Reproduk Murni

By: FloZhaKi

(Collaborations of Floral White, zhaErza and Kiyuchire)

Naruto Belong Kishimoto Masashi

Haruno Sakura & Sasuke Uchiha

Chapter 3

Sakura terbangun di pagi hari dalam keadaan yang lemas karena ia tidak mendapatkan sesuap makanan untuk mengisi perut kosongnya. Sambil melangkahkan kakinya pelan dari ranjang yang dengan otomatis dapat kembali menjadi rapi itu, ia terus mengucek matanya dan menguap berkali-kali.

"Sial," gerutu Sakura dengan wajah yang kelewat bad mood.

Ia pun memasuki kamar mandi itu, kemudian membasuh tubuhnya dengan air dingin agar kembali menjadi segar.

Tap

Tap

Tap

Langkah kakinya terdengar jelas di dalam ruangan kamar itu. Sakura pun keluar dari kamar dan berniat untuk membuat sarapan.

Sesampainya di dapur, Sakura cukup terkejut dengan keberadaan Sasuke yang sedang membuat sarapan. Ingatannya kembali kepada peristiwa tadi malam di mana Sasuke dengan seenak jidatnya melakukan hal yang baginya cukup mengerikan karena hal itu membuatnya sampai tidak bisa bernafas dan akhirnya pingsan kekurangan oksigen.

"Sial, akan ku hajar dia," ucapnya dalam hati.

Ia berjalan mendekati Sasuke ketika rasa penasaran mulai memasuki pemikirannya, karena sedari tadi Sasuke bahkan seperti tidak menyadi kehadirannya —atau mungkin tidak mempedulikan kehadirannya? Entahlah.

"Ehmm...," Sakura berdehem untuk memberitahu bahwa ia berada di belakang Sasuke. Sedangkan Sasuke dengan cueknya, hanya kembali melakukan aktifitasnya.

"EKHMMMM...," deheman super Sakura tepat di telinga Sasuke, sementara Sasuke mendelik geram dengan tingkah pasangan reproduknya ini.

"Ck, kau mau mati," ucap Sasuke dingin.

"Kau... semalam apa yang kau lakukan? Seenaknya melakukan hal seperti itu padaku! Kau mau membunuhku ya?" ucap Sakura seraya menunjuk-nunjuk batang hidung mancung Sasuke.

Sasuke yang jengah dengan ocehan Sakura akhirnya bertindak dan langsung memegang tangan Sakura yang tadi menunjuk-nunjuk wajahnya.

Grabb!

"Diamlah! Atau kau mau aku melakukannya lagi untuk menghentikan ocehanmu itu, eh?" ucap Sasuke sambil tersenyum sinis.

"Dasar brengsek kau! Lepaskan aku!" titah Sakura sambil menghentak-hentakkan tangannya yang berada di genggaman Sasuke dengan kasar.

"Hn."

Sasuke akhirnya melepaskan tangan Sakura dan kembali pada urusannya untuk membuat sarapan.

Sasuke memasukkan bahan-bahan mentah sayuran, bumbu-bumbu dan daging ayam kedalam sebuh kotak persegi yang terbuat dari besi dan kaca yang mirip dengan oven, lalu memencet tombol dan menyebutkan jenis masakan apa yang ingin dibuatnya.

"Kare ekstra tomat," Ucap Sasuke dingin.

Oven itu dengan otomatis memperoses ucapan Sasuke dan memulai menjalankan perintah.

Oven tersebut sebenarnya adalah robot pemasak otomatis yang berbentuk kotak persegi. Dalam beberapa menit masakan itu pun matang dengan sempurna, dan secara otomatis pula sudah ada di atas piring —yang berasal dari dalam oven itu.

Ting!
oven itu terbuka dan menampilkan sepiring penuh kare dengan ekstra tomat kesukaan Sasuke. Ia pun mengambilnya lalu menaruhnya di meja makan mereka.

Sakura tercengang dengan Sasuke yang dengan mudahnya menggunakan alat memasak itu. Kenapa dia semalam tidak bisa menggunakannya? Dan hei! Apa itu? Kenapa hanya ada satu piring saja?

"Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Sakura malu-malu karena sedikit gengsi. Tapi mengingat perutnya yang terus bernyanyi, sepertinya gengsinya itu harus ia buang jauh-jauh.

"Hn."

