Title : Will You Protect Me?

Cast : YunJae & other pairings. :)

Disclaimer : YunJae itu saling memiliki, jadi jangan dipisahkan yaa :)

Warning : ini shounen-ai.. jadi kalo yg nggak suka bisa silakan menyingkir jauh-jauh..

.


annyeong.. sebelumnya mau minta maaf sebesar-besarnya buat readerdeul yang nungguin ff ini.. *emang ada?*

ehh.. soalnya udah mau UTS.. jadi otomatis harus nyatetin materi-materi yang ketinggalan.. T^T hiks.. soalnya aku termasuk males di kelas.. uhuuu... jeongmal mianhae, chingudeul T^T

dan satu lagi, ini nggak diedit lho.. :O soalnya aku ngetiknya malem-malem, tepat dua hari sebelum UTS XD huahaha.. nekat benerr.. makanya chapter ini malah jadinya rada gaje.. ._. mianhae, chingudeul.. T.T #180degreebow

ne, kalo ada salah kata atopun kalimat, bisa langsung review buat ngasi tau klo ada typo.. bisa juga saran ato kritik :)

.


Happy reading, enjoy!


.

Yunho jatuh terduduk dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Sementara Jaejoong dan yang lain melongo bingung mengamati tingkah namja yang biasanya terlihat penuh wibawa tersebut.

Jaejoong langsung menghampiri Yunho perlahan. "Yunho-ssi? Gwaenchanha?" tanya Jaejoong bingung sambil menarik lengan Yunho bangun. Yunho dengan cepat berdiri dan menjabat tangan halus Jaejoong.

"Mianhae atas kelakuanku tadi, Jaejoong-ssi.." senyum musang Yunho tampak di wajahnya yang tampan, membuat Jaejoong seketika sedikit memerah. "Aku adalah penggemarmu, Jaejoong-ssi.."

Jaejoong melotot kaget, tidak menyangka bahwa namja yang dikaguminya—eh? Dikaguminya?—adalah salah seorang penggemarnya.

"Eh? Aku... aku—"

"Tidak usah gagap begitu, hyung.. Kau suka saat bertemu penggemarmu kan? Mengaku sajalah.." kata Changmin, langsung membuat Jaejoong tersipu. Kata-kata Changmin benar-benar telak mengenai jantungnya.

Yunho yang terus tersenyum gembira, Jaejoong yang tersenyum malu-malu, Changmin yang masih sibuk dengan ponselnya, semua menjadi pemandangan yang patut kita semua lihat sekarang, terutama wajah Jaejoong yang sedikit merona berwarna pink.

"KIM JAEJOOONG! SARANGHAEEE!"

Seruan salah satu fans fanatik Jaejoong yang amat keras tersebut menyadarkan mereka yang masih terdiam di tempatnya, terutama Yunho. Yesung selaku pemilik cafe dengan cepat berdehem sopan dan merentangkan tangannya, mempersilahkan Jaejoong masuk kedalam cafe-nya, dengan banyak penggemar yang menunggunya.

Jaejoong, dengan senyum mautnya, mengangguk sopan. "Ah, gomawoyo.." ucapnya, mendatangkan sedikit rona merah di wajah Yesung yang tampan. Hey, siapa yang tak akan tersipu jika ditatap dengan pandangan semanis itu oleh Kim Jaejoong? Apalagi disertai senyumnya yang menawan itu.

"Aaaah! Aaargh ~ Woo-Wookieee.. A..appoo ~" jerit Yesung tiba-tiba. Rupanya, karena tak tahan melihat wajah suaminya yang merona karena Jaejoong, Ryeowook mencubit pipi Yesung dengan gerakan yang cukup kasar, menyebabkan Yesung tak berhenti mengaduh. Wow, Wookie cemburu! :D

"Jangan pernah flirting dengan yeoja maupun namja lain kalau masih ingin pipimu selamat, oppa.." Ryeowook mengomel sambil mengerucutkan bibirnya, membuatnya terlihat sangat imut. Yesung dengan cepat segera melepaskan cubitan Ryeowook pada pipinya, dan kemudian memeluk istrinya itu dengan lembut.

