Beautiful Liar

Pair : LeoN VIXX

Leo – Hara

Cast : All Member of VIXX

Semua biasa saja, seolah tidak terjadi apapun, seperti tidak ada hal yang perlu dijelaskan dalam hubungan mereka. Tidak ada yang memulai untuk bertanya ataupu meminta penjelasan atas masalah yang ada. Memilih diam, memilih menunggu siapa dulu yang angkat bicara, dan hasilnya hanya ada kediaman diantara mereka.

Hakyeon ingin bertanya, ingin meminta penjelasan, tapi dilubuk hatinya ia masih terngiang kata kata Leo. Cukup percaya padanya, dan jangan dengar apapun. Itu sudah menjadi satu kekuatan untuk Hakyoen. Karena cinta memang tentang sebuah kepercayaan.

BRUUKK

"ahh mianhae…" seseorang jalan dengan memegang erat tas selempangnya. Matanya sibuk kesana kemari mencari seseorang yang menyuruhnya untuk datang ke sini.

Bibir tebalnya mengucapkan sumpah serapah kepada namja cantik yang menyuruhnya untuk keacara yang didatangi puluhan artis dan juga puluhan orang ternama.

"mianhae mianhae…" lagi, ia menubruk seseorang yang sedang berjalan sambil terburu buru.

Ia tercengang begitu menyadari siapa yang ia tabrak.

Sungjae?

'bukankah itu sunjae dari btob?' batin namja cantik itu. 'ya Tuhan.. sebenarnya apa pekerjaan Hakyeon pabbo itu'

Dalam kesalnya Lee Jaehwan masih merutuki Hakyeon.

"jaehwanieee…"

Seseorang muncul dari balik pintu yang tak jauh dari Ken berdiri. Mempercepat langkah kakinya begitu melihat Hakyeon yang berada di pintu. Seperti ruang tunggu artis, tapi? Siapa artis yang ditangani oleh Hakyeon? Batin Ken.

"apa kau kesulitan masuk?"

"…"

Ken tidak menjawab jusru memicingkan matanya tajam kearah Hakyeon. Matanya ia alihkan ke arah tulisan yang ada dipintu.

LR – Leo Ravi

Beserta tulisan hangul dibawahnya.

"WHAAATT?" Dirinya shock seketika begitu menyadari dimana dirinya berada.

Ruang tunggu artis? Yaa dirinya berada diruang tunggu artis, terlebih artis itu adalah LR, Leo dan Ravi. 2 namja yang ia klaim sebagai suami masa depannya. Ya Tuhaan mimpi apa dia.

"ayo masuk" Hakyeon menarik tangan Ken memasuki ruangan.

Bisa Ken lihat beberapa orang berada diruangan dan beberapa pajangan baju yang Ken sangat mengenali baju siapa itu.

"chakamann" Ken berhenti dan menahan tangan Hakyeon

"wae?"

"kau belum menjelaskan padaku, tentang pekerjaan yang kau tawarkan padaku. Kau tidak menyuruhku untuk menjadi pembantu mereka bukan?"

"ahahhahaha…. Tentu saja tidak… hahahahah" Hakyeon tertawa lepas mendengar pertanyaan namja yang menjadi dekat dengannya ini.

"lalu?"

"menurutmu? Pekerjaan apa yang cocok dengan jurusan yang sedang kau ambil?" Hakyeon balik bertanya dan sukses membuat jantung Ken berdetak cepat. Benarkah? Itu adalah impiannya.

"maksudmu…aku… menjadi…"

"aissh lama sekali… kita harus cepat, Ravi sudah menunggumu" Hakyeon menarik tangan Ken menuju kaca panjang yang terdapat berbagai macam alat make up, dan didepan kaca sudah duduk dengan santai seorang namja sambil memainkan gadgetnya.

"sudah datang hyung?" tanya ravi yang melihat Hakyeon datang dengan seorang namja dibelakangnya. Bahu ravi jatuh lemas begitu mengetahui penata riasnya adalah seorang namja. Itu artinya ia tidak bisa menggodanya.

"kenalkan ini Lee Jaehwan, kau bisa memanggilnya Kenie… bertemanlah dengannya karena mulai sekarang dia yang akan mengurus segala makeup mu dan juga Leo" ucap Hakyeon memperkenalkan Ken.

Sedangkan Ken masih berdiri mematung menatap dari cermin namja yang juga sedang menatapnya. Benarkah itu Ravi? Kim Wonshik? Namja yang ada dalam poster di dinding kamarnya? Mimpikah? Aarrghh dia tidak ingin bangun sekarang.

