Gangsta ©Indiah Rahmawati

T+ (M) | All Member BangtanBoys | All Bangtan Couple


Seoul, Wenesday, 1 March 2017

Semua tampak sibuk kesana kemari hanya untuk mengurus beberapa dokumen pribadi mereka. Hanya ada dua orang yang menganggur disini, Taehyung dan Jungkook. Mereka sama sekali tak tertarik dengan uang seperti hyung-hyung-nya, yang mereka inginkan hanya bersenang-senang. Taehyung yang telah mengambil air dari dapur berjalan menuju ruang tengah. Ia melihat Jungkook dan memberikan satu botol minum, lalu mereka saling berjabat tangan, dan itu artinya mereka melakukan jabat tangan khusus mereka.

Mereka awalnya berjabat tangan lalu saling mengepalkan tangan masing-masing, lalu melepasnya, lalu membuat kepalan di tangan mereka dan membenturkannya satu sama lain, menaikan tangan mereka keatas, melakukan high five, dan "Yaa!" Mereka mundur sambil menggerakkan tangan mereka keatas, dan meliuk-liuk-kan tubuh mereka_sambil mundur_.

Setelah mereka melakukan itu Jungkook melihat Jimin lewat hendak menuju dapur, "oh!" Jungkook menunjuk Jimin, dengan segera Jimin diam dan mereka bertiga saling berpandangan, lima detik kemudian "YAAA!" Mereka bertiga melakukan gerakan yang sama seperti ending dari salam khusus milik Jungkook dan Taehyung. Jimin segera pergi setelah membuat kedua maknae-nya itu senang. Lalu setelah Jimin, Jin muncul dari kamarnya, ia terlihat habis bangun, karena semalam ia tak bisa tidur. Lalu Taehyung menunjuk-nya, Jin sadar dan detik berikutnya.

"YAAA!" _Kalian tau sendiri_

Jin tersenyum begitu kedua orang itu senang. Taehyung dan Jungkook memang pribadi yang bertolak belakang, tapi jika mereka sudah satu pikiran, tak ada yang bisa menghentikan mereka. Mereka hanya tersenyum sendiri, lalu Hoseok datang dari arah dapur, ia baru dari atas rupanya. Taehyung menunjuknya, Hoseok melihat kearah mereka

"Yaa!" sayangnya kali ini Hoseok hanya menatap mereka bingung saat melihat kedua orang itu melakukan gerakan yang menurut Hoseok aneh

"mwoya? Kalian mulai gila ya?" Sindir Hoseok dan pergi memasuki kamarnya. Taehyung mulai mengumpat kesal dan ingin sekali menghajar hyung yang telah merusak kesenangan mereka itu, tapi Jungkook dengan cepat menghentikannya. Beruntung Taehyung langsung diam saat itu, dan akhirnya mereka terduduk dikarpet

"bosaaan" kata Taehyung membaringkan tubuhnya

Jungkook hanya diam melihat hyung-nya itu "mau bermain game?" tanya Jungkook mengambil satu kotak kaset game yang ada dibawah meja dibelakang mereka.

"hampir semuanya sudah kita coba..." kata Taehyung menutup matanya

Jungkook tak bisa pikirkan apa lagi yang akan Taehyung suka. Meski Taehyung berisik tapi Jungkook satu-satunya yang bisa membuat dia diam. Tapi kalau Jungkook sudah kehabisan ide, ia tak bisa apa-apa. Tiba-tiba Jungkook mendapat satu ide yang menurutnya membuat Taehyung berhenti mengeluh "hyung, bagaimana kalau kita beli game baru?" kata Jungkook

"game baru?" Taehyung mengubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Jungkook "game apa?" tanyanya

"Resident Evil 7, itu baru rilis beberapa bulan lalu" kata Jungkook yang langsung membuat Taehyung bersemangat.

"oke!" Taehyung bangkit dari duduknya "kajja kita pergi!" Taehyung berjalan didepan sedangkan Jungkook mengikuti dari belakang. Jika sudah bicara soal game, mereka tidak ada duanya, yah mengingat mereka adalah maknae digeng ini, jelas jika mereka hanya suka sesuatu yang menyenangkan. Setelah berpamitan kepada Jin, mereka berjalan menuju atas.

Diatas rumah kecil mereka adalah rumah milik Jin. Ini rumah lamanya yang sudah tak ditempati, setelah kabur berkat bantuan Namjoon, ia segera kesini dan akhirnya tinggal disini, lalu memanfaatkan ruang bawah tanah disana_yang sekarang jadi rumah mereka_. Para pelayan tau pekerjaan mereka, tapi mereka dibayar untuk tutup mulut. Jin mengenal semua pelayan jadi para pelayan itu hanya bisa menurut dan memaklumi semua tindakan illegal Jin. Setelah menyapa para pelayan mereka keluar rumah besar itu. Mereka berbelok dan berjalan melewati deretan rumah dan beberapa toko, lalu menuju zebracross untuk menyebrang. Setelah menyeberang mereka berjalan menuju satu toko yang ada dideretan toko disana, "kita sa_" Jungkook menarik Taehyung untuk bersembunyi dijalan disamping toko yang mau mereka datangi "ap_"

"sstt! Diam lah..." Mereka mengintip dari sana, lalu terlihat ada dua orang dengan pakaian preman dan satu pria yang Jungkook dan Taehyung kenal sebagai pemilik toko

"Kau harusnya membayar!" kata salah seorang pria

"kumohon, tunggu sebentar lagi..."

"tak ada kata lagi, lebih baik kau bersiap sebelum kami membongkarnya" kata pria satu lagi dan akhirnya kedua orang itu pergi. Dengan cepat Jungkook membalik Taehyung, memeluk pinggangnya dan mendekatkan wajahnya. "sstt..." Kata Jungkook cukup dekat. Kedua pria tadi lewat dan melihat mereka seperti dua pasangan yang tengah berciuman. Mereka bersiul mengejek dan tertawa, lalu pergi dari sana. Setelah merasa aman Jungkook menjauh dari Taehyung yang tengah memerah sekarang "hyung, kau memerah? Kau malu?" Jungkook mendekat lagi

"Brisik! Minggir kau!" Taehyung mendorong bahu Jungkook, lalu berjalan menuju toko yang dari tadi mau ia masuki. Jungkook tertawa pelan, lalu mengikuti Taehyung. Ia dapat trik itu dari Jimin, Jimin bilang itu benar-benar cara ampuh untuk bersembunyi jika ada digang atau dijalan tanpa membuat orang curiga. Sayangnya Jimin mendapat tamparan dari Yoongi saat itu, bukannya semburan merah diwajah Yoongi dan tingkah menggemaskan seperti yang Taehyung buat tadi. Jungkook tertawa lagi jika mengingatnya. Mereka berdua masuk dan disambut oleh pemilik toko "Zelo, ada apa?" tanya Taehyung

Zelo, pemilik toko game yang Jungkook dan Taehyung datangi "tidak ada apa-apa" katanya "kalian mencari sesuatu?" tanya-nya

"Kami melihat dua orang aneh saat kesini, kau yakin tak apa-apa?" tanya Jungkook. Zelo langsung terdiam begitu mengingatnya

Ingatkan Taehyung untuk menutup mulut Jungkook lain kali "K-kami tak bermaksut membuatmu terluka, Kami hanya ingin membeli kaset Resident Evil 7, makanya kami kesini, dan tak sengaja bertemu mereka tadi..." kata Taehyung menjelaskan

Zelo tersenyum mendengarnya "beruntung karena aku masih punya satu disc untuk kalian" katanya mengeluarkan satu kaset Resident Evil 7, dan meletakkannya dikantong plastic. Ia terduduk dikursinya, lalu menarik nafas panjang "sebenarnya, aku punya hutang kepada mereka" katanya langsung menarik perhatian Jungkook dan Taehyung "awalnya tawaran mereka benar-benar bagus, aku putuskan ber-infestasi kepada mereka, tapi sebagai jaminannya mereka menyita surat tanahku..." Jungkook terdiam

"menyita?! Kenapa begitu?!" Taehyung terbawa emosi

"aku juga tak mengerti, jika aku tak membayar hutangku, tempatku akan diambil karena mereka memiliki surat tanahku, dan tadi mereka menagih dan aku tak bisa apa-apa..." Jungkook dan Taehyung terdiam, mereka juga tak bisa apa-apa.

