©Sparkyu Amaure©
IMAJIKYU
.
Main Pair : Kibum x Kyuhyun (KiHyun),
Eunhyuk, Minho, Suho, SiChul.
Disclaimer :Typos, Ooc, BL, Friendship, Remake!
Ini FF sengaja Amoree remake dari novel Mba Mia dengan judul 'Imajinatta' dengan pair yang memang dah amoree ganti. Dengan gaya bahasa yang ringan tentunya...
Sembari menunggu ilham buat ff yang lain
Happy Reading^^
HARI ini entah kenapa Kyuhyun sengaja membawa dua bungkus jjangmyun ke taman rahasianya. Percaya atau tidak, namja chubby itu membawa dua bungkus karena satu bungkus lagi dia siapkan untuk KIBUM. Antisipasi kalau namja itu ada ditaman juga seperti beberapa kali sebelumnya.
Suka? Ya tidaklah! sangkal Kyuhyun semangat. Memang benar adanya! Dia hanya tidak mau makan sendirian lagi kalau ternyata ditaman ada Kibum. Tapi... Kyuhyun memang sedikit berharap Kibum ada disitu. Entah kenapa. Yang jelas, bukan perasaan suka atau apa. Dia hanya ingin bertemu Kibum lagi. As a friend. Sepertinya Kibum orangnya baik.
Semakin dekat ke bangku favoritnya, langkah Kyuhyun semakin pelan. Dari balik pohon Kyuhyun mulai bisa melihat bangku kesayangannya. Dan...
KIBUM ADA! Namja berkulit putih bersih itu duduk sendirian sambil menengadah dengan mata terpejam. Hari ini dia pakai celana panjang. Kyuhyun jadi ragu. Ke sana tidak, ya? Apa iya dia tidak terlalu cepat menilai?! Belum tentu Kibum "sebaik" itu. Bisa saja dia sengaja baik buat memancing Kyuhyun. Menjebak namja chubby itu karena tahu Kyuhyun sering ke sini... jangan-jangan... KYU, STOP! Imajinasimu meliar lagi.
Kyuhyun mendekat. Tampaknya Kibum tak sadar akan kedatangan Kyuhyun. Dia tetap bersandar sambil menengadah dengan mata terpejam. Sepertinya tenaaang banget. Lagi apa nih orang? Tidur? Apa perlu kubangunkan? Ngng... akhirnya Kyuhyun duduk pelan-pelan tanpa membangunkan Kibum. Sepertinya tidak sopan, mereka kan belum kenal betul.
"Eh? Kyu?" Tiba-tiba Kibum melek.
"Eh... hehehe... sorry, sorry, kedatanganku membuatmu terbangun ne? Kau terlihat asyik sendiri disini..." Kyuhyun cengengesan.
Jemari Kibum merapikan rambutnya. "Tidur? Hahaha... siapa yang tidur?"
Kyuhyun mengerutkan alis. "Terus.. tadi?"
Kibum tertawa lebar. "Seperti orang tidur, ya? Anniyo... Aku lagi mengkhayal..."
Alis Kyuhyun berkerut lagi. "Mengkhayal apa?"
"Jika dari sini terdengar suara langkah kaki kuda, dan membayangkan kalau kita lagi ada di negeri dongeng kerajaan-kerajaan seperti itu. Seperti difilm-film Disney.. Kelihatannya seru. Aku lagi lari-lari naik kuda dipadang rumput sembari melihat pemandangan." Kibum berhenti ngoceh dan melirik Kyuhyun yang bengong.
"Eh, Mian. Kau merasa bingung, ya? Jangan disangka gila lagi, ne? Aku memang hobi mengkhayal seperti itu. Membayangkan sesuatu yang tak mungkin, yang indah-indah... hehehe..."
Kyuhyun diam.
"Halo?" Telapak tangan Kibum melambai-lambai didepan mata Kyuhyun.
"Hah?"
"Kau kenapa? Tenang saja, aku bukan orang gila. Kadang aku merasa nyaman saja membayangkan sesuatu sesuai kemauanku. Dunia yang tak mungkin ada."
