Hate The Beginning Of Love

Disclameir : Kyu ama Wook milik orangtua mereka masing-masing.

Pair : Kyuwook, Haehyuk (selalu ada), Kangteuk, Sichul dll.

Warning : lebay, mengandung unsur BL alias humu-humu alias sho-ai alias pecinta sesama jadi kalau tidak suka jangan di baca, rada nyinetron (?), berantakan, TYPO, alur kereta api,bacaan gaje, EYD + 2P (Ejaan Yang Diinginkan dan Pemikiran ala Penulis) XD, no copas.

Fic ini bukan sepenuhnya punya kimi karena ide fic ini milik lailatul magfiroh salah satu readers kimi.

Kimi berharap kalian akan suka dan mau mereview fic ini.

sekali lagi kimi kasih peringatan bagi yang tidak suka jangan dibaca klik back aja, warning sangat berlaku jadi NO BASH.

previous

'Semoga setelah tinggal beberapa hari di sini kau mau berubah Kyu'

Chapter 4

"Wookie bukankah kau harus segera kesekolah." Kangin mengingatkan putranya yang masih berdiri di dekatnya sedangkan Kyuhyun sudah pergi entah kemana atau sudah berangkat lebih dulu mungkin.

"Ah ne, Appa aku berangkat sekolah dulu ne." Pamit Ryeowook dan buru-buru melangkah kearah halte bus , namun belum tiga langkah ia berjalan sebuah motor besar dari arah berlawanan menghampirinya dan berhenti tepat di depannya.

"Wookie, mau berangkat bersama?" tawar sang pemilik motor a.k.a Sungmin.

"Eh tapi.."

"Sudah naik saja, kajja ini sudah siang loh." Tanpa basa-basi Sungmin menarik tangan namja mungil itu agar berada di samping motornya.

"Ne baiklah, tapi jangan ngebut lagi." Ryeowook melepas kacamatanya kemudian memakai helm yang di sodorkan Sungmin kemudian naik keatas motor besar milik namja yang ternyata sangat menyukai warna pink itu, Sungmin tersenyum di balik helm-nya.

"Ne tenang saja." Sungmin menyalakan motornya kembali kemudian melajukannya.

Kangin diam-diam memperhatikan keduanya dari kejauhan, 'wookie, Appa harap kau jangan terlalu dekat dengannya' banti Kangin yang masih menatap motor milik Sungmin yang perlahan mulai mengilang dari pandanganya.

midorikim^^

Sesampainya di sekolah Sungmin menghentikan motornya di area parkir sekolah, Ryeowook dan Sungmin turun dari atas motor kemudian berjalan ke dalam gedung sekolah.

Eunhhyuk yang saat itu baru saja tiba melihat keduanya sedang berjalan bersama sambil sesekali melempar senyum, 'Mwo? Wookie dan si maniak kelinci itu' batinnya sambil menatap keduanya tak percaya, sesaat kemudian kedua matanya terbelalak kaget, 'Ya! Apa-apaan tangannya itu, mencoba mendekati Ryeowook eoh? Tidak bisa di biarkan' sungutnya dalam hati saat arah matanya tak sengaja melihat Sungmin yang perlahan menggenggam tangan Ryeowook, Eunhyuk mempercepat langkahnya.

Bruk

Eunhyuk menengahi keduanya yang otomatis melepas tangan yang saling berpegangan itu,"Oops, ehehehe Wookie tumben datang berdua dengan Minnie sunbae?" tanya Eunhyuk sekedar basa-basi.

Sungmin memasang wajah masam karena momentnya di ganggu mahluk blonde di sampingnya.

"Ah, tadi kebetulan saja Hyukkie." Jawab Ryeowook agak gugup, Eunhyuk memicingkan matanya.

"Jeongmal?" tanya Eunhyuk tak percaya.

"N-Ne.."

