hanna
dul
set
"jadi kau sudah bertunangan? Lalu apa masalahnya? Kau belum menikahinya bukan? Tunanganmu seorang yeoja?" aku mencoba untuk bisa memiliki dokter Choi
"tentu saja seorang yeoja! aku adalah namja yang normal sama sepertimu Kyu! Kau yang membuatku seperti ini" dokter Choi menutup bingkah photo yang ada dimeja kerjanya yang tidak pernah aku perhatikan
Aku ambil bingkai itu lalu aku lihat photo siapa yang ada didalamnya. Ternyata photo dokter Choi yang sedang berpose dengan seorang yeoja cantik berwajah anggun dan memiliki senyum yang manis.
"dia tunanganmu?" tanyaku menaruh kembali bingkai foto itu
"nee! Namanya Yoona. Dia juga seorang dokter. Dokter anak" jawab dokter Choi memandangi photo yang ada dibingkai itu
"dia tunanganmu yang cantik dok! Itu bukan masalah buatku! Aku bisa menjadi kekasihmu yang tampan bukan? Cantik berbeda dengan tampan" entah bisikan iblis dari mana yang bisa menuntunku berujar seperti itu
"Kyuhyun-ah! Kita tidak bisa melakukannya" dokter Choi menutup wajahnya dengan telapak tangannya
"miane dok! Aku membuatmu menjadi sulit" aku berjalan menjauhi dokter Choi untuk kembali kekursiku
"Kyuhyun-ssi!" dokter Choi memanggilku
Aku menoreh kearahnya dan ternyata dia sudah berada didekatku. Dia lalu memelukku dan berbisik telingaku
"aku akan menyelamatkanmu! Percayalah kau aman bersamaku"
.
.
"lepaskan dongsaengku!" hyung datang mendorong dr. Choi menjauh dariku.
Aku melihat hyung juga terluka dan mendapatkan perban dan pakaian yang sama seperti yang aku pakai.
"Donghae-shi tenanglah! aku hanya ingin menolongmu juga Kyuhyun dongsaengmu" dr. Choi berusaha menenangkan hyung
"brengsek! Aku tidak butuh pertolonganmu!" hyung menyerang dr. Choi dan berusaha mencekiknya
"hyung-ah aku mohon lepaskan dia!" aku berusaha untuk menolong dr. Choi namun aku terjatuh
"kumohon seseorang tolonglah aku!" teriak dr. Choi minta tolong pada siapapun yang berada diluar kamar.
Aku melihat eomma dan Hankyung juga beberapa perawat namja datang berhamburan masuk kedalam kamar menarik kasar Donghae hyung lalu menolong dr. Choi
Aku melihat mereka menyuntikan sesuatu kedalam tubuh hyung, tak lama hyung lemas dan kembali pingsan. Seiring dengan pingsannya hyung, akupun tidak sadarkan diri.
.
.
.
"Kyuhyun-shi!" aku mendengar suara lembut milik dr. Choi memanggil namaku
"dimana aku dok? Kenapa rasanya seperti dejavu" aku pandang dr. Choi lemas
"kau masih berada diruang perawatan diklinik pribadiku" dr. Choi membelai wajahku
"dimana hyung? Apakah dia melukaimu lagi?" aku ingat hari dimana hyung mencekik leher dr. Choi
"aku yakin Donghae-shi pasti baik – baik saja. Dia tidak melukaiku kau harus tenang" dr. Choi selalu memberikan senyum yang sama indahnya
"kau harus memakluminya dok! Dia sangat menyayangiku" aku berusaha membujuk dokter Choi
"tidak sulit bagi siapapun untuk bisa menyayangimu Kyu!" dokter Choi mencatat sesuatu
"apakah kau menyukaiku dok?" aku mencoba bertanya tentang perasaannya dengan menatapnya penuh cinta
"aku sangat peduli padamu Kyu dan aku sungguh ingin menolongmu" dr. Lee menghindar untuk memberikan jawaban yang aku inginka
Aku tatap matanya dengan tajam lalu aku berkata "saranghe!" singkat dan jelas
"Kyuhyun-shi!" dr. Choi membalikan badannya memandangku
"saranghae dr. Choi" aku mengulangi ucapanku sambil terus menatap matanya.
