Ada yang kaget baca title di atas udah last chapter? Hehehe..gomen, Minna-san~ Syuting mereka emang sampai di chap 4 kok!

Berhubung banyak yang mendukung si kecil Near supaya selamat, bahkan ada yang nodongin pistol ke saya (hayooo ngaku!) jadi saya bikin dia mati saja di sini!*kicked*

Hiyyeee..bercanda! pokoknya baca aja deh! Semoga tidak kecewa, minna-san~ yang kecewa, silakan tendang saja Matsuda! XD

Matsuda: "Kenapa aku dibawa-bawa segala?'


Trouble Baby

Disclaimer : Death Note © Takeshi Obata & Tsugumi Ohba

Rated : T

Warning : Buat yang suka, silakan baca. Dan buat yang gak suka tapi udah terlanjur kebuka, paksain aja buat baca! Nyahaha…XD

OOC, GaJe puoooollll, Jayus dan segudang kegilaan lainnya!

Just for fun


Saat ini L masih belum berhenti menangis. Udah berapa lama tuh dia nangis pas terakhir saya update fic ini? XD

Light sudah kehabisan akal demi-untuk-agar-supaya L tidak menangis lagi. Jadi Light hanya bisa menepuk-nepuk punggung L sampai L muntah darah gara-gara kuatnya itu tepukkan Light.

Padahal Light sudah bilang pada L kalau mau nangis itu jangan di sini. Malu dong! Ini kan di tempat umum.

Siapa juga sih yang gak bakalan sedih kalau orang yang kau sayangi mati kecebur ke sungai? Apalagi itu karena kecerobohanmu sendiri.

Masih segar dalam otak L kenangan-kenangan bersama si kecil Near.

Semua hal yang bagus-bagus tentang Near berputar kembali di pikiran L bagai kaset bajakan. Rambut putihnya yang mengingatkan L pada beruang kutub, giginya Near yang baru muncul dua, mengingatkan L pada Watari, lalu pancaran matanya yang imut yang bahkan bisa membuat shinigami macam Ryuk banting setir menjadi pengasuh bayi! Semua itu terlalu menyedihkan untuk diingat-ingat kembali.

Bagian di sebelah mananya coba yang bagus dari Near?

L juga ingat saat Near menendang bola di stadion lalu berlari-lari kecil sambil menarik kaosnya ke atas dan terpampanglah tulisan 'I LOVE YOU L' di kaos dalamnya. (Hah?) O.O

Tunggu sebentar, kayaknya ada yang salah. Itu bukan Near. Itu hanya sekumpulan balita dari iklan Bebebola yang ditonton oleh L tadi malam. Karena pada kenyataannya, Near belum bisa berjalan, apalagi lari-lari, APALAGI nendang-nendang bola!

Light ada dalam dua perasaaan saat ini. Perasaan senang dan juga sedih. Senang karena setan kecil Near sudah tidak ada lagi. Sekaligus sedih karena menyesal bukan dia yang melenyapkan si Near dengan tangannya sendiri. Jiah, bukannya sama aja kalo gitu mah?

"Jadi..Near sudah meninggal ya?" ucap Light pelan dan langsung mendapat tatapan menusuk dari L.

Tidak nyaman dipelototi oleh L, Light membuang mukanya ke arah lain. "Aku..aku hanya memikirkan masa depan!" ucap Light.

Ayolah, siapa juga yang bakalan suka dipelototi sama orang yang bola matanya hampir keluar kayak L gitu.


Markas Penyelidikan KIRA

Sudah dari tadi Soichiro hanya bisa berjalan mondar-mandir seperti setrikaan saja. Mereka sedang menunggu L dan Light setelah cuti mereka beberapa hari yang lalu. Hari ini L akan bertugas seperti biasanya. Tapi sudah dari empat jam yang lalu L dan Light belum juga menampakkan batang tubuhnya yang terpotong-potong. Bercanda, cing!

Karena tidak ada kerjaan, Matsuda memilih untuk nonton tv saja. Saat ini ada film favoritnya Matsuda sih!