"Bukan, bukan begitu, tapi..." Kau sama persis sepertiku, sambung Kyuhyun dalam hati. Dia betul-betul tidak percaya ada orang yang punya kebiasaan yang sama seperti dia. Maksudnya, halooo,,,,, berapa banyak sih orang yang suka berkhayal tiba-tiba tentang suatu hal? Imajinasi yang suka hiperbolis? Jangan-jangan Kibum menyelidiki kebiasaan Kyuhyun dan berpura-pura didepan Kyuhyun? Trik para penculik.
Tapi buat apa? Kyuhyun bukan anak orang kaya buat dimintain tebusan.
Menarik perhatian Kyuhyun? Hah! pemikiran orang ge-er tuh namanya. memangnya dia Hillary Duff!
"Menumpang makan lagi?" selidik Kibum, menatap bungkusan ditangan Kyuhyun.
Kyuhyun mendelik. "Hah?"
Dengan muka konyol Kibum menunjuk bungkusan Kyuhyun. "Pasti makanan, kan?"
Oh iya, ya. Jjangmyun. Eotthoke? Kasih tidak ya? Ugh! Kok hari ini hidup Kyuhyun penuh dengan pertanyaan sih? Tadi dia sendiri yang niat bawa dua bungkus karena Kibum. Sekarang?! Oke! Oke! "Nih..." Kyuhyun menyodorkan mangkuk styrofoam tertutup pada Kibum.
"Ige Mwoya?"
"Aku punya dua. Buat kau saja satunya," kata Kyuhyun sok cuek. Ada pancaran senang di mata Kibum. Sepertinya dia kege-eran deh.
"Tadi temanku pesan satu. Taunya dia malah pulang duluan, jadinya mie ini tidak dibawanya. Aku juga tidak segembul itu kali... menghabiskan dua mangkuk jjangmyun." Dengan berbagai cara Kyuhyun ngeles supaya Kibum jangan sampai menyangka dia memang sengaja beli dua.
Kibum tetap senyam-senyum. "Gomawo. Ku kira kau memang membelikan satu untukku," katanya kalem seperti membaca pikiran Kyuhyun. Huh!
"Ya tidak mungkin lah. Memangnya aku tau kau ada di sini?" Rasanya muka Kyuhyun merah padam nih. Panas banget rasanya. Ketahuan tidak, ya?
Akhirnya Kyuhyun makan jjangmyunya bareng Kibum. Sepertinya dia suka banget deh. Apa laper banget? Makannya lahap selahap-lahapnya seperti baru pertama kali dalam hidupnya makan mie ayam.
"Mienya enak. Dimana kau membelinya?" tanya Kibum setelah mangkuknya bersih.
"Didepan sekolah. Biasa saja menurutku. Tidak istimewa. Memangnya kau tak pernah memakan makanan yang lebih enak?"
Kibum menggeleng.
Kurang gaul! kata Kyuhyun dalam hati. Jjangmyun didepan sekolahnya kan biasa banget. Enakan juga Jjangmyun Cha ahjussi yang rame banget itu. Mie-nya kenyal, sauh hitam yang kentalnya pas, bumbu dagingnya enak banget, terus..
"Kau rajin datang kesini? Sepertinya lama sebelum aku ke sini, kau sudah sering ke sini, ya?"
Kyuhyun mengangguk. "Dan ini bangku favoritku. Tenang, teduh..."
Kibum tersenyum. "Langsung jadi bangku favoritku begitu aku pertama kali ke sini," potong Kibum.
Kyuhyun diam. Kenapa dia jadi berakrab ria sama Kibum?
"Kau pulang sekolah langsung ke sini, apa keluargamu tidak mencarimu?" Kibum menatap Kyuhyun yang masih berseragam ria. "Ada ekskul?"
"Anniyo. Tidak ada ekskul," ujar Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan pertama Kibum. Tidak mungkin dia ngomong sama namja yang baru dia kenal ini bahwa kedua orang tuanya yang cuek-cuek aja. Itu mah sama aja bongkar aib keluarga ke orang tak dikenal dong.
Sepertinya Kibum ngeh Kyuhyun tidak mau ngomong soal itu.
"Ke sini hanya untuk makan? Sepertinya waktu pertama kali kita bertemu, ada yang mau kau kerjakan disini..."
Kyuhyun melirik. "Sok tau."
