Chapter 4 datang!!!!! Saia dateng lagi nie…! Ada yang kangen gak ama saia? *gak. Wahh…besok ulangan Pkn, oh tidak! (perasaan nie anak ngeluh terus?). Dari pada ngebahas hal-hal tentang saia yang gak penting banget ini, lebih baik kita mulai aja ceritanya. Chapter 4 ini, requestnya RisaLoveHiru. Jadi, judulnya Test Olahraga!
Oke next!
Eyeshield 21 punyanya abang Riichiro Inagaki & abang Yusuke Murata (halah! Pake nyebut abang segala) Fic ini buatannya Author aneh banget, jadi jangan heran kalo Fic ini gajhe.
"Congratulation!"
Chapter 4: Ujian SMU Deimon, Test Olahraga!
Warning:
Abal, gaje, gak enak dibaca, gak enak dimakan (emank makanan?), gak bagus dijual (emank barang), garing kayak roti kegosongan, gak bermutu kayak barang rongsokan, gak ada bagusnya sama sekali, gak ada lucunya, gak ada humornya, dan gak ada mereknya (?).
(yang gak suka, gak usah baca, tombol "Back" masih menunggu)
~~ooooOOOoooo~~
Siang ini, sangatlah terik. Panasnya membakar tubuh, yang lagi seneng tiba-tiba jadi muram. Yang muram, nambah muram. Yang sedih, nambah sedih. Dan sterusnya…. Mungkin hari ini hari yang sial buat murid Deimon, apalagi yang harus remidi. Mereka gak bisa bersantai dirumah, karena mereka terpaksa kesekolah dipanggil oleh Wali kelas mereka dan mereka harus menuntaskan Pelajaran yang belum tuntas (kalian taukan siapa aja yang belum tuntas?). Dari pada kita diam aja, lebih baik kita liat mereka yuk!(Author kayak Suzuna yang suka memata-mata'in)
Nama anak yang harus menuntaskan Pelajarannya adalah Sena, Monta, Jumonji, Kuroki, Togano, Taki, Kurita, Mushasi, Yukimitsu, dan Mamori. Hiruma gak ikut karena udah tuntas (yaiyalah! Wonk nilai 200).
"Baiklah anak-anak, kalian dipanggil kesini karena nilai kalian semuanya turun! Jadi, dengan mengikuti test Olahraga ini, kalian bisa dipastikan naik kelas! Asal kalian bisa melakukannya!" seru Pak Guru itu dengan semua muridnya.
"Ah! Kalau Test Olahraga sih mudah!" hina Monta dengan gaya monyetnya.
"Ya, terpaksa saya harus ikut! Jadi, gak bisa menikmati Kue Sus 1000 rasa (rasa apa aja sampe 1000?) yang baru dibeliin ayahku" keluhnya karena dia harus berangkat pagi, bibir celemotan karena pagi tadi belum sempet nyelesaikan 1000 rasa dari Kue Sus.
Pak Guru itu pun membagikan kertas, sepertiya macam-macam Olahgara yang untuk Test. Kita liat yuk apa saja yang di Testkan.
Daftar macam-macam Olahraga yang akan di Test. Diundi! Dan masing-masing dapat 1.
-Basket
Ketentuan: Harus memasukkan Bola 100 kali.
-Bulu tangkis
Ketentuan: Harus bisa menang dari orang yang terhebat seDunia.
-Renang
Ketentuan: Harus bisa menyebrangi laut dari Jepang ke Indonesia dan kembali lagi.
-Tolak Peluru
Ketentuan: Harus bisa terpental sejauh 2 KM.
-Bola Kaki
Ketentuan: Harus bisa memasukkan bola ke gawang 100 kali.
-Lari
Ketentuan: Harus mengelilingi Jepang.
-Mengangkat Barbel 1 kg
Ketentuan: Tidak boleh capek.
-Senam
Ketentuan: Harus bisa bertahan Senam selama 6 jam tidak henti-henti.
"Hah! Haah! Haaah! Apa, tidak mungkin. Nih test Olahraga atau Test keNaraka sih?" Tanya Haha Brothers serempak. Dan diikuti semua orang.
Mereka semua sudah bersiap-siap, sampai ada yang berkeringat dingin. Dan hasilnya adalah…..
Monta: Basket.
Mamori: Bulu Tangkis.
Taki: Renang.
Mushasi: Tolak Peluru.
Haha Brothers: Bola Kaki.
Sena: Lari.
Yukimitsu: Mengangkat Barbel 1 kg.
Kurita: Senam.
"Nah Sena, dimulai dari dirimu! Larilah kau harus kembali dalam 1 hari ini! Ini petamu dan kau harus mendapatkan tanda tangan ditempat yang telah diberi tanda merah ini. Cepat!" Suruh Pak Guru kepada Sena untuk berlari.
"Hieee…..Lari menelilingi Jepang?" Sena gugup karena itu. Tapi, dia tetap berlari.
