Prince of Tennis Fanfiction
Miracle Heart (Prince and Princess)
Disclaimer : I don't have PoT, All I have is OC
Warning : Typo setiap sudut, EYD tidak baku, bahasa kaku, alur kurang jelas (maybe)
MIND TO READ AND REVIEW?
(3 Hari kemudian)
Hari ini tezuka dan oishi pergi ke pertemuan pertandingan untuk pengundian blok, sementara anggota yang lain sedang melakukan pertandingan ranking hari terakhir. Kaidoh, inui, kikumaru, oishi, kawamura dan tezuka sudah menjadi anggota regular. Sekarang pertandingan antara fuji dan momoshiro, yah meskipun siapa saja yang menang atau kalah akan tetap menjadi anggota regular.
"one set match, fuji to serve" ucap kizuki yang kala itu menjadi wasit. Dia sudah memberikan menu latihan kepada anggota kelas dua untuk latihan dengan mata tertutup.
Fuji melakukan serve biasa yang tentu saja bisa dikembalikan dengan mudah momoshiro tapi langsung dikembalikan oleh fuji yang langsung mencetak angka
"15-0"ucap kizuki. Dia kemudian menoleh sedikit pada kikumaru yang berada tepat dibelakangnya kemudian kembali mengawasi lapangan "kikumaru-senpai" panggil kizuki ketika fuji berhasil mencetak angka lagi "30-0"
"ada apa yuki-chan?" tanya kikumaru
"bisakah kau bilang pada orang-orang disana untuk kembali berlatih? Katakan pada mereka kalau mereka tidak fokus pada latihan maka aku akan menambah jadwal mereka besok" ucap kizuki
"eh?"kikumaru menatap ke blok sebelah dimana anggota kelas dua berlatih memukul kerucut. Yang bisa kikumaru lihat adalah mereka melakukan latihan dengan biasa
"mereka memang berlatih tapi fokus mereka ada dipertandingan ini, out 40-0" ucap kizuki, dia turun dari kursi wasit dan memberikan sebuah kertas kepada kikumaru. Dia tetap menjadi wasit meskipun dia sama sekali tidak melihat lapangan
"itu tadi memang out, tapi bagaimana kau bisa tahu tanpa melihat kearah lapangan?" fuji berucap begitu juga dengan momoshiro yang syok
"jadi kikumaru-senpai onegaishimasu!" kizuki memberikan kertas itu tanpa memperdulikan ucapan fuji
"kurasa percuma saja bicara dengan dia, ayo kita lanjutkan momo!" ucap fuji sambil melakukan serve, namun dia terlalu kesal dengan kizuki yang tidak memperhatikan lapangan meski dia wasit, dan menyebabkan dia melakukan kesalahan
"fault!" ucap kizuki sambil kembali ke kursi wasit. Momoshiro ikutan kesal
"hoi, bagaimana kau tahu kalau anggota kelas dua tidak melakukan latihan dan juga serve fuji-senpai fault sedangkan kau tidak melihat ke arah lapangan?" teriak momoshiro saat kizuki sudah kembali ke kursinya
"entahlah, tapi yang penting itu semua benar kan?" kizuki tersenyum mengejek yang membuat momoshiro bertambah kesal. Bahkan fuji yang biasanya memiliki sifat sadispun merasa terganggu dengan senyuman itu
"minna, kami sudah kembali" teriak seseorang dari arah luar lapangan, oishi bersama dengan tezuka dibelakangnya telah kembali
"hmm, kalian masih melakukan pertandingan?" tanya tezuka
"pertandingan terakhir, fuji-senpai melawan momoshiro-senpai, yah meskipun siapapun yang menang akan tetap menjadi regular sih" keluh kizuki kembali turun dari kursinya dan menuju tezuka
"kalau begitu silahkan lanjutkan pertandingannya" tezuka hendak keluar lapangan ketika momoshiro mencegahnya
"tunggu buchou! Lebih baik kita dengar saja hasil rapatnya, toh apapun hasilnya aku dan fuji-senpai akan tetap menjadi anggota regular" momoshiro menatap kearah fuji "tidak apa kan fuji-senpai? Kali ini aku menyerah tapi lain kali aku akan mengalahkanmu" ucap momoshiro. Tezuka menghela napas kemudian berteriak
"baiklah semua berkumpul" setelah semua anggota berkumpul oishi membacakan hasil rapat
"kita masuk blok A. Anggota lainnya adalah fudomine, shishigaku, dan fukasaki" ucap oishi memulai pembicaraan
"heh, kita satu blok dengan fudomine?" kikumaru membelahakkan matanya
"dan jadwal kita minggu depan juga sudah ditetapkan, hari senin kita akan melawan shishigaku, hari rabu melawan fukasaki dan hari kamis kita akan melawan fudomine" lanjut oishi
"kita hanya bertanding tiga hari?" tanya momoshiro
"karna yang mengikuti pertandingan musim gugur hanya ada 16 sekolah terkuat diseluruh jepang. Jadi tiap blok ada 4 sekolah. Tiap hari akan diadakan 1 pertandingan di masing-masing blok, jadi setiap hari akan ada 4 pertandingan" jelas kizuki
"oh, begitu ya?" momoshiro hanyatertawa kecil
"fsshhh, dasar bodoh!" gumam kaidoh
"apa urusanmu mamushi, mau berkelahi?" teriak moomoshiro yang berakhir dengan adu mulut diantara mereka sebelum tezuka melerainya
"hanya ada dua sekolah yang akan maju ke babak selanjutnya, dan dua sekolah yang lain juga akan tersingkir" lanjut oishi "jadipersiapkan diri kalian! Kali ini pun taarget kita adalah menjadi nomor satu!"
