Mobil taxi yang di tumpangi Gaara itu terus melaju mengikuti mobil Kisame dan Kakuzu, kejar-kejaran bak seorang driver? tak dapat di hindari lagi. (-_-;)

"Terus ikuti mobil itu, jangan sampai tertinggal.." kata Gaara masih dalam penampilan hombrengnya.

Si supir taxi melirik Gaara sejenak dengan perasaan masih was-was lantaran sempat tertarik? "Ok..mbak?"

"Mbak-mbak gundulmu.." Gaara langsung mendelik kearah supir taxi itu, dia gak rela di panggil mbak?

Si supir mengangguk takut-takut karena di plototi Gaara dengan tatapan seolah mengatakan-ngomong-gitu-lagi-mati?

Gaara agak risih karena suara 'radio' di taxi itu menggangu pendengarannya. "Hn, gue benerin radionya, biar gak kresek-kresek" kata Gaara sambil mengeluarkan obeng? dari dalam 'kutang'nya.

"Boleh, asal bisa bagus suaranya.." jawab si supir ogah-ogahan.

Jidat Gaara mengkerut lantaran Radio itu masih gak bisa bagus suaranya. Karena pikiran Gaara agak panas? di keluarkannya linggis kecil karatan dari dalam sempak?nya, dan langsung di tuncepkan kedalam radio sial itu. Alhasil.

'BLUUAAARRRHHH'

Mobil taxi laknat itu langsung meledak seketika, Gaara dan Si supir keluar dari dalam taxi dengan pakaian compang camping gak karuan.

"BA-BAGAIMANA INI.. TAXI GUEE SATU-SATUNYA.. BAGAIMANA INI.." si supir itu kalang kabut dengan berlinang air mata buaya.

Gaara bersin-bersin sambil geleng-geleng gak jelas "Hn, tenang bakalan gue ganti.." katanya enteng sambil masuk taxi buat mengambil linggis karatannya yang sempat tertinggal itu.

"POKONYA HARUS GANTI.. KALAU TIDAK BAKALAN GUE JUAL KAU DI CLUB KUSUS WARIA.." ancam si supir dengan tampang kusut sekusut keriput nenek Chiyo?

"SEMPAK!.." Gaara langsung menggetok kepala si supir sampai tepar di TKP tanpa dosa, lalu ngibrit begitu saja.


By : DontPink

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T - M (menggerepe-grepe^_^)

Gendre : Humor, Parody

:

:

:


Di sebuah kolam renang? yang sangat ramai terlihat banyak sekali cewek-cewek yang menggoda iman? maupun birahi karena mereka hanya memakai bikini.

Terlihat Ino lagi selonjoran di tepi kolam renang dan tentu saja hanya memakai bikini berwarna ungu sambil menatap ke kolam dengan pandangan datar, sesekali Ino menguap kecil dengan mata agak sedikit mengantuk.

Di sampingnya ada Naruto yang pasang wajah bokep sambil cengar-cengir sarap. Sesekali dia memberikan -kiss-bye-kiss-bye- pada para pengunjung cewek yang menurutnya HOT itu.

"Naru.. kau mesum sekali.." komentar Ino yang tak sengaja melihat mata-keranjang Naruto itu tanpa berkedip.

Naruto langsung nyengir sambil mainin kolor?nya yang bergambar 'teletubbies' itu "haha, enggak lah Ino-chan, aku gak mesum" katanya sambil pasang wajah freak.

Ino hanya mendengus sambil merubah posisinya menjadi tengkulep "Naru.. oleskan krim yang itu ke punggungku.." mintanya sambil menunjukkan krim yang ada di samping Naruto.

Naruto dengan secepat kirin *bukan kilat* menyambar krim bermerek 'masako?' Itu sambil nyengir kayak kebo. "Ok, apa sih yang enggak buat kamu" gombal Naruto dengan kata puitis, persis kayak playboy cap tai kebo.

