Hai~ aku balik lagi dengan ide putus putus yang akhirnya jadi juga -.-"
Enjoy~
Super Junior Daily School Life
Author :
Ryuuga1315
Cast :
Super Junior
Para OC
Genre :
School Life & Friendship
Rated :
T
Disclaimer :
Super Junior (SM)
Story (Me!)
Warning :
Typo, Gaje, ngebosenin, OOC, no plagiat, kalo abis baca trus sakit perut silahkan pergi ke toilet secepatnya mungkin anda kena diare .-.
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Don't Like Don't Read~
Happy Reading!
"Heechul! Cepat bangun dan pergi ke sekolah!"
Errggh... Suara seorang perempuan paruh baya membuat tidur indah Heechul menjadi terganggu, mimpinya hilang begitu saja. Tapi bisa di tebak apa reaksinya setelah ini kan? Yah... Ia kembali melanjutkan mimpinya, sayangnya sebelum mimpinnya berlanjut...
Kriiing!
"JAM WEKER SIALAN!"
Crangg!
Heechul berhasil menghancurkan penghancur mimpinya dengan lemparan mautnya. Jangan heran dengan kelakian Heechul ketika ia bangun, ini sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi. Entah sudah berapa puluh jam weker hancur dengan lemparannya.
Heechul sudah terlanjur berada dalam posisi duduk di atas kasurnya, jadi ia akhirnya bangkit dari sana dan menuju kamar mandi yang cukup jauh dari kamarnya walau masih selantai.
Ok, aku tidak mungkin menunjukkan bagaimana Heechul mandi jadi lebih baik bicarakan hal yang lain. Ingin tahu bagaimana kamar milik flower boy yang satu ini? Kamarnya penuh dengan action figure karakter anime, tentu saja dari berbagai anime bukan hanya satu anime. Pajangan komik juga hampir memenuhi rak bukunya yang cukup besar, komik satu seri yang ia bawa ke sekolah hanya sedikit dari komik yang ada di kamarnya. Kasurnya juga penuh dengan karakter anime terutama Asuka. Bahkan jika komputernya dinyalakan maka karakter anime juga ada di sana. Yah... Bisa di bilang, Heechul adalah seorang otaku.
Otaku memang bukan suatu yang bisa di banggakan karena orang jepang sendiri menganggap otaku sebagai orang yang terlalu terobsesi dengan apapun yang berbau anime dan manga. Tapi ini semua sudah terlanjur dialami oleh Heechul, ia cukup gila dengan hal berbau anime dan manga.
Heechul akhirnya selesai dari upacara pembersihan tubuhnya alias mandi. Tanpa basa basi, ia segera mengenakan seragamnya, menyiapkan buku untuk mata pelajaran hari ini, dan melihat dirinya sendiri di depan cermin. Tapi entah kenapa hari ini, ia tidak sesemangat saat ia melihat kaca seperti biasanya. Heechul merapihkan rambutnya lalu mengambil jaket dan tasnya setelah itu pergi meninggalkan kamarnya yang sangat berbau anime dan manga itu.
Heechul menuruni tangga dengan lunglai, lagi lagi tidak seperti biasanya. Kakinya menuntunnya pergi ke meja makan yang sudah penuh dengan sarapan pagi dari ibunya. Tanpa basa basi Heechul segera menyantap sarapannya dengan malas, sungguh ini bseperti bukan Heechul... Biasanya Heechul dengan cepat turun dari tangga lalu meneriakkan Selamat Pagi dengan senangnya, dan setelahnya ia baru menyantap makanannya dengan semangat.
"Heechul... Apa kau baik baik saja hng?"
"Aku baik", Sang ibu sedikit terkejut dengan jawaban anaknya yang satu ini. "Tapi sepertinya mood mu sedang tidak bagus pagi ini...", Heechul terdiam lalu melanjutkan sarapannya dengan tenang. Sang ibu kembali bersuara, "Ada apa? Ceritakan saja semuanya pada ibu... Jangan biarkan mood jelek itu terbawa sampai sekolah..."
"Memangnya apa yang salah? Aku bilangkan aku baik, aku hanya sedang malas saja~", Jawab Heechul dengan nada senangnya. "Oh benarkah? Bagus kalau begitu, habiskan sarapanmu dan cepatlah ke sekolah sebelum kau terlambat!", Heechul menjawab saran dari ibunya dengan nada yang aneh tapi berarti 'iya' di telinga ibunya.
Akhirnya Heechul menghabiskan sarapannya dan meminum cukup banyak air, setelah itu ia keluar dari rumah dan pergi menuju halte bus yang mengantarnya ke sekolah. Yah lagi lagi tidak seperti ia yang biasanya, entah apa yang sedang merasukinya pagi ini tapi moodnya benar benar hancur sekarang.
Tepat saat Heechul sampai di halte bus, bus yang ingin dia naiki juga datang jadi dia tidak perlu menunggu lama. Di dalam bus itu Heechul lebih memilih bersandar pada tiang penyangga daripada duduk di kursi, ini sudah menjadi kebiasaan tiap pagi... Kebiasaan yang baik.
Heechul juga senang mendengar lagu kesayangannya lewat mp3 yang ia bawa setiap hari ke sekolah, agar ia tidak bosan tentunya. Setelah beberapa menit bus itu berjalan, akhirnya Heechul sampai di salah satu halte bus yang sebenernya cukup jauh dari sekolah, tapi tidak salahnya kan jalan jalan pagi dengan santai.
Jika di lihat dari penampilan Heechul pagi ini, ia terlihat layaknya model. Ia mengenakan kepala jaketnya, kedua tangannya ia masukan ke dalam kantong jaket berwarna coklat itu, lubang telinganya tertutup oleh earphone yang ia kenakan, sepatu merah dengan tali putih, tas dengan design yang keren berwarna navy, seragam yang agak berantakkan, bayangkan betapa kerennya seorang Kim Heechul berjalan di trotoar dengan tampang dinginnya.
Bahkan beberapa perempuan sempat terpukau melihatnya bahkan sampai menyapanya, tapi Heechul hanya terus berjalan tanpa memperdulikan mereka. Jika ditanya kenapa ia bisa sedingin itu pasti ia akan menjawab 'Aku tidak dengar' dengan entengnya.
Setelah melewati perjalan panjang yang agak melelahkan di pagi hari, akhirnya Heechul sampai di kelasnya yang dulu ia sebut sebagai kelas yang terkutuk, Kelas XII-J. Pagi pagi begini murid kelas itu sudah memadati kelas mereka. Yahh seperti pagi pagi yang lainnya, pagi ini juga kelas J sudah sibuk dengan segudang aktifitas, ada yang sibuk dengan urusan mereka sendiri, berkumpul dan membahas sesuatu, dan ada juga yang sudah membuat kerusuhan.
Heechul memberhentikan langkahnya tepat di ambang pintu murid kelasnya itu, tanpa mengeluarkan suara tentunya. Sungmin yang sedang berbincang dengan Leeteuk dan Ryeowook melihat Heechul yang masih diam di sana, "Oh! Heechul! Selamat pagi!".
"Ah... Iya" Heechul menjawab dengan sangat singkat lalu memasuki kelasnya itu dengan malas. Heechul segera menuju kursinya, dia mengacak ngacak rambutnya seperti sedang frustasi. Leeteuk memutar tubuhnya, "Tidak biasanya kau datang sampai se'siang' ini... Ada apa?".
"Tidak ada, hanya kesiangan saja. Apa itu penting?", Leeteuk sedikit merasa bersalah karena sudah bertanya pada Heechul yang sedang dikendalikan oleh iblis, "Err... Tidak, itu tidak penting... Lupakan saja."
Heechul hanya menatap punggung Leeteuk lalu mengalihkan padangannya pada jendela yang ada di sebelah kirinya, pikirannya terbang jauh pada saat perlombaan tentang sampah yang dilaksanakan beberapa hari lalu. Entah kenapa perkataan Kyuhyun hari itu tidak hilang dari kepalanya akhir akhir ini.
'MEMANGNYA KAU KIRA HANYA KARENA AKU BERTUGAS SEBAGAI PENYEMBUNYI SAMPAH AKU TIDAK MELAKUKAN PERLAWANAN JUGA?! HEY INI AKU BUKAN KAU! APA KAU TAHU KENAPA KAU BERSAMA KANGIN DAN SHINDONG? ITU KARENA KAU TIDAK DAPAT MELAKUKAN APAPUN!'
Kata kata Kyuhyun itu sangat menusuk perasaan Heechul itu sebabnya ia hanya membalas dengan kalimat 'YA! KENAPA KAU BERTERIAK PADAKU?!'. Kalimat itu bukan di tunjukan sebagai perlawanan dari Heechul, tapi Heechul mengeluarkan kalimat itu karena ia tidak mampu melawan kata kata Kyuhyun.
