Disclaimer : Kishimoto Masashi (Sori gw kgk tahu kalo harus dimasukin jg)

Pairing: Sasuke x Naruto

Rated M

Keluarga Uchiha istimewa karena mereka adalah keluarga yang selalu tenang namun jangan pernah membangkitkan emosi mereka yang dapat dilihat mata kelam berubah menjadi merah darah karena itu adalah akhir dari hidupmu yang tenang.

Perhatian

Tidak terasa dari siang telah berganti dengan malam yang kelam. Naruto yang akhirnya terbangun dari tidurnya, kemudian membuka matanya.

Saat membuka matanya didepannya adalah wajah Sasuke yang terlihat tidur lelap sambil masih memeluk erat Naruto.

Naruto yang melihat hal ini segera tersadar lalu dirinya berusaha melepaskan pelukan dari Sasuke berharap itu tidak membangunkannya.

Naruto yang telah terbebas dari pelukan Sasuke terkejut karena Sasuke segera memegang lengannya.

Segera Naruto menoleh melihat Sasuke sudah membuka matanya dan bersiap bangun.

"Maafkan aku, gara – gara aku Sasuke terbangun" kata Naruto.

"hn, Kau tidak apa – apa?" Tanya Sasuke

"Aku sudah tidak apa – apa" kata Naruto kemudian tersenyum untuk menunjukkan dirinya tidak apa – apa.

Namun Sasuke dapat melihat masih ada kesedihan dimata Naruto, hal ini yang membuatnya tidak mampu berpikir segera dipeluk Naruto dengan erat.

Naruto yang kaget karena pelukan tiba – tiba yang diberikan Sasuke hanya membuat dirinya diam.

"Kalau kau mau menangis, menangislah" kata Sasuke kemudian mengelus – elus punggung Naruto perlahan.

Saat itu juga Naruto menangis mengeluarkan sakit yang baru dialami tadi siang.

Tidak mengira Sakura akan berbuat jahat seperti itu, dirinya tidak mengerti apa salah dirinya sampai Sakura berbuat begitu.

Tidak beberapa lama kemudian Naruto mulai berhenti menangis.

"Sasuke"

"Hn"

"Terima kasih"

"Hn"

Gruuk…Gruukkkk

Setelah itu tiba – tiba terdengar bunyi perut yang minta diisi, Naruto segera melepaskan diri dari pelukan Sasuke lalu menunduk karena sadar dirinyalah yang membuat bunyi seperti itu.

"Kau lapar? Kita panggil room service saja, kau mau makan apa?" Tanya Sasuke lalu menyodorkan menu makanan hotel yang bisa dipesan kepada Naruto.

Naruto pun menerima dan melihat – lihat menu yang ada.

"Tidak ada Ramen?"

"Kau pikir ini dimana Dobe?"

"Hei jangan panggil aku Dobe, Teme" kata Naruto kesal.

"Kau sendiri juga memanggil aku Teme." Kata Sasuke lalu mengacak – acak rambut Naruto.

"Sekarang kau mengacak – acak rambutku, Aaarrgghh Teme" kata Naruto kesal kemudian merapihkan rambutnya dengan tangannya.

"Sudahlah, gimana kalau kupesan steak hambuger dan orange juice?" Tanya Sasuke

Naruto mengangguk sambil masih melihat menu makanan yang ada ditangannya, kemudia dia berkata"Boleh tambah dengan sandwich cheese dan Ham serta milkshake Vanila?"

Sasuke yang sedang memegang telepon untuk memesan makanan pun terhenti lalu kembali melihat Naruto.

"Kau memang sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu?" Tanya Sasuke

"Sanggup, nanti aku yang bayar semua makanannya. Biar kutraktir makan malam ini" kata Naruto

"Tidak perlu" kata Sasuke

Lalu Sasuke kembali sibuk dengan telepon untuk memesan makanan.

Saat itu Naruto memandang Sasuke, dirinya baru menyadari mengapa saat itu Sasuke bias langsung menyelamatkannya padahal seingatnya tempat termasuk kawasan sepi.

Karena penasaran kemudian Naruto bertanya kepada Sasuke.

"Mm.. Sasuke boleh aku bertanya?" Tanya Naruto

"hn"

"Kok Sasuke bisa langsung menyelamatkanku? Padahal setauku tempat itu termasuk kawasan jarang dikunjungi orang apalagi turis" kata Naruto mengeluarkan rasa herannya berikut alasannya.

Sasuke diam didalam dirinya ada perang batin antara mengatakan yang sebenarnya atau mengarang alasan.

Akhirnya Sasuke memutuskan untuk berbicara jujur kepada Naruto.

