Broken Faith
..:: By PANDA2515 ::..
..:: Genre : Crime, Friendship ::..
..:: Length : Chaptered ::..
..:: Cast : All Super Junior 13+2, and other cast ::..
..:: Rated : T ::..
Warning : AU (Alternative Universe), OOC (Out Of Character), thypo(s)
Disclaimer : Tokoh yang ada dalam cerita ini milik Tuhan YME dan mereka sendiri, author cuma pinjem nama aja ._.v. Alur cerita ini punya author, jadi… jangan dijiplak emplisss(?)#gubrak!-".
A.N : Jangan lupa isi kotak kecil di bawah itu tuh *tunjuk kotak review*. Makin banyak review, makin cepet update (=^–w–^=) #dilempar. And last…
~"~Have a nice reading^^~"~
Chapter 4 : Tipuan
Drrrrttt… Drrrrrtttt…
"Ugh…" Sungmin menggeliat sedikit ketika merasakan sesuatu bergetar dari kantung celananya. Merasa bosan, eoh?
From : Leeteuk Hyung
'Mission Start!'
CKLEEEEK!
Melihat pesan dari Leeteuk, Sungmin segera melepas sabuk pengamannya dan membangunkan Kangin yang tertidur lelap sampai mendengkur.
"Bangun, Kangin-ah," Dia mengguncang-guncangkan tubuh Kangin sampai terbangun.
"Waeyo?" tanya Kangin setengah sadar. Disodorkannya ponsel yang menampilkan pesan dari Leeteuk. Ia memperhatikan dengan sangat teliti sampai mendekatkan matanya ke layar ponsel Sungmin.
"Hah?"
GUBRAAAKK!
Entah kapan atau dimana kepala Kangin terjeduk tembok. Yang jelas sekarang Sungmin menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Sedangkan Kangin hanya menatapnya dengan bingung.
"Kau ini bodoh atau apasih?" Sungmin bertanya kesal.
"Sepertinya Leeteuk hyung sudah memulai tugasnya," ujar Kyuhyun masih sibuk dengan laptop tercintanya.
"Kalau begitu kita mulai sekarang!" Hangeng mengambil koper di belakang yang berisi dengan pistol dan alat penyetrum. Ia membagikan alat-alat itu lalu bersiap untuk keluar dari mobil.
"Permainan akan dimulai, hehehe…"
Toilet
Sungmin dan Kyuhyun memasuki toilet layaknya orang yang tak saling mengenal. Tak lama kemudian, seorang staff ruang CCTV masuk ke toilet namun diserobot oleh Kyuhyun. Keadaan di situ sangat sepi karena toilet itu berada di lantai bawah paling ujung dan itu membuat misi mereka akan berjalan lancar.
Sungmin berakting seperti orang kebingungan lalu memanggil staff tersebut, "Hey, bisakah kau melihat ini? Airnya tidak mau keluar."
Mendengar Sungmin telah memulai aktingnya, Kyuhyun keluar sambil membawa alat penyetrum dan bersiap menyetrum staff tersebut.
Staff itu menghampiri Sungmin lalu melihat keran air itu. "Kau harus mengangkatnya ke atas bukan ke samping."
Staff itu melihat Kyuhyun tengah mendekat dengan gerakan yang mencurigakan. Dia berbalik sambil menodongkan pistol ke arahnya. Dengan cepat, Kyuhyun melempar alat penyetrum itu kepada Sungmin dan dia langsung membawa orang itu pingsan karena tersetrum.
"Yeaaah… kita berhasil!" Sungmin mengajak Kyuhyun untuk ber-high five namun dia hanya menatapnya dengan aneh. Sungmin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Ah, sepertinya aku terlalu bersemangat."
"Kita harus menangkap satu orang staff CCTV lagi, hyung," ujar Kyuhyun melihat tingkah hyung nya yang terlalu bersemangat.
Ruang CCTV
Kyuhyun masuk ke ruang CCTV lebih dulu dari Sungmin untuk menghindari kecurigaan. Dia mengambil tempat duduk lalu memulai aktingnya. Setelah merasa tidak ada yang melihatnya, dia mulai mengutak-atik CCTV casino tersebut dan mengganti tayangan sekarang dengan tayangan 2 jam yang lalu.