Ino lalu melepas-ehem-ikatan belakang dadanya "cepat sayang.." pintannya dengan nada menggoda yang di jamin bikin kakek-kakek bangkotan napsu berat?

Naruto sumringah karena di panggil sayang? di usap dan di elus-elus kulit putih mulus Ino itu penuh penghayatan, dan tak lupa krimya juga. 'Ahh, licin coy' ilernya ngeces sedikit saat tangannya tanpa sengaja (agak) memegang dada Ino.

Ino hanya diam keenakan karena menurutnya, olesan Naruto gak beda jauh dengan pijat? "Agak kebawah sedikit sayang!.." minta Ino dengan mata terpejam.

Naruto sedikit mimisan saat tangannya hampir mencapai pantat Ino yang tertutup bikini itu. 'Indahnya hidup ini, kalau begini terus gak di gaji juga no problem' pikir anak Minato itu yang terlampau bokep.

Ino membuka matanya dan tanpa sengaja dia melihat sesuatu yang menyumbul dari dalam kolor? Naruto, karena posisi kepala Ino menghadap ke kiri dan Naruto ada di kirinya, otomatis dapat dengan jelas terlihat 'sesuatu' yang menyumbul itu.

'Apa itu' pikir Ino sambil mencengkram 'sesuatu' yang menyumbul dari dalam kolor itu sambil memelintirnya sekuat tenaga.

'KREEKKK' *Author yakin ini bunyi patah*

"WADAOOOWW,,, KEJANTANAN GUEE.." Naruto tereak-treak sambil guling-guling dan tentu memegangi 'anu'nya yang hampir patah? itu.

Semua pengunjung yang melihat Naruto guling-guling sambil memegangi 'anu'nya itu pasang wajah freak plus sweatdrop massal.

"Eh,,ahahaha.." Ino ketawa sendiri saat mengetahui yang dia pelintir itu adalah 'anu'nya Naruto. "Ehehe, g-gomen Naru-ehehe.." kata Ino sambil ketawa gak jelas.

Naruto cemberut sambil kembali duduk, dan tentu tak lupa masih memegangi 'anu'nya "aduhh, hampir saja patah, ini senjata rahasia gue.." gumam Naruto sambil mengelus 'anu'nya penuh kasih sayang tentunya.

"Kalau patah, kan tinggal di sambung lagi.." komen Ino enteng sambil mengikat bikininya lalu duduk menatap Naruto "ku kira apa, eh ternyata 'itu', keras banget lohh..hehehe" tambah Ino dengan wajah agak memerah.

Naruto melirik Ino sejenak sambil merengkangkan kakinya yang linu akibat efek plintiran itu. "Oh, yah,, apa kau tak ingat Orang yang memabawamu ke kamar waktu itu" Naruto sekarang mainin kolornya?.

Ino menaruh telunjuknya di bibir dengan pose berfikir yang menurut otak mesum Naruto waoow itu. "Tidak, kan mataku di tutup.." jawabnya.

Naruto mengangguk-ngangguk (sok) ngerti "Hm-hm.." gumam si duren ambigu, kemudian dia nyengir kearah Ino plus wajah bokep. "Ne..Ino-chan, pijitin 'anu' ku dong, ngilu nih.." tambahnya enteng tanpa beban.

'Grep...' Ino mencengkram kolor? Naruto sambil melemparnya ke kolam renang plus orangnya juga. "MATI SAJA SANAA..."

'BYUURRR'

Dan Ino langsung pergi begitu saja sambil misuh-misuh dengan wajah masih memerah karena omongan vullgar Naruto. Sementara yang di lempar hanya pasang wajah sweatdrop dengan mulut sedikit menganga 'mati saja' pikirnya.


BTFCB


Di kamar hotel di malam hari yang indah ini terlihat Ino sedang memakai bedak kusus untuk buat mau tidur, di poleskannya di leher dan-ehem-sekitar belahan dadanya. Ino memakai pakaian tidur yang sedikit terbuka atasnya yang di jamin bikin Naruto ngiler, rambutnya di biarkan tergerai sampai bokong.