"baik!"teriak semua orang
"oh, dan ada aturan khusus dalam pertandingan musim gugur" ucap kizuki
"apa itu?" tanya kawamura
"dalam pertandingan kali ini pemain perempuan juga diijinkan ikut serta. Namun pertandingan nasional tennis putri masih diadakan pada musim gugur tahun ini, maka sekolah-sekolah yang berhasil maju ke turnamen nasional seperti seigaku, hyotei dan rikkadai sudah pasti tidak bisa bergabung pada turnamen wimbledon ini" jelas kizuki
"kau benar, kalau tidak salah klub tennis putri kita memang lolos menuju turnamen nasional meskipun mereka ada di peringkat 3 dalam turnamen kantou" ucap inui sambil berpikir
"tapi sekolah–sekolah yang tidak lolos seperti st rudolp dan yamabuki pasti akan mengikutsertakan anggota tennis putri mereka" lanjut kizuki
"lalu apa kabar buruknya?" tanya kikumaru
"kemungkinan di klub tennis perempuan pasti ada satu atau dua yang memiliki kekuatan lebih besar dari beberapa anggota regular laki-laki dan itu akan membuat klub tennis mereka semakin kuat karna sekolah lain tidak memiliki data tentang anggota perempuan" jelas kizuki "jadi aku akan ambil bagian dalam kompetisi ini" ucapnya membuat semua orang membelahakkan mata.
"tunggu dulu, yuki-chan, aku tahu kau memang sanggup memojokkan fuji, tapi itu bukan berarti kau bisa bertanding di pertandingan resmi" kikumaru berpendapat
"lagi pula kalau saat itu fuji-senpai menggunakan kekuatan penuhnya, kau takkan bisa menang meski dengan tangan dominanmu" ejek arai
"are, kurasa kalian semua salah paham ya?" kizuki memasang pose berfikir "apa kalian pikir handicapku hanya tangan saja?" tanya kizuki mengejek
"tidak, ada lelucon mengerikan lainnya yang kaulakukan saat itu" ucap fuji "aku sudah mengamatimu selama satu bulan terakhir, tapi jaket yang kaugunakan itu sangat menarik" semua orang menoleh pada jaket yang dikenakan kizuki
"kalau boleh tahu, berapa berat jaket itu?" tanya inui
"jaket ini? Beratnya sekitar 5 kg" jawab kizuki santai "lalu raket yang kugunakan pada hari itu adalah raket milik kakekku yang memiliki berat 1 kg. Lalu..."
"stop! Jadi itu juga handicap yang kau berikan?" tanya momoshiro
"power wrist 1 kg dan power ankle 1 kg disetiap kaki, juga saat itu aku kehilangan kontak lensaku. Kau tahu? Aku memiliki minus 2 dan dengan cerobohnya aku menghilangkan kontak lensaku" kizuki berucap dengan ceria seakan-akan dia baru saja kembali dari taman bermain
Sedangkan anggota yang lainnya hanya bisa menatap horror pada gadis itu, bermain dengan total berat 10 kg dan minus 2 juga dengan tangan yang bukan dominan. Dan sanggup menekan fuji dengan 6-5 meskipun kalah, itu sudah berada diluar nalar. Tanpa disadari siapapun fuji mengeluarkan keringat dingin.
"mungkin untuk tiga hari kedepan aku tidak akan masuk sekolah karna acara keluarga. Dan fuji-senpai, aku menantangmu bertanding sehari sebelum turnamen, bagaimana?" tanya kizuki. Fuji membuka matanya
"tentu saja, aku juga menantikannya, bermain denganmu menggunakan kekuatan penuh" lalu berkobarlah api imajiner diantara mereka sebelum kizuki berlari pergi seperti biasa
"kelihatannya tiga hari ke depan akan jadi buruk" gumam kawamura
"aku setuju denganmu, taka-san" timpal oishi
(pagi sebelum pertandingan fuji dan kizuki)
Kizuki bangun dari tempat tidurnya. Hari ini adalah hari minggu, seharusnya semua orang beristirahat hari ini karna besok adalah awal dimulainya pertandingan musim gugur. Tapi gadis itu punya janji yang cukup penting untuk dilewatkan.
Dia segera membasuh dirinya dikamar mandi dan melahap sarapannya baru di berganti baju di kamarnya. Dia menyisir rambutnya dan menguncirnya model ekor kuda
Dia memakai kaus violet dengan jaket putih favoritnya, dan juga celana biru. Dan seperti penampilannya sebelumnya, dia memakai topi birunya dan menutupnya dengan tudung jaketnya. dia segera mengambil tas berisi raket miliknya dan menuju ke luar
"aku harap harimu menyenangkan sayang" ucap hanya mengangguk kemudian memasang tali sepatunya dan berjalan ke arah pintu
"ittekimasu" ucapnyapada ibunya kemudian segera melangkah menuju ke seigaku.
