Tittle : YUNCONDA IS MINE!
Cast : DBSK and Other Cast
Genre : Humor/Romance/NC21/MPREG
Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersebut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^
#catatan: don't like don't read ok?
Jadi buat yang ga suka, silahkan angkat kaki. Monggo
Thank you
Happy Reading ^^
Ketika seorang Jung Yunho yang dingin, polos dan kaku harus dihadapkan dengan Kim Jaejoong yang eerrr…
Sebelumnyaaahhhh~
JLEB!
"ah! appo.." ringis Jaejoong lagi ketika terpaksa harus menjatuhkan tubuhnya agar junior Yunho langsung masuk seluruhnya.
"aaakkhhhh.. Jaejoong-ah apa yang kau lakukan nnggggghhh…" lenguh Yunho lagi akibat Jaejoong menyampitkan lubangnya.
"sakit Yun.. ini sakit" ucap Jaejoong yang hampir berbaring siatas tubuh Yunho dengan posisi tubuh bagian bawah saling menempel "nnnggghhhh aahhhh.. appo" ringis Jaejoong yang justru langsung menangkupkan wajahnya pada pundak Yunho.
"ooohhh.. Jaejoong-ah.. lubangmuuuuu" ucap Yunho di sela desahannya.
Jaejoong masih tidak bisa bergerak karena rasa sakit yang mendera bagian bawah tubuhnya yang baru pertama kali Jaejoong rasakan.
Chapter 4~
Jaejoong masih tidak bisa bergerak karena rasa sakit yang mendera bagian bawah tubuhnya yang baru pertama kali Jaejoong rasakan.
"Jaejoong-ah.. apa yang.. nggghhhh jangan..ahhh.. jangan sempitkan lubangmu dan bangun dari tubuhku sekarang!" pekik Yunho.
"tenang Yuuunnhh.. akuh bisaaaa…" ucap Jaejoong dan mulai menegakan tubuhnya kembali "aku hanya butuh menyesuaikan tubuhku" ucap Jaejoong lagi "tenang saja, kau tidak akan kecewa denganku" tambahnya menyeringai.
"nngghhhh…. Lepaskaaaannnnn" rengek Yunho berusaha melepaskan tanganya.
"aku biisaaaaa" ucap Jaejoong mulai mengangkat tubuhnya dan menopang tubuh dengan berpegangan pada perut Yunho "nggghhhhh…" lenguh Jaejoong ketika perlahan benda besar tersebut keluar dari lubangnya.
JLEB
"ooooowwhhhhh" lenguh Yunho dengan bebas ketika merasakan 'adik kecil'nya kembali masuk kedalam sarang.
JELB PLOP JLEP PLOP
Jaejoong terus menaik turunkan tubuhnya setelah merasa tubuh bagian bawahnya mulai terasa bisa menerima hadirnya benda aisng nan besar milik namja yang berada dibawah tubuhnya.
"sudah kubilang aku bisa melakukannya" ucap Jaejoong menyelipkan satu tangannya kearah tubuh bagian bawah mereka.
"nnngggghhhhh…. Kau apakan juniorku?!" pekik Yunho ketika merasakan tangan Jaejoong memegang batang kejantannnya.
"ini agar kau bisa merasa lebih enak" jawab Jaejoong dengan enteng menaik turunkan tubuhnya seraya tangannya ikut memijat kejantanan Yunho seiring irama tubuhnya yang naik turun.
"kumohon lepaskan tangankuuuuuuhhh" rengek Yunho yang sudah merasakan tubuh dan kakinya menegang.
"tidak akan, sebelum kau bisa masuk dalam permainan itu Yunnie.." ucap Jaejoong dengan senyum manisnya.
"kumohon percepat" ucap Yunho yang mulai menekuk kakinya.
Mendengar penuturan Yunho untuk bergerak cepat, Jaejoong langsung menurut dan menaik turunkan tubuhnya dengan beringas hingga menimbulkan suara benturan kulit bagian tubuh bawahnya dan juga Yunho.
JLEP PLOP JLEP PLOP
"aku sudah tidak bisa!" pekik Yunho yang langsung ikut menaik turunkan pinggangnya dan membuat Jaejoong tersungkur menelungkup pada tubuhnya.