Perempatan siku-siku pun muncul di tengah alis Sakura. Menunjukkan dirinya yang sudah merasa sebal terhadap tingkah sosok berambut raven dihadapannya.

"Cih, dasar ayam menyebalkan."

—Dan lagi, sepertinya pertengkaran mereka akan dimulai sejak aura mencekam menyelubungi sekitar mereka kalau Sakura tidak merasa selapar itu. Sakura lebih memilih untuk diam menyimpan tenaga dan coba mempelajari oven di depannya.

o0o

Hari ini adalah saatnya Sasuke dan Sakura untuk bertemu dengan Tsunade-sama. Mereka pun menggunakan mobil jemputan khusus dari para anbu yang bertugas mengantar mereka ke kantor Hokage.

Mobil itu sampai dan langsung melesat cepat dengan melawan gravitasi, mobil yang memakai energi cahaya matahari itu bergerak dengan otomatis sesuai dengan tempat yang ingin dituju sang penumpang. Tanpa ada sang pengemudi, mobil itu bisa dengan sendirinya melaju dengan cepat.

Sasuke dan Sakura berada dalam satu mobil yang sama, sedangkan para anbu khusus itu mengikuti mereka dari belakang menggunakan mobil yang lain.

Mereka melesat untuk menuju ke kantor sang Hokage. Sakura terus saja melirik Sasuke yang duduk di sebelahnya, ia merasa heran kenapa semua RM itu bersifat layaknya sang agung di mata manusia kloning dan bayi tabung?

Sakura memperhatikan Sasuke, tanpa bisa ia hindari tatapannya mengarah ke arah bibir tipis Sasuke dan ingatan malam itu kembali berputar di kepalanya.

"Sial, apa-apaan aku ini," Ucap Sakura dalam hati sambil dengan wajahnya yang memerah. "Dan kenapa aku malah memikirkan ulah si brengsek itu?" pikir Sakura dalam hati.

"Hn, apa yang kau lihat?" ucap Sasuke dengan suara datarnya.

Ketahuan oleh sang intai-an, Sakura benar-benar merasa sepeti tersambar petir dengan tegangan yang amat tinggi.

"A-apa? Se-sebaiknya jangan cerewet, menyebalkan!" bentak Sakura yang tersenyum nista karena berhasil melawan omongan lelaki sombong itu. Sasuke mendecih tidak terima dengan perkataan pasangan pink-nya. Padahal, ia sejak tadi merasa risih karena terus saja diperhatikan oleh Sakura.

"Hn, lihat saja. Jadi, kau ingin bermain-main dengan ku? Baiklah, akan aku layani," Sasuke berucap dalam hati dengan seringai tersembunyi dari gadis kloning yang sedang membuang mukanya ke arah jendela mobil.

—Maka, sebenarnya rencana apa yang dipikirkan oleh Sasuke?

.

.

.

Sasuke menempelkan ujung jarinya untuk membuka ruangan Hokage itu. Mengingat yang bisa masuk hanya orang-orang yang memiliki urusan dengan sang kepala negara saja.

Sensor itu pun memperoses sidik jari Sasuke dan tidak sampai 5 detik pintu pun terbuka.

Srekkk!

Sasuke dan Sakura memasuki ruangan itu dengan santai —bagi Sasuke, sementara Sakura cukup gugup karena akan bertemu dengan seorang Hokage yang notabene adalah pemerintah tertinggi. Sungguh, ia tidak menyangka bahwa sebentar lagi ia akan menatap langsung sang Hokage..

Sasuke dan Sakura memasuki ruangan yang di dalamnya sudah ada sedikitnya tiga orang. Yaitu sang Hokage —Tsunade Senju, dan kedua asistennya —Shizune dan Kakashi.

"Selamat siang...," ucap Sakura gugup dan Sasuke hanya diam di sampingnya.

"Siang," ucap Tsunade dengan ramah dan penuh kharisma.

"Baiklah langsung saja. Duduklah kalian," lanjutnya.

"Hn."

"Iya, Hokage-sama." Ucap Sakura.

Mereka pun duduk berhadapan dengan sang Hokage dan menatap langsung ke wajahnya.

"Jadi, kau adalah Haruno Sakura dari kalangan kloning dan bayi tabung kan?" Sakura mengangguk ketika mendengar pertanyaan dari sang Hokage itu.

