Kuroko No Basuke [Kagami x Reader] _ Untitled

.

.

.

Ruang Kelas , 14.00 p.m .

Sedikit membosankan di pelajaran terakhir , keheningan pun terasa disini membuatku sedikit mengantuk . Aku melihat guru mulai keliling untuk mengecek tugas setiap murid satu persatu . Tapi kurasa ia hanya ingin mengetahui siswa atau siswinya benar – benar memperhatikan atau tidak .

Aku memutar pulpen dengan rasa bosan . soal – soal sudah selesai kupecahkan , aku tidak yakin Kagami – kun bisa menyelesaikan soal ini . sedari tadi ia melempar kertas kearahku dari belakang . menyebalkan sekali orang ini .

Aku membuka lembaran buku tulisku yang kuselipkan Kupon makanan yang kudapatkan . Sedari tadi aku bimbang memikirkan untuk memberikanya pada Kagami . Ia sering makan di majiba , jadi kupikir ia akan menyukainya . Mungkin .

Tapi ini sulit bagiku mengajaknya . Terlihat seperti...

Date?

Ti-Tidak harusnya aku tidak berpikir terlalu jauh!

Deg!

Kenapa perasaan ini mulai lagi , jantungku berdebar lagi apa wajahku juga memerah?! Tidak – tidak !

Tenang .. Tenang [Name]

Ah.. Tapi kami bersahabat, jadi wajar bukan? Iya wajar [Name] Lakukan saja .

"Ka-Kagami – kun ..Ano.. eto.." Aku menengok kearahnya sedikit dia malah menyodorkan buku catatanya ke arahku .

[Name] Bantu aku mengerjakan soal – soal ini ! Mengapa kau mengabaikanku sedari tadi?

Aku mengernyitkan dahi melihat isi tulisan itu . Kulihat Sensei masih sibuk kurasa ia tak akan menyadari aku dan Kagami saling bicara .

Ia masih menatapku dengan tatapan memohon . Aku tau dia pasti lelah bermain basket . Tapi bukan berati kau melupakan tugasmu! Ah dasar Bakagami!

"Fuh.. Baiklah kore," Aku menyodorkan buku yang ia maksud dan ia langsung menyalinya dengan cepat karena kalau tidak tamatlah riwayatnya .

"Yosh! Selesai! Arigatou [Name]"

Eh ? Cepat sekali?

"Loh kok?" Aku menatapnya dengan penuh tanya melihat isi catatanya dan punyaku . bagaimana bisa secepat itu –

"Kau tau [Name], Lebih cepat menyalin daripada berpikir bukan?"

Karena Ia bodoh , dan aku lebih bodoh tidak menyadari hal ini .

Lebih baik diam daripada menanggapinya lagi ia seperti mempermainkanku .

Ngomong – Ngomong...

Bagaimana dengan kupon?!

Apa kukatakan saja sekarang?!

Tidak.. Tidak ! Bagaimana ia tidak mau?

"Ka-Kagami, a-aku punya sesuatu kurasa kau akan suka . Ya.. Mungkin" Aku memulai percakapan , tak ada balasan apapun . mungkin ia masih sibuk menyalin .

"Aku sebenarnya ingin .. Eto.. Ano.. Maksudku aku punya sesuatu yang gratis jadi tak perlu membayar dengan uang.."

MENGAPA AKU BERBELIT SEPERTI INI! OH KAMI – SAMA APA YANG TERJADI PADAKU .

"Ano.. Ah.. Maksudku .. Aku ingin me-mengajakmu.." Tenang , tenanglah diriku ini bukanlah seperti date jika hanya mengajaknya ke Majiba!

"KE MAJIBA!" Aku berteriak keras membuat semua mata memandang kearahku . Bahkan sensei sebenarnya ada dibelakangku saat kutengok kebelakang .

Rasanya memalukan sekali!

Gawat! Pasti aku kena hukuman Sensei !