Zelo menyeka air mata dimatanya "semuanya 55 dolar" katanya menyerahkan plastic itu. Jungkook menyerahkan uangnya, lalu pegi dari sana agar Zelo bisa menenagkan pikirannya. Mereka berjalan lambat sambil memikirkan "Jungkook-ah..."

"hmm"

"kau kenal orang-orang itu.." tanya Taehyung. Lalu mereka berhenti diZebracross yang mereka lewati tadi. Lampu penyebrangan menunjukkan warna merah, jadi mereka berhenti disana

Jungkook mengangguk sekilas "Mereka dari Crabby Gangsta" kata Jungkook

"Crab? Kepiting?" kata Taehyung dengan muka polosnya

"entahlah, mungkin dalam artian berbeda" Kata Jungkook menanggapinya dengan wajah datar "Mereka memberikan uang pinjaman yang besar kepada para pedagang yang kekurangan biaya, tapi sebagai jaminannya geng itu menyita surat tanah mereka. Jadi siapa yang tak membayar, tempatnya akan dijual atau dibongkar..." jelas Jungkook

"heh, mereka menggunakan cara payah hanya untuk mengumpulkan uang" kata Taehyung. Menurutnya menyita sesuatu sebagai jaminan adalah cara yang paling rendah. Kalau ingin mengumpulkan uang dengan cara itu, tak perlu ada sesuatu sebagai jaminan, buat yang meminjam bertekuk lutut padamu, buat mereka takut padamu hanya dengan saling bertatapan, dan buat mereka mengerti tanpa harus kau katakan untuk apa kau datang. Itu yang Taehyung pelajari dari Namjoon, Namjoon mengatakan kalau yang meminjam harus takut padamu, karena uang yang mereka gunakan adalah milikmu, jadi tak ada salahnya membuat mereka bersujut memohon ampun padamu. Karena didunia ini, uang sudah menjadi sesuatu yang sangat berharga, jadi bagaimana rasanya barang berharga dipinjam oleh seseorang dan tak dikembalikan? Menyebalkan, iya kan? Dan Namjoon juga bilang tak perlu menyita barang milik orang lain, itu sama saja dengan kita memaksa meminjam yang bukan milik kita, dan itu tak adil untuk kedua sisi, karena itu Namjoon tak pernah menyita atau meminta sesuatu sebagai jaminan, itu adalah cara seorang pengecut.

"Yaah... tapi uang yang mereka pinjamkan cukup banyak, jelas saja jika banyak yang meminjam kepada mereka" kata Jungkook

"kita harus mendapatkan surat tanah Zelo" kata Taehyung

"wait... maksutmu melawan geng itu?" tanya Jungkook yang langsung diangguki Taehyung. Lampu penyebrangan berubah hijau, dengan segera mereka berjalan menyebrang

"ayolah! Itu tempat satu-satunya kita membeli game! Jika tempat itu ditutup, kita tak bisa kemana-mana lagi!" Kata Taehyung berjalan mundur didepan Jungkook agar mereka saling berhadapan. Jungkook masih tak yakin apa itu ide yang bagus, tapi melihat Taehyung memohon didepannya, ia bisa apa? Taehyung melompat senang saat Jungkook menyetujuinya "Ok!"

"kau mau pergi begitu saja?" tanya Jungkook

"ah iya... jadi bagaimana?" Taehyung balik bertanya pada Jungkook

Jungkook berfikir sejenak, mereka masih melanjutkan jalan mereka "aku tau siapa yang bisa membantu"

...

...

Entah sejak kapan, sekarang dua maknae grub ini tengah terduduk bersimpuh dan didepannya kelima hyungnya dengan wajah kurang senang. Jungkook mengatakan kalau Jimin mungkin bisa membantu, jadi mereka segera menemui Jimin, tapi Taehyung lupa dengan mulut Jungkook yang tak pernah ditutup dan Jungkook mengatakan semua rencana mereka pada Jimin, dan saat itu Hoseok masuk keruangan Jimin. Ia langsung mengomel keras yang langsung ditanggapi Namjoon, Seokjin, dan Yoongi. Dan sekarang Taehyung dan Jungkook sedang disidang oleh kelima hyung mereka "Jadi... kalian ingin kemarkas Crabby?" Namjoon memulai perbincangan

Kedua orang itu mengangguk "Yak! Kalian gila, huh?! Namjoon saja tak tau wajah boss mereka seperti apa" Kata Jin yang duduk disamping Namjoon "jangan lakukan hal konyol"

"Basecamp mereka juga berbahaya, karena dekat dengan kantor polisi, aku dengar salah satu angota mereka adalah polisi jadi mereka bisa melakukan bisnis dengan lancar. Dan lagi wajah kalian sudah dikenal polisi, kan? Jelas itu akan sangat berbahaya" jelas Yoongi setelahnya

"kukira kalian hanya gila saat pagi, tak kusangka akan separah ini" Hoseok menyaut. Taehyung mulai kesal dengan omongan Hoseok, tapi ia tak bisa apa-apa disaat seperti ini.

Jimin menarik nafas panjang "dengar... Mungkin hanya aku yang mengerti kalian karena aku juga bagian dari maknae, tapi meski pun begitu usiaku jauh lebih tua dari kalian, dan jelas aku melarang kalian melakukan itu. Kami disini tak pernah tau geng mereka seperti apa, jadi kami tak mau membahayakan kalian untuk datang kesana" Jimin mulai menjelaskan dengan serius, jarang sekali Jimin bersikap serius kecuali demi keselamatan kedua maknae-nya ini

"Jimin benar. Aku sendiri belum pernah menghadapi mereka, dari yang kudengar mereka geng yang cukup berbahaya, jadi_"

"Tapi kita jauh lebih tinggi dari mereka! Mereka hanya geng rendah yang menggunakan cara rendah juga" Taehyung memotong omongan Namjoon untuk membela diri

"Tae-ah... aku tengah bicara disini" Pandangan tajam Namjoon mendiamkan Taehyung seketika. Namjoon menarik nafas lagi "intinya, kalian tak boleh pergi apa pun alasannya... Meski korban mereka orang yang kalian kenal, tapi ini bukan urusan kita..." Namjoon meyakinkan kedua orang itu "kalian bagian dari keluarga ini, dan jelas kami tak akan membiarkan kalian terluka. Karena itu, jangan melakukan hal yang membahayakan kalian, dan tetap disini. Anggap semua hanya angin lalu..." Kata-kata Namjoon diangguki kedua orang itu. Dan akhirnya sidang itu berakhir dan mereka kembali kekamar mereka masing-masing.

Jam menunjukkan pukul 23.00, Jungkook tengah terkurung dalam dunia mimpinya sampai sebuah ketukan terdengar ditengah kamarnya yang sepi. Perlahan Jungkook membuka matanya dan mencari asal suara itu.

Knok! Knok!

