あなただけ - Only You
Author: Namikaze Miku-chan
Rate: T
Genre: Friendship, hurt/comfort, romance
(?)
Warning: main chara OC, typo dimana-
mana, abal, OOC
Summary: Andaikan ku dapat mengungkapkan
perasaanku hingga membuat kau percaya. Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku.
Selamanya.. Selamanya.. Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku
CHAPTER 4: Tears of Memories
Seorang wanita muda tengah duduk di ruang tunggu bandara. Tangan kirinya menggenggam paspor dan tiket. Sedangkan tangan kanannya menggenggam segelas kopi. Asap mengepul keluar dari gelas kopi di tangannya. Ia teguk sedikit kopi panas miliknya lalu menaruhnya di kursi kosong sebelahnya mengganti handphone touchscreen miliknya. Tampak seorang anak kecil berambut kuning tengah dipeluk kedua orang tuanya melambaikan tangan mungilnya ke arah kamera. Sedangkan orang tuanya tertawa lebar. Keluarga baru yang sangat bahagia memang.
"Aku merindukan kalian." Kayako tersenyum melihat kehangatan keluarga Namikaze di layar handphonenya.
"Pesawat Japan Airlines bernomer JA-320 tujuan Tokyo akan segera berangkat.
Diharapkan penumpang segera memasuki pesawat. Sekali lagi, Pesawat Japan Airlines bernomer JA-320 tujuan Tokyo akan segera berangkat. Diharapkan penumpang segera memasuki pesawat."
"Ah iya iya aku mengerti." Kayako bangkit dari tempat duduknya siap menuju Tokyo.
.
.
.
Perjalanan jauh dari Perancis ke Tokyo membuat tubuh Kayako lelah. Ia bahkan
belum menemui mereka. Ia ingin sekali sebenarnya namun tubuh Kayako tidak
mendukung untuk bertemu mereka.
"Kenapa harus tidak aktif sih?" Kayako begitu kesal karena ia tidak bisa
menghubungi Minato. Sudah berkali-kali namun tetap nihil. "Apa kau sibuk dengan
urusanmu hingga mematikan handphone?" Begitu lelah Kayako hingga ia jatuh tertidur. Dari mulutnya ia sempat bergumam, "Aku akan menemuimu besok. Tunggu saja Minato!"
.
.
.
~Only You~
.
.
.
Pagi yang sangat cerah secerah hati Kayako saat ini. Kayako bergegas mandi dan
membuat sarapan. Hari ini menu sarapannya omelete. Makanan kesukaannya. Setelah menghabiskan sarapan ia langsung berganti pakaian. Rok hitam selutut, kemeja putih lengan pendek, syal biru tua dan blazer hitam menjadi pilihannya hari ini untuk ia kenakan. Tidak lupa juga sepatu high heels hitamnya. Kayako langsung memacu mobil porchenya
Sesampainya di Namikaze's Music Kayako langsung membawa langkah kakinya ke lantai 10 tempat ruang kerjanya dan ruang kerja Minato. Semua karyawan memberi hormat pada Kayako. Tidak lupa juga Kayako membalas salam bawahannya. Kayako memang terkenal ramah terhadap bawahannya maka itu ia dihormati dan dicintai semua orang di Namikaze's Music.
Sampai di lantai 10 Kayako langsung menuju ruang direktur utama, tempat kerja Minato. Kayako membuka pintu besar tersebut namun tidak mendapati Minato di ruangannya. Ia bingung mengapa Minato tidak ada padahal sudah jam 8 lewat. Seharusnya ia sudah ada disini. Apa ia terlambat? Ah tidak mungkin. Minato adalah orang yang tepat waktu. Kebetulan, seorang pria muda berambut perak lewat di hadapannya.
"Hatake-san.." panggil Kayako
"Ya, ada yang bisa saya bantu Honjo-sama?" tanya sang pria bernama Hatake
Kakashi, asisten Minato.
"Ah, kenapa direktur belum datang? Biasanya sudah datang sekarang."
Mata Kakashi terbelalak menerima pertanyaan Kayako, "Ehm begini Honjo-sama, direktur..." Kakashi bingung harus mengatakan apa. Lidahnya kelu.
"Apa apa dengan direktur?" tanya Kayako yang tidak mengetahui hal buruk telah menimpa Minato.
Kakashi menundukkan kepalanya, "ano, direktur sudah meninggal."
Mata Kayako terbuka lebar menerima jawaban Kakashi. Jantungnya berdegub
kencang. Nafasnya terasa sesak. "Apa? Coba katakan lagi." Kayako mencoba meyakinkan dirinya bahwa apa yang didengarnya salah.
"Direktur sudah meninggal Honjo-sama." ucap Kakashi lirih.
Pandangan Kayako kosong. Nafasnya sesak dan dadanya begitu sakit. Langkah kakinya lemas bahkan ia sempat limbung dan dibantu berjalan Kakashi. Kayako dibawa ke tempat parkir mobilnya.
"Saya antar Honjo-sama." Kakashi mencoba menawarkan diri karena ia mengerti Kayako sangat terpukul dengan kabar kematian Minato.
Kayako mengangkat sebelah tangannya, "Tidak. Tidak perlu. Kau bisa melanjutkan
pekerjaanmu."
"Tapi Honjo-sama, anda..."
"Kubilang tidak perlu! Apa kau tidak
mengerti? Aku bisa sendiri!" Dengan nada tinggi Kayako membentak Kakashi. Kakashi terkejut dengan respon Kayako namun ia mengerti mengapa Kayako membentaknya.
