.
Halooo~ author kembali! *lihat reviews* *refresh* *lihat lagi* *refresh* *lihat lagi* banyak yang ngerequest Mayuzumi Chihiro ya? hmm oke, author buatkah untuk kalian semua! tapi, mau curhat dikit nih, author kurang begitu kenal Mayuzumi, soalnya belom baca manga nya sampai si Mayuzumi itu muncul. tapi author udah ngumpulin informasi si Mayuzumi dari wiki dan beberapa fanfic. jadi maaf ya, kalau ceritanya kurang memuaskan atau Mayuzumi nya OOC, maaf bangeet! dan maaf juga, author baru sempet nge update sekarang, soalnya kemarin author lumayan sibuk T_T
dan author lihat review lagi, katanya pada minta ceritanya sedikit dipanjangin ya? hmm, sebenernya author emang sengaja ceritanya pendek, jadi kaya ficlet gitu. tapi, okelah, demi readers yang tercinta sekalian, author membuatnya sedikit panjang. dan ini lah hasilnya, fanfic alay buatan author. hehe, udah deh segitu aja. selamat membaca :*
.
Chapter 4: Mayuzumi Chihiro
.
Kamu adalah manager tim basket Rakuzan. Tugasmu itu mencatat data-data pemain, memberikan minuman dan handuk kepada anggota tim, dan tugas lainnya.
Seseorang yang membuatmu terjebak oleh semua ini adalah sepupumu, Akashi Seijuuro. Kau sama sekali tidak bisa menolaknya, karena kalau kau menolaknya, Akashi akan menceritakan hal yang aneh-aneh ke orang tua mu. Dan, parahnya lagi, orang tua mu akan percaya pada perkataannya Akashi.
Sekarang, seperti biasa, Akashi menyuruhmu ini itu. Rasanya kamu ingin sekali memukul wwajahnya itu karena kelewatan kesal.
"(name), cari Chihiro, dia belum datang juga sampi sekarang, ini sudah 20 menit berlalu semenjak latihan dimulai." ucap Akashi dengan wajah biasanya.
"Kenapa tidak kau sendiri saja, hah?!"
"Heh, (name), hari ini aku ingin ke ru-"
"Baiklah, baiklah, aku akan mencarinya." Kamu langsung beranjak dari tempatmu duduk dan segera menuju atap sekolah, karena biasanya Mayuzumi ada di situ.
Kamu membuka pintu menuju atap sekolah sedikit kasar, lalu melihat sekitar. Ya, kau sudah menebaknya, Mayuzumi memang susah dicari karena kemampuannya. Terlebih lagi, walaupun dia melihatmu, dia tidak akan bicara atau memanggilmu. Selama ini kamu belum pernah mendengar suaranya sedikitpun, dia hanya menjawab semua pertanyaanmu dengan anggukan atau gelengan saja.
"Mayuzumi-senpai, tolong tunjukkan dirimu. Aku sudah kesal dengan Akashi yang terus mengancam."
Tapi tetap saja, tidak ada jawaban darinya. Kamu menghela nafas untuk yang ke sekian kali nya. Akhirnya kamu berlari menuju pagar pembatas, dan mengacam untuk melakukan hal yang nekat.
"Mayuzumi-senpai! Aku akan melompat dari sini!" lagi-lagi, tidak ada jawaban.
"Baiklah, aku akan mati sekarang." Kamu sudah mulai menaikkan kaki kananmu ke pagar pembatas. Tapi tiba-tiba, pintu atap itu terbuka, dan terlihatlah seorang pria dengan rambut abu-abu, serta novel dan roti di tangannya.
Kamu hening. Sangat hening. Terlihatlah perempat siku merah di pipi mu.
"Senpai! Aku membencimu!" protesmu sambil menunjuk Mayuzumi.
"...kau ingin melompat kebawah?"
"E-eh? Mayuzumi-senpai bisa bicara juga? Kupikir kau ini bisu, hehe."
Mayuzumi hanya menatapmu dengan tatapan kosongnya, lalu berjalan dan duduk bersandar dibawah pagar pembatas sambil membaca novelnya dan sesekali melahap roti yang ada ditangannya.
"Err, etto, Mayuzumi-senpai, Akashi mencarimu. Dia bilang sudah 20 menit berlalu dan kau belum datang."
"Lalu?"
"Apa?! "lalu?" katamu?! Tentu saja kita harus ke gym sekarang!" tapi dia tidak mempedulikan ucapamu dan terus membaca novelnya. Akhirnya kamu pasrah dan ikut duduk disamping Mayuzumi dengan wajah kesalmu.
"Kenapa kau duduk disini?" tanya Mayuzumi tanpa menatapmu.
"Habisnya, kalau aku kembali sendiri, pasti Akashi akan terus mengancamku –tidak, pasti dia akan melakukan hal yang menyebalkan." katamu sambil mengembungkan pipimu.
