.
.
.
Kyuhyun menggeliat pelan diranjangnya. Dia membuka kedua matanya perlahan lalu menguap lebar. Dia mengerjapkan matanya, hendak menutup matanya lagi. Tangannya meraba kesamping ranjang. Ternyata Kosong. Zhoumi sudah tidak ada disampingnya lagi. Hal itu membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk kembali tidur dan bangkit, duduk dengan posisi bersila sambil mengusap matanya, lagi – lagi sambil menguap. Dia meregangkan tubuhnya sebentar sebelum benar – benar bangkit dan berjalan menuju Zhoumi yang tengah duduk dibalkon samping kamar mereka dengan secangkir teh dan waffle.
"Morning, Hyung~"
Kyuhyun melingkarkan tangannya pada leher Zhoumi dari belakang. Dia bersandar di bahu Zhoumi, yang hanya tersenyum lalu mengacak pelan rambut Kyuhyun "Morning, Kyu" balasnya.
Kyuhyun beralih duduk berhadapan dengan Zhoumi, menyeruput secangkir teh yang tersisa, dan memakan waffle yang belum sempat Zhoumi cicipi sama sekali. "Apa yang sedang kau lakukan disini, Hyung?" tanyanya santai, masih sibuk dengan waffle-nya.
Zhoumi hanya tersenyum kecil, menatap adik kecilnya itu sambil bertopang dagu. Hanya beberapa saat, setelah itu dia kembali menatap pemandangan kota yang tersaji dari atas balkon hotel ini.
"Aku sedang merenung" Jawabnya cukup lama.
"Merenung?"
Zhoumi mengangguk pelan. "Tiba – tiba saja aku berpikir, Apa yang akan terjadi padaku saat itu jika kedua orang tuamu tidak membawaku kemari dan merawatku hingga seperti sekarang ini" Jelasnya.
Kyuhyun terdiam. "Kau merindukan keluargamu?" tanyanya hati – hati sambil menyentuh tangan Zhoumi dan mengusapnya pelan, Mencoba membuat Hyungnya tersebut agar merasa lebih baik.
"Sedikit" Jawab Zhoumi tersenyum kecil.
Zhoumi memang bukan kakak kandung Kyuhyun. Dahulu, Zhoumi dan keluarganya mengalami kecelakaan hebat yang menewaskan seluruh keluarganya, kecuali Zhoumi sendiri. Saat itu, Kedua orang tua Kyuhyun yang juga teman dari ayah Zhoumi, datang dan membawanya ke Korea. Mereka merawat Zhoumi dengan baik, bahkan teramat baik layaknya merawat anak kandung sendiri.
Sejak saat itu, orang – orang mengenalnya sebagai bagian dari keluarga Cho, terlebih kakak satu – satunya yang Kyuhyun miliki. Statusnya yang seperti ini terkadang membuatnya menyesal. Andai saat itu orang tua Kyuhyun tidak mengadopsinya. Dia pasti bisa dengan leluasa menyatakan perasaanya pada Kyuhyun, tidak seperti sekarang ini.
"Kyuhyun-ah—"
"Hum?"
"Aku mencintaimu"
Kyuhyun tersenyum simpul "Aku juga mencintaimu, Hyung"
"Sama seperti rasa cintaku kepada eomma dan appa" tambahnya.
Zhoumi hanya tersenyum kecut. Ini bukan pertama kalinya dia mengucapkan kalimat itu. Aku mencintaimu. bukan sebagai ungkapan rasa sayang seorang kakak kepada adiknya. Dia benar – benar mencintai Kyuhyun, sebagai seseorang yang mencintai orang lain dengan sungguh – sungguh.
Tapi apa daya, Kyuhyun selalu membalas ucapannya seperti itu. Zhoumi bukan siapa – siapa bagi Kyuhyun. Posisinya tak lebih dari seorang kakak. Dia sering berharap lebih, namun percuma. Kyuhyun mencintai orang lain. Orang yang sama sekali tidak pantas mendapatkan cinta seorang Kyuhyun.
Jung Yunho.
"Hyung?"
Zhoumi tersadar dari lamunannya. "Ya?"
"Kau tidak mendengarkanku dari tadi, huh?" ucap Kyuhyun cemberut.
"Hehe, kau bicara apa tadi?"