"Wookie, aku kekelas duluan ne." Ucap Sungmin yang di balas anggukan kaku dari Ryeowook dan tatapan tak suka dari Eunhyuk.

"Wookie, pertanyaanku belum kau jawab dengan benar." Eunhyuk menatap Ryeowook tajam.

"Aku sudah menjawabnya dengan benar." Jawab Ryeowook, Eunhyuk memanyunkan bibirnya.

"Aku sarankan kau jangan terlalu dekat dengannya." Ryeowook menghentikan langkahnya.

"Hyukk, berhentilah berpikiran yang tidak-tidak tentang Sungmin hyung, lagipula kitakan sudah lama bersahabat."

"Iya, dan sahabat juga bisa jadi cinta." Ucap Eunhyuk kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dengan kaki yang di hentak-hentakan.

Ryeowook menggelengkan kepalanya saja, 'Sahabat bisa jadi cinta, yang benar saja.' Ujarnya dalam hati sambil meneruskan langkahnya menuju kelasnya.

Eunhyuk pov

Aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di pikirkan Ryeowook, apa dia tidak pernah menyadari jika selama ini sunbae-nya itu menaruh perhatian padanya.

Dari awal mereka berkenalan aku sudah merasa aneh dengan sikap dan tatapan Sungmin sunbae pada sahabatku itu, dulu aku tidak terlalu memikirkannya karena ku pikir Sungmin sunbae hanya memandangnya sebagai dongsaengnya saja namun semakin hari sunbae semakin sering mendekati Ryeowook dan kecurigaanku akan perasaan Sungmin sunbae terbukti saat aku tak sengaja menemukan selembar kertas yang tak sengaja terjatuh dari tasnya, dan aku benar-benar terkejut saat membaca tulisan di kertas itu.

'Ryeowook untuk Sungmin'

Begitulah kira-kira isi kertas itu dan di sana juga ada tambahan jika dia akan memisahkan Ryeowook dan Kyuhyun.

Andwae!

Tidak bisa di biarkan, aku sekalipun tidak menyukai namja evil yang kelewat sombong itu, tapi jika melihat Ryeowook yang dengan tulus mencintainya tentu saja aku akan membuat hubungan mereka tetap bertahan.

"Dasar, pabbo!" seruku keras.

"Siapa yang pabo?"

"Eh?" aku menoleh pada seseorang yang baru saja bertanya, dia adalah Donghae namjachinguku.

"Bu-bukan siapa-siapa kok, ehehehe." Kataku salah tingkah, ku perhatikan sekitarku ternyata aku salah arah ini adalah pintu kelas kekasihku, pantas saja.

Eunhyuk pov end

"Kau sedang apa di sini, heum?" tanya Donghae pada kekasihnya.

"Tadi aku sebenarnya ingin masuk kelas, tapi malah nyasar kesini." Jawabnya, agak malu mengingat dirinya dari tadi menggerutu tak jelas dan malah berakhir di depan kelas kekasihnya.

Donghae mengerutkan keningnya, "Memangnya kau sudah bersekolah di sini berapa lama Hyukk? Sampai-sampai kau harus salah kelas, oh atau saking rindunya kau pada namja tampan ini sampai-sampai langkah kakimu membawamu kemari."

"Yak! Jangan geer dulu, aku memang salah jalan kok tadi, huh." Eunhyuk membuang mukanya kesamping lalu berjalan memutar arah menuju kelasnya dengan kaki yang di hentak-hentakan pada lantai, Donghae terkikik geli melihat tingkah kekasihnya yang sangat lucu di matanya.

.

.

.

Sepulang sekolah Ryeowook berjalan seorang diri menelusuri terotoar jalan sesekali namja mungil itu melirik-lirik toko-toko yang di lewatinya, saat asik melihat-lihat toko di sampingnya tiba-tiba..

Bruk

"Appo!" seseorang mengaduh kesakitan.

