Title : (10 D) E.X.O HIGH SCHOOL
Rated : T
Genre : Friendship, Family, Humor, Slight Romance, Drama dan sebagainya.
Pairing : Kyungsoo dan semua member EXO.
Disclaimer : hanya cerita absrud ini yang ASLI miliki 4UNTA.
Warning : Typo, Awal cerita gak nyambung, summary sesat, gak nyambung ama judul, absurd, tapi dijamin ni panpik gak bikin sawan kok.
Summary : Kyungsoo anak pinter, Kyungsoo anak baik, dan Kyungsoo anak yang penurut. Tapi— KENAPA KYUNGSOO ADA DI SEKOLAH ABSURD INI?! | Kyungsoo dan kawan-kawan| Summarynya keren kan? yaudah langsung aja klik judulnya dan cepet baca.
Mind to Review? ^^
"kemarin aku melihat boneka panda impor loh"
"eyelinerku lebih bagus daripada pandamu Tao-ya"
"ya! tapikan lebih keren panda hyung! panda punya eyeliner yang alami dimatanya"
"tapi tetap saja eyelinerku lebih keren dan bagus dari pada mata pandamu yang hitam itu"
"aish,tapi bukankah eyeliner itu untuk yeoja?"
"siapa yang melarang namja untuk memakai eyeliner, eoh?"
"aku! karna hyung menjelek-jelekan pandaku!"
"ya! tapi memang benar kan? eyelinerku lebih keren!"
"hyung!"
"YA! dari pada kalian bertengkar lebih baik kalian cari mana resep marshmallow ikan di majalah ini"
"lebih enak marshmallow panda hyung!"
"mana ada bodoh! lebih baik kau buat marshmallow rasa bakpau saja Yixing"
"tapi, aku rasa marshmallow ikan kakap lebih enak"
"Tapi, aku lebih suka rasa strawberry"
"bentuk panda lebih bagus hyung!"
"lebih bagus bentuk eyeliner"
"mana ada makanan bentuk eyeliner hyung, kau mau makan marsh melow warna hitam?"
"tapi itu seksi, Tao-ya"
"lebih seksi marshmallow bakpau"
"apa yang seksi, hyung? bentuknya saja gembul. Tak seksi sama sekali"
"Hey! bakpau itu mempunyai nilai seni yang tinggi"
"kenapa kalian bertengkar? aku meminta kalian mencarikan resep marshmallow bukan bertengkar"
"ah, baiklah. Aku rasa.. eum, ini! marshmallow rasa ikan kelihatannya menarik"
"tapi, aku tak suka ikan. lebih baik panda!"
"kau mau pandamu dimakan? lebih enak rasa strawberry atau sirsak"
"tapi—tapi bentuk panda itu sangat imut hyung!"
"AH! bagaimana kalau bentuknya panda saja Minseok Hyung!"
"sudah kubilang, lebih imut bakpau dari pada panda, Yixing!"
Kyungsoo memutar bola matanya malas. "uh~ bagaimana bisa aku masuk kesekolah absurd seperti ini?" gumamnya pelan.
Sejak sejam yang lalu, Kyungsoo duduk manis memperhatikan keempat sahabat barunya itu di meja cafetaria. Ia yang tadi sibuk memakan habis bekal dari Eommanya akhirnya tak tahan untuk mengacuhkan keempat sahabatnya itu. Bagaimana tidak? mereka terkadang berteriak dan mencaci maki satu sama lain. Bahkan, Baekhyun sempat menggebrak meja cafetaria dan itu membuat jus strawberry Kyungsoo berceceran dimana-mana.
"YA! TAO-YA! KAU MERUSAK EYELINERKU!"
"itu salahmu HYUNG! Lihat, pandaku jadi hitam HUWEEEE!"
Lagi-lagi Kyungsoo hanya membuang napasnya berat. Ia tak bisa bayangkan bagaimana nanti jika Eomma tercintanya menagihnya teman dan ia membawa keempat sahabatnya ini kedalam rumahnya.
'ASTAGFIRULLAH, jangan sampai' hati Kyungsoo berdoa.
"aish, aku pusing berurusan dengan mereka berdua" Xiumin si tetua, memijit pelan pelipisnya. Terlalu lelah untuk sekedar memisahkan Baekhyun dan Tao yang kini saling jambak menjambak.
Kyungsoo yang kini gagal total mengakhiri acara makannya, membereskan tempat makannya dan melirik Xiumin dengan mata bulatnya.
"apa mereka berdua selalu bertengkar?" Kyungsoo mengedipkan matanya lucu.