"Taki, kau juga dan kalian Semua juga! Cepat….." teriak Pak Guru itu sekencang-kencangnya hingga menimbulkan angin topan (?).
"Humm…anu..hgg…siapa ya yang harus saya lawan?" Mamori bertanya dengan sedikit ragu-ragu.
"Itu dia!" tunjuk Pak itu dari kejahuan. Bukan main, cewek cantik, imut-imut, dan banyak deh!
"Salam kenal, saya Matsuka Suzuka. Kamu bisa memanggil saya Matsu (Author ngarang nama)" sapanya lembut sampai Monta jatuh hati.
"Ohhh! Matsu-chan kau nampak cantik sekali. Apa benar kamu ini bisa bermain? Solanya tanganmu putih dan mulus sekali" Monta bertanya dengan mengelus tangan Matsu. Tapi, ia tidak tau apa yang terjadi nantinya.
"Kau menganggap remeh ku ya? Kan kutendang kau…khyaaaaa….." tendangan wanita itu membuat Monta terpental jauh sekali sampai berbunyi *kling* ternyata wanita itu gak mau diremehkan.
Setelah itu, kita liat Sena berlari. Nampaknya dia udah di (ngeliat peta) Fukushima dan Taki telah seperempat jalan ia berenang. Haha brothers sudah 4 kali mematahkan tulang Kipper gara-gara mereka kalah.
"Napa nih bola ditangkep mulu ma Kippernya? Bola kaki memang aneh. Olahraga Amefuto aja gak ada orang yang jaga'in, paling-paling dihadang doang!" Jumonji kesal karena mereka gak bisa masukin bola ke gawang.
Mushasi tidak bisa melakukan Olahraga Tolak peluru. Kurita baru 1 menit Senam sudah keringat hingga membanjiri Sekolah itu (ya, ampun). Yukimitsu kesusahan mengangkat barbel.
"Yukimitsu, kau membawa buku yang beratnya 1 ton kamu bisa. Sedangkan ngangkat barbel 1 kg aja gak bisa. Bagaimana pula kau ini?" marah pak yang dari tadi liatin Yukimitsu.
"Karena, Ilmu itu mudah dipelajari! Sehingga buku jadi mudah kebawa" jawab Yukimitsu simple tapi, gak logis.
Dan, kita kembali ke Mamori…..
"Ane-chan, ayo kita mulai! Bertanding!" Matsu bersemangat melawan Mamori. Monta pun akhirnya kembali untung saja tidak apa-apa (meskipun begitu, tidak ada yang mengkhawatirkannya). Dan Monta akhirnya bermain basket. Karena tidak ada yang mendukungnya, maka keluarganya yaitu ayah, ibu, dan saudara monyet yang menontonnya *plak.
1 bola tidak masuk, monyet-monyet monta bersorak "Ayo, terus!" 2,3,4,5,6,7,8,9,10, bola belum masuk juga. Lebih baik kita liat Sena, dia sekarang ada di Hachinoha. Taki bertemu ikan paus, ikan piranha, buaya, tapi, kenapa mereka gak mau makan Taki ya?
"Wah daging enak tuh!" ikan paus melihat Taki dan ingin memakannya.
"Saja juga mau!" ikan piranha juga gak mau kalah.
"Jangan makan orang itu! Nanti kamu bisa idiot" buaya menyeramahi binatang laut itu.
"Ahaha! Kenapa kalian gak makan aku! Akukan jenius ahaha" Taki muter-muter (dilaut juga?) dan membuat ikan itu lari terbirit-birit.
"Benarkan kataku!" Buaya menyempal (kok jadi cerita anak-anak?).
Ternyata Taki memang idiot kelas berat/stadium 10/tingkat tinggi terserah mau kalian bilang apa? Sampai binatang pun gak mau!(berarti pinteran ikan donk dari Taki!).
Yak, kita liat Mushasi yang masih sulit dengan Olahraga Tolak pelurunya.
"Aduh, salah mulu gerakannya (Author pun juga sering begitu) mana saya gak pandai melempar!" keluh Mushasi dan membuat marah Pak Guru.
"Gimana sih! Nendang bisa, lempar gak bisa!" Pak Guru memarahi Mushasi karena gak bisa-bisa (ada berapa sih guru yang mengawasi anak yg remidi? Banyak banget?).
Kita liat gimana Kurita.
"Aaa…duhhh…lemes…badan…saya!" Kurita merasakan badannya banjir keringat meskipun dah dipakein deodorant 100 botol tetep aja basah.
Mamori masih berusaha melawan Matsu karena dia kuat sekali, Mamori ketinggalan banyak angka dan Matsu sangat bersemangat dengan hal ini!.
"Hah! Kudengar kau penyuka makanan Kue Sus ya? Pantesan lemah banget. Heh! Tau gak Kue Sus tuh gak enak, apanya yang bagus!" Matsu mengejek Kue Sus dan itu membuat Mamori sangat marah.
