This is me..
Welcome!
"Maaf, aku terlambat." Namja itu melepas jaketnya yang basah karena tetesan air hujan yang menguyur hampir seluruh seoul. Meletakkan benda itu di kursi yang ada disampingnya, lalu duduk dikursi satu lagi. Suasanna cafe ini lumayan sepi mungkin karena hujan yang cukup lebat sehingga membuat orang-orang malas untuk melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah mereka yang hangat.
Namja yang ada didepannya hanya memperhatikan namja itu dengan seksama. "Kau tahu berapa waktu yang harus aku buang hanya untuk menunggumu,Jung Yunho."
"Serius, aku harus menggunakan bus untuk datang kemari. Jangan marah karena 15 menit yang terbuang sia-sia. Kau bahkan pernah membuatku menunggu selama 3 hari."
"Kau yang muatku koma saat itu."
"Sudahlah.. Jangan membahas hal itu lagi." Namja itu menekuk wajahnya seketika. "Kau tahu aku tidak sengaja melakukannya. Aku bahkan tidak tahu jika ia akan menabrakkan mobilnya langsung seperti itu."
"Kau ingin pesan apa yunho?" Namja yang ada didepannya memberikan daftar menu padanya lalu tangannya mengambil smartphone keluaran terbaru dari dalam sakunya dan mulai memainkan benda itu.
"Aku sudah makan. Mungkin segelas kopi bagus untuk cuaca yang dingin ini."
"Baiklah. Pesankan juga untukku satu."
Mendengar kata-kata itu rasanya yunho ingin melempar namja yang ada didepannya ini dengan kursi yang ada didekatnya. Jika tidak ingat namja itu selalu ada disampingnya bahkan dalam keadaan sulit yang menimpanya. Namja bermarga park itu akan selalu mengulurkan tangannya dan memberikan tempat yang aman bagi yunho dan keluarga kecilnya. Sudah, tidak tahu lagi bagaimana cara yunho untuk berterima kasih.
Dengan berat hati yunho memesankan dua cangkir kopi dan sekarang kopi itu sudah berada diatas meja dengan kepulan dari dalam gelasnya. Yunho menyesap kopinya perlahan, terasa pekat kopi dan rasa hangat menjalar didalam tenggorokan dan dadanya.
"Ku dengar kau dekat dengan putri boss di kantormu." Masih dengan pandangan yang fokus pada layar smartphone terbarunya. "Apa rencanamu?"
"Tidak ada. Aku belum memikirkannya. Hanya ingin membuat perusahaan itu bangkrut dan mengambil lagi perusahaan milik appa dan eommaku."
"Ehm, kau perlu bantuan apa?"
Yunho mengerutkan dahinya. Bukankan namja ini yang mengajaknya bertemu untuk memberikan tahukan sesuatu kenapa jadi malah seperti ia yang sangat ingin bertemu dengan namja ini. "Aku tidak ada. Bukankah kau mengajakku bertemu untuk membicarakan sesuatu. Kenapa jadi aku sepertinya yang membutuhkanmu?"
"Aish, aku jadi lupa. Kau membuatku menunggu dan melupakan hal penting yang harus ku katakan."
'PABO!' Batin yunho. "Jadi apa yang terjadi,chun?"
Yoochun meletakkan smartphonenya. "Aku sudah menanda tangani perjanjian pada perusahaan CHO jika kita akan membatu bisnis gelap mereka sementara mereka menarik seluruh asset mereka dari perusahaan GO. Hal itu akan membuat perusahaan GO mengalami kerugian 30%, sebagai gantinya kau dan aku harus membantu perusahaan CHO untuk mengamankan segala bisnis gelap mereka."
Yunho tersenyum mendengar ucapan yoochun tidak percuma jika yoochun merupakan cucu dari yakuza yang paling ditakuti di Jepang. "Hanya itu yang mereka inginkan?"
"Ya. Sementara itu. Appa akan berusaha membuat kesepakatan kerja dengan perusahaan GO lalu mengahancurkan mereka seketika. Memanipulasi itu gampang yunho. Kau tahu berapa banyak hutang perusahaan itu karena manipusali yang kau lakukan dengan seunghyun?"
"Aku tidak ingat. Seunghyun yang melakukan semuanya, tidak ada yang menyangka jika ia sosok yang sangat bisa diandalkan dalam situasi apapun."
"Aku menyukainya."
"Nado."
"Seharusnya kita mengajaknya untuk menikmati secakngkir kopi."
"Ya, seharusnya!"
Tapi yunho dan yoochun hanya kembali diam menikmati suasana damai ini tanpa menelphone seunghyun. Bahkan ketika pesanan mereka datang kedunya sama sekali tidak memberikan respon apapun yang berarti. Keduanya terbiasa seperti ini, diam dulu baru mulai berbicara jika memang ada topik yang mengasikkan.
