Chapter 4

Di SMA Konoha

Ku telusuri jalan koridor sekolah ini. Setelah ditinggal Sasuke, sekarang di sinilah aku, sendiri. Haha.. Apa yang ku harapkan? Sasuke terus bersamaku? Kenal saja baru tadi di bus menuju ke sekolah ini. Lagipula dari awal aku memang sendiri, Sasuke hanya teman sesaat saja, kalau memang nanti sekelas berarti kita memang ditakdirkan berteman, kalau tidak ya sudahlah.

Koridor sekolah ini sangat ramai, sepertinya orang-orang ini adalah siswa dan siswi baru sepertiku. Tapi dari semua keramaian ini ada satu spot yang sangat ramai. Semua orang di spot itu saling berdesakan melihat sesuatu yang ada di papan yang bertuliskan 'PENGUMUMAN'. Pengumuman apa yang ada di situ. Aku sungguh penasaran.

Ku dekati papan pengumuman, dan benar saja, aku harus berdesakan untuk melihat apa yang sedang diumumkan papan pengumuman itu. Setelah berdesakan dan meliuk-liukan badan, tibalah aku di depan tulisan yang di buat bold dengan ukuran yang besar, 'DAFTAR KAMAR ASRAMA'. Aku begitu penasaran, aku cari namaku. Kenapa tak ketemu juga? Ku coba cari lagi, tak juga ketemu. Ku coba sekali lagi, siapa tahu tadi ada kesalahan. Dan aku ingat satu hal, namaku Gaara di sini bukan Sakura. Kenapa sistem nama di sini memakai nama kecil dulu baru nama marga. Huh?

Ku cari nama Gaara dan ah.. ketemu. Dan hasilnya benar-benar mengejutkanku, aku.. aku akan satu kamar asrama dengan Sasuke. Tuhan, ini anugerah atau musibah? Aku tidak ingin mengecewakan Gaara, tapi jika ada Sasuke, apa benar aku bisa serius nantinya? Ku lihat sekali lagi daftar teman satu kamarku selain Sasuke. Dan ah.. Sasori Akasuna. Nama yang bagus, siapa itu? Entahlah, siapa pun itu semoga aku bisa berteman baik dengannya. Sekarang tinggal mencari kamarku, tadi sepertinya ruang 123. Aku lihat sekali lagi dan untuk terakhir untuk mengecek ruang berapakah yang akan ku tempati. Dan benar ruang 123.

Saat aku berbalik untuk mencari ruang 123, ada seorang gadis bersurai pirang dengan mata jade seperti Gaara, atau aku 'sekarang', memanggil nama Gaara. Agar tak menimbulkan kecurigaan, aku menjawab panggilan gadis itu, "Iya, Nona. Ada apa?"

Gadis itu memandangku tak percaya, lalu dia berkata, "Aku Ino, Gaara. Kau lupa padaku?".

Aku benar-benar tak bisa menjawab ini, mana aku tahu siapa gadis di depanku ini? Terlebih lagi kita sedang di tengah-tengah kerumunan. Kalau sampai ia menangis di sini, bagaimana perasaan Gaara? Kalau aku sih tak masalah, tapi Gaara? Haduh..

Lalu gadis itu berlari meninggalkan kerumunan. Aku bingung harus melakukan apa? Sungguh aku bingung. Apa gadis itu adalah teman Gaara? Tapi Gaara tak pernah memberi tahuku kalau dia punya teman seorang perempuan. Apa jangan-jangan itu pacarnya Gaara? Tapi sekali lagi, teman wanita saja tidak punya, gimana pacar? Ayolah, Gaara adalah saudara kembarku, tentu Gaara selalu menceritakan apa-apa ke aku. Tapi dilihat dari ekspresi gadis tadi pasti dia adalah orang penting untuk Gaara.

"Hey, Bung. Kejarlah dia, dia adalah wanita. Kau jangan menyakiti hati wanita seperti tadi.", ucap seorang pria yang tidak aku kenal.

Sesungguhnya aku ingin marah-marah pada orang ini, tapi sepertinya memang gadis tadi adalah orang penting bagi Gaara. Jadi tidak ada salahnya aku mengerjar gadis tadi.

Aku sudah berlari-lari gedung sekolah ini tapi tak juga ketemu gadis itu. Setelah melewati gedung O, aku berjalan ke arah taman sekedar melepas lelah setelah berlari mengelilingi satu sekolah. Dan memang dewi fortuna sedang memihak kepadaku, gadis bersurai pirang ini sedang duduk dan menangis di bangku taman.

Ku dekati gadis itu dan aku duduk di sebelahnya. Sepertinya dia belum menyadari keberadaanku. Dia masih menekuk lututnya dan membenamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Ku tepuk pundaknya dan dia menoleh ke arahku. Tangisannya semakin menjadi dan dia memelukku. Aku bingung, benar-benar bingung harus bagaimana. Dia menangis sesenggukan dan bergumam nama Gaara berkali-kali.

Setelah dia mulai tenang, aku bisa bernafas lega, karena dia tidak menangis lagi. Lalu aku memulai percakapan agar memecah keheningan di antara kami.

"Hmm.. Nona, kau sudah baikan?", tanyaku hati-hati agar dia tak tersinggung.