BRUUUKK!
Sungmin menjatuhkan badannya ke kursi di samping Kyuhyun lalu melihat layar besar di depannya.
"Wuaaah… Kim Nam Joo, Menteri Keungan ternyata suka bermain di casino? Aku heran uang apa yang dipakainya. Jika hal ini diketahui publik pasti akan menjadi berita besar," oceh Sungmin sendiri.
"Kita hanya ditugaskan untuk mengatur ruang CCTV dan aku harap mereka juga menjalankan tugas mereka dengan benar." Mata Kyuhyun tetap fokus pada layar tanpa melirik Sungmin sedikitpun.
Sungmin yang merasa aneh dengan kata-kata Kyuhyun menatap layar yang sedang dipandangi anggota termuda di kelompoknya itu.
"Ryeowook hyung harus bisa mengontrol dirinya." Terlihat Ryeowook dengan tangan gemetar sedang bermain dengan para teroris. Keringat tampak keluar dari pelipisinya menunjukan dia sangat tegang sekarang.
"Ya, dia terlihat sangat tegang," komentar Sungmin dengan tatapan tak percaya.
Lift
Dua orang yang memakai baju cleaning service terlihat memasuki lift bersamaan dan salah satu diantara mereka membawa alat pel dan yang satunya lagi membawa tali yang sangat panjang. Mereka keluar ketika telah sampai di lantai yang paling atas dimana mereka bisa melihat cahaya lampu kota yang indah.
"Kenapa harus aku yang terjun dari sini untuk sampai ke kamar Red Kim?" protes salah satunya sambil melemparkan alat pel yang dibawanya dan topi yang menutupi sebagian wajahnya.
"Tidak mungkin tali ini harus menahan badan Shindong hyung, Kibum-ah." Donghae menyiapkan tali tersebut. Sedangkan Kibum memakai alat pengaman untuk bersiap terjun dari situ.
Kibum menelan ludah dengan susah payah dengan keringat bercucuran dari pelipisnya. Pikirannya sekarang malah memikirkan hal yang tidak-tidak.
'Apa yang akan terjadi jika aku turun? Apa aku akan mati? Sial! Kenapa aku harus melakukan ini semua?'
"Kau siap?" Kibum terlonjak saat Donghae tiba-tiba berada di belakangnya.
DUUK!
"AAAAAAAAAAA! DONGHAE HYUNG PABBO YA!"
Dengan pukulan dari Donghae akhirnya Kibum terjun dari gedung itu sambil mengumpat-umpat.
KREETEEK!
"Akh!" pekik Kibum saat ia tiba-tiba berhenti. Ya, ia memang selamat tapi mungkin tulangnya patah setelah ini.
"Kibum-ah, gwaenchanayo?" suara Donghae terdengar dari earphone yang terpasang di telinga Kibum.
"Pabbo ya! Kau harus membayar uang perawatan jika tulangku patah!" bentak Kibum sampai Donghae harus mencabut earphone di telingaya.
"Jaga ucapanmu saat berbicara, bocah!"
"Aku bukan bocah!" ujar Kibum tak mau kalah.
"Terserah, sekarang buka jendela kamar itu!" titah Donghae yang langsung dilakukan Kibum.
"Argh! Merepotkan!" gerutunya
Lorong Lantai 30
Tiga orang berbaju cleaning service berjalan di lorong dengan salah satu diantara mereka berjalan di depan sambil membawa alat-alat kebersihan seperti pel, lap, sapu, dll. Ketika mereka sampai di depan kamar dengan dua orang pria berbadan besar, mereka berhenti dan salah satu diantara mereka yang berjalan di belakang menepuk salah satu pundak kedua orang tersebut.
"Oy!" Pria berbadan besar itu tiba-tiba mematung menatap seseorang yang menepuk pundaknya tadi. Pria berbadan besar yang satu lagi mengeluarkan pistol lalu menodongkannya kepada orang yang menepuk pundak salah satu temannya. Namun dia malah mematung seperti temannya.
"Wow, mereka mematung seperti Siwon hyung!" ujar Eunhyuk memandang kedua orang tersebut sudah seperti patung sekarang.