"Aku memang mengikuti kau dari pagi karena 2 hari yang lalu aku datang ke suatu club malam disana aku bertemu wanita jalang itu dengan kekasihnya dan berbicara tentangmu tentang taruhan." Kata Sasuke.

Sasuke tidak suka menyebut nama wanita jalang yang sudah menyakiti Naruto.

"Sasuke, namanya Sakura. Jangan sebut dirinya wanita Jalang" kata Naruto menatap tajam Sasuke.

"Aku tidak mengerti kenapa kau masih menghargainya padahal dia sudah melukaimu?" Tanya Sasuke.

"Bagaimanapun Sakura, Sakura pernah menjadi bagian hidupku. Meski entah kenapa aku merasa lega." Kata Naruto

Sasuke hanya terdiam mendengar jawaban Naruto, namun dirinya masih bingung dengan maksud dengan akhir ucapannya. Lega? Apa maksudnya lega?

"Sasuke kenapa kau tidak memberitahuku atau memperingatiku?' Tanya Naruto

"Apakah kau akan langsung mempercayai orang yang bahkan belum seminggu kau kenal berbicara buruk tentang mantan pacarmu? Maaf boleh kubilang mantankan? Tidak mungkin kau masih mau berhubungan dengannya?" kata Sasuke.

"Entahlah, kurasa memang menjadi mantan mengingat Sakura sudah mencampakkanku" Kata Naruto lalu Naruto menundukkan kepalanya.

Tok…Tok..Tok

"Permisi room service"

Kemudian Sasuke berdiri dan berjalan menuju pintu dimana makanan yang dipesan diantar.

Saat Sasuke sibuk berbicara dengan orang yang mengantar makanan, Naruto kembali menatap Sasuke dari jauh.

Aku bingung Sasuke entah kenapa kalo kau yang mengatakan Sakura dan taruhannya, aku akan percaya meski kita berkenalan baru lima hari.

Saat Naruto sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, Sasuke menepuk bahunya.

"Ayo makanannya sudah kutaruh dimeja atau kau mau makan diranjang?" Tanya Sasuke.

"kita makan dimeja saja." Kata Naruto

Naruto pun berdiri namun saat akan berdiri tiba – tiba badannya lemas hingga dirinya akan jatuh keranjang lagi. Saat itu juga Sasuke memegangnya agar Naruto tidak jatuh.

"Naruto! Kau tidak apa – apa?" Tanya Sasuke dengan nada cemas.

"Tidak apa – apa mungkin gara tidur dan menangis makanya lemas, aku bisa jalan sendiri" katanya Naruto sambil melepas tangan Sasuke lalu berjalan perlahan – lahan menuju meja dimana makanan itu sudah diletakkan.

Sasuke pun berjalan dibelakang Naruto menjaga seandainya Naruto mulai oleng berjalan.

Mereka pun memakan – makanan yang ada dimeja, tidak lama handphone Sasuke berbunyi.

Sasuke pun berjalan mengambil handphone dan mulai berbicara.

"Halo?"

"Aku baik – baik saja"

"Aku masih di Amerika"

"Tidak, aku tidak jadi pulang malam ini"

"Aku akan menunda kepulanganku beberapa hari lagi."

"Baik Okasaan pun juga"

Kemudian Sasuke pun menutup handphonenya.

Karena masih didalam 1 ruangan suara Sasuke dapat didengan Naruto.

Naruto yang mendengar percakapan Sasuke pun berhenti memakan dan menatap Sasuke yang kembali duduk dimejanya.

"Aku lupa kalau hari ini kau balik ke Jepang." Kata Naruto

"Hn"

"Maaf gara – gara aku, kau jadi menunda kepulanganmu" kata Naruto.

"Jangan menyalahkan dirimu, aku tidak keberatan lagipula kau memang memperlukan pertolongan bukan?" kata Sasuke.

"Sasuke"

"Hn"

"Terima kasih"

"Hn"

Mereka pun melanjutkan makan mereka dalam diam dengan pikiran masing – masing.

Naruto dalam hati sangat bersyukur bertemu Sasuke, tanpa mengetahui Sasuke memang mencarinya.

Sedangkan dalam pikiran Sasuke adalah kesempatan untuk mulai mendekati kembali kekasihnya dan membuat Naruto mencintainya kembali seperti dulu meski kekasihnya tidak mengingatnya.

Saat ini Sakura sudah berhasil disingkirkan, aku akan mendekatinya perlahan – lahan dan mencari tahu mengapa dokter yang merawat Naruto mengatakan Naruto telah meninggal.

Setelah Sasuke dan Naruto selesai makan, Naruto berniat untuk kembali ke flatnya.

"Tunggu, lebih baik sekarang ini kau istirahat disini saja." Kata Sasuke.

