Chapter sebelumnya

Minuman berwarna kemerahan itu Kyuhyun teguk, hangatnya menjalar dari kerongkongan lalu ke tubuh polosnya. Mata Kyuhyun memejam sebentar

"Lee Sungmin"

Dan sebulir airmata jatuh dari onyx kelam miliknya.

The Regret

Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Kim Ryeowook

Disclaimer : Super Junior milik ELF dan Kyumin milik kita bersama :D

Gender Switch

Rated : M

Author : aka Shin Ah gi

Chapter 4 : Don't say that!

Kyuhyun menghapus kasar airmatanya dan langsung menuangkan segelas penuh wine dan diteguknya hingga habis. Napasnya mulai putus-putus, mukanya memerah dan dadanya naik turun. Bayangan akan Sungmin dan Siwon terus saja berputar diotaknya.

'kalau begitu, setidaknya aku bisa menjadi partner bercinta untukmu' batin Kyuhyun.

.

"Eeenghh.." Sungmin terbangun dari tidurnya. Dilihatnya kamar miliknya yang sudah cerah karena sinar matahari. Lilin-lilin yang semalam menemani kegiatan bercintanya juga sudah padam, pintu balkonnya tertutup rapat dan tubuhnya sudah ditutupi oleh selimut. "Kyunie.." Sungmin menggumamkan nama Kyuhyun yang tidak berada disampingnya itu.

Ia memandang sekilas kamarnya, mencari jejak yang mungkin Kyuhyun tinggalkan untuknya. Dan ia menemukannya, sebuah note di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Ia ambil secarik kertas itu dan membaca deretan huruf hangul tersebut.

Terimakasih untuk yang semalam

Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu. Aku tahu semalam kau bukan menangis bahagia karena bercinta denganku.

Akhir-akhir ini aku akan sibuk dengan pekerjaan di kantorku, jadi kau bisa bernapas lega. Aku tidak akan meminta tubuhmu dalam waktu dekat.

Aku tidak bisa melakukan hal yang romantis dengan membangunkanmu dipagi hari dan membuatkanmu sarapan jadi bergegaslah dan pergilah bekerja

-Cho Kyuhyun-

"Pabbonikka.." Sungmin menangis setelah membaca note tulisan tangan Kyuhyun tersebut. Ia remas note kecil tersebut hingga berbentuk bulat kasar dan melemparnya ke lantai kamarnya.

'jadi kepada siapa aku harus meminta sekarang, untuk melampiaskan sakit ini?' batin Sungmin.

.

Sosoknya tampak meredup saat ini. Memang, penampilannya tidak akan pernah menghilangkan poin seksi yang sudah melekat pada dirinya. Namun wajah cantik itu tampak tak bercahaya, rambutnya bukan sengaja ia ikalkan namun karena ia memang tak berniat membereskan rambut panjangnya dan magic di mata foxy itu menghilang.

Ia tatap tumpukan berkas disamping laptop pink miliknya. Dibacanya deretan kata berbahasa inggris itu dengan seksama dan jari-jarinya dengan lincah memencet puluhan tombol di laptopnya.

Tok Tok Tok

"Masuk" perintah Sungmin dari dalam ruangan

"Minnie, apa aku mengganggu?"

"Ah Wookie, masuklah"

Ryeowook menutup pintu ruangan Sungmin dan duduk di kursi dihadapan Sungmin. Ryeowook tampak berat untuk menyampaikan hal ini pada Sungmin, karena ia tahu Sungmin akan sangat kecewa mendengar hal ini.

Ryeowook menyerahkan sebuah amplop putih dengan perlahan di meja Sungmin, disusul sebuah kartu berwarna putih dengan aksen merah di beberapa sisi kartu tersebut. Sungmin mengangkat alis melihat apa yang dilakukan Ryeowook.

"Ehhmm" Ryeowook tampak mencoba melegakan tenggorokannya yang mendadak serak saat melihat air muka Sungmin yang tampak berbeda hari ini.

"Apa ini?" Sungmin mengambil kartu berwarna putih itu terlebih dahulu. Membuka ikatan pita merah yang mengikat kartu tebal tersebut. Ia buka perlahan dan ia baca dengan seksama isi surat tersebut. Ekpresinya mendadak berubah, ia langsung berdiri dari kursi kantornya dan menghampiri Ryeowook.

