Kedua kalinya Chanyeol melihat Baekhyun di kampus adalah ketika Baekhyun sedang berbaring di atas rumput, halaman belakang kampus. Saat itu Chanyeol hanya berjalan-jalan saja menghabiskan waktu, karena tadi pagi dia di antar oleh Ayahnya, karena Ayahnya mengetahui tentang Chanyeol yang jarang masuk kelas, maka dari itu dia harus memastikan sendiri bahwa putranya memasuki gedung sekolah.

Chanyeol berjalan perlahan menghampiri Baekhyun yang menaruh tangannya di atas perutnya sembari memejamkan mata. Baekhyun masih tidak mendengar langkah Chanyeol, kemudian Chanyeol berjongkok di atas kepala Baekhyun dan menahan senyumnya.

Baekhyun mengerutkan kening, dan saat ia membuka mata, dengan refleks Baekhyun memukul wajah Chanyeol dan membuat tubuh Chanyeol terjengkal ke belakang.

"Shit!" erangnya sambil memegang pipi yang di pukul oleh Baekhyun.

Baekhyun langsung memasang posisi duduk dan menatap tajam kepada Chanyeol.

"Apa yang sedang kau lakukan?!"

Chanyeol kemudian duduk namun masih memegangi pipinya yang sakit, ia menatap Baekhyun, "Seseorang ingin menyapamu dan kau justru memukulnya?"

Baekhyun menggigit bibir bawahnya, merasa bersalah, sepertinya pukulannya menyakitkan, "Tapi kau tiba-tiba berada di atasku. Aku kan hanya melakukan tindakan membela diri."

Chanyeol masih mendesis kesakitan, pipinya pasti membiru.

"Untuk ukuran tubuh kecil sepertimu, pukulanmu kuat juga," ujar Chanyeol.

Baekhyun mengusap jemarinya, ia kesakitan juga saat memukul Chanyeol tadi tapi ditahannya, "Sehun mengajariku," sahut Baekhyun.

Chanyeol menganggukkan kepala. Tentu saja dia, pikirnya.

"Mengapa kau selalu mengikutiku?" tanya Baekhyun sembari menyipitkan matanya pada Chanyeol.

"Nah, mungkin kita berjodoh?" jawabnya sambil mengerlingkan matanya.

Baekhyun bergidik ngeri dan mengalihkan pandangan, "Sikap percaya dirimu itu membuatku jijik."

Chanyeol tersenyum, kemudian dia memajukan tubuhnya supaya duduk berdampingan dengan Baekhyun.

"Kau tidak masuk kelas?" tanya Chanyeol, sambil menoleh ke arah Baekhyun.

Baekhyun mengerjapkan matanya, tidak menatap Chanyeol, "Tidak."

Chanyeol hanya menatap sekilas Baekhyun kemudian mengalihkannya. Sunyi menyelimuti mereka. Chanyeol tidak tahu harus mengatakan apalagi, tapi tidak berdebat dengan Baekhyun tidak menyenangkan juga.

"Maaf."

Chanyeol mengerjap, ia menoleh ke arah Baekhyun yang menatapnya dengan lembut, "Huh?"

Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Aku minta maaf, telah memukulmu," lalu ia membuka tasnya, dan mengambil sesuatu, "Kemarilah."

Chanyeol diam tidak menjawab, namun ia menuruti perintah Baekhyun untuk mendekatkan wajahnya, Baekhyun membuka sebuah botol yang di ambilnya dari tas. Kemudian ia menuangkannya di tangannya, sebuah salep, lalu di oleskannya pada memar yang ada di pipi Chanyeol, "Jika Sehun terluka, aku selalu memberikan ini padanya, dan besoknya pasti luka itu sembuh," ujar Baekhyun, sambil masih mengolesi salep tersebut.

Chanyeol tidak bergerak, walaupun sentuhan Baekhyun di lukanya itu sakit, Chanyeol tidak mendesis, dia hanya diam dan merasakan sentuhan tangan Baekhyun pada pipinya. Ia bahkan tidak berkedip ketika ia menatap mata indah tersebut. Baekhyun yang merasakan tatapannya tersebut, tangannya berhenti, ia menatap mata Chanyeol sejenak.

Chanyeol tersenyum, dan mengerlingkan matanya. Baekhyun tersadar, kemudian menjauhi wajah Chanyeol dan mengalihkan tatapannya. Ia memasukkan botol tersebut ke dalam tasnya, seperti orang gugup.