Klik

"Bingung milih pasangan yang sesuai dengan kamu? Jangan khawatir. Ketik REG spasi JODOH kirim ke 3993. Sekali lagi-"

Klik

"-Bola kembali melambung tinggi. Kali ini giliran nomor punggung 41 yang menggocek, yang saya tidak tahu namanya. Dan..dan...apa yang terjadi penonton…GOOOLLL…ternyata sang kiper ngompoooll…"

Klik

"Jangan ambil uangkuuu…perkosa saja suami dan anak-anak saya, asal jangan ambil uang-"

Klik

"Sebuah bajaj menghantam pesawat terbang di seputaran Bandara-"

Klik

"Lucky cha cha cha…Lucky chi chi chi…Lucky cho cho cho…Lucky-"

Klik

"Maaf, pak! Kami dari tim Termelet-melet mau-"

"Apa-apaan nih? Kenapa ada kamera-kamera segala? Bubar gak! Saya kan tadi udah bilang kalo saya itu bukan psikopat! Mas jangan nyolot ya-"

Klik

"Ya, penonton sekalian…dan playlist kita kali ini adalah-"

Klik

"-Dasar kucing garong! Kenapa kau tidak pergi saja dengan janda kembang itu? Aku sudah muak melihat wajah cabulmu itu-"

"Jadi kau bilang wajahku ini cabul?-"

klik

"MATSUIII...DASAR BODOH! Kau pikir kau itu menembak siapa, hah! Kalau mau tembak, tembak saja yang lain, selain aku! Aku ini masih normal, kau dengar itu!" (serasa gak nyambung begini ya?)

"Matikan tv-nya Matsuda!" terdengar suara Soichiro memerintah. Tapi berhubung Matsuda sedang fokus-fokusnya sama itu film, dia mengabaikannya saja.

"Matsuda!" kali ini lebih keras lagi. Tapi tetap tidak digubris oleh Matsuda.

Soichiro menghela nafas. "Mogi, bunuh tv-nya!"

"Siap komandan!" sahut Mogi sambil memberikan hormat pada Soichiro. Dan…

BRAK..BRUAG..BLEDAAG..

Mogi memukul-mukul tv itu dengan tongkat baseball sampai tv-nya hancur berkeping-keping. Tunggu sampai L tahu semua kenyataan pahit ini.

Sementara Soichiro hanya bisa sweatdrop melihatnya. "Err..Mogi, maksudku matikan tv-nya!"

"Akh! Kenapa tv-nya dihancurkan? Padahal ini episode terakhir filmnya~" jerit Matsuda frustasi.

Padahal ini adalah saat-saat menegangkan dimana Taro Matsui (Aktor favorit Matsuda) akan melakukan gebrakkan hebat dengan cara menangis bombay pas scene penembakkan pada Raito Sunaryo tadi.

Tok tok tok

Terdengar pintu depan diketuk seseorang. Dengan itu, Soichiro memerintahkan Matsuda untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Kali aja itu L dan Light.

Terlihat seorang pria dengan jas hitam-sedang berdiri di depan pintu.

"Permisi, Pak! Saya agen-"

"Minyak tanah!" Matsuda memotong kata-kata orang barusan untuk mendapatkan sedikit hiburan.

"Bu-bukan, pak! Saya dari agen penelitian tsunami di Amerika. Mau memberitahukan, kalau tsunami akan datang ke Jepang. Tepatnya kota Tokyo ini. Mohon Anda bisa memberitahukannya pada instansi pemerintahan Tokyo agar segera menyebarluaskannya pada masyarakat sekitar! Anda seorang polisi Jepang kan?" jelas pria itu.

"Hum, benar!" Matsuda mengangguk. "Oh, begitu ya. Berarti harus buru-buru dong! Baiklah nanti akan saya sampaikan pada komandan!" kata Matsuda. Dan pria itu langsung pergi.

"Ada apa, Matsuda? Siapa orang tadi?" tanya Soichiro penasaran.

"Itu…dia agen penelitian dari Amerika. Dia bilang katanya Tsunami akan datang ke Tokyo!" kata Matsuda.