Bibir M-nya mengulas senyum lebar dengan mata yang berkaca-kaca. Ryeowook berdiri dan memeluk tubuh Sungmin yang makin kurus itu. "Wookie, chukkae" Sungmin membalas pelukan asistennya tersebut. Kartu tersebut adalah kartu undangan pernikahan Ryeowook dengan namja yang berprofesi dibidang wirausaha itu, Kim Jongwoon atau Yesung.

"lalu surat yang satu lagi surat apa Wookie?" Sungmin melepaskan pelukannya pada yeoja yang lebih mungil darinya. Ryeowook menggenggam tangan kanan Sungmin dan membuang napas panjang, "surat pengunduran diri, Minnie. Mianhe". Sungmin yang tahu posisi Ryeowook yang sebentar menjadi seorang istri, tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

"Hmm gwencahan Wookie ah, tapi mungkin akan sulit bagiku mencari asisten serajin dan sebaik dirimu. Oh ya, kenapa mendadak sekali? Kau bahkan tidak menceritakan apapun padaku" Sungmin kembali duduk di kursi empuknya.

"Mianhe, nanti aku akan memberikanmu beberapa orang rekomendasiku untuk menggantikan posisiku dan yah kau tahu lah Minnie" wajah manis Ryeowook tampak memerah. Sungmin yang masih belum paham hanya mengerenyitkan dahinya,"Apa?".

"Kami melakukannya Minnie" ucap Ryeowook malu-malu

"Melakukan apa?" Sungmin masih belum menangkap maksud Ryewook

"Aaah~ Minnie kau pasti pura-pura tidak mengerti. Melakukan itu, tanpa pengaman" Ucap Ryeowook pelan lalu ia mengelus pelan perutnya yang masih rata.

"K-kau hamil?" Sungmin memelototkan matanya tak percaya. Sungmin mencoba tetap tersenyum dan mengontrol perasaannya. "Chukkae lagi, Wookie. Semoga anakmu nanti tidak mirip Ddangkoma" Sungmin tertawa renyah.

"Minnie.. " Ryeowook mengembungkan pipinya. "kalau begitu aku keluar dulu. Kau harus menjadi pendamping pengantin wanitaku nanti, aku tidak mau tahu" Sungmin hanya mengangguk dan membuat tanda 'OK' dengan jarinya. Ryeowook berdiri dan keluar dari ruangan Sungmin untuk membereskan beberapa barangnya.

'tidak pernah sekalipun memakai pengaman, tapi aku tetap tidak bisa hamil juga' batin Sungmin pilu.

.

Setelah mendengar penuturan Ryeowook tadi, Sungmin jadi uring-uringan. Tak bisa dipungkiri bahwa ia iri dengan asistennya tersebut. Ia jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat ia juga merasakan kebahagiaan yang sama seperti Ryeowook. Saat mantan suaminya melamarnya dan mereka bersanding dihadapan Tuhan sebagai pasangan suami istri.

Flashback On

Sungmin yang kala itu masih berusia 22 tahun sedang melakukan rutinitas yang sangat disukai wanita, creambath, perawatan muka dan manicure pedicure di sebuah salon dekat kampusnya yang baru saja ia tinggalkan. Bukan karena D.O atau hal semacamnya, tapi ia sudah berhasil dalam sidang akhirnya dan mendapat gelar sarjana administrasi bisnis seperti yang diinginkannya.

Mantan suami Sungmin yang menjadi kekasihnya saat itu, sengaja tidak menghubunginya dari pagi. Ia bukannya melupakan Sungmin, tapi namja tampan itu sibuk mempersiapkan kejutan untuk yeoja yang mahir beladiri tersebut. Sejak semalam ia mondar mandir dari satu toko ke toko lain untuk membeli barang-barang untuk melengkapi kejutan yang akan diberikannya pada Sungmin.

Sungmin tidak ambil pusing dengan perilaku kekasihnya itu, karena ia tahu kekasihnya juga sedang mempersiapkan kelulusannya dari universitas yang sama dengannya. Majalah fashion yang ada dalam genggamannya masih setia ia baca. Tak dihiraukannya beberapa orang di sana yang sedang berbisik dibelakangnya untuk menyiapkan kejutan untuk Sungmin atas titah sang kekasih.

