Haripun berganti pagi, nami segera bergegas bangun karena harus membantu sang koki menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Krekk. Nami memuka pintu kamarnya dan tiba tiba ada sosok laki laki bertangan besar yang sedang menahan tangan nami dengan kuat dan erat saat nami menoleh nami terkejut ternyata zoro yang sedang memegang tangannya dengan erat.
"oi, zoro kun apa yang kau lakukan lepaskan aku"
"aku tak akan melepaskanmu sebelum kau menjawab pertanyaanku, dari mana kau semalam ? Dengan siapa kau pergi sampai sampai kau menyuruh pengawal untuk kembali ke istana ? Apa kau berselingkuh di belakangku ?"
"aish, bicara apa kau ini. selingkuh ? Asal kau tau Itu bukan tipeku."
"lalu kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku ?"
"Baik baik aku akan menjawabpertanyaanmu semalam aku pergi berbelanja dengan temanku namanya law. Dia adalah shicibukai selain itu dia adalah dokter bedah dan kebetulan dia di tugaskan di daerah ini"
"oh si dokter sialan itu"
"kau tau law ? Apa kau mengenalnya ?"
"tentu saja aku mengenalnya, dia dulu adalah teman bajak lautku."
"teman bajak lautmu ?"kata nami kaget
"iya, dulu dia membuat aliansi bajak laut dengan kapten kami jadi waktu itu kita selalu berlayar bersama dan dia itu adalah temanku"
"oh jadi kau mengenal law dan ternyata dia itu temanmu, yasudah kalau begitu cepat lepaskan tanganku sakit zoro kun"
"emmm"
"aku mau pergi ke dapur, minggir"
"oi, buat apa kau ke dapur semua masakan sudah siap jadi kau tak usah membantu memasak. eh tunggu kenapa matamu ? Kau menangis semalam ?"
"bukan urusanmu" kata nami berjalan sambil meninggalkan zoro
"oi nami tunggu" kata zoro berlari sambil mengejar nami
"kau marah padaku ya nami ?"
"marah padamu ? Buat apa marah padamu ? Buang buang waktu dan energi saja, sudah pergi sana jangan dekati aku"
"kau ini kenapa sih nami ? Kenapa kau seperti ini ?"
"sudahlah zoro lebih baik kau pergi, tinggalkan aku disini sendiri atau sebaiknya kau mengirim surat untuk kuina untuk menanyakan keadaannya"
"jadi karena itu kau memperlakukanku sampai seperti ini ? Gara gara kuina ? Kau cemburu pada kuina ? "
Tiba tiba muka nami memerah "oi, cemburu katamu ? Tentu saja tidak buat apa aku cemburu, asal kau tau zoro kun aku ini tidak mencintamu dan tidak akan pernah mencintaimu" kata nami sambil berjalan mempercepat langkahnya karena merasa malu jika dilihat zoro mukanya memerah
'ih menyebalkan sekali zoro kun itu kenapa dia berkata seperti itu'
"kenapa gadis itu" kata zoro lirih
"Tuan putri, ada seseorang yang sedang mencari tuan putri "
"siapa ya bi ?"
"orangnya ada di ruang tamu tuan putri"
"baik bi saya akan segera kesana, oiya bi bikinkan minuman ya untuk tamu di luar"
"baik"
'siapa ya yang pagi pagi sudah bertamu'
"emm, law ?" kata nami kaget
"oi nami"
"ya ampun law apa yang membuatmu pagi pagi sekali datang kemari"
"memangnya kenapa ? Jadi aku tidak boleh ni pagi pagi main kesini ?"
"ya bukan begitu law, tapi kan.."
"tapi apa ? Sudah ayo cepat ganti bajumu, aku akan mengajakmu jalan jalan hari ini"
"eh,, ta ,, tapi law"
"sudah cepat ganti bajumu"
"eh, baiklah tunggu sebentar ya"
Setelah beberapa menit nami ganti pakaian kini ia sudah selesai memgenakan pakaiannya. Yang ia kenakan gaun berwarna merah muda dengan hiasan bunga di atasnya. Law yang melihat nami turun dari anak tangga ia terkagum kagum melihat nami memakai gaun itu.
"ya ampun nami kau cantik sekali" puji law
"memangnya aku tadi tidak cantik ?" jawab nami sedikit kesal
"bukan begitu tadi kau juga cantik, tapi kali ini, kali ini kau terlihat sangat berbeda sekali"
"aish, kau membuatku malu saja law hihihi"
"aku berkata jujur nami"
"ah sudahlah law, kalau begitu ayo kita berangkat"
"yosh"
"bi aku pergi sebentar ya bi, nanti kalaupangeran menanyakanku bilang saja aku sedang keluar sebentar bersama temanku"
"eh, baik tuan putri"
Setelah beberapa menit setelah kepergian nami tiba tiba zoro berteriak teriak memanggil manghil istrinya yang tak kunjung muncul itu.
"oi nami, kau dimana ?" teriak zoro
Ternyata setelah zoro berteriak teriak tidak ada jawaban dari istrinya itu
'aish, dimana wanita sialan itu" gumam zoro
"pangeran, pangeran apa anda sedang mencari tuan putri ?"
"iya bi dimana dia sekarang? "
"tadi tuan putri menitip pesan pada saya, kemudian tuan putri meminta saya untuk menyampaikan pada pangeran kalau tuan putri sedang keluar sebentar bersama temannya ?"
"dia bilang begitu bi ?"
"iya pangeran"
"lalu dia pergi dengan siapa ? Siapa nama teman nami itu ?"
"wah saya tidak tau pangeran soalnya tuan putri tidak memberi tau siapa nama temannya itu, tapi yang pasti dia laki laki tuan"
"apa dia memakai topi ? Lalu memakai baju berwarna hitam ?"
"iya pangeran benar laki laki iyu yang saya maksut"
"tidak salah lagi, ini pasti dokter sialan itu"kata law lirih
"bi kalau begitu aku keluar sebentar ya bi, aku mau mencari nami"
"baik pangeran"