Heechul masih setia menatap langit pagi yang sedikit terhalang tumbuhan kecil di dalam pot, 'Dia benar... Aku ini tidak berguna'. Heechul menghela nafas panjangnya, lalu mengalihkan wajahnya ke arah lain. 'Aku rasa aku adalah orang yang paling tidak berguna di kelas ini, aku akui kelas ini memang kelas yang terlantar dan terkutuk tapi, jika teman temanku adalah mereka rasanya lebih baik aku pindah kelas. Huh! Seharusnya aku pindah kelas saja dari awal! Tapi rasanya percuma, murid kelas J tidak diizinkan untuk berpindah kelas dan aku harus berada di sini selama setahun, sebagai orang yang paling tidak berguna.'
Heechul menunduk, entah sejak kapan ia menjadi seseorang yang mudah putus asa seperti ini. Tapi jika dipikir pikir lagi, apa yang Kyuhyun katakan dan Heechul rasakan memang ada benarnya. Coba lihat Leeteuk, dia adalah sang ketua kelas, ia punya segudang tanggung jawab terhadap kelasnya. Kibum dan Kyuhyun adalah aset berharga sekolah, Siwon juga tidak dapat di pandang sebelah mata. Kangin dan Hankyung punya bakat dalam bidang olah raga, begitupun dengan Yesung, Henry, dan Ryeowook yang memiliki potensi di dunia permusikan. Donghae dan Eunhyuk juga memiliki bakat dance yang luar biasa bahkan sampai memenangkan berbagai kejuaraan dance. Sungmin juga memiliki kecerdasan dan seni bela diri yang luar biasa, dan sisi lainnya ia adalah ornag yang sangat ramah. Zhoumi adalah mata mata yang dapat di andalkan, dan Shindong... Terkadang ide darinya adalah hal yang menguntungkan.
Sedangkan Heechul? Yang bisa ia lakukan hanya marah marah, menggertak, memaki, dan mengkritik kekurangan orang lain. Kalau diperhatikan lebih teliti lagi, ia tak jauh beda dengan Kim Seonsaengnim. Walaupun ia cukup andil dalam beberapa ide untuk perlombaan, tapi menurutnya apa yang ia lakukan tidak seistimewa teman temannya yang lain. Bahkan jika ia boleh jujur, sebenarnya ia iri dengan Kyuhyun.
Jangan tanya kenapa, Kyuhyun adalah orang yang sangat menakjubkan di mata seorang Kim Heechul. Heechul ingat saat dimana ia harus mati matian belajar matematika saat ujian datang sedangkan Kyuhyun hanya main game seharian, tapi hasilnya sangat jauh berbeda, Heechul mendapat nilai sangat rendah dan Kyuhyun mendapat nilai tertinggi.
Heechul benar benar iri pada Kyuhyun, itu sebabnya ia selalu berkata kasar pada Kyuhyun walau sebenarnya yang Kyuhyun katakan adalah hal positif. Dan tahun ini, ia tidak pernah menyangka jika ia akan sekelas dengan orang yang membuatnya iri.
Young Seonsaengnim memasuki kelas mereka, dengan sigap Leeteuk segera memerintahkan semua teman temannya untuk berdiri dan memberi salam pada guru seni sekaligus wali kelas mereka.
"Annyaeonghaseyo~".
"Ne, Annyeonghaseyo. Kita bertemu lagi, aku rasa aku beruntung karena menjadi wali kelas kalian. Kalian benar benar membuatku bangga!".
"Kau sudah mengatakannya saat jam pelajaranmu kemarin..." Kyuhyun mengeluarkan suaranya, Young Seonsaengnim menjadi sedikit kikuk karena itu "Eh... Ehehe, aku terlalu senang jadi aku tidak sadar kalau aku sudah pernah mengatakan ini, maaf ya hehehe...".
Young Seonsaengnim mendapat tatapan malas dari murid muridnya, ok kali ini mereka berhasil membuat wali kelas mereka menunduk malu. Tapi tak lama Young Seonsaengnim mengangkat kepalanya dengan senyuman indah di wajahnya, "Kalau begitu, kurasa sepertinya aku harus segera mengatakan kenapa aku berbasa basi dulu dengan kalian,"
"Aku ingin mengetahui kenapa benda di sana menjadi benda kesayangan kalian."
Ekspresi para murid kembali berubah, menjadi sedikit pucat... Entah apa yang mereka pikirkan, tapi menurut mereka ini terlalu sensitif. "Cha~ Aku ingin sang ketua kelas dulu yang memberitahu kita ssmua tentang benda kesayangannya, Beri tahu kami Leeteuk?"
"Tunggu bagaimana aku melakukkannya? Apa aku kesana dan mengambil benda itu? Lalu menceritakannya di belakang kelas?" Tanya Leeteuk dengan polosnya. Young Seonsaeng terlihat sedikit berpikir "Kau bisa, berdiri lalu... Memberitahu yang mana milikmu dan, menceritakannya."
Leeteuk pun bangkit dari kursinya dan memulai ceritanya, "Foto keluarga yang ada di sana itu adalah milikku, karena aku sangat rindu dengan mereka jadi aku membawanya kemari.", Young Seonsaeng seperti tertarik dengan kisah Leeteuk, "Memangnya apa yang terjadi dengan keluargamu?".
Leeteuk mengepalkan tangannya kuat secara diam diam, hela nafas panjang keluar dari mulut Leeteuk "Tidak ada... Aku hanya tinggal terpisah dari mereka dan tinggal di sebuah kamar kecil bersama seorang paman yang bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan mereka... Tinggal di tempat yang jauh dari Seoul."
"Oh begitu ya... Silahkan duduk. Sekarang aku ingin Sungmin yang bercerita, boleh?", Sungmin yang duduk di sebelah Leeteuk berdiri menuruti perintah wali kelasnya. "Boneka kelinci yang di sana itu milikku, boneka itu jika di tekan perutnya akan mengeluarkan kalimat 'I Love You'. Engh... Aku mendapatkannya dari teman kecilku, hanya itu." Sungmin kembali duduk di kursinya, pandangannya sedikit kosong setelah menceritakan benda yang ia bawa.
Tapi sayangnya ekspresi dari Sungmin tidak dilihat oleh Young Seonsaengnim, jadi dia terus melanjutkan penghilangan rasa penasarannya selama ini. "Ryeowook, ceritakan milikmu." Perintahnya dengan senyuman, Ryeowook pun berdiri dan mulai bercerita "Kotak musik itu milikku, itu sudah menjadi benda kesayanganku sejak kecil jadi aku membawanya kemari." Ryeowook kembali menduduki kursinya dengan santai.
Young Seonsaengnim mengarahkan pandangannya pada Kibun yang duduk di sebelah Ryeowook, tentu saja Kibum sudah tahu apa artinya jadi dengan malas ia berdiri di tempatnya dan mulai bercerita, "Laptop rusak itu milikku, aku tidak terlalu punya alasan kenapa aku membawanya. Aku tidak memiliki barang kesayangan, jadi aku membawa itu hanya untuk menuruti perintah saja."
Kali ini, Young Seonsaengnim agak terkejut. Tidak bukan hanya dia tapi yang lain juga, Kibum berhasil membuat mereka terheran heran. Tapi Kibum tidak peduli, ia hanya memalingkan wajahnya tanpa harus memperdulikan orang di sekitarnya.
"Kyuhyun aku ingin kau yang-"
"Iya aku tahu.", Kyuhyun bangkit dari posisi duduknya yang berada tepat di belakang Kibum, Young Seonsaengnim hanya tersenyum melihat kelakuan muridnya yang kurang ajar ini. "Psp rusak itu punyaku, aku terlalu sayang dengan psp yang bagus jadi yang aku pajang di situ tentu yang rusak dan aku membawa psp ku yang lain kemari tentu saja untuk ku mainkan."
Kyuhyun tanpa sadar mendapat tatapan dingin dari seseorang yang duduk di ujung deret kedua sama sepertinya, yah... kim Heechul. Ia berdecih mendengar cerita Kyuhyun, 'Alasan yang aneh...'. Entah kenapa Heechul berpikir seperti itu terhadap cerita Kyuhyun.
"A-apa setelah ini aku yang bercerita?", Young Seonsaeng menatap Henry dengan tatapan bingung. Tapi itu tak lama, tatapan itu digantikan dengan senyuman yang hangat, "Seharusnya begitu karena kau duduk di sebelah Kyuhyun, tapi aku ingin Siwon yang bercerita sekarang."
Henry menunjukkan ekspresi kecewanya, "Ya ampun sayang sekali, padahal aku ingin menceritakan alasan bohongku yang keren-hmp!". Henry mengunci mulutnya sendiri dengan kuat, ia mendapat tatapan bingung dari Young Seonsaengnim dan yang lain memberinya tatapan seperti 'HEY APA YANG KAU LAKUKAN?!'.
