special thanks for
, Mukhammad Yuusuf, Syalala Lala, Tatsuka Tsuma, Nokia 7610, Hole In heart, .007!, .79,Guest1
, NaruSaku Lovers, reyvanrifqi, Ashaema Aizawa, Hikatani8 Man, Audyon, Guest2, Vanessa, asolole, The KidSNo Oppai, Guest3, gunawanuzumakinamikaze, Guest4, 5, m. , Naruto-senpai, Randy Orton, Shino , Readers Tampan, Winsen S, Dinda Azzahara, DutaGuest, Guest5, no no no, Uchiha Hansem, GuestXXX, uzumaki-senpai, NaruAnko Lovers
Yosh langsung baca aja
Baca A/N di akhir chap mengenai Pair
Malam yang tenang, malam yang sunyi. Dua Ibarat kata yang dimanefikasikan dalam Infrasi menenangkan
Di Dalam Gua, Tobi tampak berbincang-bincang dengan Naruto. Tatapan seriusnya mengiringi percakapan Itu baik Naruto maupun Tobi
"Naruto, kau berangkat ke Konoha." Kata Tobi tiba-tiba
"Untuk Apa?"
"Menjadi Chuunin tapi sebelum-nya kau harus menjadi genin."
"Aku tidak sudi."
"Mengertilah, Naruto."
"Aku bosan ke desa Itu."
"Bagaimana pun, Itu desa kelahiran mu." Tobi makin pasrah dengan ajakannya
"Tetap aku tidak mau!"
"Kalau begitu, aku tidak akan melatih mu." Tobi sudah tak punya akal lagi untuk membujuk naruto agar pergi ke konoha
"Sebenarnya untuk apa aku menjadi genin lah, chuunin lah." Gumam Naruto tak jelas
"Ini untuk melakukan Invasi." Jelas Tobi membuat naruto terbelalak kaget walau disembunyikan dengan wajah coolnya
"Apa?!"
Dendam & Missing-nin
Adventure & Romance
Naruto X baca a/n di akhir chap
"Biasa aja kali." Gumam Tobi
"Invasi dengan siapa, masa aku seorang?"
"Begini, kau mau tidak mengikuti Ujian Chuunin, tapi sebelumnya kau harus menjadi Genin." Rujuk Tobi
Naruto menghela nafasnya "Mau bagaimana lagi?"
"Baiklah aku mau." Sambungnya sambil kembali menghela nafasnya
"Bagus." Tobi menyeringai lebar "Aku akan membantumu saat Invasi."
"Membantu apa?" Gumam Naruto bertanya ke Tobi yang masih menyeringai
"Berdoa." Jawabnya membuat naruto sweatdrop
"Sudah... Sudah.. Sana Pergi!" Usir Tobi "Iya, Iya." Sahut Naruto sambil Ikut-Ikutan mengemasi barangnya dan pergi
Di Hutan kawasan Otogakure
Naruto tengah berjalan ke arah Konohagakure dengan melompati dahan-dahan pohon
"Chakra Legs." Naruto mengeluarkan chakra di kakinya, mempercepat langkahnya menuju Konohagakure
Di Perjalanan, dirinya bertemu...
"Tobi," Gumam Naruto melihat Tobi yang tengah duduk, dari tekanan chakranya. Ini memang Tobi
"Naruto, ada sedikit perubahan rencana." Ucap Tobi dengan misteriusnya
"Apa?"
"Itachi, Kisame." Panggil tobi lalu muncul dua orang dengan Jubah Akatsuki
"Duo Missing-nin Rank S, Itachi Uchiha dan Kisame Hoshigaki!"
"Hoo, bocah kau kenal aku." Kata Kisame sambil memainkan pedang samahedanya "Ya kau kan salah satu pendekar pedang Kirigakure."
"Kau salah, bocah."
"Jangan panggil aku bocah!" Pinta Naruto marah sambil merapal handseal
"Katon: Goukakyu No Jutsu." Anehnya, api semburan naruto menghilang,
"Hahaha... Aku akan memiliki seluruh pedang kirigakure, Samaheda telah menjadi milikku." Ucap Kisame sambil mencium-cium Samahedanya
"Shit, aku lupa. Samaheda dapat menyerap jutsu." Runtuk Naruto kesal
"Sudahlah," lerai tobi "Ada perubahan rencana."
