Chapter sebelumnya:
"Oi.. akhirnya kau datang juga kepala gulali. Cepat bantu aku carikan cincin yang tadi terjatuh!"/ "Ya kau! Kau pikir siapa lagi yang memiliki rambut aneh seperti permen gulali selain dirimu!"/ "Apa maksudmu? Kenapa harus aku hah! Cari saja sendiri!"/ "Kau mau tau kenapa?" Tanya pemuda tersebut. Sakura meneguk ludahnya dan menggangguk kaku. "Itu .. karena.. "
.
.
.
.
.
.
.
Author: Chintya Hatake-Chan
Naruto always have masashi kishimoto
Genre: Romance/Frienship/angst
Pairing: Sasusaku, Narusaku, Sasuhina, Naruhina, dsb.
Original Idea by Chintya Hatake-chan
Okay, Read n Review please?
Chapter 4: Apa?
"Itu karena.."
"A-apa?"
.
.
.
.
.
.
"Kau bodoh atau apa sih? Dasar pinky!"
"A-apa?"
"Apa..apa..apa! terus saja ngomong seperti itu dasar gadis aneh!"
"…"
"Cih!"
"?"
"Dengar baik-baik pinky berjidat lebar." Jarak pemuda tersebut semakin mendekat dan sakura sudah sangat derdesak, sakura tidak bisa mundur lebih jauh lagi dikarenakan ia sekarang sudah menabrak pagar besi yang ada di belakangnya. 'Oh sakura alangkah buruknya nasibmu hari ini' batinnya sakura.
Pemuda tersebut menyeringai meremehkan gadis berambut sewarna dengan permen kapas di depannya sekarang. Dengan lancang pemuda tersebut menyentuh jidat lebarnya sakura dengan kedua jarinya hingga kepala sakura terjengkang ke belakang. "Apa kau lupa, hm? Apa jidat lebarmu itu sudah tidak berfungsi lagi hah? Kau menabrakku seenaknya dan pergi begitu saja hingga barang yang sangat penting milikku terjatuh karena ulahmu." Pemuda tersebut menarik nafasnya tanpa mengalihkan pandangan mata kelamnya dari gadis di hadapannya sekarang.
"Aku tidak lari begitu saja kok!" sakura mencoba membela diri sendiri.
"Aku kan tadi sudah meminta maaf ke-"
"Apa kau berpikir aku sudah memaafkanmu begitu saja hah? Lalu kau pikir untuk apa ada hakim dan polisi di dunia ini kalau semua masalah bisa diselesaikan dengan kata maaf bodohmu itu, eh pinky?" sakura tergagap mendengar kata-kata yang diucapkan oleh pemuda yang ada di hadapannya sekarang. Sakura tidak pernah menyangka kalau di dunia ini ada lelaki yang sangat menyebalkan seperti pemuda yang ada di hadapannya sekarang. Rasanya ingin sekali sakura menonjok wajah pria ini hingga babak belur.
"Terserah! Pokoknya aku sudah meminta maaf dan menurut kamus milikku dengan mengucapkan kata maaf itu sudah cukup, lagian aku tak sengaja menabrakmu. Awas jangan halangi jalanku." Dengan sekuat tenaga yang ia miliki, sakura mendorong pria tersebut hingga jaraknya agak menjauh darinya.
"Oh iya satu lagi, jangan memanggilku pinky berjidat lebar, pria berwajah Keriputan!" sakura melangkahkan kakinya meninggalkan pria tersebut namun lagi-lagi langkahnya terhenti karena tangan kekar milik pria tersebut tidak membiarkannya pergi begitu saja, "Mau kemana, eh pinky? Kau harus bantu aku mencarinya. Lagian kamus bodohmu mu itu gak lengkap banget sih." pria tersebut menahan pergelangan tangan sakura dengan tangan kekar miliknya. "tidak! Cari saja sendiri." Sakura menghempaskan tangan pria itu dari pergelangan tangannya namun usahanya sia-sia karena sudah dikodratkan kalau perempuan itu lebih lemah dari laki-laki.