"G-Gomen.. Sen-"

"Kagami Taiga apa yang sedang kau lakukan . Keluar dari kelas jika kau hanya tidur dan menyalin tugas orang lain ." Ucap sensei membuatku menghela napas lega kupikir aku akan –

"[Name] Kau juga dihukum karena memberikan contekan pada kagami . Dan kau mengganggu ketenangan siswa lainya berteriak di jam pelajaranku . Kalian berdua cepat keluar" Ucap sensei datar tapi wajahnya tak sedatar suaranya . Maksudku menyeramkan .

Di Luar ruang Kelas 1-B . 15 menit Sebelum pulang sekolah

Kau pasti tahu saat ini aku dan ehm Kagami – Taiga menjalani hukuman . Lebih tepatnya diusir dari kelas ketimbang menjalani hukuman . Terlintas dipikiranku lebih baik aku ke Kantin untuk mengurangi kebosanan . Sungguh aku sangat jengkel dengan Kagami saat ini . Entah mengapa setiap masalah pasti aku terseret oleh masalahnya .

Ia masih diam tak mau bicara . Terlalu sulit untuk bicara setelah semua ini . Aku tidak marah jika Sensei menghukumku karenanya , Tapi aku kesal karena ia tidak mendengarkan ucapanku yang susah payah aku mengatakanya hanya untuk mengajaknya ke Majiba!

Dan karena kesalahanya , Aku tidak bisa berbaikan denganya saat ini! Ini menyebalkan bagaimanapun ku mencoba memaafkanya .

Lebih baik aku membatalkanya . Kupikir lebih baik tidak mengajaknya saat ini . Sangat tidak tepat aku mengajaknya tapi aku sedang kesal denganya .

"[Name].." Ucap kagami memanggilku pelan , membuyarkan semua pikiranku tentangnya saat ini . Aku hanya menatapnya seolah menanggapinya .

"Kau marah padaku?" Tanyanya to the point . Bingo! Kau sudah memahamiku ya jika aku kesal denganmu bukan?!

"Menurutmu?" Aku melipat kedua tanganku dan menatap matanya . Aku ingin tahu apa yang kau ketahui dariku .

"Kurasa begitu.. W-Warui..Aku tidak bermaksud.." Suaranya memelan . Apa ia menyadari kalau aku marah karena ia tidur seenaknya dan tidak mendengarkanku?!

"Membuatmu dihukum.. Karena aku telah.." Kau benar – benar berbelit belit jika sedang minta maaf . Aku tahu Kau akan mengatakan kesalahanmu bukan ? Tentu saja aku –

"Telah ketauan mencontek, dan bodohnya aku lupa mengembalikan bukumu . Aku sangat ngantuk sekali jadi tertidur .. "

Mengetahui kebodohanmu itu..

BUKAN ITU YANG MENYEBABKAN AKU MARAH ! BAKAGAMI!

Aku benar – benar bodoh ! Ya Aku bodoh sekali dia tidak peka sama sekali!

"[Name], Kagami Kalian berdua ikut keruang Sensei" Ucap Sensei saat bel pulang sudah berbunyi . Bisa kutebak kali ini kami berdua diceramahi yang seharusnya aku pulang sekolah saat ini .

.

.

.

Akhirnya semua selesai – aku sungguh lelah mendengar ucapan sensei , tak bicara sepatah katapun dan hanya mengangguk saat ia menceramahiku . Maksudku kami berdua .

Aku kembali ke kelas dan merapihkan semua perlengkapan belajarku dan memasukanya dalam tas . Kecuali kupon . aku masih menggenggamnya . Ini membuatku dilema , Padahal aku ingin sekali mengajaknya .

Aku terkejut saat seseorang masuk ke kelas . Ternyata Kagami . Seketika aku menyembunyikan kupon itu di dalam dompetku . dengan langkah terburu – buru aku keluar ruangan .

Saat ini aku tidak mau goyah karena mencintainya . Bagaimanapun , aku harus tegas jika kami hanya bersahabat .

Buk!

"Itte!" aku terjatuh membuat isi tasku tercecer . ternyata aku lupa men-restleting tasku . Segera aku membereskan isinya .

"Gomen ! Aku tidak sengaja menabrakmu . biar kubantu " Seseorang dihadapanku , membantuku membereskan isi tasku . Ini sedikit merepotkan , mengapa dia berlari sepanjang koridor .