"Apa Itu?" Gumam naruto "Mungkinkah kita dijadikan team Genin."
"Yap, dan Aku sebagai Jounin pembimbingnya," Ucap Tobi membanggakan dirinya
"Fuinjutsu: Henge Fuin." Tiba-tiba naruto berubah menjadi seorang laki-laki dengan rambut kuning, dan mata hitam coklat,
Itachi berubah dengan rambut yang berwarna biru dengan mata Onyx cuman ada sedikit perban yang menutup mukanya tepat di bagian mata
kisame berubah menjadi perempuan dengan rambut hitam yang diikat Ponytail,
Tobi berubah menjadi sosok seseorang dengan topeng putih bertomoe dengan rompi Jounin
"Ini Hitai Ate kalian." Tobi menunjuk tiga hitai ate dengan lambang segitiga bertomoe
"Bertomoe lagi," naruto menghela nafasnya
"Ya, kan semua manusia normal disini punya Sharingan."
"Jadi maksudmu aku tidak normal, Tobi." Bentak Kisame kepada Tobi
"Kau merasa tersindir." Gumam Tobi
"Tidak, hanya saja semua manusia normal memiliki sharingan yang disini berarti karena aku tidak memiliki sharingan jadi aku bukan manusia normal dong?"
"Kau bodoh." Sindir Tobi, membuat kisame geram mengayunkan pedang samahedanya hendak menebas kepala Tobi, tapi Itu hanya menembus tubuh Tobi
"Sial." Umpat Kisame kesal
"Kau tak akan bisa." Remeh Tobi
"Katon: Goukakyu No Jutsu." Semburan Api mengarah ke Kisame
"Suiton: Suiryuddan No Jutsu." Kisame membuat naga air yang melahap habis semua api Itu
"Sudah.. Sudah.." Lerai Naruto "Sebaiknya Kita tak usah mengikuti Ujian Chuunin," usul tobi
"Kan sudah kubilang." Naruto memutar matanya bosan akan semua Ini
"Tapi, kau akan kukenalkan dengan para Anggota Akatsuki." Jelas Tobi membuat naruto agak menyeringai
"Kai." Lalu henge mereka pun menghilang
"Tapi sebenarnya aku sangat Ingin menjadi GENIN." Lirih Naruto "Tapi bukan GENIN dari desa laknat Itu."
Mata Naruto kembali menjadi onyx kelam, kisame bingung, Itachi biasa-biasa saja dan Tobi menyeringai
"Baiklah, kau menjadi GENIN di Akatsuki, sekarang Ayo kita ke Runtuhan Jembatan Kanabi." Jelas Tobi
"Hm/Baiklah/Hn." Ucap Naruto, Kisame dan Itachi bersamaan
"Gunakan Legs Chakra biar perjalanan kita menjadi cepat." Sambung Tobi lagi
Legs Chakra, kemampuan mengeluarkan chakra di kaki untuk mempercepat lari, namun chakra akan berkurang sedikit demi sedikit
Skip Time
Di Reruntuhan bekas Jembatan Kanabi
Berdirilah, Empat Sosok makhluk dengan muka yang dua cukup tampan, yang satu Idiot, dan satu lagi makhluk laut (?)
"Nah." Tobi merapal handseal AnjingKucingMonyetNaga
"Fuinjutsu: Fuin Hekaryou Jutsu." Muncul portal-portal yang menghisap kekkai disana
"Katon: Karyuu Endan." Naruto menembakkan peluru Api membuat semua yang disana luluh lantah
"Kau terlalu berlebihan, Naruto." Gumam Tobi "Lain kali, sebelum melakukan Ini pikirlah masak-masak."
Naruto membalas dengan bingung namun tatapannya masih datar "Apa maksudmu."
"Katamu kau Pintar dan Jenius setara Klan Nara." Gumam Tobi sambil tertawa "Atau kau hanya mengarang cerita saja."
"Memang." Gumam Naruto "Mungkin kau terkagum-kagum atas kepintaranku."
