Chapter 04

Dear My Eighteenth

Mathematics

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina

Genre : Sci-fi, Romance

Happy Read ^^

Sasuke's POV

Wanita memang benar-benar mengerikan. Kau tahu, mereka makhluk yang suka melebih-lebihkan, ribet, dan memiliki insting tinggi. Bahkan, terkadang kau tidak bisa membohongi mereka.

Mereka banyak omong, seolah-olah mereka akan mengatakan apa pun yang sudah didengarnya kepada seluruh dunia. Dan yang paling mengerikan lagi adalah, mereka bisa langsung membunuhmu tanpa sadar bahwa kau sedang berusaha dibunuhnya.

Mereka hanya akan tersenyum manis di depanmu, mencoba untuk membuatmu yakin bahwa mereka menyenangkan, dan tidak lama setelah kau berbalik, mereka akan menusukmu dari belakang.

Banyak orang-orang besar yang jatuh hanya karena wanita, perselisihan cinta di kerajaan Romawi yang berujung pada pengkhianatan kaisar yang melegenda, dan tidak terhitung jumlah dinasti di China yang hancur karena wanita.

See?

Sekarang aku tahu kenapa diriku di masa depan membuat sebuah peringatan padaku untuk tidak berpikir apapun tentang wanita.

"Kenapa kamu, bengong disitu kayak sapi ompong?" Sebuah suara yang sangat kukenal segera memasuki telingaku. Aku pun menoleh kearah pemuda berambut raven kucir dua yang baru saja masuk kedalam kamarku.

Yap…! Dia adalah Itachi, Uchiha Itachi, kakakku. Jadi sekarang aku memang lagi bengong karena menunggu loading game yang terasa sangat lama sekal.

Kakakku adalah seorang karyawan swasta di sebuah industri di Konohagakure. Dia masih single, dan aku juga belum pernah melihatnya memperkenalkan calonnya pada Kaa-chan ataupun Tou-chan. Aku gak tau dia single karena hanya karyawan biasa, atau dia karyawan biasa makanya jadi single. Dan tampaknya dia juga tidak terlalu peduli dengan masalah itu, yang penting cukup untuk bantu orang tua dan makan tiap hari aja udah seneng.

Yah, dia tidak menyebutkan untuk membantu uang sekolahku karena aku diberi keistimewaan oleh sekolahku sehingga aku bisa sekolah disana tanpa biaya sepeser pun.

Denger-denger kakakku ingin membuat semacam startup atau apalah gitu, mungkin dia udah lelah kerja kali.

"Masih bengong lagi" Lanjutnya sambil memasuki kamarku dan langsung berbaring diatas ranjangku.

"Hn…! Soalnya loadingnya lama banget" Keluhku sambil menyambar mouse yang berada di sebelah kananku dan kemudian memainkan game yang biasanya kumainkan. Aku memang sudah membaca surat dari diriku di masa depan bahwa aku tidak boleh menyia-nyiakan waktuku untuk main game, tapi aku tidak tahu harus melakukan apa di akhir pekan.

Belajar matematika? Oh, tidak, jangan yang itu dulu. Dan aku juga tidak tahu anime apa yang harus aku tonton untuk mengisi waktu luangku. Jadi, aku maen game aja.

"Sasuke, apa kau bisa design web atau apa gitu?" Aku pun mengalihkan perhatianku pada kakakku ketika mendengar pertanyaannya.

"Kenapa kau tanya pada adikmu yang masih SMA ini? Apakah kau pikir di SMA kita mempelajari hal semacam itu?" Sanggahku.

"Yah…! Kau kan tiap hari di depan laptop, masa gitu doang ga bisa sih" Jawab Itachi.

"Lihat, lihat, gue lagi ngapain" Kataku sambil membuka layar laptopku lebar-lebar dan menunjukkannya pada kakakku seolah-olah sedang mengiklankan apa yang ada di layar laptopku, yang tentu saja adalah game yang belum selesai.

"Makanya, sekarang belajar aja dulu. Beberapa bulan ini mungkin aku akan sedikit sibuk dengan pekerjaanku, jadi aku gak bisa mempelajari itu secara maksimal" Kata Itachi.

"Ah…! Kamu pikir aku gak sibuk dengan sekolah apa?"

"Yee…! Orang dewa mah beda. Jika hanya untuk mempertahankan peringkat saja, kau pasti bisa lah sambil belajar gituan" Jawab Itachi. Kata-katanya sedikit membuatku kepikiran, Yah, bukan bermaksud sombong atau apa sih, tapi aku juga ngerasa bosen bila mendengar pelajaran yang itu-itu mulu.

"Terus, abis itu buat apa?" Tanyaku. Kan percuma aja jika aku belajar bikin web terus gak guna? Mending maen game sekalian lah.

"Sini-sini, dengerin"

End of Sasuke's POV

"Sasuke? Bukannya lu dipanggil tadi?" Tanya seseorang berambut coklat sambil asyik memakan kripik kentang. Pemuda berambut raven yang dipanggil Sasuke tadi mengalihkan perhatiannya dari laptopnya dan memandang pria tersebut dengan tatapan 'apaan?'