"Tenang sajalah, chagiya.. Aku kan selalu mencintaimu.. Jangan khawatir, ne?" ucap Yesung, sambil kemudian mengecup mesra bibir istrinya, membuat Yunho, Jaejoong, serta yang lainnya yang ada disana terperangah oleh kata-kata Yesung—terutama Yunho yang terperangah kaget. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan YeWook saat ini benar-benar tidak cocok dengan suasana serius yang sempat menyelimuti.

"Ngh... Hyung?" panggil Yunho sambil sedikit mengguncang pundak Yesung, namun tangan Yunho hanya ditepis oleh Yesung, dengan bibir yang masih menempel pada bibir istrinya. Yunho hanya sweatdropped sendiri melihatnya, kemudian mengkomando Jaejoong dan Changmin untuk memasuki cafe dan memulai press conference yang terjadwal.

Sementara YeWook? Tadi Yunho samar-samar melihat Yesung mengangkat Ryeowook dengan gaya bridal style menuju rumah mereka. Jadi, tidak perlu dijelaskan apa yang mereka lakukan kan?

Setidaknya kita berikan mereka berdua waktu untuk melakukan kegiatan favorit mereka sekarang.

.

.

"Jadi, apa benar Anda akan mempromosikan lagu Anda di cafe ini malam ini?" tanya seorang wartawan yang dijawab dengan anggukan lembut Jaejoong. Namja itu terus tersenyum selama press conference, membuat beberapa wartawan dan membuat Yunho terpesona. Yunho berulangkali mengintip Jaejoong dari dapur, sesekali mencoba memotret Jaejoong dengan kamera digital yang dipinjamnya dari Yesung.

"Aish!" desis Yunho agak keras ketika kamera Yesung kembali gagal menangkap sosok Kim Jaejoong didalamnya, mengundang perhatian beberapa fans yang merasa terganggu. Yunho cepat-cepat menunduk minta maaf, kemudian mengarahkan kameranya kearah Jaejoong yang kini tengah tersenyum manis menghadap wartawan.

DEGH.

Tiba-tiba saja, mata doe Jaejoong melirik kearah Yunho dan langsung bertemu dengan mata musang milik Yunho. Wajah Jaejoong seketika memerah, tanpa Jaejoong sadari. Kedua matanya tetap intens menatap mata musang yang memabukkan tersebut, dengan wajah Jaejoong yang merona pink, sungguh membuatnya terlihat sangat manis.

"Kim Jaejoong-sshi... dan bagaimana pendapat Anda mengenai cafe ini? Apa Anda menyukai tempat ini?" tanya seorang wartawan sambil tetap mengarahkan mic-nya pada Jaejoong sementara namja cantik itu tersenyum lembut pada wartawan itu.

"Aku sangat menyukai tempat ini.. Konsepnya minimalis serta musik yang diputar disini sangat menenangkan. Paduan warna yang dipilih tidak terlalu mencolok, dan ditambah, ada lukisan gajah yang sangat lucu di sana.. Pemilik cafe ini benar-benar mengerti aku.." jawab Jaejoong lugas yang disambut dengan tawa geli dari beberapa wartawan saat Jaejoong menyebutkan lukisan gajah yang bertengger di dinding dekat pintu masuk cafe.

Yunho tersenyum. Berarti pilihannya tak salah untuk memilih lukisan gajah itu.

"Dan sampai kapan Anda akan berada di Mokpo?" tanya seorang wartawan lagi sambil kembali menyodorkan mic-nya yang disambut dengan antusias oleh Jaejoong.

"Sepertinya sampai saya puas berada disini.." seloroh Jaejoong, kemudian diikuti sebaris tawa manis dari namja cantik tersebut, membuat wartawan tersebut tersenyum puas.

.

.