Para pelayan disalon langganannya itu sengaja membuat Sungmin kesal dengan membuat beberapa kekacauan. Dimulai dengan memakaikan creambath yang salah, memotong pendek kuku Sungmin yang sengaja ia panjangkan dan memakaikan masker lumpur pada muka putihnya. Sungmin yang terpancing emosinya segera membayar billnya dan segera pergi dari salon tersebut.

Dan semakin kesal saat ia melihat mobil yang ia parkir di depan salon tersebut, terparkir dengan pintu belakangnya yang terbuka. Ia menghampiri mobilnya dengan perasaan marah dan ia hanya bisa diam saat melihat bagian belakang mobilnya tersebut sudah penuh dengan bucket berbagai jenis bunga dengan warna yang beragam.

Sungmin memperhatikan sekitarnya, mencari tahu siapa yang sudah melakukan hal tersebut padanya. Namun, keadaannya disekitarnya normal seperti tidak terjadi apa-apa. Sungmin yang sedang merapikan puluhan bucket bunga dimobilnya tersebut berjengit ketika mendengar alunan lagu Marry You milik Super Junior yang dinyanyikan oleh orang yang suaranya sangat Sungmin kenal.

Namja tampan itu berjalan pelan dari pintu salon diikuti oleh belasan karyawan salon yang sudah menggenggam setangkai mawar merah. Salon itu juga tampak berbeda, banyak hiasan bunga dengan beberapa hiasan berwarna pink yang baru ia sadari. Sungmin tersenyum dan hampir menangis saat laki-laki yang dicintainya itu berhenti dihadapannya, memberikan Sungmin senyum terindah miliknya.

Laki-laki itu sedikit tertawa melihat wajah Sungmin yang sudah merah karena terharu dan hampir menangis. Ia buka sebuah kotak beludru berwarna putih dalam genggamannya, menampilkan sebuah cincin dengan 16 taburan berlian, sesuai dengan jumlah tanggal dan tahun kelahiran sang calon istri, 1+1+8+6.

"Nawa gyuhrhonhaejullae?" Namja tersebut menyanyikan bait terakhir lagu romantis tersebut dan diam, menunggu jawaban dari yeoja dihadapannya.

"I do~" Sungmin menyanyikan dua kata itu dengan suara bergetar menahan tangis. Calon suaminya itu membentang kedua tangannya, tanpa ragu Sungmin melompat dan memeluk tubuh tersebut. Air matanya menetes, tidak sia-sia karena ia berhasil mendapat kebahagian terbesar dalam hidupnya.

"Saranghae"

"Na do saranghae"

Flashback OFF

.

Dihiraukannya ponsel yang terus berdering itu didalam tasnya. Sungmin mulai mabuk karena whisky yang ia tenggak berulang kali dari gelas kecil dihadapannya. Ia topang kepalanya yang mulai terasa berat dan mengarahkan pandangannya pada dance floor yang sudah dipadati puluhan namja dan yeoja.

Segaris senyum tercipta dari bibirnya saat mengingat apa yang pernah ia dan Kyuhyun lakukan beberapa hari yang lalu ditempat tersebut. Saat ia malah terperangkap dalam jebakan Kyuhyun dan melupakan jebakan yang ia rancang untuk menggoda Kyuhyun.

Kegiatan panas yang ia dan Kyuhyun lakukan setelahnya terus berputar dengan apik diotaknya. Ia mengingat dengan jelas hal yang selalu Kyuhyun lakukan untuk memancing gairahnya dengan memainkan dua gundukan kembar miliknya. Masih terasa bagaimana hujaman milik Kyuhyun dalam lubangnya yang terus bergerak semakin kencang dan dalam saat mereka mencapai puncaknya bersama.

Dan masih ia rasakan degup jantungnya yang melebihi batas normal saat bercinta dengan Kyuhyun di tempat-tempat tak wajar seperti di dapur dan yang paling gila adalah dikantornya sendiri dengan pintu yang tidak dikunci. Dengan mengingatnya saja Sungmin mulai merasa tubuhnya menjadi lebih panas dan miliknya menjadi basah.

Dengan sedikit sempoyongan ia bangkit dari kursi bar yang sudah ia duduki hampir satu jam itu dan berjalan ke arah dance floor. Ia memukul pelan kepalanya agar tidak terlalu pusing dan mulai menerima alunan lagu yang memekikan telinga. Tubuh berbalut dress pendek hitamnya mulai bergerak mengikuti alunan musik upbeat karya dua orang DJ dilantai dua.

