Chapter 3

Genre: Romance, Friendship

Rate: T

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Jongin (Kai), Do Kyungsoo

Other Cast: Kim Jongdae (chen), Kim Minseok, Kim Joonmyun (Suho), Zhang Yixing (Lay), Kris Park, Huang Zitao

Warning: OOC, GS, typo(s)

Terima kasih banyak buat yang udah review maaf gabisa bales tapi dibaca semua kok buat yang nunggu Chanbaek, Kaisoo dll yang sabar ya untuk saat ini crack pair dulu apalagi chapter ini tapi kesananya... ya tungguin ajalah yaa kekeke^^

Happy Reading~

Di tunggu reviewnya ya^^

-HunSoo Side-

Sehun sedang menemani Kyungsoo pergi ke toko buku, sedari tadi kyungsoo sibuk dengan deretan buku-buku yang tersusun rapi disana sedangkan Sehun hanya mengikutinya dari belakang. Setelah mendapatkan semua buku yang ia cari kyungsoo langsung membayarnya ke kasir dan mereka pun langsung keluar dari toko itu.

"Kyungie.." panggil sehun

"hm?" sahut kyungsoo yang nampak sibuk memeriksa kembali buku-buku yang ia beli, dia takut ada yang terlewat dan ia malas jika harus kembali ke tempat ini besok.

Sehun tersenyum melihat wajah serius kyungsoo yang nampak sangat lucu, ia mengambil helm bergambar pororo yang ada di atas motornya lalu memakaikannya pada kyungsoo membuat kyungsoo langsung mendongkakkan wajahnya.

"kau terlalu serius Do Kyungsoo" sehun tersenyum saat melihat wajah kaget kyungsoo "kajja kita pulang ini sudah sore nanti sooyoung ahjumma khawatir padamu" kyungsoo hanya menganggukan kepalanya dan langsung naik ke motor sehun.

Sekarang mereka sudah sampai di kediaman keluarga Do, seperti biasa sehun akan mampir dulu ke rumah ini karena di rumahnya pasti tidak ada siapa-siapa kecuali para maid yang mengurus rumahnya.

"kyunggie kemana eommamu ?" tanya sehun saat menyadari jika rumah kyungsoo terlihat sangat sepi ya biasanya sooyoung akan langsung menyambut mereka ketika mereka pulang.

"eomma tadi mengirimku pesan katanya ia sedang ada acara bakti sosial dan akan selesai nanti malam, Appa juga sepertinya masih di rumah sakit. Sehunnie kau mau menemaniku sampai eomma atau appaku pulangkan ?" pinta kyungsoo dengan puppy eyes nya membuat sehun tersenyum dan langsung mengacak rambutnya

"tentu saja" jawab sehun

"ah ya kau pasti laparkan ? kau mau makan apa? Biar aku buatkan kita makan bersama ne?"

"ne, terserah kau saja kyunggie aku tahu apapun yang kau masak akan selalu enak" jawab sehun membuat kyungsoo tersenyum cerah dan langsung berjalan menuju dapur setelah menyimpan buku-buku yang baru dibelinya di atas meja ruang tengah

"ngg,, kyunggie?" panggil sehun yang sekarang sudah duduk manis di meja makan menunggu masakan kyungsoo

"ne?"

"kenapa kau membeli buku sebanyak itu apa kau akan ada ulangan? Kita kan baru masuk awal semester" tanya sehun lihatlah dia hanya akan banyak bicara pada kyungsoo tidak pada orang lain termasuk orang tuanya.

"ah itu.. aku mau memperdalam ilmuku dengan belajar bersama suho Oppa, dia bilang dia mau menjadi tutorku, dia sunbae yang baik" jawab kyungsoo sambil menyiapkan makanan yang telah ia buat di atas meja.