"aaahhh…. Yuuunnnn" lenguh Jaejoong ketika merasakan tusukan yang lebih kuat dan keras akibat pergerakan Yunho "nnggghhhh.. fasteeeerrrr" lenguh Jaejoong yang kini memeluk tubuh Yunho dengan posisi menungging.
Yunho sendiri yang sudah mulai kehilangan kendali dan menggerakan tubuh bagian bawahnya dengan cepat dan menghentakannya dengan keras akibat terbawa suasana yang telah dibuat oleh namja yang berada diatas tubuhnya.
"aaaakkkhhhh… so tigh! F*ck!" pekik Yunho merasakan batang kejantanannya di remas oleh lubang hangat dan sempit milik Jaejoong "lepaskan tangankuuuu" ucap Yunho tanpa mengehentikan gerakannya.
"mmmhhhh… lebih cepaaatttttt" ucap Jaejoong yang dengan perlahan mulai melepaskan ikatan pada kedua tangan Yunho.
DSetelah tangannya terlepas, dengan cepat Yunho membalikan posisi tubuh mereka agar Jaejoong berada dibawahnya. Yunho melepaskan celana yang masih melekat pada pahanya dan juga melepaskan bajunya hingga sama-sama naked seperti Jaejoong. Kemudian Yunho melempar pakaiannya kesembarang arah dan langung memegangi pinggang Jaejoong.
"jangan salahkan aku jika aku melekukannya dengan kasar"
JLEEBBB!
"nnnngggghhhhhh…." Lenguh Jaejoong dengan keras dan mendongakan kepalanya saat Yunho langsung menghentakan tubuhnya dan langsung mengenai titik sensitif dalam lubangnya.
JLEB PLOP JLEB PLOP
"aaahhhh… Yun faster.. don't stop! Right there!" racau Jaejoong meremas bantal yang berada dikepalanya.
"f*ck! Yeah ini sempit sekali!" racau Yunho juga yang tanpa menghentikan gerak tubuhnya, bahkan Yunho semakin memperkuat dan mempercepat gerakannya hinga tubuh yang berada dibawahnya terlonjak. Yunho menurunkan kepalanya dan langsung membungkam bibir Jaejoong yang tidak henti meracau.
"ccckkkppp… mmmhhhh…ccckp" tersengar lenguhan dan decakan akibat ciuman mereka. Ciuman Yunho turun pada bagian leher dan mulai berhenti pada nipple yang sudah mengeras dan berwarna pink kemerahan. Yunho langsung menghisap dan menggigit-gigit kecil benda tersebut.
Dengan gerakan yang cepat Yunho terus menaik turunkan bagian tubuhnya dan memegang erat pinggang Jaejoong. Jaejoong sendiri sudah meremas surai hitam milik namja yang tengah menggagahinya. Yunho kembali menegakan tubuhnya dan kemudian mengangkat kaki kanan Jaejoong dan meletakan pada pundaknya. Yunho kembali menghentakan tubuhnya hingga Jaejoong terus terlonjak dan meringis.
Sekitar tiga jam sudah berlalu, Yunho masih tidak menghentikan gerak tubuhnya sama sekali dengan posisi seperti sedang menunggangi kuda. Yunho masih saja memaju mundurkan pinggulnya dan memegangi pundak Jaejoong yang sudah dalam posisi dogy style.
"nnnggghhhhh… Yuuunnn… aku mau keluaaarrrr" racau Jaejoong yang mulai merasakan junior kecilnya mulai berkedut lagi.
"tidak, sebelum aku keluar bersamamu" ucap Yunho yang langsung mengocok junior kecil milik Jaejoong dan menyumbat satu-satunya lubang di ujung batang tersebut "kau…nnggghhh sudah keluar aaahhh… tiga kali dan aku belum sama sekali.. kau tidak boleh curang kali inih" racau Yunho tanpa mengehentikan gerakannya.
Jaejoong masih bertahan dengan posisinya walaupun sudah merasakan kaki dan tangannya lemas tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya dan juga Yunho.
"akkuuuuuu.. nnngggg mau keluar" ucap Yunho semakin mempercepat gerakannya.
"aaakkhhh!" pekik Jaejoong merasakan tubuhnya semakin berguncang dan memegangi kepala ranjang agar tidak terpentok.
JLEB!
"nnnggghhhhh…." Lenguh Yunho dengan panjang seraya menikmati organisme pertamanya.