Xiumin mengangguk lemah. "selalu, bahkan setiap detik" Yixing ikut mengangguk. Ia mengangkat pisau ditangannya. Kyungsoo sedikit mundur.
"ya, mereka sudah berteman sejak kecil. Dan kami berempat bertetangga. Jadi jangan heran jika kami terlihat akrab"
Kyungsoo mengangguk-ngangguk tanda mengerti, ia bahkan tak ingat untuk bertanya tentang 'bagaimana bisa keempat namja didepannya ini sangat akrab padahal belum ada sebulan mereka berada dalam satu kelas'.
"ah, tapi tenang saja Kyung. Kau tak akan tersisihkan, kami sudah menganggapmu sebagai sahabat lama" Lay tersenyum,menampilkan senyum dimpelnya.
Kyungsoo hanya manggut-manggut dan tersenyum manis. Ia mulai terbiasa dengan keempat sahabat-sahabatnya ini.
Sudah lebih dari tiga jam mereka bercanda di cafetaria. Padahal jam pelajaran sudah dimulai dua jam yang lalu. Tapi, untuk apa terburu-buru jika guru saja akan datang satu jam sebelum bel pulang berbunyi. Ya, hal seperti itu memang sudah wajar terjadi di E.X.O High School ini. Walau dari semua mata pelajaran sudah lengkap dengan gurunya tetap saja sia-sia, mereka terlihat enggan mengajar karna gaji yang lebih sedikit dibanding guru-guru di sekolah swasta di luar sana.
"hey, apa tak masalah jika kita tidak masuk kekelas sekarang?" Kyungsoo menatap jam coklat di lengannya. Ia terlihat khawatir, baru kali ini ia membolos jam pelajaran.
"tak apa, Kyung. Guru disini jarang sekali masuk, mereka akan masuk satu jam sebelum bel pulang berbunyi" Xiumin memakan kentang goreng di depannya. Ia menatap Kyungsoo yang kini berdiri dan kembali duduk lagi.
"kau tak percaya? aku sudah lebih dari setahun disini" Kyungsoo langsung terduduk. Bagaimana juga, ia merasa bersalah sudah membuat Xiumin membuka aibnya sendiri.
"mi—mianhae"
Xiumin menggeleng, setelahnya tersenyum manis.
"lagi pula, dari pada kita dikelas, lebih baik kalian dengarkan ceritaku" Tao yang sudah selesai berurusan dengan Baekhyun merapikan sedikit rambutnya yang acak-acakan.
"kalau kau sebut panda lagi, kubunuh kau!" Baekhyun angkat bicara, ia mendudukan dirinya di sebelah Kyungsoo.
"tidak hyung! dan kenapa kau benci sekali dengan pandaku?"
"karna aku tak suka eyelinerku disaing-saingi oleh—"
"YA BISA KALIAN TENANG?!" Tao Baekhyun manggut liat pisau didepannya. Yixing serem juga.
Kyungsoo cuma geleng-geleng pelan, dan menyenggol lengan Tao untuk melanjutkan.
"baiklah, ekhm. Kalian tau anak kelas dua yang terkenal itu?" Tao majuin badan beberapa centi.
Semuanya ikutan termasuk Kyungsoo. "siapa?"
"masa kalian tak tau sih?! anak kelas 2 yang namanya, Su—Su, eum Su—" Tao berpikir keras.
"Susi?"—Yixing.
"bukan hyung. Eum, namanya Su—Su"
"Surti?"—Xiumin.
"bukan! eum, siapa yah? Su, su—"
"Susu ibu?"—Yixing.
"bukan!"
"Suntet?"—Kyungsoo(akhirnya ikutan juga).
"bukan ihh!"
"PANDA!"—Baekhyun.
"BUKAN HYUNG! AISH,HYUNG KAU MENYEBALKAN!" Tao jambak rambut Baekhyun.
"YA! KENAPA KAU JAMBAK RAMBUTKU?!" Baekhyun jambak rambut Tao.
"PANDA ITU BUKAN NAMA ORANG HYUNG!" Tao robek baju Baekhyun.
"TAPI APA LAGI SELAIN PANDA?! DIKEPALAMU KAN CUMA ADA PANDA!" Baekhyun nendang perut Tao.
Dan seterusnya adegan disensor untuk 18 tahun ke bawah.
25 menit kemudian.-.
"hah hah hah"
"hah hah hah"
Kyungsoo ngos-ngosan bareng tetua—Xiumin— dan juga Yixing. Akhirnya, mereka bisa memisahkan dua monyet ragunan yang dari tadi ribut sampe meja cafetaria berantakan semua.