"suho oppa? Apa yang kau maksud itu joonmyun sunbae? Ketua grup vokal itu?" sehun memang selalu ingin tahu apapun tentang kyungsoo, kyungsoo pun hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban

"wae? Apa ada yang salah? " tanya kyungsoo saat menyadari sehun tidak memakan masakannya dan malah diam memperhatikannya

"ani, hanya sajaaa.. ngg... aku rasa kau cukup dekat dengan joonmyun sunbae"

Kyungsoo tersenyum mendengar ucapan sehun "aku memang dekat dengannya, dia sunbae yang baik, pintar dan tampan"

"kau menyukainya?" tanya sehun

"aniya, aku hanya menganggapnya seperti oppaku sendiri lagi pula ia juga sudah menyukai yeoja lain"

"jinjja? Siapa?"

"itu rahasia, sehunnie kenapa kau cerewet sekali cepat makan makananmu jika sudah dingin makannnya tidak akan enak" omel kyungsoo sedangkan sehun hanya menunjukkan cengirannya dan mulai menyantap makanannya bersama kyungsoo.

Setelah selesai makan mereka beranjak ke ruang tv, kyungsoo bilang ada drama bagus hari ini sebenarnya sehun tidak terlalu menyukai drama-drama bergenre romantis seperti ini tapi apa boleh buat dia hanya bisa duduk manis sambil memainkan game dihandphonenya di samping kyungsoo yang sesekali tersenyum dan kadang memekik kesal karena melihat adegan-adegan di drama itu. namun tak lama kemudian dia merasa ada sesuatu yang menimpa bahu kanannya. Namja albino itu hanya bisa tersenyum saat melihat wajah kyungsoo yang begitu tenang saat tidur, sepertinya yeoja bermata bulat itu kelelahan hari ini .

- ChanLu Side –

Chanyeol baru saja mematikan mesin mobilnya, luhan langsung keluar dari mobil itu dan segera berlari memasukki kediaman keluarga Park yang bisa dibilang mewah ini membuat chanyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Maknae Park yang tampan pulaaang" sapa chanyeol pada orang-orang yang ada di rumahnya. Kris yang kebetulan sedang di ruang tamu bersama tao –yeojachingunya- hanya memandangnya dengan tatapan malas.

"wae? Sirik eoh keke" ucap chanyeol sambil terkekeh melihat ekspresi hyungnya itu

"untuk apa aku sirik padamu? Semua orang juga tau apa yang kau ucapkan barusan hanya bualan belaka"

Bukannya marah chanyeol malah tertawa sambil melempar bantalan kursi tepat pada wajah Kris membuat kris memekik marah namun sepertinya ia sedang malas berdebat dengan dongsaeng kurang ajarnya itu jadi dia membiarkan saja saat chanyeol melenggang memasuki rumah dengan cengiran khasnya.

Chanyeol pun berjalan menuju ruang tengah karena dia mendengar suara luhan dari arah sana. Dan ternyata benar sekarang Luhan tengah duduk di samping eommanya sambil menceritakan semua yang di alaminya hari ini.

Chanyeol menghampiri mereka dan segera duduk tepat di tengah mereka "acara curhatnya sudah selesai sekarang giliranku bermanja-manja pada eomma" ucapnya sambil memeluk eommanya dari samping dengan sangat manja

"Yaa park chanyeol apa yang kau lakukan aku sedang curhat pada eomma" pekik luhan sambil memukuli punggung chanyeol yang memang sedang memunggunginya

"tidak bisa, sekarang ini giliranku" balas chanyeol yang masih setia memeluk eommanya sedangkan Tiffany –eomma chanyeol- hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak bungsunya ini yang memang sangat hobi menggoda Luhan

"eommaaaa~~" rengek Luhan dengan nada manja membuat chanyeol terkekeh mendengarnya

"hey nona manis ini eommaku bukan eommamu kau tidak boleh memanggilnya 'eomma' "

"tapi kan sebentar lagi ia akan menjadi eommaku juga" elak Luhan sambil berusaha melepaskan pelukan chanyeol pada tiffany