BRUK!
Seketika tubuh Jaejoong tumbang dan Yunho ikut terjatuh menimpa tubuh Jaejoong dengan posisi tubuh yang masih saling menyatu. Sperma yang Yunho keluarkan tidak dapat ditampung seluruhnya oleh lubang sempit milik Jaejoong hingga sebagian meluber keluar melekat pada paha dalam Jaejoong dan juga kasur yang mereka pakai.
"haaahhh… kau sungguh hebat Yunnie…" racau Jaejoong pelan dengan seringai yang tercetak pada bibirnya.
"kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku, Kim Jaejoong" ucap Yunho yang kini kembali menyerang lehernya dan menggerakan pinggul kembali.
"ooowwhhhh…mmmhhhh" Jaejoong kembali meremas bantal merasakan benda yang sudah diam bersemayam dalam lubangnya kembali bergerak.
"Yuuunn! Joongie! Apa yang kalian lakukan didalam? Kenapa ribut-ribut begi…..tu" ucapan umma Jung langsung tertahan ketika membuka pintu kamar Yunho yang tidak terkunci dan melihat anak juga calon menantunya tengah bercumbu diatas ranjang yang sudah tidak berbentuk rupanya.
Sedangkan kedua orang yang menjadi objek dalam mata umma Jung langsung terlihat panik. Terlebih dengan Yunho yang langsung melepaskan juniornya dari lubang Jaejoong dengan kasar dan menarik selimut. Jaejoong sendiri langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
"u umma?! Kenapa tidak mengetuk pintu dulu jika ingin masuk?!" pekik Yunho dengan wajah paniknya.
"a ah.. umma mengganggu ya? mian.. kalian lanjutkan sajah" ucap umma Jung terbata dan kembali menutup pintu dimana Yunho dan Jaejoong tengah bersembunyi didalam selimut.
"haiiiiissshhhh! Kenapa bisa beginiiii!" teriak Yunho yang wajahnya kini memerah menahan malu dan marah.
"kau sendiri kenapa tidak mengunci pintu?" ucap Jaejoong menatap Yunho dnegan wajah polos.
"bagaimana aku bisa mengunci pintunya jika kau mengikat tanganku?! Dasar bodoh" ucap Yunho yang kembali berucap dengan nada ketus "aku mau mandi berikan padaku" ucap Yunho merebut selimut dari Jaejoong.
"ya! enak saja kau! Ini untukku! Kau pakai saja bajumu!" jawab Jaejoong yang tidak kalah ketus mempertahankan selimut yang menutupi tubuhnya.
"berikan padaku dulu!" ucap Yunho lagi menarik selimutnya hingga terlepas dari Jaejoong.
"ya! lalu aku pakai apa?!" teriak Jaejoong yang mulai kesal dengan kelakuan Yunho.
"kau pikir saja sendiri" ucap Yunho yang berjalan menuju kamar mandi.
"ya! lalu aku bagaimana?!" teriak Jaejoong pada Yunho yang langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa mendengarkannya.
.
.
"tidak kusangka, ternyata kau berani juga langsung melakukannya" ucap appa Jung menyenggol pelan langan Yunho ketika keduanya sedang duduk ditaman belakang bersama.
"appa, sudahlah jangan membahas itu, lagipula dia yang memulainya. Aku kan sudah dewasa, mana mungkin sih seorang kucing diberi ikan tidak tertarik?"
"jadi maksudmu kau mulai tertarik dengannya begitu?"
"bu.. bukan begitu appa"
"jangan bohong jadi orang, kalau kau tidak menyukainya kasihan dia, kalau dia hamil dan sikapmu seperti ini, bagaimana nasibnya? Pasti akan uring-uringan"
"tadinya aku berencana untuk membatalkan perjodohan gila ini, tapi sudah terlanjur, mau apa lagi?"
"ya! awas saja jika kau berani membatalkannya, akan kubunuh kau, aku berharap semoga saja dia cepat hamil dan memberikan aku seorang cucu" ucap appa Jung mulai membayang-bayang.
"appa, aku masih belum ingin punya anak"
"lihat umurmu, sudah hampir kepala tiga, dan kau masih tidak mau memberikan aku cucu? Kau ingin membuatku mati lebih dulu?"