Pria tersebut menatap mata emerald sakura dengan tatapan tajam miliknya. Hampir saja sakura tenggelam dalam tatapan tajam pria pemilik mata onyx kalau saja suara yang sudah sangat mereka kenal tidak memasuki gendang telinga mereka masing-masing.
"Itachi-niisan?" merasa namanya dipanggil, itachi nama pria tersebut mengalihkan perhatiannya dari gadis berambut seperti permen kapas ke arah suara yang memanggil namanya.
'itachi-niisan? Ah, jangan-jangan dia itu….' Batin sakura, sakura terdiam membisu. Namun tiba-tiba muncul sebuah ide di kepala merah jambu miliknya, dengan perlahan sakura mencoba menyelinap pergi dari tempat tersebut tanpa ada yang menyadarinya.
"Oi.. sasuke otouto." Itachi tersenyum lebar melihat adik semata wayangnya memanggil dirinya. Sedangkan sasuke hanya memberikan tatapan tajam andalannya kepada oniisannya tapi itu percuma saja karena itachi sudah kebal dengan deathglare adiknya itu.
"Sedang apa kau di sini, eh? Bukannya kau bilang kau akan pindah ke sini besok?"
"Oh itu? Tadi sasori memintaku untuk bergabung dengan tim basket secepatnya. Kau tahu lah sebentar lagi ka nada turnamen."
"Hn."
"Eh-? Pinky? Di mana dia?" itachi celingukkan ketika menyadari kalau gadis pemilik rambut pink tersebut sudah tidak ada lagi di belakangnya.
"Apa yang kau maksud itu Haruno sakura? Aa, dia sudah pergi dari tadi. Apa kau tak menyadarinya?" jawab sasuke, itachi menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
'Sakura ya?' pikir itachi. "Aku harus mencarinya, kau tahu kira-kira kemana perginya?" Tanya itachi kepada adiknya, berharap adiknya itu akan memberikan jawaban yang memuaskan untuknya.
"Hn, sepertinya dia akan kembali ke ruangan club jurnal ilmiah. Kenapa?"
"Hahaha tidak, ya sudah! Bye sasu-chan…." Dengan cepat itachi membalikkan badannya meninggalkan sasuke sendirian di koridor yang terasa sangat sepi.
%%%%%
Pemuda pirang pemilik mata blue sky berkulit tan, atau kita sebut saja namikaze naruto terus-terusan mondar-mandir tidak jelas. Sepertinya dia mengkhawatirkan sesuatu, eh? Tapi memikirkan apa atau siapakah pria tersebut?
"Kau seperti orang bodoh saja naruto. Dari tadi bolak-balik tidak jelas, hoamm mendokusei!" ucap shikamaru acuh tak acuh.
"Sakura-chan, dari tadi dia belum kembali shika.. coba kau pikir masa sih ke toilet lama banget." Naruto melangkahkan kakinya untuk mendekati pintu, dalam jarak antara 30cm pintu terjeblag dan terpampang lah di sana sosok yang sudah sejak dari tadi jadi bahan uring-uringan naruto. Karena kaget dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba itu, naruto hanya bisa diam dengan mulutnya yang menganga.
"Hah.. hah.. hah.. hampir saja!"
"SAKURA-CHAN! KAU DARI MANA SAJA? KAU TELAH MEMBUATKU CEMAS!"
BLETAK..
"Awhh.. shikaaaa sakit tahu!" naruto memegangi kepalanya yang sudah seenaknya dilempar sandal oleh shikamaru, sedangkan sakura hanya nyengir menanggapi ucapan naruto.
"Berisik! Mendokusei." Shikamaru kembali menghempaskan tubuhnya di atas sofa berwarna merah marun sambil menguap. Dasar pemalas pikir naruto.
"Gomen.. gomen,, aku sepertinya harus cepat-cepat pulang sekarang soalnya tadi tousan mengirim email kepadaku untuk cepat-cepat pulang."