"ya tapi kan belum, jadi dia bukan eommamu. Jika kau mau curhat dan bermanja-manja sana pada eommamu saja" canda chanyeol sambil memeletkan lidahnya. Tapi itu sama sekali tidak lucu bagi Luhan karena dia langsung terdiam saat mendengar ucapan Chanyeol

"oke" ucap luhan dengan nada serius "aku akan bermanja-manja pada eommaku, aku akan pulang ke china besok" lanjutnya sambil beranjak menuju kamarnya di lantai dua (disini Luhan memang tinggal bersama keluarga Park di Seoul karena keluarganyanya masih berada di china)

"chanyeol itu tidak lucu, lihat lah Luhan jadi marah" omel eommanya

"tenanglah eomma dia tahu aku hanya bercanda, dan dia tidak akan serius dengan ucapannnya. Sebentar lagi dia juga akan keluar karena lapar dan ingin makan keke" kekeh chanyeol sambil melepaskan pelukannya pada sang eomma

Sekarang sudah menunjukkan jam makan malam tapi Luhan masih belum keluar dari kamarnya membuat orang-orang di rumah ini khawatir. Apalagi Nyonya Park dia nampak sangat gelisah.

"hey Park Do-Bi cepat minta maaf pada Luhan dan ajak dia makan bersama" ucap Kris dengan nada memerintah. Dia sudah tahu masalahnya karena Tiffany sudah menberitahu semuanya tadi

"hyung mu benar sayang. Cepat minta maaf pada Luhan kau mau jika luhan benar-benar akan pulang ke china besok" timpal Tiffany namun chanyeol masih diam di kursinya

"Park Chanyeol kau dengar apa yang di katakan Hyung dan eommamu?" tanya appanya, Park Siwon

"ne ne ne, kalian ini cerewet sekali" gerutu Chanyeol, ia pun segera menuju kamar Luhan

Setelah berada di depan kamar Luhan, chanyeol pun mulai mengetuk pintunya pelan

"Lu.. buka pintunya Appa, eomma dan si Ben Ben sudah menunggumu di meja makan" ucapnya lembut tapi luhan sama sekali tidak menyahut

"Lu.. aku tahu aku salah mianhaeee~~~ kajja kita makan dulu aku tahu kau sudah sangat lapar"

"Lu-"

CEKLEK

Tiba-tiba saja pintu dihadapannya terbuka dan menampakkan sesosok yeoja cantik dengan balutan piama pink bermotif hello kitty yang lucu, chanyeol pun tersenyum manis melihatnya namun senyumannya luntur(?) saat menyadari mata yeoja dihadapannya ini sedikit bengkak.

"aku tidak lapar, tolong katakan pada eom- ah maksudku Fanny ajumma, Siwon ahjussi dan Kris Gege untuk tidak mengkhawatirkanku karena aku tidak apa-apa" Luhan pun berniat untuk menutup kembali pintu kamarnya namun chanyeol segera menghalanginya dan langsung masuk kedalam kamar yang di dominasi oleh warna putih dan biru ini

Kamar ini sebenarnya milik Park Yura, anak pertama dari keluarga Park namun ia sedang berada di China untuk meneruskan Studi nya. Dan dia sendiri jugalah yang menyuruh Luhan untuk menempati kamarnya, karena dia takut jika terlalu lama di tinggal kamarnya bisa jadi angker, ah entahlah keluarga ini memang sedikit aneh.

"Lu kau menangis?" tanya chanyeol. Nampak jelas di wajahnya jika ia sangat mengkhawatirkan Luhan

"ani" jawab luhan pelan dan segera mengalihkan pandangannya lalu duduk di tepi ranjangnya memunggungi chanyeol. Chanyeol mengikutinya dan matanya langsung terbelalak (?) saat melihat beberapa koper yang sudah tersusun rapi di salah satu sudut kamar ini.