Kyuhyun menghela napas panjang, tampaknya dia harus mengulang ucapanya barusan. "Hari ini kita harus mengunjungi semua restoran paling enak di Tokyo. dan Kita tidak boleh melewatkannya satu pun. Besok kan kita sudah pulang ke Korea. Aku harus merasakan semua makanan enak disini. Mau, ya?" tanyanya memiringkan wajahnya, sambil memasang ekspresi memohon, namun itu malah membuat Zhoumi tertawa dan mencubit pipi gempalnya. "Kenapa kau memasang ekspresi jelek seperti itu?" ejeknya, membuat Kyuhyun makin cemberut kesal.
.
.
.
"Boo~"
Yunho memeluk Jaejoong dari belakang. "Hm?"
"Besok Kyuhyun akan kembali dari liburannya" ucap Yunho.
"Lalu?" Tanya Jaejoong datar.
"Kita tidak akan bisa sering bertemu lagi seperti sekarang" Jawab Yunho yang kini menenggelamkan wajahnya diceruk leher Jaejoong, sedikit menghirup aroma khas tubuh kekasihnya, sambil sesekali memberikan kecupan ringan pada leher itu. "Hmm…." Gumam Jaejoong.
Jaejoong melepaskan tangan Yunho yang melingkar dipinggangnya, lalu membalikkan tubuhnya, dan menatap lekat Yunho. "Bisakah kau menghentikan semua rencanamu itu?" tanyanya serius.
Yunho tersenyum kecil. Dia membelai wajah Jaejoong dengan lembut. "Tunggu sebentar lagi, Boo. Semuanya akan segera selesai. Aku juga melakukan ini untukmu. Untuk kita berdua" balasnya.
Jaejoong memegang tangan Yunho yang berada dipipinya "Yun, semuanya tidak akan menjadi serumit ini, jika kau memilih untuk meneruskan perusahaan ayah tirimu, bukannya mengambil harta orang lain seperti sekarang" ucapnya lirih.
Jujur, Jaejoong lelah dengan kondisi ini. Yunho adalah kekasihnya. Bahkan jauh sebelum Yunho memiliki hubungan khusus dengan Kyuhyun. namun dia sama sekali tidak bisa menghabiskan waktu bersama kekasihnya, seperti pasangan lainnya. Bahkan satu minggu pun mereka hanya bertemu beberapa kali, itu pun hanya sebentar.
Kadang Jaejoong mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa melepaskan dirinya dari Yunho, meski hanya rasa sakit yang sering dia dapat dari lelaki itu karena perselingkuhan pura – pura Yunho yang jelas dia tau apa tujuannya.
"Dengar, perusahaan itu bukan milikku, Boo. Itu milik Siwon, Adik tiriku. Aku tidak bisa mengambil alih perusahaan itu, sekalipun ayah tiriku yang memintanya padaku" Jelasnya.
"Apa bedanya dengan perusahaan Kyuhyun yang sedang kau ambil alih sekarang?"
"Yun,Perusahaan itu juga bukan milikmu" ucap Jaejoong lagi dengan tegas.
Yunho terdiam beberapa saat, seakan berpikir. "Kau tidak mengerti, Boo"
"Ya, benar. Aku memang tidak mengerti. Benar – benar tidak mengerti jalan pikiranmu, Jung Yunho"
Yunho menghela napas pelan, lalu menarik Jaejoong kedalam pelukannya.
"Boo, Aku menemuimu bukan untuk berdebat hal seperti ini" bisiknya pelan.
Jaejoong terdiam. Dia memejamkan kedua matanya, masih berada dipelukan Yunho.
Yunho benar. Tidak seharusnya mereka membuang waktu mereka yang singkat ini hanya untuk berdebat. "Mianhae" gumam Jaejoong, semakin mengeratkan pelukannya pada Yunho.
.
.
.
Kyuhyun mengamit lengan Zhoumi, terus menariknya berkeliling pasar. Sudah 3 kedai makanan yang mereka kunjungi, namun tampaknya Kyuhyun masih belum puas. Kini mereka berada di sebuah kedai yang terlihat cukup ramai, Kyuhyun begitu antusias menatap satu per satu makanan yang disajikan disana. Membuat Zhoumi tersenyum, dan mengacak gemas rambut coklat Kyuhyun, lalu kembali memesan makanan untuk mereka berdua.
Sekilas, Keduanya terlihat seperti pasangan kekasih. Banyak skinship yang terjadi. Entah itu hanya sekedar berpelukan dan bergenggaman tangan, bahkan mereka terlihat sangat senang.