"hei.. keu kenapa?"

Ravi bertanya melalui cermin, lalu berputar saat melihat Ken bertingkah aneh menggelengkan kepalanya. Kini mereka saling bertatapan semakin membuat jantung Jaehwan berdetak cepat.

'tampan, kenapa dia lebih tampan dibanding dengan poster di dinding kamarku' bisik Ken dalam hati 'mungkinkah Leo lebih tampan dari ini?'

"Kenie kau bisa merias Ravi sekarang, ku harap kau sudah tahu konsep mereka seperti apa. jangan sungkan meminta pendapat mereka" ucap Hakyeon

"eerrr… baiklah hyung. Meskipun aku masih mengira ini adalah mimpi" bisik Ken dan berjalan maju dan meletakkan tas yang berisi beberapa alatnya.

Hakyeon bisa bernafas lega karena beberapa orang menyambut hangat bergabungnya Ken di tim mereka. Hakyeon akui Ken memanglah telaten, dia begitu teliti dan begitu rapi. Mulut cerewetnya bahkan tidak henti hentinya mengajak Ravi bicara, meskipun terkadang tidak ditanggapi Ravi kecuali memberi pendapat atau menolak apa yang akan dipakaikan Ken.

"Leo hyung belum tiba hyung?" Ravi bertanya melalui cermin kepada Hakyeon yang duduk tak jauh dari mereka.

Hakyeon melirik jam dipergelangan tangannya. Setengah jam lagi acara dimulai, dan mereka tampil di sesi ke tiga. Itu artinya sekitar satu jam lagi mereka tampil. Tapi kenapa Leo belum muncul.

Hakyeon menggeleng, dan kembali menekan tombol tombol dalam ponselnya. Namun nihil, tidak dijawab lagi. Kemana perginya Leo?

"mungkin sebentar lagi, dia mengatakan ada urusan dengan Hwang sajangnim" ucap Hakyeon sedikit lirih diakhir kalimat

Ravi tau, dan Ravi menyadari ada ketidak beresan dalam hubungan mereka. ditambah lagi beberapa pemberitaan kemarin yang juga membuat seluruh management shock. Semua tidak tahu perihal scandal yang dibuat Leo. Dan mungkin saja Hwang sajangnim memanggilnya untuk menanyakan scandal yang dengan berani Leo buat.

"aku ke toilet sebentar" Hakyeon bangkit keluar menuju toilet.

Ravi hanya menatap sendu wajah namja yang begitu banyak berjuang untuk mereka. Ravi tidak terima jika Leo berani menyakiti Hakyeon.

"ee…hmm…. Apa benar Leo dan Hara memiliki hubungan?"

Ken sebenarnya juga penasaran dengan hal itu. Dia juga shock dan bahkan hingga sekarang tidak menerima pemberitaan yang ada.

"kau disini untuk bekerja bukan untuk menggosip. Cepatlah bersihkan noda ini"

Ravi berucap ketus, dan baru ini Ken mendengarnya. Bibirnya terpout lucu namun sedikit jengkel dengan jawaban Ravi.

"tsk.. aku baru tahu jika kau jutek sekali. Tau begini aku tidak akan memasang postermu dikamarku" bisik Ken

"apa kau bilang?" Ravi sedikit mendengar apayang dikatakan Ken, namun berpura pura tidak mendengarnya.

"sudahlah, aku disini bukan untuk menggosip dengan artis. Tapi untuk bekerja"

Ken dengan sedikit hentakan memiringkan wajah Ravi agar memudahkannya memakaikan eyeliner pada matanya. Ravi cukup kesal, berani sekali orang baru ini batin Ravi. 'menarik'

Ken tidak tahu jika Ravi menampilkan smirk diwajahnya. Bersiaplah Ken, sepertinya kau terancam.

Hakyeon masih berdiri termenung memandangi pantulan wajahnya dicermin. Kemudian beralih menatap sendu layar ponselnya. Ia ulang kembali memanggil nomor Leo, tapi tetap nihil. Nomornya Leo tidak aktif, padahal sebelumnya nomor itu masih aktif. Ada apa dengan Leo? Mungkinkah Leo mendapat teguran dari ketua agensi.

Trak

Seseorang sedang bercermin disebelah Hakyeon. Sedikit tersadar dirinya terbuai lamunan, Hakyoen mencuci tangannya lalu kemudian berbalik untuk keluar dari toilet.