"Ya! Hyung! Ternyata disini eyeliner-mu? Kau tahu, kemarin noona tata rias seharian mencarinya!" gertak Changmin sambil membongkar-bongkar tas Jaejoong, sementara pemiliknya sendiri sekarang sedang mandi untuk menyegarkan diri menjelang penampilannya satu jam lagi.

"Biar saja, Min!" teriak Jaejoong dari arah kamar mandi, "Lagipula aku tak suka mengenakan eyeliner padat! Aku lebih suka yang cair.." tambah Jaejoong ditengah suara siraman shower. Changmin berdecak, kemudian menggelengkan kepalanya, heran dengan jawaban Jaejoong yang pemilih seperti anak berumur lima tahun.

"Tapi apa kau tak kasihan pada noona tata rias itu? Kalau dia sampai marah-marah bagaimana?" tanya Changmin lagi, berusaha menunjukkan sisi kedewasaannya yang sebenarnya gagal karena Changmin mengucapkan kalimat tersebut dengan memasang ekspresi puppy eyes yang sayangnya juga gagal.

"Aku tak peduli ~" senandung Jaejoong riang, "Biar saja dia begitu terus.. Lagipula aku tak suka noona-noona itu.." kata Jaejoong sambil membuka kenop pintu kamar mandi dan melangkah keluar. "Min, cepat mandi sana! Satu jam lagi kita tampil.."

Changmin mendengus, "Yang tampil itu kau, hyung.. Bukan aku.." omel Changmin sambil melangkah kedalam kamar mandi. Tak lama setelah melangkah kedalam kamar mandi, terdengar erangan dari arah kamar mandi.

"Hiyaaa! Hyuuuung ~" rengek Changmin sambil membawa keluar sebuah boxer—sepertinya milik Jaejoong—yang tertinggal di kamar mandi. Jaejoong yang melihatnya langsung melotot kemudian menyambar boxer itu dengan wajah bersemu merah.

"Hyung!" sentak Changmin, "Hyung ini jorok sekali!" Changmin mengernyit jijik saat melihat tatapan minta maaf Jaejoong yang ia lakukan dengan cara membulatkan mata doe-nya besar-besar dengan tatapan memelas.

"Tunggu saja, nanti aku akan bilang pada Yunho-hyung kalau hyung ini sebenarnya jorok.." kata Changmin sambil berlalu yang kontan membuat Jaejoong panik.

Jaejoong menarik lengan panjang Changmin, "A-Apa maksudmu dengan Yunho, eoh?" tanya Jaejoong. Changmin berbalik dengan senyum usil menghiasi wajah tampannya.

"Tidak ada, hanya menggoda! Hehehe.." tawa Changmin keras sambil berlari meninggalkan Jaejoong masuk ke kamar mandi. Sementara Jaejoong hanya uring-uringan saat Changmin menyebut nama Yunho yang tidak ia sadari sudah membuat jantungnya berdebar kencang.

"Yunho..." gumam Jaejoong dan—

BLUSH.

Wajah Jaejoong kembali memerah.

.

.

"Sound, check!"

"Light, check!"

"Microphone, check!"

Gumaman-gumaman itu terdengar makin keras seiring Changmin berkeliling cafe sambil membawa list barang yang masih harus di-cek. Changmin menghela nafas panjang, kemudian membanting dirinya ke kursi yang terletak tak jauh dari sana.

"Huff ~" Changmin meniup rambutnya kuat, membuat beberapa helai surai hitam itu terbang kearah atas, kemudian kembari terkulai diatas dahinya yang mulus.

"Sudah selesai, Min?" tanya seseorang di belakang Changmin yang langsung membuat Changmin tersentak kaget. Ia menolehkan kepalanya ke belakang dan mendapati Yunho, tengah membawa sebuah nampan berisi dua gelas milkshake coklat.

Changmin tersenyum, "Ah, lumayan hyung.. Persiapan sudah hampir selesai dan aku sekarang bisa istirahat.." Changmin melirik kearah milkshake yang menggoda itu. "Untukku?"

