Chap 4: Aust and APA?
Warning: OOC, gaje, abal, agak historical (akan dijelaskan pada bagian akhir).
OC: male!Indo.
Makasih buat semua review dan requestnya! Sekedar info, cerita yang didahulukan adalah yang requestnya paling cepat! Jadi, jika anda me-request, lihat pada barisan review (dari bawah). Dimanakah review anda berada?
~Australia x Male!Indo~
Indonesia tidak mau mempercayai hal ini.
Tega sekali mereka menjualnya kepada Australia.
Bos Indonesia meminta Autralia untuk menwakilkan mereka dalam KTN.
Autralia setuju, dengan satu syarat.
"Izinkan aku meminjam Indonesia untuk satu hari saja,"
Bos Indonesia, tanpa ragu-ragu, langsung menyetujuinya. Siakul. Indonesia menolak setengah mati, tapi bosnya malah bilang,"kalau kau tidak mau lebih baik mati betulan,".
Pada hari yang (tidak) ditunggu-tunggu, bosnya memilihkan kemeja terbaik yang bisa ditemukannya setelah mengobrak-abrik seisi lemari. Akhirnya, setelah mencoba sekitar tiga ribu potong kain, Indonesia memakai kaus putih v-neck dengan jaket hitam military, cocok dengan kulitnya yang kuning langsat. Bahkan, istri bosnya-lah yang menyisiri rambut hitam legamnya dan berkomentar dengan gaya tante-tante bawel, membuat Indonesia tertarik untuk menjejalkan hair-wax dari meja rias ke mulutnya yang sekarang malah mangap seperti katak, mengatakan,"Aduh! Indo~kamu ganteng banget," dan "Coba aku masih muda..." Lengkap dengan mengedip-ngedipkan mata kepada si pemuda tampan di depan cermin (Oke, bagian sini agak narsis) yang langsung merinding disko dipuji oleh istri bosnya (kok jadi affair gini, sih?)
Intinya, disinilah ia sekarang. Di depan rumah megah milik si pirang berkacamata sialan itu yang menyambutnya dengan ramah.
"Hai, Indo. Silahkan masuk," sapa Australia ramah. Indonesia mengangguk dengan agak malas, berharap hari ini cepat berakhir. Australia memimpinnya ke ruang tamu dan menyajikan teh serta kue-kue kering, berbasa-basi layaknya ketan basi (?) yang membuat Indonesia gondok pangkat tigapuluh.
"Sudahlah!" Protes Indonesia ketika Australia menawarkan toples kue kelima belas. Tangan putih Australia yang sedang berkutat dengan tutup toples langsung terhenti.
"Maksudnya?" Tanya Australia. Indonesia menghela nafas.
"Apa maksudmu 'meminjam untuk sehari'?" Tanya Indonesia, mulai mempertanyakan kecepatan berpikir pemuda satu ini.
Australia tersenyum. Entah kenapa, senyum ini terlihat berbeda dengan senyum yang sebelumnya ia berikan untuk Indonesia.
Autralia bangkit dari tempat duduknya dan duduk di sofa sebelah Indonesia. Pemuda itu mendekatkan bibirnya ke telinga Indonesia, membuat pemuda itu bergidik geli.
"Aku meminjammu hanya untuk...suatu hal," bisik Australia, bibirnya menyentuh cuping telinga Indonesia, membuat pemuda itu semakin bergidik karena sensasi aneh.
"A-apa itu?" Tanya Indonesia gagap. Australia menjulurkan lidahnya untuk menjilat telinga Indonesia. Oh, tidak. Indonesia tahu kemana hal ini akan berjalan. Indonesia harus menekap mulutnya ketika ia mendesah pelan.
"Bisa kau tebak?" Kata Australia, tangannya mulai membuka jaket hitam Indonesia. Indonesia menelan ludah. Wajah Australia bisa dikatakan tampan dan sangat merangsang seorang pria. Jadi..jadi..apa?
Kini mereka sudah setengah terbaring di sofa.
Selagi Indonesia berpikir, tangan Australia sudah membuka (hampir) seluruh pakaian yang dikenakan Indonesia, hanya meninggalkan kaus putih itu.
"Tu-tunggu d-dulu, Aust-mmmph!" Bibir Indonesia dibekap oleh bibir Australia, tangan pemuda pirang itu mulai menelusup ke balik kaus putih nan tipis itu, menggerayangi tubuh pemuda berkulit gelap yang lebih mungil sambil menidurkannya di sofa.
"Australi-aaaaaahn!" Jerit Indonesia ketika Australia mulai turun ke lehernya, menghisap, menjilat dan menggiti lehernya, meninggalkan banyak bekas di sana.
"Apa, Indo?" Tanya Australia pura-pura innocent. Mulutnya semakin turun ke bawah sementara tangannya menarik kaus Indonesia ke atas, menampilkan dada bidang pemuda itu, lengkap dengan dua puting berwarna coklat-kemerahan menggoda.
Jilat.
"Hhhhhhmmffh...nnngh..." Indonesia berusaha menekap mulutnya dengan telapak tangannya, tapi Australia menarik tangan itu sambil terus menjilati puitng Indonesia, membuat pemuda itu mendesah lebih keras.
"Aku ingin mendengar suaramu, Indo..." Bisik Australia di telinga Indonesia dan membuat tubuh Indonesia bergetar dengan keinginan.
"Mmmmnh..Aust..ber-berhen-aahn!" Australia menjilat dan menggigit penis Indonesia dengan perlahan, membutakan logika Indonesia dengan nafsu yang membara.
