan sembarangan..kau ini kan calon dokter,jadi jangan sampai sakit"Rukia masih menatap langit
"kalau sudah pulang sekolah,jangan kemana mana lagi..ayahmu selalu mengkhawatirkanmu bila kau belum pulang lewat dari waktunya"Ichigo merasa sedang diceramahi oleh seorang ibu yang menasihati anaknya
"jangan suka mengajak ayahmu bertengkar,dan.."Rukia terdiam
"dan apa?kau sedang menceramahiku atau apa?kau sok tau sekali,seakan akan kau tau segalanya tentangku!"nada bicara Ichigo sedikit meninggi
"ya aku tau,tapi aku tak harus mengucapkan semuanya kan?hahaha"Rukia tertawa kecil
"kau membuang waktukku pendek,dan aku tak mengerti ucapanmu"Ichigo berdiri dan hendak meninggalkan Rukia,namun tangan Rukia menahannya
"tunggu..aku mohon sebentar saja"suara Rukia mulai gergetar
Ichigo merasa tangan Rukia sangat dingin,dan ucapannya pun sangat aneh..Ichigo merasa ada yang aneh.
"aku minta maaf karena selalu bersikap menyebalkan,mengikutimu setiap hari dan mengganggumu..tapi jujur aku tak bermaksud mulai besok aku tak akan mengganggumu lagi,sampaikan salamku dan paman Isshin dan permintaan maafku karena tak bisa menemani Yuzu belanja lagi dan bermain baseball dengan Karin lagi"Rukia berdiri dan hendak pergi tapi dia berbalik lagi
"dan satu lagi…bisakah kau memanggil namaku sekali saja?dan banyaklah tersenyum supaya kerutan di wajahmu tertutupi hihihi,Jaa ne Kurosaki Ichigo"Rukia terkikik dan berbalik meninggalkan Ichigo yang masih mencerna perkataannya
'sayonara Ichigo ' batin Rukia
"gadis itu kenapa?"Ichigo mengkerutkan keningnya masih tak memandang punggung mungil Rukia yang berjalan sedikit pincang dan mulai menjauh dan hilang dari pandangannya
"hahhh,gadis aneh..membuang waktukku saja"Ichigo mengambil langkah pulang dan kata kata Rukia tadi larut saja dalam pikirannya
-Kuchiki Mansion-
Rukia pulang jalan kaki walaupun dengan kakinya sedang sakit,dia memaksakan dan alhasil,kakinya bengkak sampai di mansionnya,karena jarak Taman tadi dengan Mansion Kuchiki agak jauh.
Rukia tertidur saat sampai dikamarnya,kamarnya sudah rapih dari keadaan sebelumnya,bahkan seprai nya pun sudah diganti dan tak ada noda darah terbangun jam 9 malam karena merasa lapar,memang rasanya Rukia belum makan dari pagi.
Rukia berjalan gontai ke ruang makan,dan tak menemukan apapun untuk dimakan,jadi dia pergi ke dapur dan berhubung sangat lapar dan tak bisa menunggu lebih lama untuk memasak,jadilah Rukia memasak Ramen.10 menit kemudian Rukia sudah di ruang makan dengan semangkuk ramen panas dihadapannya,Rukia menyendok suapan pertama dan mulai meniupnya
Tiba tiba,kilatan ingatan Rukia yang lalu kembali lewat seakan mengejek Rukia
"Rukia nee-chan!Ramennya sudah siap,ayo kita makan!"Yuzu berteriak dari dapur memanggil Rukia yang ada di ruang keluarga menonton pertandingan baseball dengan Karin dengan sigap langsung berlari ke dapur bersama Karin
"yatta!Ramen!"Karin berteriak girang dan langsung menarik kursi dan duduk
"dimana Ichigo,Yuzu-chan?"tanya Rukia sambil menarik kursi
"entahlah,mungkin membaca komik di kamar"
"akan kupanggil dia,kalian duluan saja"Rukia beranjak naik ke kamar Ichigo
TOKK TOKK
Rukia mengetuk pintu kamar Ichigo dan mengintip terkejut melihat keadaan kamar Ichigo,benar benar seperti kapal pecah,Rukia memunguti sampah yang berserakan,membuka jendela dan memindahkan baju kotor ke keranjang baju Rukia tak menemukan Ichigo,jadi Rukia melanjutkan saja acara bersih bersihnya,sampai…
"kyaaaaa!Ichigo mesum!"teriak Rukia seraya membalikkan badannya sedangkan Ichigo menutup telinganya
"kau sendiri kenapa berisik?"Ichigo menutup pintu kamarnya supaya ayah dan adik adiknya tidak menyerbu mereka
"ka-kau sendiri ke-kenapa ti-tidak mengenakan baju?!"Rukia berbalik dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat
"bajuku kan disini,katakan saja aku ini sexy iya kan?kau terpesona pada ku kan?"Ichigo tersenyum mesum sedangkan Rukia semakin memerah (?)