Yunho menyodorkan segelas kearah Changmin, "Untuk Changminnie, manager paling evil sejagat raya.." tukas Yunho yang dibalas dengan kekehan Changmin. Semetara Yunho sendiri ikut mendudukkan diri di kursi di sebelah Changmin, sambil mengamati panggung yang mulai menggelap dan suara riuh rendah fans Jaejoong yang mulai terdengar histeris begitu Jaejoong memasuki panggung.

"Kyaaa! Kim Jaejoong!"

"Jaejoong-oppaaaa!"

"Jaejoongie-oppaa! Saranghae!"

Yunho kembali merasa iri dengan kerumunan yeojadeul tersebut. Sekarang Yunho benar-benar ingin mencuri salah satu dress Ryeowook, kemudian memakainya, lalu berbaur diantara kerumunan yeoja yang meneriakkan kata-kata cinta untuk Jaejoong itu. Tapi niat itu diurungkannya mengingat Yunho masih memiliki harga diri sebagai lelaki.

Jaejoong mulai menaiki panggung, membungkuk sebentar, menunggu musik bermain, baru kemudian ia meraih mic. Jaejoong sedikit menoleh pada YeWook couple yang malah dengan asyiknya bercumbu di pojok cafe. =_='

" Nun teugodo neol baraboji mothae.. Jichin chueoke heuryojin neoui mameul nan chatji mothae.. Manhi ulgo jichyeo deo isang mothae.. Saenggakhaedo neoreul bomyeon gwaenchaneul got gata…" Jaejoong memulai nyanyiannya, yang langsung membuat Yunho terpesona.

Sekali lagi, Kim Jaejoong mencuri hatinya.

Yunho menopangkan sikunya ke meja dan terus menatap Jaejoong dengan intens. Menatapnya seolah tak ada hari esok. Sejenak, terbersit di benak Yunho untuk memiliki namja cantik tersebut.

Tersadar dari apa yang dipikirkannya, Yunho menggeleng keras.

'Tidak, tidak, tidak, Jung Yunho!' bentak Yunho pada dirinya sendiri. Yunho sadar bahwa dirinya sudah bermimpi terlalu banyak. Pertama, mimpi untuk bertemu Kim Jaejoong yang secara kebetulan terwujud.

Satu mimpi terwujud, dan apa itu berarti mimpi lainnya akan terwujud?

'Belum tentu, Jung Yunho.. Kau jangan macam-macam.' bentak Yunho memarahi dirinya sendiri. Sesekali tangannya memukul kepalanya sendiri, menarik perhatian Changmin yang diam-diam sudah menyambar milkshake jatah Jaejoong.

"Kenapa, hyung? Ada sesuatu yang tak beres?" tanya Changmin agak keras mengingat sekarang cafe sedang dipenuhi suara musik dan tentunya suara Jaejoong sendiri. Yunho baru saja hendak menjawab ketika terdengar suara jeritan dari arah panggung.

"AAAAAH!"

BRUK!

Yunho dan Changmin melotot selebar-lebarnya ketika melihat tata panggung tersebut jatuh keatas panggung—sepertinya tepat menimpa Jaejoong.

Yunho membatu sebentar, kemudian—

"JAEJOONGIE!" teriak Yunho, berusaha mengalahkan suara fans yang menjerit ketakutan serta suara derap kaki para fans yang berusaha menyingkirkan tata panggung yang terbuat dari besi itu untuk menyelamatkan Jaejoong.

Yesung—dengan dua kancing paling atas terbuka—langsung berlari kearah panggung dan berusaha menyingkirkan tata panggung tersebut. Yesung mendapati Yunho yang sedang berlari kearahnya.

"Yunho-ya! Bantu aku disini!" suruh Yesung, kemudian Yunho segera menurut. Alhasil, kedua namja tersebut bersama-sama berusaha mengangkat tata panggung tersebut—dengan bantuan Changmin untuk menyelipkan diri diantara sela-sela besi yang lumayan lebar itu untuk mencari Jaejoong.

