A/N semuanya ayo teriak sambil berkata Ulululululu (~‾▿‾)~ Ulululululu (~‾▿‾)~
HAPPY READING!
Disclaimer : saya tidak akan
pernah mengakui kepemilikan
Naruto dan High School DxD
Genre : Adventure,
supernatural
Pairing : Naruto X ?
Warning : OOC, OC, NEW
DIMENSION, TYPO,bahas yang
aneh, abal-abal, banyak
kekurangan di sana-sini,SKS
(Sistem Kebut Sejam) 1st
CHAPTER 4 : New life
v
v
v
YOSH! HAPPY READING!
.
.
.
Bummm!
Empat Kaki yang besar menghantam tanah membuat guncangan kecil hingga tanah retak.
GGRRROOOAAAARRRR!
Auman Rubah berekor sembilan membuat gelembong kejut hingga tanah terhempas akibat tekanan angin dan membuat puing bangunan yang tersisa hancur.
'Kuso!,kalau begini caranya aku akan kalah..'
batin Sasuke seraya memegang mata kirinya yang berdarah akibat memaksa Mangekyu Sharinganya yang selalu aktif sambil melayang di udara dengan Susano'o bersayapnya.
Sementara itu Rubah berekor sembilan merundukkan badanya ke bawah sedikit kemudian dalam sekejap dia melompat ke atas,tepatnya ke arah Susano'o melayang.
Sasuke melebarkan matanya melihat kecepatan lompatanya sangat cepat.
Dengan tangan yang berisi cakar tajam,Rubah berekor sembilan mencoba memukul Susano'o Dengan tangan yang berisi cakarnya yang besar.
Tapi Dengan sigap Sasuke yang melihatnya,langsung mengerakkan tangan Susano'o untuk menahan pukulan cakar tajam Rubah berekor sembilan dengan Cermin Yata.
BLARR!
Debuman keras terdengar di udara hingga membuat Para Shinobi tercengang melihatnya.
gelembong kejut yang sangat besar,hingga membuat tekanan angin yang sangat dahsyat menghempaskan apapun yang ada di bawahnya.
Sedangkan Sasuke yang tak bisa menahan pukulan Rubah berekor sembilan,harus rela dengan kecepatan tinggi meluncur ke bawah tepatnya ke arah bukit Patung Hokage hingga menimbulkan Suara debuman yang sangat keras.
Sementara Rubah berekor sembilan yang kini mengikuti hukum gravitasi menuju permukaan bumi,segera membuka mulutnya dan melesatkan puluhan bola kecil penghancur berwarna kemerahan dengan kecepatan tinggi ke arah Sasuke.
BUMMMMM!
BUMMMMM!
BUMMMMM!
Kembali Debuman keras terdengar hingga membuat tanah bergetar karnanya.
Kepulan debu dan asap kini bercampur hingga membuat siapapun tidak dapat melihat ke dalamya.
Rubah berekor sembilan Yang sudah berhasil dengan aksinya segera melompat ke belakang melihat hasil karyanya yang sangat hebat.
' Hosh..Hosh aku tidak bisa mempertahankan dalam mode ini lebih lama lagi,hah..Hah ini terlalu beresiko,lebih baik akan kuselesaikan dengan cepat. '
batin Naruto terengah engah akibat Fisiknya tidak dapat menampung beban Cakra yang sangat banyak dan sangat panas,yang berada di alam bawah sadarnya seraya mempertahankan Transformasi mode full Bijuu.
Sementara itu asap dan debu mulai menghilang di terpa angin di tempat Sasuke dengan Susano'onya.
Kini terlihatlah kawah yang sangat besar menganga lebar dengan Sasuke dan Susano'o yang terkapar di dalam kawah yang kini tinggal dalam mode Skeleton level satu.
Sementara itu,Naruto beberapa kali memuntahkan darah dari mulutnya di alam bawah sadar.
Karna tidak bisa menahan Cakra yang terlalu kuat,tapi Naruto tidak mau kalah,dalam mode full Bijuu Rubah berekor sembilan, kini kepala Rubah tersebut menengadah keatas Di ikuti ekor berjumlah sembilan menjulang ke langit hingga seperti kerucut.
