.
.
.
OUR houseHOLD
By : Vhy*mirror
Cast : Kim Jong Woon, Kim Ki Bum, Choi Si Won, and another cast -SUJU's member-
.
.
Disclaimer : ALL OF THE PLOT IS MINE !
.
.
RATED : – T –
.
GENRE : DRAMA/ROMANCE
.
CHAPTER : 4 OF ?
.
Warning : (GS) SC –Straight Character–, Typos –pasti..ada aja –, POOR EYD ,alur EXPRESS, general LIFE –okayyy- ^_^
Warning++ : Bold Italic text is for flashback moment ^_^v
Warning +++ : diSARANkan untuk membaca cerita ini dengan POSISI PALING NYAMAN & SANTAI.. Ini GS, ne~?
.
.
DON'T FORGET to SEND me A RIVIEW, ne~~?
.
.
.
.
! HAPPY READING !
.
.
4thSummary :
" KAU MASIH BELUM MAU MENJAWAB ANAK DINGIN?!" suara Heechul eomma terdengar memekikkan telinga. ||| " Chagi~~~ kau bisa menyinggung Donghae, sayang~~~~" Hankyung appa mengoreksi perkataan Heechul, istrinya. ||| "ahh.. kata Zhoumi gege wajahmu terlalu pucat untuk jadi Nyonya Choi yang tegar~~~" goda Siwon..
THEME : AUTUMN SEOUL
.
.
.
"kau apakan menantuku hingga dia menangis eohh~?" Heechul melempar bentakan dan deathglare pada putra tunggalnya.
Sedang dua appa dan Joongsoo eomma mengedarkan pandangan mereka.
" appa.. " Yesung berkata lirih, mendapati Donghae appa berada di ambang pintu kamarnya.
" eommmaa..." Suaranya kini sedikit bergetar, lagi. Joongsoo eomma segera mendekati tempat tidur Yesung dan duduk. Mengelus rambut Yesung.
" Tidurlah, sayang~. Tak apa...tak ada apa –apa, arrachi~?.." Hankyung appa mendekati Yesung juga. Yesung agak takut dan mengeratkan tangannya di selimut.
" Yesung-ie~~" Donghae appa melangkah mendekat. Wajah putrinya sudah tak karuan. Donghae seperti melihat orang gila yang berkeliaran di pinggir jalan. ia sama sekali tak mengenali anaknya.
Bukan malah tenang, Yesung makin mengeratkan selimutnya, dan terus mengalirkan air matanya.
" sudahlah...kita keluar saja dulu...sepertinya dia butuh ketenangan..." Hankyung appa menarik Donghae appa untuk keluar dari kamar Yesung dan membiarkan Joongsoo eomma menenangkan anaknya.
" KAU MASIH BELUM MAU MENJAWAB ANAK DINGIN?!" suara Heechul eomma terdengar memekikkan telinga. Untung saja kamar Yesung di design kedap suara.
" sudahlah Chuliee, kita dengar dulu..." sanggah Hankyung appa memegang pundak Heechul eomma agar tenang.
" dengar apa? Kau tidak LIHAAAT? menantuku merancau seperti itu. Kau kira karena APA? Anak dingin ini pasti memaksanya melkukan 'itu' terus- menerus ! aku memang menginginkan cucu. tapi TIDAK jika itu membuat MENANTUKU seperti INI !" marah Heechul eomma yang hanya bisa membuat Donghae appa menunduk. Mungkin ini juga salah dari pihaknya.
Yesung tak juga hamil 8 bulan ini, padahal ia sudah mengikuti terapi untuk merangsang kehamilan.
Mungkin ini ada hubungnanya dengan dirinya -Donghae, yang memang sulit memperoleh keturuan.
Meski Lee Joongsoo adalah seorang yang sangat subur, untuk mendapatkan Yesung, ia menunggu selama 1,5 tahun.
" Chagi~~~ kau bisa menyinggung Donghae, sayang~~~~" Hankyung appa mengoreksi perkataan Heechul, istrinya.
" ini tak ada hubungannya, Hannie...ANAK DINGIN INI yang memaksanya... aku hanya mengatakan aku sangat menginginkan cucu. aku tak bilang bahwa segala cara harus dilakukan, kan~~~?"