**wings**
"Apa yang akan kau lakukan setelah jam makan siang?" Tanyanya dengan harapan pria yang didepannya ini akan mengajakkanya makan siang. Dia bahkan rela harus berjam-jam di salon agar terlihat lebih cantik dan anggun secara bersamaan. Setelah itu, langsung pergi menuju kantor appanya dan bertemu dengan pria ini. Bukannya menemui appanya terlebih dahulu.
"Pulang."
"Bukannya jam selesai kantor itu jam 5 sore?" Tanyanya membeo. Dia sendiri bahkan tidak tahu jam berapa selesai kerja di kantor appanya yang super besar ini. Maklum saja selama ini kan dia menjadi ratu yang selalu menikmati segala hal dengan uang yang dihasilkan para pegawai di kantor appanya.
Pria berwajah dingin bernama langkap Jung Yunho itu, memutar kedua bola matanya bosan menanggapi wanita yang ada didepannya ini. Walaupun cantik tapi baginya ada orang lain yang lebih cantik melebihi siapapun didunia ini. "Mungkin. Aku tidak tahu dan lagi semua pekerjaan ku sudah selesai jadi aku bisa pulang."
"Baiklah." Raut kecewa menghiasi wajahnya. Seminggu ini sudah ntah berapa kali ia datang ke kantor hanya demi bertemu yunho tapi tidak pernah bisa dan sekali ini mereka bertemu keadaan yang merusaknya. "Aku tadi ingin mengajakmu untuk makan siang sebenarnya. Apa masih bisa makan siang dahulu dan setelah itu pulang?"
Wajah yunho menujukkan seperti jika ia sedang mempertimbangkan tawaran wanita yang ada didepannya tapi sebenarnya ia hanya memikirkan jam berapa anak evilnya itu selesai belajar di TK. "Aku tidak bisa. Aku sudah berjanji pada jaejoong untuk menjemput minnie di TK dan makan siang bersama mereka."
"Mungkin lain kali bisa."
"Mungkin." Yunho melirik sekilas arloji yang ada dilengan kirinya. "Baiklah. Aku harus pergi." Tanpa menunggu jawaban dari ara. Yunho langsung berjalan meninggalkan wanita itu yang masih mematung mentapanya.
.
.
Kaki kecilnya langsung berlari begitu melihat sosok appanya yang sedang berdiri disamping mobil. Changmin bahkan melupakan kyuhyun yang tadi bersamanya. "APPA!" Katanya dengan nada yang penuh keceriaan. Wajar saja. Appanya bisa dikatakan hanya beberapa kali menjemputnya langsung seperti ini dan sedari tadi begitu banyak pasang mata yang perhatiakan yunho sejak namja itu tiba di depan TK changmin.
"Kajja... Kita harus menjemput eomma sebelum eomma mengamuk." Kata yunho lalu membawa changmin dalam gendongan ala koala dan berjalan mengitari salah satu sisi mobilnya untuk menaruh changmin.
"Kyunnie.. Appa!"
"Kyunnie?" Tanya yunho yang sudah mendudukkan changmin di bangkunya.
"Minnie, mau ajak kyunnie ke lumah."
Yunho menjauhkan tubuhnya dari changmin lalu menutup pintu mobilnya. Berjalan pelan masuk ke dalam TK tempat anaknya menimba ilmu dan mencari si kecil evil satu lagi.
Changmin hanya duduk diam didalam mobil. Appanya memang seperti ini tidak terlalu banyak bicara dan langsung melakukan yang ia inginkan. Tidak lama kemudian hanya berselang 10 menit yunho sudah kembali dengan kyuhyun yang bergandengan tangan dengannya. Yunho mendudukkan kyuhyun dan changmin dibelakang dan memasangkan savetybelt keduanya lalu menjalankan mobilnya.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di universitas tempat jaejoong yang sedang berusaha untuk menyelesaikan pendidikannya. Ketiganya menunggu jaejoong dengan sabar. Changmin sejak tadi bercanda dengan kyuhyun sementara yunho hanya memperhatikan keduanya.
"Appa.. eomma lama sekali. Minnie, lapar!"
"Sabar sebentar minnie."
"Tapi minnie lapal appa."
Yunho meraih smartphonenya dari dalam saku dan dengan secepat kilat ia menghubungi jaejoong yang sejak tadi tidak menampakkan batang hidungnya. Yunho menyerahkan smartphonenya pada changmin begitu terdengar suara jaejoong dari seberang. "Eomma..." Changmin langsung dengan semangat mengambil smartphone appanya.
