Jangan Bertengkar!

:EXO (12)-Seventeen:

:HunKai-Meanie:

Entertainer Kindergarten

TK yang di tempati oleh para balita lucu ini adalah sekolah khusus bagi para artis yang bernasib 'sama' dengan mereka. Seperti maknae Beast yang jadi bocah TK, leader B1A4 yang dua tahun lalu juga berubah jadi bocah TK, sampai Kyuhyun dan Henry Super Junior pun sama. Namun ketika dijumpai, mereka tak ingat bagaimana cara kembali ke wujud semula. Jadi mau tak mau HunKai dan Meanie ini bersabar dan menikmati semuanya yang sudah terjadi.

Nah, berhubung balita-balita lucu itu kini tengah berada di TK. Keempat namja dan tiga bayi unyu itu pergi ke taman yang tak jauh dari TK. Beruntungnya taman itu sedang sepi.

"Emm, rasanya canggung ya?" tanya Jongin, Mingyu dan Wonwoo tersenyum kikuk.

"Kurang lebih seperti itu~" jawab Mingyu sembari bermain dengan jemari mungil Hansol.

"Nee, hyung, kan waktu itu kita kenalan lewat telpon, rasanya tidak sopan. Jadi, kita perkenalan ulang bagaimana?" tanya Wonwoo meminta usul. Jongin melirik Sehun yang mengangguk.

"Baiklah, annyeong~ Kim Jongin imnida!" Jongin mengucapkannya dengan senyum manis, Sehun hanya bisa memekik dalam hati.

'Ternyata memang manis~' batin Sehun.

"Annyeong, Oh Sehun imnida!" Jongin dengan berbaik hati memukul kepala kekasihnya yang berkenalan dengan nada datar dan wajah tanpa senyum. Membuat Mingyu dan Wonwoo semakin merasa sungkan. PLAK!

"Kau malah merusak suasana! Dasar Oh Babbo!" kesal Jongin, Sehun menghela nafas dan mengusak gemas surai coklat Jongin.

"Iya iya, maafkan aku! Wajahku cetakannya memang begini, sayang~" ujar Sehun. dia tersenyum kikuk saat melihat tatapan Mingyu dan Wonwoo.

"Ah! Annyeong hyung, Kim Mingyu imnida!" Mingyu berkenalan dengan tak lupa senyum seadanya. Namun masih memperlihatkan taring panjangnya.

"Kau ini manusia atau vampir? Taringmu panjang sekali~" komentar Jongin dengan nada polos. Mingyu hanya tertawa pelan.

"Jeon Wonwoo imnida, salam kenal ya hyung~" Wonwoo memperkenalkan diri juga dengan senyum tak kalah manis dari Jongin.

"OMO! Kau terlihat maniss~" ujar Jongin memekik senang ada orang yang berwajah 'serupa' dengannya.

"Gomawo hyung~" balas Wonwoo dengan senyum malu.

"Oh ya, bagaimana bisa hyung dan dongsaeng kalian berubah?" tanya Sehun tiba-tiba yang penasaran dengan perubahan yang terjadi pada hoobae baru mereka itu.

"Kami juga tak tahu hyung, kalau diingat malam itu-"

.

.

Flahsback

Dorm Seventeen

Seungcheol baru saja selesai memesan makanan di restoran biasanya, dan ia kembali ke ruang tengah menemui member-membernya yang tengah berkumpul dan bermalas-malasan.

"EH! Wonu-ya, kau tadi tak memesan makanan kan?" tanya Seungcheol yang baru ingat bahwa ada dua membernya yang tidak ikut memesan tadi. Wonwoo dan Mingyu.

"Ne, aku baru saja selesai makan tadi dengan Mingyu setelah pulang dari tempat latihan!" jawab Wonwoo. Seungcheol menghela nafas.

'Haahh~ untung aku ingat!' batinnya.

"Kenapa hyung?" tanya Wonwoo, Seungcheol menggeleng.

"Berarti aku benar memesan sebelas!" jawab Seungcheol. Wonwoo hanya mengangguk saja, kemudian ia pergi ke kamar menemani Mingyu tidur.

Suara ribut terdengar tak berapa lama kemudian. Mingyu dan Wonwoo mengacuhkannya dan sama-sama pergi ke alam mimpi, tanpa tau bahwa member-member mereka tadi 'berubah'.

Pagi harinya, Wonwoo terbangun saat merasa beban di atas tubuhnya, jelas itu bukan Mingyu, karena terbilang ringan. Ketika membuka mata, ia mendapati seorang balita lucu bermata sipit berambut merah muda.

"Eommaaa!" Wonwoo masih loading, hingga-

"KIM MINGYUUU BANGGUNNNN!"

.

Flashback end

Sehun dan Jongin mengerjapkan mata mereka. Sejenak mereka berpikir.