"lha emangnya kenapa saku-chan?" Tanya naruto ngotot. Ia tidak rela jika sakura-nya itu pergi (sejak kapan sakura jadi milik naruto? Hah sudahlah).
"Entahlah, tousan memberitahu ku secara mendadak. Aku juga tidak tahu kenapa." Sakura mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Dekorasinya masih sama seperti dulu dengan lantai berwarna natural dan pintu menuju belakang taman dengan beberapa aksesoris yang terpampang di dinding ruangan tersebut.
"Kau mau kemana forehead?" ino melangkah keluar memasuki ruangan club jurnal diikuti sai, temari dan tenten di belakangnya.
"Pulang." Jawab sakura enteng seolah kata 'pulang' tersebut tidak bermakna penting bagi yang lainnya.
BLETAK!
"Bodoh! Enak sekali kau bilang mau pulang." Ino berkacak pinggang di hadapan sakura tak lupa dengan deathglare andalannya namun sayangnya itu tidak berlaku untuk gadis beriris emerald berambut sewarna dengan permen kapas tersebut. Sakura mendelik tajam ke arah ino. "Sakit bodoh ino pig!" sakura mengerucutkan bibir mungil miliknya.
"Kau kenapa bilang mau pulang, sakura?" Tanya temari sambil mendekati shikamaru yang mungkin sudah menjelajahi alam tidurnya. Dengan sangat tidak berprikemanusiaan temari menjabak rambut shikamaru sehingga pria berambut nanas itu terbangun dari tidurnya.
"Apaan sih?" geruto shikamaru kesal, ia berniat untuk kembali tidur jika saja temari tidak meneriakinya dengan lantang, "JANGAN TIDUR, PEMALAS!" spontan shikamaru pun langsung duduk di sofa yang tadi sempat dijadikan tempat tidurnya.
"Tadi otousan mengirimku email, dia memintaku untuk cepat-cepat pulang. Katanya ada urusan penting yang harus dibicarakan secara kekeluargaan, dan entah apa itu." Jawab sakura seadanya.
"Kau tidak berbohong kan, forehead?" Tanya ino tidak percaya.
"terserah mau percaya kepadaku atau tidak, ino-pig!" sakura memelototi ino dan ino pun balas memelototinya, selama lima menit mereka berdua saling memelototi. Yang lainnya hanya menatap mereka berdua dengan tatapan bosan.
"Hehehe baiklah forehead! Aku percaya kepadamu." Sakura tersenyum penuh kemenangan mendengar kata-kata dari sahabatnya yang sering memanggilnya dengan sebutan forehead itu.
"Huh! Dari tadi kek. Ya sudah aku pulang duluan ya dan titip salam buat yang lainnya. Bye…"
"Byee.." jawab yang lainnya bebarengan.
.
.
.
.
.
%%%%%%
"Club jurnal itu dimana sih? Dari tadi kok gak ketemu-ketemu." Pemuda berambut hitam dikuncir kebelakang tersebut menggerutu tidak jelas sambil terus berjalan menelusuri setiap koridor konoha university. Dari kejauhan ia bisa melihat sosok orang yang dicarinya sedang berjalan ke arahnya. Pemuda tersebut menyunggingkan seringai di wajah tampan miliknya itu.
"akhirnya ketemu juga!" ucap pemuda tersebut, ia berjalan ke arah dinding yang menonjol(?) untuk menyembunyikan dirinya. Sepertinya gadis berambut seperti permen kapas tersebut tidak menyadari adanya orang lain di koridor yang sepi ini selain dirinya. Gadis tersebut terus berjalan hingga ia menghentikan langkahnya ketika terasa ada tangan kekar menahan pergelangan tangannya. Sakura membalikkan badannya untuk melihat siapa orang yang telah menahan pergelangan tangannya itu. "Kau!"
.
.
.
"Hai pinky,, kita ketemu lagi."
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"Kyaaaa!"
