Chap 4! Sebelumnya, sorry banget chapter yang sebelumnya banyak typo nya. Ok, disini Fang nya lebih OOC dari sebelumnya. Jadi, persiapkan mental ada saudara – saudara sekalian. Daaaaannn... Makasih buat semua ripiu nya. Ripiu anda sangat menyokong. Thank you guys!
Ghyani Ayu Production,
Present
.
.
.
Blank Space
Episode Sebelumnya...
"A-aku... A-aku i-ingin..." Aduh! Penyakit itu kambuh lagi. Tolonglah, siapa saja bantu aku.
"Ingin apa Fang?" tanyanya dengan polos. Kepalanya sedikit dimiringkan, bingung melihat keadaanku yang seperti ini.
"Aku... Itu! N-nanti saat i-istirahat, m-makan bersamaku, yuk?"
.
.
.
Ya, akhirnya aku bisa mengatakannya. Mau tahu keadaanku sekarang? Bisa dibilang, aku terlihat sangat payah. Keadaanya bisa digambarkan seperti ini : orang yang menggantungkan seluruh jiwa raganya pada jawaban seseorang dihadapannya. Jadi seperti sedang menunggu keputusan hukuman eksekusi. Aku memberanikan diri untuk menatap matanya. Ternyata, dia juga merah padam sepertiku. Aku mencoba meneguk air liurku. Ugh, bahkan meneguk liurku sendiri pun susah.
Beberapa detik sudah berlalu. Ying, sang makhluk tuhan yang paling manis ini, masih belum memberikan jawabannya.
"B-bagaimana, Ying?" tanyaku dengan gugup. Apa dia tidak suka denganku? Atau aku terlalu terburu-buru? Mungkin iya juga. Bayangkan saja, hari ini aku sudah meluncurkan 5 aksi ku kepada nya. Mulai dari duduk bareng sampai mengajaknya makan bersama. Mungkin dia masih bingung dengan tindakanku.
Beberapa detik berlalu. Dia tetap bergeming. Aku tak tahu harus berbuat apa lagi. Feeling ku mulai berpusat pada pertanyaanku yang pertama : 'apa dia tidak suka denganku?'. Entahlah. Aku menyerah, aku menundukan wajahku, kecewa.
"Tidak mau ya? Ya sud-"
"Fang." Ia memotaong ucapanku.
"Iya?" tanyaku sambil meliriknya.
"A-aku mau." Jawabnya sambil menundukkan wajahnya.
Aku langsung mendongak. Tunggu, aku tidak salah dengar kan? Ying bilang 'iya'! YING BILANG 'IYA'! Wohoo! Aku belum pernah sebahagia ini! Aku menahan diri untuk tidak melompat dan berteriak. Aku sangat senang. Ok, aku mengakui kalau aku benar-benar OOC di fanfict ini. Ini adalah hari terbaik dalam hidupku! Kalian mau tahu bagaimana rasanya? Gambarannya seperti ini : orang yang baru terbebas dari hukuman eksekusi. Yuhuu!
Aku tersenyum lebar, "Terima kasih, Ying."
Ia hanya mengagguk. Aku masih bisa melihat semburat merah diwajahnya.
End of Fang's POV
Fang memandangi wajah Ying yang masih bersemu merah. Dibelakan mereka, BoboiBoy juga sedang menjalankan rencananya pada Yaya.
"Jadi, bagaimana Yaya?" tanya BoboiBoy yang wajahnya sudah memerah.
"B-bagaimana ya? Se-sebenarnya aku m-mau, tapi.." jawab Yaya dengan gugup. Sebenarnya wajahnya sudah sangat merah, tapi ia menyembunyikannya dengan memalingkan wajahnya.
"Tapi apa?" tanya Boboiboy lagi. Ia agak takut sejujurnya, takut Yaya akan menolaknya.
"Nanti Ying dengan siapa? Aku tidak enak kalau meninggalkannya." Yaya sudah bisa menyingkirkan rona merah dipipinya.
"Ying akan makan bersama Fang." Jawab BoboiBoy cepat.
"Oh ya? Sepertinya mereka semakin dekat ya?" kata Yaya dengan wajah senang.
"Iya." Lalu BoboiBoy dan Yaya memerhatikan kedua sejoli yang berada di hadapan mereka. Yaya menyandarkan pipinya ke telapak tangannya dan sikunya ia letakkan diatas meja. Ia tersenyum lebar. BoboiBoy juga melakukan pose yang sama. Mereka sama-sama senang karena kedua temannya akhirnya bisa merasakan apa itu 'cinta'. Fang dan Ying sedang berdiskusi di depan mereka. Fang dan Ying terlihat sangat kompak dan mereka terlihat sangat cocok.
"Hm, kapan aku bisa seperti mereka, ya?" gumam Yaya.
BoboiBoy menegakkan badannya. Eh, apa dia tidak salah dengar? Tadi Yaya sepertinya bergumam kalau ia... ingin seperti mereka? Maksudnya ia ingin punya pacar begitu? BoboiBoy berani mengambil kesimpulan seperti itu karena 2 orang dihadapannya ini benar-benar terlihat seperti sedang pacaran. Kalau tidak percaya, baca saja dari chapter 1. Dari pagi sampai sekarang, si Fang ini ada saja modusnya. Kalau Yaya tidak sensitif terhadap sentuhan lain muhrim, BoboiBoy pasti akan melakukan hal yang sama. Daripada bingung, BoboiBoy bertanya pada Yaya.
"Hah? Seperti mereka? Kamu ingin punya pacar?" tanya BoboiBoy.
"P-pacar? Bu-bukan! Lagipula, kan kita tidak boleh pacaran. Kan kan kan?" jawab Yaya.