Yunho menoleh keatas. Tali yang digunakan untuk menyangga tata panggung terputus. Dugaan Yunho, tata panggung ini terlalu berat atau talinya yang terlalu ringan.

Beberapa menit kemudian, Jaejoong ditemukan. Kondisinya sedikit parah ketika Yunho menggendongnya ke mobil ambulans. Didekat mobil ambulans, ada Yesung yang sibuk beradu argumen dengan promotor acara.

"Tidak mungkin karena cafe-ku! Aku berani bertaruh!" seru Yesung kesal, yang kemudian langsung ditenangkan oleh Ryeowook dengan cara mengelus-elus pundak Yesung untuk meredakan amarahnya.

Promotor acara tersebut mengernyitkan dahinya sinis, "Hah! Benarkah? Lalu kenapa ini semua bisa terjadi?" serunya marah, tak ayal membuat Yesung makin murka.

"Untuk yang itu, aku tidak tahu! Semua peralatan itu darimu, kan? Aku bahkan tidak menyentuh apa-apa!" balas Yesung, berseru. Ryeowook sendiri sudah mulai ketakutan dengan raut wajah suaminya yang berubah drastis.

"Cukup!" seru Ryeowook kecil, matanya melirik gelisah kearah ambulans. Si promotor menoleh kearah Ryeowook, "Apa? Kau ingin mengalihkan pembicaraan eoh? Atau kau ingin—"

"Jaejoogie sudah sadar!" seru Yunho sambil melompat keluar dari ambulans, yang kontan membuat si promotor dan Yesung menghentikan debatnya. Ketiganya langsung berlari menuju ambulans mengikuti Yunho yang sudah lebih dulu kembali kedalam ambulans.

Jaejoong menggeliat kecil diatas brankar. "Umma... Ummaa.." panggil Jaejoong samar-samar, membuat Ryeowook langsung menggenggam tangan Jaejoong dengan erat yang dibalas sama eratnya oleh Jaejoong.

"Ummaa... kepalaku sakit.." lenguh Jaejoong lirih yang mengagetkan Ryeowook. Ryeowook ingat kejadian seperti ini. Kejadian ini... kejadian saat putranya dulu mengalami gegar otak.

Ryeowook membatu. Matanya membelalak menatap Jaejoong yang masih meringis kesakitan. Genggamannya pada tangan Jaejoong menguat seiring lenguhan kesakitan Jaejoong terdengar.

"Bertahanlah..." kata Ryeowook, setetes airmata dilepaskan oleh kelopak matanya, "Bertahanlah, Jonghyunnie.." isak Ryeowook, kemudian yeoja itu jatuh pingsan.

.

.

"Tidak apa-apa.." kata Dokter Kim dengan ramah ketika Yunho menanyakan keadaan Jaejoong dengan panik. Sementara promotor acara dan Changmin hanya duduk menunggu hasil pemeriksaan dokternya. Wajah keduanya menyiratkan kekhawatiran yang dalam, terutama Changmin.

"Jaejoong-sshi tidak apa-apa. Hanya saja, tempatkan dia di tempat yang membuatnya nyaman untuk mempercepat penyembuhannya. Dan juga, jangan pernah lalai untuk melindungi dia dari benda-benda yang dianggap mampu menyakitinya, karena saraf motoriknya menjadi sedikit terganggu setelah benturan itu.." jelas Dokter Kim lagi yang dijawab dengan anggukan Yunho.

"La-Lalu, bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Yesung dengan wajah yang tak kalah khawatir. Yesung benar-benar ketakutan saat mendapati istrinya pingsan disamping Jaejoong yang terus memanggil-manggil ibunya, kemudian ikut pingsan menyusul Ryeowook.

"Ah.. Ryeowook-sshi baik-baik saja.. Tapi…" Dokter Kim menggantung kata-katanya, membuat Yesung semakin khawatir.