"Lu dipanggil, baka" Sahut seseorang dengan tato taring di kedua pipinya. Sasuke pun mengerutkan dahinya mendengar ucapan temannya.

"Dipanggil kemana?" Tanya Sasuke masih belum ngeh dengan apa yang dibicarakan oleh kedua temannya tersebut.

"itu tadi, lu dipanggil pake toa supaya kumpul di aula" Kata pemuda bertato taring tadi, Kiba, dengan sedikit kesal. Sasuke pun berdiri dengan wajah heran sambil melongok keluar kelas. Dipanjangkannya lehernya untuk melongok kearah aula yang berada lurus dengan pintu masuknya. Beberapa orang anak tampaknya juga sudah berkumpul disitu, meskipun pemuda itu sedikit gak yakin dengan ucapan dari dua orang temannya itu.

Pemuda itu pun bergegas turun dengan sedikit perasaan ragu-ragu dan langsung berlari menuju kearah aula sekolah.

Suasana aula tampak ramai dengan beberapa orang yang berkumpul menurut beberapa golongan. Sasuke hanya bisa melihat mereka dengan pandangan heran seperti orang linglung.

"Sasuke, kesini…!" Seru seorang dengan jenggot lebat yang menutupi dagunya beserta samping kepalanya. Dua orang anak yang tampaknya merupakan senpai dari Sasuke tampak duduk di depan sensei tersebut sambil memandang Sasuke seolah pemuda itu adalah anak bodoh.

Sasuke pun berjalan menuju senseinya tersebut dan kemudian duduk di sebelah seorang pria berambut jingga jabrik.

"Yah…! Sudah lengkap, jadi sekarang akan saya jelaskan maksud dikumpulkannya kalian di aula ini" Kata sensei brewok bernama Asuma tersebut sambil membuka sebuah lembaran yang berisi tabel absen.

"Sasuke, Pain, dan Konan ya?" Katanya mengabsen tiga orang yang berada di depannya sambil membaca lembaran yang dibawanya. Mereka bertiga pun mengangguk secara serentak ketika mendengar nama mereka dipanggil.

"Baiklah, kalian disini akan mewakili sekolah kita untuk melaksanakan olimpiade komputer" Kata Asuma yang sukses membuat tiga orang itu menelan ludah secara bersamaan lagi. Khusus untuk Sasuke, dia sekarang sedang menatap kosong kedepannya sambil menggosok-gosok dagunya.

"Olimpiade ini akan dilaksanakan kira-kira empat minggu lagi di sekolah kita. Sensei tau pemberitahuan ini agak sedikit mepet, tetapi sensei harap ada salah satu dari kalian bertiga yang bisa lolos untuk ke tingkat provinsi" Kata Asuma melanjutkan kembali ucapannya.

Bocah ayam itu tampak tidak mendengarkan ucapan senseinya dan hanya bisa terdiam sambil menatap ke depan selama Asuma berpidato di depannya.

"Dan begitulah, apakah ada yang ditanyakan?" Sasuke pun mengangkat tangannya ketika mendengar hal tersebut.

"Soal olimpiade komputer itu gimana sih? Saya penasaran dengan contoh soalnya" Kata Sasuke. Asuma tampak tersenyum kecil mendengar ucapan Sasuke. Dia pun mengeluarkan beberapa lembar lagi kertas dari tasnya dan kemudian membagikan kertas tersebut kepada tiga orang di depannya.

"Saya baru saja browsing tentang contoh soal untuk olimpiade tahun lalu. Mungkin bisa kalian pelajari di rumah nanti. Dan, mulai hari ini kita akan ada bimbingan. Yah…! Tidak setiap hari juga, tapi minimal 3 kali seminggu lah" Kata Asuma menjelaskan sistemnya.

Bocah berambut raven itu pun kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri, kali ini dia menghiraukan semua ocehan yang diajukan oleh dua orang temannya tersebut untuk bernegosiasi soal kapan enaknya bimbingan ini dilakukan.

Mata onyxnya membaca soal cerita yang cukup banyak di soal bagian analitika, beberapa saat kemudian biji onyx itu pun menerawang keatas, mencoba untuk membayangkan seperti apa deskripsi soal yang memang dibuat rumit tersebut.

Setelah itu, dia pun membalik lembar soal tersebut menuju bagian selanjutnya. Dibacanya baik-baik soal yang memang terlihat agak pendek tersebut. Dahinya kembali berkerut, seolah memikirkan dan menimbang semua jawaban yang mungkin untuk soal tersebut, meskipun dia tahu bahwa terkadang ada beberapa soal yang memiliki angka diluar nalar manusia.

Seulas senyuman tipis tersungging di wajah tampannya saat dia berhasil menyelesaikan satu soal, tampaknya dia menyadari sesuatu ketika melihat soal tersebut.

"Bagian matematika. Apakah ini hanya kebetulan?"

TBC

Thanks for Read