Chapter 4.. Gomen.. Saya lupa mengupdate *Alasan!* dan juga author lagi bingung kelanjutan yang cocok buat fic nieh.. Hehe *Plaak*..sebenarnya sengaja lama-lama biar readers menunggu.. Ahahhaaha *dihajar*.. Yang pastinya.. Author belum menyelesaikan ficnya.. Hehe.. XD.. Readers gomen yah.. Hehe,,
Nah Balas review..
Ame choco: haha,.. XD arisu liat dulu deh sapa yang jd saingan Sasuke.. XD..
Akasuna: haha YUP kyk abnormal *ditampar Sasuke* SIP!
Tsukimori: haha saya juga kaget *plaak* haah XD sebenarnya sih kebetulan dapat idenya.. Thaanx XD..
Rinha: XD pikir dulu deh mau yang mana.. Ahahaha XD.. Sipp!^^
Chiichii: lam kenal juga hehe..sebenarnya dalam cerita ini Sakura jarang masuk sekolah.. Jd pada gak sadar gitu.. Dan lagi penampilannya yang biasa saja. Hehe XD..
Kuroi: Thaaanx X3..
SakuIMO: hahaa thanx uda di fave dan review.. :)
arunaSasu: haha Thaaaanx hehe..
2Sasu: Sipp!
Ella-chan: Gomen.. dan gomen gy.. Request ceritanya bagus amat.. Jd pingin buat langsung.. *ditimpuk reader krna belum menyelesaikan 2 fic* oke deh arisu usahakan bisa PASTI! Hehe.. XD.. Hppy bdae deh buat ella chan..
Kiro: hwaa.. Arisu juga telat update nieh... Maafkan arisu.. ^..
Gw balik: hwaa.. Arisu lupa bikin AU.. Gomen.. Arisu bakal tambah.. Thaaanx atas sudah mengingatnya.. FiC ini OOC jd penokohannya gag asli.. Sipp arisu usahakan agar bagus..
KaterinaSasu:SIP! Hehe XD..
Tam:Thaaaaanx hehe XD sejuta thanx.. X3 miaaw..
Kirei: sipp! Update terus deh.. Kalo sakura mati sih nnti dipikirkan dulu,,
Annzie: wiih annzie bisa menebaknya.. Arisu terpesona.. Haha XD.. Makasih senpai.. Arisu memang baru memikirkan pemikiran itu,. Jd rada gak masuk akal sih.. Nnti arisu bikinnya bisa nyambung ma fic lain.. Reviewnya gak kejam koq.. Senang dapet kritik.. Hehe..
Aya: sipp! :)
Yoichiga: Arisu juga kangen ma kaliand.. Ahah * ditampar*. Oke deh.. Musti kudu SASUSAKU.. Haha XD.. SIP deh..hehe..
Uchirumaki:Thaanx yeaah akhirnya dapat semua.. *ditendang*
Nah.. Thanx yang uda review... XD seperti biasa, kita mulai chap 4 kita.. Ehehe.. *tanpa basa basi*
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: SasuSaku..
Warning: AU, OOC, Don't like? Don't read!
Rate: T
Genre: Romance/supernatural
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
I love you so much, Sakura
(Normal POV)
"Sasuke." panggil seseorang berambut kuning, Naruto.
"Hn?"
"Kita mau kemana?" tanyanya yang sudah beratus kali tapi tidak pernah dijawab oleh Sasuke. Sasuke masih diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Naruto.
"TEME! JAWAB DONG!" teriak Naruto yang sudah tidak sabar.
"Berisik." kata Sasuke sambil menutup telinganya, sedangkan Naruto hanya cemberut melihat sikap Sasuke. Sesampai di depan rumah Sasuke...
"Dobe, kamu tunggu disini." kata Sasuke pada Naruto. Lalu Sasuke berjalan masuk kerumahnya.
"Sasuke." ucap seorang gadis tembus pandang berambut pink yang datang ke hadapan Sasuke.
"Ayo kita pergi."
Sakura lalu mengganguk dan pergi mengikuti Sasuke. Didepan rumah sudah ada Naruto yang sedang cemberut menatap Sasuke.
"Ayo." kata Sasuke kepada Naruto. Naruto hanya mengikuti Sasuke dengan tampang cemberut.
.
Ting tong..