Ia mencoba melupakan semua beban pikiran yang menggelayutinya. Sakitnya yang tidak juga menunjukkan kemajuan, rasa iri karena Ryeowook yang akan menikah dan mempunyai seorang anak, perkerjaannya di Sendbill, dan Kyuhyun yang tidak bisa menjadi teman bercintanya karena kesibukannya.

Senyum mirip seringaian yang Sungmin paksakan dalam menekan beban pikirannya mulai tersungging. Tubuhnya bergerak semakin liar, ia nikmati kepalanya yang berdenyut karena efek whisky yang ia minum. Ia mencoba merasakan surga lain, tanpa Kyuhyun.

Pinggang rampingnya terasa hangat karena sentuhan dua telapak tangan dikanan dan kiri pinggangnya. Mata foxynya terbuka dan mencoba mencari tahu siapa pemilik tangan tersebut. Sungmin membalikkan badannya dan segera melingkarkan tangannya dileher sang namja yang tak ia kenal. Namja itu cukup tampan, dengan mata setajam elang dan wajahnya yang kecil.

Sungmin menyenderkan dahinya di dagu namja tinggi tersebut dan terus menari. Namja yang merasa mendapat lampu hijau mulai menarik pinggang Sungmin agar lebih menempel ke arahnya. Bibir tebalnya tersenyum penuh arti dan tetap menari mengikuti Sungmin.

.

Seperti beberapa hari yang lalu, Sungmin sekarang sudah duduk wastafel berbahan marmer klub malam tersebut. Bibirnya sudah mulai membengkak karena lumatan namja yang ditemuinya di dance floor tadi. Bibir tebalnya menyesap penuh bibir Sungmin, seakan ingin memilikinya seorang diri.

Sungmin yang sudah terbawa suasana membuka tiga kancing teratas kemeja hijau tua namja tersebut. Tangannya menyusup, membelai dada berabs sempurna namja yang tak ia ketahui namanya tersebut. Tak mau kalah, payudara Sungmin yang masih tertutup gaun hitamnya juga diremas oleh sang namja. Membuat lenguhan mulai bersautan diantara lumatan mereka.

Sungmin memainkan jarinya di nipple sang namja saat lehernya sedang menjadi objek kecupan basah bibir tersebut. Kepalanya terasa makin pusing karena efek whisky dan gairahnya yang mulai memuncak. Saat jari panjang dan besar namja tersebut mulai mengelus kemaluan Sungmin yang basah, Sungmin mendorong kasar namja itu hingga tersungkur.

Kepalanya terlalu berat untuk ia tolerir lagi. Dengan tubuh hampir jatuh ia turun dari wastafel tersebut dan menjatuhkan diri dilantai dingin sambil bersender di dinding berkeramik tersebut. Kakinya ia tekuk sebagai penyangga kepalanya dan tangannya memeluk tekukan kakinya sendiri. Sedangkan sang namja? Sudah pergi dan mencari wanita lain.

"Tck merepotkan"

Tubuh Sungmin yang dingin itu terangkat dalam gendongan namja yang prihatin melihat keadaan Sungmin. Ia bawa tubuh yang sudah tak sadarkan diri itu ke dalam mobil Sungmin dan ditaruhnya tubuh itu perlahan di kursi penumpang sebelah kursi pengemudi.

Namja tersebut membuka pintu pengemudi, mendudukkan diri di kursi tersebut dan meremas stir mobil yang sudah dilapisi sarung stir berwarna pink. Ia sedang berdoa dan menguatkan diri, ia yang tidak bisa menyetir mobil akhirnya memberanikan diri membawa mobil silver tersebut ke rumah Sungmin dan berharap tidak terjadi apa-apa selama perjalanan.

Setiap mobil itu terperangkap lampu merah, namja bernama Kyuhyun tersebut selalu mengecek keadaan yeoja disebelahnya. Kyuhyun meyakini bahwa Sungmin hanya tertidur, bukan pingsan.

.

Setelah merogoh kunci rumah ditas Sungmin, Kyuhyun yang kerepotan dengan segera membuka pintu putih tersebut, dan meletakkan tubuh Sungmin dikasurnya yang sudah kembali bersprei pink. Ia menuju dapur untuk membawa air putih dan obat untuk meredakan efek mabuk, takut-takut Sungmin sadar.

Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin yang sangat merah karena mabuk. Namun terselip juga wajah tertekan dan sedih di sana, membuat Kyuhyun harus kehilangan kontrol akan tangannya dan mengusap wajah serupa malaikat tersebut.

"Tck namja tadi pasti tidak sepintar aku kan?"

Kyuhyun terus melirik jam pink dikamar Sungmin, sudah pukul satu pagi dan Sungmin belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Keringat mulai menggenangi pelipis dan dahi Sungmin yang terlihat tak tenang. Kyuhyun yang melihatnya segera menempelkan punggung tangannya untuk mengecek suhu tubuh Sungmin.

"Dan kau demam sekarang"

Kyuhyun kembali lagi ke daerah dapur, tepatnya ke satu spot di mana kotak P3K Sungmin berada. Ia mencari sebuah penurun panas langsung pakai untuk Sungmin. Ia tidak mau membawa air dan lap karena menurutnya sangat merepotkan.

Setelah memakaikan benda bergel tersebut, Kyuhyun memutuskan untuk ke minimarket terdekat untuk membeli bubur instan. Selain merepotkan, ia juga tidak mau membakar rumah mewah Sungmin dengan membiarkan dirinya memasak sendiri bubur untuk Sungmin.

.

Selama Kyuhyun membeli bubur tersebut, Sungmin mulai tersadar dari tidurnya. Ia memegang dan meremas kepalanya yang sangat berdenyut. Ia berusaha bangun dan menyandarkan punggungnya di ujung ranjang tersebut. Butuh beberapa menit untuknya menyadari keberadaannya saat ini.

Ia lihat segelas airputih dan dua strip obat dimeja nakas dan sebuah jaket yang melingkar disandaran kursi disisi tempat tidur. "ummh.. milik siapa?" saat Sungmin akan mengambil jaket tersebut untuk memastikan pemilik jaket tersebut, seorang bertubuh tinggi sudah berdiri di ambang pintu.

"Minnie…" laki-laki tersebut segera memeluk tubuh ringkih Sungmin. "kau ke mana saja, hm? Kenapa tidak datang ke rumah sakit? Kenapa tidak menjawab teleponku?" serentetan pertanyaan yang sarat akan kekhawatiran terlontar dari mulut Siwon.

"Wonniee.. Mianhe" Sungmin berbisik dalam dekapan Siwon. "Kau kenapa?" Siwon melepas pelukannya untuk menatap mata Sungmin. "Wonniee.." panggilan dengan sedikit desahan itu membuat Siwon bergidik. Sungmin makin mendekatkan wajahnya ke wajah Siwon, mencoba meraup bibir joker Siwon.

Siwon hanya bisa diam saat bibir seksi Sungmin meraup bibirnya. Melumatnya perlahan, menyalurkan getaran-getaran ke dada Siwon. Terbawa suasana, Siwon juga mulai membalas lumatan Sungmin dan melingkarkan tangannya dipinggang Sungmin.

Sungmin semakin liar, ia mulai membuka kancing kemeja putih begaris Siwon secara paksa. Membuat dokter yang taat agama itu tersentak dan melepas lumatannya. "Minnie, apa yang kau lakukan?" Siwon mencoba menyadarkan Sungmin. Sungmin tidak menjawab, malah menurunkan tangannya untuk meremas junior Siwon dari luar celana.

"Bercintalah denganku, Wonnie.."

Other Side

Kyuhyun yang sudah kembali dari minimarket segera berlari begitu melihat ada sepatu lain di depan pintu rumah. Ia terkejut melihat Sungmin yang mencium Siwon, membuka kancing kemejanya dan meremas milik Siwon perlahan. Plastik yang berisi bubur instan itu ia remas dengan kasar.

"Bercintalah denganku, Wonnie.."

"Dasar wanita jalang" Kyuhyun berbalik untuk pergi dan segera ia buang bubur yang ia beli.

'sungguh tak berguna'

.

Back to Sungmin and Siwon

"Bercintalah denganku, Wonnie.."

"Apa? Tidak Min, bangunlah. Hei sadarlah Min" Siwon mengguncang-guncang tubuh Sungmin yang bergetar. "kenapa tidak mau, Wonnie? Cobalah denganku, siapa tahu kau bisa membuatku hamil" Sungmin mulai berkata ngawur karena efek minuman keras tadi. "Min, tidak Min tidak. Sadar Min, bukan begini caranya kalau kau ingin hamil".