"bukan begitu, kemungkin kecil hanya satu kali kami melakukan itu, dia akan langsung hamil"
"siapa bilang? Dulu saat ummamu mengandung dirimu, appa hanya melakukan satu kali tembakan. Siapa tahu saja kan dengan satu kali tembakanmu dan duuuaaaarrrr perutnya langsung membesar" ucap appa Jung dengan frontal.
"sudahlah appa, aku malu membahas ini" ucap Yunho menyeruput tehnya.
Sementara Jaejoong tengah membantu umma Jung untuk memasak didalam dapur, dengan cekatan Jaejoong memotong-motong beberapa bahan sayuran yang akan menjadi salah satu menu makan siang mereka bersama.
"Joongie-ah, umma tidak menyangka ternyata beruang itu bisa agresif juga" ucap umma Jung dan membuat pipi Jaejoong perlahan memerah.
"ah, umma.. jangan bahas itu, aku malu" ucap Jaejoong memegang ipi kirinya.
"tapi bagaimana tadi? Rasanya dahsyat bukan? Aahhhh umma jadi ingat saat umma memergokinya sedang memakai celana, hhhmmm burungnya sangat besar.. pasti itu sangat hebat jika melakukan 'itu' hehehe" ucap umma Jung menatap Jaejoong dengan cengirannya.
"ummaaa… aku maluuuuu" rengek Jaejoong yang memotong sayur-sayur ditangannya dengan cara yang sadis.
"ooo..ooo..oo.. ok ok umma tidak akan membahasnya lagi hehehe" ucap umma Jung kembali pada kegiatannya.
'noe paboya Jaejoongie… seharusnya kau pulang dan tidak usah ikut makan siang disini jika ujung-ujungnya akan seperti ini' ucap Jaejoong dalam hatinya.
.
.
Acara makan siang dikediaman keluaraga Jung terasa kaku bagi Jaejoong dan juga Yunho. Yang terdengar hanya celotehan dari umma dan appa Jung yang membahas tentang anak setelah pernikahan Yunho dan Jaejoong berlangsung.
"ya Yun.. umma mau bertanya, tadi siapa yang memulainya? Pasti kau kan?" tanya umma Jung langsung.
"uhuk! Uhuk! Uhuuukk!" begitu mendengar penuturan umma Jung yang tiba-tiba langsung membuat Yunho tersedak.
"ya Joongie-ah, cepat kau ambilkan minum untuknya" ucap umma Kim memberikan gelas pada Jaejoong yang duduk disamping Yunho.
"ne.." ucap Jaejoong menerima gelas tersebut "ya.. cepat minum ini" ucap Jaejoong mendekatkan gelas pada Yunho.
"ngg.." Yunho langsung menerima dan meminum air pada gelas yang masih Jaejoong pegang.
"masih saja kau tidak berubah, mendengar hal seperti itu saja kau masih tersedak. Bagaimana jika umma membahas kegiatan kalian tadi disini"
"sudahlah umma, kita sedang makan, jangan membahas yang tidak-tidak, membuat selera makanku hilang"
"salah kalian sendiri melakukan 'itu' tidak mengunci pintunya, umma pikir ada apa"
"umma sudaaaahhhhhh" rengek Yunho dengan wajah memelas. Sedangkan Jaejoong hanya diam menahan wajahnya yang memerah.
"baik-baik umma tidak akan bahas lagi, jja lanjutkan makan kalian"
"aku sudah tidak bernafsu" ucap Yunho seraya bangkit dari duduknya.
"kau mau kemana?" tanya appa Jung.
"aku mau kebelakang, selera makanku sudah hilang" ucap Yunho yang langsung meninggalkan meja makan.
"Joongie-ah, apa yang kau lakukan? Cepat ikuti dia" ucap appa Jung pelan.
"ah? ne.." jawab Jaejoong dan langsung mengikuti Yunho "Yuunnn.. tunggu aku…" rengek Jaejoong yang berlari kecil mengikutinya.
Yunho tidak menjawab maupun menengok kearah Jaejoong, dia terus berjalan dengan cepat keluar melalui pintu belakang.
"Yuuunnnn….."
"untuk apa kau mengikutiku? Kau pergi saja sana" ucap Yunho dengan dingin.
"appa Jung yang menyuruhku untuk mengikutimu" ucap Jaejoong yang melihat Yunho mulai duduk disebuah bangku panjang.