Meskipun hari ini hari minggu dan pertandingan musim gugur akan diadakan besok tapi nyatanya saat ini lapangan tennis seigaku masih penuh oleh klub tennis yang ingin menyaksikan pertandingan antara fuji dan kizuki.
Kebanyakan dari mereka tidak memakai seragam, termasuk fuji yang hanya memakai kaos berwarna merah dan celana jins hitam. Dia bersandar pada dinding sambil memperhatikan pemain lainnya bermain
"tapi yuki-chan itu benar-benar terlambat, iyakan?" ucap kikumaru yang memperhatikan jam tangannya yang sudah menunjukkan angka tujuh
"padahal dia yang bilang untuk bertarung jam enam karna matahari tidak terlalu terik tapi dia benar-benar telambat" ucap oishi
"daripada menggerutu sendiri lebih baik sekarang kalian latihan! Besok adalah pertandingan penting" ucap tezuka
"jika kita bisa mendapat tiket itu dan pergi ke wimbeldon maka kita bisa bermain dengan kelas dunia" ucap inui mencoba memberi semangat
"maaf kalau aku terlambat" ucap seorang asing yang datang sambil membawa sebotol yogurt. Meskipun dia menutup wajahnya tapi semua orang sudah tahu kalau dia adalah orang yang dinanti-nanti
"ah ini dia sang putri sudah tiba" ejek momoshiro. Kizuki tidak menanggapinya dan malah melepas topinya
"kami sudah menunggumu dari tadi" ucap kawamura
"gomen-gomen, tadi aku menemukan kue yang kelihatan enak jadi aku mampir untuk memakan beberapa" ucap kizuki tanpa dosa. Fuji segera berdiri dari tempatnya
"jadi bisa kita mulai?" tanyanya. Kizuki melirik ke arahnya kemudian mendengus malas
"senpai, apa segitunya ingin dihancurkan?" tanyanya mengejek membuat beberapa orang yang mendengarnya menjadi tidak suka termasuk tezuka
"harusnya aku yang mengatakan itu. Bisa kita mulai sekarang?" tanya fuji tidak menggubris ucapan kizuki
"baik-baik terserah senpai saja" ucapnya menyerahdan akhirnya masuk ke dalam court. Semua orangyang sedang latihan berhenti untuk melihat pertandingan yang menurut mereka seru itu. Meskipun mereka tidak pernah melihat kizuki bertanding secara langsung tapi mereka merasa kalau pertandingan ini akan sama seperti pertandingan antara fuji melawan tezuka
"one set match! Fuji to serve" ucap inui yang menjadi wasit
"kurasa aku harus mulai dengan serius" ucap fuji membuka kedua matanya dan mendapati bahwa kizuki hanya menguap malas "kau akan menyesal tidak memperhatikanku" ucap fuji terpancing amarah
"jangan hiraukan aku dan segera pukul bolanya senpai. Aku benar-benar serius untuk menghancurkanmu" ucapnya mmasih menatap malas
"terserah kau saja" fuji memutar bola lalu memukulnya dengan raket dan menciptakan bola seolah-olah menghilang. Kizuki mulai menatap ke arah bola yang dipukul fuji lalu memukulkan raketnya "bola itu, menghilang loh" ucap fuji dengan nada sok keren sebelum sebuah suara pantulan bola yang sampai di telinganya membuatnya bergidik ngeri.
Inui yang sedang mencari ke mana bola yang dipukul fuji di lapangan kizuki tersadar akan reaksi fuji dan menemukan sebuah bola tennis menggelinding tidak jauh dibelakang fuji yang membeku ditempat
"fuji senpai hebat sekali! Bagaimana senpai tahu kalau bola itu akan menghilang?" tanya kizuki atau ejeknya sambil memukul-mukulkan raket birunya ke bahu kirinya "tapi sayangnya prediksi fuji-senpai salah, karna bola itu menghilang ke arah lapangan senpai" kizuki mengejek fuji yang tak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Semua orang baru tersadar akan apa yang terjadi setelah perkataan kizuki
"lo..0-15" inui tak tahu harus bereaksi apa
"hei, apa yang baru ia lakukan?" tanya horio
"dia memukul serve fuji senpai yang bahkan tak bisa dikembalikan akutagawa dari hyotei?" tanya kachiro
"kelihatannya ucapanmu itu bukan omong kosong" ucap fuji bersemangat, dia hanya mendapat perasaan seperti ini ketika mellawan tezuka dan ryoma. Dan dia tahu bahwa gadiss didepannya ini sangat kuat
"tentu saja, senpai sendiri juga salah, mengatakan rumor yang tidak jelas pada orang lain" kizuki bersiap sementara fuji mengambil bola dari sakunya
"rumor? Apa maksudmu?" tanya fuji
"beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan fuji yuta, dan dia mengenaliku dari diskripsimu yang menyebalkan" jawab kizuki
"oh, aku memang mengatakan sesuatu tentangmu tapi aku lupa apa itu" jawab fuji, perempatan muncul dengan santainya di kepala kizuki