Kami saling memandang lama sekali seperti sedang mengirimkan signal – signal cinta
"aku harus pergi Kyu. Istirahatlah" dr. Choi melepaskan genggamanku perlahan, melangkah meninggalkan aku.
"dr. Choi!" aku bergegas turun dari kasur mengejar dr. Choi lalu aku peluk tubuh kekarnya dari belakang
"saranghe dr. Choi! Saranghae aku tidak peduli kau sudah memliki tunangan. Yang aku tahu dan aku rasakan saat ini adalah betapa aku ingin selalu bersamamu dan aku ingin sekali memilikimu" aku peluk semakin erat tubuh dokter Choi
"Kyuhyun-shi! Ini tidak boleh terjadi" dr. Choi menggenggam tanganku yang tengah memeluknya.
Aku merasakan dr. Choi memiliki perasaan yang sama namun dia dilemma dengan statusnya yang sudah bertunangan
"aku harus pergi Kyu! kau harus beristirahat" dr. Choi melepaskan pelukanku dan meninggalkanku sendirian didalam kamar.
~~~~~~~0000~~~~~~~
Tiga hari berlalu aku masih dirawat diklinik tempat dr. Choi. eomma datang setiap hari kadang bersama Hankyung tapi seringnya eomma datang sendirian. Aku heran kenapa Donghae hyung sama sekali tidak menunjukan batang hidungnya dan sama sekali tidak pernah menjengukku
"Kyuhyun-shi! Bagaimana jika sore yang cerah ini kita jalan – jalan keluar!" ajak dr. Choi membawa kursi roda untukku
"tentu saja dok! aku sudah bosan setiap hari menghabiskan waktu didalam kamar" jawabku semangat
"biar aku bantu" dr. Choi memapahku berdiri melangkah mencapai kursi roda.
Aku sangat menikmati memandang wajahnya dari samping begitu dekat dan aku cium aroma tubuhnya yang wangi
"Duduklah! Kenapa kau malah memandangi ku" dr. Choi membuatku tersipu.
"kau tahu dengan jelas alasannya dok" aku membalas
"aku tahu" jawab dokter Choi tersenyum
.
.
Kami sudah berada diluar klinik menikmati langit cerah disore hari dihalaman klinik yang asri
"langitnya indah bukan!" dr. Choi menatap langit dan tersenyum berseri
"tapi hatiku tidak dok!" aku tatap dr. Choi tanpa berkedip
"waeyeo?" dr. Choi berlutut dihapanku kedua tangannya memegang bantalan tangan kursi roba
"dr. Choi! Dr. Yoona mencari anda! Dia menunggu anda disana" seorang perawat datang mengganggu kami
"oh nee! kau bisa membantu menjaganya sebentar?" dr. Choi meminta perawat itu menjagaku
"baiklah dok!" jawab perawat itu
"Kyuhyun-shi! kau tunggu sebentar aku akan segera kembali" dr. Choi meninggalkanku menemui tunangannya.
"siapa dokter itu sus?" tanyaku pada perawat itu pura - pura
"dia tunangannya dokter Choi" jawab perawat itu
Aku bisa melihat dengan jelas wajah tunangan dokter Choi walau dari jarak yang lumayan jauh. Yeoja itu tampak jauh lebih cantik dari yang aku lihat diphoto waktu itu. Aku terus memperhatikan gerak – gerik dr. Choi selama menemui tunangannya itu.
Aku memang bisa melihat cinta yang begitu besar diantara mereka berdua. Mereka saling tatap dan bersentuhan tangan dengan mesra. Sesekali dr. Choi memangdang kearahku sepertinya dia juga mengkhawatirkanku. Aku tidak peduli sejauh apa hubungan yang sudah mereka jalin aku harus bisa mendapatkan dr. Choi.
.
.
"kita kembali kekamar Kyuhyun-shi!" dr. Lee kembali padaku setelah tunangannya pergi
"dia memang yeoja yang sangat cantik dok!" tiba – tiba aku memuji tunangan dokter Choi
"mwo?" dr. Choi pura – pura tidak mendengar pertanyaanku
"kapan kau akan menikahinya dok?" aku semakin banyak bertanya
"belum terpikirkan olehku melangkah sejauh itu Kyu!" dr. Choi membuka pintu kamar rawatku lalu mendorong masuk kursi rodaku
"aku tidak peduli. aku akan tetap mencintaimu dok!" aku berdiri dari kursi roda lalu secepat kilat aku segera memeluknya.