Soichiro, Mogi, Aizawa dan Ide langsung terlihat syok.

"Gimana nih, komandan? Si Tsunami-nya mau dijemput di Bandara, atau disuruh langsung ke Hotel saja?" tanya Matsuda polooooooss tanpa sehelai benangpun.

"…"


"Pa…Pa…"

'Hiks..saya tahu saya yang salah, Light-kun. Tapi jangan ejek saya terus dong!'

"Pa..Pa.."

'Jangan menirukan nada bicara Near lagi, Light-kun! Kamu mau saya tendang ya?'

"Pa..Pa.."

"LIGHT-KUN!" sembur L.

"Apaan sih? Berisik banget!" teriak Light kesal.

"Saya tahu saya yang salah! Tapi Light-kun jangan ngejek saya terus. Pake bilang 'Papa..Papa..' segala lagi. Itu mirip sama Near tahu!" teriak L.

"Siapa? Aku gak bilang apa-apa juga. Dari tadi aku diam dan stay cool aja kok! Telinga kamu aja yang bermasalah!"

"Aku juga denger kok, Light!" Ryuk ikutan nimbrung.

"Diam kau, Ryuk!" hardik Light.

"Aku ini Ryuuzaki, Light-kun. Lagian siapa itu Ryuk?"

"Pembantuku! Memangnya kenapa?"

"Pa..Pa.."

"Tuh kan. Kau mulai lagi!" tunjuk L. Dia bisa mendengar dengan jelas suara tipuan Light barusan. "Kau mulai lagi menirukan suara Near!"

"Apa? Jadi kau mau bilang kalau suaraku ini mirip bayi, gitu? Kau minta ditabok ya?"

"Hey, kalian berdua! Apa kalian kenal dia ini?" tiba-tiba dari arah belakang muncul seorang pemuda ber-goggles orange dengan seorang bayi dalam dekapannya. Pemuda itu menunjuk bayi berambut putih itu pada L dan Light.

"Near?" seru L dan Light bersamaan.

L langsung menghambur ke arah pemuda itu. Sementara Light sudah menangis meraung-raung merasa kesal kenapa Near malah balik lagi. Ryuk hanya bisa mengelus-elus punggung Light. Untung Light bukan perempuan. Kalau perempuan, pasti Ryuk sudah menarik tali bra di punggungnya itu. Dasar shinigami bejat!

Setelah sampai di depan pemuda ganteng itu, L menunduk. Tubuhnya terlihat bergetar.

"Aku tidak akan menangis... Aku tidak akan menangis... Aku tidak akan menangis..."

"AKU INGIN MENANGIS.." tangis L langsung pecah saat dia memangku Near dan mendorong pemuda berambut kemerahan itu sampai dia hampir jatuh terjungkal dari atas jembatan ini. Sedangakan di bawah sana, mulut ikan paus sudah menganga dengan lebarnya! Heee...Emangnya ini di kartun Tom & Jerry apa.

Gara-gara tangisannya L saat itu, wilayah Jepang dan sekitarnya, berguncang.

Ini nih kayaknya yang menyebabkan tsunami.

Si kecil Near hanya bisa melongo melihat L menangis kesetanan seperti itu. Ia memandang L seolah mengatakan, "Nape lu mewek?"

Ya enggaklah! Masa iya Near bicara dengan nada antagonis begitu. Orang dia baru bisa bilang be a en ce i! Lha, banci dong?XD

"Jadi kau mengenal bayi itu?" tanya pemuda yang dalam benak L sudah dijadikan sebagai superhero itu. L mengangguk.

L menghapus air matanya. "Aku Ryuuzaki. Kalau boleh tahu, siapa ya namamu?" tanya L sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

"Oh, namaku Mail Jeevas. Tapi panggil saja aku Matt tanpa embel-embel ganteng, keren atau sebagainya ok!" jawab pemuda bernama Matt itu sambil menerima jabat tangan dari L. Sementara Light merengut sebal. Merasa kesal trendmark-nya telah disatroni oleh orang yang bernama Matt itu.