"JANGAN PERNAH MENGEJEK KUE SUS! TAKKAN KUMAAFKAN KAU! KYAA………." lalu Mamori bersemangat dan mengejar angka hingga seri, tapi dia gagal saat ia bermain untuk kemenangannya. Dan, angka masih seri tapi Matsu sekarang yang bermain. Mamori hanya bisa berdo'a.
Disisi lain….
"Hah..hah…hah….! hampir sampai! Udah di Kawasaki, beberapa Km lagi dan,…." Sena berlari tanpa melihat kesamping bahwa ada Truk dan………BRAKKK…….darah berceceran dimana-mana, anggota tubuh terpental kemana-mana.
"Aduh kasian kucing itu…." Kata seseorang yang ada disana. Lho? Jadi bukan sena yang mati? (-_-") .
"Dari pada ngurusin ntuh kucing, lebih baik lanjutt…….!" Sena akhirnya meneruskan perjalanan dan ternyata sudah sampai disekolah Deimon.
"Ahaha! Saya juga sudah sampai!" Taki juga sudah sampai dengan baju yang basah tentunya.
Mushasi akhirnya hanya bisa melempar sejauh 30 cm. itupun sudah cukup karena Gurunya pusing ngajarin Mushasi.
"Ah, kak Mushasi sudah selesai?"
"Sudah, Sena…ehhh..itu Kurita ya?" Mushasi melihat Kurita menyelesaikan latihannya tapi, itu tidak seperti Kurita dia sangat KURUS sekali dan sangat berotot.
"Hah!?'.\;';'''&*…?" semua tercengang melihat Kurita seperti itu.
Kita liat Monta yuk!
"Ya…ini bola yang ke1000…siap-siap! Dan *BRUKK* ye, masuk!" seru Monta bersama rakyat Monyet.
"Itu bukan bola masuk, itu pisang yang jatuh!" Pak itu menunjukkan pisang yang jatuh itu di sekolah Deimon (emank di Deimon ada pohon pisang?)
"MUKYAAA…pisang serbu anak-anak!" Monta memanggil monyet-monyetnya (?)untuk memakan pisang itu.
"EH!...TUNGGU…..ah…sudahlah, males ngurusin monyet jadi-jadian itu(?)"
Semuanya telah menyelesaikan tugas mereka, kecuali Monta tinggal kita liat Mamori sama Matsu.
"Rasakan lemparan api yang super cepatku! KYAAAAA…….." Matsu memulai pertandingan untuk memperebutkan kemenangan. Dan *BRUUK* bola jatuh dan anehnya, jatuh ke tempatnya sendiri. Seperti ada dinding gitu!
"KYAAA………."
"Hore….aku menang!" teriak Mamori sekencangnya.
"HORE………" semua yang ada disana juga berteriak.
Semua berteriak gembira, tapi anehnya kenapa bola itu tiba-tiba jatuh ya? Tak lain tak bukan, semua tertunjuk kepada 2 orang itu. Yang satu perempuan berambut hitam panjang dan dikuncir, yang satu laki-laki. Mereka duduk berdua (sebelumnya, siapa yang tau orang itu? Hayo?.....)
"Yoshimori, jangan gunakan Kekaimu disini!" cewek itu menasehatinya (kok ada mereka? Ini Fandom ES21)
"Iya..iya…." keluhnya.
Dan semua anak yang remidi itu, akhirnya pulang dengan membawa hasil yang sangat bagus. Tapi, bagaimana dengan Ishimaru? Ahh…dia terlupakan lagi…..maaf ya!
To be continued to chapter 5
Seperti biasa, saia akan membalas review kalian:
-Ryuku S. A .J: Ya memang begitulah Deimon.
-RisaLoveHiru: Nih! Saia buat test Olahraganya. I hope you like (gak suka ya, gak apa-apa)
-Chrystha McDohl Suikogirl: Dari pada milih mati, mendingan milih naikin nilai Hiruma.
-kazuazul: Guru gak mau ambil resiko.
-Machiko Savannah: Ishimaru terlalu hampa.
-Kim Tam Chun: Saia juga kasian liat Ishimaru.
Thanks ya, yang udah review! Ini juga direview ya!
Aduh, perasaan nih cerita agak aneh ya dan membingungkan! Bener gak (readers: *angguk-angguk*) Maaf ya RisaLoveHiru, saia hanya mampu membuat fic yang segini aneh dan pusingnya. Tapi, saia janji di Chapter berikutnya gak gini lagi. Untuk mengatasi kebingungan fic ini, saia membuat ini sambil makan duku! Karena dirumah ada duku 1 karung *ngelirik karung*, ya saia bantu ngabisin habis manis banget! Bijinya tuh kecil-kecil, dagingnya manis banget (kok, ngebahas buah?). Ya, sudah tolong review cerita ini meskipun gajhe dan membingungkan. Untuk yang udah review, arigatou gozaimasu. Tolong review yang ini juga ya! ngFlame boleh. Daa dulu ya! See you!