Naruto menatap Ino dari sampingnya dengan tatapan tajam setajam -arit- dan tak lupa wajah bokep yang senantiasa nangkring di wajahnya 'belahan-belahan itu, oh shit' batin anak Minato itu ngeces.

Ino melirik Naruto dengan ekor matanya sejenak "kenapa belum ganti baju Naru.." tanya Ino sambil terus memoles wajahnya.

Naruto nyengir 50-jari. "Ganti pakaian..be-benarkah.." tanya Naruto dengan wajah 120% bokep.

Ino mengangguk "memangnya tak tidur, kalu tak tidur juga tak apa.." Ino bersuara yang menurut pendengaran Naruto sangat menggoda iman itu.

"Ok.. aku ganti dulu Ino-chan.." Naruto langsung ngibrit dengan wajah bahagia 'haha, ahirnya bisa 'gituan' buuuuuuuuuuunnngg' batinnya ketawa iblis dan persis kayak penjahat sex?

Ino hanya cekikikan sambil geleng-geleng 'dasar gila' pikirnya.

Dan tak berselang lama Naruto muncul bak pahlawan ke-malaman yang hanya memakai kolor? bergambar 'kepala rangers merah' sambil mesem-mesem sarap "aku sudah siap Ino-chan.." Naruto agak sedikit membusungkan dadanya biar kelihatan macho, padahal perutnya gak six pack blas.

"Hihihi" Ino ketawa sendiri melihat Naruto yang sok macho itu, dia lalu berjalan menuju ranjang sambil merebahkan dirinya, dan tak lupa menarik selimut tebalnya sebatas perut. "Naru~" panggil Ino dengan suara menggoda.

'Set..' Naruto langsung terjun bebas di ranjang bak mau nyelam di lautan atlantis saja tu orang "ada apa sayang!.. katakanlah.." Naruto merebahkan dirinya di sebelah Ino dengan tatapan tertuju ke belahan mulus dada cewek blonde itu.

"Naru.. susu.. saya susu-"

"Ada apa dengan susumu Ino-chan.." penggal Naruto seenak udelnya sambil memegang dada Ino dengan (agak) meremasnya sedikit, secuil darah keluar dari lubang hidung anak Minato itu 'empuk coooyyy' pikirnya ngeces.

'PLAK!

"SEMPAK!" umpat Naruto sambil mengelus pipinya karena di gampar Ino itu. "Ada apa Ino-chan.. bukannya kau memintaku untuk meremasnya?" Naruto ngomong gak jelas kayak orang ayan.

"Grrr.. bukan Naru, biasanya sebelum tidur aku selalu minum cucu~" kata Ino manja.

Naruto manggut-manggut 'berarti setelah minum susu bakalan langsung 'gituan' ya, haha' lagi-lagi kepala duren itu ketawa setan dalam hati.

"Tolong buatkan ya Naru~" Ino memgang pipi Naruto sambil menciumnya sekilas.

Naruto langsung blushing berat "ok Ino-chan.. apa sih yang enggak buat kamu sayang!.." lagi-lagi kata puitis meluncur dari bibir durian kuning itu, Naruto pun langsung ngibrit keluar buat membuatkan susu, dan tentu memakai 'boxer' dan kaos dulu biar gak di sangka orang gila.

Ino menatap Naruto yang keluar itu dengan senyuman aneh.


BTFCB


"Ini kuncinya mas.." kata seorang penjaga sambil memberikan kunci kepada Hidan si penyembah jashin sesat itu.

Hidan menyeringai ala gerandong? "Hn.. makasih.." katanya singkat sambil berjalan menuju kamar 120.

Dan tak berapa jauh dari belakang Hidan ada seorang cowok berambut merah dengan wajah stoic itu berjalan mengendap-endap di belakang Hidan. Dan saat Hidan menoleh kebelakang, Gaara langasung (sok) baca koran, padahal korannya kebalik.