Chanyeol menahan tawanya, ia berhasil membuat Baekhyun tersipu.

"Terima kasih," bisik Chanyeol padanya, Baekhyun menatap sejenak dan menganggukkan kepalanya.

Mereka terdiam. Chanyeol berpikir, dan masih penasaran dengan hubungan Baekhyun dan Kris, apakah mereka bersama? Lalu bagaimana dengan Tao? Dia terjebak dengan cinta segitiga di antara mereka? Nah, tidak. Chanyeol tidak akan membiarkan itu terjadi.

"Jika kau bukan kekasih Sehun, itu berarti kau kekasihnya Kris?"

Baekhyun mengerutkan kening, ia menoleh ke arah Chanyeol, "Bukan," jawabnya singkat.

Chanyeol menghembuskan napas lega. Ia tersenyum.

"Bagus."

Baekhyun semakin penasaran, dia menatap Chanyeol dengan intens, "Memang kenapa? Ada masalah denganmu?"

Chanyeol menggelengkan kepalanya, "Tidak. Itu berarti aku masih mempunyai kesempatan," ujarnya.

Baekhyun memutar bola matanya, "Nah, bangunlah dari mimpimu itu. Chop chop."

Chanyeol terkekeh, "Tapi aku masih tidak percaya bahwa typemu itu seperti Kris, si anak baik."

Baekhyun menoleh dan menatap Chanyeol dengan intens, lalu berkata "Karena jatuh cinta, tidak mempunyai alasan. Dia muncul begitu saja."

*

Selama di kelas Chanyeol tidak bisa menyingkirkan momen dimana ia bersama Baekhyun tadi. Bahkan ia sempat di lempar sebuah penghapus oleh guru Matematikanya karena dia tidak menjawab pertanyaan.

'Karena jatuh cinta, tidak mempunyai alasan. Dia muncul begitu saja.'

Kalimat sederhana.

Namun penuh makna.

Chanyeol bahkan baru menyadarinya sekarang. Mengapa ia tertarik pada Baekhyun, Baekhyun bukanlah seorang dari keluarga kaya seperti dia, dia bahkan selalu bertindak ilegal, mungkin saja dia sudah tidak perjaka. Tapi tetap saja Chanyeol ingin mengenal lebih dalam, siapa Baekhyun sebenarnya.

Lalu Kris, Chanyeol tidak bisa membayangkan bahwa si-anak-baik-dan-pintar-Kris bersanding dengan si-hati-yang-beku-namun-dengan-wajah-imut-Baekhyun.

"Chan!"

Chanyeol terlonjak dari tempat duduknya, lalu menoleh ke arah kiri, dimana Tao berdiri menatapnya. Chanyeol mengamati sekitar, kelasnya sudah sepi, tak ada orang, hanya ada Tao dan dirinya. Jadi selama di kelas dia hanya melamun?

Fuck, jika Ayah tahu, aku bisa habis. Makinya pada diri sendiri.

Tao duduk di bangku yang berada di depan Chanyeol, ia menatap heran temannya tersebut.

"Sejak kelas dimulai, kau selalu melamun. Ada apa, huh?"

Chanyeol menghela napas lalu menghembuskannya.

"Aku hanya sedang berpikir," ujar Chanyeol sambil mengusap rambutnya dan tersenyum pada Tao. Tao menyipitkan matanya, tak percaya.

"Kita memang tidak akrab, tapi setidaknya aku bisa menjadi tempat curhatmu," katanya sambil menaikkan sebelah alis.

Chanyeol memajukan tubuhnya hingga menempel meja, kedua tangannya berada di atas meja menyilang, ia menelengkan kepalanya menatap Tao.

"Bagaimana kau bisa jatuh cinta pada Kris?"

Tao tertegun, ia membelalakkan matanya tak percaya bahwa Chanyeol bertanya dengan pertanyaan seperti itu. Ia mengalihkan pandangannya pada Chanyeol, dan menundukkan kepala, namun bibir tersebut tersenyum, Tao terkekeh seperti mengingat sesuatu.

"Aku tidak tahu."

Chanyeol mengerutkan kening, "Kau tidak tahu?"

Tao menggelengkan kepalanya, "Aku tidak menyadari sejak kapan aku jatuh cinta padanya. Kita hanya sering menghabiskan waktu bersama, dia selalu membuatku tersenyum, tertawa dengan tingkahnya. Aku selalu gugup jika berada di dekatnya. Dan simsalabim, aku jatuh cinta padanya," senyum Tao tidak pernah hilang saat membicarakan Kris pada Chanyeol.