"Aku tak mendengarmu, Indo.." Kata Australia, kemudian ia memasukkan seluruh penis Indonesia (yang mungil itu) kedalam mulutnya, melahapnya dengan senang.
"Aaaaaaahn! Aust-australi-aaaaah! Ooh! Uuh!" Desah Indonesia.
Tiba-tiba, Australia melepaskan mulutnya dari alat vital Indonesia, membuat pemuda itu mengerang kecewa.
"Ayo, Indo..." Australia membuka seluruh bajunya, menampakkan alat vitalnya yang 'wow' dan mengisyaratkan Indonesia agar segera menjilatnya.
Indonesia menggelengkan kepala kuat-kuat. Tidak mau. Ia tidak mau harga diri lelakinya ternodai. Oh, nehi.
"Kalau begitu..bosmu akan tahu," kata Australia sambil mengeluh kecewa, dan mengumpulkan kembali bajunya.
Mendengar hal ini, Indonesia langsung berlari ke pelukan Australia yang sedang mengumpulkan baju-bajunya, membuat baju itu berhamburan di lantai. Indonesia membenamkan kepalanya di dada bidang Australia.
"Jangan bilang bosku..kumohon," gumam Indonesia di dada Australia, ia tak mampu menatap pemuda pirang itu.
Australia hampir bersorak,'Yess!' Tapi Indonesia sudah keburu mendorongnya ke kursi dan menghisap vital regionnya.
"Ooooh..yessss...more, Indo...aaahn..f-fuck.." Desah Australia. Beberapa saat kemudian cairannya tumpah di mulut Indonesia. Indonesia, mau tak mau tapi terpaksa akhirnya ia menelan cairan itu. Tidak terlalu buruk.
Australia kembali menidurkan Indonesia di sofa dan memasukkan satu jarinya ke dalam lubang perawan milik Indonesia.
"Mmh..nnnh...ungh.." Indonesia mengerang nikmat, hampir menjerit ketika jari-jari Australia menemukan prostatnya.
"Aku masuk, Indo," kata Australia, memposisikan alat vitalnya yang sudah mengeras kembali karena desahan Indonesia tadi. Indonesia hanya menggumam tidak jelas, entah setuju ataupun tidak.
Tapi begitu Australia memaju mundurkan pinggulnya di dalam rektum Indonesia, ia mengerang dengan nikmat.
"Aaaaaahn...Australiaaa..oooh! Mmm! Mm! Nnngh..unh.." Desah Indonesia. Australia menggumamkan,"Oh-yess-so-tightt!" Dan "I love you..I love you, Indo!" Sebagai balasannya.
akhirnya dengan beberapa tusukan dan remasan pada alat vital Indonesia, kedua pemuda itu mencapai klimaks.
Belum sampai semenit dan masih dengan nafas yang terengah-engah, Indonesia bangkit (meskipun ia memegangi pantatnya dan mengeluh) dan memakai bajunya. Kemudian ia langsung melangkah keluar dari rumah Australia sementara Australia hanya bisa bengong, menatap pundak pemuda itu menjauh.
~Omake~
"Loh..Indo kok ngos-ngosan?"
"Ng-nggak apa-apa bu. Bos mana?"
"Lagi ngurusin wakil Australia yang mau maju sebagai anggota KTN,"
"Oh..gitu ya"
Bu bos pergi ke dapur, sementara Indonesia tetap di teras nungguin bosnya pulang. Tiba-tiba...
"Indoooooooo!"
"A-australia! Ngapain kamu disini!"
"Hehehe..kan aku jadi wakil kamu,"
"Lah..kamu terjun langsung? Nggak pake orang lain aja?"
"Indo! Nggak sopan!"
"O-oh..ada bos rupanya. Maaf bos..maksudnya nanya doang,"
"Hh..yaudahlah. Kamu baik-baik sama Australia ya! Soalnya selama kita masih ngelawan di Netherlands, Australia mau tinggal disini,"
"Hehehehe...betul, Indo. Aku sekamar sama kamu ya? Please..."
"A-APA?"
~End~
Maaf kalau jayus!
Nah, Ini untuk lebih jelasnya:
1. Spamano
2. GerIta (Nesia Eg Yufa)
3. AsaKiku (Rakane Chigekusa)
4. AustIndo (CHIARII)
5. USUK (Nyasar-Tan, CursedCrystal, SugarLove dan Mint Inversion)
6. DenNor (Nyasar-Tan, NorgeNordics, SugarLove dan )
7. SuFin ( dan SugarLove)
8. RoChu (CursedCrystal)
9. GiriPan (CursedCrystal dan SugarLove)
10. RusLit (Raazuha Eru)
11. Nethere x Male!Indo (Anon 3)
x Latvia (Rakane Chigekusa)
13. PruCan (SugarLove)
Sekian! Maaf kalau ada yang ketuker atau jadinya lebih dulu. Maaf kalau ada yang request tapi namanya nggak dicantumin. Maaf kalau setiap chapter jadinya terlalu cepat (soalnya saya mengutamakan mama lemon dibanding cerita XD kalau ada yang mau request cerita yang lebih panjang, silahkan kirim message. Nanti saya jadikan satu cerita sendiri). Maaf kalau nanti jadinya agak lama. Soalnya banyak try out kelas 9! Waaa! Maaf! Maaf! Maaf! *mulai gila* *nyabutin rambut sendiri*
Oh iya. Soal KTN, itu komisi tiga negara dengan Belgia, Australia dan Amerika yang jadi wakilnya (waktu si Netherlands masih ngoyo mau ngejajah kita). Yah, sisanya buka buku IPS deh.
Oke! Request ditutup. Maaf!