Zhoumi sendiri terkadang bingung. Kyuhyun sama tidak pernah menolak jika dia menciumnya, melakukan French-kiss, bahkan hingga sex-meski hanya satu kali. Sama sekali tidak ada penolakan. Malah terkesan Kyuhyun yang sering memulainya duluan.
Yang Zhoumi tau, Kyuhyun memang suka dimanja. Kyuhyun adalah tipe orang yang selalu ingin diperlakukan secara special. Dia begitu menyukai skinship, karena itu akan membuat perasaannya lebih baik, katanya. Ya, setidaknya hal itu merupakan suatu kebahagiaan sendiri untuk Zhoumi meski dia tidak mampu mendapatkan hati Kyuhyun.
"Setelah ini kita pulang, ya?"
Kyuhyun menatap Zhoumi dengan tatapan protes dan gelengan pelan, dia tidak bisa membalas pertanyaan itu karena mulutnya penuh dengan makanan. "Kita sudah terlalu banyak makan, Kyu" ucapnya sembari mengelus pelan rambut Kyuhyun.
"Baiklah, Hyung juga sudah terlihat lelah. Lebih baik kita pulang saja"
Zhoumi tersenyum tipis, sementara Kyuhyun kembali melanjutkan makannya.
"Saat kita tiba di hotel nanti, ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu"
"Tentang apa?"
"Dunia yang belum pernah kau ketahui sebelumnya"
Kyuhyun mengeryitkan dahinya, bingung. "Maksudmu?"
Zhoumi hanya tersenyum. "Cepat habiskan makananmu" ucapnya berusaha mengalihkan pembicaraan.
.
.
.
"Mau dengar sebuah cerita?"
Jaejoong mengangguk pelan. "Cerita apa?"
Keduanya sedang berbaring di sofa dengan posisi Jaejoong yang bersandar pada dada Yunho.
"Alasan kenapa aku ingin mengambil alih perusahaan itu dengan cara seperti ini" Jawab Yunho sambil mengusap rambut Jaejoong. Jaejoong sedikit mendongakkan kepalanya keatas, hanya sekedar untuk menatap Yunho lalu kembali pada posisi awalnya. "Ceritakanlah padaku" ucapnya.
Yunho menarik napas pelan. "Dulu, Ayahku merupakan salah satu pengusaha sukses di Korea dan saat itu Cho Corporation masih terbilang perusahaan baru, entah bagaimana dalam waktu yang singkat mereka mampu mengambil alih pasar industri, membuat beberapa perusahaan bangkrut lalu membeli saham – saham perusahaan itu dan mengubahnya menjadi bagian dari perusahaan mereka, termasuk perusahaan ayahku—"
"Tapi ayahku menolak untuk memberikan perusahaannya, sekalipun mereka berjanji akan membayarnya dengan harga yang tinggi, karena saat itu perusahaan ayahku cukup berpengaruh pada industri korea dan ayahku satu – satunya pengusaha besar yang masih bertahan dengan kondisi ini, pihak Cho Corporation terus mendesak dan menghasut ayahku untuk segera menjual saham perusahaan pada mereka dengan mengambil beberapa karyawan tetap diperusahaan ayahku, bahkan hingga nyaris membuat perusahaan ayahku bangkrut"
"Hal itu membuat ayahku stress dan sakit – sakitan, hingga pada akhirnya ayahku menandatangani surat perjanjian untuk menjual sebagian saham perusahaan pada Cho Corporation sebelum dia meniggal"
"Karena ayahku hanya menjual setengah saham perusahaan pada Cho Corporation, berarti keluargaku masih berhak untuk menikmati hasil dari perusahaan kami, namun setelah ayahku meninggal pihak Cho Corporation hanya memberikan beberapa persen keuntungan pada ibuku, bahkan itu hanya terjadi beberapa bulan pertama saja, setelah mereka memberi uang dengan nominal yang cukup besar, mereka langsung mengambil alih perusahaan ayahku sepenuhnya tanpa ada persetujuan apapun dari ibuku"
"Kenapa kau tidak bertindak saat itu?" tanya Jaejoong
"Aku masih terlalu muda untuk mengetahui hal itu, lagipula aku sedang melanjutkan kuliahku di Jepang, Jadi aku tidak tau apapun tentang apa yang terjadi pada ayah maupun ibu yang ada di Korea. Dan Saat aku kembali, Ibuku sudah menikah dengan Choi Kiho, Ayah tiriku yang sekarang"
"Boo, Kau tau kenapa ayah hanya menjual sebagian saham perusahaan pada mereka?"