Dengan sekuat tenaga sakura mencoba menghempaskan tangan pemuda tersebut dari pergelangan tangannya namun usahanya sia-sia karena wanita telah dikodratkan memiliki tenaga yang lebih rendah dari seorang lelaki.
"Lepas!"
"Tidak!"
"Kenapa?" dengan bodohnya sakura menanyakan pertanyaan seperti itu, dalam hati sakura mengutuk dirinya yang berprilaku bodoh di hadapan lelaki yang baru di temuinya sekitar sejam yang lalu itu.
"Hahaha dasar pinky bodoh! Ya jelas sekali aku tidak akan melepaskanmu lagi. Kau pasti kabur kan jika aku melepaskanmu?" itachi tersenyum mengejek ke arah gadis beriris emerald itu.
"Memang!" dengan mantap dan tanpa berpikir panjang lagi sakura mengatakan kata-kata tersebut membuat dirinya terlihat semakin bodoh di hadapan pria itu.
"cih!" Pria tersebut mendecih sebal ke arah gadis yang ada di hadapannya sekarang. Tanpa ragu lagi, pria tersebut menyeret gadis beriris emerald tersebut bersamanya. Sakura memberontak namun sia-sia. Cengkraman pemuda tersebut sangat erat.
Tanpa mereka berdua sadari, dari kejauhan sepasang mata onyx memperhatikan keduanya dengan tatapan yang sulit di artikan terutama saat melihat pemuda berambut panjang diikat kebelakang itu mengenggam erat pergelangan tangan gadis tersebut.
"Hn." Responnya saat melihat adegan tersebut. Pria bermata onyx itu berjalan mendekati mereka berdua yang sedang berjalan dengan sangat cepat, tepatnya sang pria lah yang berjalan dengan cepat karena sang gadis berjalan dengan cara bertatih-tatih.
"itachi-niisan."
Pemuda tersebut membalikkan badannya ketika mendengar ada yang memanggilnya.
"Oh sasuke, ada apa lagi?" ucap itachi sambil tersenyum ke arah adiknya itu tanpa melepaskan cengkramannya pada gadis tersebut.
"Lepas!" rintih sakura. "Diamlah!" tolak itachi.
"Kenapa kau masih di sini? Bukannya tousan memintamu untuk cepat-cepat pulang, eh?" sasuke memandang tajam ke arah mereka berdua. Sakura merasa ngeri ditatap seperti itu, dengan sangat tidak disengaja sakura menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh atletis itachi. Tanpa disadari sakura, itachi tersenyum saat sakura menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh miliknya itu. 'kenapa aku tersenyum ya?' batin uchiha sulung itu.
"Cih!" entah mengapa sasuke merasa kesal melihat sakura bersembunyi darinya di belakang tubuh itachi. Sasuke tahu sangat tahu kalau sakura itu sangat mencintai dirinya namun sasuke tidak pernah memperdulikan perasaan sakura sedikitpun. Ia tidak menyukai gadis bermarga haruno itu , yang ia tahu ia hanya mencintai hyuuga hinata. Namun hinata tak membalas perasaannya itu sama seperti uchiha sasuke tidak membalas perasaannya haruno sakura. Lantas kenapa sekarang ia merasa kesal melihat sakura bersama pria lain? Apa ia sudah berpaling dari hyuuga hinata dan beralih dengan sangat perlahan menyukainya haruno sakura? Oh itu tidak mungkin. Tidak mungkin seorang uchiha bergengsi seperti dirinya bisa dengan sangat cepat melupakan seseorang yang berarti dalam hidupnya dan beralih kepada orang lain. Itulah setidaknya yang sekarang ada di pikiran uchiha sasuke.
"Cepatlah pulang okaasan dan otousan pasti sudah menunggumu. Dan jangan berpacaran di koridor kampus. Cih itu sangat tidak elit!" sasuke memutar badannya meninggalkan sakura dan itachi berdua saja di koridor yang sepi ini.