Jungkook menatap pintu kamarnya dan perlahan bangkit dari kasur dan berjalan kesana. Ia membuka pintu dan menemukan Taehyung yang langsung masuk kekamarnya dan menutup pintu. "huft... kajja!"Taehyung mendorong Jungkook menuju lemari baju milik Jungkook

"what?" Jungkook bingung setengah mati, ia baru bangun jelas ia masih linglung

"kau harus bersiap!" Taehyung membuka lemari pakaian Jungkook dan mengambil coat coklat tua yang ada disana, lalu kaos putih dan celana panjang hitam. "Cepat ganti bajumu dan kita pergi" Taehyung masih belum menjelaskan

Jungkook menarik tangan Taehyung dan memojokkan namja yang lebih tua darinya itu ketembok "lebih baik jelaskan, sebelum aku gunakan cara lain untuk membuatmu bicara" acam Jungkook

Jantung Taehyung hampir copot saat Jungkook melakukan itu padanya, beruntung ia sudah biasa diperlakukan begitu oleh Jungkook. Ia mengambil secarik kertas yang ada di kantong jaketnya "aku berhasil mencuri lokasi basecamp crabby dari Yoongi hyung! Kita sekarang tau lokasi mereka dan bisa kesana untuk mengambil surat tanah Zelo!"

Jungkook mencerna semua omongan Taehyung "jadi kau tetap ingin mengambilnya?!" kata Jungkook yang langsung diangguki Taehyung "yak... hyung sudah melarang kita, jangan mencari masalah hanya karena masalah sepele ini" Jungkook mundur dari Taehyung

"sepele?! Jungkook-ah... Zelo itu teman kita! Kau mau mengabaikan temanmu begitu saja?!" Taehyung membela diri "ia orang baik yang tak tau apa-apa, ia bahkan yang membuat hari-hari kita begitu indah dengan game-game yang ia jual. Kalau ia menutup toko-nya, kita akan beli game dimana lagi Jungkook-ah"

"game bisa kita download dikomputer atau kita bisa beli online, tak perlu membuat masalah hanya karena Zelo hyung, akan menutup tokonya. Ini bukan kiamat Tae hyung" Jungkook tak mau terlibat masalah dengan hyung mereka, bagaimana pun juga semua omongan hyung-nya ada benarnya

Taehyung menggenggam tangannya, kesal "kalau kau tak mau pergi terserah kau! Aku bisa atasi semua sendiri!" Taehyung berjalan kesal keluar pintu "aku tak berfikir soal game, tapi aku berfikir membuat temanku bahagia, Zelo sudah melewati masa sulitnya dan aku tak mau kebahagiannya hilang begitu saja!" Taehyung membanting pintu kamar Jungkook tak peduli kalau hyung -hyung-nya terbangun.

Jungkook menghela nafas berat, Taehyung tetap lah Taehyung, keras kepala. Jika sudah begitu tak ada yang bisa Jungkook lakukan untuk menghentikannya. Jungkook terduduk dikasurnya, menatap pakaian yang tadi Taehyung ambil untuk-nya "dammit!" Jungkook membuka kaosnya begitu saja, lalu menggantinya dengan kaos putih itu, ia memakai celana panjang itu, dan terakhir memakai coat coklat tua. Ia segera mengambil pisau belatinya dan memasang tempatnya dicelananya, lalu memasukkan pisaunya pada tempat yang sudah ia pasang. Jungkook segera menutupnya dengan kaos dan coat-nya. "Taehyung!" Ia segera berjalan menuju pintu dan membukanya. Ia mendengar pintu dari dapur baru saja tertutup. Dengan segera ia mengejar Taehyung setelah mengambil sepatu Timberland miliknya, mengenakannya didapur dan menaiki tangga. Saat sampai diatas ia melihat Taehyung dan segera mengejarnya "chankaman!" Taehyung melihat karahnya "aku ikut denganmu"

Taehyung serega tersenyum melihatnya "Bagus! Aku tau kau masih punya rasa manusiawi..." kata Taehyung senang

"aku hanya tak mau kau mati konyol karena ulahmu ini..." Jungkook langsung dipukul oleh Taehyung sedetik kemudian

Taehyung menenangkan pikirannya saat ini "baik, penjaga akan lihat kita kalau lewat depan, jadi kita akan lewat belakang dan lewat pintu darurat" kata Taehyung. Mereka mengendap-endap menuju pintu belakang rumah Jin yang ada didapur luas milik Jin. Saat menemukannya mereka segera membukanya dan melihat sekitar agar tak ketahuan, saat merasa sudah aman mereka keluar dan menutup pintu

"aku tau kalian akan tetap pergi"

"UWAAAA!" Taehyung terkejut setengah mati saat melihat Jimin ada dibelakang pintu yang ia tutup tadi. Dengan reflex ia memeluk Jungkook yang tak terkejut sama sekali. Jimin tertawa melihat reaksi Taehyung dan saat menyadari apa yang Taehyung lakukan, Tae menjauh dari Jungkook. Lalu mencoba fokus pada Jimin "k-kenapa kau disini?!"

Jimin tersenyum dan berhenti tertawa "sudah aku katakan, aku satu-satunya yang bisa mengerti kalian. Taehyung pasti akan tetap pergi meski sudah dilarang, dan Jungkook akan dengan sangat amat teraksa mengikuti Taehyung" kata Jimin

"benar sekali" Jungkook langsung menyetujuinya dan mendapat pukulan keras dari Taehyung

Jimin mengela nafas panjang "aku benar-benar ingin menghentikan kalian, tapi jika sudah begini mau bagaimana lagi..." Jimin mengeluarkan beberapa barang ditas yang ada dibawah kakinya. Ia mengeluarkan satu kotak kaca mata dan memberikannya kepada Jungkook "mereka menyita surat tanah, dan pasti membuat yang palsu agar tak dikelabui. Ini seperti scanner, aku merancangnya untuk bisa mengscane kartu palsu buatan ku"

Jungkook membukanya dan mengenakannya. Kacamata bulat sempurna dan pada lensanya terlihat keunguan jika didekatkan pada cahaya, benar-benar cocok dengan Jungkook. Taehyung memerah melihat penampilan Jungkook yang sangat keren dengan kacamata itu. Ia mencoba fokus pada hal lain saat Jimin memberikannya satu pistol dan satu Suppressor. "hanya ini?" tanya Taehyung

"iyup..." kata Jimin

Taehyung mulai kesal "kau memberiku hanya ini?! sedangkan kau memberi barang bagus pada Jungkook?!" protes Taehyung

"yak... kalian hanya ingin mengambil surat tanah kan? Jadi untuk apa aku memberikan barang-barang bagusku jika cuma untuk mengambil hal mudah" kata Jimin menggendong tasnya disalah satu pundaknya. "pastikan kalian tak mati..." kata Jimin membuka pintu "karena kalian akan mati ditangan para hyung..." Jimin tertawa pelan "aku sangat menanti itu... kekeke" Jimin tertawa geli dan menutup pintu meninggalkan kedua orang itu. Sedang kedua orang itu terdiam ditempatnya

"lupakan soal dia!" Taehyung menyimpan pistolnya dan Suppressor tersebut. Ia mengambil dua topi didalam tas yang sudah ia bawa sejak tadi. Ia mengenakan topi tersebut dan memakaikan satu topi lagi yang ia punya pada Jungkook. "kita harus menyamar, kau ingat tempat yang akan kita datangi, kan?" kata taehyung mengingatkan soal kantor polisi yang ada didekat sana. Jungkook mengangguk dan membenarkan topinya.