"Apa karena makanan yang dibeli Seungcheol?" tanya Jongin, Wonwoo menggeleng tak tahu.

"Kami pikir, awalnya memang begitu, lalu aku dan Mingyu mencoba makanan yang semalam dibeli Seungcheol hyung. Dua jam kami menunggu, tak ada apapun yang terjadi pada kami!" jawab Wonwoo.

"Aneh, Jongin-ah, saat aku pulang dari rumahku, pukul dua belas, aku pergi ke dapur karena haus, di sana aku lihat dikulkas dorm ada botol minuman berwarna biru. Apa itu milikmu? Tapi kemarin botolnya sudah tak ada!" jawab dan tanya Sehun. Jongin mengernyit sesaat.

"Aku tak ingat pernah membeli minuman berwarna biru, Sehun. Apa mungkin itu penyebabnya?" tanya Jongin, Sehun menggeleng.

"Aku meminumnya kemarin, saat baru pulang karena haus. Tapi tak ada efeknya padaku!" jawab Sehun. Jongin memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing.

"Sudahlah, nikmati saja apa yang terjadi! Kita tengok mereka saja!" ujar Jongin dan diangguki ketiganya.

.

.

Kelas EXO-SVT

Yoon saem yang menjadi wali kelas mereka tersenyum lelah. Bagaimana tidak? Balita-balita itu lucu tapi ganas!

"HUWAAA CAEMMM~ JIHOON HYUNG MENCOLETI GAMBALKUU!" tangis Minghao mengadu pada Yoon saem, karena gambarnya yang menurutnya sudah bagus, malah dicoreti oleh Jihoon dengan warna merah.

"AKU TIDAK MENCOLETINYA CAEM!" balas Jihoon tak mau mengaku.

"Tapi kan tetap harus min-" belum sempat Yoon saem selesai bicara, teriakkan lain terdengar.

"CAEEEEMMMM! BAEK HYUNG MENCULI PEWALNAKUU!" lapor Tao pada Yoon saem dengan wajah memerah menahan tangis. Yoon saem menghela nafas lelah dan frustasi.

'Aku bisa gilaa!'

"Baekhyunnie, pewarnanya tidak hanya satu, kan? Kau bisa mengambil di lemari lagi kan?" bujuk Yoon saem dengan nada sesabar mungkin.

"TAPI AKU MAUNYA YANG DIBAWA TAO CAEM!" ucap Baekhyun merajuk. Yoon saem memijit keningnya pening. Hingga-PLUK!

"Pakai punyaku caja, Baek! Aku bica mengambil yang balu!" ujar Minseok sembari menyodorkan pewarna miliknya, mata Baekhyun berkilat ceria, tapi-

"TETAP CAJA AKU MAUNYA PUNYA TAOOO!" PLAK! Minseok dengan berbaik hati menggeplak kepala Baekhyun pelan.

"Diam atau aku lapolkan nanti pada appa, cupaya Baek dihukum!" ancam Minseok. Baekhyun yang mendengar kata "appa" dan "dihukum" langsung diam kemudian kembali menggambar dengan pewarna milik Minseok tadi.

'Untung masih ada dia!' batin Yoon saem lega, namun-

"KYAAA! KENAPA CEUNGCHEOL HYUNG MEWALNAI LAMBUTKU! CAEMM! CEUNGCHEOL HYUNG NAKALL!" lapor Junghan yang rambutnya diwarna ungu oleh Seungcheol menggunakan cat air. Beruntungnya hanya dibagian bawah, tapi tetap saja susah menghilangkannya.

'Ya Tuhann!'

"Seungcheol, kalau mewarna itu yang diwarna gambarnya, bukan rambut Junghan!" ujar Yoon saem mengingatkan.

"NE CAAEEMM!" sahut Seungcheol tanpa dosa.

"HUWEEE~ CAEMMM!" tangis Soonyoung, Yoon saem mendekat dengan panik.

"Ada apa, Soonyoungie? Apa ada yang sakit?" tanyanya lembut.

"Hiks caem aku lapal!" DOENG! Seperti tertimpa ribuan ton batu, Yoon saem memasang wajah datar.

'Maafkan hambamu ini Tuhan!'

"Caem, caem! Gambal Lay cudah jadi! Bagaimana caem? Apa baguc?" tanya Lay yang mendekati Yoon saem dengan gambar keluarga beruang di kertasnya.

"Iya, gambar Lay bagus, sini saem beri nilai!" Lay mengekor di belakang Yoon saem. Selama Yoon saem menilai dan memuji gambar Lay. Di pojok kelas, Jisoo dan Kris duduk tenang dan menggambar.

"Hyung, kau gambal apa?" tanya Jisoo penasaran. Kris hanya diam, kemudian
ia menunjuk gambarnya.

"Naga! Kelen, kan?" Jisoo memiringkan kepalanya lucu.

