Disclaimer : 'Bleach' udah pasti punyanya Tite Kubo.. *sembah-sembah
Warning : Ancur, tidak jelas, dan bla blab bla -_-"
Spik dari Author kikuk : Yo semua! ini chap ke 6 dan juga yang terakhir dari fanfic saya yang GeJe ini.. Menurut kalian bagaimana ceritanya dari awal- akhir? hehe..
Terimakasih untuk 'Ai' dan 'Kia' yang sudah jauh-jauh mau menreview.. saiya jadi terharu.. huhuhu.. ()
Selamat menikmati chap ke 6 juga yang terakhir dari fanfic saiya yang GeJe ini.. :*
"Aku suka padamu Pendek"
4 kata yang masih membuatku terngiang-ngiang sejak si penyebutnya melontarkannya. Sudah beberapa detik sejak Ichigo mengutarakan perasaannya. tapi, aku masih saja terpaku. Jujur saja aku bingung ingin menjawab apa? karna ini terlalu mendadak buatku. Tiba-tiba wajahku menjadi memerah karna memikirkan hal ini terlalu lama. Ichigo menungguku mengeluarakan kata-kata dengan sabar. Lalu akhirnya aku bisa mengeluarkan kata-kata ;
"Kamu benar-benar suka padaku dandelion?" Tanyaku padanya. Berusaha meyakinkan, bahwa dia tidak sedang main-main dengan kata-kata itu. Aku tidak ingin dia memepermainkan perasaanku dikemudian harinya.
"Well, Begitulah.. Setiap kali melihatmu hatiku terasa damai namun terkadang sedikit sesak.. Lalu, jika aku melihatmu di kerjai Renji.. Aku jadi kesal dan ingin sekali menolongmu.."Ujarnya gugup. Wajahnya benar-benar berubah jadi merah padam dan reflek dia menunduk dan menutupi wajahnya dengan tangannya.
"Ichigo aku sebenarnya..."
"Ya aku tau kau pasti berfikir bahwa aku main-main bukan? aku akan membuktikan padamu bahwa aku tidak main-main.. kau harus menontonku di Lomba penutupan.. Kalau aku berhasil, tolong jawab pernyataan sukaku ini..."Ujarnya seraya bangkit berdiri dan berjalan keluar dari UKS.
"Ichigo Tunggu! aku sebenarnya..."Sebelum ku mengakhiri perkataanku, Dia sudah menghilang di balik pintu UKS.
"Aku sebenarnya juga suka padamu dandelion Bodoh!"
Mendadak ruang UKS menjadi sunyi, di tambah lagi langit terlihat mulai gelap. Menandakan bahwa sekarang sudah sore. Tanpa pikir panjang lagi ku berusaha menguatkan tubuhku dan berdiri. Kuterobos ruang UKS dengan sempoyongan. Ku berjalan menyusuri lorong-lorong kelas berharap cepat sampai di halaman dan bertemu dengan si Dandelion Bodoh itu. Namun sepertinya Tubuhku tidak bisa menerima keinginanku. Tubuhku mulai lemas dan nyaris jatuh ke tangga jika tidak ada orang yang menopangku.
"Kau tidak apa-apa?"
"Renji?"Ujarku terkejut melihat dia disini.
"Kau kenapa memaksakan diri untuk berjalan? kau kan belum sembuh total bodoh!"Ujarnya kawatir.
"Aku ingin bertemu Ichigo.. Jadi biarkan aku.."Ujarku berusaha berjalan menuruni tangga.
"Kau suka padanya ya?"
"Ah.. itu..."Mendengar perkataan Renji, wajahku menjadi merona dan gugup. Renji menuntunku menuruni tangga sambil berkata ;
"Begitu ya? Jadi kau suka padanya?"Ujarnya mendadak sedih. Aku terkejut dengan tingkahnya.
"Ren..Renji? Kau kenapa?"Ujarku bingung.
"Aku suka padamu Rukia!"Ujarnya Tegas.
"EH?"Ujarku shock. Seorang Renji yang sering menjahili dan mengerjaiku, sekarang menyatakan suka padaku?. Renji menatapku lekat-lekat.
"Tungg..Tunggu Renji! Aku.. tidak mengerti maksudmu?"Masih tidak percaya dengan apa yang kudengar. Bahkan ini merupakan suatu kejutan besar ketimbang Ichigo yang menyatakan perasaanya.
"Aku suka padamu! kamu masih gak ngerti juga?"Ujarnya mulai gugup. Untung sekarang sudah sampai lantai dasar dan di depanku sudah terdapat kerumunan orang yang mendaftarkan di lomba penutupan. Kulihat Ichigo sedang mendaftarkan dirinya di panitia.
