Asalamualaikuuuuuum…atoook…ooo atookk*brak*

Oh ya..halo minna san..^.^ kembali lagi dengan Saya…Author geje bin dablek(readers: baru nyadaaar?) yang membawakan fic yang geje pula(he?)

Ok! kita ke balasan review para readers

-sun setsuna : makasih ya atas reviewnya, saya akan berusaha sebisa saya untuk memperbaiki fic yang telah lalu (?)

-Anonymouse Me : makasih atas reviewnya sekali lagi, ini juga semua karna Anda

-FLAMER HUNTERS : Terima kasih atas dukungannya

-Ryuuta : Thangks yah atas reviewnya. Saya akan berusaha memperbaikinya

-Just Ana : makasih udah review balik. Oh ya… panggil aja namaku The(?)

-Hikari no Kyori : thangks udah review. Pasti kata-katamu akan saya taruh dibawa bantal(?) a.k.a dituruti

-oxygene : hn. Io tenang sa. Tapi Jang talalu menghina katong seng bimodal ka. Su talalu amat lhai eee. Tapi dangke lhai su review beta pung fic

-Rein Cerise : thangks udah review lagi. Kenapa Sasuke seperti itu? Baca aja kelanjutannya supaya tak penasaran (dikejar Rein pake terong-?-)

-breakbullet : thangks yah udah review. Baca lagi yah (bb : ogah!)

Ok minna san inilah dia Misterius Boooooyyyyy

Krik krik krik

DISKLIMINER : MASASHI KISHIMOTO SENSEY

STORY : THE PORTAL TRANSMISSION 19

PIRING, GELAS, SENDOK (?) SASUSAKU

LETS WE SEE IT !

WELCOME TO TRANSMISSION WORLD

9

8

7

6

5

4

3

2

1

LOADING ERORR *PLAK*

MISTERIUS BOY PRESSENT. WAR(READERS : WOOOYYYY KAPAN MULAINYA?)

Sakura sedang berjalan-jalan dimalam hari menuju rumahnya saat dia melihat sosok yang berada ditengah kegelapan malam berjalan teresok-esok menuju kearahnya sambil memanggil namanya. Sakura begitu takut melihat sosok itu yang tak jauh darinya dan sekarang sedang berjalan kearahnya.

Sakura ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. Tapi seolah-olah hatinya menahan langkah kaki Sakura. Sosok itu semakin dekat dan dekat sekali lagi sambil memanggil nama Sakura. Sakura semakin ketakutan saat sosok itu semakin mendekat.

Sakura tidak bisa menggerakan kakinya lagi saking gugupnya. Sosok itu semakin terlihat jelas oleh cahaya lampu jalan yang berada didekat Sakura. Dan tak lama wujud sosok itu terlihat dengan jelas.

Betapa terkejut dan syoknya Sakura ketika mengetahui siapa sosok itu yang ternyata adalah Sasuke. dengan kondisi tubuh penuh luka sobek akibat benda tajam, juga memar yang sangat parah dan darah bercucuran dengan sangat derasnya dari kepala bocah Uchiha itu.

"Sa-Sasukeeeee!" Sakura berteriak histeris memanggil nama Sasuke

"Sakura" Sasuke juga balik memanggil nama Sakura dengan nada pelan sambil menahan rasa sakit

Tak menunggu waktu lama. Sasuke pun ambruk dihadapan Sakura

"Sasukeee… tidaaaaaakk!"

"Sakura…. Sakura…"

Sakura membuka matanya. "Oh…ternyata hanya mimpi" gumam Sakura dalam hati.

"Sakura.. apa Kau tidak apa-apa?" tanya seorang dari luar kamar

"Ti-tidak bu… aku baik-baik saja" balas Sakura setengah teriak

"Kalau begitu cepatlah kamu mandi…nanti keburu terlambat ke Sekolah"

Sakura melihat jam weeker di sampingnya. Ternyata sudah menunjukan pukul 6 pagi. Sakura pun beranjak dari tempat tidur untuk mandi dan bersiap-siap pergi kesekolah

Sesampainya disekolah. Dia terlihat terus melamun karna terus memikirkan apa yang dimimpikannya semalam. Mulai dari memasuki halaman sekolah sampai kedalam kelas. Teman-teman yang menyapanya juga tak dihiraukan. sehingga memunculkan satu tanda tanya besar dikepala mereka.