"untuk apa kau menurutinya, aku sedang ingin tidak diganggu"
"oh ayolah Yun.. umma Jung hanya membahas itu, kenapa kau malah marah, sudahlah namanya juga orang tua kan ingin mengetahui semua yang dilakukan anaknya" ucap Jaejoong yang ikut duduk disamping Yunho.
"tapi kan tidak seperti tadi juga, mereka harus melihat-lihat dimana dia harus mengatakan hal itu"
"lalu melihat sikapmu yang seperti ini, itu artinya kau memang benar-benar tidak menyukai perjodohan ini?" tanya Jaejoong yang tertunduk "lalu jika aku hamil bagaimana?" tambah Jaejoong dengan nada murung.
"kemungkinan kecil jika kau melakukannya hanya sekali" ucap Yunho singkat.
"tapi kan tetap saja aku sudah tidak perawan, lalu kau akan meninggalkanku seperti yang kau katakan tempo hari?" tanya Jaejoong masih menunduk.
"bu.. bukan begitu"
"terserah kau saja jika kau memang ingin membatalkan perjodohan ini dan meninggalkanku" ucap Jaejoong yang langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan Yunho begitu saja.
"Jaejoong-ah tunggu.." ucap Yunho yang langsung mengikuti langkah Jaejoong "tunggu" ucap Yunho sekali lagi dan menahan lengan Jaejoong untuk menghadap padanya "bukan maksudku berbicara itu, ya jujur aku tidak menyukai hal ini, tapi ini semua sudah terlanjut terjadi, jadi.. aku masih butuh waktu untuk ini, kau mengerti kan?" tanya Yunho dengan hati-hati.
"tapi jika kau memang tidak ingin meneruskannya, tidak apa-apa, aku akan membicarakan ini dengan kedua orang tuaku untuk membatalkannya" ucap Jaejoong pelan dengan wajah memelas.
"tidak, tidak, tidak.. kau tidak boleh membatalkannya, aku janji aku akan berusaha untuk bisa membiasakan diri dengan ini" ucap Yunho yang masih memegangi lengan Jaejoong.
"hanya itu?"
"tidakk.. tidak hanya itu tapi.." Yunho menghentikan ucapannya sejenak dan Jaejoong menatapnya penuh harap "aku akan berusaha untuk mencintaimu, dan kuminta satu hal padamu.." Yunho mulai membelai pipi mulus Jaejoong "jangan pernah lelah untuk menungguku, bantu aku untuk bisa mencintaimu" ucap Yunho yang tanpa sadar kini sudah menangkup wajah Jaejoong.
"kau janji?"
"aku janji" ucap Yunho dengan senyuman mautnya.
"gomawo Yunnieee" pekik Jaejoong dan langsung memeluk tubuh besar Yunho dan dibalas oleh Yunho yang juga memeluk tubuh kecilnya 'ngahahaha kena kau, sudah kubilang aku akan membuatmu mencintaiku, kita tunggu saja waktunya' ucap Jaejoong dalam hatinya dan tersenyum penuh kemenangan tanpa Yunho ketahui.
.
.
Yunho kini sudah duduk bersandar pada ranjang dikamarnya. Tidak ada Jaejoong kali ini, karena beberapa menit lalu Yunho mengantarkannya untuk pulang. Hening, tidak terdengar suara apapun, Yunho hanya diam memegangi buku yang masih belum dibacanya. Pikirannya menerawang pada kejadian saat pagi tadi.
"kenapa aku melakukannya? Jung Yunho.. apa yang kau pikirkan, kenapa kau jadi memikirkan hal-hal mesum dalam otakmu" gumam Yunho memukul-mukul kepalanya sendiri "astaga, tadi itu benar-benar.. kenapa bisa sempit seperti itu? Jadi itu rasanya kalau dipijat" ucap Yunho membayang-bayang.
CLEK
"Yuunn.. ada temanmu datang" ucap umma Jung yang asal membuka pintu kamar Yunho.
"nugu?"
"biasa, Changmin" ucap umma Jung lagi.
"suruh saja dia kemari"
"ya sudah umma panggilkan dulu" ucap umma Kim dan menutup kembali pintu kamar Yunho.