Dr. Choi tidak berusaha melepaskan diri dari pelukanku dia malah membalas mencium bibirku dan membelai tubuhku, aku balas memberikan ciuman yang sangat dahsyat dari bibirku. Kami berdua saling menghisap lidah dan mengeluarkan desahan penuh nafsu disela – sela ciuman kami.
Tangan kiriku berusaha menggapai untuk mengunci pintu kamar rawatku
klik
pintu sudah terkunci. Ciumannya kini beralih menuju leherku, tanganku meraba organ intimnya
"Kyuhyun-ssi! Kau sungguh ingin melakukannya?" aku dengar dr. Choi bertanya dimana tangannya mengalihkan tanganku dari intimnya.
"aku sangat menginginkannya dok!" jawabku kembali memainkan membernya
"kau tahu dengan jelas aku adalah doktermu! Aku tidak pernah sedikitpun berniat untuk melecehkanmu Kyu!" dokter Choi kembali menahan tanganku bergerilya disekitar membernya
"kau tidak sedang melecehkanku dok! Aku sungguh mencintaimu" aku lumat kembali bibir tipisnya
Kami kembali berciuman saling berpagutan dan saling mendesah menarik nafas pendek yang hampir habis saat kami sama – sama saling menghisap, menjilat dan menggigit.
Dokter Choi mulai sibuk dengan celana pajamasku. Tangannya menurunkan celana berikut celana dalamku hingga setengah paha. Perlahan dokter Choi melepaskan ciumannya lalu turun berlutut tepat dihadapan memberku yang sudah mulai tegang dan memanjang.
Dokter Choi genggam batangku lalu mengocoknya membuatku bergidig dan mendesah
"ahhhh hmmmm"
"tahan desahanmu! Ada perawat diluar" bisik dokter Choi menatapku
Aku berusaha menahan desahanku sementara dokter Choi kini mulai menjilati kepala batang memberku dengan begitu aktif
Sluurrrp sluuurrpp
"hmmmm" aku gigit bibir bawahku menahan agar desahanku tidak terdengar sementara tubuhku mengejat karena nikat yang luar biasa dari cara dia meng-oral batangku.
Slurrrpp slurrrp
Dokter Choi semakin aktif menjilati kepala batang itu dan memasukan sebagian batangku kedalam mulutnya.
"ahhh mmmmmm" aku remas rambut dokter Choi lembut dan aku terus mengejat.
Aku seperinya akan mencapai orgasme karena oral yang dilakukannya. Dan sesuatu sepertinya akan keluar dari batangku.
"dok! Aku akan,,," aku tarik memberku keluar dari mulutnya karena aku takut spermaku akan mengotorinya
Aku kocok kembali dengan tanganku lalu dokter Choi berdiri seketikan melumat bibirku dan mengulumnya.
Crooooot
Spermaku keluar mengotori tanganku juga celana pajamasku. Aku bersihkan tanganku dengan mengelapkan sperma itu pada celana pajamasku yang terpasang hanya setengah paha.
"sekarang giliranmu dok! Aku adalah yeojamu yang tampan! aku punya lubang yang bisa kau masuki" bisikku pelan ditelinga dokter Choi lalu aku gigit lembut daun telinganya membuatnya bergidig
"jika kita melakukannya diatas situ akan berisik dan menimbulkan kecurigaan perawat Kyu!" dokter Choi berkata pelan menunjuk kearah kasur
"aku bisa berbaring diatas lantai dok! Dan tidak akan bersuara" aku segera menurunkan semua celanaku hingga terlihat semua bagian bawahku
Dokter Choi mulai membuka jasnya dan meleparkan jas itu keatas kasurku. Dia mulai membuka sabuknya, kaitan celana pentalonnya, menurukan resletingnya dan melorotkan celana juga celana dalamnya sama sepertiku.
Aku lihat batangnya begitu besar dan panjang membuatku terkagum melihatnya. Aku mulai memposisikan diriku menungging untuk menunggu serangannya.