"kalau begitu aku akan membuat senpai mengingatnya" dan mereka melanjutkan pertandingan
Satu jam telah berlalu dan pertandingan fuji melawan kizuki telah berakhir dengan kemenangan kizuki 6-4. Dan saat ini mereka telah terkapar di lapangan
"tidak kusangka dia berhasil mengalahkan fuji-senpai" kata kawamura yang tak bisa berkomentar lain
"kau menang, jadi apa aku harus menyerahkan posisiku sebagai pemain regular dalam pertandingan esok hari?" tanya fuji sambil mengambil napas. Dia terkapar di lapangan seperti dia sudah tidak punya energi lagi untuk berdiri
"aku hanya ingin bermain-main saja dengan fuji-senpai" kizuki menyeringai sadis pada lawannya yang tak berkutik. Dia seperti tak kehabisan tenaga dan dia berdiri dengan santainya sambil memainkan raket di pundaknya
"kau tahu kalau aku tidak menyukaimu?" ucap fuji yang benar-benar ingin mengutuk kizuki karna dia merasa dilecehkan
"aku ada urusan lain besok. Mungkin pertandingan kedua aku akan ikut" gadis itu lalu meninggalkan lapangan begitu saja "buchou, aku ada keperluan besok jadi aku minta izin untuk tidak datang" kizuki mendekati tezuka yang ada di samping lapangan bersama anggota regular yang lainnya
"ada apa memangnya?" tezuka tak bisa begitu saja memberi izin pada kizuki sebelum mengetahui alasannya
"biarkan dia tezuka, apa besok jadwal check-up mu?" tanya ryuzaki-sensei datang mendekat
"hmm" kizuki mengangguk "sebenarnya jadwalnya hari ini, tapi dokterku bilang kalau dia sedang ada di luar kota dan baru kembali nanti malam jadi dia menyuruhku untuk datang ke rumah sakit besok" terang kizuki
"tentu saja kau boleh pergi, biar inui yang mengurus masalah data pertandingan yang nanti akan diberikan padamu" ucap ryuzaki-sensei. Dan dengan itu kizuki segera berlari ke luar gerbang seishun gakuen dimana mobil ibunya sudah terparkir disana
"check-up tadi, massaka..." fuji yang sudah bisa bergerak menemui teman-temannya
"kau benar, kalian tahu kalau dia pemain kidal bukan? Sebenarnya karna suatu kecelakaan dia mengalami luka yang mirip dengan tezuka" jelas ryuzaki-sensei kemudian dia menghela napas "dari pada kecelakaan itu bisa dibilang percobaan pembunuhan"
"eh, pembunuhan?" kikumaru sontak berteriak kaget atas ucapan ryuzaki-sensei
"apa maksud anda sensei?" tanya oishi
"luka itu disengaja. Berbeda dengan tezuka yang lukanya berasal dari perkelahian yang tidak sengaja dengan kakak kelas. Orang yang melukai lengan kizuki sengaja melakukannya untuk membuatnya berhenti dari dunia tennis" jelasnya
"apa maksudnya sengaja?" tanya momoshiro
"aku tidak tahu detailnya, tapi dua tahun yang lalu, seseorang menantang ryoma untuk bertanding. Namun orang itu menggunakan kekerasan kepada ryoma hingga dia memaatahkan lengan kanan ryoma. Dokter sudah memfonis bahwa dia tak akan bisa lagi bermain tennis dengan tangan kanannya. Ditengah keadaannya itu dia memohon kepada kizuki yang seorang pemain kidal untuk mengajarinya. Orang yang mematahkan lengan ryoma menjadi marah setelah tahu bahwa dia masih bermain tennis dengan tangan kiri. Dan sekitar satu tahun yang lalu, orang itu menjebak kizuki dengan cara yang sama untuk mematahkan tangan kirinya" jelas ryuzaki-sensei
"sonna, hal seperti itu pernah terjadi pada echizen dan yuki?" tanya kawamura
"ryoma yang seorang pemain normal menjadi pemain kidal, kizuki yang pemain kidal menjadi pemain normal. Kalau saja bukan karna kejeniusan mereka, mereka pasti sudah depresi berat" jelas ryuzaki-sensei
"apa maksud anda?" oshi bertanya
"orang itu pernah mematahkan lengan pemain lain selain ryoma dan kizuki. bukan hanya satu dua, tapi setiap pemain pro yang tidak dia sukai dia hancurkan. Diantara mereka, banyak yang berhenti dari tennis, beberapa depresi berat karna trauma dan tak bisa melanjutkan hidup, dan aku dengar ada satuorang yang bahkan sampai bunuh diri" jelas ryuzaki-sensei
"bunuh diri? Hanya karna tak bisa main tennis?" tanya kikumaru
"orang itu juga merusak mental lawan ke titik terendah dia akan hancur. Kizuki adalah pemain tipe mental jadi penyiksaan mentalnya tak berhasil. Tapi ryoma..." ryuzaki-sensei berhenti sejenak "percayakah kalian kalau dia dulunya orang yang ceria dan selalu tersenyum?"