"Ada yang ingin ku jelaskan, bahwa sebenarnya kau sudah dianggap meninggal dunia karena sekarang kau adalah Haruno Sakura dari kalangan RM, itu adalah identitas barumu Haruno. Dan kau sudah menjadi pasangan dari RM Uchiha Sasuke," ucap Tsunade menjelaskan tentang diri Sakura yang telah menjadi RM.

Sakura hanya kembali mengangguk dan Sasuke hanya mendengarkan dalam diam saja.

"Jadi, kau sudah tahu tugas sebagai pasangan reproduk kan Haruno?"

"Eh... i-iya, Hokage-sama," ucap Sakura gugup dan berbicara dalam hati, 'kurasa.'

"Baiklah, sekarang ini aku akan menjelaskan tentang pendidikan mu. Kau akan ditempatkan di sekolah dan kelas yang sama dengan Sasuke, tahun ajaran baru ini dia akan ada di kelas XI. Jadi, aku memang menempatkan setiap pasangan reproduk dalam satu kelas. Itu agar kalian lebih mengenal satu sama lain dan mudah berkomunikasi. Lagipula, kalian juga masih baru dipasangkan menjadi Couple Reproduct," jelas Tsunade panjang lebar.

"A-ano, Hokage-sama. Tapi saya seharusnya masih di kelas X tahun ajaran baru ini," Sakura berucap ragu, karena memang ia cukup terkejut mengenai kelas yang akan ditempatinya bersama sang pasangan.

"Ya itu sudah menjadi keputusan ku, kau juga lumayan dalam bidang akademik, Haruno. Jadi, pasti kau bisa berbaur dengan pelajaran di kelas XI nanti." Tsunade berucap seraya menghadapkan wajahnya untuk melihat rapor semester Sakura.

"Iya, baiklah," ucap Sakura tidak yakin.

"Hmm... dan mengenai tugas kalian sebagai pasangan reproduk, mungkin kalian sudah bisa memulainya dengan pemanasan saja, itu agar kalian tidak sekaku ini. Jadi; kalian kan sudah tahu bahwa pasangan reproduk itu seperti layaknya pasangan suami istri, maka dari itu sebaiknya kalian memulainya dengan tidur seranjang atau mandi bersama juga tidak masal..."

"APAAAA!" pekik Sakura terkejut yang langsung memotong ucapan Hokage.

"Ck." Sasuke mendecih dan langsung menatap tajam Sakura ketika mendengar suara jeritan gadis itu. 'Dasar, kalangan rendahan,' ucap Sasuke dalam hatinya.

"Tenanglah dulu, Haruno. Biarkan Tsunade-sama menjelaskannya secara terperinci." ucap Kakashi sambil tersenyum.

"Go-gomen minna-san." ucap Sakura menundukan kepalanya.

Tsunade menghela nafas ketika melihat perilaku Sakura. Ia sudah cukup pusing sebenarnya mengenai masalah kenegaraan dan di tambah lagi kali ini ia harus menjelaskan kepada kalangan kloning yang sudah menjadi RM untuk menjalankan tugasnya sebagai RM. Tentu saja bagi kalangan kloning dan bayi tabung aktifitas rahasia RM ini benar-benar asing di pikiran mereka.

Dan sekarang, secara kebetulan, salah satu kalangan kloning dan bayi tabung itu sendiri dapat mengalami haid —sungguh kejadian langka yang tak pernah terjadi selama terciptanya pembagian kalangan.Di mana itu berarti mau tak mau keberadaan Sakura sebagai kalangan kloning dan bayi tabung, juga harus mulai disamarkan menjadi kalangan RM.

"Baiklah, jadi kau sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh pasangan RM kan?"

Sakura hanya mengangguk singkat.

"Jadi, kalian akan mulai melakukan aktifitas yang dinamakan sex saat usiamu sudah cukup. Untuk saat ini tugasmu adalah membuat pasanganmu mengeluarkan spermanya, terserah kalian akan menggunakan cara apa —pelajarilah cara-cara itu baik-baik. kalian juga akan membuat bayi dengan cara alami, yaitu melalui sex dan kau akan melakukan reproduksi alami saat kau sudah genap tujuh belas tahun, Haruno."

Penjelasan Tsunade hanya ditanggapi mimik bingung dari Sakura, sedangkan Sasuke hanya diam saja memperhatikan Hokage yang dengan panjang lebar menjelaskan semua aktifitas yang akan ia lakukan dengan pasangannya itu.