"Ah mianhae, hyung tidak melihatmu berjalan di depan tadi." Ucapnya meminta maaf sambil membantu anak kecil berusia sekitar 10 tahun, anak itu hanya tersenyum manis.

"Gwaenchanna, aku tidak apa-apa hyung." Ujarnya, Ryeowook menghela nafas lega untunglah anak laki-laki di depannya ini bukan anak cengeng atau anak manja yang bersifat sombong.

"Rumahmu dimana? Bolehkah hyung mengantarmu?"

"Tidak perlu hyung, lagipula aku sudah ada yang menjemput." Anak kecil itu menolak halus.

"Ya sudah, kalau begitu hyung pergi dulu, hati-hati ne." Anak kecil itu mengangguk penuh semangat sambil memperhatikan kepergian Ryeowook.

"Henry." Anak kecil itu menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya.

"Umma kenapa lama sekali, aku sampai berjalan-jalan sendiri karena bosan menunggu Umma." Anak kecil yang ternyata adalah Henry itu merengut sambil mengembungkan kedua pipi chubbynya.

"Mianhae chagie, tadi Umma mengobrol dulu dengan guru les piano-mu, katanya mulai besok ia akan di gantikan oleh mantan muridnya."

"Benarkah? Ah bagaimana kalau dia pengajarannya kurang bagus."

"Tenang saja chagie, katanya dia sangat berbakat dan pintar kau pasti akan bertambah pintar jika di ajari olehnya begitu kata guru les-mu." Jelas sang Umma, Henry menimbang-nimbang ucapan Ummanya.

"Baiklah akan kucoba." Ujarnya.

"Kajja kita pulang."

"Ne."

.

.

.

"Kyu sudah pulang?" tanya Ryeowook ketika melihat tunangannya sudah duduk di sofa ruang tamu sambil memegang PSP kesayangannya.

"Hm, darimana saja?" tanyannya tanpa mengalihkan perhatiannya, 'tumben dia bertanya' batin Ryeowook.

"Tadi aku bertemu dengan mantan guru les piano ku, kemarin dia menawariku mengajar piano dan aku baru menerimanya sekarang." Jawab Ryeowook, namja mungil itu mendudukan diri di samping Kyuhyun.

"Kau bisa bermain piano?"

"Bisa, dulu aku sering belajar bersama Appa, tapi sejak Appa jarang belajar bersama Appa lagi dan terpaksa ikut les piano." Jelasnya.

"Kapan kau mulai mengajar?"

"Besok." Kyuhyun mengakhiri permainan gamenya.

"Mulai besok aku akan mengantar-jemputmu di sekolah dan tempatmu mengajar." Ucapnya sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.

Ryeowook menatap tak percaya tunangannya, 'apa dia tadi terbentur sesuatu, atau jangan-jangan dia bukan tunangannya' pikirnya merasa aneh dengan perubahan mendadak tunangannya.

.

.

Keesokannya Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya, ia berangkat kesekolah bersama Ryeowook dengan mengendarai motor pemberian Appa Kyuhyun, Eunhyuk yang melihat hal paling langka dalam sejarah percintaan sahabatnya pun sampai meloncat dari motor kekasihnya untung saja kejadiannya saat motor sudah berhenti jadi bisa di katakan Eunhyuk baik-baik saja buktinya kini namja bergummy smile itu sedang berdiri di depan sang sahabat.

"Psstt, apa benar dia Cho Kyuhyun si arogan itu, tumben dia mau satu motor bersamamu." Bisik Eunhyuk.

"Entahlah sejak pulang sekolah kemarin sikapnya jadi begitu." Balasnya yang juga berupa bisikkan.

"Apa yang kalian bisikkan?" tanya Kyuhyun tajam, instingnya mengatakan jika keduanya sedang membicarakan dirinya.

"Ehehehe Kyu, ah aku sepertinya harus segera kekelas, Wookie kajja kau harus masuk kelas juga." Eunhyuk menarik lengan sahabatnya.

