Remake : Wolf Boy-Black Prince!

Cast :

Kim Mingyu

Jeon Wonwoo

Other Cast : Seventeen's members.

Jeon Wonwoo berbohong kepada teman-temannya tentang memiliki pacar dengan menunjukkan gambar seorang namja tidak dikenal yang ternyata adalah teman sesama sekolahnya yaitu Kim Mingyu, mau tidak mau Wonwoo meminta kepada Mingyu untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Namun, Mingyu yang memberikan kesan namja baik-menawan ternyata menjadi seorang namja super sadis dan menggunakan alasannya untuk memeras Wonwoo dan memperlakukannya seperti anjingnya.

Episode 3 Chap 2

CUE!

Wonwoo berlari menyusuri jalan untuk pergi ke rumah Mingyu dengan sekantung plastik ditangan kanannya, alisnya berkerut dan bibirnya menyerucut kecil pertanda ia sedang memikirkan sesuatu.

'dia tidak berangkat lagi?' batin Wonwoo kesal, 'sialan! Aku harus menghancurkan virus itu' Wonwoo mempercepat larinya menuju rumah Mingyu. Sesampainya ia di apartemen Mingyu, ia melihat pacar palsunya sedang berdiri didepan pintu rumahnya.

"Mingyu-ah! Kau harus istirahat!" omel Wonwoo, Mingyu menoleh ke arah Wonwoo yang berjalan ke arahnya "hanya ke toko sebentar, lagi pula demamku sudah turun" Mingyu memasukkan kunci rumahnya dan membukanya.

"Bohong! Lalu kenapa tidak masuk sekolah?"

"hanya malas saja"

Wonwoo menarik ganggang pintu apartemen Mingyu dan menyelonong masuk kedalamnya sambil menarik pundak Mingyu. "tuh'kan, kau terlalu banyak bergerak, kembali istirahat!"

.

Mingyu terbaring dikasurnya sambil menatap Wonwoo kesal, sedangkan yang ditatap hanya meringis kecil memperhatikan termometer digenggamannya "beneran sudah turun..."

"sudah kubilangkan tadi"

Wonwoo tersenyum lega "syukurlah, kukira Cuma bercanda, padahal aku bawa banyak makanan, mungkin jadi sia-sia" Wonwoo membuka plastik yang dibawanya. "nah... kalau begitu aku bawa pulang lagi ya" ijin Wonwoo.

Mingyu merubah posisinya menjadi duduk ditempat tidurnya dengan dagu menopang pada lengannya. Wonwoo heran karena namja tinggi dihadapannya berdiam diri dengan pandangan kosong "hm.. ada apa?"

"tidak"

Wonwoo mengerjapkan matanya polos 'ada apa dengannya?' batinnya bingung.

"Gomawo"

Pemuda bermarga Jeon itu melebarkan matanya tak percaya, "Eh?"

"Hei"

GYUT

Mingyu mencubit pipi Wonwoo yang terbengong dihadapannya "Akh! Appo appo!" rintih Wonwoo memegangi lengan Mingyu yang mencubit pipinya.

"Kenapa memasang muka seperti itu?" tanya Mingyu datar sambil tetap mencubit pipi Wonwoo, "Soalnya..!" ucapan Wonwoo terhenti saat Mingyu melepas cubitannya.

Wonwoo mengelus pipinya yang memerah "Soalnya.. kau mengatakan hal yang mengejutkan"

"Bodoh. Anak kecil juga bisa mengatakan 'terimakasih'"

"yah.. bukan begitu, aneh saja kau mengatakannya disaat seperti ini, soalnya kau tidak menyukai hal seperti ini" jelas Wonwoo sambil menatap plastik didepannya canggung.

"ternyata kau mengerti, aku benci orang yang sok baik 'betapa baiknya diriku, maka jadilah pacarku' sudah banyak itu terjadi padaku, sampai membuatku muak. Tidak semudah itu, pada akhirnya mereka hanya mempermainkan diri sendiri. Tapi kau sama sekali tidak ada niat seperti itu, kau selalu biasa saja. Karena itu aku tidak keberatan bilang terimakasih padamu" jelas Mingyu

"hanya itu saja" lanjutnya sambil menatap Wonwoo, Wonwoo terkesiap saat tatapan Mingyu bertabrakkan dengan tatapannya "a-apa sih? Kalau kau bilang seperti itu malah jadi menyeramkan, kau jadi sedikit aneh. Oh! Aku tahu, kau pasti masih demam!" Wonwoo mempositifkan pemikirannya pada Mingyu.