Perlahan tapi pasti,muncul angin yang berputar di ujung ekornya dan gumpalan Cakra warna putih dan Hitam dengan rasio 8 : 2 menyatu dengan sangat cepat hingga membentuk bola Hitam yang mulai membesar tiap perdetinya hingga ukuranya lebih besar dari Rubah berekor sembilan tersebut.
Awan hitam mulai terlihat di langit hingga menciptakan gumpalan yang di penuhi air.
Angin bertiup kencang hingga membuat awan hitam di langit berputar dengan pelan dengan rotasi pusat putaranya di atas Bola hitam tersebut.
Sementara itu para Shinobi di pinggir Desa terbelak melihat bola itu,mereka seakan sedang kalut dalam pikiran masing-masing.
Apa yang akan terjadi bila bola hitam itu meledak..
Itulah yang di pikirkan mereka semua.
"Kakashi,cepat perintahkan semua Shinobi untuk segera menjauh dari Desa."
Titah Gondaime a.K.a Tsunade Senju kepada Kakashi.
Keningnya mengernyit di sertai Matanya yang berwarna coklat terus melihat ke arah Desa tepatnya ke arah bola Hitam di atas Makhluk rubah tersebut.
Sedangkan Kakashi yang mendengar Perintah dari Tsunade,segera memberi perintah kepada beberapa Anbu untuk mengerjakan apa yang di katakan oleh Gondaime mereka.
"Tsunade-sama,bagaimana dengan keadaan Sasuke-sama,apakah tidak apa-apa kita membiarkan dia sendirian."
Tsunade yang mendegar ucapan Kakashi menghela nafasnya seraya memijit keningnya.
"Keselamatan para Shinobi lain lebih penting,bukankah itu yang di ajarkan di akademi Kakashi"
ucap Tsunade.
"Tapi Tsuna..."
"Tidak ada tapi-tapian Kakashi,Kalau sudah selesai,cepat kita harus menjauh dari sini sebelum terlambat."
Titah Tsunade memotong Ucapan Kakashi.
"Ha'i Tsunade-sama."
ucap Kakashi Seraya mengomando untuk segera pergi dari situ.
Semua Shinobi mulai bergerak menjauh dari Desa kecuali beberapa orang yang masih berada di sana.
"Sakura,ayo kita harus Pergi."
Ucap Ino memegang tangan Sakura.
Tapi Sakura tetap diam dengan pandangan Kosong menatap ke arah Desa.
"Sakura,kalau kit..."
Ucapan Ino terpotong Akibat Sakura menghentakkan tanganya dari Ino yang segera menuju ke arah Desa.
"SAKURAA!"
teriak beberapa anggota Rooki yang melihat Sakura pergi menuju ke arah Desa.
Grep!
"Jangan Ino,itu sangat berbahaya."
ucap Sai memegang Tangan Ino yang mau mengejar Sakura.
"Tapi Sai-kun"
air mata mulai terlihat di pelupuk mata Ino,dia tau kalau Sakura pergi dari situ nyawanya akan dalam bahaya besar.
Sai yang melihat Ino akan menangis,segera memeluknya agar dia tenang.
"Aku akan memberitaukan kepada Kakashi sensei,jadi kamu tenanglah,biar nanti dia yang akan melakukan sesuatu."
Ino yang mendegar ucapan Sai menganguk kepalanya lemah,seraya melepas pelukanya.
Kini mereka Semua segera Pergi dari Sana.
#BLOODY RAIN#
Sasuke POV
.
Plik!
Plik!
Plik!
Aku melihat ke atas tepat ke arah awan Hitam.
rintiknya yang tiba-tiba muncul.
Hujan turun juga. Kulihat sosok Rubah di depanku yang sedang membuat Bola hitam besar,aku tahu itu apa,kekuatan terbesar para Bijuu.
"Uhuk.. ..."
kata-kata itulah yang keluar dari mulutku,entah kenapa Naruto..Aku teringat saat pertama kali bertemu dengan dia suatu senja di saat aku masih sangat muda.
Sebuah tatapan wajah mungil yang dipalingkan,dan satu senyuman yang tertera di wajahku.
