Sepulang sekolah, Sakura memilih pergi ke taman kota sendirian, ia hanya ditemani oleh segelas jus tomat yang dibelinya dikantin tadi.

"Fiuhhh … kenapa Sasuke kun tidak masuk sekolah yah" Sakura bergumam sendiri dan sesekali meminum jus tomatnya. Karena menurut Sakura itu mengingatkan pada Sasuke.

"Tomat itu sangat menggiurkan ya"

"Ehh "

Sakura lagi-lagi dikejutkan oleh Itachi yang tiba-tiba duduk disamping Sakura.

"Kakak, kenapa senang sekali mengejutkanku" Sakura mengembungkan pipinya membuat Itachi gemas melihat tingkah lucu Sakura.

"Maafkan aku" ia mencubit kedua pipi Sakura.

"Kakak, apa-apaan sih"

"Kau jangan marah. Aku tahu kau sedang bersedih kan" ujar Itachi sambil membenarkan posisi duduknya.

"Hmm .. yah Sasuke kun tidak sekolah"

"Sasuke lagi ya, Ayo ikut aku"

"Eh"

Itachi membawa pergi Sakura jalan-jalan dengan mobil hitamnya. Sakura merasa terheran-heran kenapa laki-laki ini begitu baik dan perhatian padanya.

"Kakak mau bawa aku kemana?"

"Ketempat dimana kau bisa merasa senang"

.

.

.

"Tropical Land?"

"Ya , ayo kita bersenang-senang disini Sakura" Itachi menarik tangan Sakura mengajak kesebuah wahana permainan. Ya dia membawa Sakura ketempat bermain.

"Kita naik itu" tunjuk Sakura pada salah satu permainan, Jet Coster.

"Nanni?"

"Kenapa kakak takut? Hahaha"

"T-tentu saja tidak. Ayo kita naik itu" Itachi menerima permintaan Sakura walau dalam hatinya ia sangat takut ketinggian. Tapi yang benar saja Itachi harus mengakui kalau dia takut naik itu. Malu dong .

"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa …"

"Hahaaaaaaaaaa ini sangat menyenangkan"

Sepanjang permainan itu berlangsung Itachi terus menutup matanya, Sakura terkekeh geli melihat Itachi.

.

"Kau kalah …"

"Baiklah aku kalah, kau mau apa Sakura" Itachi sesekali menarik nafasnya, setelah berteriak-teriak naik Jet Coster.

"Aku mau permen kapas"

"Jangan, permen itu tidak manis"

"Hah?" Sakura malah bengong.

"Karena manisnya kalah olehmu" goda Itachi pada Sakura. Namun sayang Sakura tak mendengar itu ia telah berlari menuju penjual permen kapas. "Hmmm dia tak mendengarkanku".

.

.

.

Keesokan harinya ..

"Apa hari ini Sasuke masuk sekolah" ujarnya pada diri sendiri.

"K-kau begitu menyukai Sasuke kun ya, Sakura Chan?" Tanya gadis lavender itu pada teman sebangkunya.

"Ya Hinata, tapi Sasuke tak pernah memperhatikanku."

"Tapi menurutku kau tak usah mengejar Sasuke"

"Eh .. memangnya kenapa, Hinata?"

"Ahh a-aku tak berhak mengatakannya. Aku takut kau malah membencinya" Ujar Hinata tampak gugup. Ia memang baik terhadap Sakura, tidak seperti Ino dan Ten-Ten. Tapi Sakura tak menghiraukan mereka berdua.

"Aku tak akan menyerah mendapatkan Sasuke, hehe"

"Berjuanglah Sakura chan. Aku juga sama saat berusaha mendapat perhatian Naruto kun, ehhh" Hinata menutup mulutya, mukanya langsung memerah seketika.

"Laaahh Hinata, kau menyukai Naruto ya" Sakura memainkan alisnya pada Hinata, ia mencoba menggoda sahabatnya itu.

"K-kau jangan bilang siapa-siapa Sakura chan"

"Baiklah, Hinata".

"Ohayougozaimasu" ucap laki-laki berperawakan tinggi dengan rambut perak tak lupa maskernya yang selalu menutupi wajahnya, membuat para murid disana menjuluki Sensei misterius.

"Ohayou sensei" teriak semua murid.

"Kerjakan halaman 25 sampai 30"

"Yaaaaaaaahh " setengah murid mengeluh dengan tugas yang diberikan Kakashi sensei. Kakashi memang seperti itu selalu memberikan tugas bejibun pada muridnya. Dan ia hanya membaca buku kesukaannya.

30 menit berlangsungnya pelajaran Kakashi dan tiba-tiba pintu kelas terbuka. Nampaklah seseorang pemuda berambut raven memasuki kelas dan duduk dibangkunya.

Sakura merasa terheran-heran campur senang.