Saat itu aku mendengar teriakan suara di sepanjang koridor . dengan cepat ia menarik tanganku dan aku pun berlarian bersamanya .

"Kise – Kun ! KYAAA!" Suara ala fangirlingan terdengar sepanjang lorong . Kini aku bersembunyi denganya dengan mulut dibekap .

"Sssstt! Tenanglah –ssu ! Jangan beritahuku pada fans-ku –ssu! Sebagai gantinya aku akan memberikan tiket! ini!" Ia menyodorkan tiket itu padaku . Aku terhenyak saat memegang lembaran tiket ini . Dia sudah pergi dari hadapanku , membuatku bertanya – tanya siapa dia . Dia bukan bagian dari siswa Seirin , Lantas?

Dia tinggi , tampan pas sekali seperti model...

OH YA MODEL MAJALAH YANG AKU BACA!

"Ah sudahlah aku pulang saja , aku lelah sekali.." Aku mulai membuka tasku , mengacak – acak isinya untuk mencari dompetku dan..

HILANG?!

"Kemana dompetku?! Ha?! Jangan bercanda! Kenapa ini terjadi?!" Aku panik mengacak – acak kembali memastikan dompetku berada ditempatnya atau tidak .

Tunggu..

Tasku tadi sempat terjatuh dan semua barang tercecer dilantai , mungkin masih ada disana!

Terpaksa aku kembali lagi ke Seirin Gakuen Akibat insiden dompet hilang .

"[Name]!" Kagami menahan tanganku saat aku memasuki gerbang Seirin . Aku berpikir mungkin ia menemukan –

"[Name].. A-Aku ingin mengembalikan sesuatu" Bingo! Pasti dompetku ditemukan olehnya ! Kagami – kun kau benar – benar sang penyelamat hidupku saat ini!

"Ini kuponmu , Kau mencarinya bukan?" Ia menyodorkan kupon itu padaku . Aku mencoba fokus dengan mengambil sebotol air mineral di dalam tas . Aku berpikir sepertinya ada yang salah disini .

"Arigatou.." sepertinya ada yang mengganjal . aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi .

Sepertinya aneh , apa aku lupa menaruh kuponya di dompet? Sepertinya begitu , Lalu dimana dompetku?! Aku tidak bisa pulang jika begini!

"Apa kupon ini untuk kita berdua?" Tanyanya menatapku tegas . Eh? dia me-mendengarkan ucapanku? He? Apa aku tidak bermimpi saat ini?! mungkin otakku terbentur saat bertabrakan dan sedang berada di UKS saat ini .

Tanpa sadar aku menepuk kedua pipiku .

"[Name]?! Ada apa?" Ini sakit . jadi ini bukanlah mimpi .

"A-Ah tidak tadi a-ada nyamuk di pipiku.. Ya..Begitu.."

ALASAN MACAM APA ITU?! MEMANG KAGAMI ANAK KECIL YANG MUDAH –

"Souka.. Kupikir kau kenapa [Name].."

– Dibodohi .

"I..Ya tadinya aku ingin mengajakmu " Entah mengapa ini membuatku gugup kembali . aku menyodorkan kembali satu kupon padanya .

" Porsi segini tidak cukup bagiku , sebaiknya kau mengajak yang lain [Name]" Ia mengembalikan kupon itu lagi padaku . Aku hanya terdiam tak menanggapi . Entah mengapa aku merasa sedikit sakit atas penolakanya .

"Tapi [Name] sebaiknya kau mengajak Kuroko karena dia yang menemukan kupon ini . Dan memberitahuku kalau ini milikmu dan berniat mengajakku ke majiba ." Kagami menjelaskan kembali . Aku tidak mengerti mengapa Kuroko mengetahui itu semua? darimana ia tahu?!

Ah itu bukan hal yang penting bagiku saat ini , Ini menyakitkan bagaimanapun aku mencoba berpikir positif . Kau melakukan itu seakan kau tidak menghargaiku yang mengajakmu dan berkata untuk mengajak orang lain hanya karena ini tidak sebanding dengan porsi makanmu?