"Err... Apa aku boleh bercerita sekarang?", Suara itu milik Siwon yang sedang mengacungkan tangannya tinggi. Young Seonsaengnim entu saja melihat itu jadi ia mempersilahkan Siwon untuk menceritakan tentang benda yang ia bawa.
Siwon sudah berada di posisi berdirinya, "Sebenarnya tidak ada cerita yang menarik dari Al-kitab yang aku bawa, aku hanya-"
"Ya aku tahu kau akan berkata 'aku hanya anak yang patuh pada agama' jangan beritahu aku soal itu, aku sudah bosan mendengarnya.", Siwon terdiam mendengar protes dari Heechul. Tapi tak lama kemudian ia terkekeh, ini membuat Heechul sedikit bingung tapi ia tidak memperdulikan apa tau apa yang Siwon tertawakan, "Yang Heechul katakan benar, aku kira juga kalian juga sudah mengetahuinya jadi tidak ada yang perlu aku ceritakan lagi kan?".
Young Seonsaengnim hanya tersenyum tipis, ia lalu mempersilahkan Siwon untuk duduk kembali. "Zhoumi? Kau ingin menceritakan sesuatu tentang benda kesayanganmu?", Dengan malas Zhoumi bangun dan memulai ceritanya tanpa banyak basa basi, "Lihat pilox disana? Itu sebenarnya bukan pilox tapi lampu tidur, keren kan? Itu adalah karya pertamaku jadi aku membawanya~" Sifat Zhoumi yang agak sombong tidak pernah hilang.
Melihat tingkah Zhoumi, Young Seonsaengnim hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Tak ada yang tahu kenapa dia bisa memiliki sifat seperti itu, bahkan Siwon yang sebelumnya terkenal dengan sifat sombongnya kalah dengan Zhoumi dengan kesombongan tingkat dewanya.
"Hangeng atau yang biasa dipanggil Hankyung, apabkau mau bercerita?", Hankyung menuruti keinginan wali kelasnya itu. "Hm... Sebenarnya menurutku aku tidak perlu bercerita, yang ku sayangi selama ini adalah bola basket itu. Semua orang juga tahu, aku yang seorang pemain basket tentu sangat menyayangi bola basketnya, hanya itu." Hankyung segera kembali duduk tanpa diperintah.
Young Seonsaengnim menyentuh ujung dagunya, "Hm... Kurasa kau ada benarnya, tapi aku ingin tahu seberapa lama kau mencintai basket?". Hankyung ssdikit terkejut dengan pertanyaan Young Seonsaengnim, semua mata menatap Hankyung dengan tajam saat ini.
Bibir Hankyung sedikit bergetar, tapi ia berusaha tenang agar tetap tenang. "Aku... Masuk klub basket sejak smp dan... Kurasa sejak itu aku mencintai... Basket.", Young Seonsaeng mengerti kenapa Hankyung menjadi gugup begitu, tapi dia tidak peduli "Karena itu juga kan kau bisa masuk ke sekolah ini?".
"Ah... Iya, aku bisa masuk kemari karena prestasiku dalam dunia basket." Hankyung sedikit merasa lega sskarang, tapi tatapan tajam dari teman temannya membuatnya gugup untuk menjawab pertanyaan dari Young Seonsaeng.
Senyuman puas terpancar dari wajah Young Seonsaengnim, "Nah sekarang, bagaimana jika Donghae yang bercerita?". Donghae segera bangkit dari posisinya "Aku bingung harus bercerita apa Seonsaengnim... Aku membawa topi itu kemari karena aku memang menyukai topi, dan topi itu... Adalah yang paling aku sukai."
Donghae membuat Young Seosaengnim kehabisan kata katanya, hanya senyuman yang terpapar di wajah Young Seonsaengnim. "Duduklah, sekarang aku ingin kau Henry yang bercerita, kau sudah tidak sabar kan?", Henry pun berdiri dengan semangat dan Donghae kembali duduk dengan malas.
Henry mulai menarik nafasnya, tapi belum sempat Henry mengeluarkan suaranya, Young Seonsaengnim sudah... "TAPI AKU INGIN KAU MENCERITAKKAN KISAH DI BALIK KENAPA KAU MEMBAWA BENDA ITU KEMARI BUKAN MENDENGAR ALASAN YANG BAGUS UNTUK DICERITAKAN, MENGERTI?!".
Henry mengangguk dengan cepat, "Iya aku mengerti!". Tapi tak lama Henry menghembuskan nafasnya dan mengelus dadanya sendiri, 'Aku kira dia akan membunuhku...' Batinnya mulai berpikir yang aneh aneh.
"Lihat biola yang kecil itu? Itu milikku. Itu hadiah dari guru musikku, aku suka hadiahnya... Jadi aku membawanya kemari." Kata kata Henry terdengar sangat tulus. Henry segera duduk di kursinya dengan tenang, Young Seonsaeng sepertinya tertarik dsngan muridnya yang satu ini.
Senyuman tak pernah pudar dari wajah cantik Young Seonsaeng,"Henry... Apa kau bisa melakukan hal yang sama padaku?". Henry mengangguk, "Mungkin bisa~ kau kan juga guruku" Jawabnya dengan senyuman manis.
"Begitukah? Manis sekali. Tapi kenapa mungkin?", Henry kehilangan kata katanya sekarang. Otaknya berusaha mencari kata kata yang tetpat untuk menjawab pertanyaan yang (nenurutnya) mematikan itu. "Aku bilang mungkin karena kita baru saling mengenal selama satu bulan, aku sudah bertemu denganmu sebelum masuk sekolah iya kan? Jadi aku tidak yakin bisa melakukan hal yang sama."
Kata kata Henry membuat Young Seomsaengnim terdiam, tapi ia tak dapat memungkiri apa yang Henry benar adanya. Lagi lagi senyumanlah yang terlihat di wajah Young Seonsaengnim, walau kali ini itu adalah senyum palsu.
Atau senyumannya selama ini adalah senyum palsu?
"Eunhyuk, sekarang giliranmu.", Eunhyuk yang duduk di antara Henry dan Heechul segara berdiri dan memulai ceritanya, "Sepatu yang disana itu punyaku...". Young Seonsaengnim sedikit bingung dengan barang milik Eunhyuk itu, "Kenapa kau membawa sepatu yang sudah... Usang?" Tanyanya dengan wajah yang agak aneh.
"Ssshh... Aku belum selesai bicara!" Entah sejak kapan tapi Eunhyuk menjadi kurang ajar sekarang. "Sebenarnya semua sepatu adalah benda kesayanganku, bahkan yang ku kenakan sekarang juga. Jadi, daripada aku meletakkan yanv bagus lebih baik aku meletakkan yang sudah rusak hehe." Tanpa aba aba Eunhyuk sudah kembali duduk di kursinya.
"Ok... Eunhyuk sudah selesai bicara ya? Baiklah, Kangin bisa tolong bangunkan orang yang ada di depanmu itu?" Pinta Young Seonsaeng dengan sangat halus, Kangin tentu saja menuruti permintaan wali kelasnya itu. Ia segera mangambil ponsel dan meletekkannya tepat di telinga orang yang sedang tertidur itu (re: Yesung).
Yang Kangin putar bukan lagu berisik atau alarm pada biasanya, melainkan... Bel pulang sekolah. Telinga Yesung menangkap suara yang sangat menyenangkan untuk semua murid sekolah, dengan cepat Yesung mengangkat kepalanya dan membuka matanya.
"Kau sudah bangun tukang tidur?", Yesung yang masih sstengah sadar berusaha memastikan keadaan sekitarnya. Ia tidak mendengar dan melihat suasana bising saat pulang sekolah, ia bingung sekarang tapi tak lama ia mulai sadar. "Kau yang membangunkanku tadi? Hah dasar...".
Kangin hanya tertawa lalu kembali ke kursinya, Yesung sebenarnya ingin tidur lagi tapi karena ia mendapat tatapan manis dari wali kelasnya ia tidak jadi kembali ke dunianya yang indah tadi. Yesung berusaha bersikap sewajarnya dihadapan Young Seonsaengnim.
"Sepertinya mimpimu indah sekali ya, sejak kapan kau tidur Yesung?"
"Aku... Tidak ingat, tapi aku tidak tidur semalam jadi tolong maafkan aku..."
"Aku akan memaafkanmu jika kau mau bercerita tentang benda kesayangan yang kau bawa kemari, bagaimana?"
"Eo? Benda kesayanganku? Yang di sana itu? Oh... Baiklah, action figure diriku itu adalah benda kesayanganku, itu adalah hadiah dari fans pertamaku jadi aku membawanya kemari, hanya itu."