"Hei Bocah!" Cerocos Kisame "Masih Jeniusan Aku dari kamu dasar otak duren." Ejek Kisame, Naruto membalas
"Muka Abnormal."
"Rambut Tahi."
"Muka Biru."
"Buah Sawo."
"Manusia Ikan." Ejek Naruto lagi "Hei aku bukan manusia Ikan lah." Elak Kisame
"Terus apa, Gurita Mentah?"
"Aku Ikan Hiu." Naruto pun sweatdrop mendengar perkataan Kisame
"Tapi kau..." Kisame menunjuk Naruto yang masih sweatdrop "Rambut Duren." Sambung Kisame membuat Naruto membalas dengan cepat
"Gini-gini banyak yang suka." Gumam Naruto "Lagipula, Aku Juga Ingin Pacaran."
"Sudah-sudah nanti saja kau cari di Konoha, sekarang kita masuk." Lerai Tobi membuat semua yang ada disana mengganguk patuh, kecuali Tobi
Di Dalam Markas Itu tampak seorang baby Falce, Banci Alay, Tanaman yang tak Jelas, seorang bertindik dengan enam tubuh, seseorang perempuan dengan rambut biru, seorang yang membawa sabit di punggungnya, dan seorang lagi memakai cadar dan kayaknya mata duitan
"Akatsuki's Member, Inilah Anggota Baru Kita, Uzumaki Naruto."
"Hai Naruto, Aku Deidara." Oh Ternyata nama Banci Alay Itu Deidara "Aku Sasori." Ucap seseorang di sebelah Deidara
'Oh Ternyata Makhluk Mahkluk Akatsuki kebanyakan Abnormal ya' batin naruto sweatdrop
'Tapi mereka adalah Missing-nin Rank S yang akan Menggemparkan dunia dengan yang kata mereka sih perdamaian melalui Bijuu' pikir naruto lagi
"Namaku Hidan." Kenal seseorang dengan sabit "Ini Jubah Akatsuki mu, namaku Kakuzu. Bendahara di akatsuki," suara kakuzu sambil tertawa keras
'Tuh kan kebanyakan orang gila' batin naruto sambil memakai Jubahnya
'Kasihan Naruto belum tau kalau kakuzu Itu GAY' batin hidan sambil bersemu merah (?)
Suara Ketua Akatsuki, Pain membuyarkan perkenalan mereka yang tadi "Uzumaki Naruto dan Uchiha Itachi bisakah kalian kuberi misi?"
Naruto dan Itachi mengganguk mantap, dengan wajah datar, Pain menyeringai "Kalian kuberi misi bersenang- senang untuk mengetes team 7 dari Konoha yang sedang berjalan menuju Konoha."
"Dimana lokasi pasti mereka?" Gumam Itachi "Kau tak terkejut Itachi-nii, bukannya adikmu ada di team 7?" Tanya Naruto dengan Pasti
"Ucapan Naruto benar, Adikmu ada di Team Seven," ujar Pain seraya membenarkan ucapan Naruto tadi
"Bagaimana, kalian siap Uzumaki Naruto dan Uchiha Itachi, menghadang atau lebih tepatnya bermain-main dengan team seven aku Ingin melihat sejauh mana kemampuan kalian, Zetsu akan mengintai pertarungan dari bawah tanah," jelas Pain "Kalian mengerti bukan," tanya Pain
"Tentu saja," ujar Naruto sambil menyeringai karena dapat bermain-main dengan Menma atau lebih tepatnya menghajar Menma yang membuatnya tak mendapat kasih sayang Orang tua
"Hn," balas Itachi datar namun di dalam hati Ia agak bersorak-sorak riang
"Baiklah Kalian boleh Pergi," ujar Pain menyuruh mereka pergi untuk melakukan misi yang tadi
"Hai Leaders-sama," ujar Itachi dan Naruto bersamaan lalu pergi dari markas Akatsuki
Skip Time
Tampak Naruto dan Itachi yang berdiri dengan tudung kepala serta Jubah Akatsuki
"Siapa kalian ?" ujar Kakashi kaget melihat dua sosok di depannya
"Itachi-nii apa kita perlu memperkenalkan diri kita ?" Ujar Naruto sambil bertanya "Kurasa tidak apa-apa." titah Itachi sambil membuka tudungnya