Jaejoong mengangguk pelan "Karena ayahmu ingin kau yang meneruskan perusahaannya"
Yunho tersenyum kecil "Ya, benar. Tapi Cho Corporation menghancurkan itu semua"
"Kenapa kau tidak mencoba membawa masalah ini ke pengadilan?"
"Aku sudah pernah membicarakan hal ini pada ibu. Dan ibuku bilang, itu semua percuma, tidak akan ada yang memihak padaku nantinya, yang ada aku akan dijerat hukum oleh mereka, dan sepertinya ada perjanjian rahasia yang hanya diketahui ayahku dan pihak mereka, jadi kami tidak bisa berbuat apa - apa"
"Ini bukan tentang mereka yang mengambil alih perusahaan ayahku. Tapi karena mereka, keluargaku menderita. Jika mereka tidak membuat ayahku tertekan, ayahku pasti tidak akan sakit – sakitan lalu meninggal, aku juga pasti masih bisa melihatnya saat kembali dari Jepang dan ibu tidak akan depresi karena kematian ayah, semua masalah ini berporos pada perusahaan itu, Cho Corporation"
Jaejoong mengangguk paham lalu bangkit, dan duduk menghadap Yunho "Lalu kenapa kau bisa masuk kedalam perusahaan itu? Dan langsung menjadi orang kepercayaan direktur Cho Corporation?" tanyanya. Yunho pun ikut bangkit, lalu tersenyum dan mengacak pelan rambut Jaejoong.
"Itu mudah. Aku mendekati anaknya. Kebetulan dulu aku adalah guru pembimbing Kyuhyun di kampusnya dan saat itu Cho Younghwan menawariku untuk bekerja diperusahaannya karena beliau melihat potensiku dalam bekerja" Jawab Yunho enteng.
.
.
.
Kyuhyun melongok sedikit kearah kamar mandi, memastikan kalau Zhoumi masih sibuk dengan aktivitasnya didalam. Kyuhyun bergegas memakai jaketnya, lalu berjalan keluar dengan sebotol red wine ditangannya. Dia akan mengunjungi kamar hotel Siwon, yang kebetuhan hanya berbeda beberapa lantai dari kamarnya berada.
Hanya butuh beberapa menit untuk berada didepan kamar itu. Kyuhyun terdiam. Apa dia harus menelpon Siwon terlebih dahulu? Memberitahunya kalau dia sudah berada didepan kamarnya sekarang? Atau dia langsung mengetuk pintunya saja? Tapi apa itu tidak akan mengganggu Siwon? Setidaknya kalau dia menelpon Siwon terlebih dahulu dia bisa tau Siwon sedang sibuk atau tidak.
Kyuhyun bergerutu pelan. Kenapa ingin bertemu dengan Siwon saja harus serumit itu? Tanpa ragu, Kyuhyun langsung mengetuk pintunya beberapa kali. Tak lama pintunya terbuka, Sosok Siwon yang hanya menggunakan handuk yang dililitkannya dipinggang, membuat kedua mata Kyuhyun membulat sempurna, dia menelan ludahnya pelan, lalu segera memalingkan wajahnya, malu.
"Emm... m-maaf—"
"Kyuhyun-shi? Kenapa kau berkunjung kemari?"
Masih dengan memalingkan wajahnya kesamping, Kyuhyun menyodorkan sebotol wine yang sedaritadi dia pegang pada Siwon. "Wine?" tanya Siwon, yang mendapatkan anggukan pelan dari Kyuhyun.
"Maukah kau meminum wine bersamaku?" tanya Kyuhyun.
Siwon tersenyum. Bukan karena senang dengan ajakan Kyuhyun, tapi tersenyum karena melihat Kyuhyun yang sedaritadi terus memalingkan wajahnya yang memerah kesamping, tanpa mau menatapnya sedikitpun. "Masuklah" ucap Siwon.
Kyuhyun menarik napas lega, saat Siwon menghilang dari pandangannya, dia berjalan masuk keruang tamu, lalu duduk, menanti Siwon yang tengah mengganti pakaiannya di kamar. Tak lama, Siwon datang dengan dua gelas wine dan meletakannya dimeja.