"tidak, kau sudah memeriksanya tadi" kesal Mingyu

Wonwoo tersenyum sambil mendekati Mingyu yang duduk dipinggiran kasurnya "bisa saja termometernya rusak!" Wonwoo meletakkan telapak tangannya pada dahi Mingyu.

GREP

Mingyu memegang lengan Wonwoo yang ada didahinya, "berhentilah bertindak bodoh. Melihatmu saja membuatku malu"

"a-ah.. mian" jawab Wonwoo canggung, ia menatap lengan tangannya yang masih digenggam Mingyu dan Mingyu yang sedang menatapnya dengan ekpresi entah apa itu.

"a-ah! Karena tugasku sudah selesai, aku pulang ya" Wonwoo membalikkan tubuhnya dengan cepat, membelakangi Mingyu "Pastikan besok ke sekolah, ya?" ia mengambil tasnya yang tergeletak diatas kursi lalu berjalan keluar kamar Mingyu.

.

.

'tidak! Tidak! Ini tidak mungkin terjadi, kami bahkan tidak benaran pacaran! Kenapa jantungku berdegup kencang? Cepatlah berhenti!' batin Wonwoo yang sedang berlari sambil memegangi dadanya yang bergemuruh.

.

.

Wonwoo mengganti sepatu outdoornya dengan sepatu indoor miliknya yang berada di loker, 'ah.. semalam aku tak bisa tidur' batinnya.

"Hei..."

'ngantuknya...' Wonwoo asik dengan pikirannya sendiri hingga tidak menyadari namja tinggi dibelakangnya, "ya!" kesal namja dibelakangnya sambil mendorong pelan pundak Wonwoo.

"jawablah, dari tadi aku menyapamu. Kau mengabaikanku?"

Wonwoo terkesiap dengan Mingyu yang berdiri dihadapannya, "Eh? Mian,, tadi aku melamun"

'aku tidak bisa menatap matanya...' Wonwoo mengedarkan pandangannya kemana saja, asal tidak bertemu tatap pandang Mingyu.

"kau tertular demamku?" tanya Mingyu mendekatkan wajahnya dekat kearah Wonwoo, "hng?" Wonwoo memalingkan wajahnya pada Mingyu.

Deg...

Wonwoo mendapati wajah Mingyu yang dekat sekali dengannya, dengan cepat ia mundur selangkah dan menggelengkan kepalanya "T-tenang saja! Tenang saja! Aku tidak demam, seperti biasa penuh semangat! Jadi kau tidak perlu khawatir" jawab Wonwoo tersenyum canggung

"Hah? Siapa juga yang khawatir?"

"eh?"

"Sudah seharusnya anjing mengambil resiko untuk tuannya, kan?"

"...!"

"dah, jangan sampai melamun" Mingyu melangkahkan kakinya masuk kesekolah dan berjalan meninggalkan Mingyu yang bengong karena ucapannya tadi. Wonwoo menoleh ke arah Mingyu yang meninggalkannya dengan kesal 'bikin kesal saja!' batinnya.

.

"Mingyu-ah.. selamat pagi"

" Selamat pagi Mingyu!"

"sudah baikan?"

Kumpulan yeoja dan namja yang berstatus uke menghampiri Mingyu yang berjalan dikoridor, Wonwoo berjalan tak jauh dibelakang Mingyu melihat tingkah laku Mingyu yang berbeda.

' masih saja memasang muka polos, mereka semua ditipunya. Namja seperti itu.., lupain saja' batin Wonwoo.

Mingyu menolehkan wajahnya kebelakang dan mendapati Wonwoo yang sedang memperhatikannya, dengan usil ia menjulurkan lidahnya dan membuat Wonwoo terkesiap dengan semburat merah tipis diwajahnya.