'Mail Jeevas..Mail Jeevas..' ingatkan Light untuk menuliskan nama itu di Death Note sepulang dari markas oke! TIDAK!

"Eng..gimana caranya kamu bisa menyelamatkan Near yang kecebur di sungai di bawah sana?" tanya L. Dia penasaran bagaimana caranya Matt ini rela mengorbankan nyawanya untuk menolong Near.

"Menyelamatkan?" Matt menaikkan sebelah alisnya.

"Ah, aku tidak melakukan apa-apa kok. Waktu itu aku sedang ada di perahu untuk memancing ubur-ubur,"

"U-ubur-ubur?" L sedikit sweatdrop ketika mendengar Matt akan memancing ubur-ubur. Dan…di sungai?

Sampai bulu hidung dikuncir juga, yang namanya ubur-ubur gak bakalan ada di sungai oy! Bener-bener kacau nih si Matt!

"Nah, pas perahuku sampai di bawah jembatan, aku udah siap dengan jaring ubur-uburku. Tapi tiba-tiba jaringnya terasa berat. Aku lihat ke belakang, HAH? Ada seorang bayi di jaringku ini. Buru-buru aku merapatkan perahuku ke daratan, berharap masih bisa mengejar orang yang sudah membuang bayi ini ke sungai. Dan ternyata kau yang membuangnya!" kata Matt yang menjelaskan diikuti peragaannya. Dia kembali turun ke bawah dan naik perahu lalu menyuruh L supaya menjatuhkan Near kembali dari atas jembatan. Katanya sih supaya terlihat meyakinkan gitu. Gila gak tuh!

Ketahuan nih film yang menceritakan kehidupan sponge kuning di bawah laut, tidak aman untuk dikonsumsi oleh kaum remaja. Harusnya film itu dicekal! Karena ada contoh nyata di sini.

"Ya, yang penting sekarang Near selamat. Karena kau sudah menyelamatkan Near, ini aku kasih strawberi!" L memberikan satu potong strawberi dari saku celananya. Padahal strawberi itu akan dia makan saat di markas nanti.

"Ah, tidak usah repot-repot!" ucap Matt sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

"Tidak apa-apa. Ambil saja. Ini ucapan terima kasihku, Matt!"

"Tidak perlu!"


Markas Penyelidikan KIRA

"Ryuuzaki lama sekali ya?" keluh Aizawa.

"Tunggu sebentar lagi!" ucap Soichiro menenangkan. Emangnya Aizawa ngamuk-ngamuk gitu? Gak juga yeee…

BRAK!

Tiba-tiba saja pintu didobrak dengan keras. Semuanya langsung menoleh ke arah pintu tersebut. Terlihat seorang pria dan seorang wanita muncul di baliknya. Keduanya sama-sama bule.

Pria bule itu langsung berlari ke arah Soichiro dan langsung mencengkram celana panjang Soichiro. Dalam artian, sekarang pria itu sedang ngesot di lantai sambil berlinang air mata.

"Pak polisi. Bantulah kami!" lirihnya.

"Maaf, Pak! Tapi sekarang kami bukan lagi polisi! Lagipula ada apa ini?" tanya Ide.

"Tapi dulu kan kalian polisi! Tolonglah, Pak. Kami berdua kehilangan bayi kami!"


Dua jam kemudian

"Sudah, tidak apa-apa. Terima saja!"

"Ah, tidak usah. Lagipula aku tidak melakukan apa-apa kok!"

"Jangan bilang begitu. Kalau tidak diterima, aku tendang loh nanti!"

"Ya, sudah. Kalau dipaksa, mau bagaimana lagi. Terima kasih ya!" gumam Matt sambil menerima potongan strawberi itu dari L. Dan dengan tidak tahu malunya, dia langsung melahap strawberi tersebut di depan L.

"Woy, Ryuuzaki! Cepat kita pergi! Orang-orang di markas pasti sudah bosan menunggu kita!" seru Light.

"Baiklah, kalau tidak ada apa-apa lagi aku permisi dulu ya. Mau nerusin menangkap ubur-ubur di bawah!" pamit Matt lalu berjalan pergi meninggalkan L dan Near.