"aigo~~ Lu kau tahu kan jika tadi aku hanya bercanda?" tanyanya. Tapi luhan tidak menjawabnya sama sekali membuat chanyeol segera merangkul bahunya lalu membawanya kedalam pelukan hangat seorang park chanyeol (ceilee) 'dia sensitif sekali, 'hah pasti sedang PMS' batin chanyeol, yaaa wajar luhan kan wanita dan chanyeol sangat tahu apa penyebab dari sifat luhan jika tiba-tiba sensitif seperti ini jadi lebih baik ia mengalah.

"mianhae, kau tidak akan pulang ke china besokkan?"

"I will" jawab Luhan dalam pelukan chanyeol

"Lu~~"

"kau menyebalkan Park Do-Bi" gumam Luhan

"tapi kau menyukainya kan? Kekeke"

"cih siapa juga yang menyukaimu" Luhan langsung melepaskan diri dari pelukan chanyeol dan mendorong chanyeol agar menjauh darinya

"haha arraseo, jadi bagaimana kau sudah memaafkanku?" tanya chanyeol sambil memainkan alisnya

"siapa juga yang mau memaafkanmu" ucap Luhan dengan nada sinis

"bagaimana jika dengan sebuah ice cream berukuran jumbo"

"kau pikir aku bocah ingusan"

"traktir makan sepuasnya?"

"..."

"belanja ke mall sepuasnya?"

"..."

"haah baiklah bagaimana jika aku akan mengabulkan satu permintaanmu"

"..."

"apapun itu" lanjut chanyeol

"Jinjja?" Pekik Luhan kegirangan sedangkan chanyeol hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis

"ne, apa keinginanmu?"

"aku belum yakin jadi aku akan memintanya nanti saja"

"oke, kalau begitu kau sudah memaafkanku kan?" Luhan mengangguk lucu

"kau tidak akan pulang ke china besok?" tanya chanyeol lagi dan Luhan masih menjawabnya dengan anggukan

"dan kau-"

"YAA Dobi sampai kapan kau akan berbicara, ayo kita kebawah aku sudah sangat lapar" ucap Luhan dengan wajah kesal namun sangat lucu sambil menarik chanyeol untuk keluar dari kamarnya dan segera bergabung dengan keluarga Park yang sudah menunggu mereka untuk makan bersama

Chanyeol hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Luhan yang sangat kekanak-kanakan 'sifatnya tidak pernah berubah dari dulu, tapi itulah yang membuat semua orang menyukainya' pikir chanyeol

- KaiBaek Side –

"Kai sebenarnya kau mau membawaku kemana?" tanya seorang yeoja dengan nada kesal entah yang keberapa kalinya karena sedari tadi kai hanya membawanya berkeliling kota

"ish kenapa kau cerewet sekali Byun Baekhyun" desis kai sambil menepikan mobilnya di depan sebuah taman yang tidak terlalu ramai

"YAK" pekik baekhyun saat melihat Kai keluar dari mobil lalu meninggalkannya sendiri disana.

Yeoja dengan rambut coklat sebahu itu merutuki dirinya sendiri yang mau saja pergi bersama playboy berkulit Tan ini "jika tau akan seperti ini lebih baik aku menelpon Appa saja untuk menjemputku" sesalnya

Baekhyun langsung menolehkan wajahnya ke arah kanan saat mendengar ada orang yang mengetuk-ngetuk kaca jendela disampingnya itu.