"Eomma."
"Omo... minnie." Jaejoong sedikit terkejut saat mendengar suara anak sematawayangnya. "Sebentar, ne minnie chagi. Eomma sudah di dekat mobil appa."
"Palli eomma! Minnie, lapal!" Changmin memerintah eommanya lalu tertawa kecil dengan tingkahnya sendiri. Kyuhyun hanya memperhatikan changmin dengan sek sama.
Jaejoong yang sedari tadi sudah berjalan ke arah pintu masuk kampus langsung melihat mobil hyungnya. Dengan langkah yang sedikit seperti berlari ia menghampiri mobil itu dan langsung masuk kedalamnya. "Mianhae.. eomma telat." Ucap jaejoong begitu duduk dengan nyaman didalam mobil.
"Eomma, lama cekali. Minnie dan kyunnie sudah lapal." Changmin mulai mengerutu karena lapar. Maklum saja anak ini memang mudah sekali lapar.
"Kyunnie apa kabar?" Jaejoong berusaha mengacuhkan changmin yang sedang kesal sementara yunho disampingnya sedang mengemudikan mobil kearah restaurant yang sering mereka kunjungi.
"Baik.. Minnie eomma." Jawab kyuhyun.
"Eomma.." Changmin berusaha menarik perhatian eommanya.
"Apa minnie chagi?" Tanya jaejoong. "Minnie lapar. Bentar,nde kita akan makan di restaurant langganan appa dan eomma sebelum pulang."
"Jinjja?" Mata changmin berbinar-binar sekarang.
"Nde, eomma tidak pernah bohongkan."
**wings**
"Siapa yang bersama dengannya? Kenapa anak itu memanggil yunho dengan panggilan appa? Apa mungkin yunho memiliki anak dengan jung jaejoong yang satu universitas denganku." Begitu banyak pertanyaan yang berada didalam pikirannya sejak ia mulai membuntuti mobil yunho yang keluar dari kantor.
"Tapi yunho singel tidak mungkin ia sudah menikah... dan lagi jung jaejoong satu marga dengannya walaupun wajah keduanya tidak mirip sama sekali. Tapi anak itu mirip dengan yunho."
"Ahhkk... Kenapa harus seperti ini disaat aku ingin mengejarnya. Dia begitu sempurna jika harus dilepas. Jung Yunho, kau adalah millikku. Suka atau tidak suka."
"Aku akan memikirkan caranya untuk mendapatkannya.
**wings**
Keduanya langsung tertidur begitu mobil mereka berjalan menuju rumah setelah menghabiskan menu spesial dan seporsi es cream coklat dan puding mangga khusus buat changmin karena kyuhyun sudah merasa begitu kenyang.
"Keduanya sangat imut jika tertidur seperti ini."
"Hmm... Begitu bangun akan berubah menjadi titisan devil."
"Hyung, tidak boleh berkata seperti itu." Jaejoong mendeathlear hyung tercintanya. "Oh, ya hyung kenal dengan Go Ara?"
"Iya, kenapa boo?" Tanya yunho balik namun masih memfokuskan dirinya pada jalanan.
Jaejoong menatap wajah hyungnya namun tidak ada raut yang berbeda ketika dia bertanya tentang go ara yang mengaku menjadi pacar hyungnya dan datang menganggunya setiap hari. "Beberapa hari yang lalu dia menemui joongie dan mengatakan jika hyung adalah pacarnya. Arashi juga bilang pada joongie jika ayahnya ingin menjodohkan hyung dengan dirinya." Jaejoong menatap dengan tidak suka kearah yunho.
Yunho langsung menginjak rem mobilnya begitu jaejoong menyelesaikan kata-katanya. Dia bahkan tidak tahu jika yeoja itu menemui boojaenya. "Sial!" Yunho melanjutkan makiannya didalam hati. 'awas yeoja dan tua bangka itu!'
"Hyung.. kau mau membuat kita semua mati?" Marah jaejoong namun langsung reda begitu melihat changmin dan kyuhyun yang masih terlelap. Sama sekali tidak terganggu sedikitpun. Ya, wajar saja. Sekarang mereka sedang berada di kerumunan mobil yang saling mengantri jadi rem tiba-tiba yang dilakukan yunhoo tidak terlalu berdampak buat dua anak yang sudah terbang kealam mimpi.
"Bukan itu maksudku." Yunho juga langsung melihat keadaan changmin dan kyuhyun, ia bisa bernafas lega melihat keduanya baik-baik saja. "Boo.." Yunho dengan sedikit ragu menatap jaejoong.
"Apa hyung?" Jaejoong memasang wajah dinginnya.