.

.

"Kenapa tidak bilang saja?" tanya Junghan pada Wonwoo yang sedang duduk disebelahnya, "Maksudnya gimana?" tanya Wonwoo balik sambil menyandarkan punggungnya dibangku taman yang sedang mereka tempati sekarang ini.

"kau suka Mingyu kan?" pertanyaan Junghan membuat Wonwoo bingung "mungkin... aku suka" jawabnya pasrah.

"Syukur deh, kamu punya orang yang dicintai!"

"tapi bukannya memalukan? Padahal aku mengatakan hal mengerikan tentang dia" Wonwoo menundukkan wajahnya sambil memegangi kepalanya.

Junghan tersenyum kecil sekaligus kasihan pada sahabat sedari kecilnya yang sedang dilanda dilema hebat itu. "apa boleh buat, karena cinta tidak memilih siapapun, seperti detak jantung kita yang tidak bisa ditentukan. Kamu hanya perlu mengikuti perasaanmu. Itu pasti membuatmu bahagia"

Wonwoo mendongakkan wajahnya dan menatap Junghan "ya.. kau benar! Aku pikir begitu" Junghan tersenyum hingga matanya terpejam "berjuang ya. Aku akan mendukungmu"

.

'tapi Junghan-ah.. bagaimana caranya kalau situasinya seperti ini? Haruskah aku mengutarakan perasaanku saja?' Wonwoo berperang dengan pikirannya, Mingyu melirik sebentar Wonwoo yang sedang mengerutkan alisnya lalu menatap kembali ponselnya.

'tapi, walaupun bohongan, kami sudah seperti pasangan' batinnya lirih, ia menatapi pepohonan yang ada disekitar taman yang selalu mereka lewati sebagai jalan pintas terdekat untuk pulang kerumah.

GYUT

"Ya!" Mingyu mencubit pipi putih Wonwoo gemas "apa?!"

"Jangan melamun saat bersamaku" Mingyu melepaskan cubitannya dan membuat Wonwoo memegangi pipinya sakit "Memangnya kau butuh perhatian?" kesal Wonwoo.

Belum Mingyu menjawab terdengan suara nafas memburu yang khas dilakukan semua hewan saat kelelahan atau kehausan bahkan saat mereka ingin dimanja. Wonwoo dan Mingyu menundukkan wajahnya untuk melihat hewan apa yang ada didekat mereka.

"Anjing?" Wonwoo memperhatikan anjing yang tengah berdiri dengan kedua kaki atasnya diletakkan pada kaki Mingyu (ngerti ga sih==)

"Ya! Monggu!" teriak ahjumma berpakaian baju rumah berwarna ungu berlari mendekati mereka. "hah..hah.. maaf ya, nak" ahjumma itu tersenyum kearah Mingyu.

"Tidak masalah. Dia lucu sekali, boleh memegangnya?" ijin Mingyu balas tersenyum. Si ahjumma mengangguk "ya, ya! Tentu saja boleh"

Mingyu berjongkok untuk bermain dengan anjing didepannya, ' oh ya. Dia bilang suka anjing..' batin Wonwoo memperhatikan Mingyu yang sedang bermain dengan anjing milik ahjumma tadi. Mingyu tersenyum pada si anjing.

Deg..

's-senyum menakutkan apa itu? Terlebih itu bukan 'senyum pangeran' yang biasa,'kan?'

Mingyu asik bermain dengan anjing tadi tanpa sadar wajahnya tersenyum dengan senyuman yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun. 'dia benar-benar suka' batin Wonwoo.

Mingyu menoleh ke arah Wonwoo yang memperhatikannya "ada apa? Kau mau mau jadi hewan peliharaan juga?" tanya Mingyu

"Mwo?! Jangan bodoh! Kenapa bicara seperti itu?"

"wajahmu terlihat ingin sesuatu"

"eh?"