"eh? Ochibi? Orang yang ceria? Bagaimana?" kikumaru mencoba membayangkannya tapi gagal
"yah, aku Cuma tahu sampai situ. Semua kembali latihan" teriak ryuzaki-senseidan mengakhiri pembicaraan
"kelihatannya echizen memiliki banyak rahasia" inui mencatat semua yang ia dengar di buku catatan miliknya. Dia penasaran dengan orang yang dimaksud senseinya yang sudah menghancurkan karir ryoma dan kizuki
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, upacara pembukaan musim gugur telah selesai dan kini waktunya seigaku untuk bertanding. Kizuki tidak hadir karna sedang menjalani check-up di rumah sakit. Dan kali ini seigaku menerima kemenangan mutlak dari semua pertandingan
Seusai pertandingan, seigaku dikejutkan oleh hyotei yang juga berhasil memenangkan semua pertandingan
"tezuka, kelihatannya kondisimu cukup baik meski tanpa anak itu? Hah?" sudah jelas kalau atobe merujuk pada ryoma, semua juga tahu itu
"jadi dia benar-benar pergi ke amerika?" tanya oshitari
"oh, kelihatannya aku melihat beberapa wajah baru" fuji menengok dua anak berambut hitam dan pirang berada di sana
"mereka anggota reguler hyotei yang baru" jawab atobe "kelihatannya bukan hanya seigaku yang memiliki peri emas"
"perkenalkan, yurara mine desu! Tahun pertama klub tennis hyotei" ucap si rambut pirang, dia terlihat sangat bersahabat dengan mata oranye yang serupa matahari senja
"yuara mikaru, ngomong-ngomong dimana manajer kalian?" si rambut hitam langsung bertanya tanpa perkenalan yang benar
"manajer, maksudmu yuki?" tanya momoshiro "bagaimana kau tahu kalau dia manajer kami?"
"dia sendiri yang memberitahuku. Dia bilang dia akan menjadi manager klub yang memenangkan kejuaraan nasional berkat bantuan seorang pangeran yang sombong" mikaru kelihatan kesal
"pangeran sombong... massaka..." kikumaru hendak berbicara sebelum semua orang tahu maksudnya, baik seigaku maupun hyotei langsung terbayang wajah sombong super rookie seigaku
"cotto, mikaru-san! Aku tak tahu kalau ryoma-san dan kizuki-san ada di seigaku" partnernya mine terlihat terkejut "kenapa kau tak pernah bilang hal ini sebelumnya" mikaru sadar bahwa dia telah membuka sebuah kotak pandora
"kalian kenal dengan echizen?" atobe bertanya pada anak buah barunya
"tentu saja, dia teman lama kami. Dia juga pemain yang sangat hebat" mine terlihat sangat mengagumi ryoma "tapi sayangnya setengah tahun yang lalu dia menghilang" dia tiba-tiba saja menjadi sedih
"menghilang? Echizen?" oishi nampak tak percaya "setengah tahun yang lalu itu artinya tahun ajaran baru iya kan?"
"musim semi tahun ini, setelah lulus dari sekolah dasar si echizen itu tiba-tiba saja menghilang. Dia tak pernah mengatakan akan ke sekolah mana dan juga keluarganya pindah" jelas mikaru "tunggu, kenapa aku malah mengatakan hal ini pada kalian? Ayo pergi mine!" mikaru berbalik diikuti mine sementara anggota hyotei yang lain hanya diam di tempat
"ada apa dengannya? Kelihatannya moodnya sedang kacau" ucap atobe "baiklah tezuka, aku tunggu kau difinal! Jangan sampai kalah!"
Hari kedua pertandingan musim gugur telah tiba, dan keadaan kizuki juga ikut hadir, akhirnya dia ikut bersama tim seigaku lainnya ke pertandingan
"ngomong-ngomong apa kau kenal dengan seseorang yang bernama yuara mikaru dan yurara mine?" tanya inui tiba-tiba
"yuara dan yura? Mereka teman lamaku. Bagaimana senpai tahu mereka?" kizuki sedikit terkejut kemudian dia menyadari sesuatu "seingatku mereka ada di hyotei, apa senpai bertemu dengan mereka?"
"mereka ada di tim yang sama denganmu?" fuji bertanya
"di sekolah kami dulu tim tennis perempuan dan laki-laki menjadi satu. Karna itu aku mengenal mereka dengan baik. Malah mereka juga masuk ke tim utama bersama denganku dan ryoma" kizuki mengangguk mengiyakan pernyataan fuji
"orang seperti apa mereka?" tezuka bertanya. Kizuki sedikit heran, tidak biasanya tezuka penasaran dengan kemampuan seseorang, mungkin karna mereka adalah teman dari ryoma dan kizuki makanya dia sedikit tertarik
"yuara adalah tipe kecepatan. Aku belum pernah bertemu dengan orang yang lebih cepat dari dia. Saat darmawisata dulu, dia pernah ketinggalan bus dan dia berlari mengejarnya sampai tempat tujuan yang berjarak 30km. Dia terlambat lima menit dari bus berangkat dan bisa menyusul setengah jam setelah bus sampai" jelas kizuki. semua kelihatan syok mendengar pernyataan itu
"aku yakin kamio dari fudomine dan oshitari dari shitenhouji tak akan bisa melakukan itu" mengingat seberapa cepatnya mereka momoshiro mencoba untuk membandingkan mereka berdua
"lalu bagaimana si rambut kuning itu?" tanya kaidoh, kelihatannya dia lebih mudah mengingat warna rambut seseorang daripada namanya
"yura? Dia tipe keseimbangan, artinya dia pemain akrobatik seperti kikumaru senpai dan mukahi dari hyotei. Oh dia juga net player seperti akutagawa dari hyotei dan marui dari rikkaidai" jelas kizuki
"pemain akrobatik dan net play ya? Kurasa dia pemain yang tangguh" ucap kawamura
"jangan pernah percaya dengan senyumannya selama pertandingan, kalau kau menganggap dia orang baik ketika bertanding melawannya maka saat itu kau akan kalah" kizuki memperingatkan
"ngomong-ngomong soal itu, hari ini rikkaidai dan shitenhouji ada pertandingan bukan? Sedangkan kita hari ini tak ada pertandingan kah?" kikumaru menguap di udara yang lumayan dingin itu
"eiji, jangan menguap! Kita disini untuk melihat lawan kita selanjutnya bersama rikaidai dan shitenhouji" ucap oishi memarahi double partnernya itu
"tapi rasanya membosankan tanpa bertanding" kikumaru kembali menguap "ngomong-ngomong yuki-chan... are, yuki-chan?" dia ingin bertanya sebelum menyadari bahwa managernya telah menghilang.