"Tidak terima kasih, lebih baik aku pulang. Aku bisa istirahat di tempatku sendiri." Kata Naruto.

"Sudah malam ini kau akan tidur siranjang ku dan tidak ada kata penolakan" kata Sasuke kemudian menarik Naruto untuk tidur diranjangnya.

Dan Naruto pun pasrah diseret untuk tidur di ranjang, kemudian Sasuke mengambil bantal serta selimut tambahan yang ada didalam lemari.

"Kau akan tidur disitu?" Tanya Naruto yang memperhatikan Sasuke yang sedang menaruh bantal dan selimut di sofa panjang yang didalam kamarnya.

"Hn"

"Lebih baik kau tidur diranjang biar aku yang tidur disofa." Kata Naruto berjalan menuju sofa panjang.

"Tidak Naruto kau ini tamuku dikamar ini meski ini hotel" kata Sasuke.

"Tidak Sasuke, jika kau berniat untuk tidur tempat lain selain di ranjang aku akan pulang saat ini juga" kata Naruto dengan mengancamnya.

Sasuke pun memandang Naruto lalu menghela napas.

"Baiklah" kata Sasuke.

Naruto pun tersenyum lalu menuju sofa panjang untuk tidur.

"Mau kemana?" Tanya Sasuke

"Tidur" kata Naruto

"Ranjangnya ada disana, Dobe" kata Sasuke menunjuk arah letak ranjang.

"Aku tahu Teme, tapi aku akan tidur di sofa. Lagipula sofa ini kelihatan empuk kok"Kata Naruto.

"Siapa yang bilang kau tidur di sofa?" Tanya Sasuke

"Lalu aku tidur dimana?" Tanya Naruto membalas pertanyaan Sasuke.

"Tentu tidur diranjang, kita akan berbagi ranjang" kata Sasuke lalu menyeret Naruto kembali ke ranjang.

Sasuke pun menyibak selimut yang sudah berantakan dan membaringkan tubuhnya untuk tidur.

Naruto hanya diam ditempat sementara jantungnya berdetak sangat keras, dirinya tidak mengerti kenapa begitu gugup padahal saat tadi siang tidak gugup kaya gini.

"Kenapa diam aja, dobe? Tidurlah apa perlu aku peluk lagi?" Tanya Sasuke menggodanya.

"Siapa bilang aku diam saat ini aku lagi doa sebelum tidur dan siapa yang dipeluk Teme" jawab Naruto dengan jawaban asal.

Sasuke diam tanpa memberikan reaksi apapun, padahal dalam hatinya dirinya mengetawai dobenya.

Mana ada orang doa berdiri diam melihat ranjang begitu pikir rasanya saat itu juga Sasuke mencium bibir Naruto namun Sasuke sadar dirinya mesti bersabar perlahan – lahan untuk mendekatinya.

"Sudah doanya? Cepat tidur" Kata Sasuke dengan senyum menggoda Naruto.

Naruto hanya mengangguk dengan muka merah karena menyadari alasannya terlalu konyol.

Segera Naruto menyibak selimut dan membaringkan dirinya juga diranjang untuk tidur dengan posisi membelakangi Sasuke.

Naruto berusaha untuk tidur, namun jantungnya tetapa berdetak begitu kencang.

"Naruto"

"Ii...iyaa?" Jawab Naruto dengan terbata – bata

"Hei jangan gugup gitu Dobe" kata Sasuke

"Siapa yang gugup teme?" jawab Naruto yang berusaha menutupi malu ketahuan gugup.

"Aku Cuma mau bilang met tidur dobe" kata Sasuke menahan tawa karena mendengar suara Naruto yang gelagapan.

"Selamat tidur juga teme" kata Naruto.

Kemudian Naruto dan Sasuke pun berusaha tidur karena pikiran masing – masing.

Sasuke yang berusaha menahan dirinya untuk tidak memeluk Naruto.

Sedangkan Naruto menahan detak jantungnya begitu namun masih tidak mengerti alasannya.

Hingga akhirnya mereka mampu tertidur hingga terlelap.

#####

Keesokkan harinya Sasuke sudah terbangun dan segera menuju kekamar mandi dan segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Padahal cuaca di Amerika mulai memasuki awal musim dingin.

Sasuke melakukan hal itu dikarenakan tanpa disadari dalam tidur dirinya memeluk Naruto. Brengsek untuk saja Naruto masih terlelap jika hanya memeluk masih bisa beralasan tidak menyadari mengira guling, kenapa juga bagian bawahku menegang bahkan menyebabkan diriku mengalami mimpi basah.