Yesung menunjukkan wajah muramnya tapi ia berusaha menyembunyikan ekspresi itu dari Young Seonsawngnim. Namun sayangnya Young Seonsaengnim tetap dapat melihatnya, hanya saja ia pura pura tidak melihat keanehan apapun, "Kangin, bagaimana jika sekarang kau yang bercerita? Tapi aku sudah tahu benda milikmu adalah seragam judo itu kan?".
Kangin berdiri lalu mengangguk dengan tegas, "Ya... Yang itu memang milikku. Aku rindu dengan judo, tapi aku sudah tidak diperbolehkan masuk kesana lagi kan? Hanya seragam itu yang menjadi kenangan saat ini."
Jawaban Kangin terdengar sangat tulus sekali, anak bertulang besar itu pun kembali duduk ke kursinya dengan tenang. Mata Young Seonsaeng mengarah pada Shindong yang duduk di deret ketiga baris ke empat, "Shindong sekarang giliranmu."
Shindong segera berdiri di tempat, "Lego yang berbentuk istana itu milikku.", Young Seonsaeng sepertinya tertarik dengan lego itu, "Itu bukan hal yang mudah! Apa kau suka menyusun lego Shindong?".
"Tidak."
"Hah? Lalu?"
"Aku tidak punya barang yang bagus untuk dipajang selain itu, jadi aku bawa saja itu kemari."
...
Kelas menjadi hening, Young Seinsaengnim juga bingung harus menganggapi apa. Jawaban Shindong terkesan terlalu polos, terlalu polos untuk ukuran kakak senior di SMU ini. Shindong kembali duduk di kursinya karens ia sudah tidak sabar untuk kembali mengunyah keripik kentang yang ia beli di kantin tadi pagi.
Young Seonsaengnim segera mengalihkan suasana agar menjadi lebih berwarna, "Nah! Sekarang Heechul, kau yang terakhir... Komik itu milikmu kan? Bisa kau ceritakan?"
"Tidak"
"Apa? Memangnya ada apa?"
"Kau terlalu buang buang waktu hanya untuk menghilangkan rasa penasaranmu! Itu urusanku bukan urusanmu! Bahkan jika aku memberi tahunya kau juga tidak akan paham dan hanya meng-oh-kan semua penjelasanku! Bukankah itu sama saja percuma? Lebih baik kau mulai pelajaranmu! Aku sudah bosan mendengar cerita orang lain!".
Heg!
Mencaci dan memaki, bahkan lebih buruk lagi kali ini wali kelasnya sendiri yang jadi sasarannya. Young Seonsaengnim tidak sanggup membalas perkataan Heechul, ini memang bukan pertama kalinya ia di bentak oleh muridnya sendiri, tapi menurutnya Heechul memberikan sensasi yang berbeda.
Terlihat jelas sebuah penyesalan di wajah Heechul, tapi bisa ditebak jika Heechul mengeluarkan pendapatnya lagi maka kata kata kasarlah yang akan keluar. Heechul memang orang yang paling sensitif jika mengingat sesuatu yang menurutnya berarti, seperti sekarang contohnya.
"Baiklah, kurasa aku memang buang buang waktu... Kita lanjutkan pelajaran yang tertunda kemaein, buka buku kalian."
Semua murid kelas J menuruti perintah Young Seonsaengnim, Heechul juga tentunya. Leeteuk menoleh sedikit ke arah Heechul yang duduk di belakangnya, tapi. "Jangan menatapku begitu! Atau ku cekik lehermu!".
"Kkk... Cekik saja kalau kau bisa~ hihihi", amarah Heechul semakin melunjak "Kau ini!" Heechul hampir mendaratkan pukulannya di kepala Leeteuk tapi ia tidak jadi melakukannya. "Aku tahu kau tidak akan sanggup melukaiku~".
"KAU INI BENAR BENAR MINTA DIHAJAR YA?!"
"HEY KAU YANG DISANA! KAU YANG TADI MEMAKI YOUNG SEONSAENGNIM DAN MENYURUHNYA MEMULAI PELAJARAN! APA OTAKMU BERFUNGSI DENGAN BAIK? APA MAU MU YANG SEBENARNYA?! KAU INGIN BELAJAR ATAU INGIN MENCARI MASALAH HAH?!", Mata Heechul menangkap seseorang yang sudah melakukan hal yang kurang ajar, Cho Kyuhyun.
Amarah Heechul semakin menjadi jadi, "YANG INGIN MENCARI MASALAH ITU KAU! LEETEUK YANG MEMULAI SEMUANYA JANGAN SALAHKAN AKU!". Eunhyuk menutup telinganya kuat kuat, "Aku tidak tahu kalau perang ini akan terus berlanjut...! Mama tolong aku!".
"HEH! AKU TIDAK PEDULI SIAPA YANG MULAI DULUAN! YANG AKU PROTES DISINI ADALAH TERIAKANMU YANG MENGGANGU PELAJARAN!".
"HEY! MEMANGNYA KAU KIRA TERIAKANMU JUGA TIDAK MENGGANGU PELAJARAN?! JIKA KAU TIDAK MEMPROTES AKU JUGA TIDAK AKAN MEMBUAT KERIBUTAN DI SINI!"
Zhoumi memutar bola matanya dan menghembuskan nafasnya berat, "Yah... Leeteuk membuat Heechul marah sampai berteriak dan Kyuhyun semakin membuatnya berteriak. Hah... Intinyakan kalian yang membuat keributan di kelas~".
"APA KATAMU?!".
Tubuh Zhoumi bergetar, keringat juga meluncur deras dari dahinya "A-anggap saja aku tidak bicara apa apa tadi...!". Kyuhyun dan Heechul berhasil mengunci mulut Zhoumi yang menyebalkan itu, dan perang mereka kembali berlanjut.
Keadaan kelas menjadi ricuh hanya karena mereka berdua, padahal jika dihitung jumlah mereka hanya lima belas tapi keadaan menjadi ricuh hanya karena dua orang. Selama Kyuhyun danbHeechul beradu argumen, ada yang berusaha melerai tapi justru dicaci maki, ada yang mengeluh karena berisik, ada yang menjadi pemandu sorak, dan... Ada juga yang tidak peduli sama sekali.
Perdebatan sengit itu idak ada habisnya, sampai...
"Jadi sebenarnya kalian ini ingin belajar atau ingin mati?."
Kelas menjadi hening seketika, suara perempuan dewasa terdengar mengancam keselamatan mereka semua, terutama Heechul dan Kyuhyun.
"Kenapa berhenti? Lanjutksn saja aku masih ingin melihat kalian berdebat."
Suara itu, benar benar terdengar menyeramkan. Lebih menyeramkan daripada amukan Kim Seonsaengnim. Mereka semua bungkam, tidak tahu harus bagaimana. Mereka lebih memilih jalan aman, mereka kembali duduk dengan rapih di kursi mereka.
"Kalian mungkin menganggapku lemah karena aku tidak setegas Kim Seonsaengnim benar? Tapi kalian juga harus menanamkan ini di otak kalian. Aku sudah bertahun tahun menjadi wali kelas dari kelas J, kalian pasti pernah mendengar kasus salah satu anak kelas J yang dikeluarkan dari sekolah hanya karena memperebutkan permen. Kejadian dua tahun lalu itu tidak beda jauh dengan kejadian hari ini, aku bisa saja membuat kalian semua di drop out dari sekolah hanya karena kalian berdebat. Aku Young Bomi, di percaya menjadi wali kelas dari kelas yang terkutuk ini selama bertahun tahun karena aku bukan tipe orang yang mudah untuk diajak bernegosiasi."
Young Seonsaengnim menatap semua muridnya dengan tajam, "Jika aku mengajar maka aku akan menjadi guru yang menyenangkan dan akan memaafkan kalian jika kalian membuat kesalahan. Tapi, jika aku menjadi wali kelas kalian maka seharusnya kalian lebih berhati hati, jika tidak maka aku tidak segan segan mengirim surat pengajuan pengeluaran murid secara diam diam pada kepala sekolah. Kalian harus ingat, kalian ada di kelas terkutuk. Kelas ini tidak memiliki pengampunan jika kalian berbuat salah, kalian akan segera dikeluarkan dari sekolah jika kalian membuat kesalahan."
Dada seluruh murid kelas itu terasa sesak mendengarnya, mereka kembali mengingat berapa banyak kesalahan yang mereka lakukan selama ini. "Tapi tenang saja," Kata kata Young Seonsaeng membuat mereka mengangkat kepala mereka sekaligus kebingungan.
"Kalian tidak mungkin diperlakukan sama seperti murid kelas J terdahulu, sederhananya... Kalian beruntung. Kepala sekolah memiliki alasan tersendiri kenapa ia menempatkan kalian di kelas ini, dan aku juga memiliki alasan untuk tidak mengeluarkan kalian saat kalian membuat masalah." Sebuah senyuman kembali terpampang di wajah manis Young Seonsaengnim.