"kau yakin rela jika aku melakukannya Kyu?" tanya dokter Choi pelan
"lakukan dok! Aku mencintaimu dan aku adalah milikmu" jawabku tulus
Dokter Choi mulai membuka lipatan bokongku, jarinya mulai menekan dan memutar – mutar otot anusku. Aku merasakan ada sensasi saat dia melakukannya. Satu jarinya perlahan mulai masuk kedalam anusku dengan gerakan memutar dan mendorong. Satu jari masuk dan sensasi itu semakin terasa olehku.
Dokter Choi kembali melakukannya kali ini dengan dua jarinya. Menekan dan masuk kedalam anusku lalu bergerak memutar lembut didalamnya
"ahhhh" spontan aku lirih karena aku merasa tergelitik oleh sensasi itu
Tiga jari kini masuk kedalam anusku, aku semakin relax karena dokter Choi memang sangat pandai saat melakukan relaksasi disekitar anusku.
"masukan sekarang dok! Aku sudah siap" bisikku
"baiklah Kyu"
Dokter Choi mulai menempelkan batangnya dianusku sepertinya sebelum itu dia membasahi batang itu dengan sesuatu karena aku merasa batang itu sedikit berlendir. Dia tekan batang itu untuk dapat masuk kedalam anusku perlahan -, perlahan hingga setengah batang itu masuk kedalamnya
Aku mengejat karena sedikit perih namun aku tahan karena aku tidak ingin mengecewakannya.
"Kyuhyun-ssi gwencana? Dokter Choi sepertinya mengkhawatirkanku
"gwencana dok!" jawabku tegas
Batang itu semakin masuk dan menekan ujung anusku
"ahhhh" aku kembali mendesis
Dokter Choi mulai bergerak maju mundur dibokongku. Gerakan itu perlahan namun pasti. Aku tahu dokter Choi tidak ingin menyakitiku hingga gerakannya terasa begitu kaku.
"lakukan dok! aku baik – baik saja" bujukku
Gerakan itu mulai terasa cepat dan semakin cepat
"hmmmm hmmmmmm mmm" aku dengar dokter Choi mendesah pelah karena dia takut akan didengar seseorang dari luar
Buk buk buk buk
Suara selangkangan dokter Choi menempel bokongku
"mmmmmm Kyu ahhhh" dokter Choi mendesah kembali
Aku gigit bibir bawahku sementara kedua tanganku menopang tubuhku yang menungging diserang batang dokter Choi yang mulai bergerak semakin lincah.
Semakin cepat gerakan itu aku merasa semakin nikmat. Sensasi yang sangat berbeda dibanding aku melakukannya bersama Seohyung atau yeoja lainnya. sepertinya pusat sensitif itu ternyata ada diujung anus. Karena semakin dalam batang dokter Choi menekan maka semakin nikmat yang kurasakan
"hmmmm mmmmmm ah Kyu" dokter Choi mencengkram punggungku
"ahhhh hmmm" desahku
Aku merasa batang dokter Choi mulai mengerut sepertinya akan memuntahkan sesuatu. Lalu
Croooot
Aku merasa sesuatu yang hangat dan basah membasahi anusku
"hmmmm sarangahae Kyuhyun-ssi" dokter Choi menungging untuk memelukku
.
.
"keparat kalian berdua!" hyung tiba - tiba muncul diantara kami entah kenapa seingatku aku sudah mengunci pintu itu. hyung mendorongku tersungkur hingga kepalaku membentur tembok dan aku tidak dadarkan diri.