Hidan geleng-geleng "ck.. masak baca koran kebalik, hadeehh, makin banyak yang gila saja tahun ini" gumamnya sok bijak sambil nepuk jidatnya lebay.

Gaara kembali mengikuti Hidan dengan perasaan was-was lantaran dia hampir ketahuan 'hampir saja ketahuan, hufft' pikir Gaara sambil terus bersembunyi di belakang Hidan, kadang Hidan berbalik, Gaara langsung masuk 'rok' wanita yang tak sengaja ada di sebelahnya, terkadang juga terpaksa masuk tempat sampah biar gak ketahuan. *malang sekali nasibmu nak?*

Sesampainya di kamar 120, Hidan langsung masuk dengan santai, tapi sesaat dia baru sadar jika ada yang mengikutinya 'ck, pasti panda sialan itu' batinnya sambil masuk lalu mengunci pintu rapat.

Hidan menyenderkan tubuhnya sejenak di dinding sambil membuka kemeja atasnya biar keren katanya.

"Hidan... hey Dan.." Ino tiba-tiba muncul agak jauh dari tempat Hidan dengan suara pelan.

Hidan sempat kaget sejenak karena suasana cukup gelap, dia mengira bahwa Ino adalah mbak kunti?, salahnya sendiri rambutnya panjang kayak mbak kunti. "Diam, ada orang, sana dulu" perintah Hidan.

Ino langsung cemberut sambil berjalan menjauhi penyembah jashin sesat itu.

Sementara Gaara lagi berusaha membuka pintu kamar itu dengan menggunakan jarum?. Katanya biar mirip ditektif sungguhan. "Cih, sulit sekali.." gumam Gaara sambil melempar jarum itu lalu mengeluarkan linggis andalannya sambil di tuncepkan ke selipan pintu laknat itu.

"EENNGGGGGHHH.." Gaara ngeden persis kayak orang boker? Dia terus menekan Linggis sial itu penuh perjuangan dan.

Preeettt~~~

Karena terlalu menekan tenaganya, Gaara sampai kelepasan kentut saudara-saudara. Gaara nyengir kearah pembaca sambil menggaruk jidatnya malu.

"ANJING!" upat Gaara sambil menendang pintu laknat itu sekuat tenaga,

BRAK!

JEGLEK!

"Nah, lebih baik telat, daripada tidak sama sekali" gumam Gaara gaje sambil memasukkan linggisnya keselipan lengannya, Gaara pakai jaket loh, jadi bisa masuk gampang tu linggis.

Gaara masuk kamar itu sambil tengok kiri kanan, suasana cukup gelap karena lampu dimatikan 'dimana si sesat itu' pikir Gaara sambil terus celingak-celinguk.

Grep!

"Mau apa kau hah.." ternyata Hidan sudah mencengkram bahu Gaara dari belakang sambil menyeringai.

"Syaaat .. hiyyaaa.. Tunggu dulu bung!" Kata Gaara gak masuk akal, masak pake acara ngembor segala.

"Hah, ku habisi kau sialan" kata Hidan sambil mengayunkan sabit karatannya 'gue keren' si penyembah jashin itu membatin narsis rupanya.

"Tunggu bung! Nafsu amat lo.. entar ksleyo baru tau rasa" Gaara langsung berbalik sambil mengeluarkan talkie walkienya. Sementara Hidan menatap Gaara dengan bosan, masak ada acara tunggu segala.

"kampret 1 kepada kampret 2 masuk" Gaara ngomong di talkie walkie itu sambil sesekali melirik Hidan.

Hidan speechless karena mendengar nama 'kampret'

'Psstt.. Yah masuk kampret 1'

"Disini sedang menghadapi masalah gitu" kata Gaara agak lebay, sementara Hidan lagi selonjoran dengan wajah bosan.