" sudahlah...lihat, tangan anakmu masih berdarah seperti itu, bibirnya juga. Mari kita bicarakan baik- baik ya..." tawar Hankyung appa yang akhirnya di turuti Heechul eomma.
Kini kedua appa dan eomma duduk berjajar di sofa sedang Kibum berlutut dibawah, dengan tangannya yang sudah terbebat rapi oleh Joongsoo eomma.
" katakan!" perintah Hankyung tegas lurus menatap Kibum.
" maafkan aku..."
Kibum SIDE and INSIDE ~~mode ON :
" maafkan aku..." hanya kalimat itu yang bisa kukatakan. Aku tak tau harus bagaimana. Tak mungkin aku mencari kambing hitam dan mengalihkan kesalahan yang memang kuperbuat.
" lihat... bahkan untuk minta maaf saja dia hanya butuh dua kata... .." eomma-ku berdicih dan menggelengkan kepalanya, mulai kembali geram padaku sepertinya.
Benar.
ini benar salahku.
Aku takkan protes tentang semua yang ia lakukan ataupun katakan. itu memang pantas.
" aku tak tau cara untuk mendekatinya appa..."
" dan kau menggunakan pemaksaan untuk MENIDURINYA?" eomma-ku meninggi lagi...hhhaaahhhh...bukan itu maksudku...
.
.
.
.
" Kibum...boleh aku bertanya?" kali ini suara Donghae appa membuatku mendongak.
" ne..."
" kau mencintai anakku?" Donghae appa bertanya lirih. Dalam tanyanya ada kekhawatiran.
" yeobo~.." Joongsoo eomma menyahut tak percaya. Lalu menatapku dengan mata agak berkaca- kaca.
" ne." aku menjawabnya santai. Itu kenyataan. Aku mencintainya. Dan tak bermaksud membuatnya seperti ini. Meski semua menjadi seperti ini.
" lalu kenapa kau memaksanya, BODOH?" Eomma-ku berteriak lagi. Kali ini menunjuk tepat di dahiku.
Aku tak dapat menjelaskan apapun. Aku tak ingin semua makin memburuk dan membuat Yesung makin tertekan.
Ini rumah tanggaku dan cukup aku dan Yesung yang mengetahui ada apa di dalamnya.
Sumpah serapah keluar dari eommaku, nasehat keluar dari appa-ku dan Donghae appa, dan kalimat menenangkan datang dari Joongsoo eomma yang memelukku hangat.
Kemudian mereka berlalu dan hanya mengijinkan aku untuk beristirahat di sofa depan TV agar Yesung tak terganggu. Tanpa mereka suruh pun, tiap hari aku akan tidur di luar kamar.
Aku, ah tidak, lebih tepatnya keluargaku butuh seorang keturunan itu benar. Tapi bukan hanya itu tujuan utamaku. Karena aku bermaksud menjadikannya teman hidupku yang sesungguhnya. Hanya saja untuk mengawalinya...-?
KIBUM's ~~~~mode off !
-::::::::::::::::::::::::::::-
8^_^8
-::::::::::::::::::::::::::::-
11 PM KTS :
Cleeeck..
Yesung membuka pintu kamar. Ia telah mengenakan jaket musim dingin dan syal. Sepertinya ia ingin keluar.
GREPP...
Kibum bangkit dari sofa depan TV, menggapai tanggan Yesung.
" mau kemana?" tanya kibum masih tetap menggenggam tangannya.
" keluar beli ramyeon.."
" di lemari masih ada ram-"
" aku ingin ramyeon ichiraku..." Yesung menjawab datar, tanpa menatap Kibum.
Ting-tong...ting tonnggg...
" pesanan anda agassi..." teriak namja dari luar apartemen. Yesung mendekati pintu.
" ini pesanan ramyeon anda agassi silahkan tanda tangan di sini..." namja itu menyodorkan sekotak kayu dan kertas serta bolpoin.
" gamsahamnida, silahkan memesan kembali..." akhirnya ia pergi dari pintu apartemen Yesung, dan berlalu dengan senyum.
trriinnnggg...tririnnnggg...