Bunyi bel yang di tekan oleh Sasuke di rumah yang mewah ini. Sakura melihat Naruto dengan tampang aneh. Wajahnya pucat seketika. Suara pintu pun terbuka. Terlihat seseorang berdiri di depan pintu. Matanya polos seperti lavender, rambutnya panjang dan mukanya yang tampan.
"Mau ngapain kalian bertiga kesini?" tanya lelaki itu.
Sakura membulatkan matanya begitu juga Naruto. Sedangkan Sasuke hanya bertampang datar.
"Ne.. Neji.. Kami hanya berdua." kata Naruto pelan kepada laki-laki yang bernama Neji itu.
"Yah, dengan gadis dibelakang kalian jadi bertiga." jawab Neji datar. Naruto yang bingung lalu melihat ke belakang yang sebenarnya ada Sakura, tapi tidak tampak oleh Naruto.
"Jangan takuti kami Neji, kamu bercandakan?" tanya Naruto dengan pucat. Neji menggelengkan kepalanya yang berarti tidak bercanda.
"Bolehkah kami masuk?" tanya Sasuke dengan datar ke arah Neji. Neji lalu mempersilakan mereka masuk. Sakura hanya terdiam karena Neji menatapnya dengan tajam.
"Jadi, ada keperluan apa denganmu, Sasuke?" tanya Neji duduk di depan mereka bertiga.
"Kamu bisa melihatnya bukan?" tanya Sasuke sambil melipat tangannya dan bersandar di sofa, sedangkan Naruto hanya duduk dengan tegang. Sakura berada di belakang Sasuke.
"Ya, Haruno Sakura." kata Neji datar. Sakura hanya menelan ludah ketika dia bertatapan dengan Neji.
"Haruno Sakura?" Naruto bertanya pada Neji sambil mengangkat alisnya.
"Apakah yang tau cuma kamu, Sasuke?" tanya Neji. Sasuke hanya mengganguk.
"Hei, maksud kalian apa sih?" wajah Naruto semakin pucat mendengar perkataan Neji.
"Aku ingin minta tolong, Neji" kata Sasuke dengan tampang datar.
"Ya, aku tau."
"Sasuke, siapa dia?" tanya Sakura sambil menatap Neji. "Dia bisa membantu kita untuk mengembalikan rohmu ke tubuhmu." kata Sasuke pada Sakura. Naruto hanya menelan ludah ketika melihat Sasuke berbicara pada seseorang.
"Jadi, bagaimana caranya?" tanya Sakura pada Neji. Neji hanya menggeleng kepalanya.
"Tidaklah mudah." kata Neji dengan pelan.
"Apa maksudnya?" tanya Sakura yang kini sudah lemas.
"Kamu harus menghapus orang yang dendam padamu." kata Neji yang membuat Sakura tercegang.
"Tentu saja kematianmu disebabkan oleh saudaramu itu karena balas dendam." sambung Neji lagi.
"Da.. Dari mana kamu mengetahuinya?" tanya Sakura gugup.
"Aku mempunyai indra keenam." Jawabnya datar. Naruto yang mendengar percakapannya hanya bisa terdiam. Dia tidak mengerti Neji berbicara dengan siapa.
"Dendam yang di alirkan membuat tubuhmu tidak menerima rohmu masuk." kata Neji dengan wajah yang serius.
"Rohmu yang saat ini disini, masih setengah dari rohmu yang ada ditubuhmu." sambung Neji sambil bersandar ke sofa.
"Berarti, masih ada setengah roh di tubuhku?" tanya Sakura yang dibalas anggukan Neji.
"Tapi, kenapa roh di tubuhku tidak menerima setengah rohku?" tanya Sakura yang bingung.
"Rohmu yang setengah adalah rasa kekhawatirmu. Dendam masa lalu yang di alami saudaramu membuat rohmu itu tidak ingin hidup lagi."
"Tidak ingin?" tanya Sasuke yang sadari tadi diam mendengarkan penjelasan Neji.
"Ya, dia membiarkan dirinya mati." Sakura hanya menelan ludah. Dia tidak tau bahwa setengah dari rohnya menginginkan dirinya mati.
"Kenapa rohku ingin membiarkan aku mati?" tanya Sakura dengan terburu-buru.
"Masa lalu, kesalahan, dan dendam. Kamu bisa mengingat masa lalumu dengan saudaramu. Apa yang terjadi dengan kalian berdua." kata Neji sambil melipat lalu menggingat kejadiannya di masa lalu.