"Sebenarnya a-aku masih bingung, apakah tidak bisa lebih rinci lagi penjelasannya, Hokage-sama?" ucap Sakura seraya menggaruk kepalanya.

"Hmm... masalah itu, aku akan menyuruh Kakashi untuk memberikan penjelasannya kepada Sasuke, dan Sasuke akan menjelaskannya kepadamu."

Tsunade berkata sambil menatap Sasuke dan Sakura bergantian.

"Kenapa... kenapa tidak langsung saja aku dan Sasuke yang menerima penjelasannya?"

"Akan jauh lebih maksimal dan lebih kau pahami mengenai ini semua jika pasangan mu yang menjelaskannya, Haruno. Jadi, Sasuke, ku harap kau melakukannya sebaik mungkin," ucap Tsunade tegas.

"Hn," balas Sasuke datar.

o0o

"Aku tidak mau satu ranjang dengan mu! Apalagi mandi bersama. Hoekk!" ucap Sakura kepada Sasuke setelah mereka berada di asrama RM.

"Cih, kau kira aku mau? Jangan besar kepala dulu! Kau kalangan rendah, hanya karena keberuntungan bisa memijakan kaki di sini," ucap Sasuke sinis kepada Sakura.

Sakura yang mendengarkan ucapan Sasuke benar-benar merasakan amarah yang memuncak, dengan secepat kilat ia menginjak kaki Sasuke dan langsung kabur ke kamarnya.

"Sialan kau, SHANNAROOO...,"

Sasuke mendelik dan meringis ketika merasakan nyeri yang cukup sakit pada kaki kirinya.

"Ck, Si pink sialan itu, benar-benar ingin mengujiku rupanya."

Dari wajah sebal, tiba-tiba Sasuke menyeringai iblis.

Sakura masuk ke dalam kamarnya dan langsung menjatuhkan diri ke ranjang. Ia pun memejamkan mata dan ingin tidur untuk sesaat, kepalanya benar-benar pusing berurusan dengan lelaki egois macam Sasuke.

.

.

.

Sakura terbangun dari tidurnya dan mengerjabkan matanya, tubuhnya terasa kaku dan seperti mati rasa. Menarik nafas panjang untuk menyadarkan dirinya yang masih terbawa suasana mengantuk.

'Kenapa sulit digerakan, ada apa ini?' Sakura berucap dalam hati seraya berpikir kenapa tubuhnya merasa sulit digerakan dan kaku seperti ini.

Sakura langsung mendelik dan berteriak marah ketika sudah menyadari sesuatu hal yang ganjil dengan tubuhnya.

"BRENGSEK! Apa yang kau lakukan, HAHHH?" teriak Sakura garang.

"Hn, kau sudah bangun, eh?" ucap Sasuke datar sambil membaca buku hijau peninggalan ibunya.

"Lepaskan aku! Sekarang!" Sakura semakin naik pitam akibat ulah pasangannya itu, ayolah siapa yang akan suka jika kau sedang tidur dan saat terbangun kau mendapatkan dirimu dengan kedua tangan dan kaki terikat di ranjang mu?

"Cih, jangan memerintahku."

"K-kau! Lepaskan aku dan biarkan aku membunuh mu sialan!" Sakura semakin merasa ingin membunuh pasangannya yang bersikap santai setelah apa yang dia lakukan pada dirinya sekarang.

"Berisik, jika kau terus mengoceh... aku tidak akan segan-segan." Ucap Sasuke ambigu.

Sakura terdiam ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Sasuke, ia hanya mematuhi ucapan pasangannya itu sambil bermuka masam.

"Hn, langsung saja, mulai sekarang aku akan membuat peraturannya."

"Kenapa harus kau, seharunya kita membuat peraturannya bersama. Itu tidak adil," komentar Sakura tidak terima.

"Kau jangan berisik, dan dengarkan saja peeraturannya," ucap Sasuke dengan wajah seringai merendahkan.

"Cih! brengsek!" geram Sakura sambil memalingkan wajahnya.

Sasuke berdiri dari duduknya di kursi yang sengaja ia letakkan dekat ranjang. Ia berjalan mendekati ranjang Sakura, lalu duduk tepat di tepi ranjang Sakura. Sakura mendelik ketika melihat Sasuke duduk di ranjang yang sama dengannya. Ia lalu memekik karena merasa kesal.

"Mau apa kau? Jangan mendekat!" titah Sakura yang mulai khawatir akan dirinya.