"Akashi memang menyebalkan, selain itu, dia adalah kapten yang cebol."
"Pfft-" kamu menahan tawamu setelah mendengar kata-kata jujur dari Mayuzumi yang terkenal sangat jarang berbicara.
Suasana mendadak sepi, kamu terus memikirkan topik pembicaraan untuk menghilangkan kesunyian ini, "Mayuzumi-senpai itu lebih suka sendiri seperti ini, ya."
"Bukankah kau sangat tahu itu?"
'Geh, ternyata kau sangat menyebalkan jika sudah bicara.' batinmu.
Akhirnya kau memutuskan untuk diam, karena kau tidak mau jika semua kata-kata mu hanya dijawab seperti tadi. Lama kelamaan kau menguap, jujur kau sedikit lelah sekarang. Tanpa sadar kau tertidur, dan kepala mu tak sengaja bersandar di bahu Mayuzumi.
"Oi." Mayuzumi mengibaskan telapak tangannya didepan wajahmu, tapi kau tidak merespon, karena kau sudah benar-benar tertidur.
Mayuzumi menghela nafasnya, dan memutuskan untuk melanjutkan membaca novel kesukaannya itu.
.
.
.
Tanpa sadar, hari semakin gelap. Kamu pun tiba-tiba terbangun dan langsung beridiri, kemudian terkejut dan berteriak.
"Huwaaaaaaa! Aku ketiduran!" kamu mengacak rambutmu kesal, dan membayangkan apa yang akan dilakukan Akashi setelah ini.
"Berisik, tahu." ucap seseorang –tunggu, Mayuzumi masih ada disitu.
"Are? Mayuzumi-senpai belum pulang?" tanyamu dengan wajah-tanpa-dosa.
"Bagaimana aku bisa pulang? Kau saja terus tidur dibahu ku." seketika setelah mendengar kata-kata Mayuzumi itu, pipimu langsung memerah.
"B-benarkah itu? Kalau begitu, aku minta maaf!" kamu membungkukan tubuhmu sambil terus meminta maaf. Kemudian Mayuzumi berdiri, dan tiba-tiba kamu merasakan ada tangan yang memegang kepalamu.
"Sudah gelap, aku akan mengantarmu pulang."
"E-eh? Tak apa?" wajahmu terasa sangat panas saat itu juga.
"Ya, tentu saja. Cepat ambil tasmu, aku akan menunggumu didepan gerbang." Mayuzumi berjalan meninggalkanmu yang masih sedikit bingung. Tapi, akhirnya kamu memutuskan untuk mengikuti kata-kata Mayuzumi tadi.
Setelah mengambil tas, kamu berlari menuju gerbang sekolah. Benar saja, sekolah sudah sangat sepi, hanya ada beberapa anak dari klub musik dan klub sepak bola, guru serta satpam saja.
"Maaf membuatmu menunggu."
.
.
Readers POV
.
"Maaf membuatmu menunggu." Aku menghampiri Mayuzumi-senpai yang sedang menungguku didepan gerbang sekolah. Dia menggunakan earphone dan memakai jaket berwarna hitam. Ah, dia terlihat sangat keren.
'Eh, tunggu? Apa yang aku pikirkan? Kenapa jantungku berdebar sangat kencang? Apakah aku akan mati? Hah? Bodoh. Itu tidak mungkin.' Akhirnya aku sampai didepan gerbang. Tanpa sadar aku memukul-mukul kepalaku sendiri.
"Kenapa? Kepalamu pusing?" tanya Mayuzumi-snpai yang berhasil membuatku tersadar kembali.
"Eh? Tidak!"
"Kalau jalanmu lama, aku akan meninggalkanmu." akhirnya Mayuzumi-senpai berjalan lebih dulu. Pertanyaanku, dia berjalan lebih cepat dari ku itu, memangnya dia tahu dimana rumahku?
"Ano, Mayuzumi-senpai? Kau tahu rumahku dimana?" tanyaku.
"Ya, aku tahu." jawabnya santai.
"Hah?! Kau ini stalker ya?!" aku langsung menatapnya dengan tatapan curiga, tapi seperti biasa, dia hanya menatapku dengan tatapan kosongnya.
"Kau ini bodoh, ya? Tentu saja aku melihatnya di biodata tim basket, dan ada nama mu disitu."
"Eh? Aku pikir Mayuzumi-senpai itu orang yang tidak peduli dengan kehidupan orang lain."
"Ah, itu.. sudahlah, nanti orang dirumahmu mencari." Mayuzumi-senpai langsung merubah pandangannya ke arah lain. Tunggu? Dia malu?
.
.
Normal POV
.
Kamu dan Mayuzumi sudah sampai didepan rumahmu. Tapi, ketika kamu ingin membuka pintu rumahmu, ternyata ada seseorang keluar, itu Akashi!
"Eh? Akashi? Apa yang kau lakukan dirumahku?" tanyamu panik.