Ok, kalimat Young Seonssengnim membuat mereka semakin kebingungan. Bahkan Kibum yang terkenal jenius pun tidak mengerti apa maksudnya. Young Seonsaengnim terkekeh melihat ekspresi murid muridnya, "Kalian tidak mengerti ya? Kasian sekali... Padahal semua warga sekolah sudah mengakuinya. Kalian masih tidak paham? Jika kalian penasaran kalian bisa bertanya pada kepala sekolah. Sudah, waktu kita terbuang percuma sedari tadi, baik kita lanjutkan pelajaran!".
Mereka masih bingung tapi mereka lebih memilih belajar dulu daripada memikirkan hal yang membingungkan, membuat pusing saja tapi tidak ada gunanya. Leeteuk kembali menatap Heechul dengan tatapan seperti sebelumnya. "Apa kau ingin membuatku mengamuk lagi huh?".
Leeteuk segera menyangkal perkataan Heechul tadi, "Tidak bukan begitu! Istirahat nanti makan di kantin denganku ya? Kau mau? Aku ingin bicara denganmu!". Heechul menatap Leeteuk dengan aneh, "Kenapa harus di kantin? Di sini kan juga bisa..." Heechul mulai berpikr yang aneh aneh tentang Leeteuk.
"Ish! Kalau di sini tidak bisa! Aku ingin membicarakan sesuatu yang agak penting! Hanya ktia berdua yang boleh mengatahuinya!." Bentak Leeteuk dengan berbisik, Heechul mencoba meyakinkan perkataan Leeteuk pada Leeteuk sendiri, Leeteuk mengangguk yakin sebagai jawaban. Heechul memperhatikan keadaan sskitar, ia tidak suka jika ada mata mata nanti, "Baiklah, aku mau."
Leeteuk memberi sinyal 'ok' lalu kembali ke posisinya yang seharusnya. Sedangkan Heechul kembali berkutat dengan pikirannya sendiri, 'Apa yang ingin dia bicarakan? Mencurigakan...', Tapi setelah itu Heechul memilih untuk fokus pada pelajaran hari ini.
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Istirahat sudah tiba, seperti biasa semua murid berhamburan keluar dari kelasnya tapi ada juga yang memilih untuk menetap di kelas.
"Ayo! Kita pegi atau kita tidak akan dapat tempat duduk!", Heechul seprrtinya mulai jengkel dengan sifat Leeteuk, "Kau yang benar saja, kantin sekolah kita ini luas! Tidak mungkin kita tidak dapat tempat duduk!."
Leeteuk bangkit dari kursinya dan mendekati Heechul, tepatnya mendekatkan wajahnya pada wajah Heechul "Tapi aku ingin kita mendapat tempat khusus!". Heechul sedikit tersentak, "Apa?! Jangan jangan kau ini-!".
"Shh! Sudah jangan buang buang waktu! Ayo!", Leeteuk menyeret Heechul dari tempat duduknya tanpa izin. Heechul tentu saja terkejut dengan itu, "Oy! Lepaskan aku! Sakit tahu!". Sayangnya Leeteuk tidak memperdulikan keluhan dari Heechul.
Donghae terdiam melihat tingkah dua temannya itu, "...Mereka kenapa?" Donghae belum menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri. "Sudah biarkan saja mereka, lagipula kita harus bersiap bukan?", Donghae mengiyakan perkataan Eunhyuk "Yah... Kita harus bersiap, semoga ia senang dengan kejutan kita!".
Di sisi lain...
"Hey! Berhenti menyeretku begini! Memangnya kau kira aku ini tawanan huh?!", Leeteuk tidak melepaskan cengkraman di tangan Heechul, ia terus menyeret mantan rivalnya tanpa henti... Sampai kantin. Bayangkan seberapa sakitnya di tarik dari lantai paling atas sampai lantai paling bawah.
Leeteuk segera memaksa matanya untuk mencari tempat kosong, dan ia menemukannya. Tempat duduk itu hanya terdapat dua kursi dan letakknya pun di ujung kantin tepatnya di samping kaca yang besar, menurut Leeteuk itu adalah tempat yang sempurna untuk bicara berdua.
Heechul kembali diseret oleh mantan rivalnya itu, tapi kali ini ia tidak protes karena menurutnya itu sama saja dengan percuma. "Kau disini saja ok? Aku yang ambil makanannya, kau ingin apa?" tanya Leeteuk setelah Heechul sudah duduk nyaman di kursi tempat makan mereka saat ini.
"Terserah kau saja, tapi jangan terlalu lama! Aku benci menunggu!".
"Iya aku tahu! Aku akan segera kembali ok?!".
"Cepatlah!", Leeteuk segera berlari mengambil makanan untuk mereka berdua. Tapi entah kenapa perasaan tidak enak muncul di benak Heechul, kali ini bukan Leeteuk lagi yang menjadi bahan kecurigaannya tapi ia juga tidak yakin siapa yang ia curigai saat ini.
*SuperJuniorDailySchoolLife*
"Bagaimana? Apa mereka memberitahu yang sebenarnya padamu?", Suara Kepala sekolah terdengar nyaring di ruang pribadi miliknya.
Suasana hening sangat terasa di ruangan itu, walaupun ada dua orang di aana. Salah satunya Young Seonsaengnim.
"Kurasa mereka tidak berkata jujur padaku..."
"Hm?! Dari mana kau tahu jika mereka berbohong?"
"Aku tidak mengatakan mereka berbohong, aku hanya mengatakan mereka tidak jujur..."
"Memangnya apa bedanya? Bukankah itu sama saja?"
"Tidak!"
"Apa? Bagaimana mungkin?"
"Mereka hanya berusaha menyembunyikan sesuatu bukan mengada ada, aku dapat melihatnya dari gerak gerik mereka dan gaya bicara mereka saat bercerita. Mungkin Kibum, Kyuhyun, Shindong, dan Eunhyuk berkata mereka tidak memiliki barang kesayangan atau sengaja membawa barang yang jelek karena akan sangat di sayangkan jika barang yang bagus rusak. Tapi yang aku tahu mereka meletakkan barang yang paling mereka sayangi di loker itu agar mereka merasa nyaman berada di kelas mereka sendiri, bukankah mustahil jika mereka hanya membawa barang yang tidak ada artinya?"
Kepala sekolah menyetujui pendapat Young Seonsaengnim, "Lalu apa menurutmu hal ini akan menggangu proses belajar mereka?".
"Kurasa tidak, nilai mereka tidak terganggu sama sekali karena ini. Bahkan jika dilihat dari hasil perlombaan mereka sudah mengungguli kelas lain, perkembangan pesat murid kelasku tahun ini benar benar terasa karena muridnya adalah mereka, aku senang anda meletakkan mereka di kelasku."
"Tidak perlu berterima kasih padaku, aku sengaja menggabungkan mereka dalam kelasmu agar ada warna baru dalam tahun ajaran ini. Kelas A terkenal karena keahlian mereka dalam bidang akademik, Kelas B terkenal karena keahlian dalam bidang olahraga, Kelas C terkenal karena kedisiplinan mereka, Kelas D terkenal karena sopan santun mereka, Kelas E terkenal karena bakat mereka, lalu... Kelas F terkenal dengan kerja sama mereka yang kuat, Kelas G terkenal karena kelakuan onar mereka, Kelas H terkenal karena sifat kurang ajar mereka, Kelas I terkenal karena para muridnya benci belajar serius, dan Kelas J terkenal karena kelakuan buruk mereka, keonaran mereka, kekurang ajaran mereka, dan kemalasan mereka..."
Kepala sekolah terlihat memijit kepala sejenak tapi setelah itu hanya senyuman yang terpampang di wajahnya, "Tapi itu kelas J yang dulu... Karena kelas J yang sekarang adalah gabungan dari kelas tadi, aku benarkan Bomi?".
Young Seonsaengnim juga ikut tersenyum, "Ya, Tentu saja."
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Kantin terlihat dipenuhi oleh para murid, untungnya Leeteuk sudah menempati tempat 'khusus' nya untuk berbicara dengan Heechul, bahkan mereka sedang menyantap makanan mereka.
"Apa kau sadar jika caramu tadi itu menakutkan?", Leeteuk menjeda acara makannya karena pertanyaan Heechul, "Apa maksudmu?". Heechul sudah menduga jika orang ini akan bertanya seperti itu, "Caramu menyeretku tadi, itu menakutkan."
Leeteuk terdiam sebelum akhirnya melepaskan tawanya, "Apa menurutmu itu nenakutkan? Uwah! Hahaha," Leeteuk sudah tidak normal di mata Heechul. Heechul menatap mantan rivalnya dengan aneh, "Kau ini... Kau menyeretku dari kelas sampai kemari! Berapa lantai yang kita turuni hah?! Itu menakutkan!".