"Nee Hinata, kenapa Sasuke tidak dihukum. Padahal dia terlambat 30 menit"

"Mungkin karena Sasuke anak pemilik sekolah ini, jadi itu bukan masalah"

"Apa? kenapa bisa begitu, itu kan tidak adil"

"Mana ku tahu, Sasuke kan anaknya Fugaku Sama, kepala Uchiha Corp"

"Benarkah itu Hinata?"

"Semua orang tahu itu"

"J-jadi dia anak pemilik sekolah ini, pantas saja dia berkata seperti itu padaku" Sakura kembali mengingat perkataan Sasuke saat tercebur disungai. Dia mengatakan akan mencabut beasiswa karate Sakura.

"Berkata apa, Sakura chan?"

Brakk … Kakashi menggebrak meja.

"Sakura, Hinata kalian sedang membicarakan apa?"

"Gomenasai Sensei" Ucap Sakura dan Hinata, mereka melanjutkan tugasnya.

.

.

.

"Sasuke kun tunggu, aku ingin menanyakan sesuatu padamu"

"Kau lagi kau lagi"

"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, apa kau putra dari pak Uchiha?" Sakura berusaha menanyakan hal itu pada Sasuke, karena ini memang sangat mengganggu fikirannya. Namun Sasuke tak menggubris pertanyaan Sakura.

"Tunggulah kumohon dengarkan aku, saat itu aku melihat kak Ita-"

"Hey Pinky berhenti mengganggu Sasuke" Wanita berkacamata itu mencegah Sakura untuk mengejar Sasuke.

"Tapi ini sangat penting Karin, aku harus memberitahunya"

"Kubilang jangan dekati dia, Sasuke selalu sial jika didekatmu."

"Memangnya kenapa?"

"Karena aku tunangannya Sasuke"

DEG …

.

.

.

Karin adalah tunangannya Sasuke. Mereka dijodohkan oleh ayahnya Sasuke. Karena Fugaku merasa Uchiha Corp mengalami penurunan ia mencoba bekerja sama dengan perusahaan Uzumaki, dengan syarat harus ada ikatan saudara yaitu Sasuke dijodohkan dengan Karin.

Maka dari itu Karin begitu marah ketika kekasihnya didekati oleh perempuan lain, terutama Sakura. Walaupun ini perjodohan namun Karin begitu menyukai Sasuke jadi ia sangat senang. Sasuke? Dia terlihat biasa saja. Karena menurutnya itu hanyalah tuntutan pekerjaan ayahnya. Mau tak mau Sasuke harus menerima kenyataan.

"Tenang Sasuke kun, aku sudah mengusir gadis menyebalkan itu"

"Hmn"

"Aku sudah mengatakannya bahwa kau adalah tunanganku"

Hening …

"Bodoh … bagaimana jika satu sekolahan tahu soal ini Karin."

"Bagus lah kalau mereka tahu, bahkan aku ingin seluruh dunia tahu kalau kau kekasihku Sasuke kun" Ucap gadis itu sambil menggelayut ditangan Sasuke.

"K-kau … pergi dari hadapanku sekarang juga." Seraya menepis tangan Karin.

"Kenapa kau jadi marah. Harusnya kau senang Sasuke"

"Diam kau !"

Dan ia meninggalkan Karin sendirian digerbang sekolah.

.

.

Sakura POV

'Aku tahu kau sangat baik, aku tahu kau begitu sempurna dimataku. Kau memang tak pantas untuk gadis sepertiku ini. Apalah diriku ini hanya seorang pekerja Restoran biasa mana munkin Sasuke mau padaku. Aku memang tak tahu diri. Kami-Sama tolonglah aku, aku hanya ingin merasakan kebahagiaan dengan apa yang namanya Cinta. Aku tak tahu harus bagaimana ini. Kenapa aku harus bertemu dengannya kalau akhirnya sesakit ini'

Aku tertunduk, merasakan sakit sekali disekitar dadaku. Aku memang bodoh, sejak awal aku hanya membuat Sasuke sial. Beberapa kali aku mempermalukannya, maafkan aku.

Mungkin ini yang dimaksud Hinata, kalau Karin adalah tunangan Sasuke.

Mulai detik ini aku akan melupakan Sasuke. Kau berbahagialah dengan Karin, dia sangat cocok untukmu. Sama-sama orang kaya, cantik, pintar. Sedangkan aku? Aku hanya seorang wanita yang suka karate. Tak ada sisi feminimnya sedikitpun.

Oh ya Itachi nii, dia yang selalu ada buatku. Aku ingin menghubunginya. Aku segera mengusap air mataku lalu mengambil handphone.

"Moshi-moshi , Itachi nii kau dimana?"

"Aku sedang ditaman melihat seorang gadis yang sedang menangis"

"Apa ?"

Aku menurunkan handphoneku. Ku cari-cari dimana Itachi berada, aku yakin dia sudah ada disini sebelum aku datang. Dia sering sekali ketaman ini, entah kenapa aku juga tak tahu.