"kau melupakan ini"

"eoh"

Hakyeon menghentikan langkah kakiya untuk keluar ketika namja disebelahnya tadi memanggilnya.

"inii… bukankah ini milikmu?" Namja itu menjulurkan tangannya yang berisi gantungan kunci milik Hakyeon

"ahh yaa benar… terima kasih Minhyuk ssi" Hakyeon membungkukkan badannya berterimakasih kepada namja yang ternyata adalah Minhyuk, salah satu member boyband yang sedang comeback.

"nee… sama sama.. apa kau artis baru?" tanya Minhyuk

Hakyeon mengernyitkan dahinya. Namja didepannya mengira ia adalah seorang artis, yang benar saja.

"ahahhahaha… bukan.."Hakyeon tertawa mendengar penuturan Minhyuk

"kenapa tertawa? …" Minhyuk menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal "aku baru melihatmu, jadi ku kira kau artis. Soalnya kau berada diarea sini" ucapnya lagi

"ahahah… aku hanya asisten artis saja" Jawab Hakyeon menutup mulutnya dengan tangannya, mencegah untuk tertawa lebih lagi.

"aah yaa… kalau boleh tau siapa namamu?"

"perkenalkaan, aku Cha Hakyeon. Aku asisten dari LR, Leo dan Ravi" ucap Hakyeon sambil menjulurkan tangannya ke arah Minhyuk

"aku Lee Minhyuk. Senang berkenalan denganmu Hakyeon ssi"

Sebelum berpisah mereka sama sama memberi senyuman paling manis. Dan sepertinya salah satu dari mereka merasakan getaran halus menjalar di sekujur tubuhnya. Merasakan debaran kecil yang masih belum ia mengerti. Minhyuk tersenyum kecil merasakan itu semua.

*****BL*****

"kau sudah datang?"

Hakyeon tampak senang, sekembalinya dari toilet ia sudah melihat kekasihnya sedang bersiap siap.

"siapa dia?" Taekwoon menunjuk Ken, karena ketika Taekwoon masuk namja yang baru dilihatnya itu hanya menatap Taekwoon dengan tampang bodoh.

Yaa benar, Ken masih memasang tampang polosnya menatap Leo. Membuat Leo risih dan jengah ditatap seperti itu.

"mulai sekarang dia yang akan menangani make up kalian" jelas Hakyeon.

Sedikit tidak percaya, tapi Leo menganggukkan kepalanya.

"baiklah, kalian cepat bersiap siap. Tidak lama lagi acara akan dimulai"

Salah satu crew mengingatkan mereka. Ulang tahun salah satu televisi swasta dikorea mengundang banyak artis untuk mengisi acara. Jadi tentu saja disini terdapat banyak artis artis baik yang lama maupun baru. Sungguh suatu kehormatan jika diundang dalam acara seperti ini.

*****BL*****

3 jam lamanya acara berlangsung. Saatnya mereka berberes untuk kembali pulang. Mengingat besok mereka akan kembali pergi ke Jepang untuk melakukan rekaman. Hati Hakyeon entah mengapa berdebar kencang. Ada sedikit rasa khawatir yang ia rasakan. Bisakah mereka membatalkan kontrak kerja dengan pihak Jepang? Tapi Hakyeon bukanlah siapa siapa, dirinya tidak berhak mengatur.

Hakyeon sedikit tidak fokus berjalan menuju area parkiran hingga ia tidak menyadari sesuatu jatuh dari saku jaket yang ia pegang.

"hei ini milikmu"

Hingga seseorang yang berjalan dibelakang Hakyeon memungutnya dan mengembalikan kepada si pemilik.

"eoh?" Hakyeon berbalik "aahh… benar itu milikku" Hakyeon merogoh sakut jaket yang ia pegang. Ia tidak memakai jaketnya, hanya melipat kecil lalu ia bawa dengan satu tangan.

"tsk… kenapa dari tadi sepertinya kau melupakan barangmu" Minhyuk tertawa kecil melihat kembali namja yang tadi baru ia kenal di toilet

"ahahahha… maaf, aku memang sedikit ceroboh. Terimakasih nee" Hakyeon berniat mengambil kembali barangnya yang terjatuh, dan benda itu adalah ponselnya.

"eiitt…" Namun Minhyuk mengelak ketika tangan Hakyeon sudah akan mencapai benda itu "tidak gratis" ucapnya lagi

Hakyeon mengernyitkan dahinya. Apa maksudnya , batin Hakyeon.