"Berbicara dengan orang tua mu." Akashi tersenyum sinis. Kemudian Akashi melirik Mayuzumi.
"Heh, Chihiro, kau juga sudah berani tidak datang latihan, ya."
Mayuzumi hanya menghela nafasnya, "Oi, kau, aku akan pulang. Sampai jumpa."
"Sampai jumpa, Mayuzumi-senpai! Dan, terima kasih." kamu melambai-lambaikan tanganmu ke Mayuzumi yang sudah terlihat menjauh. Tapi, sepertinya kamu tidak melihatnya, Mayuzumi sempat tersenyum.
"Kau cukup akrab dengannya, ya." ucap Akashi kepadamu.
"Itu bukan urusanmu." Kamu berjalan melewati Akashi.
.
.
.
Kamu semalam di introgasi oleh kedua orang tua mu. Entah apa yang sudah Akashi bicarakan, yang pasti itu membuatmu tidur jam dua malam. Hasilnya kamu hanya tidur dua jam, karena kamu harus bangun jam empat pagi. Sekarang kamu sangat mengantuk, dengan sempoyongan kamu masuk kedalam kelas.
"Ohayou..." kamu membuka pintu klasmu, dan disambut oleh teman-temanmu.
Kelas berjalan seperti biasa, dan kamu berhasil bertahan dari rasa kantukmu. Bel istirahat pun berbunyi, kamu memutuskan untuk pergi ke atap sekolah untuk tidur sebentar.
Kamu langsung duduk disamping pintu, lalu mulai memejamkan matamu, melupakan semua beban dipikiranmu, lalu mulai tertidur. Waktu terus berlalu dengan cepat, dan bel pulang pun sudah berbunyi.
"Oi, bangun, putri tidur."
"Kau dengar, tidak? Bangun." mendengar suara itu, kamu langsung terbangun dari tidurmu, ternyata didepanmu ada Mayuzumi.
"Are? Mayuzumi-senpai?" kamu melihat jam tanganmu, ternyata sudah jam tiga sore.
"Kau itu kerjaannya tidur terus."
"Memangnya kenapa?!"
"Dan, jangan panggil aku Mayuzumi-senpai." kata Mayuzumi sambil melihat kearah lain.
"Eh? Kenapa?" tanyamu dengan wajah bingung dan lucu.
"Itu, aku tidak suka dipanggil seperti itu." Mayuzumi menutup mulutnya karena menahan malu yang ada didalam dirinya, wajahnya pun juga ikut memanas.
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Mayu-kun? Zumi-kun? Mayuzumi-kun? Ma-chan?"
"Chihiro, panggil aku Chihiro."
"Baiklah, Chihiro-kun!" ucapmu sambil tersenyum manis.
Kemudian Mayuzumi menatapmu, lalu memegang kedua pipimu, "(name)."
Kamu sangat terkejut, karena ini pertama kalinya kamu mendengar Mayuzumi memanggilmu dengan nama asli mu, biasanya dia hanya memanggilmu dengan 'kau', 'kamu', atau yang baru saja, 'putri tidur'. Entahlah tapi kamu merasa sangat senang.
"(name), aku menyukaimu." sontak kamu membulatkan matamu lebar-lebar (?)
"E-eh? Kau bercanda, kan, Ma- Chihiro-kun?" kamu menatap matanya, kali ini matanya berbeda dari biasanya, ini adalah tatapan serius.
"Chihiro-kun, etto, sebenarnya aku..." katamu kemudian menghela nafasmu pelan.
"Sejak kemarin, aku tidak tahu apa itu. Tapi, aku meraa, jantungku selalu berdetak lebih kencang dan wajahku terasa panas saat...melihat...mu." kamu menundukkan wajahmu yang malu.
Mayuzumi mengangkat wajahmu, dan hal yang tak terduga pun terjadi, Mayuzumi mencium bibirmu. Kamu sontak terkejut, tapi kamu tidak melawannya dan hanya terdiam. Setelah beberapa saat, Mayuzumi melepas lagi tautan dibibir kalian, dan tersenyum manis kearahmu.
"Etto, Chihiro-kun, bolehkah aku bertanya? Bagaimana kau bisa menyukaiku?
"Eh? Itu...karena kau adalah gadis pertama yang membuatku tersenyum. Tentu saja selain ibu ku." ucap Mayuzumi dengan wajah yang merah. Kamu hanya tersenyum kearahnya.
Semenjak hari itu, kalian berdua berpacaran dan berita itu langsung menyebar. Dan, yang menyebar berita itu adalah Akashi Seijuuro, sepupu mu yang sangat kamu benci. Bukan hanya itu, Akashi juga memberi tahu hal ini kepada orang tua mu. Dan itu berhasil membuatmu di introgasi semalam penuh, dan kau tidak dapat tidur sama sekali.
.
.
.
TBC~
author menerima segala macam review, dari itu saran, kritik atau pun pujian(?)
Next? kemungkinan Hanamiya atau Akashi XD