"Kau mencari siapa?" tiba-tiba dia sudah ada dibelakangku.

"Kakak, kenapa kakak angkat teleponku kalau kau sudah ada disini."

"Aku hanya ingin mendengarkan suaramu lewat telepon"

"Ahhh aku tak mengerti perkataan kakak. Ayo kita bersenang-senang"

Aku mengajak Itachi nii ke Tropical Land lagi, aku ingin melampiaskan emosiku dengan menaiki Jet Coster lagi.

"Kak aku ingin naik itu"

"Tunggu Sakura, kemarin aku habis naik itu kepalaku sangat pusing rasanya ingin muntah"

"Ayolahh kumohon kali ini saja, ya ya" Aku mencoba merayunya. Dan yesss berhasill kami akhirnya naik itu.

Normal mode

.

.

"Kepalaku pusingg"

"Hahhaa maaf ya kak."

"Tidak apa-apa yang penting kau bisa tertawa lagi. Kenapa kau menangis, Sakura?"

"Aku tidak menangis, mataku hanya kemasukan debu"

"Kau jangan membohongi laki-laki jenius Sakura"

"Apa? hahaha, aku tak yakin soal itu"

"Sakura aku menyukaimu."

" Eh .. ? "

"Bukan eh, tapi aku menyukaimu"

"Emm a-aku emm .. Aku ingin permen kapas kak" Sakura gelapan dihadapan Itachi, ia mengalihkan pembicaraan. Siapa sangka laki-laki yang baik hati itu mengucapkan suatu kalimat yang mustahil. Ia beranjak dari duduknya namun tangannya ditahan oleh Itachi.

"Tunggu, aku menyukaimu Sakura. Apa kau menyukaiku?"

"Kakak …. "

"Ya , aku Uchiha Itachi menyukaimu. Aku sudah megatakannya 3x, kau paham" ia menekankan setiap kalimatnya.

"UCHIHA?" wajah Sakura menjadi pucat seketika setelah mendengar kata Uchiha. Oh ya Sakura ternyata baru tahu nama kepanjangan Itachi. Namanya sama dengan Sasuke, Uchiha Sasuke , Uchiha Itachi.

"Ya Sakura, apa kau menyukaiku?"

"Apa kakak saudaranya Sasuke?"

"Akhirnya kau menyadari juga Sakura"

"Apa maksud semua ini?"

Tiba-tiba ..

"Lepaskan dia Itachi !"

"SASUKE ?" ucap mereka serempak dibarengi dengan wajah terkejut.

"Sedang apa kau disini Sasuke?" Tanya Itachi

"Ayo Sakura ikut aku" Sasuke menarik tangan Sakura dengan paksaan. Namun Sakura berusaha berontak, Karena ia masih marah pada Sasuke.

"Hey jawab aku Sasuke"

"Itu bukan urusanmu Itachi"

"Lepaskan aku Sasuke kun, lepaskan" Sakura berusaha melepaskan cengkraman Sasuke.

"Jangan paksa dia kalau dia tidak mau" Itachi beranjak dari duduknya mencoba mendapatkan kembali Sakura.

"Kau jangan acuhkan kakakmu ini Sasuke"

"Kakak?" Sakura tercengang mendengar perkataan Itachi. Dugaannya benar kalau mereka berdua adalah adik kakak.

"Tadinya aku ingin mengenang masa lalu kita saat ditempat ini. Tapi setelah apa yang kulihat aku langsung berubah fikiran" Sasuke berkata demikian seakan ia memikirkan masa lalu dengan Itachi dulu. Mereka berdua saat masih kecil selalu berkunjung ketempat ini.

"Kau…" Itachi hanya diam.

"Ayo ikut aku Sakura" Sasuke masih memegang tangan Sakura dan menyeretnya kedalam mobil.

Ia langsung tancap gas dengan kecepatan penuh. Membawa Sakura kesuatu tempat.

"Apa yang kau lakukan Sasuke, kau mau bawa aku kemana?"

"….."

"Hey jawab aku, kau selalu mengabaikan pertanyaanku"

"….."

"Turunkan aku sekarang juga , Sasukeee"

"….."

"Apa yang akan kau lakukan padaku, aku sudah berniat untuk melupakanmu"

Ckiittttt … Ia mengerem mobilnya dan berhenti dipinggir jalan.

CUP … ia mencium bibir Sakura dengan durasi yang cukup lama.

"Coba saja kalau kau bisa" ia melanjutkan perjalnannya.

Sakura terdiam tanpa kata. Niatnya melupakan Sasuke semakin sulit.

"Kau sering menemui Itachi?"

"….."

"Hey jangan diam saja aku sudah tak menciumu lagi."

"Ya, aku sering bertemu" ucap Sakura dengan tatapan kosongnya. Ia masih tak percaya kalau Sasuke telah mencuri ciuman pertamanya.

"Tch laki-laki itu"

To be Continue