"tunggu sebentar" Lalu minhyuk memainkan layar ponsel milik Hakyeon. Tersenyum kecil lalu kemudian sedikit melirik ke arah Hakyeon yang masih menantapnya dengan wajah bingung.

'aigoo.. gemas sekali' batin Minhyuk

Tiba tiba ponsel disaku Minhyuk berdering.

"naah… ini aku kembalikan. Karena sudah 2 kali aku menemukan barang milikmu. Maka sebagai imbalannya aku meminta nomor ponselmu"

Hakyeon masih dengan raut bingung menerima ponsel miliknya.

"baiklah… sekali lagi aku ucapkan terimakasih nee.. annyeong Minhyuk ssi"

Akhirnya Hakyeon paham, ternyata namja idola ini mempunyai modus. Tapi tak apa, Hakyeon merasa tidak keberatan. Lagipula Minhyuk namja yang baik dan sepertinya mereka seumuran. Mungkin bisa dijadikan teman, pikir Hakyeon.

"kenapa lama sekali?" Baru saja Hakyeon masuk kedalam mobil, ia dihadapkan dengan tatapan tajam Leo, dan juga pertanyaan dengan nada datar dari sang kekasih.

"ada urusan sebentar tadi" jawabnya memposisikan duduknya senyaman mungkin.

"dengan Minhyuk?" tanya Taekwoon dengan anda semakin datar. Aura didalam mobil entah kenapa menjadi menyeramkan.

"yaa.. tadi Minhyuk menemukan ponselku yang terjatuh" jelas Hakyeon dengan nada selembut mungkin diiringi senyuman. Karena ia tahu Taekwoon sepertinya sedang tidak dalam mood yang bagus.

Mobil mulai berjalan pelan, Taekwoon menarik tangan Hakyeon untuk lebih dekat dengannya. Tangannya ia selipkan kepinggang kekasihnya. Mendekatkan bibirnya ketelinga Hakyeon.

"aku tidak terlalu suka dengannya" bisik Taekwoon

"wae?" tanya Hakyeon

"huft…." Taekwoon hanya menarik nafas lalu kemudian melepaskan rengkuhan pinggang pada kekasihnya "sepertinya ia punya niat lain padamu"

"ahahahahha….." Hakyeon justru tertawa lepas mendengar ucapan Taekwoon, dan tawanya membuat sosok namja didepan yang tadinya memejamkan mata akhirnya terbuka.

"aahh mianhae Ravi yaa… kau terbangun. Tidurlah lagi" ucap Hakyeon penuh sesal

"tsk… " Ravi hanya berdecih "ah iya hyung, bagaimana dengan sahabatmu itu?" Ravi membatalkan tidurnya, tiba itba ia teringat Ken.

"astaga" Hakyeon menepuk jidatnya, ia melupakan Ken.

"dia sudah pulang. Dia diantar dengan Kim hyung" ucap Taekwoon

"syukurlah… aku hampir saja melupakannya"

"kau sudah melupakannya" ucap Ravi dan Taekwoon bersamaan dan disambut bibir Hakyeon yang terpout.

*****BL*****

Hakyeon dilanda kekesalan luar biasa, pasalnya design pakaian yang akan dipakai untuk MV LR album jepang hilang. Pagi pagi ia mendapat kabar dari pihak cordy, bahwa desain itu hilang, dan Hakyeon diminta untuk membuat desain kembali. Memang selain sebagai asisten Hakyeon juga beberapa kali menyumbangkan idenya untuk desain pakaian LR. Dan kali ini desainnya kembali dipercaya untuk debut LR di Jepang. Karena harus secepatnya dibuat, mau tidak mau Hakyeon harus kembali mendesain ulang beberapa pakaian untuk LR.

Hal itu membuat Hakyeon terpaksa tidak ikut dengan Leo dan Ravi untuk rekaman di Jepang. Lagi pula kehadiran asisten tidak terlalu dibutuhkan, karena mereka tidak sedang konser, untuk itu Hakyeon tetap di Korea dan menyelesaikan pekerjaannya.

Hakyeon tidak keberatan jika tidak ikut dengan kekekasihnya, tapi ada yang ia takutkan. dan hal yang menjadi ketakutannya adalah, Jepang. Disana, di Jepang sana ada yeoja yang akan bertemu dengan kekasihnya. Mereka akan berada digedung yang sama, dan itu artinya mereka akan sering bertemu. LR seminggu berada disana untuk melakukan proses rekaman dan beberapa pengambilan gambar terkait promosi.