~Flashback~
Sakura dan Konan adalah saudara yang sangat akrab di waktu kecil. Konan adalah anak dari kakak ayahnya Sakura. Sewaktu kecil pun, keluarga mereka sering bertemu saling berbagi kangen.
Waktu berjalan dengan cepat, ketika Sakura dan Konan berumur 6 tahun. Sakura dan Konan sedang bermain di taman rumah Konan. Tou-san dan Kaa-san Konan sedang duduk di bangku taman sambil tersenyum. Setelah itu, ayah dan ibu Konan datang mengunjungi Sakura dan Konan yang sedang memetik beberapa bunga dari taman.
"Sakura-chan, Jii-san dan Baa-san mau membeli sesuatu untuk hadiah pernikahan Tou-san dan Kaa-sanmu." kata Kaa-san Konan pada Sakura sambil berbisik.
"Sakura-chan bisa tidak menjaga Konan sebagai adikmu walau umur kalian tidak jauh beda?" kata Tou-san Konan dengan senyum. Sakura mengangguk tanda setuju.
"Nah, kalau gitu, Konan. Kaa-san dan Tou-san pergi dulu ya. Jaga baik-baik adikmu, Sakura." kalimat itu adalah kalimat terakhir yang di dengar Sakura dan Konan. Kalimat seperti perpisahan buat Sakura dan Konan.
~FlashBack End~
"A.. aku tidak tau" kata Sakura tidak mampu berkata apa-apa lagi.
"Cara agar rohmu balik adalah menghapus dendam Konan padamu, maka setengah roh dalam tubuhmu dapat kamu masuki. Kalau dendam itu tidak dihapus maka.." kata Neji lalu terdiam sebentar.
"Kau akan mati." kata Neji membuat semuanya tertegun. Sasuke hanya mampu terdiam, Sakura sudah mulai berkaca-kaca, sedangkan Naruto duduk dengan tegang.
.
Ditengah perjalanan, Sakura hanya bisa menunduk sedih karena dirinya tidak bisa kembali dan lagi menghapus dendam Konan. Dirinya dan keluarganya memang merasa sangat bersalah atas kematian orang tua Konan. Karena mobil yang dipakai orang tua Kona adalah mobil orang tua Sakura, dan lagi rem mobil itu rusak.
"Hei." panggil seseorang pada Sakura. Sakura mengangkat kepalanya, dan melihat seseorang yang memanggilnya.
"Masuk dalam tubuh Naruto." kata Sasuke yang membuat Sakura begitu juga Naruto terkejut.
"A.. Apa maksudmu, Teme?" kata Naruto bingung dengan wajah setengah pucat.
"Kau tidur saja, Dobe!" perintah Sasuke benar-benar membuat Naruto semakin pucat.
"Tunggu dulu, Teme! Aku tidak mengerti! Kenapa harus tubuhku?" Naruto melihat sekeliling jalan mencari sosok Sakura.
"Karena aku membutuhkannya, makanya aku ajak kau, Dobe!" kata Sasuke sambil berjalan lurus, sedangkan Sakura mengikutinya sambil melihat Naruto yang sudah pucat pasif.
"Tenang aja, lagian Idolamu yang masuk ke tubuhmu." kata Sasuke berhenti berjalan dengan senyum licik.
"Sakura?" Kali ini raut mukanya menjadi agak sedikit senang.
"Hn." kata Sasuke lalu melanjutkan perjalanannya.
"Kalau Sakura sih, gak apa-apa deh." kata Naruto sambil mengangkat tangannya dan melipatnya dibelakang kepalanya.
"Tidur." kata Sasuke dengan datar.
"Disini?"
"Ya, Dirumah, baka!"
"Huh!"
Sakura hanya bisa diam dengan ide Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya tersenyum licik..
to be continued
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Arisu bener-bener kejam pada reader.. XD ehehe *dihajar reader*
Reader: kenapa Ficnya pendek amat? Padahal kami uda nunggu lama.. Huuh..
Arisu: Gomen.. Arisu sibuk akhir'' ini..
Reader: POKOKnya harus update besok..
Arisu: gag jnji loh..
Gomen buat reader uda nunggu lama fic ini.. Arisu benar-benar sibuk.. XD...
Reader maunya update besok? Ato besok-besok? Atau besok besok besok? *dihajar*..
Nah silakan review..^^ XD..