"wae?" tanyanya dengan ekspresi malas. Kai tersenyum melihatnya lalu ia memberi kode agar baekhyun segera keluar dari mobil, dan yeoja itu pun menurutinya meski dengan ekspresi wajah yang di tekuk

"ige, kau pasti haus karena sedari tadi mengomel terus"ucap kai sambil menyodorkan sekaleng minuman soda pada baekhyun

"Kai sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" tanya yeoja itu sambil mengikuti kai yang sudah duduk di salah satu bangku taman yang ada disana "jika kau ingin menjadikanku salah satu koleksi yeojachingumu maaf saja tapi aku tidak akan pernah sudi" celoteh baekhyun membuat Kai terkikik

"tenang saja aku tidak akan menjadikanmu salah satu koleksi yeojachinguku, kau bukan tipeku keke"

"terserah kau sajalah, lalu apa alasanmu membawaku kesini Kim Jongin cepat katakan aku ingin pulang"

"tidak ada" jawab namja Tan itu santai

"YAISH LALU KENAPA KAU MEMBAWAKU KESINI" kai langsung mengalihkan pandangannya pada baekhyun saat mendengar yeoja disampingnya ini memekik cukup keras

"Baekhyun-ah jangan berteriak seperti itu chanyeol tidak menyukai yeoja yang suka berteriak" entah kenapa saat mendengar penuturan kai barusan baekhyun langsung bungkam

"keke aku hanya mau membantumu saja"lanjut kai sambil meminum minuman soda yang ada ditangannya

"apa maksudmu?"

"kau harusnya berterima kasih padaku karena aku telah 'menolong'mu jika tidak, mungkin sekarang kau sedang menjadi obat nyamuk diantara mereka" jelas Kai masih dengan nada santainya

"..."

"aku tahu kau tidak suka melihat keakraban mereka"

"so' tau sekali kau" akhirnya baehyun pun kembali mengeluarkan suaranya. Tapi entah kenapa kai malah terkekeh saat mendengar kalimat baekhyun

"kau menyukai chanyeol kan ?" tanya kai to the point membuat baekhyun membelalakan matanya

"ani, jangan asal bicara Jongin-ssi" kesal baekhyun sambil mempoutkan mulutnya

"sayang sekali tapi wajahmu yang memerah itu tidak bisa berbohong" baekhyun langsung memegang wajahnya yang ia rasa memang sedikit memanas akibat pertanyaan kai tadi

"aku benar kan?" tanya kai lagi sambil menaikkan sebelah alisnya sepertinya baekhyun tidak berniat untuk menjawab pertanyaan tersebut

"sudahlah aku ingin pulang, eommaku pasti sudah menunggu di rumah" ucap baekhyun yang langsung mengalihkan pembicaraan

"chankamman. Aku kan sudah tau rahasiamu apa kau tidak mau mengetahui rahasiaku?"

"apa kau pikir itu penting bagiku?"

"keke tidak juga sih, hanya saja aku kira kita bisa berteman baik setelah ini. Kau tahu sebenarnya kita memiliki nasib yang sama"

"nasib yang sama?" baekhyun memiringkan kepalanya lucu sambil menatap kai dengan wajah penasaran

"ne, kau tidak suka melihat keakraban antara luhan dan chanyeol kan? Dan mereka adalah sahabatku. Sedangkan aku ?aku tidak suka melihat keakraban antara sehun dan kyungsoo, dan mereka adalah sahabatmu" jawab kai pelan

"MWO? kai apa maksudmu? Apa kau menyukai Kyungsoo?" tanya baekhyun yang entah mengapa tiba-tiba menjadi histeris. Tapi kai tidak menjawab karena namja itu malah berjalan kearah mobilnya

"HEY Kim Jongin jawab aku" pekik baekhyun sambil berlari mengejar kai yang sudah mulai memasuki mobilnya

"YAAA AKU TIDAK AKAN PERNAH RELA JIKA KAU MENDEKATI KYUNGSOOO, DIA TERLALU BAIK UNTUK PLAYBOY INGUSAN SEPERTIMU KIM JONGIN"

Hari ini Kim Keybum selaku salah satu dosen yang bertanggung jawab untuk membimbing club seni di SM Univerity ini mengadakan rapat dadakan dengan semua pengurus Club Seni. Sekarang mereka semua sudah berkumpul di aula utama yang ada di gedung ini, Dosen yang lebih senang disapa Key Songsaengnim ini baru saja membuka acara rapat siang ini di sampingnya ada Kris yang merupakan Ketua Club Seni.