Kemudian setelah dapat berpikir dingin Sasuke pun berpendapat karena kehidupan malam yang dulu dilakukannya yang suka meniduri berbagai macam wanita yang rela dirinya hanya dijadikan pelampiasan dan bertekad untuk keluar dari kegiatan malamnya selamanya.

Sasuke pun keluar dari kamar mandi, saat itu Naruto sudah terbangun dari tidur.

"Kau sudah mandi? Pagi sekali" kata Naruto yang sedang meregangkan badannya kemudian mengerjapkan matanya hingga bisa melihat dengan jelas.

"Hn"

Saat itu muka Naruto langsung merah karena melihat tubuh Sasuke yang bertelanjang dada yang hanya dibalut handuk hotel dipinggangnya.

"Kau kenapa?" Tanya Sasuke yang langsung berjalan menuju Naruto.

"Gapapa kok" jawab Naruto yang segera memalingkan mukanya melihat arah lain manapun kecuali Sasuke.

"Benar tidak apa – apa?" Tanya Sasuke yang kemudian memegang kening Naruto mengecek apa sakit atau tidak.

"Aku gapapa kok, hanya merasa kepanasan kok, hahaha" jawab Naruto yang masih manatap arah lain apapun kecuali Sasuke.

Sasuke pun menyadari bahwa yang menyebabkan Naruto menjadi seperti itu adalah dirinya, kemudian Sasuke tersenyum jahil.

"Dobe kalau terpesona dengan ku bilang saja. Ga usah malu – malu" goda Sasuke.

"Siapa yang terpesona denganmu teme, akukan sudah bilang aku kepanasan." Jawab Naruto kemudian melemparkan bantal yang ada didekatnya untuk dilempar muka Sasuke.

Namun sayang Sasuke dapat menghindar dan hanya tertawa sebentar.

Naruto pun berjalan menuju kamar mandi yang baru saja digunakan Sasuke, agar tidak diisengi lagi oleh Sasuke.

"Aku pinjam kamar mandinya"

"Hn"

Kemudian Naruto pun segera mencuci mukanya kemudian menunggu hingga detak jantungnya kembali berdetak dengan normal.

Uuugghh.. Ada apa dengan diriku kemarin tidur bersama sekarang melihat tubuh Sasuke, padahal dengan teman – teman ku yang lain aku tidak begini dengan kejadian yang sama. Moga – moga Sasuke tidak tahu kalau tidak dia pasti akan menganggap aku aneh.

Lalu Naruto pun segera membersihkan dirinya, dengan ketidak mengertian padacdirinya sendiri .

Sementara itu Sasuke sangat senang akan sikap aneh Naruto, itu berarti menjadikan Naruto miliknya kembali maju selangkah.

Kemudian Naruto pun keluar dari kamar mandi saat itu Sasuke sudah memakai baju dan sudah memesan sarapan untuk mereka berdua yang sudah diletakan dimeja.

Kemudian mereka makan dalam diam.

"Kau sudah selesai makan? Mari kuantar pulang" kata Sasuke

Naruto hanya mengangguk lalu mereka berjalan dalam diam.

Sasuke pun diam, dirinya memaklumi Naruto yang tetap diam mungkin karena trauma kemarin.

Naruto hanya mampu diam dirinya takut akan keadaannya yang aneh ketahuan oleh Sasuke yaitu jantung yang berdetak begitu kencang saat Sasuke didekatnya.

Akhirnya Naruto dan Sasuke sampai diflat Naruto.

"Kau mau masuk dulu? biar kubuatkan sesuatu untukmu?" tanay Naruto

"hn" sambil melangkah masuk kedalam dan duduk.

Saat itu matanya tertuju kepada satu foto, langsung diambil foto itu untuk diperhatikan lebih jelas.

Disana ada foto sebuah keluarga berisi seorang pria dengan rambut dan senyum seperti Naruto. Anak kecil yang sepertinya anak yang mungkin sekitar 2 tahunan berambut merah dan terakhir yang diterus seorang wanita berabut merah dengan senyum lembut.

Sasuke sangat mengenal wanita itu karena itu adalah wanita yang menyuruhnya pulang.

Wanita yang membawa pulang Narutonya.

Wanita yang diketahuinya sebagai ibu Naruto yang dulu dikenalkan oleh Naruto.

tidak salah lagi itu Kushina batin Sasuke.

-bersambung-

Liat aja kau Sasuke karena kau pernah menyakiti Naruto aku tidak akan membuatmu mudah mendapatkan Naruto….

Kita lihat apa kau tahan dengan kekejaman author padamu Khukhukhu….

(Dasar author geblek kan lo juga yang bikin*pletak)

Thanks reviewnya dan pemberitahuannya, gw bener2 newbie jd ga tau -_-"