"Hehe..Near ayo kita segera pergi ke markas!" gumam L sambil berjalan menyusul Light yang sudah duluan melangkah pergi.

Light sudah duluan masuk ke markas. Ryuuzaki, dia sedang membasuh dirinya dan Near di air pancuran di depan warung sana. Karena lagi-lagi L tersandung dan menjatuhkan Near ke selokan. Padahal Light sudah menawarkan diri untuk menggendong Near, tapi L tetap bersikeras ingin menggendong Near. Dan akhirnya..ya gitu deh!

Light memicingkan matanya ketika melihat dua orang yang sama-sama bule sedang berbicara dengan Ayahnya.

Light yang memang seorang pemuda yang punya keingintahuan yang kuat, akhirnya menghampiri mereka.

"Ada apa ini, Ayah? Siapa mereka berdua?" tanya Light pada Ayahnya.

"Ah, perkenalkan. Aku Roger! Roger Danuarta dan ini isteriku.."

"Aku Wedy Cagur!" kata wanita berkacamata hitam dengan lipstick yang merah menggoda itu.

"Aku Matsuda!"

"UDAH TAU!" teriak Light pada Matsuda. Membuat Soichiro sedikit menganga melihat putera kebanggaannya yang biasanya diam-diam merayap(?) itu berteriak-teriak gaje.

Tapi demi kewarasannya dan juga untuk menghindari kejang otot di sekitar leher dan pinggang, Soichiro memutuskan untuk tidak ambil pusing saja.

Sekarang Light bisa melihat jelas kedua orang asing ini. Bukannya mereka adalah pasutri sukses pemilik 'Restoran Borokokok' yang ternama di London dan mempunyi cabang di setiap negara itu?

Ya, Light tahu mereka dari file di komputernya Ryuuzaki. Tahulah Ryuuzaki itu suka hunting makanan di seluruh dunia. Jadi dia mengumpulkan info-info restoran terkemuka di dunia. Ya salah satunya restoran mereka berdua itu.

Tapi yang membuat Light bertanya-tanya adalah mau apa mereka berdua ke sini?

"Light, mereka berdua ini kehilangan bayi mereka yang baru berumur sekitar sembilan belas bulan lebih tujuh hari!" Soichiro mengatakan. Light terlihat kaget mendengarnya.

Kemudian pintu markas terbuka. Muncullah sosok L sambil menggendong seorang bayi berambut putih yang agak basah. Semua yang ada di situ langsung melotot melihatnya. Ya, kecuali Light dan Soichiro saja.

"PUTERAKU!" tiba-tiba pria bernama Roger itu berlari ke arah L dan langsung merebut Near dari L.

"Hey, itu kan anaknya Aizawa!" teriak Soichiro yang membuat Aizawa tersentak. Light hanya bisa garuk-garuk kepala saja. Dari kemarin dia belum keramas sih!

Wanita yang merupakan isteri dari Roger itu pun menghampiri L.

"Jadi kau yang sudah membawa bayiku?" teriak Wedy mengguncang-guncang tubuh Ryuuzaki sampai bajunya robek. Yang setelah diobservasi, diketahui bahwa Wedy merupakan mantan pegulat professional yang sudah beberapa kali membabat habis Taufik Hidayat(?) dalam acara Smack Down! Kacau!

"Kau tahu apa yang biasa aku lakukan pada orang yang sudah membuat aku kesal, hah?" bentak Wedy meminta jawaban dari L.

"Err..dipeluk dan dicium?" jawab L ngasal.

"Kau iniiiii…" Wedy hampir melayangkan pukulan mautnya.

"Te-tenang, Ma!" cegah Roger sambil mencoba menghentikan aksi isterinya yang hampir menonjok L.

"Bagaimana aku bisa tenang. Panda ini yang sudah menculik bayi kita. Apa kau sudah lupa?" bentak Wedy sambil menabok Roger.

"…Panda?"

"Hm. Ceritanya sangat panjang!" Roger menghela nafas.

"Tolong untuk dipersingkat!" ujar Soichiro tegas.