Kau tahu Hanya karena kupon ini membuatku pusing tujuh keliling karena kejadian aneh menimpaku? Sedikitkah kau mau berpikir tentang perasaanku ? mengapa kau tidak bisa menjadi seorang yang peka untuku? Kau selalu salah menerjemahkan arti sikapku .

"Baiklah.." Aku hanya tersenyum terpaksa dihadapanya . Rasanya sulit mengatakan hal itu karena bertolak belakang dengan apa yang ingin kukatakan . Aku ini perempuan , Aku ini bukan siapa – siapa bagi Kagami selain seorang Sahabat Apa hakku untuk memaksakan egoku padanya .

"[Name], Aku akan ikut bersamamu tunggulah disini akan kupanggilkan Kuroko " Ucapnya memegang kedua bahuku . lalu mulai mengacak – acak suraiku dan pergi berlari menuju ruang basket .

Ini membuatku berdebar mengingat hal tadi .

"[Name] – san " Seseorang memanggilku tapi aku hampir saja menabraknya kembali . Dia tepat dibelakangku dengan cepat ia memegang kedua bahuku untuk menahanku menabraknya .

"Kau selalu datang dengan cara yang tidak wajar Kuroko – Kun . Kau tau ini tidak baik untuk kesehatan jantungku jika kau seperti ini lagi ." Aku sedikit kesal padanya , tapi melihat wajahnya yang manis membuatku sulit memarahinya . Aku akui sedikit tidak tega walaupun hanya membentak atau memarahinya .

"Gomen kudasai [Name] – san ada yang ingin kubicarakan ." Ia memegang tanganku , menatapku intens . Aku sedikit tidak mengerti situasi ini . Jika kukatakan ini akward moment memang selalu jika bertemu denganya...

"A..pa?" Aku gugup saat ia menatapku seperti itu . dari atas sampai bawah kaki . memang apa yang salah dariku?

"[Name] – san Apa kau –"

"Kuroko ! Kau disini ternyata! AHO!" Kagami segera mengalungkan tanganya ke kepala kuroko dan menjitaknya .

"Sakit.." Rintihan Kuroko yang masih saja terlihat datar .

"Mengapa kau mencariku Kagami – kun ?" Kuroko masih dengan ekspresi datarnya membuat kagami sedikit naik darah . Kurasa.. Aku tak mau terlibat pertengkaran mereka .

"Aku .. Ah tidak maksudku [Name] mempunyai dua kupon jadi dia akan mentraktirmu sebagai ucapan terimakasih ." Kagami menjelaskan hal itu sambil menatapku dan kuroko bergantian .

Apakah dia menerima ? Atau menolak?

"Haik... Arigatou gozaimasu [Name] – San " Ucap Kuroko membungkukan setengah badanya . Sungguh ini terlalu formal! Aku jadi gugup ketika suasanaya seperti ini .

"Ah..Tak perlu begitu , sama – sama Kuroko – Kun ."

"Ayo berangkat! Aku sudah lapar dari tadi ! Kalau kalian mau mengobrol nanti saja di majiba" Ucap Kagami jalan mendahului kami berdua .

Apa maksudmu bicara seperti itu? Dasar Bakagami!

Selama diperjalanan aku berada disampingnya . Entah mengapa ini membuatku sedikit gugup , mungkin karena aku menyadari kehadiranya . biasanya tidak pernah terdeteksi yang sewaktu – waktu bisa saja terkena serangan jantung .

Ia masih memegang kupon yang tadi kuberikan . Terkadang ia menatap kupon itu dan melirik ke arahku . Tentu saja aku langsung mengalihkan pandanganku darinya . Kurasa ia memperhatikanku dari ujung kepala sampai kaki saat ini . Sulit rasanya untuk biasa ketika merasa diperhatikan seperti ini .

Aku menunduk memperhatikan langkah kakiku berjalan . Itu membuatnya mengerti kalau aku tidak ingin diperhatikan se-detail itu . Aku melirik sekilas ia menyusul kagami . Refleks kagami menengok ke arahnya dan memulai perbincangan diantara mereka . Setidaknya aku bisa terhindar dari tatapan Kuroko saat ini .