Apa aku salah melakukan ini semua?
Itachi,seandainya kamu berada di sini..Kau pasti berkata,bahwa apapun jalan yang ku
pilih setelah ini,kamu pasti akan selalu mendukung ku lalu kamu tersenyum setelahnya.
Aku jadi teringat kembali saat terakhir kali Itachi menyentuh dahinku dengan jarinya, saat Itachi tersenyum.
Mungkin itulah saat terakhir aku melihat senyum dia.
Mungkin kali ini aku akan menyusulmu.
Aku tersenyum mengingatnya,aku bisa bertemu ayah dan ibu serta Itachi.
Maafkan aku Sakura,aku tidak bisa melihat bayi kita lahir dan memberikan nama untuknya.
POV OFF
Sementara itu terlihatlah Bola hitam itu berhenti membesar yang ukuranya sudah mencapai dua kali lipat dari tubuh Rubah berekor sembilan tersebut.
Dumm!
Dalm sejap bola hitam tersebut menjadi kecil dan warnanya berubah menjadi hitam berpijar.
Membuka rahangnya kemudian memakan dan menelannya bulat-bulat hingga membuat perut Rubah itu menjadi besar.
Ssshhhhh!
Asap keluar dari dalam mulut Rubah tersebut dan memofokuskan moncongnya tepat ke arah Sasuke berada sekarang.
SSWWWIIIIINGGGGG SSWWWIIIIINNNGGG SWWIIINNGGGGGGGGGGGG!
BBLLLLLLLLLLAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRR!
Bagaikan ledakan nuklir,bola tersebut meluncur dengan sangat cepat hingga tanah lintasan bola tersebut hancur dan membuat lintasan besar.
'Walaupun Tehnik ini belum sempurna,Tapi sebelum aku pergi aku harus melakukan sesuatu'
Batin Sasuke seraya tersenyum untuk terakhir kalinya.
Susano'o sudah menghilang,di gantikan Mata mangekyu Sharingan sebelah kirinya berputar cepat dengan darah yang mengalir dari sela matanya.
dengan sangat cepat tampa bisa di lihat dengan mata biasa.
Sasuke segera membuat Insou dengan kedua tanganya.
"Yomotsu Hirasaka!"
ucap Sasuke selesai membuat Insou.
Kini terlihat muncul di depan Sasuke Portal besar Berwarna hitam Yang membentuk lubang hitam yang berputar pelan-pelan.
BBLLLLLLLLLLAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRR!
Bola hitam milik Rubah berekor sembilan menghantap Portal besar Berwarna hitam tersebut yang mengakibatkan Gelombang kejut hingga membuat seperti kubah raksasa menetupi seluruh Desa,tekanan udara tinggi hingga menghancurkan apapun yang ada.
Bahkan pohon-pohon yang berada di samping Desa juga terkena amukan ledakan dahsyat tersebut.
Tanah bergetar hebat,hingga membuat gempa susulan.
Beberapa Shinobi yang sedang pergi menghindari ledakan hingga sudah berjarak 200meter dari Desa juga ikut merasakan Tekanan udara yang menghempaskan mereka semua hingga membuat mereka harus membuat perlindugan.
"Tenzo lakukanlah."
Titah Kakashi memberi kode pada sosok seorang ANBU bertopeng Kakatua alias Tenzou alias Yamato yang berada di sampingnya seraya berhenti melompat.
melihat kebelakang banyak pohon terlempar kearah mereka semua akibat tekanan angin yang dahsyat.
"Hai,Taicho."
Ucap Anbu tersebut yang di panggil Tenzo seraya membuat Insou dengan kedua tanganya.
"Mokuton: Jukai Heki,Elemen Kayu: Dinding Dunia Pohon!"
Teriak Tenzo selesai membuat Insou dengan kedua tanganya hingga menciptakan cabang-cabang kayu yang tak terhitung jumlahnya yang tumbuh dengan kecepatan tinggi dari tanah.
Cabang-cabang saling menjalin untuk membentuk lebar seperti jaring dinding dengan kekuatan pertahanan yang mengesankan.
Semua Shinobi yang melihatnya segera menuju kesana untuk perlindungan.
