Chanyeol menurunkan Yoongi dari gendongannya lalu mengusap kepala adiknya dengan lembut, "Yoongi-ah, kau kembali ke eomma ne? Hyung harus bicara dengan Baekkie noona."

Yoongi mengangguk sembari menggembungkan pipi tembam miliknya, "Ne, hyung." katanya lalu segera berlari meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol.

Setelah memastikan adiknya menjauh, Chanyeol menatap Baekhyun yang masih terlihat sembab karna habis menangis. Merasa tidak enak dengan para tamu yang memperhatikan mereka, Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan membawanya pergi.

"Kita mau kemana, Yeolie?" tanya Baekhyun dengan suara masih putus-putus.

"Ke kamarku." jawab Chanyeol singkat sembari terus menarik Baekhyun menjauh.

Ketika akhirnya mereka sampai didalam kamar Chanyeol. Lelaki itu menutup pintu kamarnya dan menyuruh Baekhyun duduk diatas kasurnya.

"Ya Park Chanyeol! Kau tidak akan berbuat macam-macam padaku kan?!"

Tawa Chanyeol langsung pecah saat melihat Baekhyun yang sedang melotot kearahnya. Chanyeol lelaki normal, tapi dia juga bisa menahan diri dan tau batasan. Tidak mungkin berbuat yang macam-macam pada Baekhyun.

"Percaya padaku Baek, aku tidak akan pernah merusakmu." jawab Chanyeol lalu ikut duduk bersama Baekhyun. "Jadi katakan, apa yang kau lakukan saat aku pergi."

"Hmm.." Baekhyun mengerutkan keningnya sembari berfikir. "Menjalani hidup seperti seharusnya?"

Ambyar. Ya park chanyeol, apa yang kau harapkan dari seorang gadis polos bernama Kim Baekhyun?!

"Hanya itu?" tanya Chanyeol lagi.

"He-eum." Baekhyun menganggukan kepalanya lalu membuka sepatunya. "Aku boleh tidur disini sebentar?"

Chanyeol mengarahkan pandanganya pada Baekhyun, dia melihat gadis itu sudah naik keatas tempat tidur dan bersiap untuk menarik selimut. "Geure."

Baekhyun tersenyum simpul lalu menarik selimut ditempat tidur Chanyeol. Dia memposisikan kepalanya diatas bantal lalu memeluk guling yang ada disebelahnya.

"Ahh.. bau Yeolie." gumam Baekhyun tanpa sadar.

Duh, gemas.

Chanyeol tersenyum lalu bangkit berdiri. Dia melepas dasi dan menggulung lengan kemejanya sedikit keatas sebelum beranjak masuk kedalam kamar mandi.

Saat keluar, sepertinya Baekhyun benar-benar sudah terlelap. Chanyeol sedikit melirik jam dinding yang terpajang dikamarnya, ini masih pukul 7. masih ada waktu 2 jam lagi sampai acara selesai.

"Lihat, betapa manisnya dirimu." bisik Chanyeol pelan sembari mengusap lembut pipi tirus Baekhyun.

Dia, uhm chanyeol maksudku, kembali tersenyum. Sebelum akhirnya dia ikut berbaring disamping Baekhyun. Hanya diam dengan posisi terlentang, sampai..

"Uhh.. baunya sudah hilang."

Entah mengigau atau apa, Baekhyun membuang guling yang sedang dia peluk kesembarang arah. Bibirnya terpout, membuat Chanyeol semakin ingin memeluk gadis itu.

"Astaga baek.." gumam Chanyeol pelan. Berdecih kecil sembari tersenyum kilas.

Rasanya senang kembali kerumah, seperti kembal--

"Hmm, bau Yeolie."

"Y-ya baek, a-apa yang sedang kau--"

"Aku mau Yeolie."

Chanyeol semakin menegang, tiba-tiba tadi Baekhyun memeluknya dan menenggelamkan kepalanya di bahu samping Chanyeol. Bagaimana caranya agar jantung itu kembali netral?

"Baek?"

"Aku menunggumu chan, selalu menunggumu."

Sahutan Baekhyun dengan matanya yang masih terpejam. Membuat Chanyeol langsung menatap gadis itu dengan tatapan terkejut. Senang. Entahlah.

"Kau.. menungguku?" Chanyeol merasakan Baekhyun mengangguk dilengannya.

Dengan senyum terkulum dan wajah memerah, Chanyeol membalikan tubunhya sembari memeluk Baekhyun. Benar-benar membawa gadis itu ke dalam pelukkanya.

"Aku.. Aku sangat memimpikanmu, Yeolie." kata Baekhyun lagi. Meski suaranya terendap karna pelukan itu, tapi Chanyeol tetap bisa mendengarnya.

"Baekkie, apa kau sadar dengan apa yang kau katakan sejak tadi?" kata Chanyeol.