Sedikit aku bertanya tentangnya mengapa ia sepertinya penasaran denganku?

"Gomen kudasai [Name] – san ada yang ingin kubicarakan ."

"Ayo berangkat! Aku sudah lapar dari tadi ! Kalau kalian mau mengobrol nanti saja di majiba"

Ini membuatku sedikit penasaran . Apa yang ingin ia bicarakan? Sepertinya Kagami – kun mengetahui semuanya . Lantas mengapa ia terus memperhatikanku tanpa membicarakan apa yang ingin ia utarakan?

Apa ini hal yang sangat pribadi hingga sulit untuk mengatakanya? Apa mungkin dia menyukaiku? Tapi aku tidak pernah melihat dirinya tertarik oleh gadis lain selama di Seirin . Mungkinkah cinta itu muncul disaat ke-absurd-an kejadian yang kami alami?

Setelah kupikir mungkin ada benarnya . Lalu kalau iya aku harus bagaimana? Dan Seandainya Kagami tahu perasaan Kuroko padaku itu akan membuatnya menjodohkan aku dengan Kuroko . Ah tidak Kagami bukan tipe orang yang ikut campur selain urusan basket . Aku yakin dia hanya ingin meledekku saja .

Kini kami sudah sampai Majiba setelah 15 menit berjalan . Bagiku waktu 15 menit ini terlalu lama dalam hidupku kali ini . Apakah ini rasa penasaran yang sedang melanda diriku sehingga sulit sekali rasanya menyimpan rapat – rapat direlung hatiku .

Sekilas dalam kegelisahan yang nampak dariku , Kuroko menatapku yang membuatku tersadar dan berusaha bersikap normal layaknya jika diperhatikan . Kutampilkan senyuman seakan aku menanggapi tatapanya .

Kagami menatapku heran . Ini membuatku kembali seperti semula berkat dirinya . Kini aku jengkel melihat dirinya tersenyum mengejek seperti itu . Jika aku tidak bersama Kuroko saat ini ingin rasanya aku menendangnya saat ini .

"Kagami-kun dan [Name]-san mau pesan makanan apa?" Tanya Kuroko memecahkan keheningan dan mungkin berhasil menggagalkan niatku untuk berbuat keji dengan Kagami .

"Aku memesan 10 hot dog hari ini . Aku tidak begitu lapar jadi itu saja ." Ucap Kagami yang sudah memesan duluan . Aku sudah biasa melihat dirinya memesan makanan sebanyak itu bahkan tatapan semua orang yang terkejut pun aku sudah biasa .

"Kagami-kun tidak kasihan dengan orang lain yang ingin membelinya juga" Ucap kuroko

"Urusai! Yang penting aku bayar ." Ucap Kagami mengambil nampanya dan mulai mencari tempat duduk .

"[Name]-san mau pesan apa?" Tanya Kuroko yang menengok ke arahku dan mengadahkan tanganya . Oh Kupon ini sedari tadi aku belum menyerahkan sama sekali ke kasir . Ini memalukan! dan Akhirnya Kuroko yang menyerahkan pada kasir itu .

"Aku ingin ice cream Sunday" Ucapku . Ia hanya mengangguk dan mengatakan apa yang kukatakan . dan Tidak lupa menyebutkan pesananya yaitu "Vanilla Milkshake" .

"[Name]-san duluan saja biar aku yang bawa ini" Ia sudah membawa pesananya yang ada diatas nampan .

"Haik . Arigatou Kuroko-kun" Aku membungkuk seperempat badan dan berjalan mendahuluinya .

Kini sudah selesai pesan-memesan-makanan . Apa yang mesti aku tunggu agar ia mengatakan apa yang ingin ia katakan? Ayolah aku sudah sesuai urutan untuk menunggu ini semua.

Ini membuatku hanya mengaduk-aduk isi ice cream Sunday . Belum terpikir untuk mencicipinya sama sekali . Kurasa aku bisa mencicipinya ketika rasa penasaranku menghilang . Seleraku mendadak hilang dan ingin rasanya aku membuang ini .