"sial, anak itu cepat sekali kalau masalah kabur" momoshiro mencoba untuk mencarinya tapi tidak ketemu juga
"pertandingan kita akan dimulai 15 menit lagi, jadi jangan coba yang aneh-aneh fumai" sang kapten rikkaidai itu melirik pada anggota kelas satu yang baru pindah ke rikkaidai beberapa minggu yang lalu dan dengan ajaibnya berhasil mengalahkan kirihara sehingga diterima di tim regular
"aku tak akan melakukan sesuatu, lagipula lawan kita sekolah yang tidak terkenal. Ini akan sangat membosankan" anak berambut merah itu menjawab sambil menguap. Dia memakai seragam rikkaidai dengan celana panjang dan sepatu putih diselingi merah. Rambutnya merah pendek dan matanya juga berwarna merah seperti rambutnya di seragamnya tertulis nama fumai kirara
"aku akan bacakan susunan pemain" seorang gadis berambut putih sepunggung memegang sebuah kertas "double 2 marui senpai dan kuwahara senpai, double 1 yagyuu senpai dan niou senpai, single 3 kirihara senpai, single 2 sanada senpai, single 1 yukimura buchou!"
"fumai tidak bermain?" tanya marui
"aku tidak ingin, kalian bisa mengambil pestanya" fumai berlalu begitu saja "karna aku tidak main maka aku akan..." dia hendakpergi saat sanada mencekram kerahnya
"matte, kau tetap disini. Kau harus melihat pertandingan kami meskipun kau tidak ingin" ucap sanada
"kau sangat suka melarikan diri seperti adikmu" gadis berambut putih itu berpendapat
"shiori, kau juga tak main?" tanya marui pada gadis itu
"aku tak terlalu tertarik, lagipula aku adalah manager yang harus memaksimalkan kemenangan tim" ucap gadis itu
"manager macam apa yang bahkan lebih kuat daripada pemain utama?" kirihara merasa kesal karna dia dikalahkan gadis itu
"yah, senpai saja yang terlalu lemah" kepala kirihara merasa berkedut mendengar sindiran manager rikkaidai
"hentikan itu shiori! Kita harus pergi" fumai menghentikan pertengkaran antara kedua anggota itu dan menarik shiori menjauh
"matte! Kau bilang kau akan melihatpertandingan kami bukan?" sanada menarik kerah belakang fumai namun dengan satu gerakan fumai berhasil menghindari tangan sanada
"gomen, senpai! Ada rapat dengan teman lama! Kelihatannya fuji syunsuke dari seigaku berhasil dikalahkan oleh manager mereka seperti kirihara senpai" yukimura yang pertama kali sadar akan apa yang dikatakan fumai
"nani?" selanjutnya sanada. Kirihara sadar paling akhir
"apa manager itu teman lama kalian? Kalau begitu aku ingin menemuinya" tanya yukimura
"yah" fumai hanya mengangguk "aku akan pergi sebentar, dan sebelum kalian sadar aku akan kembali" dan dia hilang bersama dengan shiori yang sebelumnya menyerahkan kertas pada sanada
"dasar tukang ilusi, dia dengan mudahnya menghilang" sindir niou pada sosok yang sudah menghilang dari sana
"niou-kun! jangan lupa kalau kau juga tukang ilusi" yagyuu mengingatkan partnernya itu
"baiklah semua bersiap! Aku pastikan mereka tak akan selamat jika berani kembali" yukimura dengan entengnya berbicara dan berbalik pergi. Memberikan aura tidak mengenakkan pada anggota regular rikkaidai, dan juga semacam himbauan bagi mereka yang tak mau mengikutinya akan kehilangan nyawa mereka.