"Siwooon" Sungmin memeluk tubuh Siwon dengan kencang dan mulai menangis. "hiikss.. aku ingin hamil.. sangat ingin" Siwon mengelus rambut acak-acakkan Sungmin. "Ssstt.. uljima. Kalau begitu datang ke rumah sakit dan kita lakukan terapi itu, hm? Jangan datang ke klub lagi,

jangan minum minuman keras lagi dan yang paling utama, berhentilah berhubungan dengan banyak namja" Sungmin hanya terus menangis dalam dekapan Siwon.

.

Keesokan harinya Sungmin ijin untuk tidak bekerja. Demamnya memang sudah turun, tapi hangover yang ia rasakan masih begitu parah. Ia tidak biasa minum whisky, minuman dengan kadar alkohol yang tinggi tersebut.

Siwon baru saja pergi dari rumahnya untuk bekerja. Ia akhirnya memutuskan untuk menginap di rumah Sungmin takut-takut sesuatu terjadi padanya. Sungmin yang masih menyandarkan kepalanya dimeja makan hanya menatap bubur dan susu hangat yang Siwon buat untuknya.

Ia meneguk susu hangat tersebut, berharap dapat menurunkan denyutan dikepalanya. Perlahan-lahan ingatan tentang kejadian semalam mulai berputar diotaknya. Dance floor, namja yang sempat ia ajak untuk making out, dan namja yang mengantarnya pulang. Samar-samar wajah tampan Kyuhyun tergambar, "Yang semalam mengantarku pulang itu, Kyunie?".

Sungmin lalu dengan segera menuju kamarnya, mengambil sebuah jaket hitam yang masih melingkar di sandaran kursi riasnya. "Aromanya, mirip aroma Kyuhyun" Sungmin menghirup wangi yang ditinggalkan oleh sang pemilik di jaket tersebut.

Ia mengambil handphone miliknya yang low battery dan menchargingnya. Begitu aktif, dengan segera ia mengetik sebuah pesan untuk seseorang disalah satu kontaknya.

'Kyu, apa kau semalam mengantarku pulang?'

Semenit kemudian ada balasan dari sang penerima pesan

'hm, wae? Kau mau bilang kalau aku mengganggu aktifitasmu dengan kekasihmu itu?'

Sungmin dengan cepat mendial nomor Kyuhyun, ia harus meluruskan hal ini.

Tuut Tuut

"Ada apa?"

"Kyu, apa kau melihatnya semalam?"

"Hm? Tenang saja, tak semua. Aku tahu aku akan mengganggu jadi aku pulang"

"Kyu tidak se-

Tidak seperti apa?" Kyuhyun memotong ucapan Sungmin

"A-aku tidak bercinta dengan Siwon"

"lalu?" ucap Kyuhyun malas

"Kyu, jebal ja-

Katakan saja apa yang ingin kau katakan sebenarnya. Jangan berbelit-belit" potong Kyuhyun lagi

"Kyu, dengar, aku tidak bercinta dengan Siwon"

"kenapa? Dia kan kekasihmu?"

"Kyu aku hanya ingin bercinta denganmu" ucap Sungmin lemah

"Benarkah? Kalau begitu.." Seringaian muncul di bibir Kyuhyun

"Sekarang, kita bercinta" tambah Kyuhyun dan langsung menutup sambungan teleponnya dengan Sungmin.

.

"Kyuuhh empphh… mhh.." Kyuhyun langsung menyambar bibir Sungmin begitu ia sampai di rumah Sungmin. Tak lama setelah sambungan telepon itu terputus, ia langsung melesat ke rumah yeoja yang menarik hatinya tersebut.

Tak diijinkannya Sungmin bicara sedikitpun. Ia buka dengan paksa dress rumah yang Sungmin pakai. Bra dan celana dalamnya menyusul turun ke lantai, membuat jejak dari pintu sampai kamar Sungmin. "mpphh.." Sungmin memukul dada Kyuhyun, ia kehabisan napas dan butuh udara,

Tubuh polos itu Kyuhyun lempar ke atas ranjang. Dan tanpa babibu, ia lumat lagi bibir Sungmin yang sedikit pucat tersebut. Sungmin hanya bisa menikmati sikap agresif Kyuhyun akan dirinya, ia juga membantu Kyuhyun melepas baju dan celana kantornya agar sama-sama polos seperti dirinya.