Sesampainya diruang kelas. Dia mulai melanjutkan lamunannya di tempat duduknya. Hinata, teman sebangku dengan Sakura yang sedari tadi bingung melihat tingkah laku Sakura pun memutuskan untuk menyapanya.

"Sakura?" Sakura tidak bergeming. Hinata melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Sakura. tapi sama saja. Seakan-akan Raganya sudah terpisah dari tubuhnya. Karna sudah tidak sabar lagi, Hinata pun berteriak tepat di telinga Sakura.

"Whooe…Sakura!"

"Ah! Ada apa? Kenapa? Dimana?" Sakura gelagapan tak karuan karna terkejut. Hinata Cuma bisa sweatdroop.

"Kamu kenapa Sakura?" tanya Hinata lembut.

"Ah. Aku tidak apa apa" jawab Sakura mengelak.

"Kamu jangan bohong Sakura. jika kamu punya Masalah, ceritakan saja padaku. Kita kan sahabat" kata Hinata lembut

Sakura terdiam sejenak dan kemudian dia mulai bercerita.

"A-aku semalam memimpikannya" kata Sakura pelan.

"He? Mimpi siapa?" Tanya Hinata penasaran.

"Tentang Sasuke." Jawab Sakura singkat.

"Sasuke? Siapa dia?" Tanya Hinata lagi.

Sakura tersadar dari lamunannya dan kemudian berkata."He-eh. Maaf ya. Kamu mungkin tidak mengenalinya. Karna dia murid baru dikelas ini" kata Sakura sambil tertawa.

"Murid baru? Sejak kapan" Tanya Hinata bengong dan juga penasaran.

"Sejak kemarin tau. Haha…makanya rajin masuk sekolah dong. Murid baru aja ngak tahu" kata Sakura disela tawanya. Tawa yang dipaksakan.

"Kemarin kan aku sakit." Kata Hinata cemberut

"Siapa yang suruh kamu sakit? Salah kamu sendiri kan" kata Sakura sambil menahan tawanya

Hinata Cuma bisa sweatdroop.

"Oh ya. Siapa nama murid baru itu" Tanya Hinata lagi setelah kembali ke keadaan semula.

"Ada deh… nanti kamu sendiri juga akan tahu" jawab Sakura sambil tersenyum.

"Huh!.. pelit banget kamu" kata Hinata lagi juga dengan senyuman. Tapi terlihat dia sangat tidak sabar lagi ingin mengetahui siapa murid baru itu.

Sementara itu di sebuah ruangan rahasia di area KHS (baca gudang).

"Aku tidak terima dengan semua yang dia lakukan pada kita! Pokoknya kita harus membalasnya!" kata salah satu dari 5 orang pria di ruangan itu.

"Tapi kamu sendiri sudah tahu kan kalau dia bukan orang sembarangan" balas pria lainya yang memakai cadar

"Tapi aku setuju dengan ketua kita. Kita harus membalasnya. Dia juga sudah membuatku malu dihadapan para murid-murid yang lain. Pokoknya kita harus memberi dia pelajaran!" sahut pria lainnya yang berambut kuning.

"Tapi bagaimana cara kita membalasnya? Kemarin Kalian lihat sendiri kan. Tendangan Deidara yang begitu keras hanya dilumpuhkannya dengan dua jari tangan." Kali ini pria berambut putih yang angkat bicara.

"Benar juga yah. Lalu kita harus bagaimana?"

Si Ketua a.k,a Pein terlihat berfikir keras. Tak berapa lama senyum kemenangan mulai terukir diwajahnya. Yang menimbulkan tanda Tanya besar di kepala anak buahnya.

"Aku tahu bagaimana caranya." Kata Pein sedikit menyerigai.

Sontak semua anak buahnya saling pandang. Dan kemudian mendekat kearah Ketua mereka untuk mendengar rencana apa yang akan dilakukan untuk membalas dendam mereka.

Kembali ke Ruang kelas 9 Ipa A. Bel tanda pelajaran dimulai berbunyi. Seluruh siswa KHS sudah bersiap –siap menanti ilmu yang akan mereka dapatkan hari ini. Semua murid 9 Ipa A juga sudah hadir semuanya. Kecuali satu orang. yaitu Sasuke.

"Konichiwa Minna san" sapa Guru Kakashi yang akan mengajar hari ini.