"Aku memang mengenalnya. Dia anak dari memilik perusahaan tempat ku berkerja tapi bukan berarti mereka bisa memutuskan segalanya tentang ku seperti itu! Dan lagi aku sama sekali tidak menyukainya."
"Tapi kan hyung pernah bilang jika ada yang menarik di perusahaan GO dan maksud hyung dengan kata menari itu seperti ini?"
"Aniya... Sudah lah! Jangan dibahas lagi."
Jaejoong membalikkan padangannya menatap kearah luar jendela. "Baiklah. Lupakan saja! Maaf,hyung." Katanya.
"Aniya..."
"Gwenchana,hyung! Aku tahu ini bukan yang pertama kali." Jaejoong bahkan masih ingat bagaimana begitu banyak wanita yang dulu berusaha dekat dengannya namun pada akhirnya malah mereka yang menyakitinya hanya demi mendapatkan hyungnya.
Yunho menghela napasnya panjang. "Baiklah.. Maafkan aku soal ini bukan yang pertama kali." Yunho memberikan penekanan pada kata-katanya itu. "Tapi aku sudah berubah boo.. Aku sudah memiliki pekerjaan tetap walau dalam tanda kutip."
"Iya, joongie tau." Jaejoong tahu apa perkerjaan hyungnya dan komplotannya itu. Dia juga tahu apa yang merika incar tapi ia tidak tahu alasan kenapa hyungnya mengicar hal itu sejak dulu. Namja cantik yang masih membalikkan tubuhnya dari hyungnya itu. Kini menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Jangan memotong perkataanku." Yunho memberikan perintahnya. "Aku tahu, kau selalu khawatir pada ku boo tapi tenang saja. Aku akan selalu baik. Mereka menjaga ku!" Pandangan yunho menerawang jauh tanpak fokus kedepan namun kosong. "Aku ingin perusahaan keluarga kita kembali lagi kepada pemilik sahnya. Bukan Go tapi JUNG!"
"Aku akan membuat kehidupan kita lebih baik lagi. Tidak perlu kekurangan seperti dulu. Aku akan membuat dirimu dan minnie mendapat apa yang seharusnya menjadi milik kalian." Nampak sebuah senyuman tertera diwajah tampan jung yunho. "Dan soal wanita bernama Go ara itu. Jangan terlalu ambil pusing. Aku tidak memiliki masalah ataupun ketertarikan padanya. Kau tahu boo aku selalu mencintaimu."
"Nde."
Yunho menarik lengan jaejoong dan menautkan jari-jari keduanya. Erat dan hangat secara bersamaan. 'Aku akan membuat kalian mendapatkannya kembali.'
**wings**
"Ini fotonya..." Ia menyerahkan selembar foto. " Culik dia dan berikan sedikit pelajaran. Aku mau semua foto naked dirinya ada di mading kampus besok pagi!"
"Hanya itu?"
"Ya... Tidak perlu yang terlalu berat untuk awal percobaan." Ia tersenyum puas. "Ehmm, dan satu lagi. Pastikan dia tidak mengenali kalian dan jangan membuatku ikut masuk kedalam masalah atau aku tidak akan segan-segan untuk menyuruh penembak jitu menghacurkan kepala kalian bertiga."
"Kami bisa pastikan semuanya beres."
"Baiklah! Aku akan menunggu fotonya malam ini juga." Ucapnya lalu pergi meninggalkan ketiga pria yang ada didalam restauran mewah bergaya klasik.
**wings**
.
.
.
TBC
Sejujurnya ta agak lupa ini inti cerintanya apa...?
ya, semakin hari semakin gaje dan tadi ta khawatir dengan yunho dan minnie yang terlalu berani turun dari stage ke area penonton di LA... Sampai ada foto yunho yang kejambak gitu
Lebih dari itu... ta berdoa semoga yunho bear baik-baik aja dan cepetan sehat lah!
1 lagi hal lucu hari inii tentang Stan yang minta ke Cjes kalau YJS gak boleh datang ke konser tau beli album JYJ. Mereka itu gila atau gimana? Afta aja kalau boleh jujur lebih menyukai YJS n NYJS tp yg OT5 daripada stan yang hanya ngebela 1 sisi dan menyalahkan sisi lainnya.
Kita kan gk ada hak buat menyalahkan JYJ atau HOMIN karena kita gk tau apa2.. gk semua yang kita baca di berita, twitt, ataupun yang kita lihat 100% bener.. Bisa aja itu direkayasa...!
Cuma oppadeul dan tuhan yang tahu apa isi hati mereka...
jadi jangan judge 1 sisi karena keduanya pernah bersatu dan mungkin AKAN BERSATU KEMBALI SUATU SAAT NANTI!
^.^/
MAAF, afta bawel hari ini!