"Waktu itu kau membawa kertas sama bolpoin. Wajahmu serius, sepertinya kau mau mengerjakan sesuatu yang penting."
Iya! Naskah itu! Supaya bisa lebih deket dengan Siwon. Bagaimana mungkin aku mendapat inspirasi kalau ternyata sekarang bangku rahasiaku sudah punya penghuni lain? Aku kan perlu ketenangan, sahut Kyuhyun dalam hati.
"Ini tempat rahasiaku..." Entah kenapa, bukannya menjawab soal naskah, Kyuhyun malah dengan o'onnya membocorkan rahasia yang bahkan sahabat-sahabatnya sendiri pun tidak tahu. Pikir Kyuhyun, toh percuma juga nyembunyiin hal itu dari Kibum. Cowok itu kan juga sering ke sini. Kibum tidak kenal sama teman-temannya, jadi kemungkinan dia membocorkan pada mereka juga nol persen.
Kibum malah tertawa kecil. Jangan-jangan dia ketawa karena mikir tempat rahasia kok di tempat umum begini!
"Kenapa kau malah ketawa?"
Kibum menarik napas. "Percaya tidak?"
Mata Kyuhyun menyipit.
"Tempat ini juga aku putuskan menjadi tempat rahasiaku sejak pertama kali aku ke sini," kata Kibum.
Wah! Sepertinya Kibum betul-betul aneh deh! Kok bisa-bisanya dia nyama-nyamain Kyuhyun terus?!
"Kau penguntit, ya?" Kyuhyun menggeser duduknya dengan raut ketakutan. Kali ini Kibum ngakak. "Dulu orang gila, sekarang penguntit, tidak sekalian saja kau bilang aku agen FBI yang lagi menyamar?"
"Habisnya kau..."
Kibum menatap Kyuhyun mantap. "Kalau ini tempat rahasiamu, berarti kau merasa tenang dan nyaman kan, berada di sini? Sama, aku juga ke sini karena alasan itu. Di sini aku merasa tenang dan nyaman. Rahasia. Tidak ada yang bisa mencari aku disini, karena tidak ada yang tau."
Kyuhyun bergeser makin jauh. "Kau... pembunuh bayaran?" desis Kyuhyun terbata-bata.
Tuing! Muka Kibum berubah tolol menatap Kyuhyun tak percaya. "Kau ini penuh imajinasi apa curigaan? Masa namja sepertiku ini disebut pembunuh bayaran? Mau bunuh pakai apa... pakai... pi—"
"JANGAN BERGERAK! Kalau kau berani mengeluarkan senjatamuu, aku akan teriak dan memukulmu. Kau akan diserang orang-orang seisi taman dan semua tukang kuda disini," ancam Kyuhyun ketakutan waktu Kibum merogoh tasnya. Ternyata dugaannya benar, ada yang tidak beres soal Kibum.
Kibum menatap Kyuhyun bingung. "Kau pikir aku mau mengeluarkan senjata?"
"Jangan berani-berani. Aku betul-betul akan teriak!" ancam Kyuhyun serius. Lututnya mulai gemetaran. Duhhh... kok taman sepi banget hari ini?! Dia butuh bantuan manusia! Bukan burung merpati gendut berbulu kucel yang mondar-mandir sambil matuk-matuk semua yang bisa dipatuk.
Kibum mengangkat tangannya yang tadi siap merogoh tasnya. "Tenang Kyu, tenang... aku tidak punya senjata. Nih ya aku ambil pelan-pelan, Kalau benar ini senjata kau boleh teriak sekuatnya."
Kyuhyun melotot. "Terus apa yang akan kau keluarkan? Kau buronan polisi, ya?"
Sepertinya tadi Kibum mau ketawa tapi tidak jadi karena melihat tampang Kyuhyun yang serius. Bisa-bisa namja ini teriak betulan. Dan Kibum tidak mau digebukin cuma gara-gara mau ngeluarin...
"PISANG?" pekik Kyuhyun melihat pisang berukuran sedang di tangan Kibum.
"Bagaimana caranya membunuh orang pakai pisang? Dijejelin sampai orangnya mati keselek? Hihihihi..."