Mereka mulai berjalan menuju lokasi mereka. Mereka memilih menaiki bus sampai akhirnya mereka turun disalah satu halte. Mereka melanjutkan dengan berjalan, melewati beberpapa blok rumah sampai disebuah tempat perbelanjaan besar yang telah sepi karena sudah malam dan tempat itu tutup. Taehyung dengan santai memanjat pagar besi dan melompat untuk sampai diparkir luas dari tempat perbelanjaan itu. Jungkook mengikutinya "kenapa lewat sini?" tanya Jungkook

"karena jalan ini tak memutar, jadi akan lebih cepat" jawab Taehyung, mereka menuju sebrang parkir tersebut lalu sedikit berbelok menuju samping tempat perbelanjaan tersebut, disana ada lahan lagi untuk taman kecil, ada beberapa bangku dan permainan anak disana. Taehyung kembali memanjat pagar besi sampai saat ia sudah diatas pagar dan kehilangan keseimbangan. Ia terjatuh... tapi ia tak merasakan sakit?

"kalau memanjat hati-hati..." Taehyung memerah melihat Jungkook. Ia ditangkap oleh Jungkook rupanya, ia memerah melihat Jungkook dengan kacamata bulat dan topi membuatnya semakin jelas melihat wajah tampan itu

Shit! "L-lepaskan aku!"Taehyung memberontak. Dengan segera Jungkook menurunkannya dari kedua lengannya. Taehyung merapikan dirinya "kita ada misi! Ingat!" kata Taehyung yang hanya diangguki malas Jungkook. Kali Ini Taehyung berhasil memanjat, dan Jungkook tak dapat masalah sama sekali. Mereka sampai disebuah gang yang cukup luas, gang itu menghadap langsung dengan pagar besi yang baru mereka panjat, mereka hanya menutupinya dengan kayu, jadi anak-anak tak penasaran dengan gang ini dan tak memanjat pagar berbahaya itu. Sayangnya Yoongi adalah penyelundup yang ahli, ia selalu menemukan jalan tercepat yang tak pernah orang tau, jadi Taehyung sangat bersyukur mencuri peta tempat basecamp Crabby dari Yoongi, Ia menulis semua jalur dengan tepat jadi Taehyung tak perlu repot-repot berputar didepan untuk sampai di gang ini. Mereka mengendapendap menuju ujung gang tersebut yang merupakan jalan. Taehyung menengok keluar dan segera mendorong Jungkook bersembunyi ditempat sampah. Ternyata seseorang baru saja lewat, orang dengan pakaian yang sama dengan yang mereka temui tadi siang. "ternyata benar disini" kata Jungkook

"aku tau Yoongi hyung bisa diandalkan, ia punya banyak peta! Beruntung ia mengurutkannya sesuai alphabet" kata Taehyung memasukkan peta kecil itu kedalam kantong jaketnya. Ia tau bangunan disampingnya adalah basecamp-nya, Taehyung melihat ada tangga diatas mereka, tangga besi yang menggantung yang terhubung dengan tangga zigzag. Ia melompat dan meraih tangga besi tersebut dan memanjat nya menuju tangga zigzag diatasnya, tentu Jungkook terus mengikutinya, sampai dia berhenti disalah satu pintu yang ada disetiap sisi tangga zigzag tersebut. Taehyung membukanya dan menemukan satu lorong kosong "Dibawah baru tempat mereka, lantai ini tak digunakan lagi" jelas Taehyung yang langsung diangguki Jungkook

Mereka melewati beberapa ruangan tua dan kosong itu, beberapa pintu telah rusah dan terbuka begitu saja. Mereka mendekati tangga pelan-pelan, sampai mereka mendengar suara langkah kaki. Dengan cepat mereka memasuki salah satu ruangan disamping tangga dan menutup pintu. Jantung mereka berdetak kencang mendengar lankah-demi langkah.

"kau yakin?"

"sepertinya aku mendengar suara? Argh! Mungkin hanya kucing atau tikus.."

"mungkin hantu~~"

"Yak! Jangan bercanda!"

Jungkook dan Taehyung mendengarkan dalam diam, saat percakapan itu selesai mereka mulai mengela nafas lega. Mereka ada di satu ruangan kosong dengan beberapa barang yang tertutup oleh kain putih, debu dan sarang laba-laba. "huft..." Taehyung melihat sekeliling. Sura langkahnya menimbulkan decitan kecil yang membuat Jungkook risih

"hyung pelan-pelan... kayu-kayu ini sudah tua" kata Jungkook memperingatkan Taehyung

"tenang... ini tak_"

KRRAAAKKK! Tiba-tiba saja lantai dibawah Taehyung patah!

"TAEHYUNG!" Jungkook berlari kearah Taehyung dan segera menangkap tangan Taehyung, ia membalik tubuh Taehyung dan membiarkan tubuhnya terbentur lantai kayu ruangan dibawah ruangan mereka tadi. Ia memeluk Taehyung erat dan tak membiarkan satu kayu pun melukai Taehyung. Asap memenuhi ruangan tersebut, Taehyung terbatuk dan segera bangkit "Jungkook-ah!" Ia melihat Jungkook yang ada dibawahnya dengan tubuh berdebu _Tae juga berdebu_ "jungkook-ah! Kau baik-baik saja?!"

Jungkook mencoba bangkit dan menyingkar kayu yang hampir menimpa kepala Taehyung, ia melindunginya dengan lengan kanannya. Ia mengusap rambutnya yang penuh debu "Iyaa... aku tak apa" jawabnya

"tangan kirimu!" Setelah mengatakannya Jungkook menengok tangan kirinya. Sebuah kayu tipis menancap disana

"auw..." Jungkook baru sadar dan baru berasakan sakitnya "harusnya kau diam saja" katanya

Taehyung meraih tangan itu dan mengambil satu cairan antibiotic. Ia mengambil kayu itu, dan mendapat renspon ringisan kecil dari Jungkook. Ia menyiram luka itu dengan sedikit antibiotic, lalu memerban tangan itu dengan perban yang ia bawa. "I-ini akan membantu... tapi kau harus tetap kedokter!" kata Taehyung, Jungkook hanya mengangguk

"tenang Jin hyungkan ada" Jungkook melihat sekeliling untuk menemukan topinya. Ia menemukannya disamping kanannya tak terlalu jauh. "beruntung kacamatanya tak pecah" kata Jungkook memperbaiki posisi kacamata bulat yang diberikan Jimin

"Yak! Kau harusnya peduli pada dirimu! Bukan barang buatan Park sialan itu!" kata Taehyung memukul kepala Jungkook.

Yang dipukul hanya diam dan tersenyum tipis "kau khawatir, ya?"

"Brisik!" Taehyung bangkit dan merapikan dirinya dari debu. Ia melihat sekitar ruangan yang cukup luas tersebut. Ruangan itu penuh dengan lampu berwarna biru tua, Tahyung mencoba melihat sekeliling sambil berjalan, suara decitannya tak separah yang barusan. Jungkook juga bangkit setelah merapikan dirinya. Ia ikut melihat-lihat, ia melihat sebuah pintu yang sepertinya pintu utama untuk keluar. Ia memantau dengan cermat, ia bisa dengar beberapa langkah kaki dan percakapan seseorang diluar. Kelihatannya ruangan ini kedap suara, karena ia tak terlalu mendengar jelas suara diluar. Ditambah tak ada yang curiga dengan suara runtuhan tadi.