Dr. Choi Siwon point of view
"kau memang iblis berwajah manusia" Donghae begitu beringas mendorongku dan menekan tubuhku kedinding
"Donghae-shi lepaskan aku!" aku berusaha berontak namun tenaganya begitu kuat berbeda dengan kekuatan yang dimiliki Kyuhyun
"aku tidak ingin ada orang lain yang menyentuhnya! Dia adalah milikku!" tatapan mata Donghae begitu mengerikan sangat jauh berbeda dengan tatapan mata Kyuhyun yang penuh cinta dan begitu damai
"dia sangat mencintaiku! Dan begitu juga aku!" aku berusaha untuk melepaskan cekikannya dileherku
"andwee! Tidak akan pernah ada cinta diantara kalian" teriak Donghae histeris
"kau hanyalah hyungnya yang tidak bisa melarangnya untuk dapat mencintai dan hidup bahagia" aku berhasil melepaskan diri dari cengkramannya
"aku tidak rela Kyuhyun bahagia sementara aku tidak! Kau harus bisa membahagiakanku juga atau kau akan mati!" Donghae mengancamku
"aku tidak mengerti maksud ucapanmu!" aku tatap sosok Donghae tepat dimatanya
"aku juga menginginkanmu dokter Choi!" Donghae mulai mendekatiku yang masih tidak memakai pakaian bawahku
Aku menjadi lemas karena kini aku harus menghadapi dua sosok namja yang sama – sama menginginkan aku
"apa yang harus aku lakukan untukmu?" tanyaku lemas
"lakukan hal yang sama denganku seperti yang sudah kau lakukan dengan Kyuhyun tadi! jangan pikir aku tidak melihat dan menyaksikannya. Aku diam karena aku ingin memberikan Kyuhyun kesempatan untuk merasa bahagia" Donghae mulai menjilati bibirku
Aku terpaksa melayani hasrat yang dimiliki sosok Donghae yang begitu tinggi. Aku kembali melakukan anal sex untuk kedua kalinya bersama dua sosok namja yang sangat berbeda karakter juga sifatnya.
~~~~~~~0000~~~~~~~
Kyuhyun point of view
"Kyuhyun-ah! Bangunlah kita harus pergi dari sini!" hyung membangunkanku.
Aku lihat dia sudah bersiap – siap untuk pergi, dan rupanya dia juga sudah menggangti pakaianku
"kemana?" tanyaku bingung karena aku baru saja sadar
"eomma pergi keluar kota karena ada seminar, tadi dia datang memberitahukanku. Inilah kesempatan kita untuk menjebloskan Hankyung kepenjara. Kita bisa minta tolong tuan Park" hyung mulai mengungkit masalah Hankyung
"apa yang akan kita katakan pada tuan Park?" tanyaku pada hyung
"semuanya! kau pergi lebih dulu kerumah tuan Park! Aku yang akan kembali kerumah untuk mencari bukti – bukti tentang Hankyung" hyung tampak begitu nekat
"bagaimana caranya kita keluar dari tempat ini?" aku berusaha membuka mata hyung karena kami sedang dalam perawatan
"ini sudah lewat jam 9 dimana perawat sudah jarang mengawasi! Kita berdua sudah berpakaian sangat rapi. Tidak akan ada yang menduga kita adalah pasien disini" hyung mengawasi situasi diluar kamar
"baiklah demi membalaskan kematian appa, aku setuju dengan idemu" aku ikuti langkah hyung mengitari lorong klinik yang mulai sepi. Kami memang sangat beruntung situasi klinik benar – benar sepi, perawat malah asyik menikmati drama yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi.
.
.
Kami sudah berada diluar, hyung segera menstop taxy dan memintanya untuk pergi menuju alamat tuan Park.
.
.
`Singkat cerita kami sudah sampai didepan rumah keluarga Park
"Kyu! Masuklah ceritakan semuanya pada tuan Park! Aku pulang untuk membawa bukti supaya menguatkan apa yang kita laporkan" hyung tampak sangat bersemangat
"hyung-ah! Kenapa kita tidak pergi sama – sama?" aku begitu mengkhawatirkan Donghae hyung kesayanganku
"tidak Kyu! Aku takut semua terlambat! Biarkan aku pulang dan jika sesuatu terjadi padaku kau harus tetap hidup Kyu! Hiduplah dengan benar walau tanpa aku" hyung memelukku erat
"hyung-ah! Tidak aku tidak bisa hidup tanpa kau! Kita harus selalu bersama kau tahukan betapa aku sangat menyayangiu!" aku tarik hyung dan kembali memeluknya
"tidak akan terjadi apapun padaku Kyu! Aku pasti akan selamat! Ingat sumpah kita! Kita adalah sehati yang akan selalu bersama. Tidak akan pernah terpisahkan jika salah satu dari kita ada yang mati maka kita hidup bersama dalam satu tubuh selamanya" hyung mengingatkan aku akan sumpah sehidup semati saat kami masih kecil dulu
"jadi kau tidak perlu cemas Kyu! Jika aku mati lebih dulu, aku pasti akan ada dalam tubuhmu dan bersamamu selamanya! Begitu juga sebaliknya jika kau yang mati lebih dulu maka kau akan ada dalam tubuhku selamanya. Tapi aku harap jika ada yang harus mati itu haruslah aku!" hyung berkata seolah dia akan pergi selamanya
"Hyung-ah" aku meneteskan air mataku saat hyung berjalan mundur untuk meninggalkan aku
"masuklah dan katakan semuanya kepada tuan Park! Aku pergi" hyung berlalu meninggalkan aku sendirian.