"Sumimasen Honjo-sama, saya permisi." Kakashi membungkuk 90 derajat dan pergi
meninggalkan Kayako sendiri di dalam mobilnya.
Dalam air mataku kau muncul dalam pikiranku.
Tidak bisakah aku melangkah ke masa lalu?
Bahkan jika ini adalah satu-satunya kesempatan atau kesempatan terakhir
Itu tidak masalah
Dalam kesedihannya saat ini air mata pun tidak keluar. Kayako hanya diam dengan
pandangan kosong. Yang ada dikepalanya saat ini hanyalah perkataan Kakashi
mengenai penyebab kematian Minato.
"Direktur meninggal dibunuh, Honjo-sama. Tidak hanya beliau, Kushina-sama juga ikut menjadi korban. Hanya putera mereka, Naruto-sama saja yang tidak dibunuh.
Hanya saja ia mendapat beberapa luka ditubuhnya dan sekarang tengah dirawat di
rumah sakit. Awalnya pihak kepolisian mengira kediaman mereka dirampok. Namun
tidak ada satupun barang yang hilang. Jasad mereka ditemukan di tempat terpisah. Jasad direktur ditemukan di ruang tamu sedangkan jasad Kushina-sama ditemukan di dapur. Keduanya mengalami luka serius dengan pisau menancap di dada mereka. Mereka dibunuh selang sehari setelah kepergian anda ke Perancis. Maaf tidak memberi tahu anda mengenai kabar ini. Saya mohon maaf Honjo-sama."
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku hingga membuat kau percaya.
Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku.
Selamanya.. Selamanya..
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku.
Kayako benci pada Minato. Benci karena menugaskannya keluar negri hingga akhirnya ia tidak bisa bertemu kembali dengan Minato. Rasa rindu yang menyelimuti hatinya kemarin telah hilang tertiup angin. Kini ia tidak bisa melihat senyum hangat dari Minato. Tidak akan lagi.
.
.
.
~Only You~
.
.
.
Hembusan angin meniupkan rambut honey miliknya. Berdiri di depan sebuah nisan bertuliskan 2 nama.
Namikaze Minato
Born: 25th January xxxx
Die: 17th October xxxx
Namikaze Kushina
Born: 10th July xxxx
Die: 17th October xxxx
Kedua nama yang terukir di sebuah nisan. Mereka dimakamkan bersama. Kayako
meletakkan bunga mawar, bunga kesukaan Kushina di sisi nisan. Memori Kayako
terulang kembali.
*FLASHBACK*
Kenapa kau begitu menyukai bunga mawar?" tanya Kayako pada Kushina yang tengah merangkai beberapa bunga mawar di dalam
pot.
"Karena mereka memiliki banyak makna." jawab Kushina
"Banyak makna?"
"Ya. Misalkan mawar kuning ini, ia melambangkan rasa persahabatan yang tinggi, keceriaan, kekeluargaan serta kegembiraan. Lalu mawar putih ini, ia melambangkan rasa cinta yang sejati, kemurnian hati, kesucian juga keanggunan. Bisa juga mawar putih ini diberikan kepada sahabat kita karena warna putih melambangkan persahabatan yang sejati." ucap Kushina menjelaskan panjang lebar.
*END FLASHBACK*
.
.
.
Hidup Kayako kini kosong. Tidak ada lagi Minato dan Kushina, sahabat terbaiknya
yang sudah dianggap saudara. Kini seakan tubuh Kayako kosong, tidak ada jiwa
didalamnya. Kayako mengambil sebuah foto dari album foto miliknya. Foto dirinya
bersama keluarga Namikaze. Foto terakhir dirinya bersama mereka. Tetesan air jatuh membasahi wajah Minato di dalam foto. Air mata yang semenjak tadi tidak keluar kini tidak bisa ditahan Kayako lagi. Air mata penuh kepiluan dan kesedihan juga penuh air mata penuh kenangan.
"HUAAAA...!" Tidak hanya air mata, namun teriakan juga ia keluarkan. Teriakan yang
terdengar sangat pilu. Kakinya lemas tidak bisa menahan berat badannya. Ia jatuh
bersimpuh di dekat rak buka dengan banyaknya foto dirinya bersama Minato dan
Kushina. Air mata terus keluar dari iris coklat Kayako. Tangis yang terus keluar
seperti air terjun. "HUAAAA...!"
Alasanku hidup adalah karena mu yang mengisi hatiku.
Kaulah orang yang tak dapat kulupakan.
Kini, cinta Kayako telah pergi. Pergi jauh meninggalkan dirinya sendiri dalam
kekosongan.
Disini terasa sakit, terus menerus sakit, obat apapun tidak dapat membantu.
Hatiku terluka, karena air mata ini mengalir.
Meskipun hanya sekali, meskipun hanya sekali saja,
Peluklah aku dengan kehangatan
"Kayako-chan..."
Suara Minato terus terngiang dikepalanya.
"hahaha, tidak apa Kayako-chan"
Senyum hangat itu terus terbayang dibenaknya.
Aku ingin dicintai olehmu.
Tapi sepertinya kau tak akan mencintaiku.
Aku hanya ingin menyampaikan "aku mencintaimu" pada orang yang aku cintai.
Apakah kau mencintaiku atau tidak.
Yang manapun jawabannya, tak lagi menjadi persoalan.
Tak peduli bagaimanapun aku memohon, didunia ini banyak hal yang tak dapat
dirubah.
Ya, karena kenyataan bahwa aku mencintaimu tak dapat dirubah oleh
siapapun.
::TBC::