"kata siapa?sudahlah,aku lapar,turunlah..Yuzu-chan sudah membuatkan ramen"Rukia dengan cepat keluar kamar Ichigo dan Ichigo hanya tersenyum melihat tingkah Rukia
Saat Ichigo turun kebawah,dia melihat adik dan ayahnya bercanda dan tertawa bersama gadis yang tidak disukainya kemudian tersenyum.
Rukia yang melihat kehadiran Ichigo dan tersenyum kecil saat Ichigo tersenyum memandangnya
'aku pasti bisa membuatnya tersenyum!dan langkah pertama adalah ramen!'batin Rukia dengan girang
Rukia mengingat lagi kejadian itu,namun berusaha tak menghiraukannya dan kembali menyantap ramennya yang sudah mulai dingin.
Rukia kembali ke kamarnya dan membuka jendela kamarnya,dan berdiri di balkon kamarnya dan menatap langit penuh bintang dan kembali mengingat sesuatu,ini malam terakhirnya disini.
Rukia masuk kembali ke dalam kamar dan menutup jendela balkon dan kembali tidur.
-Ichigo's Room-
"apa maksud gadis pendek itu?aku masih tak mengerti"Ichigo menggumamkan kata kata itu sambil berbaring di ranjang,dia masih tak bisa tidur memikirkan kata kata gadis Ichigo menyadari sesuatu
"bisakah kau memanggil namaku sekali saja?" Ichigo menyadari kalau selama ini kalau dihitung hampir 2 tahun,Ichigo tak pernah sekalipun memanggil nama gadis itu,pasti dia memanggilnya dengan 'pendek' atau yang semacamnya
"dia kan memang pendek,kenapa aku jadi memikirkan dia sih?sudah ah,lebih baik aku tidur"Ichigo memiringkan badannya mencari posisi terbaik dan pergi ke alam mimpi
Keesokan harinya,jam 7 pagi Rukia siap dengan kepindahannya hari ini,dengan penampilannya yang sangat anggun,dengan dibalut dress putih polos,sepatu flat putih berwarna senada dan jangan lupakan perban yang masih melilit kakinya,dengan jepit rambut bergambar chappy menghiasi rambutnya membuat penampilan Rukia sangat cantik walaupun sangat sederhana
"selamat pagi nona,semoga nona sampai tujuan dan betah disana"para maid Rukia sudah berkumpul di depan kamar Rukia dan saat Rukia keluar mereka sudah menyambut Rukia.
"Selamat pagi semuanya,terima kasih untuk selama ini kalian selalu membantuku,aku akan merindukan kalian"Rukia memeluk satu persatu maidnya
"apa barang nona masih ada?"tanya salah satu maid
"hmm,ya masih ada 1 kotak,tolong bawakan ke bawah ya..selamat tinggal semua"Rukia sedikit membungkuk dan berlalu pergi sambil menarik memang dibesarkan untuk tidak pandang bulu,siapapun itu bahkan maidnya sekalipun,Rukia harus selalu sopan dan menghormati itu yang pernah diajarkan Kuchiki Hisana,mendiang kakak Rukia padanya.
"selamat pagi kakak"Rukia menyapa kakaknya yang sudah berdiri rapi di ruang utama
"pagi,sudah siap?"
"sudah,oh tunggu sebentar"Rukia meninggalkan kopernya dan berlari ke kamarnya
"Sakura-san?bisa aku minta tolong untuk terakhir kali?"tanya Rukia pada maid pribadi Rukia bernama Sakura Miyazawa
"apapun nona"Maid itu tersenyum tulus dan Rukia membisikkan sesuatu dan memberikan secarik kertas dan kembali turun ke bawah
"ayo kak,kita berangkat!"Rukia berjalan santai dan menarik kopernya,kakaknya yang melihat tingkah Rukia sedikit lega
"Akhirnya,dia bisa meninggalkan bocah itu"Gumam Byakuya
"Sayonara Byakuya-sama dan Rukia-sama,semoga kalian selamat sampai tujuan"Seluruh maid dan staff mansion memberi salam pada Rukia dan Byakuya.
Rukia masuk ke dalam mobil dengan Byakuya dan mobil itu mulai melaju menjauh meninggalkan Mansion,Karakura dan..Ichigo
TBC