Ponsel Yesung berdering. Segera ia rogoh saku jaketnya dan melihat gambar Siwon berkedip di layarnya.
" kau sudah menerimanya?"
" jadi..."
" mm, aku tau kau sedang ada pikiran. Jadi kukirimkan ramyeon ichiraku...kau suka?"
" Siwon-ah..." Yesung merasa sangat lega, masih ada Siwon yang tulus padanya.
" Heeuumm~~?"
"..." hening beberapa saat. Yesung kehilangan katanya. Entah kata terima kasih akan cukup untuk Siwon yang selalu mengerti keadaannya meski tak di sampingnya. Bahkan terbesit di pikirannya. 'kenapa bukan Siwon saja yang menjadi suamiku...pasti akan lebih mudah...'
" kau yang sakit babo!" akhirnya itu yang keluar dari Yesung, dengan setitik air yang menyertainya.
" tapi kau yang streesss, kan? mengaku sajalah? ahh.. kata Zhoumi gege wajahmu terlalu pucat untuk jadi Nyoya Choi yang tegar~~~" goda Siwon.
" YA! Choi Siwon..."
tuuuttt...tuuuttt...ttuuuttt...
' aishh...anak ini!' batin Yesung kesal. Tapi dia tersenyum, lembut. Meski sedikit ada rasa khawatir di hatinya.
'apa dia sekarang baik -baik saja, ya?' batinnya lagi memikirkan Siwon. membuka paket yang dikirim Siwon, dan melahapnya.
Kibum mendengar percakapan loudspeaker Yesung di dapur, karena ia bertelpon dengan tangannya yang sibuk membuka kotak itu dan menemukan ramyeon ichiraku di dalamnya.
Kibum yang tau bahwa Yesung tak akan keluar, masuk ke ruang kerja. Sedikit kecewa dan lega.
Entah apa yang ada dalam pikirannya. Mungkin ia juga merasa bersalah, dan lelah, atau mungkin pikirannya berisi sumpah serapah yang ia tahan. Tapi satu yang pasti, rasa bersalahnya pasti untuk Yesung, dan rasa kesalnya, ia tujukan pada dirinya sendiri.
Sejak pertemuan RESMI-nya di ruang tamu keluarga KIM, ia telah memantapkan hatinya untuk bersama seorang Yesung. Ia benar- benar akan menjaganya. Meski ia juga mendapat signal bahwa Yesung belum menerima dirinya seutuhnya, bahkan mengenalnya pun belum.
Tapi ia yakin bahwa Yesung akan say wellcome padanya, suatu hari nanti.
(Setelah Kelulusan SMP-nya dia pergi ke Amerika, dan terkadang kembali ke Korea untuk mengunjungi keluarganya, dan setelah dua tahun ia kembali tinggal di Korea.)
Sebenarnya, pertemuan pertama mereka terjadi di taman sekolah. Lebih tepatnya Kibum mengamati Yesung dari jauh, dan menjaganya diam- diam. Ia melakukannya sejak Yesung duduk di bagku SMA dan bahkan telah ada seorang Siwon – teman lama Kibum- di samping Yesung.
Tapi, Ia takkan menyerah dan diam, Ia hanya menunggu kesempatan..
tookkk..tookk...toookk...
beberapa ketukan mendarat di pintu kerja Kibum...
tumben sekali.
membuat Kibum mengernyit, kehilangan lamunannya, dan melangkah gontai mendekati pintu.
' eomma...' gumamnya sedikit menggerutu, setidaknya itulah hipotesa paling mungkin yang terjadi.
ia harus benar- benar siap –lagi- untuk diamuk...
TO BE COUNTINUOUD –:_
.
.
UUUPPPPPDDAAAAAAAAAAATTTTTTEEEEEEEEEEEE !
Ma'p...yaaa...maaaa'aaap banget...
Chapter ini agak pendekkk... BANGET!
Tapi,,, diharapkan masih bisa dapet Feel-nya ya~~~~
buat yaa~~~
Thankz banget...
BIKIN TAMBAH SEMNAGAT NICH !
DON'T FORGET buat RIVIEW LAGI yaaaaa...
Sign,
Vhy*mirror