TOK! TOK! TOK!
Shindong mengetuk pintu bernomor 1136 itu lalu pintu itu terbuka dan keluar tangan seseorang yang menyuruh mereka masuk dari bawah.
"Selamat datang, ayo masuk jangan sungkan-sungkan," ujar Kibum saat mereka memasuki kamar itu.
"Memangnya ini kamarmu," ujar Eunhyuk lalu merebahkan badannya di kasur berwarna putih berukuran king size lalu berguling-guling seperti anak kecil di sana.
"Jangan bermain-main! Jika kita ketahuan, kita bisa mati," Shindong mengingatkan namun Eunhyuk tampak tak mempedulikan.
BLETAAAK!
Dengan kesal, Shindong melemparkan sapu dan membuat Eunhyuk langsung pingsan.
"Hei, dia kan penanggung jawab keamanan kita." Ponsel Yesung bersuara.
"So?" Shindong tampak tak peduli jika temannya yang tidak mau diam itu sakit, pingsan, mati, atau apalah karena ulahnya.
"Kita bisa ketahuan jika ada seseorang masuk ke sini." Kibum mengingatkannya.
"Kekeke… aku kan bawa alat penyetrum berkekuatan 1000 volt dan jika ada seseorang masuk tinggal lemparkan saja ke badannya lalu kita bakar agar tidak ada yang tahu huehehehe…" Shindong tertawa seperti pemeran antagonis dalam film-film.
"Serem juga gentong ini," batin Kibum.
"Dia terlalu lama menyendiri, aku merasa prihatin," batin Yesung sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Nah, ambil ini!" Shindong melemparkan suatu alat pada Kibum lalu ia menatapnya dengan heran.
"Untuk apa ini?" Ia melemparkanya ke sofa di dekatnya.
BLETAAAK!
Shindong melayangkan pukulan mautnya pada Kibum dengan penuh perasaan. "Bodoh! Tentu saja ini untuk membuka brangkas dan cepat bantu aku!"
"ROGER!"
Casino
Mata Zhoumi melotot tak percaya karena di depannya sekarang ini terdapat banyak uang berkat kemenangannya bermain dengan Red Kim. Sedangkan Ryeowook rugi banyak karena Zhoumi terus-menerus menang.
"Hmm… bagus juga caramu bermain," komentar pria bertubuh besar itu lalu kembali melanjutkan permainannya. Wanita yang duduk di sebelahnya berbisik pada salah satu anak buahnya lalu mereka pergi keluar. Namun pria itu memeluk pinggangnya lalu berbisik, "Mau ke mana, chagiya?"
Si wanita melepas pelukan pria itu, "Aku ada keperluan sebentar."
Mata Ryeowook tiba-tiba membelalak menyadari sesuatu. Tangannya dengan cepat mengetik pesan lalu mengirimnya pada Leeteuk.
From : Ryeowook
'Gawat! Wanita itu akan pergi ke kamar tapi aku tidak yakin apa dia akan mengecek bomnya atau tidak.'
Leeteuk segera mengirim pesan pada Yesung untuk segera keluar dari sana. Namun belum sempat pesan itu terkirim, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Kamar 1136
Wajah Kibum tampak serius membuka brangkas itu setelah sebelumnya ia mencoba alat Shindong namun gagal karena alat tersebut rusak. Sekarang Shindong sedang memaki-makinya dengan kata-kata yang pedas lalu berkata, "Ini salahmu! Alatku telah bekerja dengan baik dan kau merusaknya, sekarang kerjakan saja sendiri!"
Namun sepertinya hyung bertubuh besar itu belum puas dan masih saja memakinya yang membuat konsentrasinya pecah. Ia menggertakan giginya lalu berteriak, "DIAMLAH! Aku tahu ini semua salahku dan sekarang aku mencoba membuka brangkasnya tapi kau malah menggangguku!"
Karena tidak terima diteriaki oleh Kibum, Shindong mencekik lehernya, "Perhatikan dengan siapa kau bicara, bocah!"
Eunhyuk yang baru saja bangun tiba-tiba panik melihat kondisi maknae keduanya tengah dicekik dan ditodongkan penyetrum oleh scientist berbadan besar itu. Dengan cepat ia melompat dan menangkap Shindong namun…
DRRRRRTTT!