Sedangkan Shikamaru di tempat lain juga membuat perlindungan dengan tehnik terbarunya.
Pengembangan dari Tehnik kagamane menjadi kubah perlindugan yang menutupi seluruh tubuh Shikamaru
'Ck merepotkan."
batin Shikamaru dengan peluh membasahi wajahnya yang sekarang berada di di dalam kubah tehniknya.
#BLOODY RAIN#
Kepulan asap membumbung tinggi ke langit akibat pembakaran puing-puing yang tersisa,hingga membuat debu yang masih mengepul-ngepul hingga membuat siapa saja tidak dapat melihat apapun.
Kini angin bertiup kencang,hingga menerpa debu itu hingga terlihatlah pemandangan yang mengerikan.
Seluruh Desa Konoha Gakure kini lenyap tak tersisa.
Sejauh mata memandang,Hanya pemandangan tanah tandus yang terlihat.
"Sasuke!"
terdegar Tepat di tengah-tengah Desa seorang Wanita berambut pink dengan pakaian compang-camping sedang meneriaki sebuah nama,
matanya yang berwarna hijau Zamrud terus mencari sosok yang amat di sanyaginya.
Tapi nihil,dia tidak menemukan sosok tersebut.
Air matanya mulai mengumpul di kelopak matanya,yang perlahan mulai mengalir di pipinya.
"Sasuke!"
kembali dia berteriak terus memanggil,berharap orang yang dia panggil menyahut.
Tapi pendengaranya tidak menangkap suara apapun,kecuali suara puing-puing kecil yang sedang terbakar dan suara serak sosok di kawah yang besar yang tertutupi debu tebal.
"Sasuke apa itu kau!"
"uhuk..Uhuk.."
Sakura berlari,ya di mendengar suara batuk,walaupun pandanganya tertutupi debu yang mulai menipis.
Dia berlari kearah sosok yang seperti sedang terbatuk.
"Sasuke apa itu ka...Na..Naruto,?"
Deg!
Mata Sakura melebar,jantungnya seakan berhenti melihat sosok di depanya.
Sosok pemuda berambut kuning panjang yang terlihat kusut dan wajah kasar serta tiga kumis kucing yang mulai menghilang sedang terbatuk darah.
Kembali,ingatan masa lalunya mulai berputar seperti kaset rusak di kepalanya.
Tubuhnya kini tidak bergerak,seolah olah seperti tertahan.
Jantungnya berdegup kencang seakan mau pecah.
Pemuda yang di panggil Naruto masih terkapar di tanah,matanya yang berwarna biru kusam menatap ke arah awan hitam yang mulai menjatuhkan air.
Darah kering terlihat di mulutnya yang sudah mengering.
Bekas sayatan dan luka masih nampak di tubuhnya.
Hujan perlahan mulai turun membasahi bumi.
Api yang membakar puing di tanah mulai menghilang di gantikan dengan asap.
Sakura masih dalam posisinya,matanya menatap kosong,seolah jiwanya sudah tidak berada dalam tubuhnya lagi.
"NARUTO!"
teriak pemuda berambut nanas menghampiri mereka berdua.
Pemuda dari Klan Nara yaitu Shikamaru kini berhenti di depan Naruto dan segera mengecek keadaanya.
"Naruto,apa kau tidak apa-apa? Sepertinya lukamu cukup parah."
ucap Shikamaru khawatir.
Naruto yang mendengarnya,hanya menatap ke arah hujan,seakan dia tidak merasakan rintik hujan mengenai matanya.
"haa..Kau merepotkan sekali Naruto,kamu membuatku jadi khawatir saja."
ucap Shikamaru menghela nafas.
Pandangan Naruto beralih menatap kearah Shikamaru,menelusuri tiap lekuk wajahnya itu.
Seakan mulutnya ingin mengatakan sesuatu.
Tapi seakan tertahan di tenggorokanya.
Tubuhnya tidak bisa di gerakkan,resiko tahap mode full Bijju yang belum sepenuhnya di kuasainya menyebabkan lumpuh sesaat.