Heg! Entah kenapa, jawaban Yaya cukup menohok untuk BoboiBoy. Tiba-tiba BoboiBoy merasa sedikit kecewa. Gambarannya seperti ini : cintamu ditolak. Ya, itu cukup sakit kan? Secara tidak langsung, Yaya menolak BoboiBoy. Ya, meskipun BoboiBoy belum menyatakan perasaannya. Tapi pernyataan tadi juga termasuk penolakan. Raut wajah BoboiBoy berubah seketika. Ia mendadak tidak bersemangat.
"BoboiBoy? Kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Yaya khawatir.
"Aku tidak apa-apa Yaya." Jawabnya sambil menahan kecewa.
Yaya terlihat bingung. Lalu semburat merah tiba-tiba muncul di wajahnya. "Untuk tawaranmu tadi, aku..." Yaya menggantungkan kalimatnya.
BoboiBoy menjadi sedikit bersemangat. Ia mendongakkan wajahnya untuk menatap Yaya. Ia sungguh tak sabar, ingin tahu jawaban Yaya.
"Aku... Aku... Aku mau." Jawab Yaya akhirnya.
Mata BoboiBoy membelalak. Tentu saja ia sangat senang.
"Wah! Terimakasih Yaya. Kau ini memang terbaik!" katanya sambil mengacungkan jempolnya ke arah Yaya. Yang diacungi jempol hanya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya yang merona.
Tiba-tiba teman-teman mereka berlari masuk. Lalu mereka duduk di bangku masing-masing. Sepertinya ada guru yang lewat.
"Ya Allah, aku lupa. Sekarang jam pelajaran Matematika." Kata Yaya. Dan benar saja, Pak Guru Papa masuk beberapa detik setelahnya.
"Bangun, selamat siang Pak Guru Kebenaran!" komando Yaya.
"Selamat siang Pak Guru Kebenaran!" sahut murid-murid serempak.
"Selamat siang semuanya! Hari ini kita akan membahas tentaaaaaaaanngg! Himpunan! Buka buku paket halaman 34." Kata Pak Guru Papa dengan semangat yang sangat berlebihan. Lalu mereka semua mulai belajar tentang himpunan.
.
.
.
.
.
Saat istirahat...
"Ayo, Ying." Ajak Fang.
"Tunggu sebentar, Fang." Jawab Ying yang masih sibuk membereskan bukunya. Yup, mereka masih dikelas. Fang berdiri di samping Ying, menunggunya membereskan buku-buku nya.
"Nah, sudah. Ayo Fang." Kata Ying sambil berdiri. Lalu mereka berdua mulai berjalan ke kantin.
Sepanjang perjalanan, banyak sekali fans Fang yang memerhatikan mereka. Mungkin mereka merasa tersaingi dengan kehadiran Ying. Mereka mendesah tanda kecewa. Tapi Fang atau Ying sama sekali tidak memerdulikan mereka. Dua sejoli ini terus berjalan menuju kantin sambil berdiskusi tentang kelakuan Pak Guru Papa yang menurut mereka berdua sudah lebih dari sekedar bersemangat. Mereka terlihat sangat serasi. Tak jarang Ying tertawa, terkadang dua-duanya pun tertawa. Fang merasa sangat nyaman jika ia bersama Ying. Dan Ying pun merasa aman bila ia bersama Fang.
"Ingat tidak waktu kita masih SD dan Pak Guru Papa memberi kita tebak-tebakkan?" kata Fang.
"Iya. Aku ingat. Waktu itu Pak Guru sempat menipu kita kan?" sahut Ying.
"Iya. Ngomong-ngomong soal tebakan itu, aku minta maaf ya, karena aku melebihi nilaimu saat itu." Fang menggaruk tengkuknya.
"Tidak apa-apa kok. Aku juga kurang berusaha." Ying memainkan jari-jarinya. Ia terlihat sangat manis!
Fang tersenyum. Tak terasa, mereka sudah sampai di kantin. Mereka lalu berjalan menuju meja kasir dan memesan makanan.
"Bu, aku mau nasi lemak 1 dan susu kotak 1." Ying memesan.
"Aku donat lobak merah 2 dan susu kotak 1." Fang juga memesan.
Dengan cepat, Ibu kantin menyiapkan semuanya. Hanya dengan kurang lebih 4 menit, dihadapan mereka sekarang tersaji satu bungkus nasi lemak, 2 susu kotak, dan 2 donat lobak merah.
"Totalnya berapa?" tanya Fang sambil mengambil dompetnya dari saku celananya.
"Tidak usah Fang. Aku juga bawa uang ma." Kata Ying sambil mengangkat dompetnya.
"Tidak apa-apa, kan aku yang mengajakmu. Jadi, berapa semuanya Bu?" tanya Fang lagi.
"Jadi Rp 16.000" jawab Ibu kantin. Fang menyerahkan uangnya. Lalu ia membawa makana mereka ke salah satu meja dibawah pohon.
"Terima kasih Fang." Kata Ying.
Fang hanya mengangguk. Ia menyerahkan makanan Ying padanya dan mulai memakan makanannya. Saat sedang asik-asik menyantap makanan, mereka melihat sesuatu. Bukan sesuatu sih, tepatnya 2 orang yang sedang berjalan menuju kantin. Yang satu berkerudung pink, dan satu lagi memakai topi berwarna jingga.
Ya, itu BoboiBoy dan Yaya.
.
.
.
Chapter 4! Huahahahahaha. Makasih buat semua review nya. Dan buat yang udah nge favorite dan nge follow, you are awesome guys!
Last! Mind to RnR?