"Aku Uchiha Itachi," sasuke tiba-tiba mengaktifkan sharingan dua tomoenya dan maju menyerang Itachi dengan sebilah Kunai di Tangannya
"Jangan ceroboh, Sasuke," ujar Kakashi memanggil Sasuke tapi terlambat karena Sasuke tampak telah bertarung dengan Itachi
"Kau Juga siapa?" Ujar kakashi sambil melihat sosok yang tak dikenalnya
"Kheh..kheh aku memang tak seterkenal Itachi, namun pasti kalian tahu siapa aku," ujar Naruto sambil membuka tudung saji dan Jubah Akatsukinya
"Aku Uzumaki Naruto," ujar Naruto dengan seringaian lebarnya, matanya bernafsu untuk segera membunuh, diambilnya Kunai dan dengan cepat dilemparnya
"Kunai Kagebunshin No Jutsu," kunai yang tadi berjumlah 1 kini menjadi 100 kunai, Naruto melempar Bom Asap untuk mengurangi penglihatan team seven menangkis kunai
Trank...Trank, Suara dentingan Kunai dan Kunai dua benda logam Itu beradu , Kakashi sudah sedari tadi mengaktifkan Sharingannya
"Sakura dan Aku , sebaiknya Bantu Sasuke," ujar Kakashi di balik kepulan Asap "Aku Bisa melawaannya seorang sensei," usul menma
"Memang itu tujuan ku," ujar kakashi, menma merapal handseal
"Fuuton: Daitoppa," disemburkannya Angin untuk menghilang kabut Itu, tampak tubuh sakura, menma dan kakashi yang sedikit agak terluka
Itachi Vs Sasuke, Sakura Dan Kakashi
"Sasuke-kun, kami datang!" Pekik Sakura sambil menghampiri Sasuke
"Cih Aku tidak mau diganggu," ujar Sasuke sinis "Sasuke, sadarlah dia Missing-nin Rank S," tenang kakashi
"Aku tak peduli," ujar Sasuke keras kepala. "Bagus, Otouto, penyiksaanmu akan bertambah," ujar Itachi datar, Itachi merapal segel dengan cepat
"Katon: Goukakyu No Jutsu," Itachi menyemburkan Bola Api dari Mulutnya
"Katon: Goukakyu No Jutsu," ujar Sasuke selepas merapal handseal, menyemburkan bola api seukuran milik Itachi menyebabkan Asap yang menggangu Pemandangan
Tampak disana Mata Itachi yang mulai berputar menjadi Mangekyou
"Tsukoyomi,"
Di Ruang Gelap Itu terdapatlah kakashi, Sasuke dan Sakura,
"Di Dunia Tsukoyomi kalian akan disiksa," ujar Itachi sambil menyiksa mereka semua untuk menghambat perjalanan mereka mengkikuti Ujian Chuunin yang akan dilaksanakan tiga hari lagi
Mereka Semua Pun Pingsan dalam keadaan mental yang tersiksa, Itachi berlalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah datar
Naruto Vs Menma
"Menma Sudah lama aku Ingin melawanmu," ujar Naruto sambil menyeringai
"Anak Sial, kau akan kalah," ujar Menma menatap Naruto dengan benci sambil menatap matanya "Kau salah menatapku, Menma." ujar Naruto dan Menma pun Masuk genjutsu Naruto
"Mugen: Kasegui," tampaklah Menma yang tengah diikat serta Naruto yang tampak menyeringai
Naruto menusuk-nusuk Dada Menma di Genjutsu Itu membuat keadaan mental Menma menjadi lemah dan akhirnya Jatuh Pingsan
"Baru Begitu saja Kau sudah Pingsan," ujar Naruto tertawa dan beranjak dari sana
To Be Contineud
"Terbaik tak chapter tadi, tulislah di Review dengan Handstag #D&MS."
Yoshee... Words mulai meningkat
A/N: Ino dan Anko sama-sama menjadi yang terbanyak dalam Voting, saya buat voting kedua
(Ino)
(Anko)
(Mini Harem)
Kalau pilih Mini harem ya slotnya Ino dan Anko
Akhir kata Review selalu