Kyuhyun mematung salting. Siapa sih yang nyangka seorang cowok yang duduk-duduk di taman merogoh tasnya buat ngeluarin PISANG! Tapi yang ada di tangan Kibum sekarang memang betul-betul pisang. Iya, pisang! Dengan ragu-ragu Kyuhyun kembali duduk dan menatap Kibum dengan tatapan aneh. "Kau tidak ke mana-mana membawa pisang, kan?"
Kibum nyengir. "Ya tidak sih..."
Oooo...
"Kadang apel, pir, jeruk..."
HAH? Dia selalu bawa buah-buahan ditasnya? Apa dia sejenis anak mami yang selalu dibekalin buah-buahan sama maminya? "Kau vegetarian? Eh, tapi tadi kau makan jjangmyun ku."
Kibum tersenyum lucu. "Tidak, aku suka saja makan buah. Hidup sehat."
"Oh. Jjangmyun tadi tidak sehat tampaknya." Kyuhyun jadi bingung sendiri mau ngomong apa. Berarti tadi Kyuhyun sukses dong meracuni "hidup sehat" Kibum dengan membuat dia makan mie bersaus kental warna hitam yang belum tentu terbuat dari kedelai aslie.
"Balance, kan?" kata Kibum. "Tenang saja, Kyu. Hidup sehat bukan berarti tidak makan enak."
"Bum, kau masih sekolah? Maksudku..."
"Umurku berapa?" tebak Kibum. Kyuhyun mengangguk.
"Aku baru saja pindah ke sini dari Jeju. Sebetulnya aku asli Seoul. Hanya kemarin nae appa dinas di Jeju. Sekarang dia minta untuk dipindahkan ke Seoul, pulang kampung ehhee... Enak. Kalau disini, jika ada masalah.. saudara ada. Aku mungkin diatas kau setahun. Aku kelas tiga Hehehe..."
"Kau sekolah dimana?"
Kibum kelihatan kaget. Mungkin aneh kali, ada namja asing yang agresif nanya-nanya begini. Habis Kyuhyun penasaran. Karena secara tidak langsung kan selama ini Kibum udah tau tentang Kyuhyun.
"Di SMA Shinwa."
"Wah, itu sekolah elite khusus kalangan atas kan?... Rumahmu didaerah sini, terus kau sekolah di SMA Shinwa? Jaraknya kan jauh..."
"Entahlah, appaku yang memasukkanku sekolah disana. Sepertinya karena dia alumnus sana, Biar turun-temurun, mugkin."
"Oh." Lagi-lagi oh. Tampaknya Kyuhyun harus benar-benar berhenti mencurigai Kibum dan mikir yang bukan-bukan tentang cowok ini. Lagian Kalau cowok itu orang jahat, ngapain juga terus-terusan mengincar mangsa yang sama? Mendingan cari korban lain kan, daripada mengincar korban seperti Kyuhyun? Udah cerewet, curigaan, hiperbolis—tipe yang bisa bikin repot penjahat.
Mungkin tidak masalah juga Kyuhyun cerita sama Kibum soal naskah itu. Siapa tau Kibum bisa bantu. Secara cowok itu juga suka berimajinasi dan berkhayal, sangat mungkin dia juga bisa bantuin Kyuhyun bikin naskah itu. "Kibum..."
"Ne?" jawab Kibum sambil sekilas melirik jam tangannya. Tiba-tiba matanya melotot, mukanya panik. "OMO!"
"Wae?"
"Aduh! Sial! Keadaan darurat! Kalau aku terlambat bisa gawat!" Mukanya ketakutan. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Kibum bangkit dan berlari buru-buru. Sampe segitunya. Tahu-tahu, seolah teringat sesuatu, Kibum berhenti mendadak dan menoleh ke arah Kyuhyun. "Aku akan ada disini hari Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu." Lalu dia melesat pergi.
Kyuhyun bengong. Ge-er banget tuh cowok! Kesannya Kyuhyun bakal ke sini dengan niat ketemu lagi sama dia. Kalau sudah tau jadwalnya begitu, justru Kyuhyun malah lebih enak mengatur jadwal kapan bangku ini kosong.
"Hhh..." Kyuhyun menghela napas. Baru aja mo minta tolong dia malah mendadak pergi. Jangan-jangan Kibum itu anggota Power Rangers? Siapa tau...