"Haahhh.. Kyuuhhh" Sungmin melenguh saat lehernya menjadi sasaran kedua bibir Kyuhyun. Diciuminya leher itu tanpa jeda, lidah dan giginya ikut bermain. Membuat Sungmin hanya menggelinjang menerima serangan Kyuhyun.

Kyuhyun remas dengan kasar dan penuh nafsu kedua bukit kembar Sungmin. Membuat Sungmin hanya bisa berteriak dan meremas kuat rambut cokelat Kyuhyun. "Kyuuhhhh…" Sungmin hanya bisa memanggil satu nama namja yang telah menjadi partner seksnya beberapa hari ini. Ciuman Kyuhyun semakin turun menuju kewanitaan Sungmin yang sudah dilelehi cairan miliknya.

"Kyuhh..niiee.. ahh.. sshh.. oohh.." Sungmin menggelinjang, tubuhnya tersentak-sentak menerima service oral dari Kyuhyun yang amat terampil. Kyuhyun menggigit beberapa titik dikewanitaan Sungmin hingga memerah. Membuat Sungmin harus meloloskan teriakan-teriakan yang sangat keras.

Kyuhyun kembali lagi mensejajarkan dirinya dengan Sungmin, ia urut kejantanannya agar lebih menegang agar memenuhi lubang Sungmin yang sudah terbuka lebar, meminta untuk diisi.

"Ooohh" Sungmin menerima hujaman kejantanan Kyuhyun yang langsung menumbuk titiknya. Tanpa ampun Kyuhyun terus menggenjot Sungmin, tanpa Sungmin sadari, ada emosi yang bermain dalam aktifitas Kyuhyun. Suatu emosi yang lebih kompleks, antara cemburu, kesal, dan cinta.

Napas Kyuhyun memburu, ia benar-benar mengerahkan seluruh tenanganya untuk menikmati tubuh Sungmin. Ditatapnya wajah Sungmin yang merona karena kenikmatan yang ia berikan 'apa kau menunjukkan wajah yang sama pada namja lain yang memasukimu?' ucap batin Kyuhyun disusul lebih kasarnya hujamannya.

"Kyuuh..sshh. jang-aannhh berhentiiihh…" Sungmin sudah hampir mencapai puncaknya.

"Tck like a bitch!" Ucap Kyuhyun kasar yang membuat Sungmin membatu.

"hh.. apa kau bilang?" Sungmin mulai mengembalikan kesadarannya dan menatap tajam Kyuhyun

"Kenapa? Wanita jalang!" Kyuhyun terus menggenjot Sungmin dengan kasar. Sungmin memberontak dan memukul tubuh yang terus bergerak diatasnya. "lepassh! Kyuhyun lepaskan aku!" Sungmin terus memberontak, namun Kyuhyun tak kunjung berhenti. Sungmin hanya bisa meneteskan airmata yang ditahannya.

"Aku bukan wanita jalang" isak Sungmin

"Hn? Bukan? Laluh apaaah? Kyuhyun masih menikmati pijatan kewanitaan Sungmin di kejantanannya.

"Kenapa diam? Kenapa menangis, huh? Kekasihmu Choi Siwon itu tahu yang kau lakukan denganku, hah?" Kyuhyun mulai membentak Sungmin.

Sungmin menggeleng dan terus menangis. Ia memeluk leher Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun.

"Jangan berkata seperti itu hikss.. Siwon hikks.. bukan kekasihku" Kyuhyun tersentak

"Apa?"

TBC

Author ngerjain ini dari jam empat. Jadi maaf kalo typos, kalo ga hot, kalo ga sesuai sama harapan readers. Keep review ya^^

buat namja yang making out sama Min, bukan siapa-siapa kok. aku emg terinspirasi dari muka dan manly-nya Uknow Yunho XD tapi bisa readers anggep yg lain juga kok^^

Enjoy Chapter 4^^

Semoga konfliknya udah mulai kerasa yaaa XD

Chap depan akan dimunculkan sosok mantan suami Sungmin^^

See you in next chap :D

Yang mau anal, liat nanti ya kekekeke author emg ada niatan buat bikin adegan itu hahahaha

Yang nanya tentang wine di chap 3, Min beneran Cuma minum wine aja kok^^ dia galau banget trus agak mabok jadi gitu XD