"Tapi? Tapi apa, Dok?" seru Yesung sebal, kemudian mencengkeram kerah jas dokter muda itu. Dokter Kim hanya tersenyum maklum kemudian melepaskan tangan Yesung perlahan dari jasnya.

"Tapi tolong Anda jaga kondisi kejiwaan Ryeowook-sshi.. Karena secara tidak langsung, hal itu juga bisa berdampak pada bayi yang dikandungnya.." jelas Dokter Kim sambil mengulurkan tangannya pada Yesung yang menanggapi ucapan dokter muda itu dengan memelototkan matanya kaget.

"Chukkae, Jongwoon-sshi.." dokter itu tersenyum pada Yesung yang masih melotot mendengar kata-katanya, "Ryeowook-sshi sedang hamil.. Dan usia kandungannya sudah berumur dua bulan.."

Yesung melongo antara kaget dan bahagia.

.

.

"Enaknya dibawa kemana?" erang Changmin frustasi. Sementara Yunho hanya melingkarkan tangannya melingkupi teh hangat yang dipesannya sambil melirik kearah Changmin yang masih uring-uringan sendiri.

Sekarang mereka tinggal berdua di rumah sakit. Si promotor sudah kembali ke kantornya, dan Yesung kabur ke kamar rawat Ryeowook, menengok istrinya yang imut itu.

"Bagaimana ini, hyuuung? Enaknya kubawa ke gunung, atau ke laut?" tanya Changmin, meminta saran tempat untuk menyembuhkan Jaejoong lebih cepat.

"Kalau gunung, Jaejoong-hyung sangat suka warna dari pemandangan di gunung.. Tapi dia tidak kuat udara dingin yang bertiup disana.. Sementara di laut? Jaejoong-hyung suka sekali suara laut tetapi tidak suka bau asin air laut.. Bagaimana ini?" jerit Changmin histeris, membuat Yunho harus menutup telinga rapat-rapat. Yunho baru tahu suara Changmin sangat tinggi, bahkan melebihi suara Jaejoong.

"Kalau aku ingin di rumah Yunho, bagaimana?" tanya sebuah suara kecil dari belakang Yunho. Keduanya menoleh dan mendapati Jaejoong, dengan kepala diperban, mengenakan pakaian rumah sakit, berjalan terseok-seok kearah mereka sambil menyangga badannya dengan kruk.

"Bagaimana?"

"MWO?"

.

.

=TBC=


.

.

tuh kan gaje.. ._. #masih nekat publish juga.

Mianhae kalo mengecewakan.. T^T oh iya, buat yang nunggu ff You (emang ada yang nunggu?) sebisa mungkin tepat hari terakhir UTS (tanggal 12) akan saya publish disini :) saya udah dapet plotnya sampe tamat. Jadi kemungkinan besar kalo nggak ada halangan (dan nggak ketahuan) selama UTS akan saya ketik, itung2 sebagai penyegar otak setelah saya paksa mikir ampe berasep ._.

Dan, peraturannya tetep sama. :) minimal 10 review, saya lanjutin :) hehehe..

Untuk ff oneshot yang pernah saya sebutin itu, kemungkinan besar KyuWook brothership. Ada yang mau baca? Kalo ada yang mau baca dan mau review yaa saya buatin terus publish disini. Kalo emang nggak ada yaa saya publish di Facebook, soalnya itu ff request-an salah satu eonni saya xP hehe..

Ini balesan review kemaren :D


.

Han Sera : ini udah ada YunJae moment. :) kerasa nggak? Gomawo udah review :)

.

putryboO : putry eon :D annyeong.. ini udah saling jatuh cinta kok :) tinggal nunggu Yun nyatain (?) aja.. :) gomawo uda review :)

.

chidorasen : ._. Author minta maaf soal ngebikin Yun kayak fansgirl.. m(_ _)m soalnya otak authornya lagi error.. gomawo udah review :)

.