'Psstt.. bereskan saja Kampret 1'

"Ok, segera laksanakan" Gaara mengantongi talkie walkienya sambil menatap Hidan datar.

Hidan berdiri sambil mengayunkan sabit karatannya. "Haha, gue habisi loe sekarang Anjing!" Jari tengah mengarah kearah cowok stoic itu.

Sementara yang bersangkutan hanya pasang wajah Flat andalannya "kalo berani tangan kosong bung!" Tantang Gaara sok jago sambil pasang kuda-kuda, tinju di naikkan sampai kepala 'mirip petinju aja gue' batinnya yang masih sempat-sempatnya memikirkan gituan.

'Sett..' Hidan langsung pasang kuda-kuda setelah menyingkirkan sabit karatannya. "Yiiaacchhh, ciyaaat cyuhhh cuiihhhh" Hidan mulai sok sambil merubah-rubah posisi tangannya mirip orang jaipongan.

Gaara sweatdrop sejenak sebelum kembali normal "maju bung!" Gaara sudah masang gaya mirip bruce lee ketiban genteng.

"Syaattt.." gembor Gaara sambil melayangkan tinjunya. Hidan dapat mengindari tunju itu dengan mudah. Tapi bukan Gaara namanya kalo menyerah, diarahkan lagi lengan kananya kearah kepala Hidan dan.

'PRAKK..

"ADOOOWWW" Hidan menjerit sambil memegangi jidatnya yang benjol itu 'keras amat lengannya' batinnya sambil melesatkan tinjunya kearah Gaara, Gaara langsung menangkis dengan lengan kananya dan.

'PRAKKK!

"ADAAOOO.. MAK-EEE.. MBUK-EEE.. PAK-EEE-"

'PRAKK!

Hidan terkapar seketika di TKP setelah di hantam lagi oleh lengan Gaara itu. Gaara menyeringai. "Ada linggisnya coy.." gumam Gaara gaje sambil menunjukkan Linggis yang nyelip di lengannya. *Pantesan bunyinya kok kayak gitu, linggis to-_-*

Gaara langsung menutup mata Hidan yang masih melek itu dengan gak sabaran. "Merem bung!" Mata Hidan melek Lagi "merem bung!" Mata Hidan melek lagi.

"SEMPAK!" umpat Gaara sambil mencolok mata Hidan. Hidan langsung merem dengan damai.

Gaara langsung menyeret tubuh penyembah jashin itu keatas ranjang sambil memakaikannya selimut.

Dan tak berapa lama pintu terbuka. Masuklah Ino sambil menatap Hidan yang 'sepertinya' sedang tiduran itu dengan alis mengkerut "hey dan.. Naruto sedang membuat susu.. tunggu hingga dia tertidur ok" kata Ino.

Sebuah jari jempol muncul dari sebelah Hidan dengan gak elit banget. Ino hanya angkat bahu sambil keluar dari kamar itu.


BTFCB


Naruto keluar dari lift sambil musuh-misuh "masak bikinin susu sampai turun di lantai satu,, cuiihh" gumamnya sambil mendecih gak jelas.

Dan saat Naruto akan berjalan menuju kamarnya dan Ino, dia tak sengaja berpapasan dengan wanita bohay. Karena anak Minato itu memang penjahat kelamin? Otomatis di sapalah tu cewek bohay.

"Hey cantik!" Sapanya sambil nyengir 175-jari.

Wanita semok itu tersenyum "hay juga manis!" balasnya sambil memberikan kiss-bye pada Naruto. Lalu cewek semok itu duduk si kursi yang tak jauh dari Naruto.

Naruto langsung nyengir sambil membalas kiss-byenya dengan wajah full bokep "emmuuaachh... emmuuaacchh" kiss-bye dari Naruto tak henti hentinya meluncur kearah cewek semok itu sambil kedip-kedip gaje.

Cewek semok itu hanya tersenyum sambil cekikikan. Dia lalu menaikan satu kakinya untuk membenarkan sepatunya. Dan itu sukses membuat paha mulusnya makin kelihatan. Naruto ngeces sedikit.