"Uhuk..Kau!..Terima kasih Shikamaru."
akhirnya suaranya keluar,walaupun harus memaksa seluruh tenaganya untuk megatakan beberapa kata.
Shikamaru mengganguk menanggapi ucapan Naruto dan tersenyum kecil.
'Sepertinya dia belum sepenuhnya termakan kegelapan'
batin Shikamaru seraya menatap Sakura yang memandang kearah Naruto dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Sakura kamu tidak apa..a.."
"Kau yang telah membunuhnya."
ucapan Shikamaru terpotong oleh ucapan Sakura.
Matanya kini mulai menatap tajam ke arah Naruto.
Seakan menatap penuh benci.
Mulutnya terus mengucapkan kata-kata yang sama beberapa kali seraya mulai melangkah ke arah Naruto.
"Sakura apa yang akan kau lakukan?"
Ujar Shikamaru kaget melihat tingkah Sakura yang terasa mulai aneh.
Naruto yang melihatnya masih dalam keadaan diam,dia tidak bergeming seolah dia tidak tau apa-apa.
Sementara itu di belakang Sakura mulai menampakkan beberapa sosok yang mulai mendekat.
"SAKURA!"
teriak wanita berambut bloende yang di ikuti di belakanya wanita berambut ungu dan beberapa sosok lain di belakanya.
Sakura masih tidak bergeming,dia terus melangkah kearah Naruto.
Seakan merasakan keganjilan terhadap Sakuru,Shikamaru kemudian berdiri dan kemudian melangkah kedepan Sakura dan memegang kedua tanganya.
Sosok beberapa saat yang lalu datang kearah mereka.
Kini sudah sampai di tempat mereka bertiga berada.
"Na..Naruto..Kun."
ucap pertama kali wanita berambut Ungu a.k.a Hinata dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
Ingatanya sudah mulai kembali,bukan dia saja,tetapi semua yang berada dalam pengaruh Genjutsu mulai mengingatnya kembali.
Shikamaru yang menyadari bahwa teman-temanya mulai lepas dari pengaruh Genjutsu Sasuke sudah mulai tenang dan menghela nafas lega,tapi dia tetap memegang tangan Sakura takut-takut dia akan menyerang Naruto,akibat kejadian yang Sakura pikir Sasuke sudah Mati di bunuh oleh Naruto.
"Na..Naruto-ku kamu ti..Tidak apa-apa?"
tanya Hinata mulai melangkah mendekatai kearah Naruto.
"Jangan mendekat,kalau tidak..Aku akan membunuhmu."
ucap Naruto tajam yang perlahan mulai bisa bangkit.
Sepertinya keadaanya mulai membaik.
Hinata yang mendengarnya terpaku atas jawaban Naruto,matanya menatap sayu kearah Naruto,yang mulai perlahan mulai menundukkan kepalanya dengan tubuh bergetar.
Dia tau kalau dia salah,pengaruh genjutsu membuat dia dan semuanya mengkhianati Naruto.
Dia mulai mengingat semuanya.
Semua yang pernah di lakukanya selama ini,kalau dia boleh berharap,dia bisa mengulanginya kembali.
Tapi itu hanya angan-angan yang tidak bisa pernah di campai.
"Kalau kalian berani melangkah maju,aku benar-benar membunuh kalian dan aku tidak akan menunggu seperti tadi."
ucap Naruto dengan kata yang sangat tajam membuat mereka semuanya terdiam.
Tapi,takseperkian detik,muncul rotasi putaran kecil di belakang Naruto yang perlahan mulai membesar membentuk suatu lubang hitam besar.
Semuanya yang ada di situ mengalihkan pandanganya ke arah lubang itu yang menurut Kakashi lihat seperti lubang Kamui.
Tak terkecuali Naruto yang membalikkan badanya melihat hal tersebut.
Perlahan tapi pasti,muncul gaya magnet dalam lubang tersebut yang perlahan mulai menarik apapun.
Angin mulai bertiup kencang,puing-puing yang tersisa di tanah mulai tertarik ke dalam lubang tersebut.
Semua yang melihat kejadian tersebut mulai mundur kebelakang.
Tapi tidak dengan Naruto,dia tidak bisa bergerak sepenuhnya.