"Konichiwa Kakashi Sensei" balas semua murid.

"Oh ya. Apakah sudah hadir semua?" Tanya Kakashi.

"Sasukenya belum hadir Sensei" jawab si berbadan subur Chouji yang merupakan ketua kelas.

"Apa ada keterangannya?" Tanya Kakashi lagi

"Tidak ada pemberitahuan Sensei" jawab Chouji lagi

"Hmm. Baiklah. Kita mulai saja pelajarannya. Mungkin sedikit lagi dia akan datang" kata Kakashi

"Hosh" balas semua murid

Sudah lima belas menit jam pelajaran pertama berlangsung. Akan tetapi Sasuke belum juga tiba. tidak ada seorangpun Murid atau Guru yang mencemaskannya. Kecuali satu orang. yaitu Sakura. Dia mengkhawatirkan Sasuke karna takut mimpi yang semalam akan menjadi kenyataan.

Tak lama kemudian pintu kelas diketok seseorang.

Tok tok tok

Mendengar ketukan itu. Semua pandangan mata dalam ruang kelas langsung tertuju pada daun pintu yang diketok tadi. Begitupun dengan Sakura. Dia berharap orang yang mengetuk pintu tadi adalah orang yang dinantinya. Ternyata dugaannya salah. Karna ketika orang tersebut masuk kedalam kelas adalah seorang guru. Yang ternyata diketahui bernama Kurenai Sensei.

Guru Kurenai berjalan mendekati Guru Kakashi. Dan membisikan sesuatu padanya. Setelah selesai, Guru kurenai pun keluar dari ruang kelas. Dan diikuti oleh Guru Kakashi. Tapi sebelum Guru Kakashi meninggalkan ruang kelas. Beliau terlebih dahulu berpesan kepada semua murid didalam kelas agar mengerjakan latihan-latihan soal di buku yang sudah disediakan. Tujuannya agar ruang kelas tidak menjadi gaduh.

Akan tetapi Setelah Guru Kakashi meninggalkan ruang kelas. Murid-murid Bukannya mengerjakan tugas yang disuruh. Melainkan berbuat keributan di dalam kelas. Seketika ruang kelas yang bising itu berubah menjadi tenang karna masuknya seseorang didalam kelas. Bukan seorang Guru yang masuk. Melainkan Sasuke yang sedang berdiri di depan pintu.

Sakura yang mengetahui bahwa orang yang ditunggunya telah hadir pun merasa lega. Karna Ia melihat Sasuke baik-baik saja. Dan tidak seperti yang dilihatnya dalam mimpi.

"Hey Sakura. Apa orang itu yang kau maksud?" Tanya hinata pelan. Sakura hanya mengangguk kecil tanpa menoleh kearah Hinata.

"Bagaimana menurutmu?" Tanya Sakura pada hinata

"Hmm… lumayan tampan lah" jawab Hinata sambil melirik kearah Sasuke. Sakura hanya senyam-senyum tak jelas.

Sasuke merasa heran karena suasana didalam kelas yang semula bising bak keramaian dipasar menjadi sunyi seketika karna kedatangannya. tapi dia juga merasakan sesuatu yang kurang beres dengan mereka.

"Hei Uchiha! Kemana saja kamu? Kamu kira sekolah ini punya bapakmu apa? Bisa keluar masuk seenaknya!" Marah seorang murid yang mempunyai tatto taring berwarna merah diwajahnya yang bernama Kiba.

Sasuke tidak menggubris perkataannya. Dan langsung berjalan menuju tempat duduknya. Ketika dia akan mencapai tempat duduknya. Dia merasakan ada beberapa benda yang melayang sedang melaju kearahnya. Dan ternyata perkiraanya benar. Tak lama kemudian ada suatu benda yang menghantam belakang tubuhnya. Dan juga dalam jumlah yang banyak. Dia tidak merasakan rasa sakit akibat tubrukan benda itu. Tapi dia merasakan ada cairan yang membasahi belakang tubuhnya ketika benda itu mengenainya.

Sasuke membalikan tubuhnya kearah lemparan tadi. Dan akhirnya dia mengetahui benda apa yang sedari tadi menghantam tubuhnya. Dan ternyata benda itu adalah BUAH TOMAT. Dan yang melakukannya adalah teman-temannya sendiri ( Minus Sakura, Neji, Hinata dan Sai ).