Cewek semok itu melirik Naruto sejenak sambil berdiri dari duduknya, dan saat dia akan melewati Naruto dia tak sengaja menjatuhkan dompetnya.

"Duh.. kok jatuh~" gumamnya sambil membungkuk untuk mengambil tu dompet.

Naruto yang pass di belakangnya itu tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia agak sedikit membungkuk di sertai senyuman mesum yang nangkring di wajahnya.

"Celana dalamnya hitam.. mulusss" guamnya pelan di sertai ilernya agak netes sedikit. Dan tanpa sengaja susu yang dia pegang tumpah isinya karena saking fokusnya tu anak dengan celana dalam cewek semok itu.

Cewek yang sadar di perhatikan Naruto itu menengok sambil cekikikan. "Susunya tumpah loh~" katanya sambil menunjuk gelas susu yang di pegang Naruto itu.

Naruto langsung nyengir sambil melihat susunya yang tinggal sedikit itu. "Susu Ino-chan memble" gumamnya gaje sambil dadah-dadah kepada cewek semok itu.

Naruto lalu berjalan menuju kamarnya yang tak berapa jauh itu. Sesampainya di tempat, Naruto langsung masuk sambil mesem-mesem gak jelas. Di dekatinya Ino yang lagi tidur itu dengan langkah pelan.

"Ino-chan.. susumu" Naruto menggoyang-goyangkan bahu Ino pelan.

Ino bangun sambil menatap Naruto dengan jidat mengkerut 'masak susunya cuman dikit' batinnya sambil mengambil tu susu lalu menenguknya "Ah~~.. Nih" Ino memberikan gelas itu pada Naruto lagi.

Naruto langsung melemparkan gelas itu keluar jendela seenak udelnya. "Apakah sudah saatnya Ino-chan" Naruto sudah pasang wajah bokep lagi.

Ino menggelng. "Lampunya matiin Naru" pintanya.

"Matiin.. Ok Ok Ok" Naruto dengan gak sabaran langsung mematikan lampu sambil nyengir. "Sekarang ayo 'gituan' Ino-chan" Naruto pasang tampang gak punya malu.

"Aku biasanya tidur sendiri Naru~"

Naruto cengo sambil menggaruk boxernya "lah terus gak bisa 'gituan' dong!" Gumam durian kuning itu lesu.

Siang hari di tempat Sasuke.

Terlihat Sasuke menatap keluar jendela dengan senyuman miring yang tercetak di bibir-ehem-seksehhnya 'Hn, makin sexy aja yang renang' batinnya yang ternyata mengintip orang renang itu.

Sasuke lalu menyalakan rokoknya sambil berjalan mendekati klien -ular- yang berkunjung ke tempatnya itu dengan pandangan takut. Takut di 'ebol'. "Hn.. menurut saya, kasus hilangnya -black daimon- itu melibatkan orang dalam" katanya sambil menatap Orochi'Maho'ru.

"Jadi menurut Cacuke-kyuun yang mencuri itu orang-orang eike yang seksehh ini" Orochimaru sok Narsis sambil kedip-kedip nakal kearah Sasuke.

Sasuke merinding disko di sertai pantatnya yang tiba-tiba linu gak karuan itu. "Hn,,anda jangan kaget, menurut teori yang saya kutip dari teorinya -maxsleber- Pelakunya mencoba menyesatkan penyelidikan saya ini" kata Sasuke panjang lebar sambil mengelap keringat dingin di jidatnya lantaran tatapan khas maho mengara padanya.

OrochiMahoru sempat sweatdrop sejenak "hm, ciyuusss mi apuuahh" OrochiMahoru mulai lebay.

'Set..' sebuah seniper semi otomatis mengara kearah jidat OrochiMahoru "jangan pernah katakan kata-kata alay seperti itu lagi. Muak saya" Sasuke jadi uring-uringan sendiri karena mendengar ucapan 'ciyuus' tadi.