"Hahahaha, begitukah? Tapi menurutku harusnya kau bersyukur karena dapat tempat duduk.", Leeteuk berhasil membuat Heechul bungkam. Yang dikatakan oleh Leeteuk memang benar, kantin benar benar ramai sekarang, jika ia tidak menyeret Heechul mungkin mereka tidak akan mendapat tempat duduk.
Mereka kembali menyantap makanan mereka, tapi Heechul teringat apa tujuan Leeteuk membawanya kemari. "Hey, saat di kelas kau bilang ingin membicarakan hal penting, apa itu?", Leeteuk mendongakkan kepalanya "Hm? Apa ya? Hehehe aku lupa."
Ting!
Heechul membanting sumpitnya, amarahnya tidak dapat di rem lagi sekarang, "Kau ini! Aku sengaja ikut denganmu karena hal itu! Kenapa sekarang kau lupa?! Astaga tidak ada gunanya aku ikut denganmu!".
"Tenanglah... Aku masih ingat kalau aku ingin membicarakan sesuatu denganmu tapi aku hanya lupa apa yang ingin aku katakan..." Leeteuk berusaha mencari bahan pembicaraan itu di otaknya dan Heechul hanya mengaduk ngaduk makanannya selama Leeteuk masih berpikir. "Hmh... Bagaimana jika kita bicarakan yang lain dulu? Aku tidak bisa mengingatnya... Hehe...", Leeteuk mendapat tatapan malas dari Heechul, "Terserah kau saja."
Leeteuk tersenyum dengan cerianya, "Baiklah! Kalau begitu ayo bicarakan sesuatu!".
Hening...
Di tengah keadaan kantin yang ramai, keheningan justru terjadi di antara mereka berdua. Leeteuk bingung harus melakukan apa, "Kenapa jadi begini...?" Ia mulai frustasi. "Itu salahmu.", Leeteuk memberi tatapan anehnya pada Heechul yang sedang asyik mengunyah makanannya "Kenapa jadi salahku?!".
"Jika kau segera membuka pembicaraan keadaan seperti tadi tidak akan terjadi, dasar payah." Jawab Heechul dengan wajah menyebalkannya, tapi Leeteuk mengiyakan perkataan mantan rivalnya itu. Entah kenapa Leeteuk tersenyum dengan sedirinya, Heechul menatapnya aneh "Kau ini kenapa...?".
"Rasanya lucu, aku tiba tiba teringat saat kita selalu berkelahi tentang apapun, kita tidak pernah satu pemikiran, kita sama sama keras kepala dan tidak mau kalah satu sama lain. Dulu kita mirip seperti Kibum dan Siwon, tapi kenapa sekarang seperti Donghae dan Eunhyuk? Ini menarik, tapi aku senang karena kita bukan rival lagi."
"Setiap orang pasti akan berubah, jika sekarang kita mirip Donghae dan Eunhyuk mungkin saja Kibum dan Siwon juga akan seperti mereka, atau mungkin Donghae dan Eunhyuk yang menjadi rival nanti? Kita tidak akan pernah tahu, iya kan?"
"Ya, Kau benar. Entah kenapa aku tertarik dengan Kibum, dia itu orang yang dingin... Tapi saat ia melawan perkataan Jaejoong, Dia benar benar membela kelas kita tanpa paksaan siapapun. Ini terliht seperti sebuah keajaiban, aku kira dia tidak akan pernah peduli dengan siapapun tapi kenyataannya? Dia juga sama seperti kita."
"Huh? Jadi selama ini kau berpikir Kibum adalah orang yang sedingin itu?"
"Yah... Ku rasa seperti itu, hehe..."
"Kau bisa bertanya pada anak dengan mulut kurang ajar yang bernama Cho Kyuhyun, dia sudah mengenal Kibum sejak awal. Kyuhyun dan Kibum selalu sekelas selama tiga tahun, mereka pasti saling mengenal satu sama lain. Dan kalau diperhatikan mereka tidak pernah berkelahi, hanya perdebatan kecil setelah itu mereka akan kembali tenang."
"Oh begitu kah? Baiklah, akan ku coba~" Leeteuk kembali menyantap makanannnya dengan santai begitupun dengan Heechul. Dan tiba tiba Leeteuk teringat hal apa yang ingin dia bicarakan pada Heechul, "Ah... Err... Heechul, jika ku lihat sepertinya akhir akhir ini kau agak berbeda...". Heechul mendongakkan kepalanya malas, "Apa yang kau bicarakan?"
Leeteuk menghentikan acara makan makannya, "Yah... Akhir akhir kau kelihatan agak murung, selalu mengamuk, dan juga selalu melamun di kelas... apa kau baik baik saja?". Heechul juga berhenti makan secara tiba tiba, "Aku baik..." tetap saja kebohongan Heechul dapat terbaca oleh Leeteuk, "Ceritakan saja apa masalahmu, mungkin aku bisa membantunya."
Bukannya jawaban yang diterima oleh Leeteuk melainkan tatapan dingin yang ia dapat, sepertinya Heechul telah mengetahui sesuatu yang disembunyikan oleh Leeteuk, sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya. Leeteuk akhirnya pasrah, Heechul memang sudah mencurigainya, "Dengar Heechul, maaf kan aku karena sudah lancang. Tapi saat perlombaan beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja membaca komik milikmu dan aku menemukan tulisan di bagian belakang komikmu... itu..."
"Guren dan Hichoru?"
"Ah iya... Hichoru itu kau kan? Lalu Guren itu siapa?"
"Apa itu penting?"
"Tidak, tapi untukmu dia penting, iya kan?"
Heechul terdiam sejenak, ia berusaha mencari bahasan lain untuk mengalihkan pembicaraan, "Menurutmu apa Jaejoong akn berpikir dua kali untuk melawan kelas kita? Kurasa iya!" Heechul tersenyum lebar seakan tidak terjadi apa apa, Leeteuk menatap Heechul dengan tegas "Menurutku akan lebih baik jika kau tidak mengalihkan pembicaraan."
Heechul hanya tersenyum simpul, ia tahu jika Leeteuk akan berkata seperti itu.
"Apa yang terjadi padamu?".
"Aku tidak tahu kenapa aku menjadi sedikit aneh akhir akhir ini... Mungkin karena rasa iri ku terhadap Kyuhyun atau hal lain, seperti rasa rinduku pada Guren contohnya."
"Siapa itu Guren? Ia seperti bukan orang Korea..."
"Kau salah, Guren adalah orang Korea. Tapi nama itu adalah nama panggilan khusus untuk kami berdua, dia Guren dan aku Hichoru. Dia sangat menyukai Jepang, karena itu nama panggilan kami adalah nama Jepang, walaupun untuk namaku (Hichoru) hanya sebuah pengucapan dalam bahasa Jepang dari nama Heechul... tapi aku suka nama itu. Guren adalah teman terbaik yang pernah aku punya... tapi sudah sepuluh tahun kami tidak pernah bertemu lagi, aku benar benar merindukannya..."
"Memangnya dia pergi kemana? dan... Guren itu laki laki atau perempuan?"
"Dia perempuan, aku... tidak pernah tahu dia pergi kemana, dia... menghilang begitu saja."
Keheningan kembali terjadi, Leeteuk tidak dapat mengatakan apapun dan Heechul hanya terdiam menatap pemandangan sekolah yang terhalang oleh sebuah kaca besar.
'Jika aku bisa, aku ingin sekali lagi bertemu dengan Guren...'. Heechul memejamkan matanya dan seulas senyum terlukis di wajahnya.
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Tap... Tap... Tap...
Langkah kaki Heechul dan Leeteuk terdengar nyaring di lorong yang mengarah ke kelas mereka. Memang biasanya langkah kaki seseorang akan terdengar nyaring di sana tapi entah kenapa suasana di lorong saat ini benar benar sunyi. "Mereka semua pergi kemana?" Heechul merasa aneh karena keadaan kelasnya juga sepi.
"Hey Leeteuk... Menurutmu mereka... Eh...?", Heechul terdiam tiba tiba. Leeteuk sudah tidak ada di sampingnya, "Dia kemana...?" Gumam Heechul yang masih tidak mengerti apa yang terjadi. Heechul akhirnya memutuskan menggeser pintu masuk murid di kelasnya gelap, tapi belum sempat ia masuk tiba tiba telinganya menangkap suara langkah kaki seseorang.
Heechul menoleh keasal suara itu, ia memicingkan matanya. Perlahan terlihat dua orang yang datang dari arah tangga menuju ke arah kelas XII-J, Heechul memilih untuk memastikan siapa mereka dan apa tujuan mereka. "Apa kalian Donghae dan Eunhyuk?" Heechul berusaha menajamkan penglihatan di tengah kegelapan lorong.
