Hai!! Ini chappy 6. happy reading~~~ XD

"~"

Tinggal

By Yuri for Summer

Disclaimer : DigimonAkiyoshi Hongo

Chappy 6: Yeah...It's almost solved.

"~"

Hikari's POV...

Hening....

Itu yang sekarang menjadi suasana dalam rumah ini setelah Takeru pergi ke ruang depan. Tapi ini terlalu sepi. Hanya suara gemericik air yang kugunakan untuk mencuci piring yang menemaniku.

Eh?

Sepertinya aku terlalu hiperbolis...

Sebaiknya aku menyusul Takeru saja.

Begitu aku mendekati pintu depan, yang terdengar adalah suara seseorang. Tidak, ini bukan suara Takeru. memang sih suaranya juga nge-bass, tapi'kan suara orang berbeda-beda. Sebaiknya aku segera menghampiri Takeru.

"Ada apa, Ta..." suaraku langsung menghilang begitu melihat tamu yang ada di depanku.

"Kak Yamato?" aku meyakinkan diri supaya itu benar bahwa orang yang di depan pintu ini adalah Kak Yamato. Sementara Kak Yamato melihatku dengan bingung, lalu tersenyum ramah.

"Hikari? Apa kabar?" sapanya.

"Ahh...Baik kak." jawabku. Gawat. Kalau begini biasanya kakak membantuku menyelesaikan masalah.

KAKAK BODOH!!!

Kulihat Takeru yang sedang menggigit bibirnya. Aw, aku tahu. Pasti dia berpikir bahwa kakaknya akan mengajaknya pulang.

Tunggu...

Bukannya itu bagus?

Kenapa aku malah berpikir yang aneh-aneh?

"Oh ya. Apa Taichi ada?" tanya Kak Yamato sambil agak melongok ke dalam.

"Kak Taichi? Dia sedang ke Tokyo. Katanya sih, bantuin kak Sora mengerjakan tugas apa... gitu..." jawabku seadanya. Memang bener kan? Ku lihat wajah Kak Yamato berubah menjadi bingung

"Hai."

Kami bertiga langsung menoleh ke arah sumber suara yang telah memecah ke-awckward-an di antara kami.

"Kakak!!?" sapaku dengan tidak percaya

Ya ampun, kenapa situasinya jadi membingungkan seperti ini sih? Mana tampang kakak benar-benar tidak tahu apa yang terjadi saat ini lagi.

"Wah. Yamato! Lama gak ketemu ya!" sapa kakak sambil ber high-five dengan kak Yamato. Lalu mereka saling nyengir. Kemudian dia melihat ke arah Takeru.

"Hai, Takeru!" sapa kakak. Takeru tersenyum ringan. Kakak langsung melihat ke arahku. "Kenapa kamu tidak mengajak mereka masuk? Ayo. Silahkan masuk" ujar Kakak sambil mendorong pundak Kak Yamato dan Takeru. Entah kenapa jantungku berdebar kencang. Keringat juga membasahi tubuhku.

Sigh...

Kuharap kakak bisa membujuk Takeru supaya bisa pulang.

"~"

Yamato's POV

"APA!?"

Ruang tamu keluarga Yagami serasa bergetar begitu Taichi berteriak sebagai respon dari ceritaku. Sejujurnya aku juga heran. Kenapa coba si Takeru malah tinggal bareng Hikari kayak gini? Kupikir dia malah tinggal bareng Iori kalau gak sama si Daisuke itu. Gak nyangka aja dia minta perlindungan sama cewek lembut kayak Hikari. Kulihat Taichi langsung menatap Takeru dengan bingung.

"Kenapa kamu sampai kabur dari rumah coba? Kalau orang tuamu bertengkar, sebaiknya kamu rundingkan saja dengan keluarga yang lain." ucap Taichi. Kami bertiga terdiam, menunggu Taichi melanjutkan kalimat berwibawanya. Taichi menghela nafasnya. huh... Kupikir dia masih akan berbicara lebih panjang. Takeru akhirnya membuka mulutnya.

"Entah..." jawabnya, lalu melanjutkan "Sejujurnya. Begitu aku sudah berada di stasiun Kyoto, aku juga bingung mau tinggal di mana. Di saat itu..." dia terdiam, mendadak dia menundukkan kepalanya. Sebuah kalimat yang meluncur dari bibirnya kali ini membuatku kaget.

"Aku menyesal..."

Aku kaget mendengar nada bicaranya yang berubah menjadi lemah. Biasanya dia berbicara dengan tenang, dan tidak ada nada gemetar di setiap ucapannya. Kali ini terasa...Aneh...

"Kalau begitu, kenapa kamu tidak kembali ke rumah saja?" tanyaku. Hikari langsung mengangguk antusias.

"Kak Yamato benar. Kurasa jika kamu bingung, kamu bisa kembali ke rumah." tambah Hikari. Takeru tampak sedang menggigit bagian bawah bibirnya.

"Aku merasa tidak enak jika aku kembali, padahal aku sudah membuat ibu menangis. Rasanya seperti...Seperti..." Ucapan Takeru berhenti begitu Taichi dan menepuk pundak Takeru sambil tersenyum bijak.

"Bukankah jika kamu terus melanjutkan 'pelarian' ini malah membuat ibumu semakin sedih? Kurasa sekarang belum terlambat. Iya'kan Yamato?" ujar Taichi sambil menoleh ke arahku yang hanya kubalas dengan anggukan tegas. Ternyata setelah tidak bertemu tiga tahun, kamu semakin dewasa, Taichi...