"Bukankah kita sudah janjian untuk bertemu ditaman jam 5 nanti?" tanya Siwon
"Huum—" Kyuhyun mengangguk mengiyakan "Tapi aku pikir, lebih baik kita minum wine saja disini, dengan begitu kita bisa semakin akrab, kan?" balas Kyuhyun asal sambil menuang wine pada gelas.
"Ya, Aku rasa kau benar"
Kyuhyun dan Siwon terlarut dalam berbagai topik pembicaraan mereka, dari mulai topik tentang pekerjaan Siwon, sampai kisah percintaan Kyuhyun, bahkan sampai membicarakan Zhoumi, semua hal sudah mereka bicarakan layaknya teman dekat. Mereka merasa nyaman satu sama lain, terlebih Kyuhyun. Dia seakan mendapatkan teman baru untuk berbicara, dan dia harap dia bisa tetap berkomunikasi seperti ini dengan Siwon, sebagai seorang teman, bahkan lebih?
Kyuhyun menangkupkan wajahnya pada meja. Dia sudah mabuk sekarang, berbeda dengan Siwon yang masih terlihat cukup sadar untuk melakukan hal lain. "Siwon-shi" panggil Kyuhyun sambil mengangkat wajahnya. Dia mencondongkan tubuhnya mendekat pada Siwon, lalu bersandar dibahunya.
"Uhmm, kau ingatkan dengan janjimu waktu itu?" ucap Kyuhyun yang kini memeluk Siwon dari samping.
"Janji?"
"Kau akan melukisku dengan keadaan telanjang"
"Ah, itu"
"Bagaimana... jika kita lakukan sekarang saja, hm?" tanya Kyuhyun lagi sambil memiringkan wajahnya, menatap Siwon yang kini begitu dekat dengannya. "Tapi kau sedang mabuk, Kyuhyun" balas Siwon.
"hum? Aku sama sekali tidak mabuk, Sayang"
Antara sadar dan tidak sadar, Kyuhyun melepaskan kaos putihnya, membuatnya kini hanya mengenakan celana panjangnya lalu naik keatas pangkuan Siwon, mengalungkan kedua tangannya pada leher Siwon, dan menciumnya dengan napsu yang menggebu. Siwon juga membalas perlakuan itu, dia meraih pinggul Kyuhyun, lalu berusaha mendominasi ciuman mereka.
.
.
.
"Kau bertemu dengan Kyuhyun dimana?" tanya Zhoumi pada Siwon setelah membaringkan Kyuhyun diranjang, dia dalam kondisi mabuk berat. "Dia datang ke kamar hotelku" Jawab Siwon jujur.
Zhoumi mengeryitkan dahinya, bingung. "Apa saja yang kalian lakukan?"
"Hanya sekedar minum wine sambil mengobrol" balas Siwon tersenyum kecil.
Zhoumi mengangguk paham, walau dalam hatinya dia sedikit curiga kalau mereka berdua pasti melakukan lebih dari itu, terlebih dalam keadaan Kyuhyun yang mabuk. "Baiklah, kalau begitu terimakasih"
"Hm, Zhoumi-shi"
"Ya?"
"Kyuhyun. Dia belum tau siapa aku, kan?"
"tampaknya begitu"
"Syukurlah. Dan aku harap kau tidak akan memberitahu Yunho Hyung kalau kalian bertemu denganku disini"'
.
.
.
TBC
.
Thanks to :
FiWonKyu0201, ratnasparkyu, ermagyu
Shin min hyo, rikha-chan,
Allyna Kyuzumaki, missjelek, wonkyufa, yolyol,
Miszshanty05, Shixiel, cupcake, Kayla Wonkyu,
MissBabyKyu, everadit, anara17, NaraKim,
Evil Kyu, MoonGyuWon, baekhyunniewife,
Anin arlunerz, .9, Chochoberry.
Cho Ai Lyn, GaemGyu92, Choi Andrew,
Augesteca, MrSuperWon407, crossalf
.
.
Apa sudah jelas tentang hubungan Kyu dan Zhoumi /perusahan? Atau masih bingung?
Silahkan ajukan pertanyaan, nanti bakal aku jawab di chapter selanjutnya kk
Tapi untuk pertanyaan "sebenernya kyuhyun suka sama siapa?"
Jawabannya akan mengalir dengan sendirinya *dor