Walaupun lorong itu memiliki jendela tapi tetap saja sulit terpapar cahaya karena tertutup pepohonan di sekitar gedung. Dua orang itu terus berjalan mendekati Heechul, perlahan wajah orang itu mulai terlihat jelas "Apa kami terlihat seperti dua orang bodoh itu?". Heechul sebenarnya terkejut tapi ia berusaha menyembunyikannya, dua orang itu...
"Oh... Jaejoong dan anak ingusan itu ya?" Heechul berusaha menjaga image kurang ajarnya. Jaejoong dan anak berkacamata itu datang menghampiri Heechul, "Dimana Kibum?" Tanya Jaejoong dengan dingin. "Mana aku tahu, aku sendiri baru datang kemari dan BOOM! kelasku kosong!" Heechul berkata jujur tapi Jaejoong tidak mungkin percaya dengan mudah.
"Begitukah?"
"Apa wajahku ini terlihat seperti berbohong?"
Jaejoong sepertinya masih tidak percaya dengan Heechul, tapi ia tetap berusaha mempertahankan image kerennya. "Huh! Lupakan saja, aku tidak peduli siapa pun yang aku hadapi tapi intinya aku tidak akan mengaku kalah semudah itu, demi kelasku!". Heechul menunjukan ekspresi anehnya, 'Orang ini kerasukan apa...?', Heechul mengacak ngacak rambutnya sendiri "Hah... Sudahlah, lebih baik kau kembali ke kelasmu. Aku sedang malas berurusan dengan orang cerewet hari ini."
"Jangan sok tidak peduli Kim Heechul..."
Heechul kembali membatalkan niatnya untuk masuk ke dalam kelas, "Haah?".
"Kalian telah melakukan banyak kejahatan, berkelahi di tempat umum, mengerjai para guru, merusak properti sekolah, memadamkan listrik tanpa izin, dan mengerjai murid lain! Dan salah satunya adalah dia! Kalian sudah membuatnya ketakutan!" Jaejoong berusaha membela anak berkacamata yang ikut bersamanya.
"Haaahhhh? Kau ini, apa kepalamu baru saja berciuman dengan tembok atau semacamnya? APA MASALAHNYA UNTUKMU?!"
"Apa masalahnya katamu? MASALAHNYA UNTUKKU ADALAH KARENA KALIAN AKU SEBAGAI KETUA OSIS DI CAP SEBAGAI KETUA OSIS YANG BURUK!"
"Benarkah? HAHAHAHAHAHAHA! KENAPA AKU SENANG SEKALI?! EUHAHAHA! Hah... Aku bersyukur karena Siwon dan Kibum berkelahi mereka jadi di keluarkan dari osis dan otomatis gagal menjadi ketua osis, aku tidak akan tega jika mereka akan sepertimu saat ini... Miris sekali."
"Kalau begitu harusnya kau juga merasa tak tega padaku saat ini."
"Hah? Memangnya kau itu siapaku? Kita bahkan bukan teman, untuk apa aku peduli?"
Rasanya pasti sakit...
Jaejoong berusaha menahan amarahnya tapi sepertinya ia tidak sanggup lagi, selama Jaejoong mencaci makinya Heechul hanya terdiam dan tidak memperdulikan ocehan Jaejoong. Dan saat Jaejoong berhenti... "Sudah selesai marah marahnya? Kau tahu, telingaku sakit mendengarnya... Jangan lakukan itu pada orang lain ya, Kau bisa mencelakakan telinga mereka nanti~."
"KAU INI! KAU BENAR BENAR INGIN KU HAJAR YA?!"
"JAEJOONG HENTIKAN!"
Suara itu membuat gerakan Jaejoong terhenti, ada dua orang lagi yang menghampiri mereka, dua orang itu adalah Yunho dan Yoochun. Heechul menggaruk kepalanya yang memang gatal, "Apa kalian datang kemari juga untuk memaki ku?" Tanya Heechul yang asal main tebak saja. Yoochun terlihat menarik lengan Jaejoong, "Lebih baik hentikan ini."
"TAPI DIA HARUS DI HAJAR!"
"Jika kau atau kalian ingin menghajarku silahkan saja, aku memang salah karena komentarku yang kelewat pedas. Tapi jika kalian ingin protes karena kelakuan buruk kami, kurasa akan percuma. Bagaimanapun kami adalah murid kelas J, mustahil ada murid yang tenang di kelas yang terkutuk ini. Bahkan Henry yang anak pindahan saja mulai menjadi anak nakal seperti kami. Kami minta maaf jika kami telah mencemarkan nama baikmu sebagai ketua osis Kim Jaejoong, tapi bagaimanapun kau tidak bisa memaksa semua murid akan patuh pada atutan layaknya murid di kelasmu."
Yunho menatap wajah Jaejoong yang sudah agak tenang sekarang, "Yang dia katakan itu benar Jae... Lebih baik kita kembali ke kelas kita". Jaejoong akhirnya pasrah tapi ia tetap menatap Heechul dengan dingin, "OK... Kau bisa bebas kali ini, tapi nanti di perlombaan selanjutnya, kami akan membalasmu...!".
Yoochun segera membawa Jaejoong kembali ke kelasnya di ikuti oleh anak berkacamata tadi, dan Yunho masih terdiam di tempatnya. "Kalau aku boleh jujur, sebenarnya aku juga ingin membalas perbuatanmu saat perlombaan waktu itu. Tapi lupakanlah, rasanya tidak ada gunanya melawan orang sepertimu iya kan? Tapi kami akan melawan kalian di perlombaan selanjutnya, sampai jumpa!". Yunho pun akhirnya melangkahkan kakinya kembali ke kelasnya.
Heechul masih terdiam sejenak, lalu ia mengangkat kedua bahunya "Kita lihat saja nanti."
Grrtt...
"Kenapa kelas ini gelap sekali?"
Dan tiba tiba...
Ceklek!
PLOK! PLOK!
"SAENGIL CHUKHAHAEYO KIM HEECHUL!"
Bunyi terompet terdengar nyaring di kelas itu, Heechul tertegun sekaligus bingung saat ini, "Ada apa ini?". Mereka hanya tersenyum melihat reaksi Heechul yang kebingungan, "Wah rupanya ada yang lupa dengan hari kelahirannya sendiri, haha." Heechul terdiam mendengar kalimat yang keluar dari mulut Kibum.
"Memangnya tanggal berapa sekarang?"
"Sekarang tanggal 10 Juli Kim Heechul~" Jawab Sungmin dengan imutnya, Heechul masih tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Terutama ketika ia melihat sebuah cake di tangan Leeteuk, "Apa itu untukku? Apa ini semua ini untukku?".
"Kau kira memangnya ini untuk siapa lagi jika bukan untuk orang yang paling cerewet, selalu memaki orang lain, memcaci tanpa henti, dan selalu marah marah, tapi akan terus membela teman temannya tanpa henti sepertimu?" Jangan tanya siapa yang mengakatakan hal ini, Heechul menatapnya dengan tatapan bosannya "Sebenarnya kau ini ingin memujiku atau menghinaku huh?".
Kyuhyun hanya tersenyum simpul "Bagaimana jika keduanya? keren kan?". Heechul juga hanya membalasnya dengan tawa kecil, tapi lama kelamaan tawa itu menghasilkan air mata yang mengalir dari mata indah seorang Kim Heechul. Shindong bertepuk tangan melihat Heechul yang terharu, "Wah keren! Orang sepertimu dapat mengeluarkan air mata juga!".
"SHINDOOONG..."
"Aku hanya bercanda~". Heechul sebenarnya ingin memaki temannya yang gendut itu tapi ia tidak bisa. "Heechul, cepatlah kemari buat permohonan dan tiup lilinnya, tanagnku mulai pegal!", Heechul dengan cepat mendekati Leeteuk, membuat permohonan lalu meniup semua lilin yang ada di atas kue itu.
Suara tepuk tangan kembali terdengar, Heechul juga terlihat senang saat ini "Aku tidak tahu jika kalian ingat hari ulang tahunku, bahkan aku sendiri lupa hari ulang tahunku... Tapi harusnya kalian sedih karena umurku bertambah, itu artinya masa hidupku mulai berkurang...". Mereka terdiam mendengar ucapan Heechul.
"Jangan berkata seperti itu, walaupun itu benar setidaknya kita dapat merayakan hari kelahiranmu bersama sama sebelum kita berpisah!" Siwon membuat keadaan kembali hangat. Hankyung menggaruk tengkuk lehernya "Sebenarnya kami ingin bercosplay karakter anime, tapi tidak jadi karena agak sulit melakukannya secara mendadak.", Zhoumi mengiyakan kejujuran Hankyung "Jadi yang bisa kami lakukan sekarang hanya ini."