"Andwae, Ryeowook akan kekelas bersamaku lagipula kita masih satu kelaskan." Ketusnya sambil ikut menarik lengan Ryeowook.

"Jinja? Bukankah biasanya kau kekelas sendirian." Kyuhyun menatap Eunhyuk tajam begitupula sebaliknya bahkan Ryeowook bisa melihar aliran listrik saling beradu dari kedua mata mereka.

"Se-sebaiknya kita sama-sama kekelas saja." Usul Ryeowook, lalu mengamit tangan sahabat dan tunangannya supaya adil maksudnya, Donghae berdecak kesal saat sadar dirinya ditinggal kekasihnya.

"Khe, seenaknya saja aku di tinggal sendiri." Gerutunya sambil mengikuti langkah ketiganya.

.

.

Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan dan berlari menuju kantin atau tempat mereka biasa makan siang saat beristirahat, Ryeowook berjalan menuju kantin sambil membersihkan kacamatanya dengan tisu.

"Wookie!" sebuah lengkingan yang memanggil namanya terdengar dari arah belakang dan melesat cepat kearahnya.

Bruk prang krekk

Bunyi tubrukan antar tubuh dan pecahan kaca terdengar di lorong sekolah dekat dengan kantin, namja mungil bernama Ryeowook tampak shok begitu melihat benda yang selalu bertengger di antara hidung dan matanya jatuh dan pecah plus terinjak dengan tidak elitnya.

"Mi-mianhae Wookie, aku tidak sengaja menabrakmu." Ucap Eunhyuk dengan nada menyesal yang di buat-buat padahal sebenarnya sengaja.

"Kacamataku." Gumam Ryeowook dengan nada sedih.

"Tenang Wookie aku pasti memperbaikinya." Kata Eunhyuk sambil memungut kacamata milik Ryeowook.

Trak

Gagang kacamata yang tadi di pegang Eunhyuk patah saat namja mungil itu memeriksa kondisi kacamata sahabatnya yang langsung ber'ups' tanpa dosa.

"Yak apa yang kau lakukan eoh, kacamata ku."

"Wookie bagaimana ini kurasa ini tidak bisa di perbaiki, ah sebaiknya ini di buang saja." Dengan entengnya Eunhyuk membuang kacamata itu ke tong sampah yang ada di depannya.

"Ya kenapa kau malah membuangnya." Ryeowook hendak mengambil kembali kacamata yang sudah adaa di salam tong sampah itu jika saja Eunhyuk tida mencegah lalu menyeretnya pergi.

"Jangan di ambil lagi, kajja aku akan mengantinya dengan yang lebih 'layak'." Ucapnya dengan penekanan pada kata 'layak'.

.

.

"Coba lihat Wookie, kau lebih manis tanpa benda jelek itu." Komentar Eunhyuk saat sahabatnya kini tidak menggunakan kacamata .

"Tapi aku belum belum terbiasa Hyukk." Kata Ryeowook.

"Apa salahnya menggunakan softlenc, Wookie." Saran Eunhyuk, Ryeowook tak menyahut dia hanya menatap pantulan dirinya di cermin kecil yang berada di atas meja counter tempat penjualan kacamata dan kontak lens.

"Ta-tapi nanti aku akan menjadi aneh, Hyukk." Ujarnya, Eunhyuk memutar bola matanya 'justru kau lebih aneh dengan kacamata tebalmu itu Wookie.' Ucapnya dalam hati.

"Dengar, aku tak peduli dengan alasanmu, mulai sekarang kau harus memakai itu." Tunjuknya pada sebuah kontak lens berwarna bening. Ryeowook menghela nafas pasrah dan akhirnya meng'iya'kannya saja.

#Kimidori-chan -^^-

Kedua sahabat itu memasuki koridor sekolah, para murid yang masih berada di sekitar koridor sekolah terpana melihat sosok yang kini tanpa kacamata itu bahkan ada yang tak berkedip sama sekali.