Taehyung menemukan satu ruangan lain, ia membukanya dan hanya menemukan sebuah ruangan seperti laboratorium tua. Banyak cairan aneh dilantai, beberapa gelas pecah, dan beberapa botol kecil yang tak Taehyung ketahui isisnya. Ia melihat satu meja dengan banyak kertas, kertas-kertas berdebu, ia sedikit menyingkirkan kertas-kertas yang menurutnya tak berguna, sampai ia menemukan satu dokumen diantara tumpukan kertas yang menarik perhatiannya "Human Experiment?" Ia menaikkan alis kirinya, lalu membuka dokumen tersebut "Mengubah memori dengan sengatan listrik, mengubah gelombang otak dan merusak syaraf... menghilangkan ingatan subjek... mengubah sikap? apa ini?" Ia memeriksa dokumen tersebut tapi tak menemukan siapa pemiliknya, Ia membaca lagi karena penasaran

"hyung!" Panggilan Jungkook menghancurkan konsentrasinya. "Kau dimana? Cepatlah kemari!" Taehyung segera meletakkan dokumen itu kedalam tasnya, lalu berlari kearah Jungkook

"wae?" tanya Taehyung

Jungkook menarik tangannya keluar dari ruangan itu. Mereka masuk kesatu ruangan dan hampir ketahuan. Seorang pria yang baru sampai dilantai itu merasa ada sesuatu yang aneh, ia melihat satu ruangan yang baru saja Jungkook dan Taehyung masuki. Taehyung dan Jungkook memundurkan langkahnya, tanpa sengaja Taehyung menabrak meja kecil dan menjatuhkan satu botol kaca yang ada diatasnya "Shit!" umpat Taehyung.

Pria itu semakin yakin pada kecurigaannya lalu dengan keras membuka pintu ruangan itu "siapa huh!" Ia melihat sekitar dan tak menemukan apa pun. Ia masuk dan hanya menemukan serpihan botol kaca di lantai, ia mulai merasa aneh dan pergi dari ruangan itu. Dilangit-langit ruangan terlihat Jungkook yang mati-matian menahan tubuhnya dengan kedua tangan dan kakinya menapak pada dua kayu disamping kanan dan kirinya, membentuk huruf X dilangit-langit ruangan yang kucup tinggi itu. Taehyung keluar dari tempat persembunyiannya dibawah salah satu sofa yang ada dibelakang meja yang tak sengaja ia tabrak. "Huftt... aman..."

Jungkook turun perlahan mendahulukan kedua kakinya, lalu turun dengan selamat "argh... untung kacamatanya tak lepas..." Ia menaikkan kecamatanya yang hampir lepas

"untungnya..." Taehyung ikut bernafas lega "jadi kenapa kau membawaku kemari?" tanya Taehyung. Jungkook langsung mengingatnya dan berjalan menuju ruangan yang ada disamping ruangan itu yang saling terhubung. Mereka menemukan beberapa koper disana, mereka segera membukanya. Beberapa tumpukan map "ini... surat tanah!"

"tapi kita belum tau ini asli atau bukan" Jungkook melihatnya dengan lensa kacamatnya. Hanya ia yang bisa lihat benda itu bekerja seperti scanner, lalu satu kata Fail tertera disana "ini bukan... ini semua palsu" jawab Jungkook

"w-what?" Taehyung melempar koper itu kesal "jadi dimana yang asli..." ia merutuk kesal

"mungkin... !" Jungkook merasakan ada yang aneh kepalanya terasa pusing. Ia terjatuh begitu saja, dan Taehyung segera menagkapnya

"Jungkook-ah!" Taehyung panik. Ia mencium bau obat bius, Taehyung melihat sekitar yang mulai sedikit berasap. Jungkook sensitive terhadap bau, jadi jika memberikannya gas bius ia akan langsung pingsan, berbeda dengan Taehyung, ia malah baik-baik saja. Semua semakin berkabut "percuma membiusku! Tak akan berhasil..." kata Taehyung masih tetap waspada

"ke-kenapa?!"

Taehyung menajamkan matanya, ia mengambil pistolnya dan memasang Suppressor-nya. Ia mengarahkan pistolnya dengan pasti "aku sudah sering menghadapi bermacam-macam obat... jadi jika kau memberiku obat bius dengan dosis ini... itu tak akan berhasil" Taehyung menekan pelatuk pistolnya, peluru itu menembus kabut tipis itu dan mengenai satu orang

"shit!"

Ada yang lain! Taehyung kembali mengarahkan pistolnya. Ia menembak dengan suara tipis, lalu tepat lagi mengenai seseorang "SIAPA LAGI!" Ia berteriak cukup keras untuk memastikan. Ia merasakan satu jarum suntik mengenai bahunya, ia langsung terjatuh begitu merasakan obat pelumpuh dalam dosis tinggi mulai menyerang otaknya "s-sial..." pandangannya kabur pada sebuah kaki yang menapak didepannya, lalu semua gelap baginya...


Gangsta ©Indiah Rahmawati

T+ (M) | All Member BangtanBoys | All Bangtan Couple


Taehyung perlahan membuka matanya, kepalanya masih terasa pusing tapi kesadarannya sudah kembali. Ia meleguh kesakitan karena bahunya sepertinya membentur kayu, Taehyung merasa ganjal karena tak bisa menggerakkan tangannya. Ia membuka matanya dan menemukan dirinya terikat. Tangannya terikat kebelakang disebuah tiang, kakinya juga diikat cukup kuat. "what the..." Taehyung melihat kearah kirinya, disana ada Jungkook yang terikat dan masih pingsan

"kau sudah sadar?"

Taehyung mengalihkan pandangannya kedepan. Seseorang bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Taehyung yang terikat disebuah tiang, cahaya lampu menyinari wajahnya membuat Taehyung dengan jelas melihat wajah. "eee..." Taehyung bingung harus bicara apa

"Heuh, bocah jaman sekarang memang mengganggu"

Taehyung melihat penampilan orang didepannya. Dari atas hingga bawah, eum... yah, bagaimana ya? Taehyung ingin sekali tertawa dengan dandanan pria didepannya. Ramput tipis yang diberi gel cukup banyak dan membuatnya sangat licin kebelakang, baju longgar lengan panjang yang menunjukkan dada kurus, celana super ketat, dan jangan lupakan satu syal berbulu pink yang ia balut dilehernya. Tawa Taehyung makin tak tertahankan melihat kaca mata super bulat tanpa lensa yang ia kenakan "Pfftt!" Taehyung tak bisa menahan tawanya lagi, ia bahkan tak tau yang didepannya ini pria atau manusia jadi-jadian

"berani kau tertawa!" orang itu menendang perut Taehyung dengar keras

Taehyung membungkuk tapi itu tak mengehentikan tawanya "BWAHAHAHAHA! Dandanan macam apa itu?! hahaha!" Taehyung terus tertawa dan tak peduli dengan pukulan dan tendangan dari orang didepannya, ia malah merasa sakit karena perutnya keram tertawa. "auw... huhuhu perutku... kkkk" Ia masih tertawa pelan sampai mengeluarkan air mata

"berani sekali kau bocah menghina ku!" Orang itu lelah dan kembali ketempat duduknya. Taehyung baru menyadari orang itu memakai Wedges yang cukup tinggi. Tawanya kembali pecah memenuhi ruangan

"Ahahaha! Arghh... hahaha bunuh saja aku... kkk" Taehyung benar-benar kram perut saat ini. Semua yang ada disana hanya melihat heran Taehyung, Ia benar-benar kesakitan hanya dengan tertawa. Itu lah alasan kenapa ia diberi julukan 'Crazy alien' Itu karena tinggah dan tindakannya yang sulit orang mengerti.