Aku menatap kagami yang sedang asyik melahap hot dog seperti biasanya . Kini tatapanku mulai berganti ke arah Kuroko . Ia sama sepertiku tidak meminum sama sekali Vanilla Milkshake yang ia pesan tadi . Kurasa ia tahu apa yang kurasakan . Atau ini hanya seolah-olah ia mengerti apa yang aku rasakan .

Aku masih menatap dirinya sama ia menatap diriku saat ini . Aku sudah menatapmu dan sekarang katakan apa yang ingin kau katakan jangan buatku penasaran . Aku sudah mengikuti semua alurnya berhentilah berdiam diri seperti itu .

"Kuroko?[Name]? Ada apa dengan kalian?" Tanya Kagami membuatku tersadar kalau kami saling bertatapan . Aku langsung mengalihkan pandanganku darinya dan berusaha menelan ice cream Sunday yang sudah setengah meleleh .

"Daijoubu . " Ucapku singkat membuat kagami tidak akan mudah percaya padaku hanya satu kata itu .

"Kagami-kun bisakah aku dan [Name]-san pergi dari tempat ini?" Ucapan Kuroko barusan tadi membuatku sedikit gugup . Mengapa hanya aku dan dirinya? Ugh sudahlah jangan membuatku tambah yakin tentang pemikiranku .

"Oh . sedari tadi kalian begitu karena ingin berduaan? Hm. itu bukan urusanku Pergilah!" Ucap Kagami menyeringai dan tetap melanjutkan memakan . Untuk kali ini aku akan katakan bahwa dia tidak Aho seperti biasanya .

"[Name] Ada yang ingin kukatakan padamu jadi aku ingin mengajakmu ke suatu tempat . " Ucap Kuroko .

"Ha-Haik.." Aku berjalan dibelakangnya sungguh aku tidak berpikir untuk berada disampingnya atau menatapnya kali ini . Entah mengapa aku sedikit cemas-gelisah melanda diriku . Aku sedikit takut seperti ada sesuatu yang seolah – olah bisa saja tak ingin aku ketahui darinya .

"[Name] Aku tahu mungkin kau tidak mau aku mengetahuinya tapi aku tidak bisa begini terus . aku akan mengatakanya padamu ." Ia menengok kearahku . Sepertinya ia tidak berniat mengajaku ke suatu tempat dan membicarakanya di sepanjang jalan .

"Apa itu? Katakan saja Kuroko kau tidak biasanya seperti itu" Kulihat ia kembali menatap lurus pandanganya dan sedikit bimbang terlihat jelas dari sini . Walaupun aku dibelakangnya .

"Aku yakin kau itu orang yang disukai oleh –" Ia menjeda dan tiba – tiba menghentikan langkahnya. Kini kami berhenti di sebuah taman bermain yang jaraknya tidak jauh dari Majiba .

" – Akashi – kun . "

.

.

.

TBC – Chapter 4 END

Lama ya update-nya? Gomen! Gue ga ada sinyal sama sekali buat nge-update! Arigatou udah tetep mau baca sama kasih kripik . Enak kebetulan emang gue demen kripik /garinglu . Di chapter ini rada panjang biasanya pendek mulu . Di akhir cerita ujung – ujungnya TBC-nya bikin kepo kenapa mesti gue munculin Akashi? Kalau mau protes silahkan saja gue tetep bungkam kenapa mesti akashi . Makasih ya udah nge-review sama nge-follow ataupun nge-favorite . Gue berterimakasih banget sama partisipasinya . Gue emang newbie soal nulis-menulis . Kalo gue nulis ga ada typo maklumin gue programmer dulu /bongkarrahasia . ada yang protes karena tanda tanya, seru anggep aja gue lagi ngoding . Sekian makasih kripiknya jujur rada susah ngerubah gaya tulisan yang gue ketik tapi kalo berubah mungkin gue inget kripiknya /cielah . Kalo kurang seru , kurang greget atau gimana katakan saja . Sekian dan terimakasih .