"Kau lihat, mereka yang dulu sering mengolok-mu sekarang bahkan tak bisa berkata apa-apa." bisik Eunhyuk. Ryeowook memperhatikan sekelilingnya, para murid melihat kearahnya dan itu membuatnya risih.

"Tapi aku merasa tak nyaman dengan tatapan mereka semua." Sahutnya.

"Kau hanya belum terbiasa. Santai saja dan jangan pedulikan mereka jika kau merasa risih."

Keduanya pun masuk kedalam kelas, suasana di dalamnya pun persis seperti di koridor sekolah para murid yang melihat Ryeowook pasti langsung menatapnya dengan tatapan terpana dan jangan lupakan juga sang tunangan yang menatap tajam kearahnya namun kali ini berbeda tatapan matanya itu sirat akan kecemburuan.

.

.

Bell tanda waktu pulang berbunyi, seluruh murid mulai merapikan peralatan sekolahnya dan memasukannya kedalam tas masing-masing.

"Kyu, aku..."

"Sepulang sekolah kau akan mengajar les piano kan. Aku akan mengantarmu." Ucapnya cepat memotong ucapan Ryeowook barusan.

"Tapi apa kau tidak ada acara dengan teman-tamanmu?" tanyannya.

"Bukankah kemarin aku sudah bilang padamu jika aku akan mengantar jemputmu kemanapun mulai hari ini." Terangnya, Ryeowook terdiam jujur dalam hati ia merasa senang tunangannya sudah mulai berubah walau sampai sekarangpun ia tidak tahu kenapa tunangannya yang dulu sepertinya sangat benci padanya kini berubah.

"Err, baiklah." Ucapnya, Ryeowook selesai merapikan peralatan sekolahnya, namja mungil itu pun berdiri lalu keluar dari kelasnya bersama sang tunangan.

Eunhyuk tersenyum melihat perubahan sikap Kyuhyun walau terkesan aneh dan mendadak, namun dalam hati ia berdo'a semoga namja evil itu tetap seperti itu selamanya agar sahabatnya selalu bahagia.

#kimidori-chan -^^-

Sepanjang koridor sekolah keduanya hanya diam tak saling menyapa, sebenarnya Ryeowook ingin sekali bertanya tentang perubahan sikapnya tapi ia urungkan karena takut tunangannya akan tersinggung atau malah kembali membencinya.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun lirih, hampir tak terdengar jika dalam jarak yang cukup jauh.

"Hah?" Ryeowook menoleh dengan kening berkerut.

"Kenapa kau melepas kacamatamu itu?"

"Kacamataku rusak karena terjatuh dan terinjak oleh Eunhyuk tadi siang, Kyu. Dan Eunhyuk menyarankanku untuk memakai softlenc." Jelasnya, raut wajah Kyuhyun berubah keruh.

"Tapi aku tak suka. Kau jadi pusat perhatian dan itu.. itu..." 'itu membuatku kesal' lanjutnya dalam hati.

Ryeowook menunduk seharusnya ia tak menyetujui saran sahabatnya itu jika ternyata membuat Kyuhyun bersikap seperti ini sekarang.

"Mianhae, aku..."

"Tak perlu minta maaf. Justru akulah yang harus mengatakannya, tak sepantasnya aku berkata seperti tadi." Ryeowook menatap tak percaya, tunangannya baru saja meminta maaf padanya? Hal yang paling anti di lakukannya sejak dulu bahkan pada oranglain sekalipun.

"Kyu.."

"Ah sudahlah, kajja bukankah kau harus datang ketempat les untuk mengajar." Namja tinggi itu menarik tangan Ryeowook dan berjalan semakin cepat keluar dari gedung sekolah.

#

#

Bocah 10 tahun itu tampak konsentrasi dengan permainan pianonya, di sampingnya duduk Ryeowook yang membimbingnya, bocah itu tampak bersemangat terlihat dari binar matanya yang berseri.