(Hyotei)
"semua, mulai latihan!" teriak kapten hyotei itu. Saat ini hyotei sedang melakukan latihan. Pertandingan mereka baru akan terlaksana dua hari mendatang yaitu pada hari ke-4 babak pertama pertandingan musim gugur "dimana dua anak baru itu?" atobe bertanya pada oshitari yang baru saja selesai berlari
"yuara sedang berlari bersama shishido sedangkan yurara mungkin bersama gakuto" jawab oshitari
"kenapa yuara berlari bersama shishido? Bukankah yang punya keahlian berlari itu yurara?" atobe merasa kebingungan dengan kemiripan nama anggota barunya
Oshitari menarik napas panjang "yuara mikaru adalah orang yang memiliki kecapatan monster itu sedangkan yurara mine orang dengan permainan akrobatik. Kau sudah salah sejak awal"
"ah, yah itu maksudku" mungkin karna seorang bangsawan jadi atobe merasa malu dia tak bisa mengingat anggota timnya dengan benar
"aku sudah selesai!" shishido terkapar di dekat atobe dan oshitari yang ada di pintu masuk lapangan
"shishido? Apa yang terjadi?" atobe bertanya pada shishido yang tersungkur ditanah sambil mengambil oksigen sebanyak-banyaknya
"aku sama sekali tak mengerti, apakah anak itu monster? Kami sudah berlari tiga puluh putaran namun dia tidak menurunkan kecepatan ataupun kehabisan napas" atobe dan oshitari melirik pada seorang laki-laki dengan rambut hitam sedang berlari dengan kecepatan konstan "dia bahkan lebih cepat dari pada putaran pertama"
"apa benar kalian memulai start bersama? Dia seperti baru saja berlari" oshitari takjub dengan apa yang dia lihat. Dia lalu mendekati ootori yang memegang stopwatch sambil mencatat sesuatu "apa yang kau lakukan ootori?" oshitari menemukan nama yuara dan shishido beserta daftar waktu putaran
"yuara memintaku mencatat perolehan waktunya" oshitari menemukan waktu yang diperlukan yuara untuk berlari semakin lama semakin cepat. Kini ia sudah ada pada putaran ke empat puluh
"sudah cukup, kenapa kau tidak melakukan latihan yang lain saja?" atobe menghentikan yuara yang akan memasuki putaran ke-41
"ah, buchou maaf. Aku akan segera mulai mengambil bola" dia hendak pergi sebelum dihentikan oleh atobe
"apa kau tidak merasa kelelahan berlari sejauh itu?" atobe mendapati napas pemuda itu masih stabil. 'sungguh, berapa banyak stamina yang dia miliki?' atobe membatin dalam hatinya
"saat masih di amerika, aku sering pulang pergi dari rumah ke rumah nenekku yang kata ayahku berjarak 25 km dengan jalan kaki" atobe, oshitari dan ootori membeku.
"oh ya, aku baru ingat, diantara kau dan echizen mana yang lebih kuat?" tanya oshitari
"hah?" mikaru meminta oshitari mengulang pertanyaannya
"aku tanya apabila kalian bertanding mana yang lebih kuat?" tanya oshitari
"tentu saja si pangeran gadungan itu akan menang, dia bahkan..." mikaru mengepalkan tangan erat seperti sedang kesal
"dia berhasil dikalahkan ryoma-san 6 game to love dalam lima belas menit" mine tiba-tiba datang dan menjelaskan
"diam kau mine! Itu dulu, sekarang aku pasti bisa mengalahkan dia" bentak mikaru pada partnernya itu
"kalau kau suka menyerang orang yang sedang terluka maka aku tak akan bersimpati apabila kau dikalahkan olehnya" mine semakin membuat mikaru panas
"apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau latihan bersama gakuto?" tanya oshitari
"mukahi-senpai mengusirku setelah kalah tiga set. Jadi aku memutuskan untuk melihat mikaru-san" jelas mine. Semuanya juga tak akan kaget mengenai hal itu. Malah mereka akan kaget jika mine yang bisa mengalahkan oshitari kalah melawan mukahi
"apa maksud perkataanmu barusan?" tanya mikaru
"mungkin saja kau masih akan dikalahkan olehnya. bagaimanapun juga dia sanggup mengalahkan atobe-buchou dengan tie break sebanyak 119-117" ucap mine. sekarang giliran kepala atobe yang berkedut
"hoi, apa maksudmu mengatakan itu, ha?" tanya atobe dengan marah
"apa salah? gomen, soalnya kizuki-san bilang seperti itu!" mine menjawab dengan datar membuat kepala atobe semakin sakit
"bukannya salah hanya saja..." atobe benar-benar ingin mencincang anak itu. Kelihatannya dia anak yang baik tapi terkadang dia bisa menjadi lebih menyebalkan dari mikaru
"jadi ini ya hyotei?" ucap seseorang. Atobe, oshitari, shishido, ootori, mikaru dan mine segera menengok ke sumber suara dan menemukan dua orang berseragam rikkai. Yang laki-laki memiliki rambut merah dan yang perempuan memiliki rambut putih
"siapa kalian, hah? Kenapa orang asing bisa masuk kemari?" tanya atobe
"penjaga mengijinkan kami masuk, jadi sah-sah saja" jawab yang perempuan
"fumai, shiori, apa yang kalian lakukan disini?" mikaru berucap dengan datar seolah ini adalah hal yang biasa