"Tapi Renji.. aku..."Ujarku terbata-bata.
"Jadi, benar kau suka pada si dandelion bodoh itu? baiklah aku akan ikut serta dalam lomba itu juga.."Ujarnya lalu meninggalkanku menujut kerumunan orang yang sedang mendaftarkan diri.
"Tunggu Renji.."Mendadak tubuhku menjadi lemas lagi dan menghentikan langkahku.
"Haduh? kenapa jadi ada dua orang gini yang mengutarakan perasaanya padaku? huaa.. "Ujarku dalam hati.
Tiba-tiba ada seseorang membopongku di kanan dan kiriku. Kulirikkan mataku pada 2 orang yang membopongku. Ternyata, Dia Inoue dan Rangiku beserta kekasih mereka masing-masing. Mereka tersenyum padaku.
"Apa Ichigo sudah mengakuinya?"Ujar rangiku
"Kurosaki-kun sudah mengakuinya belum kuchiki-san?"Ujar Inoue polos.
"Ke..kenapa kalian berdua bisa tau?"Ujarku bingung
"RA-HA-SI-A.."Ujar mereka berdua kompak lalu mereka tertawa berbarengan.
"Ayo kita harus bergegas, Lomba penutupan sebentar lagi mulai.."Ujar si rubah Gin sambil memimpin jalan di depan. Sedangkan kekasih Inoue, Ulquiorra berjakan di belakang kami.
Aku di bopong menuju tempat duduk di pinggir lokasi lomba. Ternyata lomba penutupan adalah Lomba Panjat pinang dan memperebutkan hadiah untuk di berikan pada gadis pujaan mereka (bener-bener aneh nih lomba). Hadiah Utama dari Lomba ini adalah Tiket kencan ke taman hiburan 'Karakura land'. Dan masih banyak hadiah lainnya. Kulirik Ichigo sedang pemanasan dan berkonsentrasi.
"Kau juga suka padanyakan Kuchiki-san?"Ujar Inoue mendadak bertanya. Aku hanya menganguk pelan. Namun ku berusaha mengalihkan pembicaraan kita ;
"Well, ngomong-ngomong kelas mana yang memenangkan festival ini?"
"Kelas kita dong!"Ujar Tatsuki mendadak hadir diantara kami. sepertinya dia hadir bersama teman-teman yang lain.
"Kelas kita?"Ujarku bingung.
"Yup, Pada perlombaan ke 4, yaitu perlombaan mencari pasangan.. Pasangan Ketua kelas kita-Orihime dan Uryuu-Chizuru memenangkannya.. Dan yah akhirnya mereka Jadian.."Ujar Tatsuki seraya melirik Ulquiorra dan Inoue.
"Ya.. dan si pucat itu mencuri ciuman pertama hime-chanku.."Ujar Chizuru murung. Aku hanya bisa tertawa mendengarnya.
"Hey lihat, Lomba penutupan sudah di mulai.."Ujar Kunieda mendadak memecahkan tawaku.
Kualihkan pandangaku dan mencari-cari sesosok Pria dengan kepala dandelion di atasnya. Akhirnya ku menemukannya sedang berusaha menaiki tiang itu di belakang. Namun, Seseorang Pria bertubuh tinggi besar dengan rambut berwarna merah mengganggunya.
"Renji! Jangan menggangguku!"Ujar Ichigo kesal.
"Berisik dandelion, Aku akan merebut hadiah utama itu untuk Rukia.."Ujar Renji seraya memeluk tiang dan berusaha memanjat.
"APA? kau? kau suka pada Rukia?"Ujar Ichigo makin kesal.
"Ya.. tadi aku sudah mengakuinya.. tapi Rukia belum meberikan jawaban.."Ujar Renji acuh.
"Huh, Boleh juga kau.. tapi, aku akan berusaha memenangkan pertandingan ini.."Ujar Ichigo juga tidak mau kalah.
Kulihat Ichigo berhasil mendahului Renji dalam memanjat. Namun, Sepertinya Renji Lebih lihai dalam hal memanjat (Author : dasar Baboon!). Mereka bertengkar di atas tiang itu, tidak peduli dengan peserta yang lainnya yang juga sedang mengincar hadiah utama itu. Terutama Keigo yang sendari tadi belum bisa memanjat, alias masih di bawah tiang. Lalu Ichigo berusaha meraih Hadiah Utama itu, Namun Renji juga berusaha meraihnya. Ternyata mereka mendapatkannya bersamaan.