Bukan Hakyeon tidak mempercayai kekasihnya, hanya saja tentang kemarin Hakyeon belum mempertanyakannya. Dan kini Hakyeon akan kembali bertemu dengan yeoja itu, dan dipastikan beberapa hari lagi akan ada pemberitaan lagi tentang mereka.

Ia masih memegang teguh janji Leo, ia cukup mempercayai Leo, cukup yakin jika cinta kekasihnya hanya untuk dirinya. Untuk itu Hakyeon mengirimkan pesan sesaat sebelum jadwal keberangkatan mereka.

'hati hati, jangan lupa menghubungiku. aku mencintaimu, dan akan selalu mempercayaimu. Saranghae'

Sebuah pesan dengan ketulusan hati Hakyeon mengetik pesan tersebut dan berharap Leo membaca dan memahami arti pesan yang ia sampaikan.

"kau melamun hyung" suara Ken menyadarkan Hakyeon. Mereka ada di ruang latihan, dengan segelas kopi dihadapan mereka.

Tadinya Ken menghubungi Hakyeon untuk menanyakan dirinya apakah ikut ke Jepang atau tidak. Ternyata tidak, jadilah Ken mengajaknya untuk bertemu dan kebetulan sekali Hakyeon membutuhkan teman pagi ini.

"tidak… aku hanya sedikit pusing memikirkan desainnya. Meski aku ingat tapi entah mengapa sulit sekali membuat kembali" jelas Hakyeon.

"aku kagum sekali padamu hyung…" ucap Ken, matanya menatap Hakyeon kagum.

"hmm? Wae?"

"tsk.. kenapa kau tidak bilang diawal pertemuan kita jika kau salah asisten artis. Padahal aku sudah mengatakan jika aku adalah starlight"

"justru karena kau mengatakan kau starlight, jika aku mengatakan duluan sudah pasti kau akan terus menerorku"

"ahahahah… benar juga. Tapi aku sungguh berterima kasih karena aku bisa melihat bahkan menyentuh mereka… kyaaaa"Ken berteriak gembira, dan Hakyeon menatapnya jengah.

"tssk.. kau ini" ucap Hakyeon

"err… menurutmu hyung, tentang pemberitaan kemarin tentang Leo, apakah itu benar?" tanya Ken

Hakyeon terdiam, dia sendiri bingung untuk menjawab apa, karena dirinya sendiri juga tidak tahu. Tidak mungkin juga dirinya mengatakan jika Leo memang benar telah memiliki kekasih dan keaksihnya itu adalah dirinya.

"menurutmu bagaimana?" tanya Hakyeon balik bertanya.

"hmmm… menurutku, itu tidak benar. Sekalipun itu benar aku sangat tidak setuju Leo dengan yeoja tua itu. wajahnya terlihat tua sekali… pokoknya aku tidak setuju Leo berkencang dengan yeoja itu" Hakyeon hanya tersenyum tipis, yang dikatakan Ken mungkin adalah keinginan beberapa starlight. Atau mungkin ada juga yang beberapa yang justru menginginkannya.

*****BL*****

Sudah dua hari, mereka terpisah. Dan dua hari pula Leo tidak menghubunginya. Malam ini keraguan itu muncul kembali, rasa takut itu mengapung dipermukaan hatinya. Bisakah Hakyeon tenang dengan keadaan kekasihnya tidak bisa dihubungi?

"ah kenapa tidak emnghubungi Ravi saja" memukul jidatnya saat ide itu terlintas, kenapa tidak dari tadi batinnya.

Lanta ia menkan no ponsel Raavi dan menunggu panggilan itu dijawab.

'halo hyung…' Ravi

"bagaimana kabarmu Ravi yaa?" tanya Hakyeon berbasabasi sebelum menyampaikan tujuannya menelpon Ravi

:tidak begitu baik karena kau tidak disini hyung' jawabnya asal

"tsk.. kau kira aku mempan dengan gombalanmu" cibi Hakyeon "err… kalian sedang apa Ravi yaa?" tanya Hakyeon, perlahan.

'aku sedang istirahat hyung. seharian ini kamu mencoba untuk latihan vokal. Bahasanya membuat lidahku kaku hyung' keluh ravi, bisa Hakyeon bayangkan bagaimana wajah Ravi sekarang.

"heeiii kau harus tetap bersemangat. Jangan menyerah" ucap Hakyeon bermaksud untuk menyemangatinya. "errr… Ravi yaa…"

'nee…'

"apa Leo sedang bersamamu?"