"kau kenal dengan mereka?" tanya oshitari
"ossasiburi desu, kirara-san! Kizuna-san!" mine menyambut mereka membuat keadaan semakin membingungkan
"aku sudah memberi perintah untuk tak mengijinkan siapapun dari sekolah lain untuk masuk. Apalagi kalian terang-terangan memakai seragam rikkai, bagaimana cara kalian masuk?" tanya atobe
"buchou, mereka itu penipu, si rambut merah fumai kirara adalah seorang ilusionist. Dan yang satunya lagi bisa melakukan hipnotis. Mungkin mereka menghipnotis penjaga gerbang untuk membiarkan mereka masuk" mikaru menepuk dahinya sendiri. Itulah sebabnya di sekolahnya dulu, untuk urusan mengintai selalu diberikan pada mereka berdua
"seperti biasa ucapanmu menyakitkan, yuara!" jawab kirara merasa tersindir
"kami datang hanya untuk menyapa dan akan segera kembali, jika tidak yukimura-buchou akan membunuh kami" si gadis rambut putih shiori kizuna mebgatakan tujuan mereka
"yah karna itu kami akan pergi dah!" dan hanya dalam beberapa kali kedipan mata mereka sudah menghilang
"sugoi, sasuga kizuna-san! Benar-benar seperti hantu!" ucap mine terkagum
"sebenarnya apa tujuan mereka kemari?" mikaru tak habis pikir
"yosh! Yuara, yurara! Karna mereka kenalan kalian jadi untuk menghilangkan rasa frustasiku segera lari seratus putaran" atobe memberi perintah dengan seenaknya. Dua orang itu hendak protes ketika mereka merasakan aura yang kelam mulai muncul dari tubuh kapten mereka
Di bangku anggota shitenhouji terlihat seseorang yang sedang melamunkan sesuatu. Dia sama sekali tak melihat pertandingan rekan timnya
"mikazuki-san! Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya seorang anak yang lebih pendek darinya "kalau ada masalah biarkan aku mengetahuinya" ucapnya
"tsubasa?" pemuda itu melirik rekannya "tidak apa, itu bukan masalah penting. Hanya saja aku teringat masa lalu. Entah kenapa rasanya bermain disini sangat berbeda dengan disana" ucapnya. Tsubasa terlihat bingung sebelum akhirnya mengeti apa yang dimaksud partnernya itu
"benar juga! Disini jauh lebih menyenangkan" ucap tsubasa setuju dengan mikazuki
"oi, mikazuki, miki! Giliran kalian" ucap sang kapten shitenhouji shiraishi "apa kalian sudah siap?" mikazuki hanya menyeringai
"tentu saja, buchou pikir aku siapa?" ucapnya bangga sambil membawa raketnya
"yosh! Akira dan tsubasa! Menangkan double 1 ini!" sang rookie tooyama kintarou memberi semangat walau kelihatannya mulai sekarang dia tak akan menjadi super rookie lagi
"double 1, shitenhouji mikazuki akira, miki tsubasa pair" wasit memberi aba-aba
"baiklah tsubasa! Ayo segera kita selesaikan ini" mikazuki kembali bersemangat, walau pikirannya masih berada pada kenangan beberapa tahun yang lalu
Di sebuah mobil, seorang pemuda terbangun karna keramaian jalan. Entah kenapa matanya meneteskan setetes air mata yang mulai mengering, dia bahkan tak sadar kapan dia tertidur atau kapan dia menangis. Yang ia tahu adalah hal yang membuatnya menangis.
Ingatan pemuda itu berputar pada tujuh tahun yang lalu. Awal dari segalanya, awal dari pembentukan tim bodoh yang berakhir mengenaskan
(7 tahun yang lalu, hirai gakuen)
Seorang anak berambut hijau memukul bola tennis dengan sangat kuat, namun bola itu masih bisa dikembalikan oleh lawan mainnya, seseorang yang seumuran dengan mereka dan memiliki rambut merah
"echizen! Fumai! Sudah waktunya kita kembali" teriak seorang anak yang juga seumuran dengan mereka dari luar lapangan tennis. Seorang anak berambut kuning dengan mata biru sejernih lautan
"ah, miracle! Kami segera kesana" teriak anak berambut hijau. Dua anak itu berhenti bermain dan menghampiri temannya tersebut
Anak itu miracle astrew, adalah awal dari segalanya...
/Miracle Heart\\\
Bagaimana? Panjang bukan? Saya ingin membuat flash back. Tapi rasanya kurang enak kalau semua tokoh belum dikenalkan, jadi di chapter ini ke enam oc lainnya saya paksain untuk masuk demi kelanjutan cerita.
Jadi, chapter berikutnya itu tentang flash back masa lalu. Juga tentang luka yang diderita ryoma dan kizuki. mungkin flash back ini akan menjadi dua atau tiga chapter karna saya bermaksud untuk memasukkan semua flash back cerita pada bagian ini agar nanti tidak ada selingan lagi. Tapi namanya juga manusia, kita tak akan tahu bagaimana jadinya
Chapter ini agak maksa kan? Karna berulang kali saya mengubah chapter ini karna ada hal yang tidak sesuai. Dan hasil akhirnya adalah sesuatu yang sulit dipahami. Saya harap pembaca sekalian menikmati cerita dari saya
Saya menerima saran apapun. Mengkritik juga boleh tapi tolong jangan terlalu pedas karna takutnya nanti malah trauma
Ok! See you next chapter