Orang tadi duduk disofanya dan menghela nafas panjang "jangan kau kira aku tak mengenal kalian" katanya. Seorang pria melepas topi miliknya dan milik Jungkook yang masih pingsan "Kalian berdua anggota BANGTAN, benar kan?" Katanya lagi sambil menumpuh kaki kanannya diatas kaki kirinya

Taehyung menarik nafas panjang, dan menghembuskannya. Ia mencoba untuk fokus kembali "yah... nama kami cukup terkenal rupanya" katanya santai

"heh, tapi tak kusangka mereka punya anggota bocah tak berguna" kata pria itu mengejek

Taehyung sama sekali tak terpancing "Yah, umurku tak beda jauh dengan salah satu anggotanya, yang bocah itu anak disampingku, ia baru 11 bulan masuk" jelas Taehyung dengan wajah tenang "jadi baiklah padanya... memberikannya kabut bius benar-benar hal keterlaluan, jika kalian melakukan itu... ia akan menirunya dan membius satu rumah..." Taehyung mulai membuka mulut cerewetnya "apa jadinya kalau satu rumah kena bius, apa lagi ia masih muda, ia pasti akan melakukan hal esktrim. Ah! Bagaimana kalau dia mencuri kaset Resident Evil 7 yang baru kami beli. Hmm... Ani, yang lebih parah ia akan mencuri XBOX milikku! Ah! Andwe! Andwe! Jangan lakukan itu lagi! Kalian tau betapa berharganya benda itu bagiku? Kalian tau? Rumah kami itu membosankan! Semua selalu sibuk, karena itu_" Taehyung terus mengoceh dan mengabaikan wajah kesal dari pria yang menghajarnya barusan

"Yak..." Pria itu membuka suara

"_ Arkh! Apa lagi saat ia mulai marah! Ia benar-benar jelek saat marah! Lalu hyung kami yang penggila uang, heh... aku bingung dengannya selalu begitu, uang, uang, seperti tak ada hal lain, harusnya_" Taehyung tak menghiraukannya dan terus bicara

"Yak!" pria itu kembali membuka suara cukup keras

"_haah... aku ingat saat kami semua pergi ke paris, Ia memainkan piano dengan saat indah! Aku sangat menyukai-nya saat main piano, tanganya itu benar-benar_"

"YAK! BISAKAH KAU TUTUP MULUT!" kata Pria itu dengan amarah meledak

Taehyung langsung diam, didalam hatinya ia tertawa puas orang didepannya terbawa emosi. Pria tadi langsung terduduk sambil memegangi kepalanya. Ia tampak menyesal menangkap Taehyung, "apa kau tak mau tau kenapa kami kemari?" tanya Taehyung

"tutup mulutmu, breksek!"

"huwaa! Ajushi, rupanya kau bisa marah?" Taehyung memancing lagi

Pria tadi terdiam, lalu bangkit dari duduknya "apa kau bilang? Ajushi... Berani sekali! Memanggilku Ajushi!" Ia kembali meledak, ia melebarkan kakinya dan mengambils sebuah pose seksi_menurutnya_ "Dipuja! Disembah! Dan ditinggikan semua orang! Min Sing Ah! Ketua Crabby gangsta yang paling dipuja semua ketua Gangsta!" ia kembali berpose 'seksi', dan beberapa orang berpura-pura menyembahnya

"PFFT! HUUAAHAHAHAHA!" Tawa Taehyung sekali lagi pecah. Ia tertawa sangat keras kali ini, bahkan sampai tertawanya tak terdengar, dan tenggorokannya terasa serak. Wajahnya banjir air mata, perutnya benar-benar sakit kali ini "ke-ketua katanya... hahaha... dengan pakaian begitu? Ketua katanya ahahaha!" Taehyung benar-benar kesakitan saat ini _Karena tertawa_.

Jungkook merasa terusik dan perlahan mulai bangun, Ia melihat kedepan ada beberapa orang dan pria berpakaian aneh, Jungkook menengok kearah kanannya dan menemukan Taehyung tergeletak lemas dengan mata sembab "hyung! Kau kenapa?! Dan kenapa kita diikat?!" Jungkook bangun dengan panik. Kacamatanya bahkan longgar sedikit

"j-jungkook ah... bangunkan aku jika sudah pagi..." Perut Taehyung seperti dililit dan ia tergeletak seketika.

Jungkook langsung panik "hyung!"

"kau sudah sa_" Pria tadi melihat kearah Jungkook. Entah kenapa ia merasakan ada yang aneh, Jungkook melihat kearahnya dengan pandangan syok, rambut berantakan, dan jangan lupakan kacamata yang masih ia kenakan "AHH!" Pria itu terduduk sambil memegangi dada dan kepalanya. Tampannya!

Jungkook masih bingung. Tapi jika kondisinya terikat dan Taehyung yang tersiksa, Jungkook menyimpulkan kalau mereka sangat berbahaya, mengingat Taehyung yang tak mudah kalah hanya karena disiksa, Ia yakin kalau mereka menyiksa Taehyung dengan sangat sadis. Tangan Jungkook merayap ditanah dan menemukan potongan kayu tipis diantara debu. Ia perlahan membuka ikatannya tanpa ada yang melihat

"kau!" Pria itu menunjuk Jungkook. Jungkook terdiam dengan wajah syok. Pria tadi mendekatinya dan menunduk, membuat posisi mereka sejajar "mungkin ini takdir!" Ia memeluk tubuh Jungkook

Sial! Ia pasti mencoba membuatku bicara!. Jungkook mencoba diam, dan melihat keadaan. Siksaan mereka pasti sangat keras _menurut Jungkook_ jadi ia harus berhati-hati

"ketua!"

"ketua! Dia musuh!" Semua anggota Crabby berusaha menyingkirkannya

"Brisik! Pergi kalian!" kata Pria itu tak menjauh dari Jungkook

Jungkook masih diam dan tak begerah. Tali nya hampir saja lepas jadi dia ketuanya, yang membuat Tae hyung jadi begitu, pikir Jungkook. Orang-orang itu terdiam tak bisa berbuat banyak. Jungkook berhasil melepaskannya "Kita berdua ditakdirkan bersama, bertemu dalam tragedy yang indah" Pria itu membuat berbagai macam kata puitis. Sampai Jungkook menarik lehernya, membalik badan pria itu, dan mengarahkan pisau belati yang ia simpan dicelananya. "kyaa!" _Pikirkan sendiri-_-._

"lepaskan kami dan serahkan surat tanahnya" ancam Jungkook

"beraninya!" Seseorang mengeluarkan pistol miliknya

"kau! Jangan lakukan atau kubunuh kau!" Sang ketua mengancam. Jungkook tak mengerti jadi ia hanya bisa diam. "lakukan apa yang dia katakan cepat!" katanya. Anggotanya terpaksa menurut dan mengambil beberapa koper. "masukkan dalam mobil cepat!" para anggota hanya menurut ucapan ketua mereka

"cepat buka ikatan di kakiku" kata Jungkook

Pria itu menurut ah! Benar-benar keren! Katanya dalam hati. Ia melepasnya dan melihat Jungkook "benar-benar tragedy... kita berdua..." katanya kembali bertumpu pada dada bidang Jungkook

Jungkook ingin muntah mencium baunya, Ia benar-benar sensitive terhadap bau, jadi ia tak bisa mencium bau sembarangan karena baunya akan sangat kuat dipenciuman Jungkook. Ia menyingkirkan pria itu dan beralih keTaehyung yang sudah pingsan. "hyung..." Jungkook mengusap wajah Taehyung dan melepaskan ikatan Taehyung. Pria disampingnya cemburu. Jungkook membawa Taehyung keatas punggungnya, lalu menggendongnya.

"semua siap, ketua!" seorang kembali setelah menyiapkan mobil. Sang ketua hanya diam.

"bagus lah... kalian aneh" kata Jungkook membawa Taehyung kearah pintu keluar, sampai beberapa orang menghalanginya "mwoya?" Jungkook bingung

"kau tak boleh pergi" Jungkook menengok melihat pria yang tadi mendekatinya "kau tak boleh pergi dengan pria itu!" katanya dengan nada manja

Jungkook memiringkan kepalanya bingung "what?"

"ada syaratnya jika kau mau pergi..." ia mengeluarkan dua jari, yang berarti dua syarat "kau pergi sendiri dan meninggalkannya" ia menutup satu jarinya "atau kalian bisa pergi tapi kau harus menikahiku" katanya tersenyum

"WHAT?! Kau gila ya?!" kata Jungkook.