"He-eum. Begini caraku mengungkapkan isi hatiku." Baekhyun mengeratkan pelukannya, dengan menggoyangkan kepalanya seolah mencari tempat yang nyaman.

Lagi-lagi Chanyeol tersenyum. Katakanlah dia gila karna banyak tersenyum malam ini. Benar. Tidak salah. Dia memang gila, karna seorang gadis bernama Kim Baekhyun.

~*Blu.. Blu.. Blu*~

Sejak malam itu, hari-hari Baekhyun berubah drastis berkat seorang Park Chanyeol. Entahlah, Baekhyun hanya merasa jika kini hidupnya semakin berwarna semenjak kehadiran Chanyeol.

Kini setiap pagi, lelaki itu akan menjemput Baekhyun untuk berangkat sekolah bersama. Begitu juga saat pulang, Chanyeol akan mengantar Baekhyun dan terkadang mereka menghabiskan waktu berdua untuk jalan-jalan.

Ah iya, perihal tertidurnya Baekhyun dikamar Chanyeol malam itu, kalian tenang saja. Mereka hanya benar-benar tertidur sampai pagi, semua itu tidak luput dari kerjaan Kyungsoo dan Yixing yang tidak membangunkan mereka berdua.

Big thanks for The Mommys.

Kalian juga bertanya soal tanggapan Kyungsoo dan Yixing melihat kedekatan kedua remaja itu? Mereka biasa saja. Sangat mengizinkan dan justru mengharuskan. Susah dimengerti apa yang orang tua itu inginkan.

Berbicara soal hubungan mereka.. Hey, statusnya masih berteman baik. Hanya kelakuannya saja yang seperti sepasang kekasih.

"Baek, kau akan datang malam ini?" Luhan meletakkan coklat panas didepan Baekhyun.

Omong-omong, mereka sedang ada dikantin sekarang.

"Datang? kemana?" tanya Baekhyun sebelum menyesap coklat panasnya.

"Ck, aku bertaruh kau belum melihat poster besar yang terpajang dimading pagi ini." Kata Luhan, dan tentu saja Baekhyun menggeleng.

"Astaga Baek, kita semua diundang Birthday party Oh Sehun!"

PFFTT..

"OH SEHUN KATAMU?!"

"Ewhh, kau membuat seragamku kotor! dasar jorok!" Luhan meraih tissue yang tersedia diatas meja dan mengelap seragamnya yang terkena muncratan dari Baekhyun.

Ingat, gadis cantik itu tidak sempurna. Kalian mengerti kan?

"Seriuslah Xi Luhan, kau bilang aku harus datang ke pesta ulangtahun Sehun? Kau tau sejak dulu aku dan dia seperti apa?" tanya Baekhyun bertubi-tubi.

Luhan hanya memutar matanya dengan malas semberi berdecak sebal. Bahkan kejadian itu sudah 2 tahun yang lalu.

"Ya! kalian sudah selesai 2 tahun yang lalu, kenapa masih membahasnya?!" Omel Luhan dengan tatapan tidak sukanya pada Baekhyun.

"Dan kau bagaimana? masih mengejarnya? tanpa perduli statusnya sebagai mantan kekasih sahabatmu?"

"Ya Kim Baekhyun!"

Oke oke, kali ini Baekhyun sudah keterlaluan. Tidak seharusnya dia berbicara seperti itu pada sahabatnya. Malihat wajah Luhan yang sudah merubah menjadi suram, menambah rasa bersalah Baekhyun pada sahabatnya itu.

"L-Luhan, aku tidak--"

"Tak apa Baek. Aku pergi dulu." Luhan berdiri, dia bersiap untuk pergi meninghalkan Baekhyun.

Tapi ternyata, Baekhyun lebih cepat tanggap daripada Luhan. Dia mencekal kuat lengan gadis itu dan langsung memeluknya.

"Ya! Hiks.. maafkan aku.. hiks.."

Luhan menghela nafasnya, dia berbalik dan membalas pelukan Baekhyun, "Yang seperti ini akan disandingkan dengan Park Chanyeol?"

"YA XI LUHAN!"

"Aku bercanda baek." Luhan tersenyum dan mengelus kepala sahabatnya lembut, "Jangan menangis."

"Ne. Aku akan ikut denganmu malam ini."

"Jinjja?!"

Baekhyun mengangguk, "He-eum. Jemput aku pukul 8, okay?"

Luhan yang memang sedang tersenyum hanya mampu mengangguk dan memposisikan tangannya didepan dahi, seolah dia sedang melakukan hormat pada sang komando.

"Siap, kapten!"

#tbc

maafkan ya karna baru update sekarang wkwk.. hape kemarin kena sita guru. Plis, jangan dicontoh orang macam saya mah.

Ehiya, aku yakin banget sih dari awal cerita ini gak jelas. Parah. Sampe sakit mata bacanya. Tapi kenapa pada suka ya?:3

Jadi menurut kalian, harus di next sampe selesai, atau stop?