"hah, ada apa lagi dengan manusia jangkung itu?" Yunho kembali membuka buku yang dia pegang dan mulai membacanya dengan wajah yang serius.
CLEK
"hyuuunnngggg…" seru Changmin yang memasuki kamar Yunho.
"hm?" sahut Yunho tanpa mengalihkan pandangannya.
"kau sedang baca apa?" tanya Changmin yang mulai naik keatas kasur Yunho.
'huh, untung saja sudah dibersihkan' ucap Yunho dalam hati dan sedikit melihat pada pantat Changmin yang menapak pada kasurnya.
"ya, apa yang kau lihat?" tanya Changmin bingung melihat arah pandangan Yunho.
"apa?"
"jangan bilang kau? Menginginkan bokongku?" tanya Changmin menatap ngeri.
"apa kau gila? Tentu saja tidak, aku sudah punya satu bokong yang akan menjadi sarangku selamanya" ucap Yunho tanpa dosa.
"apa maksudmu?" tanya Changmin penasaran.
"apa maksudku yang apa?"
"tadi maksudmu bokong? Bokong siapa?"
"bukan bokong siapa-siapa, memang kenapa apa itu menjadi pertanyaan yang harus dijawab?"
"ya, bukan apa-apa hanya saja, sedikit menarik untuk dibahas, mengingat kau selama ini tidak kunjung mendapatkan seorang kekasih. Tapi sedikit menarik dibahas, hanya sedikit. Selebihnya tidak penting" cerocos Changmin.
"kau bicara apa sih, sudah panjang lebar, ucapan yang berputar-putar, padahal yang ingin kau bahas itu singkat sekali"
"yah pokoknya seperti itulah, hyung. Memangnya kau habis melakukan apa?"
"aku tidak melakukan apapu. Kau lihat kan? Tidak ada apapun disini"
"tidak ada sih, tapi kau pasti menyimpan sex toys?"
"apa aku sudah gila, mana mungkin aku menyimpan barang seperti itu, kau tahu aku bagaimana kan?"
"yah, kau memang orang yang dikelilingi banyak yeoja dan namja, tapi kau sama sekali tidak berani untuk memacari salah satu dari mereka, yakan?"
"berisik kau, cepat kau mau apa kesini?"
"aku hanya mau mengajakmu keluar saja, aku ada acara untuk menghadiri pesta ulang tahun temanku Kim Junsu, karena Kyuhyun tidak bisa ikut, maka dari itu aku datang kemari untuk mengajakmu"
"lalu aku jadi pasanganmu begitu? Enak saja"
"bukan begitu, hyung. mana mungkin aku mau denganmu. aku hanya memintamu untuk menemaniku, itu saja, tidak lebih. Tapi malam ini"
"hah, aku sedang malas" ucap Yunho yang langsung membaringkan tubuhnya.
"ayolah hyung, nanti aku dengan siapa disana, lalu aku hanya diam disana seperti orang bodoh begitu? Setidaknya jika aku mengajakmu, aku ada teman untuk mengobrol"
"jadi kau hanya menjadikanku seperti itu?"
"tidak juga, hyung. ayolaaahhh sekali saja kau temani aku, nanti akan aku traktir kau makan, aku janji"
"biasanya kau yang akan meminta seseorang untuk mentraktirmu. Hahaha.. tapi sungguh, aku malas" ucap Yunho lagi.
"sudahlah jangan meledekku, intinya kau mau atau tidak? tapi kau harus mau"
"bagaimana bisa kau menanyakan pilihan tapi kau memaksaku? Baiklah aku ikut. Tapi aku akan membawa seseorang. Nanti kau berbicara dengan temanmu itu, sedangkan aku dengan siapa"
"ya sudah terserah padamu saja hyung, aku ikut saja" jawab Changmin dengan malas.
.
.
"kenapa kau mengajak anak itu, hyung?" tanya Changmin tanpa mengalihkan pandangannya pada jalan ketika keduanya sudah dalam perjalanan menuju rumah Jaejoong.
"aku ingin mulai membiasakan diriku untuk bersamanya, pergi bersamanya kemanapun" ucap Yunho santai "ah, perempatan di depan setelah itu kita belok kanan" lanjut Yunho dan diikuti oleh Changmin "itu dia sudah menunggu"
"ooohhh jadi disini rumahnya" ucap Changmin pada dirinya sendiri dan menghentikan mobilnya tepat didepan Jaejoong yang sudah menunggu.