"Aku sudah memiliki konsep untuk acara tahun ini jadi kalian tinggal menjalankannya saja"

ucapnya pada semua peserta rapat yang hadir pada siang ini "aku sudah membagi beberapa kelompok dan setiap kelompoknya harus memberikan minimal 5 jenis pertunjukan terserah kalian akan menunjukkan apa yang penting masih berbau seni, dalam 1 kelompok terdapat 4-5 orang mentor dan minimal 6 orang anggota club seni yang menjadi hoobae kalian saat ini para mentor pun harus ikut serta dalam acara ini, apa ada pertanyaan?" tanyanya

Suho selaku ketua grup Vokal pun mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan "apa kami bebas merekrut anggota dari grup mana saja? Maksudku tidak hanya terfokus pada satu bidang seni" tanyanya setelah key menganggukan kepala tanda memberi ijin ia untuk berbicara

"ne, kalian bebas merekrut anggota grup manapun selagi ketua grup itu mengijinkannya" jawab Key "ada pertanyaan lagi?" semuanya nampak hening berarti tidak ada pertanyaan lagi

"oke aku akan langsung mengumumkan kelompok mentornya dulu, yang namanya aku panggil harap segera bergabung dengan kelompokknya, baiklah kelompok mentor pertama adalah Bang Yongguk, Kim Himchan, Ham Eunjung, dan Lee Chaerin" keempat orang yang di pannggil pun langsung berkumpul di meja sebelah kanan

"kelompok kedua adalah Kris Park, Kim Joonmyun, Kim Minseok dan Zhang Yixing" mereka berempat juga segera berkumpul di sebelah kelompok mentor 1

Setelah membagi semua kelompok yang jumlahnya mencapai 7 kelompok rapat pun terus berlanjut sampai petang dan menghasilkan pembagian tugas untuk melatih, jadwal latihan sampai sususan acara semuanya sudah dicatat dengan rapi oleh minseok selaku sekretaris club seni.

"ah hampir saja aku lupa" ucap Key sebelum ia menutup acara rapat kali ini "Sooman sajangnim telah merequest sebuah penampilan padaku, ia ingin melihat Kris dan Lay berkolaborasi seperti tahun kemarin"

"MWO?" pekik Kris, Lay, Suho dan Xiumin hampir bersamaan

"wae? Kalian tidak mau? Ini permintaan rektor bukan aku, ingat itu" ucap Key dengan nada tegas "dan beliau ingin mendengar kalian menyanyikan lagu 'call you mine' lakukanlah yang terbaik untuknya" Key pun segera keluar dari ruangan ini setelah mengucapkan kalimat itu dengan santai.

Kris segera membereskan barang-barangnya lalu ikut keluar dari ruangan ini dengan tampang masam. Minseok menoleh kearah Lay yang tengah termenung

"aku tidak mauuuu" ucapnya yeoja berdimple itu lihir

"apa boleh buat, kau dengar sendirikan yang merequest pertunjukan itu adalah rektor kita" ucap minseok pasrah sambil menatap prihatin pada sahabatnya

"sudahlah, kau pasti bisa lay semuanya akan baik-baik saja" ujar namja dengan senyuman angelic itu sambil mengelus punnggung Lay

***
keesokan harinya semua anggota club seni disuruh berkumpul di aula tempat rapat kemarin hanya saja kali ini tidak ada Key Songsaengnim karena beliau sedang ada tugas lain jadi Kris lah yang bertugas untuk memimpin pertemuan hari ini, Kris sudah menjelaskan semua hasil rapat kemarin pada seluruh anggota club seni dan sekarang adalah waktunya pembagian tugas dan kelompok baru.