'eoh? Tidak hyung… tadi Leo hyung pamit untuk keluar'

DEG

"keluar? Bersama siapa?" tidak, Hakyeon bukan bermaksud protectiv pada kekasihnya. Ia hanya ingin tahu saja.

'bersama manager Song… tenang hyung, kau tidak usah khawatir. Aku akan menjaganya untukmu' ucap Ravi yakin

"ahahhaha… baiklah baiklah. Kalau begitu kau istirahat nee…"

'nee… kau juga harus istirahat hyung, dan cepat selesaikan tugasmu arra?' ucap Ravi

"nee…" Hakyeon mengangguk meski Ravi tidak bisa melihat dirinya sekarang

Hakyeon sedikit lega mendengar ucapan Ravi. Setidaknya ia bisa sedikit lega karena Leo baik baik saja, dan sedang bersama manager mereka. Mungkin mencari makan atau sebagainya, setidaknya itu dilakukan dengan manager.

Dan mungkin saja ponsel Leo habis batre dan dia lupa mengecas, beberapa perkiraan coba dipikirkan Hakyeon untuk membuat dirinya sedikit tenang.

'Line'

Suara ponsel Hakyeon kembali berbunyi, dan itu dari pesan line. Hakyeon kembali meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut.

Hanya sebuah emot cony sedang membawa bunga. Dan dengan tulisan 'hi'

'Btob_MH'

Hakyeon langsung mengetahui dari siapa pesan itu. Hakyeonpun segera mengetik balasan untuknya.

Dan kini terjadilah chit chat antara keduanya, obrolan mereka terlihat asik karena terkadang Hakyeon tertawa geli sambil mengetik pesan. Sepertinya namja manis itu melupakan kegundahannya malam ini. Ini berkat Minhyuk yang mengajaknya untuk bercerita.

'apa kau sudah melihat mv kami Hakyeoni?'

Bahkan kini Minhyuk sudah berani memanggil Hakyeon dengan panggilan Hakyeonie

"tsk.. untuk apa? aku tidak tertarik'

'YAAAKK…jangan seperti itu '

"ahahhaha…. Wajahmu jelek, jadi aku tidak tertarik"

'YAAAIISSHH… WAJAH TAMPAN SEPERTI INI KAUBILANG JELEK? PARA FANS KU BAHKAN MENGATAKAN AKU ADALAH PANGERAN'

Minhyuk mengetik chat dengan panjang dan puluhan emot menangis, marah dan juga emot cool membuat Hakyeon mau tidak mau tertawa geli membaca balasan chat dari temannya ini.

"baiklah baiklah… aku akan melihat MV mu sekarang. Jangan cemberut, nanti jelekmu bertambah" balas Hakyeon dan Minhyuk hanya mengirimkan balasan emot jempol.

Hakyeon menutup aplikasi Line nya , lalu beralih membuka aplikasi Youtube, untuk melihat MV dari Btob. Dirinya juga tidak sabar untuk melihat bagaimana konsep MV dari boyband tersebut.

Namun, baru saja Hakyeon ingin mengetik dikata pencaharian, ada sebuah video dengan tittle yang membuat jantung Hakyeon berdegup. Ia batalkan mengetik di kotak pencarian, dan menekan video tersebut.

Video berdurasi 2 menit itu mampu membuat detak jantung Hakyeon tak beraturan. Sekuat tenaga Hakyeon menggigit bibirnya menahankan tangis agar tak lepas begitu saja. Sekuat tenaga Hakyeon meyakinkan dirinya bahwa yang divideo tersebu adalah editan orang lain, berhrap jika video tersebut salah.

Namun lagi lagi ia amat sangat kenal postur tubuh itu, ia amat sangat mengenal bentuk tubuh itu, semua yang dikenakan ia begitu mengenalnya. Bisakah ia menyangkal lagi?

'Kencan Leo dan Go Hara'

******TBC******

annyeong LeoN Shipper ^^

sepertinya LeoN shipper kian sedikit nih.

disini saya selaku Selir Leo (nama group kumpulan LeoN)

mau mengajak para LeoN shipper untuk bergabung di group Katalk ataupun Line.

baik author ataupun reader, dari fandom lain tapi kalo suka LEoN juga bisa gabung ^^

silahkan di add saja katalk ataupun Line :

endhaiueo

nanti akan kami gabungkan di group tersebut.

di group tersebut kita akan membahas seputar LeoN pastinya, tentang VIXX, ngebully VIXX sesuka hati juga bisa,

curhat juga bisa, request ff juga bisa.

gomawo

*bow*