"Gaara, kau lupa denganku? Aku Ino, Gaara. Yamanaka Ino. Kenapa begitu cepat kau melupakanku, Gaara? Kau tahu, aku masuk ke sini untuk mengikuti jejakmu dan agar aku terus bisa bersamamu. Dan sekarang aku di sini, Gaara. Apa kau lupa dengan janjimu kepadaku, Gaara?", jelasnya panjang lebar.

"Tunggu, Nona. Aku pernah berjanji padamu? Apa itu?", tanyaku.

"Jadi benar, kau telah melupakannya. Kau memang menganggap ini tak penting, dan lebih mementingkan yang lain daripada aku. Hiks.. hiks.."

"Ino..", entah kenapa aku tidak tega membuatnya menangis, aku hanya tidak ingin kejadian sama terjadi padaku.

"Gaara, aku ingin meminta satu hal sebelum kita benar-benar berpisah, Gaara."

Aku hanya melihatnya tanpa mengucapkan satu patah kata pun.

"Cium aku, Gaara."

Hah? Apa dia bilang? Cium? Bahkan untuk ciuman dengan lelaki saja aku tak pernah. Dan sekarang dia memintaku menciumnya? Tidak mungkin. Ini sudah keterlaluan. Mungkin dengan menceritakan yang sebenarnya akan membuatnya mengerti dan aku yakin dia tidak akan mengadukan ke siapa-siapa. Kenapa aku begitu yakin? Tentu saja, gadis ini mencintai Gaara dan dia akan melakukan apa pun demi Gaara.

"Ino, sebelumnya aku ingin jujur kepadamu."

Ino menatapku dengan pandang penuh selidik.

"tapi kau janji jangan pernah membeberkannya ke siapa pun, ya?"

Ia menganggukkan kepala sebagai tanda setuju. Dan aku pun mulai menceritakan kejadian itu dari awal hingga saat ini aku berdiri.

"Jadi Gaara sedang koma?", ucapnya sambil menutupi mulutnya yang terbuka dengan tangan kirinya.

Aku hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakannya. Lalu, aku menyela, "Tapi kata dokter dia akan bangun. Gaara adalah lelaki yang kuat. Aku tahu itu". Ino menangis lagi, dan aku hanya diam sembari menepuk-nepuk pundaknya.

Lalu Ino mendongakkan kepala ke arahku sambil menyeka air matanya.

"Jadi kau Sakura? Adik kembar Gaara?", tanyanya kepadaku.

Aku mengangguk tanda aku mengiyakan.

"Bagaimana bisa kau bisa mirip dengan Gaara?", tanyanya sekali lagi.

Aku mendengus geli, "Tentu saja, aku kan adik kembarnya. Hanya diubah sedikit saja. Kami benar-benar terlihat kembar. Hanya saja aku kurang tinggi lima senti darinya. Haha".

Ino tiba-tiba menatapku, lalu berucap, "Kau harus hati-hati, Sakura. Kau adalah wanita. Dan sekarang kau akan tinggal sekamar dengan dua orang pria. Kau benar-benar harus hati-hati. Bagaimana jika mereka tahu siapa dirimu sebenarnya? Mereka bisa melakukan hal macam-macam kepadamu."

"Kau cerewet sekali, Ino. Bagaimana kamu bisa mengatakan kalimat-kalimat itu hanya dengan satu tarikan napas?", tanyaku sambil mendengus geli.

"Tentu aku cerewet, kau adalah calon adik iparku."

"Kau percaya diri sekali, Ino. Ngomong-ngomong, apa yang Gaara janjikan kepadamu?"

"Dia bilang, jika aku bisa masuk di SMA Konoha, aku dan dia masih bisa melanjutkan hubungan kami. Katanya dia tak bisa LDR."

"Hmmm, kalau begitu, begini saja. Biar identitasku tidak ketahuan, kamu mau tidak pura-pura menjadi pacarku. Jadi kau dan aku akan selalu bersama tanpa orang curiga. Benar tidak?", usulku padanya.

"Hmm, benar juga. Tapi untungnya buat aku apa dong?"

"Aku akan membantumu dengan Gaara, bagaimana? Kau mau tidak?"

"Okey, aku setuju. Mulai sekarang kita pacaran kan, Gaara sayang", ucap Ino sambil mengedipkan matanya berkali-kali dan juga memeluk lengan kananku.

"Ino, lepas..."

Dan persahabatan kami pun dimulai dari situ..

TBC

Halo, aku Width. Salam kenal ya.

aku biasa dipanggil ama temen-temenku Wida, makannya namaku Width (gak beda jauh ama nama aslinya hehe)

buat:

Bavaria Bertuzzi : Kalu soal judul aku bener-benr gak tahu kalau sama kayak filmnya One direction. Soalnya aku gak terlalu suka. Maaf ya buat yang suka one direction. Oke bakal aku lanjutin kok. Mumpung mau libur nih heheh

hanazono yuri : oke.. bakal dilanjut :DDDD

: aku udah update kilat hloo, aku baik yaa #apaan?. Oke bakal dilanjut :D

febri feven : iya update kilat, biar idenya gak pada jatuh heheh #apaan?

Makasih ya buat yang udah review, aku sempet takut hlo kalo gaada yang review. Makasih banget. Maklumlah baru pertama kali nulis ff heheh. Maafin aku kalo ada salah yaa :D