"Kibum..." suara namja manis bernama Kyuhyun itu memanggil namanya pelan.
Kibum menoleh, sekilas sempat melirik jam di tangannya. Ya ampun! Panggilan darurat. Keadaan gawat... para Ranger diminta berkumpul! Kota diserang monster kecoak WC! "Ya ampun! Aku harus segera pergi! ada keadaan darurat!" Kibum bangkit dari tempat duduknya, padahal kelihatannya namja manis bernama Kyuhyun itu ingin mengatakan sesuatu.
Kibum berlari cepat. Tapi kemudian langkahnya terhenti. Tatapan namja manis itu mengganggu pikirannya. Apa yang sebenarnya mau dia katakan? Kibum menoleh dan menatap Kyuhyun yang masih duduk di bangku taman. menatap kepergiannya dengan bingung. "Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu, aku selalu ada di sini."
Entah kenapa Kibum membocorkan jadwal patroli Ranger-nya di taman ini. Dia berharap namja manis itu mau datang lagi saat Kibum disini dan mengatakan apa yang dia mau katakan tadi. Kyuhyun diam. Tak menjawab.
Kibum melesat pergi. Mencari tempat sepi dibalik rerimbunan pohon yang agak-agak bau pesing. Lalu... SET! SAT! SET-SET berubah! Jins dan T-shirt-nya menghilang entah ke mana, berganti baju ketat berwarna mencolok dan bermotif tidak-banget lengkap dengan topengnya. POWER RANGER!
"Hihihihi..." Kyuhyun tidak tahan untuk tidak cekikikan sendiri gara-gara khayalan aneh ini. Power Ranger, gitu. Hari gini?!
Telepon Eunhyuk ahhh...
"Yeobeoseyo?" jawab Eunhyuk di seberang sana.
"Eunhyuk-ah, ternyata Kibum itu Power Ranger."
"HAH?!"
.
.
"EH! EH! HEI!"
Eunhyuk menyikut Kyuhyun. "Sepertinya dia memanggil kita."
Rasanya kepala Kyuhyun berdenyut-denyut saking kesenangan. Apa betul Siwon manggil mereka? Atau manggil dia?! OMG! Mimpi jadi kenyataan!
Siwon berlari kecil ke arah mereka. BENAR! Kali ini tak salah lagi! Yes! Yes! Yes!
"Hai..." sapa Siwon sambil dengan keren abis mengusap rambutnya. Kyuhyun betul-betul terpana.
"Ada apa?" tembak Eunhyuk to the point.
Uh, Eunhyuk... Manis-manis dong sama Siwon. Bisa gawat seribu watt dong Kalau Siwon takut sama Eunhyuk. Nanti dia tak jadi PDKT padaku, pikir Kyuhyun ge-er abis.
Siwon garuk-garuk kepala canggung. "Eng, begini..."
Kyuhyun menatap Siwon terpana. Terpana... terpana...
Pipi Siwon kelihatan memerah dan cowok itu salah tingkah abis. Sepertinya dia grogi berat. Kyuhyun tertunduk malu tidak sanggup memandang mata Siwon.
"Sebenarnya aku... anu...begini..."
Eunhyuk menatap Siwon tidak sabar. "Ada apa? Cepetan ngomong"
Tiba-tiba sekeliling mereka berubah jadi negeri dongeng kerajaan. Kyuhyun bagai Cinderella dengan gaun lusuhnya. Siwon sang pangeran berdiri canggung di depannya. Agak melenceng dari cerita Cinderella asli, yang ini Cinderella-nya punya geng. Ada babu Suho, babu Eunhyuk, dan babu Minho.
"Kyuhyun... maukah kau..." tangan Pangeran Siwon terulur... "jadi permaisuriku?"
Ohhhh... apakah ini mimpi?! Pangeran Siwon memintaku jadi permaisurinya?!
"Bagaimana? Mau tidak?" Suara Siwon didunia nyata membuyarkan lamunan Kyuhyun. Tunggu... tunggu... apa tadi katanya? Mau tidak? Siwon nanya mau tidak?