"ya, kau cepat masuk kebelakang" titah Yunho yang sudah menurunkan kaca disebelahnya.
"kau tidak dibelakang bersamaku?" tanya Jaejoong mengerucutkan bibirnya.
"sudah jangan banyak bicara, cepat masuk kebelakang" ucap Yunho lagi kembali menutup kacanya.
"hish! Berubah menyebalkan lagi, sedikit-sedikit ramah, sedikit-sedikit dingin. Apa yang sebenarnya ada dalam otaknya" dumal Jaejoong yang masih tidak beranjak.
"ya! apa yang kau lakukan disana, cepat masuk" ucap Yunho lagi dan membuat Jaejoong semakin kesal masuk kedalam mobil Changmin dengan memanyunkan bibirnya.
"memangnya kita mau kemana? Aku sudah ada acara sebelumnya tapi aku malah jadi membatalkannya" tanya Jaejoong bingung.
"kita akan pergi keacara temanku, aku meminta Yunho hyung untuk menemaniku, tapi dia juga menita untuk mengajakmu, ya sudah. Biar jadi ramai kita pergi bersama" ucap Changmin seraya kembali melajukan mobilnya.
"memangnya dimana rumahnya? Jauh dari sini?" tanya Jaejoong lagi.
"sudah kau jangan banyak tanya. Ikuti saja" ucap Yunho menjawab pertanyaan Jaejoong.
"heh, aku tidak bertanya padamu ya" sungut Jaejoong yang masih kesal dengan Yunho.
"ya ya terserah padamu" ucap Yunho malas.
Jaejoong yang semakin dibuat kesal hanya menampakan wajah jeleknya kearah Yunho. Changmin yang melihatnya dari kaca spion hanya tersenyum melihat tingkah Jaejoong.
.
.
"kita sudah sampaaaiiii" ucap changmin mematikan mesin mobilnya.
'ini kan rumah Junsu' ucap Jaejoong yang terlihat bingung.
"mau sampai kapan kau diam disitu? Ayo cepat turun" ucap Yunho yang langsung keluar bersamaan dengan Changmin. Jaejoong sendiri keluar paling terakhir "kemari, jangan jauh-jauh dariku" ucap Yunho yang langsung menggandeng tangan Jaejoong.
"aku bisa jalan sendiri, aku bukan orang tua" rengek Jaejoong.
"hah kau ini berisik, ikuti saja" ucap Yunho.
"ayo, hyung. kita masuk" ucap Changmin yang berjalan lebih dulu dan diikuti oleh pasangan Yunjae.
Changmin, Yunho dan Jaejoong sudah sama-sama masuk kedalam masion besar milik Yoochun. Terlihat banyak orang yang lalu lalang dengan menggunakan pakaian pesta.
"Changmin-ah.." teriak Junsu dari keramaian.
"Pantat bebeeekkkkk…" seru Changmin yang langsung menghampiri Junsu dan langsung memeluknya.
"chukkae.. kau semakin tua saja" ucap Changmin mencubit pipi sahabatnya sejak di Senior High School.
"gomawooo… ah ini kenalkan, Park Yoochun dia adalah kekasihku" ucap Junsu yang menarik Yoochun untuk berdiri dekat dengannya.
"annyeong, Park Yoochun imnida" sapa Yoochun dengan ramah.
"annyeong Yoochun-shi" ucap Changmin tersenyum "aku juga membawa teman, kau kenalkan ini Jung Yunho dan yang dibelakangnya adalah Kim Jaejoong" tambah Changmin.
'apa?! Kim Jaejoong?!' tanya Junsu dan Yoochun dalam hatinya masing-masing.
"ya, Kim Jaejoong kenapa denganmu?" tanya Yunho yang bingung pada Jaejoong yang menyembunyikan tubuhnya di belakang punggungnya "ya kau ini kenapa" tanya Yunho lagi yang sedikit menarik lengan Jaejoong agar berdiri disampingnya.
"Joongie?" pekik Junsu dan Yoochun bersamaan ketika melihat sosok Jaejoong yang ada dihadapannya.
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Jaejoong bertemu dengan mantan kekasih yang kini menjadi kekasih sahabatnya (Kim Junsu)?
_TBC_