ZuZiZu-ZuZu lupa pw : ini udah lanjut. :) btw, itu nick dipendekin dikit dong? T^T nulisnya belibet hueeee ~ btw, gomawo udah review :)

.

Enno KimLee : Yun OOC ya? ._. mianhae, chingu T^T ga bermaksud bikin Yunppa OOC ~ MinKyu? Ehm.. dipertimbangin yah chingu :) gomawo udah review :)

.

Leeyasmin : ne, Jaemma love at first sight ama Yunppa :) Yunppa lebeh? O.o mianhae, chingu T^T saya memang author babo ~ btw, gomawo udah review :)

.

jeje100607 : lho? Yun kan ga ampe pingsan.. O.o ehm.. ._. Iya sih banyak yang bilang kalo disini Yun jadi uke-uke gimana gitu.. makanya di chap ini saya keluarin ke-maskulin-an nya Yun biar keliatan jantan :D rating naik jadi M? Waduh, nggak bisa.. T^T mianhae, chingu.. :( btw, gomawo udah review :)

.

Cherry Bear86 : Yunppa beneran OOC ternyata ._. #ngeliatin review-review sebelumnya. Ini tetep YunJae kok :D author ga kebayang kalo jadi JaeHo ._. Btw, gomawo udah review :)

.

widiwMin : mian ga bisa kilat T^T author banyak tugas.. gomawo udah review :)

.

Yewook kim : Yunppa ama Jaemma hampir jadian nih hehehe :D btw, ini saya kasih kejutan buat YeWook-nya ;) gomawo udah review :)

.

OktavLuvJejeTooMuch : lho? lho? lho? jangan nangis, chingu.. T^T ntar aku ikutan nangis #eh? Ternyata lebay beneran ya ._. ini YunJae moment-nya udah banyak belom chingu? ^.^ gomawo udah review :)

.

HaeRie Jaejoongie : abg tanggung? #jedotin kepala ke meja. Ne, Yunho tetep seme kok disini :D YunJae moment disini udah banyak belom? ._. MinKyu diusahakan ya :) gomawo udah review :D

.

Han Haneul : ne, Yunppa fanboy! #ngetawain Yunppa #digatak Jaemma. Tapi ini tetep YunJae kok chagi :) ga mungkin dan ga bakal aku bikin JaeHo =.=' ngeri aku bayangin JaeHo.. ne, ini udah lanjut :) gomawo udah review, chagi :D

.

aino rem : Yunppa jadi nista ya? T^T siapa ngelindungin siapa? Tunggu aja chap depan :p #digatak rame-rame. Gomawo udah review ^.^

.

Kim JeeMin : jinjja? :D wuaa gomawo ceritanya udah dibilang bagus :) gomawo udah review :)

.

nobinobi : ini YunJae moment-nya udah banyak belom? :D gomawo udah review :)

.

Park Seul Byul : Yunppa jadi alay ya.. ._. Mianhae ne, chingu? :( mian kalo ga puas ama chapter kemaren.. gomawo udah review :)

.

Hyun Hyumin : keep ampe end? yakin? Ini aku tambah lagi YeWook moment-nya :D hehehe.. semoga puas ama chapter ini ^.^

.

Lee Tae Ri : wuah, beneran berlebihan ya berarti? ._. Chingu suka? :D ahh, gomawo ^.^ ini YunJae moment-nya udah banyak belom? :D ato mau saya tambahin lagi di chap depan? Perkiraan saya sih, chap depan full YunJae.. tapi yaah dilihat lagi.. hehehe.. :D ehm, karakter Jae masih samar ya? ._. Mianhae, ne? T^T tapi disini saya bikin Jae itu agak-agak uke ke-seme-seme-an gitu deh.. #plak. Gimana pendapatnya mengenai chapter ini? :) gomawo udah review. :)

.


oke, selesai deh bales-bales reviewnya :D

peraturan masih tetep sama. Minimal 10 review, saya lanjut. :D lebih dari 10 juga gapapa. #plakk

So, should I keep or delete this fic?

Answer please ~

Gomawo :)