"kau yang tentukan... atau" Pria itu mengangkat tangannya, membuat semua anggotanya disana mengarahkan pistolnya kearah Jungkook "aku akan bunuh pria itu"

Jungkook terdesak. Ia sedang menggendong Taehyung saat ini. Ia sama sekali tak membuka mulut dan tangan pria itu berubah. Dengan cepat Jungkook berlari dan membalik meja kayu yang ada diujung ruangan tersebut, ia berlindung disana sampai deretan tembakan menuju kearahnya. Jungkook tak bisa apa-apa, ia hanya bawa belatinya saat ini. Ia menurunkan Taehyung disampingnya

Taehyung sadar saat ia mendengar deretan tembakan tanpa henti. Ia terkejut saat tau ada disebuah meja terbalik dan deretan peluru terus mengincar mereka. "Yak! Apa yang terjadi!" tanya Taehyung dengan suara cukup keras

"aku juga tak mengerti!" jawab Jungkook

Taehyung mengambil pistolnya, kalau tau begini ia bawa cadangan pistol dan Magazen box. Ia hanya punya satu pistol dan satu Magazen box. "haah... tetap disini" kata Taehyung

"kau mau apa?" tanya Jungkook

"heh... hanya... bersenang-senang" jawab Taehyung. Ia baru menggunakan 2 dari 20. Jadi ia hanya punya 38 kesempatan satu sengah menit untuk mengganti Magazen. Ia mendengar jarak, jumlah dan berapa lama mereka akan mengganti, ia bisa pastikan ada 19 orang ditambah satu boss yang membuatnya hampir mati karena tertawa. Ia dengar satu berhenti menembak dan segera keluar mengarahkan pistolnya kedepan dan menembah 2 orang sekaligus, Ia kembali bersembunyi disatu sofa tua saat peluru-peluru itu menembakinya. "sial!" Taehyung bersiap dan berlari dari sana, Ia menggapai sebuah kursi dan melempar-nya sambil menembah 2 orang. 3 orang terkena kursi dan terjatuh. Ia bersembunyi dibalik salah satu sofa lain. Ia mendengar suara itu berhenti dan keluar untuk maju kedepan. Menembakin pria yang terjatuh dan menembak pria yang hampir mengenainya.

Ia terkejut ada orang lain yang menembakinya dan menghindar dengan mudah. Ia mengarahkan pistolnya kearah belakang seorang pria didepannya. Membalik tubuh pria dibelakang, ia memukul pria didepannya dengan pistol yang ia pegang dan menjadikannya tameng untuk melindunginya dari tembakan-tembakan pria yang tersisa. Ia terus menghindar dan menyerang 2-3 orang lalu melempar tubuh yang ia bawa dan menembak satu pria, semua tewas tertembak sampai hanya tinggal satu yang tersisa. Ia berlari kearahnya dan mengarahkan pistol itu, Pria itu gemetaran. Taehyung menekan pelatuk pitolnya

...

Tak terjadi apa pun...

Pria itu berkeringat dingin menatap ujung pistol yang diarahkan padanya. Taehyung menekannya sekali lagi dan tetap tak terjadi apa pun "Auw! Shit! Kenapa harus habis!" kata Taehyung kesal. Pria itu mengarahkan pistolnya pada Taehyung sebelum sebuah belati menancap tepat dikepalanya. Jungkook yang melakukannya, dan keluar dari tempat persembunyiannya "thanks" Jawab Taehyung sambil mengganti Magazen-nya

Jungkook mengambil kembali pisaunya dan mereka menatap sang boss. Ia tampak sangat santai dan sesekali berteriak seperti gadis SMA. Taehyung dan Jungkook saling menatap bingung "kalian kira anggotaku hanya mereka?" Ia menjentikkan jarinya. Seketika ruangan itu dipenuhi oleh pria-pria bersenjata, Jungkook dan Taehyung terpojok, punggung mereka saling bertemu "Kalian tak akan bisa keluar dari sini dengan mudah" kata sang boss aneh itu

"cih!" Lalu apa gunannya Taehyung menghitung kalau diruangan itu ada 30 orang lebih. Ia hanya bisa menghela nafas panjang "kalian benar-benar menjengkelkan..." kata Taehyung mengangkat kedua tangannya dan menjatuhkan pistolnya begitu saja

"Suamiku~" sang boss masih menaruh hati pada Jungkook, dan namja muda itu hanya diam tak mengerti. Ia juga tak menanggapi karena menurutnya itu bukan untuknnya. Ia mengikuti tindakan Taehyung dan menjatuhkan pisaunya, membuat pisau itu menancap dilantai. "jangan lukai milikku!" kata sang boss.

Taehyung menurunkan kedua tangannya lalu ia bisa rasakan tangan Jungkook menggenggamnya dengan kuat. Para pria itu mengarahkan pistol mereka ke Taehyung "aku akan terus bersamamu hyung" kata-kata Jungkook membuat jantung Taehyung berdetak kencang. Ia mempererat tangannya. Lalu mereka menutup mata mereka begitu merasakan kalau seribu peluru siap bersarang ditubuh mereka.

Tiba-tiba...

BBEET!

Semua lampu mati. Semua yang ada didalam mulai panik, lalu seseorang merasakan ada yang menyerangnya "ARRGGH!"seseorang berteriak kesakitan. Beberapa suara muncul dan membuat semua panik. "uwaaa!" seseorang yang panik dengan membabi buta menembak kesegala arah, membuat biasan-biasan cahaya terang menyinari ruangan itu hanya dalam beberapa detik. Semua orang mulai panik dan mulai menembak kesegala arah. Taehyung merasakan tangan Jungkook menariknya dan membuatnya tiarap dilantai. Semua teriakan dan tembakan berakhir diruangan gelap itu...

Perlahan lampu menyala, membuat Jungkook dan Taehyung membuka mata mereka dan menemukan tiga pasang kaki ada didepan mereka "well... menyerahlan sekarang" Mereka kenal jelas dengan suara itu, mereka bangkit

Dan mendapati Jimin, Jin dan Yoongi ada didepan mereka. Jin dengan jaket hitam panjang dengan tangan kanan yang memegang belati yang berlumuran darah, Jimin dengan jaket hitam putih dan membawa satu pistol heckler dan Yoongi dengan baju lengan panjang membawa senjata laras panjang M16. Terlihat sang boss terduduk ketakutan didepan mereka, "Lebih baik menyerah dan serahkan surat tanah nya" kata Jimin meletakkan pistolnya kembali kedalam jaketnya.

Sang boss ketakutan setengah mati melihat Jin, "j-jangan bunuh aku... kumohon" katanya

Jin tersenyum "aku tak akan membunuhmu... actually, not today" kata-kata Jin membuat pria itu merinding ketakutan

"aku akan cek mobilnya" Yoongi dengan enteng membawa senjatanya bertumpu dibahunya lalu berjalan menuju mobil

Jimin membawa pria tadi untuk diikat ditiang, sedang Jin sibuk membersihkan tangannya dan pisau yang ia pegang "bagaimana kalian bisa ada disini?" tanya Taehyung

"kau fikir rumahku tak memiliki cctv?" Taehyung menyadari kebodohannya dan menunduk mengusap kepalanya "sudah lah... intinya disini kalian selamat. Tapi ada yang lebih penting dari itu..." kata Jin meletakkan pisaunya ditempat pisau yang tergantung di sabuk celananya. "aku dengar ada yang bilang aku jelek saat marah"

Taehyung berinding ditempat. "e-e.. ani bukan itu maksutku hyung! Kau jangan marah! Itu hanya trik! Ingat? Trik?" kata Taehyung menenangkan hyung-nya itu.