.
.
Aku sudah berada diruang tamu keluarga Park
"katakan apa yang membuatmu datang kemari malam – malam begini Kyuhyun-shi?" tuan Park menyuguhkan segelas susu hangat untuku
"tolonglah kami tuan! Ada seorang pembunuh kejam hidup bersama kami" aku bercerita terbata – bata
"nuguya?" Tanya tuan Park sedikit ragu
"dr. Hankyung tuan" jawabku meneguk susu hangat dalam gelas itu
"bukankah dia tunangan eommamu?" tuan Park bereaksi lebih tidak yakin.
Aku ceritakan semua yang sudah aku temukan bersama hyung. Bukti kejahatan, foto wisuda, kalung salib, dan pisau bedah dalam kotak beludru
"tolong cepat kirim polisi kerumah kami tuan! Karena hyung ada disana dan aku yakin dia pasti dalam bahaya" aku mengkhawatirkan hyung
"tenanglah Kyuhyun-shi! Aku akan meminta orang untuk mengawasi rumah orang tuamu. Sekarang lebih baik kau istirahat disini! Sepertinya kau lelah dan sangat tidak bertenaga" tuan Park membawakanku selimut juga bantalnya untuk aku tidur.
.
.
Entah berapa lama aku tertidur didalam ruang tamu itu. Saat aku buka mataku, aku melihat Hankyung ada dihadapanku memberiku sebuah suntikan yang melemaskan tubuhku
"terima kasih sudah menghubungi saya tuan! Saya sangat menghargainya! Tadi pihak klinik menelpon saya kalau Kyuhyun menghilang dari klinik, eommanya sedang berada diluar kota karena seminar" aku masih mampu mendengarkan suara Hankyung dengan jelas walau tubuhku terasa begitu lemas
"tidak masalah tuan! Sudah sepantasnya kita saling membantu. Kasian anak ini! Dia begitu kehilangan sehingga dia hidup dalam halusinasinya" aku dengar tuan Park berkata seperti itu.
Hankyung memang kekar dan gagah, mampu dengan mudah mengangkatku, menggendong dipunggungnya berjalan keluar dan memasukkanku kedalam mobil lalu memasangkan sabuk pengamanku
"kamu memang sangat nakal Kyuhyunnie" Hankyung menatapku menggelengkan kepalanya. Dan mulai melajukan mobilnya
.
.
Kami sudah sampai dirumah, Hankyung kembali menggendong tubuhku masuk kedalam rumah dan naik kelantai atas masuk kedalam kamarku. Dia membaringkan tubuhku diatas kasur
"kau benar – benar membuatku sangat kecewa! Sudah lama aku mendambakan memiliki putra tampan dan sempurna. Aku bahagia bisa memiliki eommamu, dan aku juga bahagia bisa menganggapmu anakku sendiri tapi kau menghancurkannya" Hankyung melepaskan pakaianku hingga yang tersisa hanyalah celana dalamku.
Dia melangkah menuju lemari dan membawa piyamaku. Aku lihat Hyung masuk dengan pisau ditangannya. "hyung!" aku berusaha memanggilnya dan aku mulai merasa mataku semakin berat untuk dibuka. Aku semakin merasa ngantuk Dan semua terasa gelap.
.
.
.
Aku terbangun dengan piyama yang sudah dipakaikan ditubuhku, aku berusaha membuka mataku dengan lebar dan bangun dari tidurku. Betapa terkejutnya aku melihat jejak darah yang diseret dari lantai kamarku menuju luar. Aku ikuti jejak darah itu yang menuju tangga dan lantai bawah, jejak darah itu menuju luar kesamping dan berakhir ditempat sampah.
"hyung! Kau tidak boleh mati"
Aku sangat gugup mendekati bak sampah yang besar itu, aku takut menemukan hyung sudah terkapar dengan penuh darah didalam bak sampah itu. Aku beranikan diri untuk membukanya dan ternyata,,,,
Aku belihat tubuh Hankyung terkapar penuh darah. Dengan posisi telungkup. Ada beberapa luka tusuk dipunggung dan bahunya rupanya hyung berhasil menyelamatkan diri tapi dimana dia?