"YA! KALIAN INI, BISAKAH DIAM SEBENTAR?" Xiumin berteriak dengan sisa tenaganya. Untung keadaan cafetaria saat ini tidak begitu ramai. Bisa-bisa ada korban jiwa yang berceceran di lantai.
Baekhyun cuma ngangguk dan masih sempet-sempetnya liat kaca dan benerin eyelinernya. Sedangan Tao ngambil boneka pandanya dan membereskan pakaiannya yang kini robek di bagian punggung.
Kyungsoo menyusul duduk disebelah Tao dan membereskan rambutnya yang sempat dijambak sama Yixing yang salah sasaran. Xiumin pun masih mengatur napasnya dan memakai celana sekolahnya yang sempet lepas.
Kalo Yixing? dia lagi minta maap sama seluruh murid yang liat adegan tak senonoh yang tadi sempat memporak porandakan keadaan cafetaria. Ia juga rajin membereskan meja-meja yang jungkir balik.
"huh, oke. Tao-ah, kau boleh lanjutkan lagi" Xiumin berdehem sebentar. Tao mengangguk.
"aku tak tau namanya, dan tak peduli—" ia mengatur napasnya sebentar.
"yang jelas, anak kelas 2 itu sangat ditakuti seantero sekolah. Mereka tidak punya banyak anggota. Hanya tiga orang yang kudengar. Tapi, ada satu yang masih sekelas dengan kita. Dan, yang sebenarnya ingin kuceritakan bukan itu" Tao tersenyum innocent.
"jadi—" Baekhyun udah ancang-ancang pengen angkat kursi tapi langsung dicegah sama Yixing.
"ekhm, lalu apa Tao-ah?" Kyungsoo yang sebenarnya ingin mematahkan tubuh seksi namja bermata panda di sampingnya ini, mengurungkan niatnya dan lebih baik mengelusi punggung tetua Xiumin yang kini berwajah merah dan berasap.
"eh, tapi ada sangkut pautnya juga. Eung, salah satu dari mereka ada yang kusukai"
Baekhyun memiringkan kepalanya, bingung untuk memberikan reaksi pada cerita Tao kali ini. Dan itu sama halnya dengan ketiga namja yang kini terlihat lebih tenang. Mereka harus senang atau apa?
Tao mengerjapkan matanya lucu, apa ceritanya tidak menarik? Tapi tiba-tiba saja Tao—
"ah! aku baru ingat namanya, Suho-sunbaenim, Chanyeol-ssi, dan yang ku sukai Kris-sunbaenim! apa kalian tau?"
Setelah ucapan Tao terdengar di telinga mereka berempat. Reaksi berbeda-beda muncul dari ketiganya.
Yixing langsung menunduk dan bergumam-gumam, sedangkan Xiumin membulatkan matanya dan menatap Tao tak percaya. Baekhyun tiba-tiba saja bersemu, dan Kyungsoo hanya memiringkan kepalanya bingung.
Tao yang melihat Xiumin yang kini menatapnya melotot hanya menatap dengan bingung sekaligus takut pada tetuanya itu.
"kau—suka Kris?"
Tao menelan ludahnya kasar. Mata Xiumin bak angry bird—yang menurut Tao itu monster—yang sangat ia takuti.
"me—memang kenapa, Hyung?"
Beberapa detik terdiam. Dan—
"OH TIDAK! HOOBAEKU TERKENA VIRUS PEDOOOOO! KYAAAAA!"
Tao cepat-cepat berlari kepunggung Kyungsoo setelah melihat Hyungnya yang embem itu berteriak histeris. Horor.
"Hyung, lindungi aku~" Tao gemeteran di balik punggung Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo yang ingin sekali kabur dari keadaan yang mengerikan ini, terpaku melihat namja berkulit pucat yang baru saja melewati meja cafetarianya.
"ah,maaf Tao-ah. Ada yang ingin aku kerjakan"
Kyungsoo cepat-cepat mengambil tempat bekal makannya, menghampiri namja berkulit pucat yang kini duduk sendiri dengan nampan makan siangnya. Tao yang heran mencolek ketiga hyungnya yang dengan cepat kembali sadar.
"hyung, apa Kyungsoo menyukai Sehun?"
"aku, tak tau. Tapi, ia terlihat ingin sekali dekat dengannya, Panda jelek"
"YA! PANDA GAK JELEK HYUNG!"
"TAPI KENYATAAN TAO-YA!"
Ah, baiklah tinggalkan saja mereka. Kita ikuti Kyungsoo yang kini duduk di depan Sehun si namja dingin.
