Dibawah Langit
By : GreenyFunBlue
Naruto masih punya mbah Masashi Kishimoto
Dibawah Langit itu punyaku
Don't copas, don't claim, don't judge..
Hargai pengarang,, makasih
= Hari ini Senin, 31 Des 2012 saya mau ngucapin " HAPPY NEW YEAR " buat kita semuaaa,, Semoga kita menjadi manusia yang lebih baik lagi ! Aamiin
.
.
.
Tap,, tap,, tap,,
Terdengar suara langkah dari kejauhan,, semakin lama suaranya semakin mendekat. Hinata pun bergegas membereskan semua isi kotak itu.
" Kakak, apa aku boleh masuk ? " tanya Hanabi
" Iya, silakan " jawab Hinata lembut
Hanabi pun mulai membuka pintu secara perlahan, dan dia pun melihat Hinata sedang berdiri melihat bulan dari jendela kamarnya.
" Apa yang kakak lakukan ? tanya Hanabi penasaran
" Aku hanya melihat bulan " jawab Hinata
Hanabi pun merebahkan dirinya di atas kasur Hinata dengan gaya mengangkat kakinya.
" Kakak, sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini sudah lama. Tapi ku harap kau tidak marah mendengarnya " kata Hanabi serius
" Memangnya apa yang ingin kau katakan padaku ? " balas Hinata
" Mm.. Jujur, aku lebih suka dirimu yang sekarang, entah kenapa ?! aku melihat dirimu yang sekarang jauh lebih ceria dan lebih ber ekspresi dari yang dulu. Kau juga terlihat lebih kuat. Bahkan, saat latihan kau jauh lebih cepat bisa dari pada dirimu yang dulu kak, terkadang aku berpikir mungkin itu karena usiamu sudah berbeda dari yang dulu. Tapi tetap saja, aku merasa aneh. " Kata Hanabi dengan gaya khasnya.
Kemudian Hinata pun membalikkan badannya dan duduk di samping Hanabi. Dia pun terdiam dan menatap Hanabi dengan serius.
" Mungkin perkataanmu ada benarnya, tapi apa kau tau ? perubahan itu ada dan setiap orang berhak berubah, meskipun terkadang kita belum tentu menyukai perubahan yang terjadi, tapi itulah resiko dari perubahan. " Kata Hinata pada Hanabi
Hanabi pun bangkit dari tempatnya dan berdiri di depan foto keluarga yang tersimpan diatas meja Hinata.
" huuufth, seperti apapun dirimu, kau tetaplah kakakku dan akan terus menjadi kakakku. Baiklah, ayo keluar ! mereka sudah menunggu kita untuk makan malam.
Keesokan Harinya
Suara burung berkicauan dengan merdunya, angin bertiup sepoi-sepoi. Pagi yang sejuk di kediaman Hyuga pagi ini. Di halaman belakang rumah, Hyuga sekeluarga sedang latihan bersama. Neji melawan Hinata, dan Hyuga Hiashi (ayahnya) melawan Hanabi.
" Sepertinya kau mengalami kemajuan yang sangat pesat Hinata " Puji Neji padanya
" Benarkah ? " Kata Hinata tidak percaya
" Sirkulasi chakramu terlihat stabil, dan jurus-jurus yang kau gunakan juga sudah semakin bertambah " kata Neji yang menggunakan byakugannya
" Hanya dalam waktu 3 bulan kau mampu menguasai yang telah di ajarkan dengan baik kakak " kata Hanabi menambahkan.
Dengan serius Hinata pun menjalankan latihannya, hingga siang menyambut. Sementara itu Ayah Hinata terlihat tidak suka mengetahui tentang perkembangan Hinata yang begitu pesat. Terlihat Hinata pun telah selesai menjalankan latihannya, dan dia pun beristirahat sejenak lalu kemudian masuk untuk akan berganti baju, Hinata membuka lemari yang ada di depannya untuk mengambil pakaian bersih, tanpa sengaja dia melihat sebuah buku yang bertuliskan " Dibawah Langit " dengan tulisan huruf kanji kuno. Dia pun bergegas mengganti pakaian dan berhias diri kemudian membuka buku tersebut. Setiap halaman bertuliskan beberapa kejadian yang di alami Hyuga Hinata, lebih tepatnya itu adalah sebuah buku harian. Fugiya Hinata sangat menghayati setiap tulisan yang tertera di setiap lembar buku tersebut. Lembar demi lembar dia baca,
" Aku hanyalah butiran pasir di dunia ini, yang suatu saat bisa dihempas oleh gelombang. Sekuat apapun usahaku untuk menjadi yang Ayah inginkan, sekuat apapun usahaku untuk dilihat olehnya, sekuat apapun usahaku untuk menjadi sebuah berlian. Itu tak akan merubah segalanya, aku lemah ! itulah yang slalu ia katakan padaku. Tapi aku yakin, akan ada hari dimana Ayah bangga padaku.. Ayah aku sayang padamu, ma'afkan aku yang tak berdaya ini "
Begitulah penggalan diary halaman pertama yang Hinata baca, hingga sesuatu membuatnya meneteskan air mata. Dan membuatnya merasa iba terhadap Hyuga Hinata, dan memutuskan untuk berhenti membacanya.
" Hiks.. hiks.. :,( jadi seperti itu perasaanmu ? Hyuga Hinata, gadis yang selalu di anggap lemah, tapi menurutku kau adalah yang terkuat. Aku janji padamu Hinata, aku akan merubah pendapat Ayahmu terhadap dirimu. " Seru Hinata dalam hati.
Setelah itupun dia memutuskan untuk berjalan-jalan di luar rumah sambil membawa buku harian Hyuga Hinata, pandangannya tertuju pada sebuah sekolah akademik tempat Hinata belajar sebelum akhirnya meninggal.
" eh, Hinata ! sedang apa kau disini ? tanya Ame yang berjalan menuju ke arahnya
" oh, kau. Tidak ada, Aku hanya jalan-jalan dan tidak sengaja lewat di depan sini " jawabnya
" kau sendiri ? lanjutnya lagi
" Aku sedang mengajar disini, " jawab Ame padanya
" mengajar ? " tanya Hinata heran
" iya, aku adalah seorang chuunin yang di tugaskan mengajar di akademi ini " jawabnya
" oh, begitu. Baiklah, aku pergi dulu ya " kata Hinata
"hati-hati" balasnya.
To be continued..
Kira-kira apa yang akan terjadi ya, selanjutnya ?
Harap sabar dan maklum untuk ceritanya yang berbelit-belit,, tapi saya berusaha membuat cerita ini terlihat menarik..
Jangan lupa tinggalkan jejak anda setelah membacanya
= Next Chapter 5