Mata Kyuhyun berbinar. Apa pun yang ditawarkan dan mungkin saja betul-betul meminta Kyuhyun jadi permaisuri—secara Kyuhyun sibuk melamun dan melayang ke alam khayalannya sampe tidak tau tadi Siwon ngomong apa—demi kentang goreng bumbu pedas kesukaan Kyuhyun dan demi bakpao isi daging asap yang enak banget itu, tentu aja Kyuhyun... "Iya, iya, aku mau," jawab Kyuhyun cepat tanpa pikir-pikir lagi.
Kenapa Eunhyuk, Suho, dan Minho melotot seperti burung hantu keselek jambu gitu? Kok mereka seperti tidak setuju gitu sih?! Haloooo... ini fenomena abad ini kaliii... SIWON MINTA SESUATU DARI KYUHYUN... eh, kita berempat, maksudnya.
Siwon tersenyum senang. Dan penuh terima kasih (ini sih perasaan Kyuhyun aja, kali.) "Wahhh.. Gomawo ya, ngng..."
"Cho Kyuhyun," jawab Kyuhyun cepat karena Siwon sepertinya tidak tahu namanya. Hiks.
"Oh iya, Kyuhyun-ssi. Terima kasih, aku terbantu karenamu. Bahkan terbantu sekali! Ini kertas-kertasnya. Tolong, ya?"
Kyuhyun melongo menerima tumpukan kertas dari Siwon. Kertas apaan nih? "Eh... anu..." dengan dongo Kyuhyun menatap Eunhyuk, Suho, dan Minho minta pertolongan. Mereka malah saling pandang sambil geleng-geleng sok asyik. Ugh!
"Sekali lagi gomawo," kata Siwon buru-buru, lalu pergi.
Kyuhyun masih melongo pose kodok minta hujan. Mematung dengan mata tidak fokus. Bingung berat.
"Ini kertas apaan?" akhirnya Kyuhyun bisa buka suara. Menatap teman-temannya bergantian.
Suho menatap prihatin seolah Kyuhyun korban penipuan terminal bus.
"Karena sukanya si Siwon.. namja paling tampan menurutmu disekolah namja ini, dia minta bukti dibuatkan surat cinta segitu banyaknya," jawab Minho.
"HAH? Yang bener?" pekik Kyuhyun heboh.
Eunhyuk melotot sebal. "Ya tidak lah! Yang ada juga kau disuruh membuat surat cinta untuk Heechul. Lihat tuh!" Eunhyuk menunjuk Siwon yang ternyata tadi pergi buru-buru karena mau nyamperin Heechul didepan ruang OSIS.
Ekspresi Kyuhyun berubah tolol. "Hah? Yang benar?" katanya lemas.
Dengan gemas Minho menoyor jidat Kyuhyun. "Ya tidak laaaah! Mana mungkin?! Makanya jangan makan makanan ber-MSG melulu. Jadi bodoh kan, kau?!"
Kyuhyun manyun. Yeee... emangnya kenapa Kalau dia hobi ngemil snack pembuat bego bangsa itu? Orang enak kok! "Ya terus apa? Beritahu aku yang benar. Tadi kan aku terlalu terpana karena Siwon akhirnya mau bicara sama kita. Minta tolong, lagi. Bayangkan, akhirnya Tuhan membuka jalanku sama Siwon," kata Kyuhyun putus asa.
Eunhyuk geleng-geleng. "Dasar... aku sih percaya kalau cinta itu buta. Tapi aku baru tau, Kalau buta itu artinya idiot."
"Eunhyuk-ahhhhhh!" Kyuhyun menjitak Eunhyuk kesal.
"Oke... oke... jadi tadi Siwon itu manggil kita karena..."
.
Kyuhyun memandangi kertas-kertas itu dengan putus asa sambil duduk dikursi santai kesayangannya di atap rumah Eunhyuk. Hhhh... ternyata Siwon minta tolong Kyuhyun buat ngumumin ke masing-masing kelas bahwa semua peserta lomba naskah film indie harus ngumpulin pasfoto. Bayangin... dimintain satu-satu! Disamperin satu-satu! Mana banyak, lagi. Huh! Harusnya ini tugas Siwon, tapi karena Kyuhyun sudah menerima dengan "tangan terbuka" plus muka kodok menanti hujannya, sekarang ini jadi tugas Kyuhyun.