Kyungsoo menggerakkan sedikit pantatnya, entah mengapa ia menjadi gugup setelah cukup lama ia tidak mengobrol dengan keadaan normal. Sebegitu pengaruhnya kah cara mengobrol ia dengan sahabat-sahabatnya yang kini memandangnya aneh diujung sana.
"ekhm, Sehun-ah. Boleh aku bergabung?" Sehun menatap Kyungsoo cukup lama. Setelahnya ia kembali menunduk.
"baiklah" Kyungsoo tersenyum, ini sudah kesekian kalinya ia mencoba untuk mengajak Sehun mengobrol. Visinya untuk mendapat teman normal benar-benar tak bisa ia tinggalkan. Walaupun, Sehun masih bersikap dingin,ia tetap akan berusaha.
"Sehun-ah, kau sendirian?"
Sehun menggeleng pelan, membuka sumpitnya dan berlahan menyantap makanannya.
"kau bersama temanmu? ah, maaf jika aku mengganggu" Kyungsoo menatap Sehun dengan senyumnya. Namun Sehun hanya menoleh dan kembali memakan nasinya.
Setelahnya keheningan tercipta diatara mereka, hanya suara sumpit Sehun yang beradu dengan makanan.
Sedangkan diujung sana, Baekhyun Tao Xiumin dan Yixing hanya menggigit sumpit mereka gemas. Tadi baru saja mereka simpulkan bahwa Kyungsoo sepertinya memang menyukai Sehun si namja batu es itu, jadi mereka berpikir setelah ini mereka akan membantu Kyungsoo melelehkan es di dalam hati namja keputihan itu.
"Aish, kenapa jadi saling diam? Sehun bodoh!" Tao mematahkan sumpitnya.
"semangat Kyung!" Yixing mengepalkan tangannya semangat.
"Aih, apa perlu aku teriaki mereka dulu?" Xiumin menjambak rambut Baekhyun.
"YA! KYU—" –Baekhyun.
"Hey~ kalian sedang apa?" keempat namja uke yang tadi sedang mengintip, menatap namja berambut pink yang tiba-tiba datang dengan suara manjanya. Namja cantik itu adalah Luhan si qaqaq kelas yang keceh—dipaksa Luhan.
"ah, Luhan-gege annyeong!" Tao memeluk Luhan erat. Luhan hanya terkekeh dan menampilkan senyumnya untuk tiga namja di depannya.
"tadi aku kekelas kalian, tapi aku hanya bertemu dengan Chen yang sedang tidur di ujung kelas. Ternyata kalian ada disini, kalian sedang apa?"
"sedang mengintip, Lu" Xiumin menunjuk kearah Kyungsoo yang kini mencoba mengajak Sehun kembali berbicara.
Luhan menatap arah yang ditunjuk Xiumin, dan melihat Sehun yang sedang duduk dengan seorang namja mungil. Luhan tersenyum manis.
"aku akan menemui mereka!" Luhan berjalan santai.
"ya! Luhan-hyung! jangan!" Yixing sedikit berteriak namun Luhan masih saja berjalan menuju meja Kyungsoo dan Sehun.
Sesampai di meja mereka, Luhan bisa melihat Kyungsoo tengah tertawa manis.
"haha,baiklah. Aku mengerti, kau bisa cerita padaku nanti"
"Annyeong, Sehunnie~~ ah! annyeong, Kyungsoo!"
Kyungsoo mendongak melihat namja bermata rusa yang beberapa hari lalu tersenyum manis dikelasnya.
"ah, annyeong! Luhan—"
"aku lebih tua darimu setahun, kau bisa panggil aku hyung" Luhan tersenyum manis dan duduk disebelah Sehun yang kini terlihat salah tingkah. Kyungsoo tersenyum dan beralih melihat Sehun yang mencoba memasang wajah dinginnya seperti biasa.
"eum, ne Luhan-hyung" Kyungsoo masih tak lepas memandang penasaran Sehun yang sekarang berhenti menyantap makanannya.
"Hey, Sehunnie~ tumben kau makan dicafetaria? apa kau diajak Jong In lagi?" Luhan bergelayutan dilengan Sehun dengan manja, sementara Sehun hanya mengangguk pasrah dan mencoba mengambil sapu tangan di sakunya.
Kyungsoo kembali memutar otaknya, hingga akhirnya ia menangkap suatu kesimpulan.
"Sehun-ah, kau menyukai Luhan-hyung?"
Beri tepuk tangan pada Kyungsoo kita tercinta.