Si ular maho itu glagepan sendiri. "Ehem. Ok, lanjutkan Cacuke-kyuun my lopely"

Sasuke berdehem biar keliahatan berwibawa katanya "dan.. bisa saja pelakunya bossnya sendiri" Sasuke menatap datar si ular, sedatar penggaris.

Orochimahoru melotot "jadi Cacuke-kyuun yang kiyuuut ini mencurigai eike" sambil mendekat kearah Sasuke dengan wajah khas hombreng taman lawang.

Sasuke angkat kaki menjauh dari ular maho itu menuju jendela sambil menatap kebawah 'cuci mata dulu ah' batinnya gaje "saya tidak mencurigai anda blaaas.. justru saya mencurigai anak buah anda yang bernama Handi, Hono, Hinduk, Hin-"

"Hidan Cacuke-kyuun" Penggal si ular dengan nada sok imut sambil menggembungkan pipinya.

Sasuke langsung muntah dari jendela setelah melihat wajah sok imut si maho itu. "Hn, dan anda jangan membuat si Hidun atau Udin? tadi curiga" Sasuke mengelap bibirnya sehabis muntah itu.

"Hm, eike nurut ajah cama Cacuke-kyuun" jawab si Maho sambil berdiri menyalami Sasuke. "Eike harus balik tak bisahh lama-lama.."

"Hn, silahkan keluar tanpa kembali juga no problem" Sasuke mulai gak betah dengan ular maho itu ternyata.

Ular Maho cemberut. "Bye-bye Cacuke-kyuunnn~~~" sambil memberikan kiss-bye jarak jauh pada Sasuke dan langsung ngibrit keluar begitu saja.

Sasuke menghela nafas lega "lama-lama terancam ni pantat?.." gumamnya gak masuk akal sambil menatap keluar jendela lagi dengan senyuman mesum?.


-TBC-

SATU CHAP LAGI SELASAI SUDAH INI FIC ABAL

REVIEW REVIEW REVIEW

Kaguya Asshole : emang enak tu Naru.. dapat berkah terus. *berkah mesum tapi-_-* ok makasih

uchiha no aiko : hahaha. Entahlah kok namanya jadi cocok yah? (-_-;) ah aku enggak suka rate M, terlalu vullgar *sok alim-plak* , tusbol itu apa yah, entahlah saya cari di gugle tapi gak nemu artinya *pasang wajah freak* Ok makashi ya.. kalo masih penasaran ma tusbol tanya saja noh ma ahlinya Orochi fufufu

Sora no aoiro : wah gak ada Sakura disini loh.. cuman ada Orochimaru yang cinta mati Sasuke. Wkwkk ok makasih.

Finn Uzumaki Belpois : Haha, ya enggak lah. Cuman tiga anggota akatsuki itu yang cocok jadi anak buah OrochiHombrengMaru.

LYBP HiNa SaSa : Ni update kilat tanpa petir ^_^ ,Sasu di tolak nenek Chiyo wkwkw.. aku tembak saja gimana *plak*. Naru emang gendeng main sruduk ajah.. haha, Ok Makasih Hina-chuan.. *di gorok*

UzumakiDesy : hahaha, cuman kolor gaara doang yang belum tau apa gambarnya. Wkwkwk, ok makasih

Nyuga totong : Hn, nih update gludok tanpa hujan (-_-;)

Sarutobi RianMaru : haha, iya dapat yang enak-enak terus. Bisa-bisa kehaibisan darah tu anak minato sangking seringnya mimisan. Fufufu

Sarutobi RianMaru : Hahaha. Iya nih enaknya di nuistakan sampai senista-nistanya. Pengenya sih mereka di nistakan dengan cara di tusbol orochi *plak* tapi karena saya tak kuat nulisnya maka tak jadi deh hahaha. Abaikan.

Kurayami Akuma : heheh *ketawa ala kunti* makasih yo d^_^b