"Aku tidak berpacaran dengannya!" sakura berteriak di koridior berharap sasuke bisa mendengarnya dan tidak berpikiran yang aneh-aneh tentang dirinya dan kakaknya itu.
"cih!" sasuke mendecih sebal saat mendengar teriakkan dari sakura.
"Apa lihat-lihat?" Tanya sakura kepada itachi.
"weee,, siapa yang lihatin kamu? Ge'er banget sih!" itachi memalingkan wajahnya dari hadapan sakura ke arah lain selain gadis pinky ini.
"Huh!" sakura menggembungkan kedua pipi chabi miliknya, itachi mendengus kesal.
"Ehem.. heh pinky!"
"Apa?"
"Kau menyukai adikku kan?"
"Hah?"
"sudahlah mengaku saja!"
"tidak!"
"bohong!"
"benar!"
"Ohhh berarti kau menyukaiku? Iya kan?"
"Ih amit-amit… ge'er banget sih kamu!"
"Hahaha, hampir saja lupa! Ayo bantu aku mencarikan cincinku yang hilang gara-gara kau itu! Cepat!."
"Tidak mau. No way!" itachi mendeathglare gadis pinky dengan mata onyxnya yang hitam sekelam malam itu yang dapat membuat para gadis histeris melihatnya. Tidak kuat ditatap seperti itu akhirnya sakura pun menyerah.
"Baiklah."
.
.
.
.
.
%%%%%
"sial. Kenapa aku ini?" ucap pemuda berambut raven ala emo tersebut sambil membuka pintu club jurnal ilmiah.
"TEEEEMEEEEE. Kemana saja kau hah? Baru datang sekrang?"
"Berisik dobe."
"Sa-sakura-chan ju-juga belum kembali, Naruto-kun." Sasuke mendelik tajam ke arah hinata. Bahkan dia sampai sekarang pun masih memanggil naruto dengan embel-embel –kun- padahal jelas-jelas naruto tidak menyukainya. Pikir sasuke.
"Oh itu, sakura-chan katanya ada urusan jadi pulang duluan deh. Padahal aku masih merindukannya hinata." Keluh naruto sambil mendekati hinata.
'sakura ada urusan? Dengan itachi kah?'
"ada urusan? Cih!" ketus sasuke tanpa sadar ucapannya itu menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan sekarang ini.
.
.
.
.
.
#To Be Countinue.
. Haii minna-san? Ada yang masih inget sama fic aku ini nggak? Jawabannya Nggaakk.. Wah sedih :'(
Maaf banget nih ya baru apdet, aku akhir-akhir ini sibuk.. sibuk banget. Ujian praktek lah porak lah.. ahh ribet banget deh! Udah gitu aku sangat amat kesal hari ini sama kakak kelas aku. Kan tadi itu aku final basket, hehehe. Gila gak sportif banget mereka mainnya! Kasar.. pelanggaran terus! Aku jadi korban penganiyayaan :'( hikshiks,., untung menang ih kalau kalah teh malu banget daaaa…
Hahaha masa mereka bilang aku baru bisa main basket? Oh my.. aku udah hampir 4 tahun jow main basket.. bukan baru bisa lagi, aku udah sangat ngerti sama yang namanya basketball.. aku kan punya cita-cita jadi MVP di Indonesia.. hahaha #mimpi kali#
Wahh kenapa aku malah jadi curhat begini ya? Hahaha.. maaf-maaf deh.
Oh iya, untuk sekarang maaf ya aku gak bisa bales review cuz waktunya mepet banget euy..
Ya sudah untuk yang pada penasaran siapa cwo yang ditabrak sama sakura itu.. sekarang udah ketahuan kan? Hahaha yang nyangka gaara ama sasori itu bukan.. kalau mereka mah udah sering jadi aku pake itachi aja. Gak apapa kan?
Reader semuannya makasih ya udah review! Aku berharap kalian mau ngereview lagi fic aku ini..
Yosh! Read and Review lagi yaaaaaa?
Seee you in the next chapter…..