Leeteuk meletakkan kue itu di atas meja, "Niatnya juga aku ingin mencari tahu Guren, tapi sayangnya aku tidak punya banyak informasi tentangnya, aku minta maaf~". Heechul menggelangkan kepalanya dan senyuman tidak pernah hilang dari wajahnya "Itu tidak perlu... Aku sudah senang kalian melakukan hal sesederhana ini... Terima kasih."
Donghae merangkul tubuh Heechul, "Bagaimana jika sekarang jika kita makan kuenya?!". Eunhyuk juga terlihat bersemangat, "Ayo potong kuenya!" Eunhyuk memberikan pisau kue pada Heechul. "Kau harus membaginya sama rata!" Kangin juga ingin kue itu, Henry menggelengkan kepalanya kuat "Potongan untukku harus yang paling besar!". Yesung menatap Henry aneh, "Mana bisa begitu?!". Ryeowook memasang wajah anehnya "Tolong hentikan itu, Heechul akan membaginya sama rata..."
Suara gelak tawa terdengar sangat riuh di kelas itu, Heechul benar benar senang hari ini. 'Guren... Akhirnya aku menemukan orang yang dapat membuatku bahagia sama sepertimu, aku merasa senang sekarang... Pada akhirnya, akan selalau seperti dugaanmu. Aku merasa senang bersama temanku yang lain, tapi aku masih berharap dapat bertemu denganmu, Guren...'.
Senyuman cerah masih terpancar di wajah Heechul dan teman temannya,
"Terima Kasih Semuanya..."
*SuperJuniorDailySchoolLife*
*TBC*
Akhirnya selesai jugaaaaaaa! Aku curhat dikit ya, sebenernya chap ini niat awalnya buat Ryeowook tapi batal karena chap kemarin belom kelar, trus niat lagi buat Leeteuk tapi batal karena chap kemaren baru kelar, dan akhirnya bisa selesai juga di hari ultahnya Heechul! Aku sampe putus asa trus mikir apa yang ini buat Kibum aja ya, tapi kalo nunggu ultah Kibum kayaknya kelamaan... dan satu lagi Chap yang ini khusus buat Heechul, yang lain engga aku bikinin maap -.-"
Bales Review dulu~
Mifta cinya : Silahkan~ Ya emang nama aslinya Eunhyuk Lee Hyukjae tapi kenapa yang di tanya cuma Eunhyuk aja? Yesung sama Kangin ga sekalian? Aku bikin gitu biar ga ribet sengaja hehe. Aku ngakak liat typoku sendiri ya ampun haha XD. Jangan pernah ngebayangin jadi guru mereka nanti stres sendiri ahay~. Ini udah aku lanjut ya ^^.
SheeHae : Ya daebak dong muridnya aja kece gitu haha XD
Puput257 : Annyeong~, Merek bukan orang aneh kok cuma agak ga waras aja, udah ya~
Shofie Kim : Lah kok sampe deg degan gitu, Ini udah aku lanjut yak agak lama kah?
Lusiwks : Aku juga ngakak waktu bikin bagian itu hahah, udah ya~
Rnine21 : Zhoumi ganteng gitu ibu ibu arisan juga ga bakal nolak kali :v Tenang sekolah itu ga bakal ancur karena sekolah itu punya sistem regenerasi(?) udah ah ngaco XD
Cho Rai Sa : Sip ini udah update! Minum Akuwa gih salah pokus mulu -.-
Phn19 : Makasih~, iya bener tinggal 60 point lagi berdoa semoga mereka berhasil dapat point sempurna di tiap lomba, ini udah aku update ya~
Jihyunelf : Sekolah itu emang ga adil -.-
Miss Chocoffee : Banzaiii! XD Ini udah update ya, udah ceper belom? .-.
lydiasimatupang2301 : Ya ampun dua reader aja yang baca sambil deg degan, terhura saya :' Ini udah di update yoo!
Namielf : Sampe terbawa suasana gitu, harus sengit biar seru :v iya pasti dong mereka harus kompak! Kibum kan emang pinter akting .-. Udah ya~
Sungmi : Waa makasih, ini udah ya. Tapi kalo buat lomba mungkin tunggu satu atau dua chap lagi, akan aku usahain bikin kelas A ngerasa malu. Mereka udah aku bikin cerita tentang barangnya walaupun bohong, karena nanti aku bakal bikin sekuelnya~
Chairun : Pasti dong! Ini udah aku update ya ^^
Akuyeppeo : Ngehaha :v Jangan ambil Zhoumi dia milikku! wkwkwk dark chocolate mah enak tapi ga terlalu enak... apaan dah gua :v Lah serem amat di bolak balik aduh XD
Yuuyo : Pasti historynya di apus yak makanya kagak ketemu apa mendem jadi ga ketemu? Bodo lah yang penting udah ketemu :v Makasih! Ini udah di update yak
Kuroi ilna : Orang ganteng mau kaya gimana juga tetep ganteng, orang ganteng mah bebas wkwkwk. Iyatah? Makasih~ wkwkwk langsung ga bisa ngebales lagi si Jaejoong, udah aku lanjut ya~
: Biar ga bosen makanya lombanya dibikin gokil :v
Ocha : Makasih~ Mereka emang harus kompak dong kan sekelas hehe Ini udah aku update yak
Dewiangel : Kok sadis? .-. perkelahian konyol itu gabakal pernah ilang, udah aku lanjut ya^^
: Tsah! Tapi emang bener sih orang ganteng perlunya dicintai wkwkwk, yakin mau masuk situ? kagak takut di bully? inget terkadang mulut mereka kejem loh... Iya waktu itu hari ulang tahunnya Leeteuk dan hari ini ultahnya tante Heechul #HappyHeechulDay
Rezy.K : Kalo kayak festival aku bingung bikinnya gimana maap T.T Ini udah aku lanjut ya~
Diahretno : Tantangan diterima! Tapi buat lomba itu tunggu satu atau dua chap lagi ya, aku butuh waktu buat mikir hehe~
Retnoelf : Makasih, tapi ga lupa nafaskan? /yaenggaklah!/ Ini udah aku lanjut ya~
Rpsckhalways : Haha aku juga ga nyangka bakal bikin lomba kaya gitu(?) Seenggaknya mereka berhasil menang .-.
Chu : Kalo lombanya biasa biasa aja pasti bosen kan? bikin yang aneh aja sekalian XD Plis aku ngakak pas paca Hankyung udah kaya doraemon aja wkwkwk, untung anak culun itu ga di matiin beneran sama mereka, Chap ini belom ada lomba tunggu satu atau dua chap lagi ya~
Aya : Annyeong~ Iya gpp,, abis aku bosen sama ff romance hehe. Makasih ya, ini udah aku lanjut~
Choding : Iya gpp,, Biar seru kalo kalem aja ga rame nanti hehe, ini udah aku lanjut ya~
Cho kyu : Yakin mau sekelas sama mereka? ga takut? wkwkwk ya ampun ini udah di lanjut yak, tapi di chap ini kayaknya ga kocak ya .-.
HyunSungWon : Maaaaaaap... Nah bener! Tampar aja murid lain yang bilang gitu! Maklum masuk kelas buangan jadi ikut dibuang juga, Zhoumi antara jadi mata mata sama nyuci mata :v Ini udah di update yak lebih cepet dari kemarenkan? hehehe
Anonymous : Jadi kesannya kayak "nakal sih nakal tapi jaga kebersihan juga harus dong" gitu hehe, udah di lanjut yak~
Shinoix : Waah! Makasih! Mereka takut kalah padahal udah jelas bakal kalah. Aku sampe bingung mau bales apa haduh berasa mau terbang~ Yap! betul kelas J itu artinya Jenius! haha udah di lanjut yak~
Dheaniyuu : Anak yang pake kacamata itu cuma diikat trus ditinggalin pulang sama mereka, karena lorong kelas J itu gelap jadi lumayanlah buat nakut nakutin anak culun kaya gitu, walaupun ujung ujungnya anak itu di tolongin sama penjaga sekolah.
Dazelf : Bagian rakit merakit lazy pod itu ya? aku juga bingung ngedeskripsiinnya gimana, soalnya cuma asal liat doang hehe, biar ga bosen jadi lombanya sengaja aku bikin aneh :v saking penasarannya sampe segitunya, tapi sebenernya yang masang cctv itu bukan Jaejoong tapi Kim Seonsaengnim jadi kaya main suruh suruhan gitu(?) ya dan ujung ujungnya tetep gagal! AKu emang sengaja bikin Sungmin agak galak kali ini biar kesannya ga lembek(?).
And last
#HappyHeechulDay! Walaupun hampir telat
RnR lagi boleh?