Plok plok plok

Ryeowook bertepuk tangan saat Henry selesai memainkan pianonya, "Aku tidak menyangka kau akan secepat ini menguasai note-note ini, hebat." Pujinya, Henry tersenyum malu mendapat pujian dari sosok yang baru saja di kaguminya saat pertama kali bertemu.

"Itu karena aku suka sekali bermain piano, hyung." Katanya dengan semangat, Ryeowook mengusap surai coklak milik Henry dengan sayang.

"Kalau begitu kau harus semakin giat belajar dan berlatih agar semakin hebat, arra." Ryeowook menasihati muridnya yang langsung di tanggapi dengan antusias oleh sang murid.

"Ne Hyung cantik." Ucapnya polos sambil mengangguk.

Blush

Eh? Apa katanya cantik, err walau berat mengakuinya tapi Ryeowook membenarkan ucapan sang bocah, ck ck.

"Ngomong-ngomong, bukankah kemarin hyung memakai kacamata? Sekarang di kemanakan? Pantas saja aku merasa ada yang berbeda dengan penampilan hyung." Ucapnya dengan berbagai pertanyaan. Ryeowook agak gelapan menjawabnya karena terlalu banyak pertanyaan.

"Seseorang tak sengaja merusaknya." Jawabnya, Henry memiringkan wajahnya dengan kedua alis bertaut bingung wajahnya terlihat makin imut dengan pose itu, arah matanya tertuju pada sosok jangkung ang kini duduk santai di sebuah sofa tak jauh darisana.

"Apa hyung berwajah galak itu yang melakukannya?" celetuk Henry, Ryeowook terbelalak.

"Sssttt jangan mengucapkan kalimat itu nanti dia bisa mendengar. Lagipula yang melakukannya sahabatku di sekolah tapi ia juga tak sengaja kok saat menginjaknya." Jelasnya.

"Tapi hyung memang lebih baik jangan memakai benda tebal itu lagi ne. Hyung terlihat lebih cantik sekarang." Ryeowook merona dan salah tingkah, walau pun masih kecil Henry ternyata pandai sekali mencari perhatian.

Di sudut lain ruangan itu tampak seorang namja berambut ikal kecoklatan sedang duduk di sebuah sofa yang telah tersedia di sana, namja tampan itu terus memperhatikan Ryeowook yang masih mengobrol dengan muridnya, namja tinggi itu beranjak lalu berjalan mendekati keduanya.

"Wookie, apa kau sudah selesai mengajarinya. Jika sudah kajja kita pulang."

Ryeowook menoleh pada Kyuhyun, "ah ne. Henry lesnya cukup sampai disini dulu ne. Besok kita lanjutkan lagi."

"Ne hyung. Sepertinya aku juga sudah di jemput. Sampai jumpa lagi hyung." Henry keluar dari ruang les.

"Bocah itu jika di perhatikan sedikit mirip denganmu."

"Benarkah?"

"Lupakan. Kajja kita juga harus segera pulang." Lagi, tangan Ryeowook di pegang oleh sang tunangan. Ryeowook tersenyum hangat seraya memperhatikan tangan besar yang memegang pergelangan tangannya itu.

'Ku harap hal ini terus bertahan.' Do'a-nya dalam hati.

Tbc

Adakah yang masih ingat dengan ff ini? Sudah hampir 10 bulan ff ini terlantar dan kimi baru bisa update sekarang.. jujur kimi mendapat WB parah jadi ide buat ff ini buntu yah walau ide berdua pun tapi yang punya ide asli ngilang entah kemana #ditampollaila. Jika ada yang bertanya kenapa kyu bisa berubah secepat itu di chap ini jawabnya ada di chap depan^^...

Moga masih ada yang berkenan untuk mereview ff gaje ini mohon maaf atas segala kekurangan yang ada di chap ini..bye-bye semuanya dan sampai jumpa di chap depan.

Review please..