"Apanya yang kelen? Memang ada naga cepelti itu? mana cayapnya? Ekolnya kan panjang?" komentar Jisoo membuat Kris tampak tertohok. Dia sudah menggambar sebagus ini tapi Jisoo malah tidak menghargainya.

"Cebaiknya, hyung gambal yang mudah caja, naga itu kan culit gambalnya. Mungkin kalau gambal cedelhana baguc untuk hyung!" usul Jisoo, wajah Kris yang suram berganti ceria.

"Ne!"

Tak jauh dari mereka, Jun, Luhan, dan Junghan duduk bertiga dan menggambar dengan tenang, meskipun Junghan mengomel karena rambut indahnya berubah warna jadi ungu gara-gara Seungcheol.

"Jun gambal apa?" tanya Luhan penasaran.

"Apel!" jawab Jun ceria.

"Apel? Memang ada apa dengan apel?" tanya Junghan.

"Kalena aku lapal! Caemm! Junnie lapal caem!" Luhan dan Junghan hanya pasang wajah datar.

Suho dan Kyungsoo duduk berhadapan dengan Seokmin.

"Hei, kau gambal apa?" tanya Kyungsoo, Seokmin yang masih fokus pada gambarnya, tidak menggubris Kyungsoo, membuat si mata bulat itu kesal, dan kemudian memukul kepala Seokmin dengan gulungan kertas gambarnya.

"Ish! Apa cih hyung? Ini Ceokmin lagi acyik gambal juga diganggu! Nanti aku beli tahu kalau cudah celecai!" Kyungsoo merengut, Suho hanya menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada gambarnya, selembar won.

"KYAAA! APA YANG KAU LAKUKAN?" Chen merengut pada Jihoon yang berteriak kesal padanya.

"Aku kan hanya melihat gambalmu macak tidak boleh?" Jihoon menggeleng.

"Tidak boleh! Belum jadi hyung punya Jihoonie!" balas Jihoon. Chen merengut.

"Tapi kan juga tak pellu belteliak!" ujar Chen manyun.

"Mian hyung~ habicnya hyung muncul tiba-tiba di belakangku, ciapa yang tidak akan telkejut?" Chen nyengir.

Yoon saem yang melihat interaksi balita-balita TK itu hanya tertawa pelan. Hingga-

"CHANYEOLLIIIEEEEEE! JANGAN LUCAK GAMBALKU BODOH! AKU CUDAH CUCAH MEMBUATNYA!" teriak Baekhyun kesal, karena Chanyeol mencoret gambarnya, menurut Baekhyun.

"Chanyeoll~" panggil Yoon saem.

"TIDAK CAEM! YEOLLIE TIDAK MENCOLETNYA! YEOLLIE TIDAK CENGAJA MENYENGGOL BAEKKIE SEHINGGA TANGANNYA TELGECEL!" jelaa Chanyeol berteriak dengan wajah merah akan menangis.

"Baekkie, Chanyeol kan tidak sengaja. Maafkan ya?" Baekhyun memalingkan wajahnya acuh.

'Bukan artis sudah aku penggal kau!' batin Yoon saem gemas.

"Chanyeol saja kalau begitu yang minta maaf, ya?" Chanyeol mengangguk pelan.

"Baekkie, maafkan Chanyeollie ya~ Yeollie tidak cengaja tadi, maafkan Yeollie. Baek kenapa juga duduk di citu, kan Yeollie jadi tidak bica lewat~ maafka Yeollie ya~" Baekhyun akhirnya luluh juga.

"Iya deh Baekkie maafkan!" ujar Baekhyun. Yoon saem tersenyum lega.

"Kalian kan bersaudara, jadi jangan bertengkar ya? Kasihan nanti orang tua kalian! Kan susah mengurusnya~" ujar Yoon saem meningatkan, mereka semua mengangguk.

"Nah, kalau bersalah juga harus minta maaf, arrachi?" mereka mengangguk.

"NE CAEMM!"

"EH? Tapi Jihoonie hyung belum minta maaf pada Minghao!" lapor Minghao, Jihoon menatap malas.

"Aku kan tidak calah!" Minghao mendelik kesal.

"Ceungcheol hyung juga belum minta maaf pada Hannie!" ujar Junghan. Ceungcheol menatap Junghan polos.

"Memang apa yang aku pelbuat?" semua speechless.

"Caem, Coonyoung lapal!" Yoon saem hanya bisa menghela nafas.

.

.

Di luar kelas, empat namja itu menatap dengan senyum kecil. Di pikiran mereka Cuma satu.

'Maafkan mereka saem~'

.

.

:TBC/END:


yang minta chap 4, ini author kasih

terima kasih sudah menunggu dan suka pada ff author yaa

read, review, fav, and follow again~

gomawoo

paypay^^