Sasuke hanya pasrah saja dilempar dengan ratusan buah tomat. Dia tidak melawan atau memarahi teman-temannya. Walaupun bajunya yang semula sudah kotor dan dekil, tambah dibuat kotor lagi oleh teman-temannya yang tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Wajahnya pun sudah dipenuhi dengan noda merah bekas lemparan tomat. Dilain sisi.

Begitu sakit hatinya Sakura ketika melihat Sasuke diperlakukan seperti itu. Dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menutup mulutnya dengan buku tangannya karna menahan kesedihan dan tidak tega melihat orang yang disayanginya diperlakukan bak binatang oleh teman-temannya sendiri.

Karna sudah tidak tahan lagi. Sakura pun berdiri dari tempat duduknya dan berusaha menghentikan aksi teman-temannya.

"Hentikaaaaan!" teriak sakura pada teman-temannya.

Seketika teman-temannya berhenti dan menatap tajam kearah Sakura. Sakura tidak memperdulikan tatapan teman-temannya yang sinis. Melainkan dia mulai menegur teman-temannya ( baca : marah)

"Kenapa kalian melakukan hal yang keji itu pada Sasuke! Apa kesalahannya sampai-sampai kalian memperlakukannya seperti binatang yang tidak punya harga diri! Apa kalian tidak malu pada diri kalian sendiri hah! Kalian sungguh egois! Mentang-mentang kalian dari golongan orang-orang yang kaya sampai-sampai kalian memperlakukan orang yang lemah seperti itu! Bisa ngak kalian itu mengerti perasaannya! Bagaimana jika kalian yang berada diposisi Sasuke? Apa kalian terima diperlakukan seperti itu hah! Mikir dong! Mikiiiiiiiiirrrr!" bentak Sakura habis-habisan.

"Sa-Sakura" gumam Sasuke yang tidak percaya bahwa anak yang baru dikenalnya selama 27 jam kini tengah membelanya.

Seketika ruangan kelas begitu sunyi. Tidak ada lagi aksi lempar-melempar buah tomat. Sakura mengira bahwa teman-temannya tengah memikirkan apa yang barusan dia katakan. Tapi . . .

"Cieeee… ada yang marah nieee.." sindir Ino.

"he? Maksud kamu apa?" Tanya Sakura sedikit keras

"Teman-teman. Ternyata Sakura menyukai gembel loh" kata Ino lagi pada teman-teman yang lain dan diisyaratkan sebagai jawaban atas pertanyaan Sakura tadi.

"Eh. Ti-tidak kok. A-a-aku ti-ti" kata-kata Sakura terpotong karna teman-teman yang lain sudah menghura-hura serta menyindir dan mengejeknya.

Sakura tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Percuma dia membentak teman-temannya karna paduan suara teman-temannya lebih bising dari Suara solonya. Sakura tidak lagi memperdulikan ejekan teman-temannya. Diapun duduk kembali ke kursinya. Dan sejenak dia melirik kearah Sasuke. Dan betapa terkejutnya dia karna Sasuke kini tengah menatapnya dengan tatapan –Terima kasih-

Seketika ruang kelas yang bising itu kembali tenang dikarenakan guru Kakashi telah kembali dari urusannya dan kini tengah berada didepan kelas.

"Kenapa kalian ribut-ribut? Apa tugas yang aku perintahkan sudah selesai?" Tanya Guru Kakashi. "dan Sasuke. Kau sudah datang rupannya? Duduklah!. Jangan berdiri terus." Kata Kakashi lagi.

"Hn" seperti biasa itu adalah jawaban dari bocah Uchiha tersebut.

Semua murid (Minus Sasuke) menatap heran kearah Guru Kakashi. Mengapa? Karna mengapa Guru mereka tidak menanyakan perihal keadaan Sasuke yang blepotan karna bekas lemparan tomat tadi. Sontak mereka melirik ke belakang kelas. Tepatnya kearah tempat duduk Sasuke. Dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat kondisi Sasuke sudah seperti sedia kala. Tidak ada lagi noda bekas lemparan tomat di wajah dan tubuhnya. Bahkan kini wajahnya terlihat lebih cerah dari yang pertama. Walaupun bajunya masih sedikit kotor tanpa noda bekas tomat. Sasuke masih terlihat tenang-tenang saja seperti biasa.