Termasuk menempelkan foto-foto itu di formulir yang sudah mereka isi waktu itu. Itulah yang ada di tangannya sekarang. "Kenapa tak diumumkan dimading saja sih?!" gerutu Kyuhyun sambil meraup kacang dari stoples.
Minho melotot ke arah Kyuhyun dengan tampang haloooo-bukannya-mading-jarang-dibaca? "Kalau dipasang di mading, kau juga tak bakalan tau! Secara kau tau ada lomba ini saja dariku yang, kebetulan, baca mading," jawab Minho puas. Kyuhyun makin manyun. Huh!
"Ya kenapa kau terima? Sekarang kau marah-marah," sungut Eunhyuk yang asyik membolak-balik majalah baru yang isinya gosiiiip semua. Heran, kok ada majalah kayak gitu dikamar seorang namja. Nggak pusing apa ya bacanya? Mana belum tentu bener, lagi.
"Kenapa harus aku yang nempelin fotonya? Kenapa bukan fomulirnya saja kita kembalikan ke orangnya terus suruh mereka nempel foto terus balikin lagi ke kita?" dumel Kyuhyun, masih nggak rela menerima tugas yang diserahkan Siwon ke dia.
Minho maksa duduk dicelah kecil di ujung kaki Kyuhyun yang tersisa di kursi malasnya. "Ya karena kau tidak mendengar waktu tu namja nyerocos. Malah asyik melongo dan ngelamun."
"Ya sekarang tolong kalian jelaskan, memangnya kalian fikir aku sengaja apa... tak mendengar dia ngomong? Itu kan otomatissss..." rengek Kyuhyun. Kadang-kadang dia sebal juga sama kebiasaan ngelamunnya eh mengkhayalnya yang sangat refleks sekali. Kadang-kadang Kyuhyun berpikir apa dia perlu periksa ke psikiater, ya?
"Mana ada orang sengaja mengkhayal? Kalau sengaja namanya mikir!" celetuk Suho nggak membantu dan sangat nggak penting!"
"Kalau kau kembalikan form-nya terus suruh tempel lagi suka jadi lamaaa, terus ya lupa lah, ketinggalan lah, hilang lah, jadi banyak urusan. Seperti itu kata Siwon. Kalau hanya mengumupulkan foto, toh form-nya masih disimpan. Jadi kalau mereka lama ngumpulin foto, setidaknya form-nya tidak ke mana-mana. Ngerti?" jelas Minho.
"Huuuh... jadi besok aku harus keliling ke kelas-kelas dan ngomong di depan kelas? Shireo!. Kau saja Hyukjae?" bujuk Kyuhyun. Tampil di depan umum itu MENGERIKAN! "Atau kau saja, Min?" katanya pada Minho. Lalu Kyuhyun melirik Suho nggak yakin. "Kau saja, Suho-ah, ya?" kata Kyuhyun akhirnya biarpun kalo Suho mau, kemungkinan dia ngomong di depan sambil nutup mukanya pake buku setebal ban serep traktor.
"Anniyo. Lebih baik disuruh baca buku bzzzz xxx chuwuwuiiit nngggiik seratus lima puluh kali deeeeh," jawab Suho. Judul bukunya sama sekali nggak jelas. Bukannya nggak kedengaran, tapi saking rumitnya itu judul sampe-sampe nggak mungkin orang awam kayak Kyuhyun, Eunhyuk, dan Minho mengingat judul buku tadi. Mudah-mudahan bukan buku porno atau buku fisika yang tebalnya bisa buat jadi perahu darurat waktu banjir.
Kyuhyun menatap Minho penuh harap. "Aku juga tidak mau. Kau memintaku nyanyi pop atau dance ala kucing garong.. aku bersedia."
"Huu... kau itu memang narsis. Maumu hanya manggung kan?" sungut Kyuhyun. Minho senyam-senyum malu.
Kali ini harapannya tinggal Eunhyuk. Kyuhyun menatap Eunhyuk penuh harap dengan tatapan Eunhyuk-kau-kan-sahabat-ku-dari-kecil-kau-tau-sekali-aku-tak-bisa-tampil-di-depan-umum-jadi-plisss-aku-minta-tolong-kau-pasti—
"Nehi nehi bendi lah ya!" jawabnya sok ke india.