Kemudian Roger menjelaskan secara terperinci bagaimana mereka berdua kehilangan bayi mereka.

Semuanya bermula dari Wedy yang ngidam pengen pergi ke kebun binatang di kota London. Aneh, saat itu Wedy sudah melahirkan bayi mereka, tapi kenapa dia masih ngidam juga.

Dan saat itu sial bagi mereka berdua. Ada seekor panda yang ngamuk dan kabur dari kandangnya. Dan entah bagaimana caranya bayi mereka dibawa lari oleh panda gila itu dengan dimasukkan ke kantong panda tersebut. Heran, ini panda apa kanguru? =_=a

Sampai saat itu mereka mencari bayi mereka kemana-mana. Tapi hasilnya tetap nihil!

Banyak gosip yang mengatakan ada yang melihat panda dan seorang bayi yang berendam di pemandian umum di negara Korea. Mereka langsung pergi ke Korea. Ada juga yang melihat panda yang memakan bambu di negara Cina, mereka langsung pergi ke Cina. Bahkan yang paling tidak masuk akal adalah ada panda yang menjadi host sebuah acara di televisi. Mereka pun datang ke negara tersebut. Dan yang terakhir, ada yang pernah melihat panda di supermarket yang dirantai sambil menggendong bayi untuk membeli popok. Untuk yang satu ini, L agak tersindir ketika mendengarnya.

"Emm..jadi begitu ceritanya. Tapi, Ryuuzaki itu bukan panda yang sudah menculik bayi ini. Kami menemukannya malam-malam di depan pintu apartemen kami beberapa hari yang lalu!" Light mencoba menjelasan duduk persoalannya atau malah memutar balikkan faktor(?) pada Wedy yang kelihatannya sudah tenang berkat semburan air dari Mogi.

"Tuh, denger gak, Ma? Mereka itu yang sudah merawat Chocolatos Lezatos saat panda itu meninggalkannya di depan rumah mereka. Coba kalau gak ada mereka gimana, Ma?" ucap Roger. Wedy hanya bisa menunduk merasa bersalah telah buruk sangka pada L.

Biasalah namanya juga wanita. Gara-gara naiknya harga daging macan kumbang juga semakin meroketnya harga bayi tabung, tidak menutup kemungkinan seseorang bisa stess berat dan bertindak di luar kendali seperti tadi.

"Eng..Chocolatos Lezatos?" L menaikkan sebelah alisnya.

"Iya, putera kami ini namanya Chocolatos Lezatos!" seru Roger sambil mengangkat putera kebanggannya ini.

Light dan L sudah sweatdrop setengah mati. Padahal mereka sudah menamai bayi ini nama yang kereeeen banget! Tapi kenapa nama aslinya..?

"..Nama yang sangat artistik sekali!" L tersenyum kecut.

"Benarkah? Nama ini aku ambil dari puteraku yang lahir di Italia tapi tumbuh di London ini!"

"Tuh, sudah kubilang kan, Ma! Kalau nama Chocolatos Lezatos itu lebih keren daripada Nate River pemberian dari Ayahmu itu!" kata Roger sambil menyenggol bahu isterinya. Sementara sang isteri hanya membuang muka saja.


Setelah dirasa tidak ada keperluan lagi, kedua pasutri itu pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah mereka di London. Sudah satu minggu ini mereka meninggalkan bisnis mereka. Takut terjadi apa-apa aja gitu.

"Selamat tinggal Near-err maksudku Chocolatos Lezatos!" ugh, Light sedikit gak kuat ngucapinnya.

"Lain kali mainlah ke London, ke rumah kami. Jangan sungkan ya!" kata Roger dibalas anggukkan dari Wedy.

"Hum! Kalau kalian senggang juga jangan lupa sering-sering main ke sini ya. Near eh, maksudku Chocolatos Lezatos sendiri juga gak apa-apa!" lagian siapa juga yang mengharapkan Roger dan Wedy balik lagi. Jadi si Chocolatos Lezatos-nya dipaketkan saja lewat pos.

"Near.."

"Ehem!"