"cepat bacakan hyung kau ini lama sekali" protes chanyeol tidak sabaran membuat kris mendelikan matanya

"baiklah kelompok pertama yang akan di mentori oleh Yongguk-ssi, Himchan-ssi, Eunjung-ssi, dan Chaerin-ssi berjumlah 10 orang karena kelompok ini akan menampilkan drama musikal jadi membutuhkan banyak anggota" ucap Kris "anggotanya adalah Choi Sulli, Park Jiyeon, Bae Suzy, Park Luna, Lee Jieun, Lee Taemin, Lee Hyunwoo, Choi Zelo, Jung Daehyun dan Yang Yeseob" semua orang yang merasa namanya dipanggil pun segera berkumpul dengan mentor mereka

"oke kelompok ke dua akan di mentori olehku, Joonmyun-ssi, Minseok-ssi dan Yixing-ssi dan kami akan merekrut 8 orang karena kami ingin menampilkan perpaduan dari seni vokal dan dance anggota kelompoknya adalah Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Xi Luhan , Huang Zitao, Park Chanyeol, Kim Jongin, Oh Sehun dan Kim jongdae" ketiga trio abnormal itu langsung saling merangkul dan melompat-lompat tidak jelas karena mereka tergabung dalam 1 kelompok, begitu pun dengan baekhyun, kyungsoo dan Sehun mereka juga nampak senang. Luhan hanya bisa tersenyum dan mengajak Tao bergabung bersama Chanyeol, kai dan jongdae dan kris pun meneruskan tugasnya untuk membacakan pembagian kelompok

"waaah baekkie kyunggie kita sekelompok yaa, aku senang sekali" ujar Luhan, kyungsoo yang berdiri disampingnya pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju membuat baekhyun juga ikut tersenyum bahagia

"Kris apa kau sudah melihat file pembagian tugas yang di bawa minseok kemarin?" tanya Suho saat mereka tengah ada di kelas, ya Kris dan Suho adalah teman sekelas dulu mereka berdua selalu bersama namun ada sesuatu hal yang membuat persahabatan mereka menjadi merenggang.

"sudah" ucap Kris tanpa mengalihan pandangannya dari smartphonenya.

"ah bisa kau jelaskan padaku?sebenarnya aku belum sempat melihatnya" Berbeda dengan Kris yang selalu menjaga jarak dengan Suho, namja pemilik senyum menawan ini tetap memperlakukan kris seperti biasa.

"ck" Kris sedikit berdecak malas untuk menanggapi

"ah jika kau tidak mau juga tidak apa-apa biar aku tanya langsung sendiri saja nanti pada minseok" ucap suho sambil tersenyum ramah dan mulai melangkahkan kakinya untuk keluar kelas

"kelompok Kita akan menampilkan 5 pertunjukkan" ucap Kris membuat Suho menghentikan langkahnya dan kembali membalikan badannya "yang pertama ada pertunjukan grils grup dari ke 6 anggota yeoja, penampilan kedua kau akan berduet dengan Jongdae, ketiga aku akan berkolaborasi lagu rapp dengan chanyeol lalu akan ada Kai dan Sehun yang akan menari, ke empat kita semua akan menyanyi bersama sambil menari secara berpasangan, dan yang terakhir... aku dan Lay akan berkolaborasi menyanyikan lagu Call You Mine sesuai permintaan rektor"

Suho kembali tersenyum setelah mendengar penjelasan Kris "oke, gamsahamnida Kris sampai bertemu di tempat latihan" ia sedikit membungkukkan badannya lalu segera pergi meninggalkan kelas masih dengan senyuman yang terpampang di wajah tampannya

"satu lagi" ucap Kris yang lagi-lagi membuat langkah Suho terhenti "aku sudah menamai kelompok Kita, namanya EXO minseok dan Lay juga sudah tahu"

"ah nama yang bagus, baiklah kalau begitu aku ke gedung seni dulu" dan akhirnya suho pun benar-benar meninggalkan kelasnya

'baru kali ini kris berbicara panjang lebar padaku setelah setahun terakhir ini' batinnya

TBC