Apakan orang pintar itu innocent semua?
Sehun langsung terpaku bersamaan dengan Luhan yang masih setia menggandeng tangan Sehun. Hingga akhirnya Jong In datang secepat kilat—lebih tepatnya setelah ia melihat namja incarannya duduk di samping Sehun—Kyungsoo.
"Hey Sehun! kau bawa namja yang tepat, brother!" dengan smirk andalannya, Jong In duduk di samping Kyungsoo yang kini bergidik ngeri.
'dia—dia om om mesum yang waktu itu!' –Kyungsoo.
Luhan yang terpaku mencoba untuk kembali normal dan menatap Kyungsoo yang kini membeku.
"Ya! Jong In, jangan buat Kyungsoo jadi takut bodoh!" Luhan menjitak kepala Jong In dan dijawab ringisan.
"appo hyung! Aku tidak menakut-nakutinya. Ya kan, Baby Soo~~"
'apa? baby soo?' rasanya kehidupan Kyungsoo sedang terancam.
"ya! bodoh! Kyung, kau tak apa-apa? wajah Jong In memang seperti monster, kau jangan terlalu tegang seperti itu" Kyungsoo langsung menggeleng dan berdiri dengan cepat.
"eum—Luhan hyung, sepertinya aku harus ke kelas sekarang. Dan, Sehun-ah kau bisa pegang kata-kataku tadi. Eum, dan—" Kyungsoo yang sudah terlanjur ngeri melihat wajah berharap Jong In yang ingin di beri salam harus menelan ludahnya kasar.
"Eum, Jong In-ssi. Aku permisi dulu. Annyeong" Kyungsoo dengan cepat keluar dari jepitan badan Sehun dan Jong In, lalu berjalan cepat diikuti oleh Jong In dan keempat sahabatnya dari belakang.
"ya! tunggu, Baby Soo, aku ingin nomor ponselmu! ya tunggu!"
Kyungsoo tetap berjalan, oh sepertinya ia harus menceritakan orang ini pada Eommanya kalau tidak, ia tak bisa melawan namja menyeramkan bernama Jong In yang kini mengejarnya itu.
Tapi, selepas dari namja hitam itu, Kyungsoo sedikit bersyukur akhirnya ia mendapatkan sedikit info tentang gosip yang beredar dari Sehunnya sendiri. Jadi mulai sekarang peluangnya membantu Sehun dan mendapatkan teman normal sedikit lagi tercapai.
"Baby soo! tunggu! aku butuh nomor ponselmuuuu~~~"
"YA NAMJA HITAM! jangan dekat-dekat dengan KYUNGSOO!"
Sedangkan, di cafetaria yang kini terlihat sepih.
Luhan dan Sehun kembali terpaku dan salah tingkah sendiri. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
'apa benar Sehun menyukaiku?'—Luhan.
'oh tidak'—Sehun.
TBC
Annyeonghaseo~ Author dateng cuma bawa chap membosankan yang dibuat asal-asalan ini. Dan Author masih AUTIS—eh, HIATUS kok. Ini cuma Chap tak direncanakan, tapi ini tetep bagian dari cerita. Mian kalo rada nyebelin buat chapter ini. Tapi, author mohon dengan sangat, kalian semua masih mau meninggalkan segelintir dua gelintir(?) kalimat atau kata biar Author gak kerasa kehilangan cintah kalian T.T—oke, abaikan yang ini. Ya, yang jelas Author berharap kalian mau menyumbangkan sedikit rahmat dan hidayah untuk author kedepan di kotak review. Jadi, dimohon sumbangannya .-.
SAMPAI KETEMU BULAN MEI! gak janji.-.
BIG THANKS BUAT :
Brigitta Bukan Brigittiw , ChenLin21 , Insooie baby , LeeYeon , Kim Hyunshi , Jong Kyudo , opikyung0113 , oxweareonexo , exindira , OhSooYeol , ArraHyeri2 , alexander. , 12 , Tsuki Janko , Rivecca Wu 2 , DongsaengChenMin14 , UtazuraChuu12, flowerdyo , LayChen Love Love 2 , puputkyungsoo , Niel Hill , chenma , SooSweet, dobichan, exindira, nakamura11, loveHEENJABUJA, LeeYeon, Baby ChanBaek, Laibel, hdkL12, syafasalsabila67 , teleportbabies , Kim HyeKa , Ardio , Lian Park , indaaaaaahhh , LovelyMinmin , egsuoppa , yamanaka aya.
Kalau ada yang belum kesebut, bilang yah~ akhir kata PAPAY MUACH :* XD