"hyung kau ada dimana?" teriakku memanggil hyung
"Kyuhyun!" suara hyung memanggilku.
Aku lihat hyung masih memegang pisau ditangannya, bajunya penuh dengan darah milik Hankyung
"hyung-ah! Gwencana?" aku berlari memeluk hyung yang gemetaran
"Kyu! Aaaku ttelah membunuhnya" suaranya terbata – bata karena gugup
"hyung! Lihat aku! Lihat mataku! Kau sudah melakukan hal yang benar! Jika bukan kau yang membunuhnya, dia pasti akan lebih dulu membunuh kita. Aku akan membelamu" aku berusaha menenangkan hyung yang semakin gemetaran.
.
.
Aku dengar suara mobil milik eomma menuju rumah, dan lampunya menyoroti wajah kami. eomma segera keluar dari mobilnya dan tanpak syock melihat hyung berlumuran darah begitu juga aku karena aku baru saja memeluknya
"Kyuhyun-ah! Apa yang terjadi?" wajah eomma sangat cemas
"semua sudah berakhir eomma! hyung telah menyelamatkan kita, Hankyung hampir saja membunuh hyung juga aku" aku tatap eomma gugup
"apa yang kau lakukan?" teriak eomma melihat jejak darah lalu melangkah menuju tempat sampah
"andweeee!" teriak eomma histeris saat melihat tubuh hankyung ada didalamnya.
"apa yang sudah kau lakukan terhadap Hankyung hah?" teriak eomma histeris dan memukuliku
"dia hampir saja membunuh hyung eomma! Lihat lah lukanya!" aku berusaha menenangkan eomma
"Donghae sudah lama mati Kyuhyun-ah!" eomma sepertinya sudah gila menganggap hyung mati
"Kyu jangan dengarkan eomma! Dia berbohong dan selalu menyangkal kehadiranku!" hyung ikut berteriak membuatku pusing
"sadarlah nak! Donghae mati bersama appa dalam kebakaran itu!" eomma kembali berteriak histeris
"apa?"
Aku melirik kearah Hyung yang berdiri disampingku. Yang ada hanyalah bayangan diriku sendiri dari pantulan kaca jendela, Aku berdiri memegang pisau yang tadi hyung pegang, tubuhku bersimbah darah, aku berpaling dari bayangan dikaca itu dan melihat tubuhku sendiri dan memang benar akulah yang memegang pisau itu dan tubuhku dipenuhi darah segar milik Hankyung
"eomma! Apa yang sebenarnya terjadi?" aku jatuhkan pisau itu dari tanganku dan tubuhku lemas akupun terjatuh
"kau depresi berat setelah kepegian appa juga Donghae hyungmu dalam kebakaran itu dan kau menciptakan pribadi yang lain dan menjadi Donghae.. Karena itulah kau dirawat dirumah sakit jiwa itu. Kamu selalu berubah – rubah menjadi dua pribadi yaitu Kau dan Donghae" umma memelukku sambil menangis.
Tbc
annyeong!
bravoooo buat Song Hye hoon dan ahjuma namja yang udh bisa nebak Kyu berkepribadian ganda! kaliah daebaaaaak *10 jempol buat kalian
gmn nc wonkyunya? kurang hot? maklum kan critanya quickly sex sambil silent gtu kan klo dibikin heboh g mungkin org mrk nc dikamar rawat :p
moment wonhae hmmm tuh udh ada wlw g detail
buat meekayla-lovekyuwonhaechullieforever cie cie cie yg msh sakit hati gara" ff cleopatra :( miane klo msh ada yg merasa sakit ama ff itu yah!
vai kan udh bikin ff wonkyu dengan banyak cerita yg beda" so jgn sakit hati lagi yah! plisss :p
buat adyndaratih masih banyak saeng-ah silent readernya lol
buat ahjuma namja jawaban kalung aman nama pembunuh ada dichapter depan tungguin aja yah!
pliisss vai masih ngemis review nihh masih kurang banyak hehheh
ttep setia nunggu yah!
tuh vai udh update tiap hari loh!
gumawao
saranghae
muaaacchhhh