Chanyeol menganggukkan kepalanya, mengerti.

"Dan, kemarin. Kris menyanyikan sebuah lagu untukku."

Chanyeol tersenyum, "Benarkah? Aku tidak tahu bahwa dia bisa bernyanyi."

Tao menganggukkan kepalanya, "Dia penuh dengan kejutan. Dia bernyanyi sambil bermain biola. Dan permainan dia sangat indah."

Biola.

Chanyeol mengerutkan kening, "Biola?"

"Iya, dia bilang padaku, bahwa dia telah belajar bermain biola dengan giat untuk menyanyikan lagu ini untukku. Aku hanya bahagia saja, dia sangat bekerja keras."

Chanyeol menyatukan informasi ini dengan kejadian kemarin saat bertemu dengan Baekhyun di kampus.

Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Baekhyun yang mengajari Kris. Chanyeol tidak paham, apa yang terjadi di antara mereka.

"Ugh, itu sangat romantis," ujar Chanyeol sambil terkekeh.

Jadi yang bisa ia simpulkan saat ini adalah, Baekhyun menyukai Kris namun Kris menyukai Tao.

*

Yang biasa dilakukan Chanyeol jika kelas sudah selesai adalah berkunjung ke pusat Gym. Dan ketika sesi waktunya telah berakhir, Chanyeol melihat seseorang yang sedang mengamatinya dari tadi, Chanyeol tidak menghiraukannya, namun ia merasa aneh, orang tersebut seperti menunggunya, dan ketika ia menatap orang tersebut, ia menyeringai.

Pria pendek namun memiliki postur tubuh yang bidang, sekitar berusia pertengahan 50 tahun, kumis dan jenggot putihnya menambah aura menakutkan pada dirinya. Pakaiannya lengkap dengan setelan jas hitam dan sepatu fantofel.

Orang tersebut menghampiri Chanyeol, yang sudah turun dari arena dan membasuh wajahnya dengan air botol minumannya.

"Halo, Park!" sapa orang tersebut.

Chanyeol mengerutkan kening, menatap aneh kepada orang tersebut.

"Siapa kau?"

Orang tersebut terkekeh, ia mengulurkan tangannya, "Namaku Jung—Choi Jung Woo. Jika kau mengenal Baekhyun, kau harus mengenalku juga."

Chanyeol menatapnya dengan tajam saat ia menyebut nama Baekhyun, ia tidak pernah melihat orang ini sebelumnya, apalagi Baekhyun tidak pernah membicarakan pekerjaannya. Ia tidak membalas uluran tangan tersebut, sampai Jung menurunkan kembali tangannya sendiri.

"Aku hanya tertarik dengan kehebatanmu di pertandingan kemarin. Aku mempunyai bisnis—"

"Tidak."

Chanyeol mengetahuinya. Dan ia dengan tegas menolak itu, Jung menatap Chanyeol terkejut namun ia tidak memperlihatkannya. Ia tersenyum dan mengusap jenggotnya santai, "Oh nak, sayang sekali. Bukankah, uang, popularitas, sex, itu yang kau cari? Kapan lagi kau akan mendapatkan itu dengan cuma-cuma, hm? Aku tahu kau sangat menginginkannya."

Chanyeol terdiam sejenak, memikirkan tersebut, kemudian ia menatap Jung dengan tajam, "Apa yang kau lakukan itu ilegal."

Jung tertawa dengan suara khasnya, "Ilegal jika aku di tangkap oleh polisi, aku melakukan ini sebelum kau lahir, bocah," katanya sambil mengangkat kedua bahunya.

"Oke, baiklah, nak. Aku akan memberikanmu waktu. Kau sudah tahu tempatnya, datang dan beritahu pada anak-anakku kau ingin menemuiku. Selesai!" ujarnya sambil tersenyum kecil, Jung berbalik dan berjalan meninggalkan Chanyeol.

"Berapa banyak yang ku dapat jika aku menang?" tanyanya dengan lantang, membuat Jung berhenti dan menyeringai.

Jung benar. Chanyeol hanya seorang remaja berusia delapanbelas tahun yang masih mempunyai sifat penasaran dan semangat yang tinggi. Pertandingan ini, Chanyeol akan mencobanya.

Jika Jongin tahu, tamatlah riwayatnya.

Maaf jika masih ada typo. Mohon reviewnya teman. Terima kasih.