Perlahan badanya mulai bergeser ke belakang,dan dia mulai tertarik kuat ke belakang.
Shikamaru yang melihat Naruto segera melepaskan tanganya dari mengemgam tangan Sakura dan mulai berlari ke arah Naruto seraya ingin mengapai Naruto,tapi tidak bisa,gaya magnet lubang tersebut sangat besar,terlihat semua tanah terangkat dan masuk ke dalam lubang tersebut.
Semua yang ada di situ meneriaki nama Shikamaru dan Naruto seraya ingin mengejar mereka.
Tapi dengan cepat,Kakashi bersama beberapa Anbu beserta Gondaime melarang mereka semua,takut akan nyawa mereka yang terancam
'Kuso,kalau begini Naruto akan tertarik ke dalam lubang tersebut.'
batin Shikamaru merapal beberapa Insou dengan cepat.
"Kage yose no jutsu!"
Bayang hitam keluar dari Shikamaru dengan cepat dan mulai mengikat tubuh Naruto.
Tapi itu belum cukup,terlihat Shikamaru mulai terseret ke depan dan mulai mengikuti tubuh Naruto masuk ke dalam lubang tersebut.
Kini mereka berdua sudah mulai menuju ke arah lubang tersebut dan mulai masuk ke dalamya.
Semua yang ada di situ meneriaki nama Shikamaru dan Naruto,tak terkecuali Hinata yang mulai melangkah dengan cepat ke arah lubang hitam yang perlahai mulai mengecil.
Air Matanya sudah turun dari tadi,tangan kananya coba dia gapai ke arah lubang hitam yang perlahai mulai mengecil dan sekarang sudah tertutup.
"NARUTO!"
Tubuh Hinata jatuh terduduk di tanah dengan tubuh bergetar dan terisak menangis.
Dari mulutnya keluar terus memanggil Nama Naruto.
Semua yang berada di sana berlari ke arah Hinata untuk melihat keadaanya.
#BLOODY RAIN#
"Aaaah, ya, ya, aku memang hanya Pion yang ada yang hebat tentang diriku, jadi bisakah aku mendapatkan gelar
kebangsawanan itu? Bagaimana,
Raja Iblis? Yah, itu mungkin tidak ada gunanya mendiskusikan hal ini sendirian,hahahaha bodoh."
Ocehku sendirian di atas sepedaku di tengah malam yang sangat sepi.
Mungkin kalau ada orang yang melihat,mereka akan berkata aku adalah orang gila.
Haaa apa peduliku,aku hanya seorang iblis,ya manusia yang di ubah menjadi iblis.
dan fakta itu tidak dapat diubah.
Jadi aku harus hidup
sebagai Iblis, dan akan membuat
impianku menjadi kenyataan.
Omong-omong kalau menyakut tentang impianku aku ingin menjadi King Harem yeaah!
Bahkan jika aku tidak bisa, aku
tetap akan bekerja keras untuk
mencapainya.
Ya! Aku bisa melakukannya!
Ya, aku BISA!
BLAAAARRRR!
Cieettt!
'Kuso! Apa-apaan suara ledakan itu.'
batin ku mengerem mendadak sepeda bututku.
Pandanganku ku arahkan ke arah ledakan yang membuatku kaget dan kesal setengah mati.
Siapa coba yang tidak kesal saat imajinasi kerenmu tergangu.
Haa aku menghela nafas seraya memakirkan sepedaku di pinggir jalan.
Kemudian aku melangkah masuk ke dalam hutan yang berada di samping jalan sendirian.
Aku hanya mengurutu kesal,sambil mengupat tidak jelas hingga langkah kakaki berhenti tepat di samping kawah yang begitu besar dengan kepulan asap membumbung tinggi kelangit
mataku terbelak melihat kawah di depanku sekarang.
Ini seperti komet yang mehantam bumi,begitulah yang di pikirkan otak pintarku.
Aku menyusuri kawah tersebut hingga mataku menangkap sesuatu tepat di tengah kawah tersebut seperti manusia.
Kakiku berlari ke arah tersebut hingga sampai tepat di samping yang ku pikir manusia.
"Ini..."
TBC
######################