"Lepaskan dandelion bodoh!"Ujar Renji
"Tidak mau.. kau saja yang melepaskannya alis aneh.."Ujar Ichigo
Namun Renji yang lihai dalam memanjat ini, menarik tiket dengan sekuat tenaga sehingga membuat Ichigo kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Melihat Ichigo yang terjatuh, aku langsung berusaha berlari menemuinya. Aku tidak mempedulikan badanku yang masih lemas. Yang ada di pikiranku sekarang adalah Ichigo. Ku menyusup diantara kerumunan orang yang sedang menonton Ichigo jatuh.
"ICHIGO!"Ujarku histeris memanggil namanya. Kudapati dia sedang terduduk diatas tubuh seseorang. Seseorang itu tak lain adalah Keigo. Sungguh malang nasibnya.
"Yoo Pendek.."Ujarnya
"Dasar Bodoh! kau membuatku panik tau!"Ujarku
"Heheh.. maaf.. well, sepertinya aku cuman bisa mendapatkan ini.."Ujar Ichigo seraya menyerahkan boneka kelinci yang sudah sedikit berdebu. Aku reflek memeluk Ichigo yang masih duduk di tanah.
"BODOH!"Ujarku.
"Ru..rukia?"Ujar Ichigo perlahan wajahnya menjadi merah padam. Aku membisikan kata-kata yang aku tau Ichigo ingin sekali mendengarnya ;
"Aku juga suka padamu dandelion!"
Mendengarnya Ichigo tersenyum dan membalas pelukanku. Kami saling berpelukan di.. di depan orang banyak?. Dengan reflek ku lepaskan pelukanku begitu mendengar suara siulan dan godaan dari orang-orang yang menonton kami. Renji, Dia melihat kami dengan wajah tersenyum.
"Renji, maaf aku sebenarnya menyukai Ichigo.."
"Dasar Pendek bodoh! hahaha... aku tadi tuh cuman Akting tau.. Ak-ting.. hhahaah!"Ujarnya seraya tertawa terbahak-bahak.
BUUUAAGH!
Dua buah tinju tetap mengenai wajah Renji, Satu tinju dariku dan satunya lagi tinju dari Ichigo. Renji meringis kesakitan akibat pukulan double impact itu. Kulirik Ichigo dengan senyum manis andalanku. Ichigo juga membalas dengan cengiran adalannya. Lalu ia mengulurkan tangannya padaku ;
"Mau ketempat favoritmu dan beristirahat sampai kakakmu menjemput pendek?"
"Oke.."Ujarku seraya meraih tangannya dan memeluk boneka kelinci yang dia menangkan dari perlombaan penutupan itu.
Lalu kami berdua menghilang dari halaman depan. Sementara itu Renji ;
"Kau tidak sakit hati berkata demikian Abarai?"Ujar si Rubah Gin tiba-tiba.
"Tidak rubah.. kalau gadis yang kusukai bahagia, aku juga bahagia..."Ujar Renji seraya tersenyum-senyum sendiri. Lalu ia merogoh sesuatu dari kantongnya dan menyerahkanya pada Gin
"Ini tiket taman hiburannya buat kau paka bersama rangiku! semoga kalian langgeng.."
"Serius? hehe.. thanks ya bro! kudoakan kau cepat mendapat kekasih.."Ujar si Gin menyungingkan senyum Rubah favoritnya.
Dengan berakhirnya Lomba penutupan, maka berakhirlah pula festival olahraga. Festival kali ini benar-benar membuat kenangan terindah sepanjang hidupku. Apa lagi aku menonton pesta kembang api penutupan festival dengan seseorang yang kusukai.
"Hey pendek.."Ujar Ichigo mendadak memanggil namaku disela-sela pertunjukan kembang api.
"Ya dandelion?"Ujarku menoleh kearahnya. Tiba-tiba dia menciumku dengan cepat.
"Dasar dandelion nakal!"Ujarku tertunduk malu.
Spik dari Author kikuk : AKhirnya kelar Juga.. Fyuhhhh...! *sakin senangnya jadi bingung mo ngomong apa nih.. :D
Bagaimana pembaca? bagus? aneh? GeJe? menarik? Pokoknya kirimkan Kritikan, saran dan komentarmu mengenai cerita ini ke PO BOX 'REVIEW'.. aku selalu menunggu reviewnya... :)
Akhir kata TERIMA KASIH pembaca! sampe ketemu di cerita berikutnya.. cup cup muach.. :*