"Hei. kenapa kalian semua melirik kearah Sasuke?" Tanya Guru Kakashi.

Semua murid tersadar dari keheranan mereka pada Sasuke dan serentak pandangan mereka kembali kedepan kelas. Kakashi hanya dibuat bengong karenanya. Pelajaranpun dilanjutkan kembali.

Skip time pelajaran pun usai dan digantikan dengan jam istirahat. Semua murid sudah melupakan kejadian tadi dikarenakan panggilan alam perut mereka. Seketika ruang kelas sudah seperampat kosong karna ada beberapa murid yang masih berada didalam kelas.

"Sakura. Kekantin yuk" ajak Hinata

"Sebentar yah. Kupanggil Sasuke dulu. Tidak apa-apa kan?" Tanya Sakura. Dan tanpa menunggu jawaban dari temannya. Sakura langsung menuju kearah Sasuke. Hinata hanya dibuat senyam-senyum sendiri melihat tingkah Sakura.

"Sasuke. Kekantin yuk. Seperti biasa. Aku yang traktir deh." ajak Sakura.

"Hn. Kayaknya kali ini aku tidak ikut Sakura. Aku tidak lapar." Jawab Sasuke datar.

"Apa kau Sakit Sasuke-kun?" Tanya Sakura cemas.

"Tidak. Aku tidak apa-apa. Kau pergi saja. Lagi pula kan ada temanmu yang menemani." Jawab Sasuke lagi.

"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu yah Sasuke-kun." Kata Sakura.

"hn"

Sakura dan Hinata pun keluar dari kelas menuju ke kantin. Ketika mereka sampai didepan pintu kelas. Sakura di dikejutkan oleh kedatangan orang-orang yang tak asing lagi baginya. AKATSUKI. Tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah ada tambahan satu orang lagi dianggota tersebut. Seseorang pria dengan rambut panjang berwarna hitam dan mempunyai pupil mata seperti ular. Orochimaru itulah nama pria tersebut.

"Hey nona. Kita ketemu lagi" kata Pein dengan centilnya.

"Ma-mau apa kalian dating kemari?" Tanya Sakura sedikit gugup.

"Maaf nona. Tapi kedatangan kami kali ini bukan untuk berurusan denganmu. Melainkan dengan pacarmu si GEMBEL itu" jawab Hidan dengan sedikit penekanan pada kata Gembel.

"A-a-apa yang ingin kalian lakukan padanya?" Tanya Sakura masih dalam keadaan Gugup.

"Bukan urusanmu!" jawab Deidara kasar.

Tanpa menunggu lama lagi. Para rombongan mafia tersebut langsung menerobos masuk ke dalam kelas tanpa memperdulikan Sakura yang Sedari tadi menghalagi mereka.

Ketika rombongan itu sudah berada didalam kelas. Mereka melihat seorang murid yang tak asing lagi dimata meraka. Yang tak lain adalah target mereka. Uchiha Sasuke. Merekapun berjalan kearah bocah Uchiha tersebut yang tempat duduknya dibagian pojok belakang kelas. Sakura ingin menghentikan mereka. Tetapi dia ditahan oleh Hinata yang merasa sangat tidak aman jika berurusan dengan mereka.

"Hello bocah! Kita ketemu lagi" kata Pein dengan nada yang dibuat SANGAR!.

Sasuke yang sedari tadi hanya tidur diatas meja pun tersadar dan mengangkat kepalanya. Dan alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa dia sudah dikelilingi orang-orang yang tak asing lagi baginya.

"Hn?" Tanya Sasuke

Tak menunggu waktu lama. lima kepalan tangan secara bersamaan melaju kearahnya.

BUAAK!

"Sasukeeeeeee!" teriak Sakura histeris. Sedangkan Hinata Cuma bisa menutup matanya karna tidak sanggup melihat kejadian apa yang bakal terjadi.

BERSAMBUNG

(N/A: Apakah Sasuke akan baik-baik Saja? atau sebaliknya?)

Bagaimana minna san? Pendek? Menarik ngak? Tunggu chapter 5 nya yah…

DAN Jangan lupa direview yah. Itu sangat berarti bagi masa depan Author (?)

Dan terima kasih buat para readers yang udah review.

RnR Please

Salam hangat

THE PORTAL TRANSMISSION 19