"Maksudku, Chocolatos Lezatos…jangan lupakan kami ya!" L menggoyang-goyangkan tangan Near a.k.a Chocolatos Lezatos itu.

"Pa..Pa..." Near menggapai-gapaikan tangannya pada L. Membuat L tersenyum geli. Sekarang kan L bukan Papanya lagi. Huks..

"Kila..Ki..la.." kali ini Near menggapai-gapaikan tangannya pada Light, Light hanya bisa tersenyum miris. Sampai akhirpun, Light masih juga dipanggil Kira olehnya. Dasar bocah!

Kemudian Roger dan Wedy melangkah dan memasuki limousin mereka yang ukurannya panjaaaaaang banget!

Catatan: satu huruf 'a' dalam kata di atas, mewakili 10 meter panjang limousine milik Roger! Catatan paling penting sepanjang masa nih!

"Bye!"

Semuanya melambaikan tangan pada Limosin yang mulai manjauh itu. Ketahuan nih pada sarap semua! Masa lambai-lambai tangan sama mobil sih?

"Hah~ sudah kuduga kalau cetakan macam Aizawa gak mungkin bisa menghasilkan bayi bule kayak gitu!" gumam Soichiro lalu melenggang pergi masuk ke dalam markas.

"Kerja..kerja.." Matsuda memukulkan tinjunya ke udara lalu menyusul komandannya, begitu pula Aizawa dan Ide.

Light yang semula akan beranjak pergi, menghentikan langkahnya ketika melihat L masih tetap terpaku di tempatnya. Akhirnya Light menghampirinya.

"Dia tidak akan melupakan kita, Ryuuzaki!" ucap Light pelan pada L yang menundukkan kepalanya. Tapi tidak ada balasan dari L. Light menghela nafas dan melangkah masuk ke markas.

"Sepertinya aku sangat menyukai anak kecil!" bisik L.

"Huh?" kata-kata L barusan sukses menghentikan langkah Light. Dia melihat L udah nyengir-nyengir gaje. Biasanya kalau L udah gitu, ada hal yang menarik buatnya. Dan Light kayaknya sudah mencium bau malapetaka nih!

"Ne, Light-kun. Bagaimana kalau kita merawat bayi lagi?" L menatap Light dengan matanya yang berbinar-binar.

"APA?"

-TAMAT-


Akhirnya..selese juga ini fic gaje! Ya begitulah, sodara-sodara. Berhubung saya gak bisa bikin adegan nangis guling-guling, jadinya endingnya malah gaje begini~ m{-_-}m

Ryuk: "Kenapa gak ada yang nanyain aku kemana?"

Iya, iya, Ryuk kemana aja sih? Kok gak nongol saat Near mau pulang?*nanyanya setengah hati*

Ryuk: "Hehehe..aku lagi sibuk makan gorengannya si Naomi!"

Hah~ dah bisa nebak. Pasti jawabannya gak mutu!

Dan L mau ngasuh bayi lagi? Tantangan berat nih buat Light. Dan untuk beberapa waktu yang lama Light sepertinya akan vacum dulu sebagai Kira dan memberikan kepemilikkan Death Note pada orang lain saja.

Mikami: "Aku saja! Aku saja!"*tendanged*

Huweee…makasih buat yang udah setia baca fic ini sampai tamat. Dan maaf juga kalo banyak salah-salahnya terutama saya yang udah nendang Mikami tadi~

Apa? Minta Mikami ditendang lagi? Sip! Sip!*nendang Mikami lagi*

Special thanks for:

Choco-Strawberry

Zeev Camillo

Jeevas Revolution

Rei-no-otome

mei-chan roronoashimizuhayashi

Hana 1225

Sweet Ichi9o

Ka Hime Shiseiten

Siluman Panda

Cheeyrin Illussions

Li Chylee

Shinrei Azuranica

Rei Wana Hiragizawa

DollieMoral13

Vayne it's me

yovphcutez

Siapa yang mau diasuh sama L atau Light? Baris dulu yah bayi-bayi kecil! Sediakan saja popok yang banyak! XD sippo..jangan lupa review yap!

Ciao!