'Tidak mungkin, apa aku terlihat begitu?' batin Wonwoo memegangi wajahnya, 'mungkin benar, aku ingin dia terlihat seperti itu saat bersamaku'

Mingyu menunduk hormat pada ahjumma didepannya, lalu menepuk-nepuk seragamnya yang kotor karena bulu anjing yang tadi bermain dengannya "ahh.. jadi kotor" kesalnya

Wonwoo berdiri dari posisi jongkoknya lalu menatap Mingyu "kalau kau suka, kenapa tidak memeliharanya?" Mingyu menoleh singkat lalu kembali sibuk dengan pakaiannya "tidak bisa"

"kenapa?"

"dulu aku punya, tapi sudah mati. Jadi aku takut untuk memeliharanya lagi"

"begitu..."

"apalagi..," Mingyu mengelus kepala Wonwoo singkat "aku sudah punya anjing besar" Wonwoo terkejut kecil. "tapi butuh banyak perawatan" jelas Mingyu lalu berjalan mendahului Wonwoo yang membeku sambil memegangi kepalanya.

"jangan samakan aku denganmu! Kau lebih pantas itu daripada aku!" teriak Wonwoo kesal.

"masih saja menggonggong ya" kritik Mingyu terus berjalan keluar taman.

'kalau begini tidak akan berubah, akan kuutarakan perasaanku padanya. Aku tidak mau pacar bohongan, aku mau pacar sungguhan. Aku mau Mingyu merasakan apa yang kurasakan' batin Wonwoo.

.

.

'tapi.. walaupun sudah merencanakannya, mengutarakan perasaan tidak semudah itu' lirih Wonwoo sambil memperhatikan ponselnya yang menampilkan nama 'Kim Mingyu' dikontaknya.

Wonwoo berbaring malas dikasurnya dengan setia bersama ponsel digenggamannya.

Tokk tokk..

"Wonwoo-ya!"

Suara pintu diketuk lalu tak lama kemudian dibuka oleh Ibu Wonwoo yang membawa tas karton.

"ada apa?" tanya Wonwoo.

"bibimu mengirimkan beberapa apel, Junghan suka,'kan? Kita ada banyak, jadi kasih saja ke dia" Ibu Wonwoo menyodorkan tas karton yang dibawanya pada Wonwoo.

.

'Junghan-ah! Mian, lain kali buatmu'

Wonwoo memencet bel yang berada dihadapannya, lalu merapihkan rambutnya.

"Iya sebentar" terdengar suara perempuan yang menyahut tak lama kemudian pintu dihadapannya terbuka dan menampilkan yeoja mungil bersurai coklat tua dan menatapnya kaget "oh. Ternyata namja"

Wonwoo menatap yeoja dihadapannya kaget, "siapa?" Mingyu menghampiri yeoja yang tadi bersamanya lalu menatap Wonwoo yang berdiri didepannya kaget. "Ah. Wonwoo!"

"Ja! Kalau begitu, aku pulang dulu" pamit yeoja mungil tadi pada mereka berdua, pandangan Wonwoo mengikuti yeoja yang sedang berjalan keluar itu "siapa dia? Temanmu?" tanyanya.

"aku bertemu dengannya di kota"

"oh? Jadi karena itu dia dirumahmu?!" kaget Wonwoo. Mingyu menyenderkan bahunya pada palang pintu rumahnya, "lalu? Mau apa kau kesini?"

"Mingyu-ah, lebih baik jangan d-dilakukan lagi."

"maksudmu?"

"m-maksudku..., mengajak yeoja tidak jelas"

"hah? Jangan bicara seperti itu, aku tidak begitu, lagipula kau bukan pacarku. Kenapa kau bicara begitu? Terserah aku mau berbuat apa"

"tidak bisa"

"Tidak bisa? Aku tidak butuh nasihatmu"

"Mungkin tidak.. tapi...—"

" apa? Masih ada masalah? Katakan"

Mingyu menatap Wonwoo yang terdiam dengan heran, tidak biasanya ia melihat sikap Wonwoo yang aneh seperti ini.

"aku tidak suka.. aku tidak menyukainya!" jawab Wonwoo tiba-tiba. "soalnya aku menyukaimu!"

Mingyu melebarkan matanya kaget, lalu mendecih kecil dengan senyuman merendahkan terpasang dibibirnya. "kau terlalu sederhana ya"

"ya?" Wonwoo mendongakan wajahnya untuk menatap Mingyu, "itu aku tidak bisa" jawab Mingyu.