Tuwiw! Kyuhyun pucat mendengar jawaban Eunhyuk. "Hah? Kok nehi jawabannya? Nehi itu bahasa Indianya..."
"Anniyo," sambung Eunhyuk cepat.
"Jangan nehi. Ya, Enhyuk-ah? Please, Eunhyuk? Ya,? Yes-hi, ya, yes-hi?" paksa Kyuhyun sambil merengek-rengek panik. Dia nggak kebayang kalo besok dia harus... Hiiiii!
"Acha... acha... nehi... nehi..." gumam Suho ngeselin dari balik bukunya.
"Kalian harus membantuku..."
Eunhyuk mencomot jambu dari piring rujak. Krauk! "Shireo. Kau tanggung jawab sendiri, Kyu. Siapa suruh kemaren main iya aja. Lagian, kalaupun Siwon tau aku yang mengerjakan bagaimana? Bisa-bisa dia suka padaku. Hayo?"
"Sudah jelas dia cinta mati sama Heechul." Lagi-lagi Suho. Minta dipentung nih anak?!
Kyuhyun terdiam. Iya juga. Dia kan mau bikin Siwon terkesan. Kalo Eunhyuk yang ngerjain, percuma doong... Tapi kan... gimana dong?!
"Kau juga sih," gerutu Eunhyuk. "Kenapa pula langsung iya aja dikerjain tuh orang kayak ini?"
"Bukan dikerjain. Cuma minta tolong," sergah Kyuhyun. Dikerjain kesannya Siwon jahat. Minta tolong kan nggak jahat.
Eunhyuk duduk di kursi pantai kesayangannya di samping Kyuhyun. "Ya minta tolong sambil ngerjain. Kenapa dia harus minta tolong kita yang dia tidak kenal? Padahal anak-anak yang lain banyak yang bisa diminta tolongin. Dan habis itu dia malah cekakak-cekikik sama Heechul." Kyuhyun diam.
"Kyu, Kenapa sih kau suka sampai menusuk ke Siwon? Padahal stok namja disekolah, itu bejibun banyaknya. Kau bisa memilih si A atau si B disekolah, kau juga bisa memilih yeoja cantik diluaran sana.." tanya Minho.
"Sudah jelas dia kayaknya tidak respek sama kita... Sama kau. Kita sih selama ini diam aja karena kita pikir oke lah, kau suka dia untuk lucu-lucuan. Tapi kalau sudah serius begini... Kau malah susah sendiri, tau. Mana sekarang udah jelas, kalau dia itu suka Heechul. Lagi PDKT sama Heechul. Udahlah, Kyu..., jangan terlalu serius. Ngeceng lucu-lucuan aja sepertiku..." kata Minho bijak. Tumben.
Kyuhyun masih diam. Dia nggak pernah berpikir naksir Siwon itu lucu-lucuan. Dia betul-betul suka sama Siwon dan berharap bisa jadi pacarnya. Kok teman-temannya malah tega sih ngomong kayak gitu?!
"Ya sudah, besok aku kerjakan sendiri saja," kata Kyuhyun akhirnya. Lalu suasana yang biasanya sangat menyenangkan diatap itu berubah jadi nggak enak.
.
.
.
TBC
Hellooo Gaissssss...! Amore datang kembali. Ada yang kangen? Ihihihihi...
BACK TO STORY...! Kibum mulai nongol nih, walau ditiap chap Cuma satu scene nongolnya. Tapi jangan kecewa,, Ingat! Dia dah ngasih skejuuulnya tuh ama baby. Yang artinya, bakal ketemuan terus ihihihihi...
Dan buat interaksi ama Siwon, sedikit demi sedikit dah dimulai seiring berjalannya kompetisi film indi. Dan ada yang nanya soal sekolah Kyu? Itu sekolah umum yang berseliweran yeoja-yeoja atau isinya hanya namja semua? Jawabannya adalah kedua.. walau gag terlalu kentara clue tu terbaca. Habisnya.. ada yang nanya soal keakuratan sekolah Kyu Cs.
Akhir kata.. Review ne^^