Eunhyuk yang tersetrum sekarang dan terlihat seperti orang kejang-kejang dengan mata yang melotot yang membuat dirinya terlihat menyeramkan sekarang.
"OMO! OMO! OMO! OMO! OMO! OMO!" Ponsel Yesung mengeluarkan suara "OMO!" yang begitu banyak sekarang seperti kaset rusak.
Hening…
Hening…
Hening…
Suasana menjadi sangat hening sekarang bahkan jangrik pun enggan berbunyi. Yesung melihat brangkas tersebut lalu tiba-tiba…
"BRANGKASNYA TERBUKA!" teriak Shindong, Kibum, dan ponsel Yesung bersamaan, tapi…
Kosong.
Tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali debu dan wajah mereka tampak tak percaya lalu teriakan kedua pun mulai terdengar.
"TIDAK MUNGKIN!"
Ruang CCTV
"Jinjja?!" Kyuhyun tampak sangat terkejut mendengar telepon dari Leeteuk. Melihat reaksi dan teriakan sang maknae tersebut, Sungmin menengokan kepalanya dengan pandangan, "Ada apa?"
Kyuhyun menelan ludah kecut, "Brangkasnya kosong!"
Kyobo Bookstore
Hangeng membolak-balikan halaman buku yang dibacanya lalu menguap. Kangin yang ada dipinggirnya tampak serius membaca buku.
"Buku-buku ini biasa saja," komentarnya lalu memakan roti yang dibelinya tadi. "Apa tidak apa-apa kita ke sini?"
"Tentu saja, lagipula kita tidak ada kerjaan dan tim 2 pasti sudah menemukan bomnya. Tidak mungkin bom itu sudah ada di sini" Mata Kangin tetap fokus pada buku yang sedang dibacanya lalu tiba-tiba ponsel di saku celananya berbunyi karena ada panggilan dari Leeteuk.
"Yeoboseyo, hyung." Kangin akhirnya menutup bukunya kemudian fokus pada pembicaraan.
"Kangin-ah, jemput tim 2 di pintu belakang dan suruh Hangeng untuk menjemput Kyuhyun dan Sungmin."
"T-tapi… kami sedang ada di Kyobo," ujar Kangin.
"BAKA! Bom tersebut tidak ada di brangkas dan sepertinya sudah di tempatmu sekarang!"
"Beneran ada di sini?!" Wajah Kangin sekarang terlihat sangat panik dan teriakannya itu membuat Hangeng langsung menatapnya.
SRAAAAAKK! SRAAAAAAKK!
Semua kaca di situ tampak ditutupi dan sekarang semua orang menjadi panik karena terdapat banyak orang yang terjun dari atas menggunakan tali dan masing-masing membawa senjata. Semuanya menjadi kacau apalagi setelah mendengar suara tembakan dan salah seorang dari pengunjung tersebut tertembak. Wanita, anak-anak, lansia, dan semuanya berteriak ketakutan.
"Kita terperangkap!"
TBC
Ta-da…! Chapter 4 update! Walaupun lama he…#dihajar. Maaf kemaren update nya telaaaaat banget (/o\\) Jeongmal mianhaeyo~
Buat siders, reviewers(?), followers, dan yang udah nge-fav karya perdana saya di FFn ini saya mengucapkapkan baaaaaanyak terima kasih */\*
Ah ya, dan ini satu balasan review buat chapter kemarin dari kyuli 99 *jreng jreng~*
Ehem… jadi, beeper/pager tuh alat untuk mengirim pesan kalau sekarang sih udah ada handphone jadinya jarang dipakai. Alat ini dipakai untuk mengirim pesan singkat dan pesan yang dikirim pasti diterima oleh nomer tujuan. Kalau udah nonton drama "The Man Who Came from Star" pasti tau lah bentuknya gimana atau bisa juga cek Mbah Google.
Ohya, kalau ada cast perempuan di chapter selanjutnya mending artis Korea (sebutin namanya) atau OC?
Ok, cuma itu dan sampai jumpa di chapter depan, yeorobun~~~ ^^/