"eh?"

"Kau dari awal tidak pernah pacaran,kan? Tapi kau malah bermain-pacaran dan membayangkannya"

"tunggu. Maksudmu perasaanku ini palsu?" tanya Wonwoo memastikan.

"Benar" jawab Mingyu datar, Wonwoo membeku sejenak lalu tersenyum kecil sekaligus lega "ya. Setelah kau mengatakannya, sepertinya benar"

"Ya?"

"aku senang ternyata ini tidak benar. Jujur saja, aku tidak mau jatuh cinta padamu"

"aku senang kau sudah sadar"

Mingyu melebarkan matanya lagi saat melihat mata Wonwoo yang agak berair, dengan cepat Wonwoo menyodorkan tas karton yang sedari tadi di genggamnya pada Mingyu "Ini apel buatmu! Selamat tinggal!" pamitnya berjalan cepat pergi dari hadapan Mingyu.

EPISODE 3 CHAP 2

END

(SOON) EPISODE 4 CHAP 1 ^^

Numpang saran nih, di anime aslinya si Sata (Mingyu) punya sahabat sedari SMP, namanya Hibiya Takeru. Nah cocok ga ya kira-kira aku buat dia jadi Scoups== dilema maksimal (Lagi==)

AKHIRNYA EPISODE 3 SELESAI JUGA. WALAUPUN EPISODE 4-12 MASIH MENUNGGU, KU HARAP KALIAN MASIH SETIA YA.

Review Reply :

XiayuweLiu : iya nih, si wonu kayanya udah ada benih-benih bayi. Eh maksudnya cinta. Benih kecambah mah mini banget== iya kak doain dd cepet sembuh ya *lah. Tfr yaaa

Bbihunminkook : papapapapapa/? Aku imutnya dari lahir kak, boleh bawa aja pulang, dibungkus. Sambelnya pisah ya*lohh. Iya nih kak dia pms kehabisan s*pt*k beliin yang 42 cm dung ya (ENGGAAA xD) duh maapin. Tfr yaaa

ICE14 : Eon kan spesial *EAAA. Mungil bgt== pada bantet2 lagi/? Kalo gitu Eon jangan step dulu ya, ntar jadi hantu penasaran nanti Lio yang eon gentayangin T^T *gaa..* dia gemetaran eon, maklum musin hujan/?

Cutiepie Jimin : aduh kamu si silent rider unyu aw/? Gapapa yang penting udah review, makasih reviewnya. Masukin aja si Mingyu ke oven biar anget, lavyu tu ahh Tfr yaaa

Lvlyzjie : cie bantuin dong T^T, masa si Mingyu lagi adem-ademnya, Lio jadiin mereka berdua Kisseu. Yang ada ntar mereka makin berantem... ntar ya sabar, kalo udah nyampe adegan kiss. Lio bikin mereka panas *ketawa evil*

Kookie-laTae : pacarnya Dino masih dirahasiakan, panggil saja dia mawar (lah.. xD) next~~ Tfr yaaa

Korokurakwayun : wayun ku cintaa*emot lope* usaha aku buat dapetin hati Seokmin kapan ya.../? yuk lanjutt~ Tfr yaaa

ParkMitsuki : mitsuki~~ epek fall in love gitu *nyanyi lagu UNIQ/?* ibunya ga setuju kalo aku sama Seokmin, ibunya mau aku sama dia aja xD #Fallingkiss muah wkwk Tfr yaaa

ChubbyMinland : sabar ayo sabar. Orang sabar disayang babeh Scoups (lah...) Tfr yaaa

Vipbigbang74 : lanjuttt~ Tfr yaaa

FabMinMin : kamu kalo sama doi jangan dikodein, dia makin gapeka. Apalagi kamu ngekodeinnya pake kode morse. Makin ga peka dia/? Tfr yaaa

Dindawcs : ya untungnya dia ga jadi papan triplek ya... yuks makasih semangatnyaa! Tfr yaaa

mas seungcheol : gapapa telat ripiuwnyaa, anak papa kim sama mama kim lah...*/? wkwk