...

Hei...

Kenapa aku berbicara seperti seorang nenek-nenek yang tidak lama ketemu sama cucunya ya?

Ehehehe...

Biarkan saja.

"~"

Takeru's POV

Kurasa Taichi benar. Sebenarnya hal inilah yang justru membuat ayah dan ibu kecewa. Tapi... Aku agak bingung. Mungkin yang dikatakan Taichi ada benarnya. Tapi bagaimana jika seandainya mereka masih kecewa padaku.

Ring! Ring!

Bunyi handphone kakak membuat mata kami langsung mengubah haluan ke arah kantong kakak. Dengan sigap, kakak langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Ya. Ini Ishida Yamato." terdiam, lalu tersenyum.

"OH!! Ya, dia ada di sini" jawab Kakak sambil melirik ke arahku, lalu memberikan handphonenya padaku "Nih." ujarnya. Aku mengambil handphonenya dan mendekatkannya ke telingaku.

"Halo?" sapaku

"Takeru? Itu kau nak?" Mataku langsung membesar begitu mendengar suara ibu.

"Ibu?" panggilku dengan tidak percaya.

"Kau baik-baik saja nak?" tanya ibu. Terdengar isakan tangis saat ibu berbicara.

Aww...

Perasaanku tidak enak..

"Ibu. Aku... Minta maaf..." jawabku.

"Tidak apa-apa nak. Yang penting kau pulang, kami sudah senang. Sekarang pulang ya, nak." balas ibuku. Aku termenung. Bagaimana mungkin ternyata aku sudah sebodoh ini?

"Iya." jawabku dengan tegas.

"Nah." balas Ibu, lalu melanjutkan "Kami berdua tunggu di sini ya. Dah." ujarnya seraya mengakhiri pembicaraan kami. Aku tersenyum simpul, lalu memberikan handphone itu pada kakak. Kakak langsung menerimanya lalu memasukkan kedua tangannya ke kantong celana

"Bagaimana?" tanya kakak sekali lagi. Kali ini aku tidak bingung, aku menoleh ke belakang dan melihat ke arah Taichi dan Hikari, Taichi mengacungkan jempolnya padaku sementara Hikari tersenyum lembut sambil mengangguk pelan. Aku kembali menengok ke arah kakak dan tersenyum senang.

"Kapan kita pulang?" tanyaku.

"Sekarang lebih baik."

"~"

Taichi's POV

"Bye." ujarku sambil melambaikan tanganku. Yamato dan Takeru menyeringai.

"Maaf sudah merepotkan ya." ucapnya dengan sopan. Tangan kanannya menahan tas gemblok berwarna hitamnya. Kali ini yan menjawab bukan aku

"Sudahlah. Kita kan teman." jawab Hikari sambil mengibas-kibaskan tangan kanannya.

Bah!

Teman apanya? Dia sendiri yang waktu itu bilang kalau dia itu suka Takeru...

Dasar pembohong...

Yamato menghampiriku sambil mengajakku bersalaman

"Kami pergi dulu ya." pamitnya. Aku membalas salamannya.

"Oke. Hati-hati ya." balasku. Lalu mereka berangkat menuju lift. Kami menatapnya dari depan pintu dan masuk ke dalam apartement.

"Fiuh.." aku menghela nafas panjang sambil melepaskan sepatuku. Hikari tersenyum ke arahku

"Untung tadi kakak bisa menasihati secara bijak. Semuanya jadi happy ending." kata Hikari. Entah iyu pujian atau sindiran.

"Oh ya." panggilku, Hikari langsung menoleh ke arahku dengan heran, aku melanjutkan "Kenapa kamu mau saja ngebiarin Takeru tinggal sementara di sini? Mending kalau ada aku. Ini kan Cuma berdua." tanyaku. Hikari langsung terdiam.

Wah...

Ada yang aneh...

"~"

Yamato's POV

"Nah!" ucapku sambil menaruh tanganku di atas kepala Takeru, lalu melanjutkan "Ini baru adikku. Kamu rupanya hebat juga." pujiku. Takeru langsung menyeringai lagi

"Yah...Namanya juga Ishida Takeru..." katanya dengan bangga. Entah kenapa beberapa lama ini dia menjadi narsis. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

"Hei..." panggilku, Takeru menoleh. "Kenapa kamu maunya tinggal di rumah Hikari? Kan masih ada pilihan lain selain dia." tanyaku. Takeru langsung menghentikan langkahnya.

Lho?

Ada apa ini?

"~"

Takeru and Hikari's POV

Kenapa ya?

Aku sendiri juga bingung begitu mendegar pertanyaan kakak.

....

BLUSH!

A-apa!? Kenapa wajahku tiba-tiba memerah?!

The end

"~"

Haaah!!! Selesai juga!! Ternyata endingnya gaje ya. Oh ya, kepada seorang review-er bernama 'NO NAME', aku sudah update lho. Tapi jangan kesel ya kalau seandainya endingnya berbeda dengan yang anda inginkan.

Sekali lagi kuucapkan terima kasih kepada seluruh author dan readers yang mau membaca dan mereview cerita ini.

Tapi sepertinya ini ending yang gaje...

XD
Yuri-chan