"aku tak marah kok... Kim Taehyung!" Jin menarik Taehyung dan mengunci kepala Taehyung dengan gerakan cepat. "Berani sekali kau, huh?! Tak ku beri makan dan uang jajan baru tau rasa, kau!" Jin mempererat kunciannya membuat namja yang lebih muda darinya itu sesak napas

"m-mian... mian hyung!" Taehyung dengan susah payah bicara, tapi Jin tak mendengarkannya.

Jungkook mendekati Jimin yang telah membereskan pria yang tak jelas tadi "apa kau mengatakan kepada mereka?" tanya Jungkook

"aniyo, mereka tau sendiri" Jimin memeriksa hanphone miliknya, dan membuka sesuatu yang Jungkook tak tau

"lalu..." Jungkook memandang Jimin "apa mereka tau kau yang memberikan peralatan pada kami? Dan membiarkan kami disini? Jin hyung terlihat sama sekali tak marah padamu" Seketika Jimin terdiam, lalu tersenyum aneh

"intinya kalian selamat" Ia memegang pundak Jungkook dan berjalan menuju tempat Yoongi. Jungkook terdiam, entah kenapa ia merasa aneh. Ia tau kalau rumah Jin penuh dengan cctv, ia hanya tak mau memberitau Taehyung. Tapi aneh rasanya mereka tetap membiarkan Jimin ikut menolong mereka, iya kan? Seperti mereka tak tau kalau Jimin yang membiarkan kedua orang itu pergi dan memberikan peralatan kepada mereka. Artinya ia tak tertangkap cctv sama sekali.

Jungkook hanya menghela nafas sambil membenarkan kacamatanya, mungkin itu karena Jimin hacker, ia pasti meretas semua cctv, makanya ia tau kalau Jungkook dan Taehyung tetap pergi. Ia juga mengubah semua cctv sehingga ia tak terlihat keluar dan menemui Jungkook dan Taehyung. Tapi untuk apa? Apa ia sengaja? Jungkook tak terlalu peduli, ia bersyukur Taehyung selamat. Ia beralih pada Taehyung yang masih dicekik oleh Jin, Jungkook putuskan memisahkan mereka sebelum Taehyung benar-benar mati.

...

...

Zelo menurunkan beberapa barangnya, Ia sudah mengepak semua barangnya dan bersiap pergi. Zelo tersenyum melihat tokonya, semua kenangan selama disini ia tak akan pernah lupakan. Zelo sesekali menangis, Ia ingin tetap disini tapi itu tak mungkin. Seoul adalah tempat menyenangkan, tapi kelihatannya ia harus kembali kepada orang tuanya. Mungkin ia akan merepotkan mereka mulai sekarang...

Knok! Knok!

Zelo menengok kebelakang menuju pintu masuk tokonya "ne? nuguya?" Tak ada jawaban. Karena penasaran ia berjalan menuju depan tokonya dan membuka pintu. Ini sudah larut malam, mungkin sebentar lagi matahari akan muncul. Ia menengok kebawah dan menemukan sebuah koper hitam. Zelo mulai merinding, tapi ia penasaran dengan koper tersebut. Ia merendahkan dirinya dan duduk disana, Zelo mengambil koper tersebut dan membuka kuncinya. Jantungnya berdetak hebat, bisa jadi isinya mayat? Atau bom? Zelo berketingat dingin. Ia dengan cepat membukanya, menghilangkan rasa takutnya

Ia sangat terkejut mendapati isinya bukan hal-hal yang ia pikirkan melainkan uang. Setumpuk uang dan satu map coklat. Zelo terlihat bingung, ia mengambil map coklat itu dan mengeluarkan isinya. Zelo semakin terkejut menemukan surat tanah tokonya dan satu pucuk surat "I-ini!" Ia melihat surat tanah nya dan mengambil surat yang ada disatu map yang sama dengan surat tanahnya

"kami kembalikan uangmu dan surat tanahmu. Mulai sekarang kau tak perlu takut orang-orang penagih hutang itu kembali, karena mereka sudah ditangani oleh kami. Semua uang itu milikmu yang kau berikan kepada mereka, jadi jangan takut kalau kau disangka pencuri, karena itu bukan uang orang lain. Berbahagialah dan tetap semangat!" – from: Unknown

Zelo membuka matanya lebar membacanya. Air mata mengalir deras dimatanya, ia mulai menangis. Ia menautkan kedua tangannya kuat dan mulai berdoa dan berterima kasih. Zelo tak tau harus bagaimana tapi ia terus menangis mengingatnya, ia beberapa kali menampar pipinya dan berharap itu bukan mimpi. Tapi semua nyata, uang dan surat tanahnya kembali, itu artinya ia masih bisa tinggal disini! Dengan raut sedih bercampur bahagia, ia kembali kedalam toko sekaligus rumahnya itu. Membawa koper hitam dan suat tanahnya.

Dari kejauhan terlihat dua orang yang tersenyum melihat Zelo terlihat terlalu bahagia. Lalu kedua orang yang tak lain adalah Taehyung dan Jungkook itu pergi dari sana, mereka menaiki mobil yang digunakan untuk mengantar koper-koper kepada pemilik mereka. Yup, mereka mengambil semua uang dan menemukan daftar uang pemilik toko yang berinfestasi kepada crabby. Dan mereka putuskan mengembalikan semua uang itu kepada pemiliknya beserta surat tanahnya, ada yang masih bertahan ditempat karena belum tergusur, ada yang sudah pergi kekampung halaman mereka. Berkat bantuan Hoseok, mereka bisa kembalikan uang-uang itu dengan jumlah yang pas _meski mereka harus menambahkan sedikit yang kurang. Itu adalah hal yang paling Hoseok benci_ dan Jimin membantu menemukan rumah pemilik toko yang telah tergusur dan pindah.

Butuh waktu sangat lama untuk melakukan itu, mereka bahkan memanggil Namjoon dan Hoseok untuk datang kesana dan merapikan semuanya. Namjoon akhirnya melihat ketua Crabby, Namjoon tak pernah bertemu dengannya, makanya ia merasa aneh saat pertama kali bertemu. Setelah semua beres dikoper masing-masing mereka mengantarkan-nya, terpisah menjadi dua grub. Jungkook, Taehyung, dan Yoongi, lalu Jin, Hoseok, Namjoon dan Jimin. Mereka cukup senang melihat wajah bahagia dari para pemilik surat tanah tersebut, bahkan yang sudah pindah pun ikut menangis bahagia. Taehyung dan Jungkook sangat lega sekarang. Setelah mengembalikan semuanya, Jimin menghapus semua data crabby dan menghapus iklan mereka, ia bahkan melaporkan semua penjahat itu kepolisi _lagi_.

Bangtan baru kembali jam 8 pagi, dan terlihat mereka sangat lelah mengantar semua koper itu. Jin dan Namjoon yang tadinya mau marah, mengurungkan niat mereka dan memilih tidur dikamar mereka. Yoongi sudah tertidur duluan di sofa ruang tengah, ia menjadikan paha Jimin bantal karena Jimin dan juga Hoseok ikut tertidur disana. Jimin menyandarkan kepalanya dipundak Hoseok yang duduk disampingnya dan Hoseok tampak tenang tak terusik sama sekali.

Jungkook dan Taehyung berbaring dikarpet ruang tengah didepan Jimin, Hoseok, dan Yoongi. Sebelum Hoseok tidur, ia menyelimuti kedua maknae-nya itu, lalu duduk disamping Jimin dan tertidur setelahnya. Mereka melalui hari yang berat dan Jungkook dan Taehyung sudah puas dengan hasilnya, sekarang mereka akan beristirahat sehari dari semua kesibukan mereka, dan berharap kedepannya akan lebih baik


TBC OR END?

Gangsta ©Indiah Rahmawati

Don't forget Review... (Up on 1:07 AM)