Sasuke duduk di ranjang yang masih ditiduri Sakura dengan tangan dan kaki terikat, ia lalu merendahkan tubuhnya mendekati Sakura dan meletakkan kedua tangannya di samping kiri dan kanan wajah gadis yang terikat itu.

Sekarang, wajah Sasuke dan Sakura berada dalam jarak yang sangat dekat dan bahkan mereka dapat saling merasakan nafas hangatnya satu sama lain.

Sasuke menatap Sakura diam, sedangkan Sakura menatap wajah Sasuke yang ada di atas wajahnya dengan garang.

"Kau masih saja berisik, sebaiknya kau dihukum pinky," ucap Sasuke memandang wajah keterkejutan Sakura.

"Kita mulai," ucap Sasuke yang langsung menghapus jarak di antara wajah mereka.

Sasuke mencium Sakura, melumat bibir tipis itu dan menghisap-hisapnya dengan sesuka hati. Semakin lama ia semakin ingin lebih dan lebih, tanpa sadar Sasuke yang awalnya duduk di samping tubuh Sakura kemudian berpindah menjadi menindih gadis itu.

Sakura terkejut setengah mati karena ulah Sasuke yang kembali melakukan hal mengerikan itu kepadanya, ia terlalu terkejut dan dalam keadaan yang sedang tidak mendukung pula. Sakura hanya bisa mengerang dalam ciuman itu dan menggelengkan wajahnya sebisa mungkin untuk mempersulit keleluasaan Sasuke. Merasakan adanya kembali penolakan dan perlawanan pasangannya itu dengan cepat Sasuke melepaskan ciuman dan kembali menciumnya dengan kedua tangan yang sudah ada di pipi dan tengkuk Sakura.

Entah sudah berapa menit mereka melakukan ciuman ini, Sasuke tidak ada niatan untuk menghentikannya. Lidahnya dan Sakura sudah berdansa dengan indahnya, mengecap segala yang tersedia di dalam sana.

"Aku kenapa? Ini... hn, sudah basah kenapa tidak sekalian mandi saja." Sasuke berfikir dalam hatinya untuk melakukan lebih kepada pasangannya itu, ia membiarkan instingnya untuk menuntunnya sekarang.

.

Dan kali ini juga, dua pasangan itu sama-sama tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi selanjutnya kepada diri mereka dan kehidupan mereka mendatang.

TBC

A/N:

zhaErza: Ya ampunnnn... sumpah aku mati ideeee... terpaksa Cuma segini aja bisanya. Gomen minnasan, aku juga gak pandai bikin rate M jadi gini deh hasilnya... kaku banget adegan kisunya X3 Hmm... yaudah deh, kedepannya saat giliranku menulis akan ku usahakan sebaik mungkin :) Sankyuu buat segala dukungan kalian ya atas ff kami ini.

Kiyuchire: Agak melting baca nya ._. hahahaha... padahal masih harus menunggu 3 bulan lagi untuk mendapatkan KTP pertamaku hahahaha! XD yap, bagaimana? Sepertinya pertanyaan-pertanyaan yang kemarin, sudah terjawab di chapter ini, 'kan? :D hehehehe Terimakasih telah menanti fic ini :D

Floral White: Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah membaca dan menyempatkan diri untuk memberikan feedback untuk fic ini. Maaf juga kalau feel scifinya masih kurang, kami akan berusaha untuk lebih baik kedepannya.

Special Thanks:

Mikyo, pinkcherry, sami haruchi 2,dechaideicha1 ,.7,Vikey91 ,Hotaru Keiko,Wong Kurang Kerjaan,Haru CherryRaven,,Lukireichan ,ryugasaki, p.w,Hanna Hoshiko,Bronzequeen18290,Yuki Hibari ,Racchan Cherry-desu ,,Lhylia Kiryu ,Nuria23agazta ,Lyyn Sasuke,Carine Vavo,artha,Hikari Ciel,Kumada Chiyu ,Aozora Straw,Francoeur,Eysha 'CherryBlossom,white moon uchiha,amu-b,Hana Kumiko ,Reako Mizuumi,KimRyeona19,kHaLerie Hikari, cherryma,Allysum fumiko,kirei- neko,UchiHaru Mey,YashiUchiHatake,Luca Marvell ,.524, kim yui sa, Erika Liana,Tsurugi De Lelouch,haruchan,Kikyu RKY,Kiki RyuEunTeuk,Kiyouko Akane,